Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 102

Investor Wajib Tahu! Pola Siklus Pasar Aset Kripto yang Selalu Terulang

0

Harga aset kripto sering kali bikin investor geleng-geleng kepala. Kadang naik tajam dalam waktu singkat, tapi bisa juga jatuh drastis hanya dalam hitungan hari. Fenomena ini sebenarnya bukan hal aneh, karena pergerakan nilai kripto erat kaitannya dengan Siklus Pasar Aset Kripto. Memahami pola siklus ini bisa membantu investor lebih bijak dalam mengambil keputusan, bukan hanya ikut-ikutan tren atau panik saat harga bergerak ekstrem.

Siklus Pasar Aset Kripto terdiri dari beberapa fase yang terus berulang, mulai dari euforia ketika harga naik (bull market), periode konsolidasi, hingga penurunan tajam (bear market). Setiap fase punya karakteristik sendiri yang memengaruhi perilaku investor. Nah, di sinilah pentingnya memahami pola tersebut agar tidak terjebak dalam keputusan yang merugikan.

Faktor yang Membentuk Siklus Pasar Kripto

Fluktuasi harga kripto sebenarnya bukan hanya soal supply dan demand. Ada beberapa faktor besar yang membentuk siklus ini:

  1. Sentimen Pasar
    Ketika banyak orang optimis, harga bisa melesat karena investor berbondong-bondong masuk. Sebaliknya, berita negatif seperti peretasan exchange atau regulasi ketat bisa memicu aksi jual besar-besaran.

  2. Regulasi Pemerintah
    Kebijakan dari negara besar seperti Amerika Serikat atau Tiongkok sering jadi pemicu naik turunnya harga. Misalnya, kabar larangan mining atau pembatasan transaksi kripto bisa membuat pasar goyah.

  3. Adopsi Teknologi
    Saat ada inovasi baru seperti DeFi, NFT, atau tren Web3, minat pasar meningkat dan mendorong harga naik. Namun jika hype mereda, harga bisa kembali turun.

  4. Perilaku Investor Ritel dan Institusi
    Investor ritel biasanya cepat terbawa emosi, sedangkan institusi lebih strategis. Perpaduan keduanya menciptakan pergerakan harga yang kadang sulit ditebak.

Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga

Buat investor, memahami siklus ini penting agar tidak salah langkah. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Jangan FOMO (Fear of Missing Out)
    Naiknya harga secara tiba-tiba sering bikin orang takut ketinggalan. Padahal, tanpa analisis yang matang, masuk di harga puncak bisa berujung kerugian besar.

  • Diversifikasi Aset
    Jangan taruh semua dana hanya di satu jenis kripto. Sebar investasi di beberapa aset bisa mengurangi risiko saat harga salah satunya anjlok.

  • Pahami Pola Siklus
    Kenali fase bullish, bearish, hingga akumulasi. Dengan begitu, investor bisa lebih siap menghadapi pergerakan pasar tanpa panik.

  • Investasi Jangka Panjang
    Bagi yang percaya pada potensi blockchain, menahan aset dalam jangka panjang sering jadi strategi yang lebih tenang dibanding ikut arus harian.

Harga kripto memang tidak pernah stabil, tapi bukan berarti tidak bisa diprediksi sama sekali. Dengan memahami Siklus Pasar Aset Kripto, investor bisa membaca pola pergerakan dan menyesuaikan strategi. Fluktuasi adalah bagian alami dari dunia kripto, dan justru di situlah peluang besar terbuka bagi mereka yang siap menghadapi risiko dengan perhitungan matang.

Satu Bulan Berjalan, Koperasi Merah Putih Mulai Rasakan Dampak Nyata

0

Tahun 2025 menandai babak baru kebangkitan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Dampak Koperasi Merah Putih mulai terlihat sejak peringatan Hari Koperasi Ke-78 yang digelar Senin, 21 Juli 2025 lalu, ketika Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi meluncurkan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Program ini disebut sebagai simbol lahirnya kembali semangat gotong royong dengan wajah yang lebih modern, transparan, dan berbasis digital. Kehadiran koperasi yang terhubung dengan sistem digital diharapkan mampu menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan di tingkat desa maupun kelurahan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa kelahiran 80.000 Koperasi Merah Putih tidak hanya sekadar rebranding, melainkan bentuk keberanian negara untuk mengembalikan koperasi pada fungsi utamanya. Menurutnya, koperasi dengan perencanaan yang matang dan pendekatan kreatif dapat berdampak signifikan pada berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga pariwisata.

“Kami yakin keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mendorong kolaborasi antarpelaku usaha di destinasi wisata sekaligus mengintegrasikan ekosistem lokal. Petani, pengrajin, penyedia akomodasi, kuliner, dan pemandu wisata bisa saling mendukung dalam satu sistem ekonomi yang sehat dan adil,” ujar Widiyanti.

Apa Dampak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Wisata?

Meski baru sebulan lebih berjalan, manfaat KDMP mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya di Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, DI Yogyakarta, yang ditunjuk sebagai desa percontohan nasional. Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, menjelaskan koperasi ini resmi beroperasi sejak 16 Juni 2025 dan kini telah memiliki 895 anggota.

Di Tamanmartani, KDMP menjalankan empat unit usaha sekaligus, yaitu klinik dan apotek, simpan pinjam, sembako, serta sarana produksi pertanian. Keempat unit ini bisa langsung berjalan sejak awal operasional.

“Meski masih terus kami sempurnakan, baik dari sisi tenaga maupun komoditas dagang, respons masyarakat sangat positif,” kata Mawardi.

Selain itu, koperasi juga berperan sebagai agregator untuk memasarkan produk UMKM lokal. Produk-produk dari desa wisata dipasarkan langsung kepada wisatawan, sehingga pelaku usaha tidak perlu berjuang sendiri. “Kami menerima berbagai produk dari UMKM desa. Wisatawan yang datang ke Tamanmartani tidak hanya belajar bertani atau beternak, tetapi juga bisa membeli hasilnya di koperasi,” ujarnya.

Akses Modal dan Dukungan untuk Sektor Pariwisata

Mawardi menambahkan, koperasi juga membuka akses modal lebih mudah bagi pelaku pariwisata, misalnya pemilik homestay atau pengrajin. Pinjaman dapat diajukan melalui koperasi yang bekerja sama dengan perbankan, termasuk fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bu Menteri saat berkunjung ke sini memberi arahan agar bisa bekerja sama dengan BNI. Jadi teman-teman pelaku wisata yang butuh modal bisa memanfaatkan koperasi sebagai jembatan,” jelasnya.

Dana pinjaman itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari renovasi homestay, pembangunan fasilitas wisata, hingga peningkatan kualitas produk kuliner. Dengan begitu, para pelaku usaha bisa lebih berdaya saing.

Pengelola Bidang Wisata Bumdes Tamanmartani, Pandu Cahyo Gustoro, menambahkan koperasi berkolaborasi dengan Bumdes dan Pokdarwis dalam menyusun paket wisata. Mulai dari belajar membatik, jemparingan, hingga berkunjung ke Lumbung Mataraman, seluruh kegiatan itu dipromosikan bersama oleh KDMP. “Alhamdulillah, program ini sudah mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Pandu.

Harapan Pelaku UMKM

Pelaku UMKM lokal, Prima Sintalia, mengaku sudah merasakan manfaat KDMP. Ia bisa membeli barang lebih murah di koperasi untuk dijual kembali di toko kelontong miliknya. “Misalnya beli telur, di koperasi bisa lebih murah. Jadi selain saya untung, masyarakat juga dapat harga lebih terjangkau,” ungkapnya.

Prima berharap koperasi dapat menjaga ketersediaan stok barang sembako dan produk lainnya agar masyarakat terus mendapatkan harga terbaik. “Respons masyarakat sangat positif, semoga KDMP bisa berkembang lebih besar dan konsisten memberi manfaat,” tuturnya.

Dengan berbagai dampak positif yang mulai terlihat, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bukti bahwa koperasi tetap relevan di era modern. Tak hanya menjaga semangat gotong royong, koperasi juga membuktikan diri sebagai fondasi ekonomi digital berbasis kerakyatan yang menjanjikan.

Sulitnya Menjalankan Bisnis Kuliner, Kenapa Banyak yang Tumbang di Tengah Jalan?

Banyak orang melihat bisnis makanan sebagai peluang menjanjikan karena semua orang butuh makan. Namun, realitanya sulitnya menjalankan bisnis kuliner kerap membuat banyak pelaku usaha tumbang di tengah jalan. Tidak sedikit restoran, kafe, atau usaha makanan kekinian yang ramai di awal, tetapi perlahan kehilangan pelanggan hingga akhirnya gulung tikar. Fenomena ini menunjukkan bahwa mempertahankan bisnis kuliner bukan sekadar soal rasa yang enak, tetapi juga strategi yang matang.

Tantangan semakin besar ketika persaingan di industri ini begitu ketat. Setiap hari muncul pemain baru dengan ide segar, menu unik, atau strategi marketing kreatif. Jika tidak bisa beradaptasi, pelaku usaha akan merasakan betul sulitnya menjalankan bisnis kuliner di tengah arus persaingan yang tak ada habisnya.

Faktor yang Membuat Bisnis Kuliner Susah Bertahan

Ada banyak alasan mengapa bisnis kuliner sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Persaingan yang Sangat Ketat
    Hampir di setiap sudut kota selalu ada warung, kafe, hingga restoran baru. Konsumen punya banyak pilihan sehingga loyalitas mereka bisa cepat berpindah jika ada yang lebih menarik.

  2. Tren yang Cepat Berubah
    Menu yang viral hari ini bisa saja dilupakan esok hari. Bisnis kuliner harus terus berinovasi agar tidak ketinggalan tren.

  3. Manajemen Keuangan yang Rumit
    Banyak pelaku usaha kuliner fokus pada rasa, tetapi lupa mengatur arus kas. Modal habis untuk operasional tanpa strategi keuangan yang jelas bisa membuat bisnis cepat merugi.

  4. Ketergantungan pada Lokasi dan Pelayanan
    Tempat strategis memang penting, tapi kualitas pelayanan juga sangat menentukan. Pelanggan tidak hanya datang karena rasa, tetapi juga pengalaman makan yang mereka dapatkan.

  5. Tantangan Sumber Daya Manusia
    Mengelola karyawan, mulai dari chef, barista, hingga pelayan, membutuhkan kesabaran dan sistem yang rapi. Pergantian staf yang sering bisa membuat standar pelayanan dan kualitas menurun.

Gimana Cara Menghadapi Tantangan Sulitnya Menjalankan Bisnis Kuliner?

Meski penuh rintangan, bukan berarti bisnis kuliner mustahil bertahan lama. Beberapa hal berikut bisa menjadi strategi agar usaha tetap eksis:

  • Kenali Target Pasar: Jangan hanya ikut tren, pahami siapa konsumen utama dan apa kebutuhan mereka.

  • Inovasi Menu dan Konsep: Tambahkan sentuhan unik agar berbeda dari kompetitor.

  • Kelola Keuangan dengan Bijak: Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta gunakan catatan transaksi yang rapi.

  • Bangun Branding yang Kuat: Identitas bisnis, mulai dari logo, kemasan, hingga pengalaman pelanggan, harus konsisten.

  • Jaga Kualitas Produk dan Layanan: Konsistensi rasa dan pelayanan akan menciptakan pelanggan setia.

Menjalankan bisnis kuliner memang penuh tantangan. Namun, dengan strategi yang tepat, inovasi yang berkelanjutan, serta manajemen yang rapi, peluang untuk bertahan tetap terbuka lebar. Pada akhirnya, nggak hanya soal menjual makanan, tapi juga membangun pengalaman dan nilai yang membuat konsumen kembali lagi.

Rp144 Triliun Digelontorkan, Pemerintah AS Kini Beli Saham Intel!

0

Langkah mengejutkan datang dari Washington setelah Pemerintah AS beli saham Intel sebesar 10 persen yang nilainya ditaksir mencapai Rp144 triliun. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump dan menjadi salah satu langkah paling berani dalam sejarah modern sektor teknologi Amerika Serikat. Selain dianggap sebagai penyelamatan korporasi, akuisisi ini juga dipandang sebagai strategi geopolitik untuk mengamankan rantai pasok semikonduktor yang selama ini rawan diguncang ketegangan global.

Trump menegaskan bahwa langkah Pemerintah AS beli saham Intel bukan hanya soal bisnis, melainkan bagian dari komitmen untuk memastikan Amerika Serikat tetap memimpin dalam industri chip. Intel sendiri selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan besar, baik dari kompetitor global seperti TSMC maupun dari keterlambatan pengembangan teknologi manufaktur mereka.

Strategi Ekonomi dan Geopolitik

Dengan masuknya pemerintah sebagai pemegang saham, Intel diproyeksikan memiliki sokongan lebih kuat dalam investasi riset serta pembangunan pabrik semikonduktor baru di tanah Amerika. Kebijakan ini sejalan dengan upaya Washington mengurangi ketergantungan terhadap pasokan chip dari Asia, khususnya Taiwan, yang berada dalam pusaran ketegangan geopolitik dengan China.

Pasar merespons keputusan tersebut dengan antusias. Harga saham Intel dilaporkan langsung melonjak setelah pengumuman resmi dirilis. Investor melihat langkah ini sebagai jaminan keberlanjutan perusahaan yang sebelumnya diragukan mampu bersaing dalam persaingan teknologi global.

Meski demikian, sejumlah analis tetap memberi catatan. Menurut mereka, dukungan pemerintah tidak otomatis menyelesaikan persoalan fundamental yang dihadapi Intel. Perusahaan masih harus membuktikan diri dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bisa menyaingi para pesaingnya, baik dari segi efisiensi produksi maupun kualitas chip yang dihasilkan.

Efek Domino ke Pasar Global

Akuisisi ini juga dinilai bakal menimbulkan efek domino bagi industri semikonduktor global. Negara lain kemungkinan mengikuti langkah serupa untuk melindungi perusahaan strategis mereka. Sebab, dalam konteks persaingan teknologi, keberadaan pemain lokal yang kuat dianggap krusial untuk kedaulatan ekonomi sekaligus pertahanan nasional.

Di sisi lain, aksi Trump ini juga mempertegas arah kebijakan ekonominya yang cenderung proteksionis. Tidak sedikit yang menilai langkah tersebut akan semakin memanaskan hubungan dagang Amerika dengan sejumlah mitra internasional, terutama jika kebijakan serupa diperluas ke sektor teknologi lainnya.

Meski kontroversial, strategi ini menunjukkan betapa vitalnya posisi semikonduktor dalam roda ekonomi modern. Dengan kepemilikan resmi 10 persen saham Intel, pemerintah kini bukan hanya regulator, melainkan juga salah satu pemain kunci yang ikut menentukan arah perusahaan.

Ke depan, tantangan terbesar bagi Intel adalah membuktikan bahwa suntikan kepercayaan dari pemerintah mampu mengubah kinerja mereka. Jika berhasil, keputusan ini bisa menjadi titik balik bagi masa depan industri semikonduktor Amerika. Namun, jika gagal, langkah besar ini justru berpotensi memunculkan beban fiskal baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Investasi Kripto Aman? Pahami Risiko Rug Pull Aset Kripto Sejak Awal

Di tengah popularitas mata uang digital, kasus Rug Pull Aset Kripto semakin sering terdengar. Fenomena ini menjadi salah satu bentuk penipuan yang cukup meresahkan para investor. Banyak orang yang tergiur dengan janji keuntungan instan, namun malah terjebak dalam proyek kripto palsu. Tidak sedikit yang akhirnya kehilangan seluruh modal karena minimnya pengetahuan tentang apa itu rug pull dan bagaimana cara menghindarinya. Oleh karena itu, penting sekali memahami lebih dalam tentang Rug Pull Aset Kripto agar tidak jadi korban berikutnya.

Secara sederhana, rug pull adalah skema penipuan dalam dunia kripto di mana pengembang atau pihak yang membuat proyek menarik dana investor secara tiba-tiba, lalu kabur tanpa jejak. Biasanya, kasus ini terjadi pada token baru atau proyek DeFi (Decentralized Finance) yang belum memiliki reputasi jelas. Investor tergiur karena harga token naik cepat di awal, tetapi ketika sudah banyak yang membeli, likuiditas ditarik habis oleh pengembangnya.

Bagaimana Rug Pull Bisa Terjadi?

Rug pull biasanya terjadi dengan pola yang mirip. Pertama, sebuah tim atau individu meluncurkan proyek kripto dengan whitepaper menarik, janji inovasi besar, hingga dukungan komunitas palsu. Mereka kemudian membuat token yang dipasarkan melalui media sosial dengan hype tinggi. Investor berbondong-bondong membeli, membuat harga token melonjak.

Namun, ketika nilai token sudah cukup besar, pencipta proyek menarik semua likuiditas di dalam pool dan meninggalkan investor dengan token yang tidak bernilai. Ada juga modus lain seperti menutup akses penjualan token sehingga investor tidak bisa menjual asetnya, sementara pengembang justru bebas menjual token miliknya.

Beberapa ciri proyek yang berpotensi rug pull antara lain:

  • Tim pengembang tidak jelas identitasnya.

  • Whitepaper terlalu menjanjikan tapi tanpa rencana konkret.

  • Tidak ada audit dari pihak ketiga.

  • Likuiditas tidak dikunci atau sangat kecil.

Cara Menghindari Rug Pull di Dunia Kripto

Agar lebih aman berinvestasi, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset sebelum membeli token baru. Pastikan memeriksa apakah proyek tersebut memiliki tim yang transparan, whitepaper yang realistis, serta sudah diaudit oleh pihak independen. Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan berlipat dalam waktu singkat, karena itu biasanya menjadi tanda bahaya.

Selain itu, diversifikasi investasi juga penting. Jangan menaruh semua modal pada satu proyek yang belum jelas reputasinya. Mengikuti forum komunitas, membaca analisis dari pakar, dan memantau perkembangan regulasi juga bisa membantu mengurangi risiko rug pull.

Pada akhirnya, dunia kripto memang penuh peluang, tapi juga penuh jebakan. Investor yang bijak bukan hanya mengejar keuntungan, tapi juga tahu bagaimana cara melindungi diri dari skema penipuan seperti rug pull.

Gamescom 2025: Indonesia Boyong 9 Studio Game Lokal ke Panggung Dunia

0

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri ajang Gamescom 2025 di Cologne, Jerman. Partisipasi Indonesia pada pameran gim terbesar dunia ini disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional sekaligus membuka jalan menuju pasar global.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperkokoh fondasi industri gim Indonesia agar semakin berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi, Rabu (20/8).

Ekosistem Gim Nasional Kian Menguat

Teuku Riefky menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku industri menjadi kunci dalam memperluas pasar sekaligus menarik minat investor asing. Menurutnya, keterlibatan di Gamescom tidak hanya sekadar ajang promosi, melainkan juga pintu masuk untuk memperluas ekspor gim karya anak bangsa ke berbagai negara.

Saat ini, industri gim Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Kemenekraf, jumlah pemain gim aktif di dalam negeri telah menembus lebih dari 150 juta orang, mayoritas melalui platform mobile. Tak hanya itu, sektor ini juga berhasil menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja dengan nilai pasar mencapai Rp30 triliun atau sekitar 1,9 miliar dolar AS pada 2024.

“Dengan capaian tersebut, Indonesia kini menjadi pasar gim terbesar di Asia Tenggara sekaligus menduduki peringkat ke-15 dunia,” jelas Teuku Riefky.

Perusahaan Gim Lokal Tampil di Panggung Dunia

Dalam ajang bergengsi ini, Indonesia diwakili oleh sembilan pengembang gim dan satu situs distribusi gim daring. Mereka adalah Agate, Busy Beaver, Digital Happiness, Gambir Studio, GU Studio, Kumagema Studio, Rizero Studio, Separuh Interactive, SLAB, serta Lapak Gaming sebagai platform web.

Kehadiran para pelaku industri ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan produk game buatan lokal ke khalayak internasional, tetapi juga memperluas peluang kerja sama bisnis dengan investor global.

Menteri Teuku Riefky menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen penuh mendukung penguatan ekosistem gim, baik melalui regulasi yang berpihak, fasilitasi promosi internasional, hingga mendorong terciptanya kebijakan berbasis data.

“Kami menunggu masukan dari para pelaku industri terkait hasil pertemuan bisnis di Gamescom. Rekomendasi itu akan menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif demi mendukung pertumbuhan sektor ini,” ungkapnya.

Selain menghadiri Gamescom, Menekraf juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengundang perusahaan gim asal Jerman agar berpartisipasi dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025. Acara ini akan digelar di Bali pada 9–11 Oktober mendatang.

Menurutnya, IGDX bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga forum strategis untuk mempertemukan pengembang gim lokal dengan investor dan penerbit internasional. “Kami ingin dunia melihat bahwa ekosistem gim Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” tegas Teuku Riefky.

Ekspor Sepatu Converse dari Batang Tembus Pasar Amerika dan Australia

0

Industri alas kaki Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini tercermin dari keberhasilan ekspor sepatu Converse yang diproduksi di Batang, Jawa Tengah, ke pasar Amerika Serikat dan Australia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita secara resmi melepas pengiriman perdana sepatu merek internasional itu, yang dikelola PT Yih Quan, dengan nilai mencapai USD 100.000 ke AS dan USD 60.000 ke Australia. Ekspor ini sekaligus menegaskan bahwa ekspor sepatu Converse menjadi salah satu tonggak penting keberlanjutan investasi asing di sektor manufaktur Indonesia.

Agus menekankan, pencapaian tersebut tak lepas dari ekosistem industri alas kaki nasional yang kian matang. Kolaborasi erat antara pemerintah, investor global seperti Nike Inc., kawasan industri Batang, serta asosiasi APRISINDO disebut sebagai kunci keberhasilan. “Momentum ini adalah bukti nyata bahwa industri alas kaki Indonesia tidak hanya mampu menopang perekonomian, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong inklusi sosial, serta memenuhi tuntutan keberlanjutan di pasar global,” ujarnya saat acara pelepasan, Kamis (21/8).

Pertumbuhan Industri Alas Kaki

Industri alas kaki termasuk dalam subsektor unggulan yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dan perolehan devisa. Pada triwulan II 2025, industri kulit dan alas kaki tercatat tumbuh 8,31% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%. Hingga Februari 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini mencapai 921 ribu orang, naik 35% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, dari Januari hingga Agustus 2025, terdapat investasi baru dari 18 perusahaan berskala besar dengan nilai total Rp10 triliun. Tambahan investasi tersebut meningkatkan kapasitas produksi hingga 73,4 juta pasang sepatu serta hampir 250 juta komponen alas kaki. Lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru pun tercipta dari geliat investasi tersebut.

Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor alas kaki Indonesia menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Juni 2025, nilai ekspor mencapai USD 3,77 miliar atau tumbuh 13,6% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Indonesia kini menempati posisi ke-6 eksportir alas kaki dunia dengan pangsa pasar mendekati 4% secara global.

Pasar Ekspor dan Tantangan Global

Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor alas kaki nasional, disusul Uni Eropa dan pasar non-tradisional lain yang terus berkembang. Keberhasilan pemerintah menurunkan tarif ekspor alas kaki ke AS dari 32% menjadi 19% disebut sebagai pencapaian besar, mengingat angka ini lebih rendah dibandingkan beberapa negara ASEAN lain.

Khusus untuk merek Converse, pengiriman kali ini menjadi simbol kelanjutan ekspor besar ke pasar AS yang tahun lalu mencatat nilai USD 1,03 miliar. Nike Inc., sebagai pemegang merek global, telah bermitra dengan lebih dari 50 pabrik di Indonesia, termasuk 20 pabrik alas kaki. Tahun lalu saja, Nike berhasil mengekspor lebih dari 200 juta pasang sepatu Nike, Converse, dan Jordan ke seluruh dunia.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan apresiasi kepada PT Yih Quan Footwear Indonesia dan Nike Inc. yang selama lebih dari tiga dekade konsisten mendukung industri alas kaki nasional,” tutur Menperin.

Selain itu, industri alas kaki dapat memanfaatkan program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang menyasar sektor-sektor berintensitas tenaga kerja tinggi, termasuk pakaian jadi, tekstil, kulit dan alas kaki, furnitur, makanan-minuman, serta mainan anak.

Dengan dukungan regulasi, investasi, dan kolaborasi, ekspor alas kaki Indonesia, termasuk ekspor sepatu Converse, diyakini akan terus berkembang dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi alas kaki dunia.

Lebih Dulu dari AS, Regulasi Kripto di Indonesia Jadi Fondasi Ekosistem Digital

0

Regulasi Kripto di Indonesia dinilai lebih progresif dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Meski begitu, pemanfaatannya dinilai masih perlu diperluas agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Pandangan ini disampaikan oleh Andrew Hidayat, salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), saat menghadiri CFX Crypto Conference 2025 di Tabanan, Bali, Kamis (14/8).

Menurut Andrew, fondasi regulasi kripto di Indonesia sudah lebih dulu terbentuk dibandingkan negara maju sekalipun. Sebagai contoh, Amerika Serikat baru merilis aturan melalui GENIUS Act, sementara Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) lengkap dengan aturan turunan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sebenarnya, Indonesia sudah menjadi salah satu pelopor dalam hal regulasi kripto ini,” ungkap Andrew.

Peluang Pemanfaatan Aset Kripto

Andrew menilai, dengan landasan hukum yang sudah mapan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pemanfaatan aset kripto di berbagai sektor. Ia menyoroti potensi kripto sebagai instrumen untuk pengiriman uang lintas negara (remitansi) maupun sebagai dasar pengembangan layanan pinjaman berbasis aset digital.

“Jika pemanfaatan kripto bisa masuk ke sektor-sektor seperti remitansi atau crypto-based lending, generasi muda akan lebih mudah berinvestasi sambil tetap bisa memenuhi kebutuhan lain, seperti pembelian rumah atau kendaraan,” jelasnya.

Selain itu, Andrew juga menyoroti pentingnya kehadiran stablecoin berbasis rupiah. Menurutnya, jika berhasil diwujudkan, stablecoin tersebut bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kripto regional. Stablecoin berpotensi menjadi alternatif sistem pembayaran lintas negara tanpa harus bergantung pada jalur remitansi konvensional, termasuk sistem SWIFT. Namun, ia menekankan bahwa hal ini tetap membutuhkan sinergi kuat dengan regulator.

“Kami berharap OJK dan Bank Indonesia bisa membuka ruang untuk stablecoin berbasis rupiah, sehingga Indonesia dapat menjadi pemain penting di tingkat regional,” ujarnya.

Edukasi dan Ekosistem yang Sehat

Di sisi lain, Chief Commercial Officer (CCO) Reku, Robby, menekankan pentingnya edukasi publik untuk mendukung pemanfaatan kripto. Ia menilai bahwa regulasi yang ada saat ini sudah menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat di Tanah Air.

Menurutnya, keberadaan OJK, bursa khusus kripto, lembaga kliring, hingga aturan pajak adalah bukti nyata bahwa pasar aset digital di Indonesia mulai berjalan dengan struktur yang jelas. “Ketika masyarakat sudah memahami bahwa investasi maupun transaksi aset digital diatur secara hukum, termasuk kewajiban pajaknya, hal ini memberikan pedoman yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” kata Robby.

Meski regulasi kripto di Indonesia sudah selangkah lebih maju, Andrew dan Robby sama-sama menekankan bahwa tantangan terbesarnya adalah mendorong implementasi nyata. Dengan memanfaatkan peluang seperti remitansi digital dan pengembangan stablecoin berbasis rupiah, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai pusat ekosistem kripto di kawasan Asia.

Apa yang Dilakukan Investor Saat Harga Emas Naik? Simak Tipsnya!

0

Harga emas kembali menjadi sorotan, terutama di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana langkah yang tepat bagi Investor Saat Harga Emas Naik? Apakah harus membeli lebih banyak, menjual untuk ambil untung, atau menunggu momentum lain? Pertanyaan ini wajar, mengingat emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang sering jadi incaran ketika pasar sedang bergejolak.

Sebagian investor menganggap kenaikan harga emas adalah peluang emas (pun intended) untuk melakukan profit taking. Namun, ada juga yang melihatnya sebagai sinyal kuat bahwa tren jangka panjang masih positif, sehingga memilih untuk tetap menahan kepemilikannya. Strategi yang diambil tentu berbeda, tergantung profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.

Strategi yang Bisa Dilakukan Investor Saat Harga Emas Naik, Apa Aja?

Ketika berbicara soal emas, tidak ada jawaban tunggal yang benar. Ada beberapa pendekatan yang umumnya dilakukan para investor ketika harga logam mulia ini menguat:

  1. Menjual untuk Realisasi Keuntungan
    Investor jangka pendek biasanya memilih melepas emas ketika harga sedang tinggi. Langkah ini bertujuan mengunci profit sebelum harga berbalik arah.

  2. Menahan sebagai Aset Lindung Nilai
    Bagi investor jangka panjang, emas lebih dilihat sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Mereka tidak terburu-buru menjual meski harga naik, karena percaya emas akan tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

  3. Diversifikasi Portofolio
    Tidak sedikit investor yang justru memanfaatkan kenaikan emas untuk menyeimbangkan portofolio. Misalnya, mengalihkan sebagian keuntungan dari emas ke instrumen lain seperti saham, obligasi, atau bahkan properti.

  4. Menunggu Momentum Koreksi
    Ada pula strategi menunggu harga terkoreksi setelah kenaikan signifikan. Investor tipe ini lebih suka masuk kembali ketika harga stabil di level yang lebih rendah.

Fenomena Investor Saat Harga Emas Naik selalu menarik karena menunjukkan cara pandang yang berbeda terhadap aset yang sama. Perbedaan strategi ini menegaskan bahwa keputusan investasi tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menyesuaikan dengan tujuan finansial pribadi.

Emas memang bukan cuma barang berharga, melainkan simbol kestabilan dalam dunia finansial. Apapun langkah yang diambil, kuncinya ada pada disiplin dan pemahaman terhadap risiko. Dengan begitu, investor bisa tetap tenang meski harga emas berfluktuasi naik-turun.

Transformasi Industri Hijau, Mikro Alga hingga CCU Jadi Andalan Tekan Emisi

0

Pemerintah terus memperkuat langkah dalam mendorong Transformasi Industri Hijau sebagai bagian dari komitmen menuju ekonomi berkelanjutan. Sejumlah strategi dijalankan, mulai dari efisiensi energi, peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan, hingga penerapan teknologi rendah karbon yang mampu menekan emisi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, untuk mengatasi emisi yang sulit ditekan sepenuhnya, pemerintah memerlukan terobosan tambahan melalui teknologi Carbon Capture Utilization (CCU). Teknologi ini mampu menangkap emisi karbon dari proses produksi dan memanfaatkannya menjadi produk bernilai ekonomi.

“Proyek percontohan CCU berbasis hidrometalurgi saat ini tengah berlangsung di PT Petrokimia Gresik. Teknologi ini diharapkan mampu menangkap hingga 65 persen emisi CO2 dari gas buang dan mengubahnya menjadi soda ash atau baking soda yang bisa dimanfaatkan industri sekaligus mengurangi ketergantungan impor,” ujar Agus dalam The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8).

Teknologi Hijau dengan Nilai Tambah Ekonomi

Selain mengandalkan CCU, Kementerian Perindustrian juga menyiapkan inovasi berbasis mikro alga sebagai salah satu solusi penyerapan karbon. Mikro alga mampu menyerap CO2 sekaligus menghasilkan biomassa, green hydrogen, hingga bahan baku kosmetik. “Mikro alga ini memiliki potensi besar. Dari hasil hilirisasi, kita bisa mendorong terciptanya produk dengan nilai tambah tinggi yang berkontribusi pada industri hijau nasional,” jelas Agus.

Teknologi CCU yang dikembangkan UWin Resources Regeneration Inc., di bawah pimpinan Prof. Kenny Hsu, bahkan telah mengantongi paten internasional. Prototipe sistem tersebut diuji secara resmi oleh lembaga akreditasi TÜV Rheinland Taiwan dan terbukti mampu mengurangi emisi CO2 lebih dari 99 persen pada tahap laboratorium.

Atas capaian tersebut, Kemenperin bersama UWin Resources Regeneration Inc. dan PT Petrokimia Gresik menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 22 Januari 2025 di Jakarta. Kerja sama ini melahirkan pilot project berskala industri yang kini tengah berjalan di fasilitas produksi Petrokimia Gresik.

Dalam kurun waktu dua bulan ke depan, proyek ini ditargetkan menghasilkan data komprehensif terkait tingkat serapan karbon. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya selangkah lebih dekat pada target net zero emission 2050, tetapi juga memperkuat ekonomi sirkuler melalui pemanfaatan produk turunan soda ash dan baking soda yang selama ini masih banyak diimpor.

“Teknologi ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam Transformasi Industri Hijau, karena tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” tegas Kenny Hsu, Chief Scientist UWin Resources Regeneration Inc.