Rabu, Mei 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 948

Balai Latihan Kerja Bina Puluhan Napi di Lapas Kelas I Medan

0

Berempat.com – Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan menjalin kerja sama pelatihan dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 32 narapidana mendapatkan pelatihan untuk kejuruan konstruksi berupa teknik oles dan cabinet maker.

“Dalam rangka memberdayakan narapidana, kami bekerja sama dengan Lapas Kelas I Medan Sumatera Utara untuk melatih 32 orang warga binaan. Mereka menjalani pelatihan di dalam lapas dan dilatih oleh instruktur dari BBPLK Medan,” ungkap Kepala BBPLK Medan Fahrurozi dalam keterangan resminya di Medan, Selasa (24/7).

Fahrurozi mengatakan, target pelatihan tahun anggaran 2018 BBPLK Medan berjumlah 3.280 orang. Jumlah tersebut dibagi atas Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang dilakukan di BBPLK Medan sebanyak 2048 orang, dan PBK di luar BBPLK Medan sebanyak 1.232 orang.

“Realisasi sampai dengan Juli 2018, sebanyak 544 orang telah kami latih. Sedangkan pelatihan yang sedang berjalan sebanyak  224 orang. Pada 23 Juli lalu telah dibuka pelatihan kerja sama dengan PT Inalum dan dengan Lembaga pemasyarakatan kelas I Medan Sumatera Utara,” papar Fahrurozi.

Sementara itu, untuk target 2019, Fahrurozi mengatakan BBPLK Medan akan menambah kapasitas pelatihan menjadi 4.192 orang. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 912 orang atau naik 27,80 persen dari target 2018.

“Langkah-langkah yang kami lakukan untuk mencapai target pelatihan pada 2019 adalah kami telah melaksanakan program 3 R (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding),” terangnya.

Reorientasi, jelas Fahrurozi, artinya BLK dipetakan kembali sesuai dengan kebutuhan pasar di dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini BBPLK medan fokus pada dua bidang kejuruan pariwisata dan konstruksi.

Sementara itu, revitalisasi merupakan penguatan program (kurikulum) pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja, peningkatan jumlah maupun kualitas instruktur serta peningkatan kapasitas sarana dan prasarana.

Rebranding dilakukan agar citra BLK menjadi lebih positif dan masyarakat semakin mengenal Balai Latihan Kerja (BLK) baik dari sisi kualitas maupun keberadaannya sehingga masyarakat lebih percaya dan mudah mengakses BLK,” ucap Fahrurozi.

Agar lulusan pelatihan bisa terserap ke dunia kerja, BBPLK Medan juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan, asosiasi, dan instansi pemerintah.

“Kami telah menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, Asosiasi Profesi Pariwisata, Asosiasi  Tenaga Insinyur Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi maupun dengan Forum Penyuluh Narkotika Nasional dan dunia usaha lainnya. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk kerja sama penyelenggaraan pelatihan dan penempatan,” kata Fahrurozi.

Tawaran Spesial Berbagai Proyek Properti Menanti di Rumah.com DealJuara

0

Berempat.com – Salah satu portal properti daring di Indonesia, Rumah.com meluncurkan sebuah program bertajuk Rumah.com DealJuara. Program yang berlangsung 23 Juli-30 September 2018 tersebut memberikan banyak penawaran spesial bagi para pencari rumah idaman di lebih 15 proyek properti di Indonesia.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan, program ini bertujuan untuk memudahkan pencari rumah dengan memanfaatkan promo-promo menarik yang ditawarkan dari 15 pengembang yang berpartisipasi di Program DealJuara.

“Deal yang dapat dimanfaatkan dalam kesempatan ini antara lain banyak promo-promo menarik seputar DP. Hal ini kami sampaikan kepada masyarakat karena sesuai dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017,  alasan utama mengapa orang belum punyaa atau membeli properti adalaah tidak punya uang untuk DP atau uang mukanya,” terang Ike dalam keterangan pers, Selasa (24/7).

Dalam program Rumah.com DealJuara ini, para pencari rumah bisa mencari berbagai properti yang diinginkan, mulai dari kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. Juga jenis properti yang mencakup rumah tapak hingga apartemen.

Sementara itu, General Manager Corporate Communications & CRM PT Metropolitan Land Tbk. Lily Nurlita mengungkapkan antusias dalam menyambut program Rumah.com DealJuara tersebut.

“Kami menyambut baik program DealJuara Rumah.com untuk melihat peluang penjualan properti dilakukan secara online. Dengan program DealJuara Rumah.com diharapkan terjadi pergeseran gaya bertransaksi termasuk transaksi pembelian properti,” ungkap Lily.

Saat ini, Lily mengaku bahwa Metland juga sedang menjalankan program Yuk Punya Rumah dengan berbagai tawaran kemudahaan, mulai dari subsidi DP s.d 12.5%, diskon s/d 30%, hingga hadiah langsung berupa Logam Mulia.

“Kami pun membantu untuk meringankan biaya BPHTB dan biaya-biaya lainnya. Khusus transaksi di DealJuara Rumah.com akan mendapatkan tambahan voucher belanja hingga Rp 5 Juta,” tambah Lily.

Selain developer, Rumah.com juga menggandeng BNI Syariah sehingga memudahkan pencari rumah untuk mengajukan KPR. Selain itu, Bank BNI Syariah memberikan penawaran-penawaran menarik bagi pencari rumah yang memesan melalui DealJuara.

“Dengan peluncuran program DealJuara ini, kami berupaya mendorong masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mereka dalam menemukan dan memiliki rumah idaman mereka,” ujar Country Manager Rumah.com Marine Novita.

Arus Masuk Modal Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 3 M per Tahun

0

Berempat.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut bahwa industri perusahaan rintisan (startup) berbasis digital di Indonesia setara dengan negara-negara gabungan di Uni Eropa. Thomas Lembong sendiri mengaku terkejut dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya, empat tahun lalu arus masuk modal di sektor tersebut tak sebesar sekarang.

“Ini sangat mendadak, terus terang empat tahun yang lalu inflow ke sektor ini boleh dibilang hampir nol,” ungkap Tom dalam HUT ke-15 Crowe Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (24/7).

Mantan Menteri Perdagangan ini pun memprediksi arus masuk modal ke sektor ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai US$ 2-3 miliar per tahun. Angka tersebut dinilai cukup besar untuk memberikan sumbangan total arus masuk modal asing ke Indonesia.

“Itu setara Rp 30-40 triliun per tahun. Sekarang sudah mencakup 15-20% dari total foreign direct investment kita setiap tahun,” tutur Tom.

Tom sendiri menyebut bahwa pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia mencapai 20-25% per tahun. Angka itu juga jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi RI yang hanya sekitar 5%.

Selain itu, Tom juga sempat menyinggung bahwa di Indonesia sudah memiliki 4 perusahaan rintisan yang berlabel Unicorn, yakni Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Keempat perusahaan berbasis digital itu mempunyai valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

Jumlah unicorn di Indonesia, sebut Tom, sama seperti jumlah unicorn di Uni Eropa. Sebab itu, Tom pun yakin industri ekonomi digital Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain, bahkan negara Eropa.

“Jadi ini cocok banget untuk masyarakat kita yang ternyata sangat suka, fasih, atau nyaman dengan gadget. Kalangan muda yang sangat kreatif yang juga sangat teknologi,” tukas Tom.

Dana Desa Dinilai Mampu Entaskan Pengangguran

0

Berempat.com – Sejak tahun 2015 penggunaan dana desa dinilai berdampak positif pada kehidupan masyarakat, yakni mengentaskan pengangguran terbuka secara merata. Bali menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak positif tersebut. Pasalnya, tingkat pengangguran di Pulau Dewata ini menjadi yang terendah se-Indonesia.

“Provinsi Bali sudah memberikan dana desa sebesar Rp 1 miliar tiap desa melalui Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara atau Gerbang Sadu Mandara, yang membuat tingkat pengangguran di Bali menduduki angka terendah,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali Ketut Lihadyana dalam keterangan pers, Selasa (24/7).

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sima Sari Dana Kesiman Petilan di Kecamatan Denpasar Timur, I Gusti Ketut Sima menyebut pihaknya memanfaatkan dana desa untuk berbagai kegiatan.

Sejak Desember 2017, Sima mengklaim dana desa dipakai untuk pengelolaan sampah bersama bank sampah, membuka unit toko, PAUD, hingga pengolahan air minum dalam kemasan.

Sebagai informasi, dana desa mengalami peningkatan setiap tahun sejak disalurkan pertama kali tahun 2015. Alokasi dana desa pada 2015 sebesar Rp 20,67 triliun, lalu naik menjadi Rp 46,98 triliun di tahun 2016, dan Rp 60 triliun untuk tahun 2017 dan 2018.

Intiland Yakin Relaksasi Aturan LTV Perumahan dari BI Bisa Beri Dampak Positif

0

Berempat.com – Salah satu perusahaan pengembang properti, PT Intiland Development Tbk. (DILD) memberikan apresiasi terhadap Bank Indonesia (BI) terkait relaksasi aturan rasio nilai kredit terhadap aset (loan to value/LTV) di sektor perumahan. Pasalnya, pelonggaran aturan tersebut diyakini dapat membawa angin segar serta dampak positif bagi industri properti Tanah Air. Apalagi saat ini suku bunga tengah meningkat.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, aturan tersebut dapat memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk menetapkan uang muka kredit.

“Kami mengapresiasi kebijakan tersebut karena bisa menjadi stimulus untuk pertumbuhan pasar properti. Konsumen tentunya sangat terbantu dengan keluarnya aturan tersebut,” ujar Archied dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/7).

Kendati demikian, sampai dengan semester I-2018 Archied mengakui secara umum pasar properti belum bergerak secara normal. Namun, Intiland akan terus memantau setiap perubahan yang terjadi pada industri properti, baik secara makro maupun sektoral. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkirakan dampak perubahan dan menyiapkan strategi yang tepat untuk mengantisipasinya.

“Kami akan bekerja sama lebih jauh kembali dengan pihak perbankan selaku pemberi kredit untuk memberikan penawaran menarik bagi konsumen, sekaligus dalam rangka meningkatkan kinerja penjualan tahun ini,” ungkap Archied lebih lanjut.

Sebelumnya, BI resmi mengumumkan aturan relaksasi LTV pada 29 Juni lalu dan akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2018. Adapun relaksasi LTV tersebut mengandung 3 poin, yakni pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV (financing to value) untuk pembiayaan properti; pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden; dan penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit atau pembiayaan.

Pelonggaran LTV tersebut diambil sebagai langkah BI dalam meningkatkan daya beli masyarakat di tengah langkah BI mengetatkan ekonomi.

Archied sendiri mengungkapkan bahwa Intiland optimis dalam menyambut semester II tahun ini. Apalagi, pada semester I-2018 Intiland telah membukukan peningkatan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar 40% atau menjadi Rp 1,3 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, Intiland hanya mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 919 miliar.

Archied pun mengungkapkan, peningkatan pendapatan penjualan tersebut masih ditopang oleh penjualan dari proyek baru, seperti pengembangan terpadu Fifty Seven Promenade dan dari penjualan unit-unit properti hunian.

“Kondisi pasar properti secara umum masih cukup berat dan menantang. Namun, sepanjang triwulan kedua tahun ini kami masih membukukan penjualan cukup baik pada produk hunian, seperti perumahan dan apartemen,” ujar Archied.

Kemnaker Targetkan Produktivitas Pekerja Indonesia Masuk Dua Besar di ASEAN

0

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan produktivitas pekerja Indonesia bisa masuk dua besar di kawasan ASEAN. Artinya, pekerja Indonesia harus bisa mengungguli produktivitas kerja Malaysia dan Thailand. Pasalnya, sampai saat ini produktivitas pekerja Indonesia masih berada di peringkat 4, sedangkan posisi pertama ditempati Singapura.

Direktur Produksi Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Muhammad Zuhri mengungkapkan, perubahan di era industri 4.0 harus diantisipasi dengan cara positif dan tujuan positif, yakni dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu organisasi atau bangsa.

“Hubungan industrial di perusahaan menjadi salah salah satu faktor paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Hal ini harus menjadi perhatian bersama selain kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan manajemen, inovasi kerja ,” ujar Zuhri dalam keterangan pers, Senin (23/7).

Menurut Zuhri, salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah hubungan industrial antara manajemen dengan pekerja. Hal yang lumrah terjadi adalah tuntutan kenaikan upah dari kubu pekerja, namun di lain sisi pihak manajemen menginginkan pekerja untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitasnya.

Karena itu, Zuhri menganggap penguatan hubungan industrial menjadi sangat penting bila ingin membangun usaha kecil dan menengah sebagai basis perekonomian nasional yang bisa dikembangkan kedepannya.

Pendapatan Penjualan Intiland Semester I-2018 Capai Rp 1,3 Triliun

0

Berempat.com – PT Intiland Development Tbk. (DILD) telah membukukan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1,3 triliun pada semester I tahun 2018. Pendapatan penjualan tersebut naik 40% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 919 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan, peningkatan marketing sales masih ditopang oleh penjualan dari proyek baru, seperti pengembangan terpadu Fifty Seven Promenade dan dari penjualan unit-unit properti hunian.

“Kondisi pasar properti secara umum masih cukup berat dan menantang. Namun, sepanjang triwulan kedua tahun ini kami masih membukukan penjualan cukup baik pada produk hunian, seperti perumahan dan apartemen,” ujar Archied dalam keterangan pers yang diterima Berempat.com, Senin (23/7).

Intiland mencatat setidaknya ada empat proyek hunian yang memberikan kontribusi cukup signifikan di semester I-2018. Keempat proyek tersebut yakni kawasan perumahan Serenia Hills dan apartemen 1Park Avenue di Jakarta Selatan, apartemen Fifty Seven Promenade di Jakarta Pusat, serta kawasan perumahan Graha Natura di Surabaya. Keempat proyek hunian ini memberikan kontribusi sebesar Rp 1,1 triliun atau 87% dari keseluruhan.

“Sepanjang triwulan kedua tahun ini, hasil penjualan terbaik lebih banyak ditopang dari proyek-proyek pengembangan perumahan,” ungkap Archied.

Sementara itu, Archied memaparkan pengembangan mixed-use and high rise berhasil mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 969 miliar, atau 75% dari keseluruhan. Archied mengklaim perolehan tersebut naik 325% dibanding perolehan semester I tahun 2017 yang hanya menyentuh Rp 228 miliar.

Kontributor paling besar di segmen ini berasal dari penjualan apartemen Fifty Seven Promenade yang mencapai Rp 783 miliar. Kontribusi berikutnya berasal dari penjualan di segmen pengembangan kawasan perumahan yang total terdapat 7 kawasan. Segmen tersebut diklaim memberikan kontribusi pendapatan penjualan sebesar Rp 270 miliar atau 21% dari keseluruhan.

Tercatat, pengembangan kawasan perumahan Serenia Hills sebagai kontributor pendapatan penjualan terbesar di segmen ini. Kawasan perumahan yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini memberikan kontribusi Rp 140 miliar dari keseluruhan. Sementara, segmen pengembangan kawasan industri tercatat membubuhkan pendapatan penjualan sebesar Rp 45 miliar.

Ditinjau berdasarkan lokasi pengembangannya, penjualan dari proyek-proyek Jakarta memberikan kontribusi pendapatan penjualan sebesar Rp 1,08 triliun, atau 60% dari keseluruhan. Sisanya sebesar Rp 199 miliar berasal dari penjualan unit properti di kawasan Surabaya.

Selain kontribusi pendapatan penjualan, perseroan membukukan pendapatan berkelanjutan (recurring income) di semester I tahun ini sebesar Rp 276,1 miliar

Ini yang Dilakukan Kemenperin untuk Tingkatkan Konsumsi Semen Nasional

Berempat.com – Industri semen nasional sedang mengalami kelebihan pasokan. Di tahun ini, hal tersebut pun diprediksi masih akan terjadi. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, tahun ini diperkirakan produksi industri semen nasional mencapai 100 juta ton, namun tingkat konsumsi hanya sekitar 60-68 juta ton.

“Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over supply. Begitu ada permintaan meningkat, mereka berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi, sehingga over kapasitas,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Minggu (22/7).

Untuk mengantisipasi lesunya pasar semen nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berupaya mendorong peningkatan konsumsi. Upaya pertama ialah melalui peluang proyek infrastruktur pemerintah yang sedang berjalan.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Airlangga pun mengungkapkan bila saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga nantinya diharapkan utilitas industri semen dapat ditingkatkan.

Selain itu, Kemenperin juga akan mengarahkan industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku clinker dapat menyerap produksi lokal.

“Mekanisme yang kita bisa lakukan selanjutnya adalah dengan Bea Masuk Anti-dumping (BMAD) apabila kita melihat ada impor yang meningkat dan harga lebih murah dari domestik,” ujar Airlangga.

Kebijakan-kebijakan tersebut, imbuh Airlangga, merupakan bentuk komitmen pemerintah  menjaga iklim usaha tetap kondusif. Sehingga diharapkan industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang.

Selain itu, Airlangga pun menerangkan bahwa pihaknya akan medorong penerapat Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib.

“Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” ujar Airlangga.

Kemudian, di tengah kelebihan kapasitas produksi, Airlangga mengungkapkan bahwa Kemenperin akan mendorong industri semen dalam negeri untuk mengambil peluang pasar ekspor.

“Meskipun kalau ekspor itu return-nya akan lebih rendah, tetapi akan kami dorong,” pungkas Airlangga.

Meriahkan Hari Anak Nasional, Pertamina Bagi-bagi 500 Helm Gratis

Berempat.com – Dalam rangka turut memeriahkan Hari Anak Nasional yang tepat jatuh hari ini, Senin (23/7), PT Pertamina membagikan 500 helm secara cuma-cuma. Kegiatan Pertamina kali ini diberi nama ‘Campaign Safety’ yang mengusung tagline ‘Berkendara Aman Tanda Sayang’.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya berkendara yang aman, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Kami kerap menemukan para orangtua yang membonceng anaknya tanpa dilengkapi alat keselamatan yang memadai, khususnya helm. Padahal helm ini penting bagi keselamatan pengendara sepeda motor,” ujar Adiatma dalam keterangan tertulis, Senin (23/7).

Kegiatan yang dilakukan Pertamina ini dibuka pertama kali di SPBU Kalimalang sekitar pukul 06.30 WIB, kemudian dilakukan serentak di 9 SPBU lainnya, yakni di SPBU Kaliabang Bungur, Bekasi; SPBU Jl.Pramuka, Rawabambu, Bekasi; SPBU Jl. Daan Mogot Raya, Jakarta Barat; SPBU Jl. Kemanggisan Raya, Jakarta Barat; SPBU Jl Jagakarsa, Jakarta Selatan; SPBU Jl. Otosta, Jakarta Timur; SPBU Jl. H. Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur; SPBU Jl. Raya Bintaro Sektor IX, Tangerang; dan SPBU Jl. Letnan Sutopo, BSD, Tangerang Selatan.

Alasan mengapa Pertamina memilih 10 lokasi tersebut lantaran dinilai paling banyak terjadi pelanggaran. “Pemilihan sepuluh SPBU ini karena di daerah tersebut banyak dijumpai para pengendara sepeda motor yang membonceng anaknya tanpa memakai helm,” ujar Adiatma.

Dengan kegiatan tersebut, Adiatma berharap para orangtua lebih menyadari pentingnya keselamatan berkendara menggunakan helm bagi anak-anaknya.

Kegiatan bagi-bagi helm gratis ini merupakan bagian dari kegiatan kampanye keamanan berkendara yang kerap dilaksanakan Pertamina, khususnya di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang menjadi bagian Marketing Operation Region III.

Sepanjang tahun 2018, Pertamina MOR III telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk menggerakan kampanye keamanan berkendara ini. Di antaranya adalah pembuatan dan publikasi Video Blind Spot yang menekankan pada pentingnya berkendara di sekitar Mobil Tangki, Kompetisi keselamatan berkendara di Media Sosial, Edukasi keselamatan berkendara di sejumlah sekolah seperti SMAN 75 Jakarta dan SMKN 3 Tasikmalaya, dan himbauan keamanan berkendara melalui media.

Produk Teranyar Asuransi Jiwa Sinarmas Ini Beri Perlindungan Hingga 99 Tahun

0

Berempat.com – PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) telah resmi meluncurkan produk asuransi teranyarnya, Smile Ultimate Link Syariah. Sesuai dengan namanya, Smile Ultimate Link Syariah merupakan produk asuransi dari Sinarmas yang berlandaskan kaidah syariah. Produk ini sebelumnya telah duluncurkan pada Mei lalu.

Agency Director Builder Sinarmas MSIG Life Evianti Sumirta Nurdin menerangkan, Smile Ultimate Link Syariah ini dapat memberikan perlindungan maksimal hingga usia 99 tahun, dan dilengkapi investasi berbasis syariah. Produk asuransi ini menawarkan tiga paket yang dapat dipilih, yakni Gold, Onyx, dan Diamond.

Evi menyebut, cukup dengan investasi mulai dari Rp 2,5 juta masyarakat sudah bisa menjadi nasabah. Evi pun optimistis Sinarmas MSIG Life bisa memiliki sekitar 25 ribu nasabah dalam kurun waktu setahun.

“Karena memang pangsa pasarnya luas, sangat terbuka dan ditopang dengan perusahaan Sinarmas yang sudah malang melintang di bisnis ini,” ujar Evi di Jakarta, Sabtu (21/7).

Staf Manajemen Sinarmas MSIG Life Sani Wibisono Kuncoro menambahkan, sebelum adanya Smile Ultimate Syariah perusahaannya sudah lebih dulu memiliki asuransi konvesional. Dengan demikian, investasi Smile Ultimate Link Syariah ini benar-benar berorientasi pada produk syariah.

“Tidak boleh investasikan dananya ke perusahaan rokok, bir, dan sejenisnya. Kalau soal premi, harga jual dan pertanggungannya sama,” ujar Sani.

Sani menambahkan, para anggota juga berkesempatan mendapat sejumlah reward, mulai dari kendaraan mewah, jalan-jalan ke luar negeri, hingga umrah gratis.

“Caranya sederhana, member tinggal mengajak orang untuk bergabung,” kata Sani.