Biaya Logistik Mahal, Harga Komoditas Meroket

0
341

Sejumlah komoditas pangan di Indonesia sangat rentan akan kenaikan harga pada waktu-waktu tertentu seperti jelang Ramdhan dan Lebaran. Misal saja melambungnya harga bawang putih jelang puasa kemarin atau kenaikan harga cabai, daging sapi, ayam, beras hingga jengkol jelang Idul Fitri esok seolah jadi hal lumrah yang tak bisa dielakkan.

Padahal, menurut Direktur Program Institute for Development of Economic and Financa (INDEF) Eshter Sri Astuti, pemerintah sudah harus dapat mengantisipasi lonjakan harga yang tiap kali terjadi jelang Lebaran.

Pemerintah sudah seharusnya memiliki data valid terkait permintaan dan penawaran pasar terhadap berbagai jenis komoditas sehingga bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaannya, termasuk mengatur jadwal panen.

“Harga cabai, bawang biasanya mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, sedangkan produk komoditas hewani seperti daging sapi, ayam dan telur kenaikkannya 2-5 persen saja,” jelasnya pada sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/05/2019).

Tekait kenaikan harga bawang putih jelang Ramadhan kemarin yang naik dari harga 10-30 ribu/kg menjadi 70-100 ribu/kg disebut Eshter lantaran manajemen logistiknya yang terlambat.

Disamping manajemen logistik hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah adalah biaya logistik yang terbilang tinggi. Tingginya biaya pengantaran dari produsen hingga ke tangan konsumen menjadikan harga komoditas naik tajam. Dengan demikian pemerintah perlu andil menekan biaya logistik ini.

Menurut Eshter, jika dibandingkan Thailand dan Malaysia, biaya logistik Indonesia jauh lebih tinggi. “Biaya logistik kita capai 23%, padahal Thailand dan Malaysia saja 13 dan 14% saja,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.