Ini yang Dilakukan Kemenperin untuk Tingkatkan Konsumsi Semen Nasional

0
332

Berempat.com – Industri semen nasional sedang mengalami kelebihan pasokan. Di tahun ini, hal tersebut pun diprediksi masih akan terjadi. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, tahun ini diperkirakan produksi industri semen nasional mencapai 100 juta ton, namun tingkat konsumsi hanya sekitar 60-68 juta ton.

“Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over supply. Begitu ada permintaan meningkat, mereka berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi, sehingga over kapasitas,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Minggu (22/7).

Untuk mengantisipasi lesunya pasar semen nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berupaya mendorong peningkatan konsumsi. Upaya pertama ialah melalui peluang proyek infrastruktur pemerintah yang sedang berjalan.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Airlangga pun mengungkapkan bila saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga nantinya diharapkan utilitas industri semen dapat ditingkatkan.

Selain itu, Kemenperin juga akan mengarahkan industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku clinker dapat menyerap produksi lokal.

“Mekanisme yang kita bisa lakukan selanjutnya adalah dengan Bea Masuk Anti-dumping (BMAD) apabila kita melihat ada impor yang meningkat dan harga lebih murah dari domestik,” ujar Airlangga.

Kebijakan-kebijakan tersebut, imbuh Airlangga, merupakan bentuk komitmen pemerintah  menjaga iklim usaha tetap kondusif. Sehingga diharapkan industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang.

Selain itu, Airlangga pun menerangkan bahwa pihaknya akan medorong penerapat Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib.

“Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” ujar Airlangga.

Kemudian, di tengah kelebihan kapasitas produksi, Airlangga mengungkapkan bahwa Kemenperin akan mendorong industri semen dalam negeri untuk mengambil peluang pasar ekspor.

“Meskipun kalau ekspor itu return-nya akan lebih rendah, tetapi akan kami dorong,” pungkas Airlangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.