Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 894

Seperti Mie, Semen pun Kini Ada yang Instan

0

Berempat.com – Dulu, jauh sebelum manusia bisa saling berkomunikasi melalui sebuah ponsel dan dapat terbang dengan pesawat layaknya burung, manusia sudah lebih dulu memanfaatkan batu kapur yang dicampur air untuk merekatkan batu-batu yang disusun menjadi piramida. Menurut Robert S. Boynton dalam bukunya Chemistry and Technology of Lime and Limestone (Second Edition) yang terbit tahun 1980, penggunaan kapur sebagai material bahan bangunan sudah dilakukan di Mesir sebagai plesteran piramida tahun 4000 sebelum masehi (SM).

Namun, sampai saat ini masih belum jelas kapan pastinya penggunaan batu kapur dalam semen secara utuh telah dimanfaatkan oleh manusia. Kendati demikian, setidaknya Marcus Vitruvius Pollio, seorang penulis sekaligus arsitektur yang hidup di abad ke-1 SM telah mendokumentasikan bagaimana Kekaisaran Romawi menggunakan semen berbahan dasar batu kapur secara ekstensif. Bahkan Vitruvius menulis panduan dasar mengolah semen berbasis batu kapur, yang kemudian diterjemahkan oleh Frank Granger dalam buku Vitruvius De Architectura (Book II), 1931.

Dari tahun ke tahun, hingga abad ke abad, bahan dasar perekat terus mengalami perkembangan. Namun, tetap saja untuk bisa digunakan semen mesti dicampur lebih dahulu dengan pasir dan air. Presisi antara pasir dan semen yang dituang pun mesti tepat agar nantinya dinding bisa lebih kuat.

Sampai kemudian tahun 1794, seorang mason dari Inggris bernama Joseph Aspdin menemukan racikan baru yang disebut semen instan mortar. Penemuannya itu kemudian baru dipatenkan pada 18 Desember 1824. Seperti yang dituang oleh Newtown dalam buku Masonry: The Best of Fine Homebuilding (1997), Joseph mencampur batu kapur, pasir silika, semen, dan mineral lainnya dalam presisi yang terkontrol dengan hati-hati, sebelum kemudian digiling menjadi halus. Dengan begitu, orang tak perlu lagi mencampur semen dengan pasir dan air untuk bisa merekatkan dinding maupun plester, melainkan cukup mencampur mortar dengan air untuk kemudian digunakan.

Sebab penggunaannya yang lebih praktis, mortar pun menjadi lebih populer di tahun 1930 untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Peminat dan permintaan mortar di Eropa dan Amerika memang besar, tapi di Indonesia sendiri masuknya semen mortar untuk pertama kali belum diketahui pasti, sebab sejauh ini berdasarkan penelusuran ada dua versi yang berbeda.

Versi pertama datang dari PT Adiwisesa Mandiri Building Product Indonesia (AMBPI) yang berdiri sejak 1988 di Jakarta. Seperti yang tertulis di situs perusahaan, PT AMBPI mulanya memperkenalkan diri sebagai perusahaan yang memasarkan produk perekat ubin atau keramik.

“Selain itu, pada tahun 1988 itu kami juga menjadi pionir dari produk tile grout (pengisi nat), yaitu semen berwarna yang biasa dipakai saat pemasangan keramik. Kami yang pertama memperkenalkan dalam bentuk kiloan dan sak. Dari situ produk-produk kami jadi semakin bertambah,” ujar Direktur PT AMBPI seperti dikutip dari sarana-bangunan.com.

Sejatinya, produk perekat ubin atau keramik ini memiliki bahan dasar hampir serupa dengan semen instan mortar, sebab mengandalkan semen, kapur, dan zat aditif lainnya sebagai campuran. Bedanya, untuk bisa membuat mortar hanya perlu menyesuaikan presisi masing-masing bahan baku yang dicampur.

Inilah yang mengindikasikan bahwa PT AMBPI merupakan salah satu perusahaan Indonesia pertama yang telah membawa teknologi mortar untuk pertama kali di Indonesia. Dan seiring berjalannya waktu, PT AMBPI pun mulai memasarkan produk penunjang lainnya, seperti waterproofing, acian, pelapis batu alam, bata ringan, dan mortar.

Semula PT AMBPI bukanlah produsen mortar seperti sekarang ini, melainkan sole distributor produk-produk dari Adhesive Manufacturer (AM) yang bermarkas di Australia. Seluruh produk AM yang diimpor dari Australia dipasarkan di Indonesia melalui PT AMBPI. Barulah setelah mendapatkan lisensi dari pihak AM pada 1990, PT AMBPI mulai melakukan perbaikan dan pengembangan kualitas produk, termasuk memproduksi mortarnya sendiri di dalam negeri.

Sementara versi lain diklaim oleh PT Cipta Mortar Utama (MU) sebagai produsen pertama semen mortar di Indonesia sejak 1996 sebagaimana yang tertulis pada situsnya.

“Mortar sendiri artinya campuran semen dan pasir. Secara teknis dalam dunia kontruksi semen instan dikenal dengan istilah Premixed Mortar atau Dry Mortar. Premixed Mortar berarti adukan yang sudah dicampur sebelumnya sesuai dengan peruntukannya,” tulis keterangan pada salah satu artikelnya.

Nama MU sebagai produsen mortar memang lebih dikenal oleh masyarakat umum ketimbang PT AMBPI. Pasalnya, MU lebih gencar beriklan di televisi dibanding PT AMBPI yang lebih smooth dalam melakukan pemasaran. Demikianlah yang dikatakan oleh Hartawan selaku Direktur Utama PT Mitra Mortar Indonesia (MMI) kepada Berkabar.ID.

Pria yang sudah berkecimpung di industri mortar machinery selama lebih dari 17 tahun ini sudah paham dan mengetahui betul perkembangan mortar di Indonesia dengan detail. Ia bahkan mengaku masih aktif mengikuti berbagai perkembangan industri mortar.

“Makanya, setahu saya yang pertama kali membawa mortar ke Indonesia adalah AM (PT AMBPI) karena dari bahan baku perekat keramiknya itu,” tukasnya.

Bahkan, pria yang kini memproduksi mortar untuk berbagai merek besar ini mengaku tahu bagaimana MU yang semula sahamnya dimiliki lokal kian besar setelah diakuisisi oleh Weber sepenuhnya.

Menurut penuturan Hartawan, Weber sendiri berani mengakuisisi 100% saham MU lantaran melihat besarnya potensi pasar yang ada di Indonesia. Belum banyaknya produsen mortar di Indonesi menjadi indikasi besarnya pasar yang dimaksud. Sebab memang di Indonesia pengguna mortar pun masih sedikit sehingga pasar yang tergarap pun masih sedikit. Tapi, justru hal itulah yang dilihat oleh perusahaan asing sebagai peluang besar.

“Makanya sekarang itu perusahaan asing yang masuk. Jadi kalo kamu tahu, sebenarnya pemain besar ini perusahaan asing, karena mereka tahu di sini baru 5% pasar yang tergarap, makanya mereka masuk,” terangnya.

Keuntungan Besar Penggunaan Mortar yang Jarang Disadari

Secara kasat mata mortar memang bagai tak berbeda dengan semen pada umumnya. Mortar dikemas dalam bentuk sak sebagaimana semen pada umumnya. Bahkan, harganya cenderung lebih mahal dibanding semen biasa. Namun, tentu mortar tak hadir tanpa pembeda. Penggunaan mortar bahkan sebetulnya cenderung lebih menguntungkan. Tapi, sayangnya, hal itu jarang disadari konsumen, baik yang merupakan kontraktor maupun end user.

Keuntungan penggunaan mortar dimulai dari cara kerja tukang. Ketika menggunakan semen. Biasa, umumnya sebelum proses perekatan bata para tukang akan mencampurkan semen, pasir, dan air lebih dulu tanpa ukuran baku. Selain itu, untuk proses pengadukan pastinya tak sebentar. Sementara bila menggunakan semen instan atau mortar para tukang cukup mencampurnya dengan air dan mengaduknya hingga kental. Lebih mudah, cepat dan praktis sebab bahan yang digunakan semen instan mortar berbeda.

Semen instan mortar adalah campuran semen, pasir silika, zat aditif, dan bahan material lainnya yang telah dicampur menjadi satu. Maka sama seperti mie instan, cara kerja semen instan mortar cukup diberikan air, lalu diaduk, dan kemudian tinggal direkatkan pada bata.

Dari proses awal ini, untuk semen umum yang harus dicampur pasir dan air terlebih dahulu tentu tak memiliki kualitas yang dapat stabil. Sebagaimana dituturkan Hartawan yang menilai bahwa kualitas semen konvensional tak bisa stabil lantaran tak ada standar pasti dan tergantung si pengaduk.

“Kalo ngeracik sendiri bisa semennya banyak pasirnya sedikit, itu oke. Tapi kadang bisa juga semennya dikit, pasirnya lebih banyak. Tergantung mood si pengaduk juga kadang,” terangnya.

Sementara itu, untuk semen instan tentu sudah memiliki standar porsi semen, pasir silika, dan zat aditif lainnya yang sama di setiap kemasan. Sehingga kualitas setiap semen pasti stabil, sebab pembuatan semen instan mortar sendiri menggunakan mesin mortar yang sudah berteknologi tinggi sebagaimana yang digunakan oleh PT AMBPI, MU, maupun MMI.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh General Manager Product Mortar Utama Weber, Joni Kho. Ia menilai takaran para tukang dalam mencampur semen dan pasir tak dapat ditentukan secara pasti. “Sementara Premixed Mortar itu sendiri sudah masuk dalam satu packaging. Tinggal dimasukkan dalam wadah untuk diaduk dengan air,” terang Joni seperti dikutip dari situs perusahaan.

Selain itu pengerjaan akan lebih efisien saat menggunakan semen instan mortar. Hartawan mencontohkan, yang tadinya dalam satu jam hanya dapat sekian meter dengan semen biasa, tapi dengan semen instan mortar luas area yang bisa dikerjakan jauh lebih besar dalam waktu yang sama.

“Nah, analisa-analisa itu yang tidak teredukasi di masyarakat sehingga beberapa orang mengatakan semen instan itu mahal. Tapi kalo orang yang sudah tahu, itu sangat membantu mereka,” terangnya.

Sementara dari segi harga, semen instan mortar diyakini para produsen hanya ‘terkesan’ lebih mahal. Namun, bila dilihat dari beberapa aspek, justru penggunaan semen instan mortar diyakini jauh lebih menghemat anggaran.

Penghematan anggaran pertama bisa dilihat dari segi pembelian material pasir. Untuk semen biasa yang pada sekali pekerjaan mengaduk sebetulnya hanya perlu 2-3 karung pasir, tapi konsumen mau tidak mau harus membeli paling tidak satu truk pasir. Pasalnya, tak sedikit toko material akan menjatuhkan harga mahal untuk pembelian pasir yang diecer. Pemborosan seperti itu tak terjadi pada semen instan mortar sebab yang diperlukan hanyalah air tanpa pasir. Belum lagi, penggunaan semen instan mortar sangat kecil akan bahan yang terbuang sia-sia.

“Konsumen nggak ngehitung lainnya, seperti kalo ngeracik sendiri berapa yang berceceran, berapa yang hilang, kalo beli sedikit dimahalin sama toko material. Nah, itu mereka nggak merhatiin,” tambah Hartawan.

 

 

Keunggulan Mortar Secara Utuh

Berdasarkan hasil penelusuran, ada beberapa keunggulan secara utuh yang dimiliki semen instan mortar dibandingkan semen konvensional.

Pertama, semen instan mortar lebih cepat mengering dan keras, sehingga memungkinkan pengerjaan konstruksi akan menjadi lebih cepat. Kedua, tak perlu terlalu banyak tenaga ahli untuk menggunakan semen instan mortar karena penggunaannya cukup dicampur air. Ketiga, konsistensi kualitas karena semen instan diproduksi masal dengan mesin modern. Keempat, adanya aditif yang tak terkandung pada semen konvensional membuat semen instan mortar memiliki daya tahan lebih baik dan lebih maksimal. Semen instan mortar membuat dinding tak mudah retak dan lantai-lantai tak mudah memuai karena panas.

Namun, banyaknya keunggulan yang ditawarkan semen instan mortar tak lantas membuat kontraktor maupun end user di Indonesia beralih menggunakannya. Sebab selain kurangnya edukasi, persoalan kurangnya regulasi juga menjadi hambatan minimnya pengguna semen instan mortar di Indonesia.

Hartawan bahkan menyayangkan kurangnya regulasi dari pemerintah atas penggunaan mortar. Sebab hal itu membuat pasar yang tergarap di Indonesia masih begitu minim. Padahal, Hartawan yakin bila potensi pasar mortar di Indonesia amat besar.

“Jadi kalo di luar negeri semua bangunan itu harus pakai semen instan, tapi di sini belum diatur. Jadi terserah yang punya rumah. Makanya mortar ini di luar negeri berkembang, di Indonesia sampai sekarang masih di bawah 5% yang menggunakan mortar,” ujarnya.

Sumber: Berkabar.id

Yang Membuat Nilai Jual Mortar Lebih Unggul Dibanding Semen Konvensional

0

Berempat.com – Seiring dengan majunya teknologi, berbagai aspek dan kegiatan dalam kehidupan kita seolah sudah benar-benar bisa dibuat mudah. Semua hal cukup dilakukan melalui smartphone. Untuk urusan pengaplikasian bahan bangunan pun turut terimbas kemajuan teknologi ini, yaitu bisa memunculkan semen instan atau mortar.

Kemunculan mortar saat ini telah membuat developer maupun individu yang hendak membangun rumah atau gedung cenderung meninggalkan semen konvensional. Sebagai gambaran saja, sejak akhir tahun lalu hingga Semester I-2018 ini industri semen mengalami kelebihan pasokan, namun minim serapan. Alhasil, produsen semen konvensional pun terseok-seok.

Buktinya, berdasarkan data yang diperoleh Berempat.com, penurunan laba bersih dialami oleh Indocement. Pada 2017 lalu Indocement membukukan pendapatan Rp 14,4 triliun. Dari pendapatan tersebut, laba bersih yang diterima perseroan turun 51,9%, dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp dari 3,87 triliun pada 2016 menjadi Rp 1,86 triliun.

Hal serupa juga dialami Semen Indonesia. Tahun 2017 lalu pendapatan perusahaan pelat merah ini naik 6,4% atau menjadi Rp 27,81 triliun. Namun, lagi-lagi, laba bersih yang diterima justru turun 55,5%, yang sebelumnya Rp 4,52 triliun pada 2016 menjadi Rp 2,01 triliun.

Tapi, kondisi berbeda justru dialami salah satu produsen mortar, yakni PT Cipta Mortar Utama (MU). Perusahaan yang khusus memproduksi semen instan ini meraih pertumbuhan penjualan di tahun 2017 sebesar 50%.

Penggambaran sederhana ini bisa menjadi gambaran bagaimana produsen mortar mulai mendapatkan konsumen setianya di Indonesia. Gambaran lainnya ialah sudah banyak proyek mal, apartemen, hotel, hingga kawasan perumahan yang menggunakan mortar. Bila tak percaya, Anda bisa mengunjungi situs produsen mortar seperti DryMix.co.id dan Bostik.com. Anda akan mendapatkan rangkaian proyek yang sudah dikerjakan produsen mortar.

Jadi, bisa dibilang ceruk pasar mortar sudah kian lebar dan besar. Sebetulnya, apa yang membuat mortar mulai menjadi pilihan utama ketimbang semen konvensional karena keunggulan yang dipunya. Dan keunggulan inilah yang menguntungkan bagi produsen, distributor, maupun toko yang menjual mortar. Apa saja keunggulannya?

  1. Praktis

Pengaplikasian semen instan atau mortar jauh lebih praktis dan mudah dibanding semen konvensional. Karena kita hanya perlu mencampur mortar dengan air, tanpa perlu mencampurnya lagi dengan pasir. Bahkan pekerja bangunan yang baru mulai bekerja pun sudah bisa melakukan itu tanpa perlu pengawasan.

  1. Standar kualitas yang konsisten

Biasanya, dalam pengaplikasian semen konvensional tak semua pekerja bangunan bisa dengan tepat mengukur komposisi antara pasir, semen, dan air. Dampaknya, kualitas antara dinding satu dengan yang lain tak sama. Tapi, kondisi tersebut tak akan berlaku pada mortar. Sebab, pekerja bangunan cukup menakar air yang pas dengan mortar sebelum digunakan. Pastinya jauh lebih mudah mencampur 2 komponen daripada 3 komponen.

Selain itu, kualitas dinding satu dengan yang lain pun akan setara karena tak ada yang mengalami kelebihan atau kekurangan campuran pasir.

  1. Pengerjaan lebih cepat

Mortar memiliki waktu kering lebih cepat daripada semen konvensional. Jadi, waktu penyelesaian rumah pun bisa lebih cepat. Apalagi, pekerja bangunan tak perlu menghabiskan waktu lama untuk mencampur semen, pasir, dan air. Dengan mortar, pekerja bangunan akan lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya.

  1. Lebih hemat biaya

Kalau urusan hemat biaya, rasanya kita perlu melakukan sedikit penjabaran. Pertama ialah dari penggunaan pasir. Kita selalu dituntut membeli pasir dalam jumlah banyak sekaligus karena terkesan lebih murah dibanding harus membelinya sedikit demi sedikit. Itulah kenapa, saat kita tak melakukan penghitungan dengan cermat, selalu masih ada sisa pasir yang menggunung ketika pekerjaan sudah selesai.

Atau sekalipun kita sudah cermat menghitung penggunaan pasir, nyatanya saat di lapangan pasir yang dipesan tetap kurang dan harus ditambah. Hal itu biasanya terjadi karena kemampuan pekerja bangunan yang satu dengan yang saat menakar pasir yang akan dicampur berbeda.

Karena itulah, dengan menggunakan mortar maka kita sudah tak perlu pusing soal penghitungan pemesanan pasir. Bisa terbayang seberapa hematnya, kan?

Hemat lain yang ditawarkan tentu saja dari waktu pengerjaan. Dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat, otomatis biaya untuk upah pekerja pun dapat ditekan. Atau proses penjualan unit properti akan lebih cepat karena bisa selesai dalam waktu singkat. Bahkan, nilai jual properti juga bisa lebih tinggi karena kualitas dinding yang lebih baik dibanding semen konvensional.

Keempat poin inilah yang membuat mortar punya nilai jual lebih tinggi dibanding semen konvensional. Jadi, tidak heran kalau ke depan akan semakin banyak yang menggunakan mortar dibandingkan semen konvensional.

Sumber: mortarindonesia.com

R&R Public Relations Sabet Penghargaan PR Agency of the Year 2018

0

Berempat.com – Rika dan Rekan (R&R) Public Relations berhasil menyabet penghargaan dari PR Program of the Year 2018 untuk kategori PR Agency of the Year 2018. PR Program of the Year sendiri merupakan ajang penghargaan yang diinisiasi oleh Majalah Mix MarComm.

Atas penghargaan tersebut, Founder R&R Public Relations Rika Mayasari mengungkapkan rasa syukur atas dipercayanya R&R Public Relations untuk meraih penghargaan tersebut. Pasalnya, dengan penghargaan ini R&R Public Relations yang merupakan perusahaan konsultan lokal mampu menjadi terdepan mengungguli perusahaan konsultan multinasional.

“Penghargaan dari Mix ini bukan cita-cita, namun pemacu R&R untuk senantiasa berkiprah. Terima kasih kami kepada para pewarta–yang telah merekomendasikan R&R menjadi PR agency terbaik. Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus berupaya menjadikan kerja kami semata untuk mencari Ridho-Nya,” Tutur Rika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/11).

Namun, perlu diketahui bahwa penghargaan PR Program of the Year ini bukanlah yang pertama diraih oleh R&R Public Relations. Sebelumnya, perusahaan konsultan yang sudah 18 tahun berdiri ini sudah meraih penghargaan serupa. Pada 2010, R&R Public Relations berhasil meraih dua penghargaan sekaligus untuk katgeori “The Most Effective PR Agency” dan “The Most Value for Money PR Agency”.

Selain itu, aktivitas public relations yang R&R Public Relations garap bersama klien juga mendapatkan apreasiasi, antara lain:

  • Samsung Electronics Indonesia berhasil meraih “The Best Marketing PR Program 2018” untuk kegiatan kehumasaan peluncuran ‘Samsung Galaxy S9 dan S9+’
  • Penghargaan “Indonesia PR of The Year: Creative PR Program Category” untuk kampanye ‘NIVEA PS I LOVE MAMA’ pada 2016
  • Tahun 2013, Pepsodent mendapatkan apresiasi sebagai “The Best Indonesia Brand Activation for Kids 2013” pada ‘Kampanye Sikat Gigi Sebelum Tidur di School Progam’
  • Pada tahun 2012, kegiatan milik Anlene yakni ‘Anlene untuk Kesehatan Tulang’ meraih “The Best PR Strategy for Social Campaign & Social Program”
  • “PR Bronze” untuk kampanye ‘Pond’s Vi A Dios’ pada 2010

Menurut Rika, eksistensi R&R Public Relations selama hampir dua dekade di industri public relations telah menghasilkan beragam portofolio klien, baik lokal maupun global. Memasuki era industri 4.0, dengan maraknya penggunaan teknologi otomasi, pertukaran data, dan kecerdasan buatan menjadi tantangan tersendiri bagi para praktisi public relations.

“Profesi public relations kini dituntut untuk lebih cepat beradaptasi, sigap dan semakin kompeten dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholders,” tutup Rika.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Mix MarComm Swa Media Group Lis Hendriani mengklaim bahwa penghargaan PR of the Year 2018 dipilih berdasarkan pilihan jurnalis Indonesia. Mix MarComm melakukan survei kepada lebih dari 50 jurnalis dari berbagai media. Adapun alasan banyak yang memilih R&R Public Relations lantaran mampunya perusahaan tersebut menjalin hubungan baik dengan para jurnalis.

“Hubungan profesional ini diartikan sebagai dapat menjembatani kepentingan para jurnalis dengan narasumber utama dalam mendapatkan berita, dan atau dapat membantu para jurnalis untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari narasumber utama ketika mereka membutuhkan,” ungkap Lis.

SilverPush Perkenalkan Mirrors, Teknologi Penginderaan Berbasis AI

0

Berempat.com – SilverPush telah mengumumkan peluncuran Mirrors, sebuah teknologi penginderaan konteks berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bagi perusahaan. Fungsinya ialah untuk mengidentifikasi logo merek, wajah, emosi, maupun objek dalam sebuah video.

SilverPush, mengembangkan Mirror sebagai respons terhadap masalah industri penempatan iklan acak dalam video. Dengan teknologi pendeteksiannya yang kuat, Mirrors berfungsi sebagai perangkat penting yang membantu kontekstualisasi penempatan iklan. Untuk mengilustrasikan, Mirrors menggunakan AI untuk mengidentifikasi objek dan orang-orang dalam konten video dan membantu penyebaran iklan yang terkait dengan apa yang sedang ditampilkan di layar.

Ini memastikan bahwa hanya iklan yang relevan yang akan tampil bersama konten yang diminati pengguna. Secara bersamaan, ini membantu pengiklan menargetkan pesan mereka secara lebih strategis sambil juga meningkatkan pengalaman pengguna selama konsumsi video.

Chief Revenue Officer SilverPush Mr. Kartik Mehta mengungkapkan, Mirrors adalah puncak dari penelitian bertahun-tahun untuk memahami bagaimana pengguna dapat terlibat dengan merek ketika menonton konten video secara online.

“Dengan Mirrors, kami menciptakan kemungkinan kontekstual tanpa akhir dan mengeksplorasi setiap jalan yang mungkin untuk meningkatkan pengalaman pengguna bagi konsumen; sambil membantu merek-merek mapan dan berkembang yang beroperasi di APAC menargetkan pesan-pesan mereka dengan lebih efektif,” terang Kartik dalam rilisnya, Selasa (20/11).

Teknologi Mirror SilverPush hadir pada saat selera konsumen terus meningkat untuk menonton apa yang diinginkan dan kegiatan multiscreen yang dapat mengganggu pasar TV global. Pertumbuhan ini terutama terjadi di Asia-Pasifik, di mana menurut data analitik pemasaran dataxu TV berbayar dan video over-the-top (OTT) akan bernilai $77,4 miliar pada 2021.

Mengacu pada Mirrors sebagai potensi untuk menjadi ‘mesin telusur’ dari video online, Kartik menjelaskan bahwa teknologi platform—selagi menjadi solusi B2B untuk saat ini—juga dapat berpotensi menghidupi interaksi konsumen.

“Bayangkan, menonton video dari sebuah lagu romantis yang menampilkan Emma Stone berpegangan tangan dengan seorang laki-laki di malam hari. Mirrors dapat dengan cepat melalui semua video yang diindeks untuk mengidentifikasi momen ini dan merekomendasikan La La Land kepada pemirsa sebagai balasannya,” papar Kartik.

Sebagai informasi, SilverPush baru-baru ini didaulat sebagai Best Cross Platform di ajang The Drum Digital Trading Awards APAC 2018 untuk kampanye mereka bersama Unilever di Filipina. Mereka juga memenangkan Smarties Bronze di penghargaan MMA APAC untuk pekerjaan bersama Coca-Cola.

Ekonomi Digital Asia Tenggara di Tahun 2018 Bernilai Rp 1 Triliun

0

Berempat.com – Google dan Temasek telah merilis laporan terbaru yang berkaitan dengan ekonomi internet atau digital di kawasan Asia Tenggara pada 2018. Tahun ini, ekonomi digital di Asia Tenggara tercatat mencapai 72 miliar dolar atau setara Rp 1.048 triliun. Dalam temuannya, Google dan Temasek pun memprediksi pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara akan terus menikmat.

Dalam laporannya yang dikutip pada Selasa (20/11), nilai ekonomi digital Asia Tenggara pada 2025 akan mencapai 240 miliar dolar. Prediksi tersebut lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya pada 2016 dan 2017 sebesar 200 miliar dolar.

Google dan Temasek merevisi prediksi nilai ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara ini karena ternyata kawasan ini tak perlu waktu lama untuk mencapai prediksi tahun 2016 dan 2017.

“Dengan delapan tahun masih tersisa, Asia Tenggara sudah lebih sepertiga jalan menuju target,” ujar Wakil Presiden Google kawasan Asia Tenggara dan India, Rajan Anandan.

Menurut Rajan, perusahaan teknologi Asia Tenggara telah berhasil mengumpulkan setengah dari nilai yang diproyeksikan sebelumnya.

Google dan Temasek pun melihat bahwa bukan hal yang aneh mengetahui begitu cepatnya ekonomi digital di Asia Tenggara tumbuh pada 2018. Pasalnya, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini memiliki landasan yang kuat untuk pertumbuhan digital yang cepat.

Selain itu, dalam temuannya Google dan Temasek menyebut bahwa sektor internet Asia Tenggara telah menghasilkan nilai yang melampaui produk domestik bruto (PDB) di lebih dari 100 negara di dunia hanya dalam tiga tahun.

Kemudian, pasar e-Commerce Asia Tenggara juga diperkirakan naik mencapai 102 miliar dolar pada tahun 2025. Google dan Temasek pun mencatat 3 besar perusahaan e-Commerce yang lahir di kawasan Asia Tenggara, yakni Lazada, Shopee, dan Tokopedia.

Kemudian, ada juga catatan bahwa Go-Jek dan Grab menjadi pemicu tumbuhnya layanan baru dalam transportasi online seperti pengiriman makanan yang punya nilai industri mencapai 2 miliar dolar di tahun ini.

Google dan Temasek juga menemukan bahwa kepercayaan investor meningkat menjadi 9,1 miliar dolar pada paruh pertama tahun 2018. Angka tersebut hampir menyentuh kepercayaan investor di sepanjang tahun 2017 yang tercatat 9,4 miliar dolar. Selain itu, kepercayaan investor juga meluas ke startup yang lebih kecil. Investasi di non-unicorn diketahui tumbuh empat kali di paruh pertama tahun ini.

Seiring dengan naiknya nilai ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara, ditemukan juga bahwa 1,7 juta pekerjaan penuh waktu akan tercipta di sektor ini pada 2025 mendatang.

Berkembang Pesat, Aplikasi JUKIR Hadirkan Teknologi Tarif Parkir Progresif

0

Berempat.com – Aplikasi JUKIR diketahui terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Aplikasi parkir dari PT Nusantara Digital Investama tersebut telah memiliki lebih dari 1.000 mitra yang tersebar di ruas jalan Ibu Kota. Memulai uji coba Penyelenggaraan Parkir Dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Parkir Dalam Jaringan pada Mei 2018, saat ini JUKIR telah menghadirkan teknologi tarif parkir progresif di bahu jalan.

Terkait tarif parkir yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yaitu Kendaraan Roda Dua sebesar Rp 2.000/jam, Roda Empat sebesar Rp 5.000/jam, dan lebih dari roda empat sebesar Rp 8.000/jam. Kecuali di Jakarta Timur, tarif ini berlaku hampir di seluruh ruas jalan yang menjadi mitra JUKIR.

Dengan adanya sistem progresif pada aplikasi JUKIR ini diharapkan dapat sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta, yang ingin agar pengguna jalan dapat mengantisipasi durasi saat parkir di bahu jalan. Dengan demikian ruas jalan tak akan mengalami kemacetan.

Founder dan CEO JUKIR Budi Hartono mengungkapkan, ke depannya JUKIR akan melengkapi fitur pembayaran cashless khusus untuk parkir di bahu jalan. Selain itu, ia pun berharap keberadaan aplikasi JUKIR ini dapat membantu meningkatkan pendapatan Pemprov DKI Jakarta dari segi parkir bahu jalan.

“Saya berharap dengan adanya sistem progresif ini, pendapatan juru parkir dan juga pemerintah dapat terus meningkat di sektor parkir,” ungkap Budi.

Sebagai informasi, PT Nusantara Digital Investama telah menjalin kerja sama dengan Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Ibukota Jakarta dalam rangka Uji Coba Penyelenggaraan Parkir Dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Parkir Dalam Jaringan sejak Mei 2018 lalu.

Target Indosat Ooredoo Kejar 3.000 Titik Pemerataan Jaringan 4G

0

Berempat.com – Provider Indosat Ooredoo memiliki target yang sedang dikejar sampai akhir tahun ini, yaitu memeratakan jaringan 4G di seluruh wilayah operasional di Indonesia. Saat ini Indosat Ooredoo masih memiliki 3.000 titik yang belum tersentuh oleh jaringan 4G.

“Sekarang sisa sekitar 3.000 titik yang belum 4G, tahun ini selesai semua,” ujar Group Head Regional Marketing Gede Krishna Jaya di Jakarta, Senin (20/11).

Menurut Gede, saat ini cakupan jaringan 4G Indosat Ooredo baru 60% dari total wilayah operasional. Dari cakupan tersebut paling banyak berada di Jawa. Yang terbaru, Indosat Ooredoo telah menyediakan jaringan 4G di Lampung dan Kalimantan Selatan. Bahkan, dalam waktu dekat akan sampai ke Sumatera Utara.

“Memang agak terlambat untuk menggelar jaringan 4G di luar Jawa karena masalah infastruktur tulang punggung,” ungkap Gede.

Sampai saat ini Indosat Ooredoo memang masih mengandalkan infrastruktur milik pemerintah agar bisa memberikan pelayanan jaringan 4G untuk wilayah di luar Jawa. Infratsruktu yang dimaksud seperti Palapa Ring.

Menurut Gede, Palapa Ring akan sangat dibutuhkan oleh Indosat Ooredoo agar bisa menyediakan jaringan 4G kepada para pelanggan di wilayah Indonesia Timur. Gede mengklaim pihaknya menargetkan di akhir tahun ini jaringan 4G Indosat sudah masuk ke Papua.

“Mudah-mudahan akhir tahun untuk Papua bisa cover,” harapnya.

Di samping itu, Gede memastikan pihaknya tak akan memutus jaringan 2G dan 3G untuk wilayah yang sudah mendapatkan akses 4G. Pasalnya, menurut Gede, kedua jaringan tersebut masih dibutuhkan oleh pengguna. Sebab, 70% pelanggan Indosat Ooredoo menggunakan ponsel pintar, sedangkan pengguna feature phone hanya 30%.

“Total pelanggan kami masih banyak yang non-smartphone,” tutur Gede.

Meriahkan Natal, Samsung Bakal Luncurkan Galaxy Note9 Pure White

0

Berempat.com – Menjelang Natal, Samsung dikabarkan akan mengeluarkan produk edisi khusus, yaitu Galaxy Note9 Pure White. Taiwan menjadi negara yang dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana seri terbaru Galaxy Note9 tersebut pada 23 November 2018.

Melansir dari GSM Arena, Selasa (20/11), dari segi penampilan produk ini akan sesuai dengan namanya, yakni serba putih. Namun, akan ada sentuhan bingkai alumunium putih dan tambahan S Pen yang juga berwarna putih.

Sebelumnya, Galaxy Note9 sudah hadir dengan beragam warna pilihan, seperti Metallic Copper, Lavender Purple, Ocean Blue, Midnight Black, dan Cloud Silver.

Sementara dari segi harga, Galaxy Note9 Pure White ini menghadirkan dua pilihan, mulai dari 30,900 dolar Taiwan untuk varian 6/128GB dan 6/512GB dijual dengan harga 38.900 dolar Taiwan.

Jam Tangan Mewah Bisa Jadi Pilihan Investasi Menjanikan Lho

0

Berempat.com – Investasi sejatinya tak hanya bisa dilakukan dengan membeli emas atau properti, tapi juga bisa dengan membeli barang-barang mewah. Namun, perlu diingat bahwa tak semua barang mewah bisa menjadi investasi yang menjanjikan.

Co-Founder & Chairman Jagartha Advisors, Ari Adil mengungkapkan bahwa masyarakat perlu cermat dalam memilih barang mahal yang ingin dijadikan sebagai investasi. Ari menyarankan salah satu benda mahal yang bisa menjadi pilihan investasi yaitu jam tangan mewah.

Menurutnya, sejak tahun 2014 tren mengoleksi jam tangan mewah mulai marak di kalangan kelas menengah atas di berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia. Koleksi jam tangan mewah bagi kalangan masyarakat atas kerap dianggap sebagai bagian dari fesyen dan status sosial. Tidak sedikit yang kemudian menyebut koleksi jam tangan dari beragam merk ternama dengan model unik sebagai bentuk investasi.

Namun, Ari menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu cermat dalam memilih jam tangan mewah yang hendak dibeli. Sebab tidak semua jam tangan yang dibeli dengan harga mahal bisa memberikan keuntungan yang tinggi di kemudian hari.

“Mengacu pada tren beberapa tahun ke belakang, produksi jam tangan mewah kian dibatasi secara global. Beberapa faktor seperti perubahan minat konsumen ke jam tangan pintar, situasi politik Tiongkok dengan kebijakan pemberantasan korupsinya menyebabkan penurunan produksi yang signifikan. Namun, ada pula pembatasan produksi model yang sengaja dilakukan untuk membangun nilai eksklusif,” tukas Air dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/11).

Menurut Ari, faktor ketiga bisa menjadi peluang bagi kolektor jam tangan untuk berburu produk yang bisa memiliki nilai tinggi di masa depan. Semakin terbatas produk di pasaran, semakin tinggi pula nilainya di mata para kolektor. Terlebih untuk jam tangan yang dianggap vintage, discontinued, atau dari edisi khusus.

“Ada beberapa model dari brand jam terkenal jumlahnya sangat terbatas di pasaran, sehingga menyebabkan harga di pasar jam tangan second bisa sangat tinggi. Tetapi, jangan sembarang membeli lalu tertipu brand palsu atau model jam yang sebetulnya biasa saja dan tidak memiliki nilai investasi,” terang Ari.

Selain dari sisi kelangkaan, faktor lain yang bisa menentukan apakah jam tangan mewah tersebut bisa menjadi investasi menjanjikan yaitu dapat dilihat dari model, mesin, bahkan nilai emosional dari si pemilik terdahulu.

“Jam tangan yang pernah dimiliki oleh selebriti, public figure atau atlet olahraga terkenal biasanya semakin banyak diburu kolektor dan bisa dibanderol dengan harga jual kembali yang tinggi,” tambahnya.

Ari pun mengingatkan masyarakat agar memandang luxury goods seperti jam mewah sebagai currency atau mata uang yang bisa dilikuidasi kapan saja. Konsep mata uang pada jam tangan mewah dimaksudkan agar investor tidak salah sangka dalam memproyeksikan peningkatan nilai finansial pada koleksinya.

“Jam tangan mewah adalah salah satu barang yang punya monetisasi baik, karena pasarnya di Indonesia sudah terbentuk di kalangan yang juga paham tentang value sebuah barang mewah,” kata Ari.

Sederhananya, terang Ari, ketika kita menyimpan deposito berjangka selama kurun waktu tertentu, maka nilai deposito baru akan bertambah pada saat deposito jatuh tempo. Di sisi lain, apabila kita punya jam tangan mewah yang bisa dijual kembali dengan nilai melebihi harga beli, maka kita tidak perlu menunggu masa ‘jatuh tempo’ untuk mendapatkan keuntungan.

Bicara tentang sisi investasi, Ari juga menyarankan para kolektor untuk memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah. Mengingat jam tangan mewah merupakan barang impor yang harga jualnya di Indonesia menggunakan mata uang rupiah, maka harga jam mewah baru dan bekas menjadi terpengaruh apabila rupiah terdepresiasi maupun terapresiasi.

Ari pun menambahkan, meski masyarakat kelas atas Indonesia sudah sangat familiar dengan kepemilikan luxury goods, tapi jangan sampai menjadikan satu-satunya portofolio untuk tujuan berinvestasi. Pasalnya, menurut Air, risikonya jika barang mahal berada di tangan yang tidak tepat bisa merusak nilainya karena si pemilih tak paham cara merawatnya.

“Sehingga, sangat penting bagi investor untuk mengerti risiko dari kegiatan investasi yang melibatkan barang-barang berharga yang tidak menghasilkan pendapatan tetap. Jika Anda sudah memiliki mindset memiliki jam mewah sebagai currency atau mata uang, maka tidak ada salahnya Anda mengoleksi jam tangan guna mendiversifikasi portofolio investasi Anda,” tutup Ari.

Telkomsel Sosialisasikan Kemudahan Transaksi Lewat SMS Banking dan UMB

0

Berempat.com – Telkomsel terus berinovasi dalam hal memberikan kemudahan bertransaksi kepada pelanggan setianya. Melalui event Mobile Banking Telkomsel Expo 2018, Telkomsel menyosialisasikan kemudahan bertransaksi melalui SMS Banking dan Layanan UMB *141# melalui ponsel pribadi.

Vice President Digital Advertising and Banking Harris Wijaya mengatakan, saat ini Telkomsel sudah bekerja sama dengan lebih dari 80 bank di Indonesia untuk memberikan kemudahan bertransaksi kepada pelanggan setianya.

“Pelanggan dapat bertransaksi dengan mudah dan cepat,” ujar Harris di Bandung, Senin (19/11).

Harris menjelaskan, para nasabah bank yang juga pelanggan Telkomsel dapat mengaktifkan layanan SMS Banking di ponselnya dengan mengunjungi booth bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, BJB, atau pun bank lainnya. Proses akan dibantu di booth masing-masing bank.

Dengan layanan tersebut, Telkomsel berharap pelanggannya dapat terbantu saat akan melakukan pembayaran, seperti transfer antar-rekening, pembayaran tagihan telepon, listrik PDAM, hingga isi pulsa.

Keuntungan lain yang akan didapatkan pelanggan apabila mengaktifkan SMS Banking adalah berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik selama event berlangsung sekaligus mencoba melakukan transaksi. Adapun haniah menariknya yaitu grand prize 2 unit motor PCX hingga hadiah undian harian berupa Smartphone A6 Plus yang akan dibagikan langsung.