Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 835

Outlet Baru dan Penghargaan Dongkrak Laba Ranch Market

0

Kinerja perusahaan ritel PT Supra Boga Lestari Tbk yang lebih dikenal dengan Racnh Market menjunjukkan prestasi gemilang.

Dari laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Public Expose, Jumat (24/05/2019) di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel, perusahaan ini membukukan laba bersih Rp 2,36 triliun. Laba ini meningkat 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Ranch Market, Meshvara Kanjaya mengatakan pendapatan bersih dan laba bersih perusahaan tahun 2018 masing-masing 102,4% dan 124,9% yang mencatatkan kinerja posotif.

Kinerja keuangan yang mempuni ini ditunjang dengan pembukaan 3 gerai Ranch Market di Gedung Arkadia Jakarta dan 2 Farmers Market di Rawamangun, Jakarta dan Kota Harapan Indah Bekasi.

Selain itu, sepanjang 2018, perusahaan ini juga memperoleh dua penghargaan yang meningkatkan performa dan citra perusahaan.

“Kedua penghargaan ini sebagai bukti apresiasi tinggi dari pihak luar atas kinerja dan inovasi yang selama ini kami lakukan,” papar Meshvara.

Dalam RUPS RANC juga membagikan deviden tunai kepada pemegang sahamnya sebanyak 10,9 miliar atau Rp 7 per lembar sahamnya.

Dua Minggu Puasa, Pusat Belanja Ini Sudah Raup Rp.3 Triliun

0

Sudah bukan rahasia, jika momentum puasa dan lebaran menjadi waktu panen bagi perusahaan ritel dan pusat perbelanjaan. Tak terkecuali, PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk.

Perusahaan ritel yang memiliki banyak gerainya di berbagai daerah ini menargetkan nilai penjualan selama puasa dan lebaran tahun ini mencapai Rp 3,2 triliun.

“Target ini naik 14 persen dibandingkan tahun lalu dengan pembagian target sales Mei Rp 2 triluun dan sisanya di bulan Juni,” jelas Suryanto, Direktur Keuangan Ramayana.

Suryanto melanjutkan berdasarkan laporan sales sementara hingga minggu ketiga bulan Mei penjualan sudah mencapai Rp 3 trilun.

“Memang penjualan jelang Idul Fitri jauh lebih besar dibandingkan Natal dan Tahun Baru. Sales lebaran ini berkontribusi 35% dari total target penjualan dalam setahun,” katanya di Jakarta, Jumat (24/05/2019).

Meski mendapat berkah ramadhan, namun penjualan Ramayana pada kuartal pertama 2019 jauh dari harapan dengan tingkat sales hanya tumbuh 1,4% saja. Namun penjualan melompat mulai April dengan kenaikan sales 13 persen.

Sedangkan target penjualan tahun 2019 mencapai Rp.8,9 trilun atau naik 3,7% dari tahun 2018. Adapun target sales pada semester pertama ditargetkan Rp.5,3 triliun.

 

KADIN Sebut Lebaran Dongkrak Pergerakan Ekonomi Nasional

0

Tingginya animo masyarakat berbelanja saat ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri menjadi berkah bagi kalangan pengusaha yang selama ini merasakan penurunan daya beli masyarakat.

Momen pulang kampung yang menjadi tradisi masyarakat urban kembali ke tanah kelahirannya dengan membelanjakan uang baik untuk bingkisan lebaran keluarga di kampung dan berbelanja oleh-oleh di daerah telah ikut membantu menaikkan perekonomian daerah. Dengan demikian distribusi ekonomi kian menybar. Ujungnya ada pergerakan ekonomi secara nasional.

“Lebaran ini bukan momen ritual keaagaaan dan budaya saja, tapi di dalamnya mengandung peristiwa ekonomi yang berdapak positif pada dinamika ekonomi nasipnal,” papar Wakil Ketua KADIN Indonesia, Suryani S Motik di Jakarta, Sabtu (25/05/2019).

Salah satu perputaran uang terbesar jelang lebaran adalah pasar Tanah Abang, Jakarta dimana masyarakat dari seluruh Indonesia berbelanja di pasar terbesar se Asia itu. “Di Tanah Abang itu perputaran uangnya luar biasa besar,” tambah Suryani.

 

APJI Gelar Operasi Pasar Daging Murah di 100 Titik

0

Harga daging sapi yang selalu meroket jelang hari raya Idul Fitri telah diantisipasi Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesi (APJI). Salah salah satu caranya dengan melakukan operasi pasar hingga H-1 lebaran.

“Guna menstabilkan harga daging sapi, kami telah melakukan operasi pasar sejak awal ramdhan di Jakarta dan sekitarnya,” ujar Diana Dewi, Sekjen APJI di Jakarta Jumat (24/05/2019).

Setidaknya ada 100 titik lokasi operasi pasar yang telah digelar APJI di Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor.

Diana menambahkan harga daging sapi dan kerbau beku dijual Rp 70 ribu/kg sedangkan harga normal di pasar Rp 80 ribu/kg.

Sedangkan pada H-1 telah disiapkan harga daging beku di Toko Daging Nusantara di Kranggan Bekasi dengan harga Rp 65 ribu. Hanya saja jumlahnya terbatas karena stok hanya 5 ton saja.

Umumnya konsumsi daging masyarakat Indonsia sekitar 2,5 kg per kapita. Angka ini naik 3 kali lipat jelang lebaran. Karena itu permintaan akan naik pada lebaran kali ini, mengingat daya beli masyarakat naik 10%.

Biaya Logistik Mahal, Harga Komoditas Meroket

0

Sejumlah komoditas pangan di Indonesia sangat rentan akan kenaikan harga pada waktu-waktu tertentu seperti jelang Ramdhan dan Lebaran. Misal saja melambungnya harga bawang putih jelang puasa kemarin atau kenaikan harga cabai, daging sapi, ayam, beras hingga jengkol jelang Idul Fitri esok seolah jadi hal lumrah yang tak bisa dielakkan.

Padahal, menurut Direktur Program Institute for Development of Economic and Financa (INDEF) Eshter Sri Astuti, pemerintah sudah harus dapat mengantisipasi lonjakan harga yang tiap kali terjadi jelang Lebaran.

Pemerintah sudah seharusnya memiliki data valid terkait permintaan dan penawaran pasar terhadap berbagai jenis komoditas sehingga bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaannya, termasuk mengatur jadwal panen.

“Harga cabai, bawang biasanya mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, sedangkan produk komoditas hewani seperti daging sapi, ayam dan telur kenaikkannya 2-5 persen saja,” jelasnya pada sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/05/2019).

Tekait kenaikan harga bawang putih jelang Ramadhan kemarin yang naik dari harga 10-30 ribu/kg menjadi 70-100 ribu/kg disebut Eshter lantaran manajemen logistiknya yang terlambat.

Disamping manajemen logistik hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah adalah biaya logistik yang terbilang tinggi. Tingginya biaya pengantaran dari produsen hingga ke tangan konsumen menjadikan harga komoditas naik tajam. Dengan demikian pemerintah perlu andil menekan biaya logistik ini.

Menurut Eshter, jika dibandingkan Thailand dan Malaysia, biaya logistik Indonesia jauh lebih tinggi. “Biaya logistik kita capai 23%, padahal Thailand dan Malaysia saja 13 dan 14% saja,” pungkasnya.

Menimbang Potensi Real Aset dan Paper Aset

0

Warisan adalah salah satu bentuk harta peninggalan atau yang ditinggalkan orangtua kepada ahli waris baik anak-anak, keluarga maupun orang terdekatnya.

Konsultan Keuangan Senior,  Andri Taufik mengatakan ada dua jenis bentuk warisan yang bisa ditinggalkan baik berupa real aset maupun paper aset. Kedua jenis warisan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

“Real aset seperti rumah atau bangunan lainnya, kalau paper aset bisa berupa asuransi misalnya,” jelasnya pada Berempat.com.

Menurut Andri, real aset memiliki keunggulan harga aset yang cukup baik. Namun demikian, diperlukan dana yang tidak sedikit pula untuk dapat memilikinya.

“Selain itu, ada potensi konflik antar sesama keluarga jika warisan tersebut belum ditentukan siapa penerimanya namun pemberi waris sudah mangkat. Belum lagi ahli waris harus mengeluarkan sejumlah dana mengurus balik nama atas warisan yang ditinggalkannya tersebut,” papar Senior Financial Planner yang bergelar MDRT (Million Dollar Round Table)

Lain halnya dengan papar aset yang memiliki beberapa keunggulan seperti dana yang diperlukan untuk membelinya tidak besar bahkan bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Ahli waris juga tak perlu dibebani dengan pajak dan tanpa harus ribet harus balik nama.

“Papar aset juga mengurangi potensi konflik yang jauh lebih kecil karena ahli waris sudah ditentukan sejak awal. Namun paper aset juga ada kekurangnnya, yakni tidak ada kenaikan harga,” pungkas Andri.

 

Tol Trans Sumatra Siap Digunakan Bagi Pemudik

Bagi masyarakat yang hendak pulang kampung ke Sumatera, kini bisa semakin lancar dan aman menggunakan akses tol Trans Sumatera.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan tol sepanjang 503 km di Sumatra. Namun baru 281 km yang sudah beroperasi sisanya fungsional sepanjang 222 km.

“Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni – Terbanggi Besar 140,4 km, Palembang – Indralaya 21,9 km, Medan – Binjai 13,2 km, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan – Medan – Tanjung Morawa 42,7 km,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Senin (21/05/2019).

Basuki menambahkan terdapat 18 rest area di ruas yang operasiona di Jalan Tol Trans Sumatra, sedangkan Tol fungsional disiapkan Tempat Istirahat Sementara (TIS). Di setiap rest area disediakan 40 mobil toilet dan 40 hidran umum diberbagai rest area jalan tol

Sugiyartanto, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR memastikan bahwa 237 km sedang alam perbaikan jalan di lintas timur sumatera yang menyisakan 60 km. Meski demikian ia yakin jalan tersebut dapat selesai dan bisa digunakan sebelum lebaran.

 

Pengembang Siap Dukung Pemindahan Ibu Kota, Asal Ada Kepastian

0

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke luar pulau Jawa direspons positif pengembang properti tanah air. Salah satunya organisasi properti tertua di tanah air, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) siap mendukung langkah pemerintah tersebut.

Anggota REI selama ini telah mengembangkan 34 kota baru di Jabodetabek, sehingga tak sulit membantu mewujudkan keinginan pemerintah memindahkan ibu kota.

“Anggota REI terbiasa mengembangkan luas areal rata-rata sekitar 60 ribu hectare, sebagian besar menjadi kota-kota baru yang mandiri termasuk menciptakan sentra-sentra pemerataan ekonomi masyarakat. Seperti BSD, Bintaro, Lippo Karawaci dan sebagainya,” ujar Ketua Umum DPP REI, Rabu (22/05/2019)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan diperlukan anggaran sekitar Rp 466 triliun guna pembangunan ibukota baru.  Namun dana yang disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sekitar Rp 30,6 triliun.

Terkait hal tersebut, Eman mengatakn pengembang bisa membantu pemerintah dalam hal pendanaan pembangunan hunian dan komersial di ibukota baru, selama akan ada captive market sebanyak 1,5 juta orang di ibukota baru yang akan membutuhkan rumah, kawasan komersil, hotel, ruang pertemuan, pusat perbelanjaan, sarana hiburan dan rekreasi, serta fasilitas kota lainnya.

Namun demikian, diperlukan perhatian serius pemerintah dalam pengembangan kota baru. Mulai dari kejelasan aspek geografis dimana mencakup perhitungan potensi bencana, dan ketersediaan infrastruktur awal seperti listrik, air, serta akses jalan.

Untuk menciptakan kota baru dibutuhkan regulasi atau payung hukum yang kuat, sehingga pengerjaan proyek memiliki kejelasan hukum.

Terkait dengan investasi, dibutuhkan insentif-insentif bagi swasta yang menjadi pionir dan membiayai sendiri pembangunan kota baru.

 

Yeey…Akhir Pekan Rupiah Menguat

Setelah rupiah melemah sejak awal pekan, hari ini mata uang garuda kembali perkasa. Pada pembukaan perdagangan Jumat (24/05/2019) rupiah menguat di level Rp14.463/USD. Seperti diketahui rupiah sempat menyentuh angka Rp14.525 beberapa hari kemarin.

Penguatan rupiah disinyalir karena semakin tertekannya mata uang dolar dampak dari perang dagang USA-China yang masih menegang.

Sementara itu di awal sesi perdagangan, IHSG berada pada posisi tertinggi.053,64 dan terendah 6.039,93. IHSG diprediksi masih akan positif menembus posisi 6000-6150. Ada 100 saham menguat, 40 saham melemah dan 109 saham stagnan.

Saham yang naik mulai dari sektor konsumsi, infrastruktur dan manufaktur, namun sektor pertambangan belum juga bangkit. Saham yang naik seperti DNAR naik 10,85% ke posisi Rp286/lbr saham, INCF naik 10,24% ke posisi Rp280, NAGA naik 8,7% pada level Rp250. Sedangkan saham yang turun seperti saham TAXI merosot 34,4 persen menjadi Rp59/lbr saham, begitu juga SULI turun 9,86 persen jadi Rp64.

Beberapa rekomendasi saham yang bisa jadi pilihan pekan ini seperti PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Dolar Goyah, Emas Menguat

0

Dampak perang dagang Amerika dan China yang belum juga mereda membuat dolar AS mulai kedoddoran, akibatnya nilai ekuitas global menurun.

Mengutip Router, Jumat (05/05/2019) dampak pelemahan dolar AS berdampak positif pada peningkatan harga emas di pasar spot naik 0,9 persen menjadi USD 1,284.78 per ons.

Melemahnya dolar AS sejak April lalu didukung kleputusan bank sentral AS yang menunda menaikkan suku bunga. Suku bunga lebih rendah ini penyebab mendongkrak harga emas. Selain itu ketidakpastian membantu emas, terutama Brexit.

George Gero, Direktur Pelaksana RBC Wealth Management mengatakan investor melihat gejolak yang terjadi membuat mereka memilih mengalokasikan aset ke emas sebagai tempat berlindung selain dolar

Kenaikan harga emas juga terjadi pada harga emas PT Aneka Tambang Tbk yang naik Rp 4.000 jadi Rp 666 ribu/gram, Jumat (24/05/2019). Kenaikan yang sama juga terjadi untuk harga jual kembali buyback emas naik Rp 4.000 menjadi Rp 591 ribu per gram.

Berikut harga emas di Antam Pulogadung, Jakarta

* Pecahan 0,5 gram Rp 357.500

* Pecahan 1 gram Rp 666.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.281.000

* Pecahan 3 gram Rp 1.900.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.150.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.235.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.480.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.885.000

* Pecahan 100 gram Rp 61.700.000

* Pecahan 250 gram Rp 154.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 307.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 615.600.000.