Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 101

Dari Mentah ke Industri, Pemanfaatan Teknologi untuk Hilirisasi Gambir Mulai Digenjot

0

Pemanfaatan Teknologi untuk Hilirisasi menjadi fokus utama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas gambir di Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan mampu mengubah pola usaha petani gambir yang selama ini masih bergantung pada pasar tradisional menjadi lebih modern, berdaya saing, dan memiliki pasar yang lebih luas.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Produksi untuk Mendukung Hilirisasi Komoditas Gambir Bagi Usaha Kecil” di Padang, Selasa (26/8), menegaskan bahwa petani gambir saat ini masih memiliki posisi tawar lemah. Kondisi ini terjadi karena tata niaga yang belum berkembang dan masih bergantung pada India sebagai pembeli utama.

“Kalau terus dijual dalam bentuk mentah, nilai tambah gambir akan selalu rendah. Hilirisasi adalah kunci agar komoditas ini tidak hanya jadi barang dagangan, tetapi bisa masuk ke industri bernilai tinggi,” jelasnya.

Potensi Besar Gambir di Sumbar

Indonesia saat ini menguasai hampir 80 persen pasar gambir dunia dengan pertumbuhan ekspor rata-rata 16,16 persen per tahun pada periode 2019–2023. Namun sayangnya, sebagian besar produk tersebut masih diekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga rentan terhadap fluktuasi harga.

Sebagai provinsi penghasil gambir terbesar, Sumbar diyakini memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk hilir, mulai dari kosmetik, farmasi, hingga pangan. Meski begitu, upaya ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi petani, serta pelaku usaha.

Pada Oktober 2024 lalu, Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan sejumlah kementerian terkait telah lebih dulu merumuskan rencana aksi hilirisasi gambir melalui FGD. Forum tersebut menjadi pijakan awal dalam menyusun strategi yang lebih konkret untuk memperkuat rantai nilai.

“Pemetaan klaster industri dalam negeri yang membutuhkan produk hilir gambir menjadi langkah penting, sekaligus penyusunan kebijakan yang bisa mengintervensi pasar secara tepat,” ujar Temmy.

Data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM mencatat, 93,95 persen dari 16 juta lebih pelaku UMKM masih berproduksi dengan cara tradisional. Hal ini membuat produktivitas mereka 20–30 persen lebih rendah dibandingkan industri skala menengah maupun besar.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian UMKM mengembangkan model Rumah Produksi Bersama (RPB) di 16 provinsi dan kabupaten. RPB berfungsi untuk mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi. Skema ini juga dikembangkan dengan melibatkan industri swasta melalui pola business to business.

Digitalisasi Jadi Penopang

Selain Pemanfaatan Teknologi untuk Hilirisasi, digitalisasi juga disebut sebagai elemen penting yang harus dioptimalkan oleh pelaku UMKM. Digitalisasi tidak hanya terkait pemasaran daring, tetapi juga mencakup pencatatan produksi, pengelolaan rantai pasok, hingga traceability produk agar sesuai standar global.

“Kami berharap forum ini tidak berhenti hanya sebagai diskusi, tetapi menghasilkan langkah nyata untuk percepatan hilirisasi gambir. Dengan dukungan teknologi produksi, penguatan rantai nilai, serta sinergi lintas pemangku kepentingan, Sumbar bisa menjadi contoh sukses hilirisasi berbasis UMKM,” pungkas Temmy.

Menumpuk di Rumah? Begini Cara Dapat Cuan dari Galon Tak Terpakai

Di banyak rumah, galon air isi ulang sering menumpuk karena kebiasaan membeli baru alih-alih menukar yang lama. Tanpa sadar, tumpukan ini bisa memenuhi sudut rumah. Pertanyaannya, apakah ada peluang mendapatkan cuan dari galon tak terpakai tersebut? Jawabannya: iya, ada. Bahkan, jika dikelola dengan kreatif, galon yang terlihat sepele bisa memiliki nilai ekonomi.

Beberapa orang menganggap galon hanya sampah plastik besar yang sulit dimanfaatkan. Padahal, dalam dunia bisnis daur ulang dan kreativitas, galon justru punya potensi. Mulai dari dijual kembali ke pengepul plastik hingga dijadikan produk bernilai tambah, peluangnya terbuka lebar. Inilah mengapa pembahasan soal cuan dari galon tak terpakai kini mulai menarik perhatian banyak orang, terutama generasi muda yang jeli melihat peluang usaha dari barang sisa.

Ide Kreatif Mengubah Galon Jadi Bernilai Ekonomi

Salah satu cara paling sederhana adalah menjual galon ke pengepul barang bekas. Meski harga per galon tidak terlalu tinggi, jika jumlahnya banyak bisa jadi tambahan uang yang lumayan. Plastik keras dari galon biasanya diolah kembali untuk bahan baku industri plastik.

Namun, bagi yang ingin lebih kreatif, ada banyak ide menarik. Galon bisa diubah jadi pot tanaman hias, wadah penyimpanan, hingga kerajinan unik yang punya nilai jual. Beberapa UMKM bahkan berhasil memasarkan produk berbahan dasar galon bekas di marketplace, mulai dari tempat sampah mini, lampu hias, hingga wadah pakan ternak.

Selain itu, komunitas pecinta lingkungan sering menggalang program daur ulang dengan sistem insentif. Artinya, setiap galon yang disumbangkan bisa ditukar dengan uang atau produk tertentu. Program semacam ini tidak hanya menghasilkan keuntungan, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan.

Dari Rumah ke Bisnis, Galon Sebagai Sumber Cuan Baru

Melihat potensi ini, peluang usaha berbasis daur ulang galon sebenarnya cukup luas. Bayangkan jika sebuah komunitas RT atau kampung mengumpulkan ratusan galon tak terpakai setiap bulannya. Jika dikumpulkan, dijual, atau diolah bersama, hasilnya bisa jadi tambahan kas warga.

Lebih jauh lagi, pengusaha kreatif bisa memanfaatkan galon bekas untuk produksi massal produk ramah lingkungan. Misalnya, membuat pot tanaman besar untuk urban farming yang sedang tren. Dengan sedikit modal kreativitas, galon yang tadinya menumpuk di rumah bisa berubah menjadi bisnis berkelanjutan.

Jadi, jangan buru-buru membuang galon bekas ke gudang atau tempat sampah. Ada baiknya dipikirkan ulang bagaimana cara memanfaatkannya. Selain berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik, siapa tahu justru bisa membuka pintu rezeki baru.

TKDN Mobil Listrik Naik Bertahap, 40% Jadi 60% Mulai 2027

0

Kementerian Perindustrian menegaskan agar produsen otomotif yang telah memperoleh insentif impor mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) tidak mengabaikan kewajiban produksinya di Indonesia. Setelah masa impor berakhir pada 31 Desember 2025, para produsen diwajibkan memproduksi mobil listrik dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sesuai aturan yang berlaku.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, menuturkan kewajiban tersebut merupakan kelanjutan dari insentif yang sudah diterima. “Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, perusahaan harus memproduksi mobil listrik dengan jumlah setara kuota impor CBU yang pernah mereka lakukan. Produksi itu wajib mengikuti aturan TKDN, yang saat ini minimal 40 persen,” ujarnya dalam diskusi di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8).

Hingga Maret 2025, terdapat enam produsen yang mendaftar dalam program ini, yakni BYD Auto Indonesia, Vinfast Automobile Indonesia, Geely Motor Indonesia, Era Industri Otomotif (Xpeng), National Assemblers (Aion, Citroen, Maxus, VW), serta Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora). Enam produsen tersebut, kata Tunggul, berkomitmen menambah investasi hingga Rp15 triliun dengan rencana peningkatan kapasitas produksi sekitar 305 ribu unit.

Aturan TKDN Mobil Listrik

Regulasi mengenai kandungan lokal ini telah ditegaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Dalam aturan tersebut, TKDN mobil listrik produksi dalam negeri ditetapkan sebesar 40 persen untuk periode 2022–2026. Angka ini harus meningkat bertahap menjadi 60 persen pada 2027–2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Tunggul menjelaskan pencapaian target tersebut memerlukan strategi bertahap. Pada 2026, produsen masih diperbolehkan menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD). Namun, mulai 2027 harus beralih ke Incompletely Knocked Down (IKD) agar kandungan lokal bisa naik menjadi 60 persen. “Kalau masih bertahan di CKD, mustahil angka itu tercapai. Selanjutnya, untuk mencapai 80 persen, proses manufaktur harus dilakukan per bagian (part by part),” jelasnya.

Tren Pasar Mobil Listrik

Menurut data Kemenperin, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Pada 2024, jumlah populasi mobil listrik mencapai 207 ribu unit, naik 78 persen dibandingkan 2023 yang hanya 116 ribu unit. Porsi pasar kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) dan BEV juga melesat. HEV naik dari 0,28 persen pada 2021 menjadi 7,62 persen hingga Juli 2025, sementara BEV meningkat dari 0,08 persen menjadi 9,7 persen.

Sebaliknya, kendaraan berbasis mesin konvensional (internal combustion engine/ICE) mengalami penurunan pangsa pasar signifikan. Dari 99,64 persen pada 2021, kini pangsanya merosot menjadi 82,2 persen per Juli 2025. Tunggul menyebut kondisi ini sebagai bukti bahwa insentif pemerintah telah mendorong peralihan ke kendaraan ramah lingkungan.

Industri Otomotif Nasional Merasa Tertekan

Meski adopsi mobil listrik meningkat, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai insentif impor BEV menekan industri otomotif nasional. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan penjualan mobil domestik turun drastis. Pada 2014, penjualan mencapai 1,2 juta unit, namun pada 2024 hanya 865 ribu unit. Hingga Juli 2025, angkanya kembali merosot 10 persen menjadi 453 ribu unit.

Kukuh menilai salah satu penyebab utama adalah insentif besar yang diberikan untuk BEV impor, sementara mobil listrik dengan TKDN tinggi justru tidak semuanya mendapatkan keringanan. “Produsen dengan TKDN 80–90 persen merasa dirugikan. Apalagi banyak pemasok komponen mengeluh karena produksi berkurang, bahkan sebagian sudah melakukan PHK,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah sebaiknya menyiapkan insentif serupa untuk mobil entry level dengan harga Rp200–400 juta, seperti yang pernah dilakukan saat pandemi 2021. Menurutnya, langkah itu terbukti mampu menghidupkan kembali pasar mobil nasional. “Jangan sampai pasar otomotif Indonesia justru kalah dari negara tetangga seperti Malaysia,” tegas Kukuh.

Festival Pacu Jalur Buktikan Budaya Bisa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

0

Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 yang masuk dalam jajaran event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata resmi berakhir dengan sukses. Ajang yang berlangsung pada 20–24 Agustus 2025 di Kabupaten Kuantan Singingi itu tidak hanya menegaskan perannya sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi magnet wisata yang mampu mendongkrak perekonomian daerah sekaligus mengangkat nama Indonesia ke panggung dunia.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat maupun wisatawan yang hadir dalam festival tersebut. Menurutnya, Pacu Jalur bukan sekadar olahraga tradisional, tetapi juga sarana promosi budaya yang efektif.

“Pacu Jalur telah menjadi atraksi budaya yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Melalui KEN, kami ingin mengangkat event daerah agar semakin mendunia, memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, serta mendongkrak citra Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Vinsensius, Selasa (26/8/2025).

Dampak Ekonomi dan Antusiasme Masyarakat

Festival ini menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan bisa menjadi pilar ekonomi. Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyebut, selama lima hari penyelenggaraan, sekitar dua juta pengunjung memadati kawasan Kuantan Singingi. Perputaran ekonomi pun dinilai luar biasa.

“Jika satu orang saja berbelanja Rp50 ribu, maka uang yang berputar bisa mencapai Rp100 miliar. Inilah bukti bagaimana budaya memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Suhardiman.

Kesuksesan Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 juga tidak lepas dari dukungan penuh Kemenpar lewat program Karisma Event Nusantara. Promosi acara dilakukan secara masif, termasuk melalui live streaming di Instagram Wonderful Indonesia dan TikTok Pesona Indonesia. Hasilnya, tercatat lebih dari 2.000 penonton di Instagram dan 635 ribu penonton di TikTok.

Tak hanya itu, Kemenpar bekerja sama dengan TikTok Indonesia untuk menghadirkan sepuluh kreator konten yang ikut meramaikan festival. Mereka tak hanya meliput jalannya perlombaan, tetapi juga membuat konten tentang kekayaan budaya, kuliner, serta keramahan masyarakat Riau. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkenalkan Pacu Jalur lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Kemenpar berkolaborasi dengan Disparekraf DKI Jakarta yang menghadirkan pre-event trip bersama penyanyi Melly Mike, yang sempat viral dengan lagunya Young Black and Rich. Sebelum tampil di penutupan festival, Melly Mike diajak menjelajahi destinasi wisata Jakarta untuk memperkenalkan sisi lain budaya, sejarah, dan kuliner ibu kota.

Penutupan yang Meriah dari Melly Mike

Malam penutupan festival pada Minggu (24/8/2025) berlangsung meriah. Melly Mike tampil membawakan lagu Young Black and Rich yang disambut riuh penonton. Penampilan tersebut semakin lengkap dengan kehadiran penyanyi Melayu kenamaan Iyeth Bustami yang mempersembahkan alunan musik tradisional, menjadikan suasana penutupan semakin semarak.

Dengan berakhirnya Festival Pacu Jalur Tradisional 2025, Indonesia kembali menunjukkan bahwa event budaya bisa menjadi kekuatan besar untuk pariwisata dan ekonomi. Tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mempertegas identitas bangsa di mata dunia.

Jualan Parfum di TikTok, Tren Baru yang Bikin Banyak Seller Cuan Besar!

Beberapa tahun terakhir, tren jualan online semakin berkembang pesat, terutama lewat platform media sosial. Jualan Parfum di TikTok kini jadi salah satu fenomena yang menarik perhatian. Banyak influencer maupun kreator konten yang memanfaatkan popularitas mereka untuk memperkenalkan produk parfum dengan cara kreatif, entah melalui review jujur, unboxing, ataupun storytelling yang membuat audiens penasaran. Tak heran kalau parfum kini menjadi salah satu produk yang punya pasar luas di ranah digital.

Alasan mengapa jualan parfum di TikTok bisa booming tidak lepas dari karakteristik platform itu sendiri. TikTok punya algoritma yang mampu mendorong konten dengan cepat menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan untuk akun kecil sekalipun. Produk dengan visual menarik, dikemas dengan storytelling emosional atau gaya humor, bisa langsung viral dan mencetak penjualan signifikan.

Mengapa Jualan Parfum di Media Sosial (TikTok Shop) Begitu Menarik?

Jika dibandingkan dengan produk lain, parfum punya daya tarik unik. Aroma tidak bisa ditampilkan lewat layar, sehingga cara penjual mengkomunikasikan produk jadi kunci penting. Para influencer biasanya menggunakan deskripsi yang menggugah imajinasi—misalnya “wangi segar seperti habis hujan” atau “aroma elegan yang bikin percaya diri”. Bahasa ini mampu membuat calon pembeli membayangkan pengalaman yang ditawarkan parfum tersebut, walaupun mereka belum pernah mencium langsung aromanya.

Selain itu, pasar parfum tidak mengenal gender atau usia tertentu. Baik pria maupun wanita, anak muda hingga dewasa, semua punya kebutuhan akan parfum. Ditambah lagi, harga parfum sangat bervariasi, dari yang murah meriah hingga kelas premium. Artinya, target pasar yang bisa disasar lewat TikTok sangat luas, tergantung positioning brand atau seller itu sendiri.

Tren lain yang membuat peluang ini semakin besar adalah meningkatnya budaya “self-care” di kalangan anak muda. Parfum kini bukan sekadar kebutuhan pelengkap, tapi juga bagian dari gaya hidup dan identitas diri. Orang membeli parfum bukan hanya karena ingin wangi, tapi juga untuk meningkatkan mood dan rasa percaya diri.

Dari sisi bisnis, margin keuntungan parfum cukup menarik. Produk ini relatif kecil, ringan, dan mudah dikirim, sehingga cocok untuk penjualan online. Banyak seller juga menawarkan versi travel size atau decant, yang harganya lebih terjangkau dan membuat lebih banyak orang tertarik mencoba.

Tantangan yang Perlu Dihadapi Sebelum Kamu Mau Coba Juga!

Meski peluangnya besar, jualan parfum di media sosial juga punya tantangan tersendiri. Salah satunya adalah tingkat persaingan yang semakin ketat. Banyaknya seller dan influencer yang menjual produk serupa membuat konsumen punya banyak pilihan. Oleh karena itu, diferensiasi sangat penting, entah lewat packaging yang unik, storytelling yang kuat, atau menawarkan pengalaman berbeda seperti konsultasi personal untuk memilih parfum sesuai karakter pembeli.

Selain itu, kepercayaan konsumen juga jadi faktor utama. Produk parfum palsu masih banyak beredar di pasaran, sehingga seller perlu membangun kredibilitas dengan jujur, transparan, dan memastikan kualitas produk yang dijual.

Melihat tren yang berkembang, bisa dibilang jualan parfum di TikTok bukan sekadar tren sesaat, melainkan peluang bisnis yang bisa terus tumbuh. Pasarnya luas, permintaannya tinggi, dan cara pemasaran di media sosial memungkinkan produk ini menjangkau lebih banyak audiens. Namun, untuk bisa bertahan, seller perlu kreatif, konsisten, dan menjaga kepercayaan konsumen. Dengan strategi yang tepat, parfum bisa jadi salah satu produk yang menguntungkan di era digital.

Reformasi Perpajakan Aset Kripto, Pemerintah Targetkan Kontribusi Lebih Besar ke Kas Negara

0

Kebijakan baru terkait perpajakan aset kripto resmi diberlakukan pemerintah tahun ini. Kementerian Keuangan menegaskan langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus menyesuaikan tata kelola kripto yang kini masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur secara rinci mekanisme perpajakan aset kripto.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal, mengatakan regulasi baru ini merupakan bentuk penyesuaian atas perubahan status aset digital. Jika sebelumnya kripto diperlakukan sebagai komoditas di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), kini posisinya dianggap setara dengan instrumen keuangan. “Karena itu, tata kelola perpajakan juga ikut berubah,” ujar Yon dalam webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Selasa (26/8/2025).

Tiga Pokok Aturan Baru

Dalam PMK terbaru tersebut, terdapat tiga perubahan utama yang menyangkut pajak kripto. Pertama, transaksi aset kripto yang dilakukan di platform resmi tidak lagi dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kedua, terdapat penyesuaian tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 Final. Transaksi melalui Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) dalam negeri dikenakan tarif 0,21 persen, sementara transaksi lewat PPMSE luar negeri atau setor mandiri dipatok 1 persen. Ketiga, khusus bagi penambang kripto, mulai tahun 2026 kewajiban PPh 22 final akan dihapus dan diganti dengan tarif umum sesuai aturan pajak yang berlaku.

Sebelumnya, di bawah regulasi lama, transaksi aset digital dikenakan PPh 22 final sebesar 0,1–0,2 persen ditambah PPN berkisar 0,11–0,22 persen. Dengan skema baru, pemerintah berharap beban pajak lebih proporsional sekaligus mampu memperluas basis penerimaan negara.

Potensi Kontribusi bagi Negara

Meski sempat mengalami fluktuasi, potensi penerimaan dari pajak kripto dinilai cukup besar. Data OJK mencatat, total nilai transaksi kripto pada periode Januari–Juni 2025 mencapai Rp224,11 triliun. Namun angka pada Juni tercatat turun menjadi Rp32,31 triliun, anjlok 34,82 persen dibanding Mei yang mencapai Rp49,57 triliun.

Kemenkeu optimistis aturan baru ini bisa membuat pasar kripto lebih tertata dan berkontribusi lebih signifikan terhadap kas negara. Dengan status yang lebih jelas sebagai instrumen keuangan, kripto tidak hanya dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi juga bagian dari sistem ekonomi yang perlu diawasi secara ketat.

Presiden Prabowo Beri Penghargaan, Berapa Kekayaan Haji Isam yang Kini Jadi Sorotan Netizen?

0

Kekayaan Haji Isam kembali menjadi sorotan publik setelah namanya masuk dalam deretan penerima tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin, 21 Juli 2025 lalu.

Tokoh bernama asli Samsudin Andi Arsyad itu kini bukan hanya dikenal di Kalimantan Selatan, tetapi juga mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Kiprah bisnis dan kekayaan Haji Isam bahkan disejajarkan dengan para konglomerat besar Tanah Air.

Nama pria yang dijuluki Crazy Rich Batulicin itu semakin sering terdengar di lingkaran elite. Ia pernah diundang menghadiri peluncuran dana abadi RI Danantara bersama para pengusaha papan atas seperti Franky Oesman Wijaya dari Sinar Mas Group, Sugianto Kusuma alias Aguan dari Agung Sedayu Group, hingga Anthony Salim dari Grup Salim.

Bahkan, Haji Isam juga sempat mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan pendiri Microsoft, Bill Gates, saat berkunjung ke Indonesia.

Lonjakan Nilai Saham dan Bisnis Keluarga

Lompatan kekayaan Haji Isam tidak lepas dari kinerja perusahaan yang dikendalikannya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Harga saham JARR melesat lebih dari 245 persen sepanjang 2025 hingga mencapai Rp1.070 per lembar dengan kapitalisasi pasar menembus Rp9,88 triliun. Melalui PT Eshan Agro Sentosa (EAS), Haji Isam menguasai mayoritas saham JARR. Dari kepemilikan ini saja, nilai kekayaannya diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun.

Selain JARR, keluarga Haji Isam juga memiliki kendali atas PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), perusahaan sawit yang sahamnya meroket tajam tahun ini. Saham PGUN diperdagangkan di harga Rp1.445 per lembar, naik sekitar 240 persen sepanjang tahun berjalan dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp8,29 triliun. Melonjaknya harga saham tersebut turut mendongkrak harta dua anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra, yang kini ditaksir memiliki kekayaan hingga Rp6,36 triliun.

Dari Tambang hingga Penerbangan

Perjalanan bisnis Haji Isam dimulai pada awal 2000-an ketika ia terjun ke sektor tambang batu bara. Berawal dari pengalaman bekerja sama dengan Johan Maulana, ia kemudian dipercaya sebagai kontraktor di PT Arutmin Indonesia, anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie, melalui bendera Jhonlin Baratama. Dari sana, gurita bisnisnya berkembang pesat ke berbagai sektor.

Kini, kerajaan bisnis Haji Isam meluas ke industri penerbangan lewat Jhonlin Air Transport, sektor logistik dan perkapalan melalui Jhonlin Marine, hingga energi terbarukan dengan Jhonlin Agromandiri. Pada 2020, ia juga meresmikan pabrik gula terintegrasi di Bombana, Sulawesi Tenggara, yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Jika digabungkan, nilai kekayaan Haji Isam dan keluarganya dari dua perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia diperkirakan mencapai Rp14,16 triliun, atau mendekati setara dengan US$1 miliar. Angka ini belum termasuk aset bisnis non-publik yang masih ia kendalikan, terutama di sektor tambang dan pelayaran.

Distribusi Beras SPHP Tersendat, Pedagang Pasar Sampaikan Keluhan ke Gubernur Jatim

0

Upaya mempercepat distribusi beras SPHP kembali menjadi sorotan di Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya percepatan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang sangat bergantung pada beras medium.

“Permintaan beras medium di lapangan jauh lebih tinggi dibandingkan beras premium. Karena itu, percepatan distribusi beras SPHP milik Bulog harus segera terealisasi agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” kata Khofifah usai melakukan inspeksi stok beras di Pasar Larangan, Sidoarjo, Senin lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah sempat mendengar langsung keluhan dari para pedagang. Mereka mengaku belum melihat peredaran beras SPHP di pasar, meskipun kebutuhan terus meningkat. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang mencari beras dengan harga lebih terjangkau.

Gubernur Khofifah menambahkan, agen penyalur yang sudah melengkapi persyaratan administrasi untuk menjadi penyalur resmi harus segera memperoleh suplai beras. Penundaan yang berlarut-larut dikhawatirkan menimbulkan keresahan di tingkat konsumen maupun pedagang. “Kalau aplikasi sudah terisi, maka bupati harus segera berkoordinasi. Kita perlu tahu di mana hambatannya dan bagaimana solusinya,” tegasnya.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menjalin koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan distribusi beras SPHP agar bisa berjalan lancar di seluruh kabupaten dan kota.

Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa Bulog akan segera menyalurkan kembali beras SPHP mulai akhir Agustus 2025. Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya distribusi sempat terhambat akibat maraknya praktik pencampuran beras medium dengan premium di beberapa daerah.

Khofifah pun mendorong adanya regulasi yang lebih jelas dari pemerintah pusat. Menurutnya, keberadaan aturan yang tegas akan mempercepat proses penyaluran ke masyarakat. “Kami berharap Kemenko Pangan, Bapanas, dan Bulog segera menyusun regulasi yang memudahkan distribusi beras SPHP. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang turut mendampingi inspeksi, menyatakan siap mendukung langkah Gubernur. Pihaknya berjanji akan terus berkoordinasi dengan Bulog setempat agar distribusi beras segera berjalan. Ia juga memastikan bahwa sidak ke pasar-pasar akan rutin dilakukan untuk mengecek ketersediaan stok.

“Pemkab Sidoarjo akan terus mengawasi penyaluran agar beras SPHP benar-benar sampai ke masyarakat. Kita tidak ingin ada keterlambatan yang merugikan pedagang maupun konsumen,” kata Subandi.

Distribusi beras SPHP sendiri diharapkan menjadi solusi bagi stabilisasi harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar. Dengan adanya pasokan yang terjamin, masyarakat menengah ke bawah dapat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Kepatuhan Industri Tekstil Rendah, Pemerintah Ingatkan Risiko PHK Massal

0

Kementerian Perindustrian kembali menyoroti soal Kepatuhan Industri Tekstil yang dinilai masih lemah, khususnya di sektor hulu yang berada di bawah naungan Asosiasi Produsen Benang Serat dan Filamen Indonesia (APSyFI). Pemerintah menegaskan, transparansi pelaporan dan konsistensi strategi menjadi kunci penting agar industri tekstil nasional tetap memiliki daya saing di tengah tekanan global.

Berdasarkan catatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), tingkat kepatuhan administratif perusahaan anggota APSyFI masih belum memadai. Dari total 20 perusahaan yang tergabung, hanya 15 perusahaan yang tercatat melaporkan aktivitas industrinya secara rutin, sementara lima perusahaan lainnya tidak memenuhi kewajiban tersebut.

“Masih ada perusahaan besar yang sama sekali tidak melaporkan kinerjanya. Padahal, pelaporan ini merupakan wujud akuntabilitas industri kepada negara. Jika hal mendasar seperti ini diabaikan, sulit rasanya asosiasi bisa benar-benar mengklaim diri sebagai garda depan tekstil nasional,” ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (23/8).

Data Impor Tunjukkan Kontradiksi

Febri menambahkan, terdapat anomali mencolok dalam data kinerja anggota APSyFI. Di satu sisi, asosiasi sering meminta pemerintah memperketat impor demi melindungi industri dalam negeri. Namun, di sisi lain, justru tercatat lonjakan impor signifikan yang dilakukan oleh anggota asosiasi itu sendiri.

Berdasarkan data, impor benang dan kain dari anggota APSyFI melonjak hingga 239 persen dalam setahun, dari 14,07 juta kilogram pada 2024 menjadi 47,88 juta kilogram pada 2025. “Beberapa perusahaan anggota bahkan memanfaatkan fasilitas kawasan berikat dan API Umum untuk melakukan impor dalam jumlah besar. Ini jelas kontradiktif dengan semangat kemandirian industri yang mereka gaungkan,” ucap Febri.

Selama ini, pemerintah sudah memberikan berbagai instrumen proteksi kepada industri hulu tekstil. Beberapa di antaranya adalah Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) Polyester Staple Fiber (PSF) yang berlaku hingga 2027, BMAD Spin Drawn Yarn (SDY) hingga 2025, serta Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Benang dari serat sintetis dan kain yang masing-masing berlaku sampai 2026 dan 2027.

Meski begitu, Febri menilai perlindungan tarif tersebut tidak diimbangi dengan investasi baru maupun modernisasi teknologi di tubuh perusahaan. “Industri anggota APSyFI selama ini sudah menikmati keuntungan ganda, yakni proteksi dan fasilitas impor. Namun sayangnya, tidak terlihat adanya langkah serius untuk meningkatkan kapasitas atau memperbarui teknologi,” tegasnya.

Risiko Kebijakan dan Pentingnya Kepatuhan Bagi Industri Tekstil

Kemenperin juga menekankan bahwa seluruh kebijakan terkait impor maupun proteksi industri selalu berbasis pada keseimbangan antara sektor hulu, intermediate, dan hilir. Industri hilir yang berorientasi ekspor diberi kemudahan agar mampu bersaing di pasar global, sedangkan pasar domestik diarahkan untuk substitusi impor sesuai kemampuan industri nasional.

Febri memperingatkan, jika usulan BMAD dengan tarif 45 persen diterapkan sesuai rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), dampaknya bisa sangat serius. “Risikonya adalah potensi PHK hingga 40 ribu pekerja di sektor hilir. Ini akan menjadi tragedi nasional. Sedangkan potensi PHK di sektor hulu yang lebih kecil masih bisa dimitigasi melalui penyerapan bahan baku lokal,” katanya.

Di sisi lain, pertumbuhan industri tekstil pada kuartal I dan II 2025 tercatat masih berada di atas 4 persen, sebuah capaian positif di tengah kondisi global yang penuh tantangan. Kemenperin berharap momentum ini tidak rusak akibat rendahnya kepatuhan administratif.

“Di tengah pertumbuhan ini, yang dibutuhkan justru kolaborasi dan kepatuhan. Kepatuhan Industri Tekstil bukan hanya soal aturan administratif, tetapi juga tentang menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap industri itu sendiri,” pungkas Febri.

Dari Rp2.000 per Hari, Ini Tips Menabung Harian yang Efektif

Menabung sering dianggap hal yang mudah, padahal praktiknya tidak selalu berjalan lancar. Banyak orang merasa gajinya cepat habis tanpa sempat disisihkan untuk kebutuhan jangka panjang. Di sinilah tips menabung harian jadi penting, karena dengan kebiasaan kecil setiap hari, hasilnya bisa besar di masa depan. Tidak perlu menunggu punya penghasilan tinggi, yang terpenting adalah konsistensi.

Menariknya, menabung harian bukan sekadar soal menyisihkan uang, tetapi juga membangun disiplin finansial. Dengan cara ini, siapa pun bisa lebih teratur dalam mengelola pengeluaran sekaligus punya cadangan dana untuk kebutuhan mendesak atau impian di masa depan, seperti membeli rumah, memulai bisnis, atau sekadar liburan yang sudah lama diidamkan.

Strategi Jitu Menerapkan Tips Menabung Harian

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar menabung jadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar wacana. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan Metode Menabung Koin atau Uang Receh
    Jangan remehkan uang receh atau lembaran kecil. Kalau setiap hari disimpan dalam toples atau celengan, hasilnya bisa mengejutkan setelah dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu.

  2. Otomatisasi Tabungan Harian
    Di era digital, banyak aplikasi perbankan yang bisa mengatur transfer otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan. Dengan begitu, kita tidak perlu repot mengingat setiap hari.

  3. Tentukan Target Jangka Pendek
    Menabung harian akan lebih menyenangkan jika ada target jelas, misalnya dalam satu bulan bisa mengumpulkan Rp500 ribu. Target kecil ini membuat semangat lebih terjaga.

  4. Kurangi Pengeluaran Kecil yang Tidak Penting
    Kopi kekinian, jajan online, atau transportasi yang sebenarnya bisa dihemat, kalau dialihkan ke tabungan setiap hari, hasilnya bisa sangat signifikan.

  5. Gunakan Amplop atau Kotak Kecil
    Cara klasik ini tetap relevan. Setiap kali punya uang tunai lebih, masukkan ke dalam amplop tabungan khusus. Semakin sering dilakukan, semakin cepat terkumpul.

Menabung Harian, Kecil tapi Berdampak Besar

Banyak orang gagal menabung karena menunggu waktu “pas” atau menunggu gaji naik dulu. Padahal, kunci utama adalah memulai dari hal kecil. Itulah kenapa tips menabung harian bisa menjadi solusi efektif. Dengan nominal kecil tapi rutin, kebiasaan ini melatih mental untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan.

Selain itu, menabung harian juga membuat seseorang lebih siap menghadapi kejadian tak terduga. Bayangkan kalau tiba-tiba ada kebutuhan mendesak, tentu akan lebih tenang jika sudah punya dana darurat. Bahkan dalam jangka panjang, tabungan kecil ini bisa jadi modal investasi atau usaha.

Jadi, jangan anggap remeh uang seribu atau dua ribu rupiah yang disimpan setiap hari. Saat dikumpulkan dalam waktu lama, jumlahnya bisa membuat hidup lebih lega. Kuncinya bukan besar kecilnya uang yang ditabung, melainkan konsistensi dalam melakukannya.