Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 100

Industri Padat Karya Dapat Dukungan Perbankan, Ekonomi Daerah Makin Bergairah

0

Industri Padat Karya kembali menjadi sorotan pemerintah sebagai salah satu motor penting penggerak ekonomi nasional. Tak hanya di Jawa Tengah, sektor ini juga mulai menunjukkan potensi besar di Bali yang selama ini lebih dikenal lewat pariwisata dan budaya. Kedua daerah tersebut dinilai memiliki basis kuat dalam mengembangkan industri manufaktur, terutama pada bidang makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit, furnitur, hingga mainan anak.

Menyadari besarnya peluang, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong berbagai upaya agar pelaku usaha di sektor ini mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui skema Kredit Industri Padat Karya (KIPK), yang dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas lapangan kerja.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, keberhasilan industri nasional tidak lepas dari dukungan semua pihak dalam menjaga daya saing. “KIPK bukan hanya soal pembiayaan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem industri yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/8).

Kolaborasi Pemerintah dan Perbankan

Sebagai tindak lanjut, Ditjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) dengan dua bank penyalur, yakni BPD Bali dan Bank Jateng. Penandatanganan ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi industri daerah.

“Melalui program ini, pelaku usaha dapat memanfaatkan kredit untuk pembelian mesin, peralatan produksi, hingga kebutuhan modal kerja,” jelas Dirjen KPAII, Tri Supondy, saat acara penandatanganan di Denpasar, Rabu (27/8).

Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menilai kerja sama ini sejalan dengan misi bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami optimistis sektor industri padat karya di Bali akan semakin berkembang, membawa dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Bank Jateng yang telah menyiapkan plafon pembiayaan Rp15 miliar pada tahun 2025. Direktur Bisnis, Dana Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyebut pihaknya sudah memetakan potensi debitur di Surakarta, Pati, dan Purwokerto. “Selain akses pembiayaan, adanya subsidi bunga 5% dari pemerintah membuat biaya pinjaman jauh lebih ringan. Ini akan sangat membantu pelaku industri dalam melakukan ekspansi,” ujarnya.

Regulasi dan Harapan ke Depan

Untuk memperkuat implementasi, Kemenperin telah menerbitkan Permenperin Nomor 34 Tahun 2025 yang mengatur kriteria penerima KIPK. Ada enam sektor yang menjadi prioritas, yakni makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit dan alas kaki, furnitur, serta mainan anak. Kredit ini dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk menambah modal kerja, tetapi juga untuk modernisasi mesin dan peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu, Bank Jateng tengah menyiapkan sistem host to host melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) guna mempercepat penyaluran kredit dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dengan dukungan kebijakan yang berpihak pada industri, kolaborasi perbankan, serta semangat pelaku usaha, pemerintah optimistis sektor Industri Padat Karya akan terus berkembang. Kehadirannya bukan hanya sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja berkualitas yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Bisnis Fashion sampai Luar Negeri, Gimana Cara Menembus Pasar Global?

Banyak pemilik usaha yang awalnya hanya bermain di pasar lokal, mulai melirik peluang Bisnis Fashion sampai Luar Negeri. Alasannya jelas, pasar global menawarkan potensi penjualan yang lebih besar, branding yang lebih kuat, dan peluang untuk menempatkan produk sejajar dengan brand internasional. Namun, membawa bisnis fashion menembus pasar global tentu bukan perkara instan. Dibutuhkan strategi yang tepat, mulai dari riset, pemasaran, hingga pengelolaan distribusi.

Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami bahwa pasar internasional memiliki karakter yang berbeda dengan pasar lokal. Mulai dari selera fashion, standar kualitas, regulasi impor, hingga gaya komunikasi yang digunakan. Karena itu, seorang pengusaha fashion harus punya rencana matang agar langkah ekspansi tidak sekadar coba-coba.

Strategi Mengembangkan Bisnis Fashion sampai Luar Negeri

Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh agar bisnis fashion tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional:

1. Riset Pasar dengan Detail

Kenali negara mana yang paling potensial untuk produk fashion yang dijual. Misalnya, jika produkmu adalah modest fashion, maka pasar Timur Tengah bisa jadi pilihan strategis. Jika produkmu streetwear, mungkin Eropa dan Amerika lebih cocok. Riset akan membantu memahami tren, daya beli, hingga kompetitor.

2. Bangun Brand yang Kuat dan Otentik

Di pasar global, cerita di balik brand bisa jadi daya tarik tersendiri. Jangan hanya menjual produk, tapi juga kisah, nilai, atau budaya yang melekat. Misalnya, brand fashion lokal yang mengangkat motif tradisional dengan desain modern terbukti menarik minat pembeli luar negeri.

3. Gunakan Platform Digital Internasional

Marketplace global seperti Amazon, Etsy, atau Zalando bisa menjadi pintu masuk awal untuk mengenalkan produk. Selain itu, memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest dengan strategi konten yang relevan akan membantu produk lebih mudah ditemukan oleh pembeli luar negeri.

4. Perhatikan Standar Kualitas dan Legalitas

Pasar internasional punya aturan ketat soal standar produk, terutama bahan, keamanan, hingga sertifikasi tertentu. Pastikan produk yang dijual memenuhi standar ini agar tidak terhambat di jalur distribusi.

5. Bangun Jaringan Distribusi dan Partner

Untuk mengembangkan Bisnis Fashion sampai Luar Negeri, jaringan sangatlah penting. Cari distributor, agen, atau bahkan partner lokal yang sudah memahami pasar. Dengan begitu, penetrasi produk akan lebih mudah dan biaya promosi bisa lebih efisien.

6. Optimalkan Digital Marketing Global

Gunakan iklan berbayar dengan target spesifik sesuai negara tujuan. SEO internasional juga bisa membantu website bisnismu ditemukan lebih cepat oleh calon pembeli di luar negeri.

Mengembangkan bisnis fashion ke pasar global memang penuh tantangan, tetapi juga membuka peluang besar. Intinya, jangan terburu-buru. Mulailah dari pasar kecil, bangun branding yang kuat, lalu perlahan perbesar jangkauan. Dengan perencanaan matang, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang, produk lokal bisa bersaing dengan brand dunia.

TikTok Angkat Bicara Soal Fitur Live yang Dibatasi di Indonesia

0

Fitur TikTok Live Dibatasi di Indonesia sejak Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Tidak hanya TikTok, pengguna Instagram juga mengeluhkan hal serupa karena fitur siaran langsung mereka tiba-tiba tidak bisa digunakan. Kondisi ini terjadi berbarengan dengan maraknya aksi demonstrasi di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

Juru bicara TikTok menjelaskan, penangguhan fitur live tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah pengamanan tambahan. Tujuannya, agar platform tetap menjadi ruang interaksi yang aman dan tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan konten provokatif.

“Melihat meningkatnya kekerasan dalam unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil tindakan pengamanan tambahan demi menjaga TikTok sebagai ruang yang aman dan beradab,” ujar perwakilan TikTok, dikutip Minggu, 31 Agustus 2025.

Lebih lanjut, pihak TikTok menyebutkan bahwa fitur TikTok Live Dibatasi untuk sementara waktu, dan kebijakan ini bersifat sukarela. Selain itu, mereka juga tetap menghapus konten yang melanggar panduan komunitas serta memantau situasi di lapangan agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apa Alasan Fitur Live di TikTok Dibatasi?

Keputusan pembatasan fitur live streaming di platform digital sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi. Dalam situasi rawan seperti aksi massa, penonaktifan sementara sering diambil dengan alasan keamanan dan stabilitas informasi.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi langkah ini antara lain:

  • Mengurangi potensi penyebaran hoaks secara real-time.

  • Mencegah provokasi yang bisa memperburuk kondisi di lapangan.

  • Mengendalikan arus informasi agar tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepanikan publik.

Selain TikTok, Instagram juga turut menonaktifkan fitur siaran langsung pada waktu yang sama. Banyak warganet menyampaikan keluhan lantaran mereka biasanya memanfaatkan fitur tersebut untuk menyiarkan kegiatan sehari-hari maupun memperlihatkan kondisi terkini di lokasi aksi.

Namun muncul pertanyaan baru dari publik: bagaimana dengan nasib para penjual yang selama ini mengandalkan TikTok Live untuk berjualan? Sejumlah pelaku usaha online mengaku khawatir karena akses mereka untuk berinteraksi langsung dengan pembeli ikut terhambat.

Hingga kini, TikTok belum memastikan kapan fitur Live akan kembali diaktifkan di Indonesia. Situasi di lapangan dan evaluasi keamanan disebut akan menjadi pertimbangan utama sebelum layanan tersebut dapat digunakan kembali.

Kadin Peringatkan Aksi Unjuk Rasa Bisa Picu Dampak Negatif terhadap Perekonomian

0

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan bahwa gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung belakangan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Stabilitas keamanan, menurut Kadin, menjadi kunci utama agar kegiatan usaha, perdagangan, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan perlunya semua pihak untuk tetap tenang dan mencari solusi bersama. Ia menilai, menjaga ketertiban merupakan langkah penting agar dunia usaha tidak ikut terguncang akibat situasi yang tidak kondusif.

“Selama keamanan tidak terjaga, aktivitas ekonomi jelas akan terganggu, dan dampak negatif terhadap perekonomian pada akhirnya akan dirasakan masyarakat luas,” ujar Anindya di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Seruan Dialog dan Bela Sungkawa

Anindya menekankan bahwa menyampaikan aspirasi melalui jalur dialog adalah cara terbaik, bukan dengan menciptakan kericuhan. Ia juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban insiden pada Kamis (28/8/2025).

“Kadin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” katanya.

Selain itu, Kadin juga menaruh simpati kepada Moh Umar Amirudin, pengemudi ojol lainnya yang mengalami luka parah dalam kejadian yang sama.

Dukungan untuk Sikap Presiden

Lebih jauh, Kadin mendukung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta agar insiden tersebut diusut secara tuntas dan transparan. Presiden juga menyerukan masyarakat tetap tenang dan percaya kepada pemerintah dalam menjaga stabilitas negara.

“Presiden sudah mengingatkan bahwa selalu ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk menimbulkan kekacauan. Karena itu, kewaspadaan dan persatuan menjadi sangat penting,” ujar Anindya.

Ia mendorong pemerintah agar membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dengan saling menghargai, aspirasi dapat dipilah mana yang bisa segera dipenuhi dan mana yang harus melalui proses lebih panjang.

Kadin juga meminta agar kebijakan pemerintah benar-benar mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Saat ini, masyarakat masih menghadapi tantangan berat, mulai dari pendapatan yang terbatas, biaya hidup yang meningkat, sulitnya lapangan pekerjaan, hingga kesenjangan sosial yang belum teratasi.

“Yang terpenting, mari berikan kesempatan kepada Presiden dan pemerintahannya untuk bekerja serta merealisasikan janji-janji politik bagi rakyat,” pungkas Anindya.

Melonjak Hampir Rp2 Juta per Gram, Sentimen Global Angkat Harga Emas Antam

0

Harga Emas Antam Melonjak cukup signifikan pada perdagangan Sabtu (30/8/2025). Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk kini diperdagangkan di angka Rp1,980 juta per gram. Kenaikan ini mencapai Rp16 ribu per gram dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas batangan Antam juga mengalami peningkatan. Hari ini, buyback ditetapkan di level Rp1,827 juta per gram, naik Rp17 ribu dari perdagangan sebelumnya.

Sentimen Global Dorong Harga Emas Antam Melonjak Naik

Penguatan harga emas kali ini dipengaruhi faktor eksternal, terutama dari Amerika Serikat. Inflasi inti PCE AS pada Juli 2025 tercatat naik ke level 2,9 persen secara tahunan (year on year). Kondisi tersebut memunculkan optimisme bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan September mendatang.

Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi semakin menarik sebagai instrumen investasi. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven. Tak heran bila pergerakan harga emas di dalam negeri turut terangkat.

Meski harga emas terus menanjak, investor tetap harus memperhatikan aturan pajak yang berlaku. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas batangan di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Tarifnya sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan tiga persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Potongan ini langsung dikalkulasikan dari nilai buyback.

Sementara untuk pembelian emas batangan, berlaku PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli dengan NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memilikinya. Setiap transaksi pembelian juga dilengkapi bukti potong pajak sesuai ketentuan.

Rincian Harga Emas Hari Ini

Mengacu pada data Logam Mulia, berikut daftar harga emas batangan Antam per pecahan:

  • 0,5 gram: Rp1,040 juta

  • 1 gram: Rp1,980 juta

  • 2 gram: Rp3,900 juta

  • 3 gram: Rp5,825 juta

  • 5 gram: Rp9,675 juta

  • 10 gram: Rp19,295 juta

  • 25 gram: Rp48,112 juta

  • 50 gram: Rp96,145 juta

  • 100 gram: Rp192,212 juta

  • 250 gram: Rp480,265 juta

  • 500 gram: Rp960,320 juta

  • 1.000 gram: Rp1,920 miliar

Dengan tren ini, para analis menilai kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga global. Bagi sebagian besar investor, fakta bahwa Harga Emas Antam Melonjak memberi sinyal bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi.

HSF Eyewear Luncurkan Koleksi Baru Lewat Co-Branding Wonderful Indonesia

0

Kementerian Pariwisata kembali memperkuat strategi co-branding Wonderful Indonesia dengan melibatkan brand lokal. Kali ini, HSF Eyewear mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk HSFxWonderful Indonesia yang terinspirasi dari keindahan alam Nusantara. Peluncuran resmi dilakukan pada Jumat (29/8/2025) di Gaskan Arena Premiere, Sunter, Jakarta Utara.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa konsep co-branding Wonderful Indonesia bukan hanya memperkenalkan pariwisata Indonesia, tetapi juga mengangkat karya anak bangsa di panggung internasional.

“Merupakan kebanggaan bagi Kemenpar bisa bekerja sama dengan HSF, sebuah brand lokal yang memiliki visi kuat. Saya yakin kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi HSF, tetapi juga memperkuat citra Wonderful Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa dalam sambutannya.

Koleksi Sport Eyewear Bernuansa Alam Indonesia

Koleksi HSFxWonderful Indonesia mengusung tema Active & Sport, yang ditujukan untuk generasi muda dengan gaya hidup aktif, sehat, namun tetap stylish. HSF menghadirkan lima seri produk yang masing-masing terinspirasi dari ikon alam Nusantara.

Beberapa di antaranya adalah HSF Cartensz yang melambangkan puncak tertinggi Indonesia, HSF Binaya yang mewakili kekuatan gunung di Maluku, HSF Prau yang menggambarkan panorama sunrise Dieng, HSF Rinjani dengan keindahan sekaligus tantangannya, serta HSF Krakatau yang penuh energi dan melambangkan kekuatan alam.

Setiap kacamata dirancang dengan teknologi lensa modern, material ringan, dan desain ergonomis sehingga cocok digunakan untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan luar ruangan.

Ni Luh Puspa menambahkan, kolaborasi ini memberikan pengalaman berbeda dalam memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan. “Melalui karya ini, wisatawan tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga merasakan kebanggaan terhadap produk lokal yang berkualitas. Ini adalah bentuk promosi pariwisata dengan cara yang kreatif dan stylish,” jelasnya.

Harapan Menembus Pasar Global

Tak hanya untuk pasar dalam negeri, kolaborasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang menuju pasar internasional. “Kami percaya produk ini bisa menembus pasar global. Sudah saatnya kita percaya diri menggunakan karya anak bangsa dan memperkenalkannya ke dunia,” kata Ni Luh Puspa.

Sementara itu, Founder dan CEO HSF Eyewear, Winda Nopitasari, mengatakan peluncuran ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan. “Kami ingin kolaborasi ini menjadi simbol semangat masyarakat untuk menjelajah keindahan Nusantara. Lewat desain kacamata, kami berharap bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi antara HSF Eyewear dan Kemenpar ini menegaskan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada destinasi, tetapi juga pada produk kreatif lokal yang mampu berbicara di kancah global.

Omzet Naik, Haruskah Langsung Menaikkan Gaji Karyawan?

Banyak pemilik usaha kecil menghadapi dilema saat omzet mulai merangkak naik: apakah sudah saatnya menaikkan gaji karyawan? Pertanyaan ini wajar muncul karena di satu sisi, bisnis butuh menjaga keuangan tetap sehat, sementara di sisi lain, karyawan adalah aset penting yang harus dihargai. Menentukan waktu yang pas untuk menaikkan gaji karyawan bukan hanya soal angka, tetapi juga strategi mempertahankan tenaga kerja agar tetap loyal dan termotivasi.

Karyawan yang merasa dihargai lewat gaji yang layak biasanya akan memberikan kinerja lebih baik. Sebaliknya, jika gaji terlalu lama tidak naik, potensi turnover bisa meningkat, dan mencari karyawan baru jelas lebih mahal dibanding mempertahankan yang lama. Jadi, keputusan soal gaji bukan sekadar beban biaya, melainkan investasi jangka panjang.

Cara Menentukan Kapan Harus Menaikkan Gaji Karyawan

Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan bagi pemilik bisnis kecil dalam mengambil keputusan.

  • Performa Keuangan Perusahaan
    Jika omzet naik konsisten dalam beberapa bulan berturut-turut, itu bisa jadi sinyal bahwa ada ruang untuk menaikkan gaji. Namun, jangan terburu-buru hanya karena ada lonjakan sementara, pastikan tren kenaikan benar-benar stabil.

  • Kontribusi Nyata dari Karyawan
    Tim yang berhasil mendorong penjualan, menjaga kualitas layanan, atau menciptakan inovasi layak mendapatkan apresiasi berupa kenaikan gaji. Hal ini juga bisa jadi motivasi agar karyawan lain ikut berkontribusi lebih besar.

  • Perhitungan Anggaran yang Matang
    Cobalah mengalokasikan persentase tertentu dari laba bersih, misalnya 10–20%, untuk kenaikan gaji. Dengan begitu, beban biaya tetap terukur dan tidak mengganggu cash flow.

  • Patokan UMR dan Industri
    Pertimbangkan juga standar UMR (Upah Minimum Regional) atau gaji rata-rata di industri sejenis. Jika gaji jauh di bawah pasar, ada risiko karyawan pindah ke tempat lain yang menawarkan lebih baik.

  • Keseimbangan dengan Pertumbuhan Bisnis
    Kenaikan gaji sebaiknya sejalan dengan perkembangan bisnis. Jika perusahaan sedang membuka cabang baru, menambah produk, atau berhasil memperluas pasar, momen itu bisa dijadikan waktu tepat untuk menyesuaikan gaji.

Intinya, menaikkan gaji karyawan bukan keputusan yang harus diputuskan secara gegabah, melainkan keputusan strategis. Bisnis kecil yang mampu mengatur waktu dengan tepat akan lebih mudah berkembang karena didukung tim yang loyal dan bersemangat.

Jangan menunggu sampai karyawan merasa tidak dihargai, tapi juga jangan terburu-buru jika kondisi keuangan belum siap. Intinya, sesuaikan dengan performa bisnis dan kontribusi nyata dari setiap karyawan.

IHSG Anjlok Imbas Aksi Massa, Investor Pilih Strategi Bertahan

0

Kinerja pasar modal Indonesia kembali tertekan setelah IHSG anjlok cukup tajam pada penutupan sesi I, Jumat (29/8). Indeks Harga Saham Gabungan turun 180,80 poin atau 2,27 persen ke level 7.771,28 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini dipicu meningkatnya ketidakpastian politik di dalam negeri akibat gelombang aksi demonstrasi di sejumlah titik ibu kota.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai gejolak sosial di Jakarta memberi sinyal negatif yang langsung ditangkap investor. “Pasar modal sangat sensitif terhadap stabilitas. Begitu ada indikasi risiko keamanan, baik investor asing maupun lokal akan mengambil langkah protektif, mulai dari menahan pembelian hingga melakukan aksi jual portofolio,” ujar Hendra dalam keterangannya di Jakarta.

Respons Pemerintah Dinilai Ikut Perburuk Persepsi

Menurut Hendra, situasi ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai kurang tepat. Alih-alih membuka ruang komunikasi dengan publik, langkah yang muncul justru berupa imbauan Work From Home (WFH) bagi anggota DPR. “Kebijakan ini menimbulkan persepsi pemerintah dan wakil rakyat memilih menjaga jarak ketimbang mendengar langsung aspirasi masyarakat. Padahal pasar butuh sinyal kepastian,” jelasnya, dikutip dari ANTARA.

Hendra menambahkan, tak heran bila kondisi tersebut turut disorot media internasional. Investor global yang memantau perkembangan di Indonesia melihat adanya eskalasi ketidakpastian politik. Hal itu berujung pada aksi jual besar-besaran di pasar keuangan, sehingga tekanan terhadap IHSG yang anjlok semakin kuat.

Jika pelemahan menembus level 7.800, ia mengingatkan koreksi lebih dalam bisa terbuka lebar. Saat ini banyak pelaku pasar memilih strategi defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan. “Namun, jika psikologis pasar terus diganggu ketidakpastian, pelemahan IHSG sulit dihindari meski fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid,” ujarnya.

Ia menegaskan, faktor sentimen sering kali lebih dominan ketimbang analisis fundamental. “Sekuat apa pun data ekonomi, kalau persepsi investor negatif, tekanan jual tetap terjadi. Karena itu menjaga stabilitas sosial dan politik adalah kunci untuk menahan IHSG dari koreksi lebih dalam,” kata Hendra, seperti dikutip dari ANTARA.

Adapun data perdagangan sesi I di BEI mencatat frekuensi transaksi mencapai 1.625.838 kali dengan volume 33,99 miliar lembar saham senilai Rp13,31 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 89 saham menguat, 662 melemah, dan 49 stagnan.

Bagaimana Strategi Rebranding Bisa Ubah Citra Ritel dan Dongkrak Penjualan?

0

Dalam dunia bisnis yang dinamis, banyak perusahaan ritel kini mulai menyadari pentingnya Strategi Rebranding sebagai langkah untuk tetap relevan dan mampu bersaing di tengah perubahan tren konsumen. Rebranding bukan sekadar mengganti logo atau tampilan visual, melainkan juga menyentuh identitas, nilai, hingga pengalaman yang ditawarkan kepada pelanggan. Hal inilah yang membuat strategi ini semakin populer, terutama ketika pasar semakin kompetitif dan preferensi konsumen terus berubah.

Bagi perusahaan ritel, Strategi Rebranding bisa menjadi titik balik penting untuk membangun kembali kepercayaan pelanggan, memperluas segmen pasar, dan meningkatkan citra merek. Langkah ini juga sering dianggap sebagai investasi jangka panjang yang mampu memperkuat posisi bisnis agar tumbuh berkelanjutan.

Mengapa Rebranding Jadi Penting di Sektor Ritel?

Ada banyak alasan mengapa rebranding semakin sering dilakukan oleh perusahaan ritel. Pertama, perubahan gaya hidup konsumen yang cepat menuntut bisnis untuk beradaptasi. Misalnya, tren belanja yang bergeser ke ranah digital membuat ritel harus menyesuaikan identitasnya agar lebih dekat dengan generasi muda yang melek teknologi.

Kedua, persaingan yang ketat membuat perusahaan perlu tampil beda. Brand yang tidak pernah melakukan pembaruan biasanya akan dianggap ketinggalan zaman, sementara konsumen cenderung tertarik pada merek yang segar, modern, dan sesuai kebutuhan mereka saat ini.

Selain itu, rebranding juga sering digunakan untuk menghapus citra negatif di masa lalu. Jika sebuah perusahaan pernah menghadapi krisis, mengganti identitas merek bisa menjadi cara untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus menunjukkan komitmen baru terhadap kualitas layanan maupun produk.

Tidak kalah penting, rebranding dapat membuka peluang ekspansi bisnis. Dengan identitas yang lebih kuat dan relevan, perusahaan bisa masuk ke segmen pasar baru, baik itu secara demografis maupun geografis.

Beberapa ritel besar di Indonesia maupun global sudah membuktikan bagaimana rebranding bisa menjadi katalis pertumbuhan. Misalnya, brand yang sebelumnya dikenal hanya menjual produk kebutuhan sehari-hari, kini melakukan transformasi dengan menghadirkan konsep lifestyle store. Perubahan tersebut bukan hanya mengubah tampilan toko, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih modern dan menarik bagi konsumen.

Menjaga Keberlanjutan Lewat Rebranding

Namun, rebranding tidak bisa dilakukan asal-asalan. Perusahaan perlu melakukan riset mendalam tentang perilaku konsumen, tren pasar, hingga strategi kompetitor. Tanpa fondasi yang kuat, rebranding justru bisa menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan.

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, rebranding harus diikuti dengan konsistensi. Artinya, bukan hanya visual yang diperbarui, melainkan juga pelayanan, kualitas produk, hingga komunikasi dengan konsumen. Perubahan yang hanya sebatas kosmetik biasanya tidak akan bertahan lama.

Kinerja Industri Manufaktur Menguat, IKI Sentuh Level Tertinggi dalam Setahun

0

Kinerja industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Dorongan optimisme itu tercermin dari peningkatan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang menguat pada Agustus 2025. Capaian ini memperlihatkan bagaimana kinerja industri manufaktur tetap terjaga meski berbagai tantangan global maupun domestik masih membayangi jalannya roda produksi.

Menurut data Kementerian Perindustrian, IKI pada Agustus 2025 berada di level 53,55. Angka ini naik 0,66 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 52,89, sekaligus lebih tinggi 1,15 poin dibanding Agustus 2024. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyebut penguatan indeks tersebut didorong oleh dua variabel penting, yakni meningkatnya indeks pesanan hingga 57,38 dan naiknya persediaan produk ke 57,04.

Namun, ada catatan pada variabel indeks produksi yang justru turun ke angka 44,84, atau merosot 4,15 poin dari bulan Juli 2025. Menurut Febri, pelemahan ini dipicu oleh sikap sebagian pelaku industri yang memilih menahan laju produksi. Mereka cenderung menunggu perkembangan pasar, mengurangi pembelian bahan baku baru, dan mengandalkan stok lama. Selain itu, terbatasnya pasokan gas bagi industri pada Agustus lalu ikut menekan aktivitas produksi.

Gas Industri Jadi Isu Krusial

Febri menjelaskan, harga gas industri berperan penting menjaga daya saing manufaktur nasional, terutama pada sektor padat energi seperti pupuk, petrokimia, baja, dan kaca. “Gas industri dengan harga yang kompetitif terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus setoran pajak. Salah satu contoh, industri oleokimia mencatat lonjakan setoran pajak hingga enam kali lipat setelah mendapatkan pasokan gas HGBT,” ujarnya.

Karena itu, Kemenperin mengapresiasi langkah cepat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam merespons keluhan pelaku industri terkait pembatasan suplai gas. Saat ini, pasokan dinilai lebih stabil dengan harga sesuai regulasi yang berlaku. Harapannya, keberlanjutan suplai energi ini bisa memulihkan kapasitas produksi dan menjaga daya saing industri nasional.

Kemenperin mencatat dari 23 subsektor industri pengolahan, 21 subsektor menunjukkan ekspansi dengan kontribusi mencapai 95,6 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2025. Dua subsektor dengan kinerja terbaik adalah industri alat angkutan lainnya serta industri pencetakan dan reproduksi media rekaman. Keduanya terdorong oleh lonjakan pesanan ekspor dan meningkatnya permintaan domestik.

Sebaliknya, dua subsektor yang mengalami kontraksi yakni industri barang logam (bukan mesin dan peralatannya) serta subsektor reparasi dan pemasangan mesin. Kondisi tersebut dipengaruhi turunnya permintaan sekaligus tingginya biaya produksi.

Optimisme Pelaku Usaha Tetap Terjaga

Selain kinerja subsektor, faktor lain yang turut menguatkan iklim industri adalah meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang pada Juli 2025 mencapai 118,1, serta kenaikan penjualan eceran pada Agustus yang diperkirakan menembus angka 159,3.

Survei Kemenperin juga menunjukkan, 79,8 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil atau meningkat. Dari jumlah tersebut, 32,9 persen mengaku situasi usaha membaik, sementara 46,9 persen menyebut kondisinya relatif stabil. Tingkat optimisme enam bulan ke depan pun naik menjadi 68,1 persen, dengan tingkat pesimisme yang menurun menjadi 5,6 persen.

Febri menegaskan, tren positif ini menjadi sinyal bahwa kinerja industri manufaktur nasional mampu bertahan dan bahkan tumbuh di tengah tekanan global. “Optimisme pelaku usaha masih tinggi, terutama karena permintaan domestik yang kuat serta dukungan kebijakan pro-industri dari pemerintah,” pungkasnya.