Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 832

Innalillahi, Ibu Ani Yudhoyono Tutup Usia

0

Innalilahi Wainnalilahi rojiun, kabar duka menyimuti negeri ini. Istri Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yodhoyono dikabarkan menghembuskan nafas terakhir di National Univeraity Hospital (NUH) Singapura, Sabtu (01/06/2019) pukul 10.50 waktu setempat.

Hal ini disampaikan Ketua Konunikasi Partai Demokrat Imelda Sari. “Mohon doanya, Ibu Ani meninggal dunia 11.50,” katanya. Menurutnya seluruh keluarga mendampingi kepergian Ani Yudhoyono.

Seperti diketahui, Ani dikabarkan mengalami kondisi kesehatan yang menurun. Karena itu, Ani harus dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU) NUH Singapura. Setelah sebelumnya menunjukkan kepulihannya dari penyakit kanker darah yang menyerangnya beberapa bulan terakhir.

Mazda Siap Luncurkan Flagship Terbaru di GIIAS

Di bawah manajemen baru, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Mazda meresmikan fasilitas flagship dealer Mazda baru di Jakarta yang menjadi dealer terbesar Mazda di seluruh Indonesia.

Dibangun sejak Februari 2018, flagship dealer ini telah menjalani uji coba operasional sejak 7 Mei 2019 lalu dan akan mulai beroperasi penuh pada bulan Juli mendatang. Dealer ini menjadi dealer keempat Mazda yang berada di bawah naungan Eurokars.

Direktur PT EMI, Roy Armand Arfandy mengatakan mazda Simprug adalah dealer Mazda termodern di Indonesia yang menerapkan standard layanan internasional sesuai dengan arahan Mazda Corporation di Jepang. Identitas ini turut memperkuat citra merek premium yang dimiliki oleh Mazda.

Tidak hanya memperkenalkan flagship dealer terbarunya, Mazda pun berencana menampilkan jajaran model baru dan bisa dibilang sudah menjadi tradisi bagi para pelaku industri otomotif Tanah Air dalam sebuah pameran tahunan seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 (GIIAS) di Juli mendatang.

“Kemungkinan ada satu atau dua model baru lah, tergantung kapan bisa masuk ke Indonesia, di GIIAS saja kami akan pajang satu model baru, yang sudah jelas dan dan sudah dilaunching di Singapura,” imbuhnya.

Roy menambahkan, model baru yang dimaksud atau yang memiliki peluang besar untuk diluncurkan itu adalah All New Mazda 3. Meski begitu Roy tidak mau memberikan bocoran lebih jauh lagi, apakah model sedan atau hatchback-nya kelak diluncurkan di ajang tersebut. Selain itu untuk model baru lainnya Roy juga masih merahasiakan, sebab dirinya belum berani menjamin apakah bisa dilucurkan sesuai dengan waktu yang mereka rencanakan.

“Kenapa saya bilang kemungkinan satu atau dua, karena kan tergantung kami bisa masukin barang ke Indonesianya kapan, karena kita musti ngomong selesai produksi di sana (negara asalnya) bagaimana, schedule shipment-nya bagaimana terus proses sertifikasi atau homologasi, jadi kan perlu waktu,” pungkasnya.

INDEF Sebut Skenario RAPBN 2020 Berbahaya Bagi BUMN

0

Pemerintah menargetkan rasio pajak (tax ratio) mencapai kisaran 11,8 persen – 12,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Target tersebut tak jauh berbeda dengan tahun 2019 sebesar 12,2 persen. Begitu pula dengan rasio pajak pada 2018 sekitar 11,6 persen terhadap PDB. Sebagai informasi, rasio pajak merupakan perbandingan penerimaan pajak terhadap pendapatan nasional atau PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan target tersebut ditentukan demi mengisi pos penerimaan negara, guna menopang kebutuhan belanja negara dan mengakselerasi pertumbuhan serta pembangunan di Indonesia.

Adapun, defisit APBN 2020 ditargetkan sekitar 1,52 persen sampai 1,75 persen dari PDB. Target defisit anggaran itu lebih rendah dibandingkan target tahun ini sekitar 1,84 persen dari PDB.

“Kebijakan fiskal akan diarahkan untuk menstimulasi perekonomian sehingga dapat tumbuh pada level yang cukup tinggi. Maka APBN didorong agar semakin sehat dengan level pendapatan yang semakin optimal,” ucap Sri Mulyani saat penyampaian RAPBN 2020 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (20/5).

Namun Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad menilai dari patokan target tersebut terlihat pemerintah cenderung pesimis terhadap kinerjanya tahun depan. Seharusnya pemerintah bisa mematok lebih tinggi terutama untuk target tax ratio.

Menurutnya target tax ratio tahun 2020 tersebut jauh lebih rendah dari target APBN 2019 yang sebesar 12,22 persen dari PDB.

“Prestasi tertinggi setelah krisis moneter yakni tax ratio sebesar 17,8 persen pada tahun 2008 lalu. Artinya tahun depan pemerintah kurang optimis terhadap penerimaan perpajakan nasional,” kata Tauhid Ahmad dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (23/5).

Dengan target rasio pajak yang mengecil ini, potensi penerimaan negara akan ikut menciut. Padahal di saat yang sama kebutuhan belanja semakin meningkat. Artinya terdapat masalah dalam kinerja di sektor perpajakan yang perlu diperhatikan, baik menyangkut basis data pajak, tingkat kepatuhan hingga kelembagaan perpajakan.

Sementara itu terkait dengan target defisit, memang lebih kecil dari tahun sebelumnya yang sebesar 1,84 persen PDB menjadi 1,52 – 1,75 persen PDB serta primary balance sebesar 0 – 0,23 persen dari PDB.

“Sstrategi ekspansif yang diusulkan pemerintah saat ini tidak terlalu kelihatan dalam hal penguatan daya saing untuk inovasi dan penguatan kualitas SDM. Strategi ekspansif umumnya diarahkan untuk mendorong belanja infrastruktur maupun memfasilitasi UMKM , termasuk mendorong daya beli masyarakat bawah,” jelasnya.

Kemudian untuk asumsi debt ratio di tahun 2020 berpotensi meningkat dari sebelumnya 29,67 persen dari PDB menjadi 29,4 – 30,1 persen dari PDB. Hal ini didasari bahwa kemampuan pajak mengalami pertumbuhan yang lambat, sementara defisit anggaran tetap besar.

Ia menilai meskipun defisit anggaran masih dalam batas aman di bawah 60 persen terhadap PDB, namun perlu kehati-hatian mengingat utang BUMN telah mencapai Rp5.271 triliun pada akhir tahun 2018.

Sementara utang pemerintah hingga Maret 2019 telah mencapai Rp4.567,31 triliun.
“(Jadi) dengan skenario 2020 itu akan sangat berbahaya bagi negara apabila pemerintah mengecilkan target kebijakan fiskalnya, kapasitas fiskal yang semakin terbatas akan menganggu kinerja BUMN dalam jangka panjang,” tambahnya.

Selisih Harga 3 Ribu, Operasi Pasar Kementan Diserbu

0

Kementrian Pertanian kembali melakukan operasi pasar di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta Selatan Jumat (31/05/2019). Operasi pasar ditujukan guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pangan masyarakat di pasar.

Selisih harga yang ditawarkan cukup lumayan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. Meski tak banyak, namun animo masyarakat sangat luar biasa menyambut operasi pasar tersebut. Ini penting terutama untuk kebutuhan lebaran seperti beras, daging sapi dan ayam dan telur.

Sebagai gambaran, dalam operasi pasar ini harga cabai rawit merah dijual Rp10.000/kg, sedangkan harga di Pasar Induk Kramat Jati Rp13.000/kg.

Harga cabai merah keriting Sumedang Rp20.000/kg, bawang merah Brebes Rp22.000/kg, bawang merah batu Rp20.000/kg. Harga ini cukup murah jika dibandingkan dengan, cabai merah keriting Rp24.000/kg, dan bawang merah Rp23.000/kg di Pasar Induk Kramat Jati

Juni-Agustus Boeing 737 MAX Kembali Diizinkan Terbang

Pasca dilarang beroperasi di seluruh negara sejak Maret, pesawat Boeing 737 MAX kembali diziinkan mengudara pada bulan Juli atau Agustus 2019.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan pesawat berbadan jumbo dengan teknologi terkini itu dapat beroperasi kembali secapat akhir Juni.  Sementara itu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi Boeing 737 MAX baru akan kembali mengangkasa pada Agustus, meski demikian keputusan terakhir ada di pihak regulator.

Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal IATA berharap bisa segera mengudara kembali dan masuk ke dalam layanan

Pihak Boeing telah menginformasikan jika Boeing 737 MAX bisa kembali beroperasi pada Juli 2019. Hal ini disampaikan pada perusahaan maskapai murah India SpiceJet, pembeli terbanyak pesawat Boeing 737 MAX. Kembali beroperasinya Boeing 737 MAXi, guna memulihkan kesulitan keuangan karena tidak mengoperasikan pesawat ini dan naiknya biaya bahan bakar

“Kami diinformasikan bisa kembali beroperasi pada Juli atau akhir Juni,” ujar Kiran Koteshwar, kepala keuangan SpiceJet

Pelarangan ini terkait dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang. Kecelakaan pertama dialami maskapai penerbangan Lion Air yang jatuh ke Laut Jawa pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang. Lima bulan kemudian kembali terjadi kecelakaan kedua terjadi di Ethopia yang menewakan 157 orang.

Ditopang Penjualan di Hulu dan Hilir, Laba Bersih Pertamina Masih Turun

0

Sebagai perusahaan minyak pemerintah, PT Pertamina (Persero) seharusnya menjadi perusahaan yang gagah dengan keuntungan yang melimpah. Maklum, sebagai perusahaan satu-satunya milik Negara harusnya keuntungan bisa dimaksimalkan. Namun karena berbagai alasan, Pertamina kerap mengalami kerugian beberapa tahun terakhir.

Termasuk pelaporan laba bersih Pertamina yang sedikit turun dari tahun buku sebelumnya. Pertamina membukukan laba bersih tahun 2018 sebesar USD2,53 miliar, angka ini turun tipis dari tahun 2017 sebesar USD2,54 miliar. Meski demikian, kinerja keuangan tahun 2018 ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Pahala N. Mansury, Direktur Keuangan Pertamina mengatakan perolehan laba bersih tersebut didorong peningkatan penjualan perseroan sebesar USD57,93 miliar dari tahun sebelumnya sebesar USD46 miliar. Selain iitu juga terdapat peningkatan rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) 67,47 per barel.

Penjualan Pertamina ini ditopang oleh bisnis hulu hingga hilir perseroan mulai dari peningkatan produksi minyak dan gas pasca Pertamina menjadi operator Blok Mahakam di tahun 2018. Selain itu juga terjadi peningkaran lifting minyak mentah dan gas naik 36 % dari tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi hilir, terjadi peningkatan penjualan minyak 4,5% pada 2018 menjadi sebesar 86,5 juta kilo liter (kl) serta penjualan gas dan transportasi gas mengalami peningkatan 2% dari tahun 2017.

 

Harga Tiket Tak Masuk Akal, Kemenhub Minta Maskapai Tegur Platform Tiket Online

Tidak masuk akalnya tiket maskapai penerbangan dari satu daerah ke daerah lain hingga harus transit 1-2 kali membuat masyarakat menjerit. Karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta maskapai penerbangan menegur mitra platrom penjualan tiket online.

Hal ini jelas membuat masyarakat gusar melihat bengakaknya harga tiket maskapai penebangan di platform penjualan tiket online. Selain itu, ini juga bisa membuat jumlah penumpang menurun drastis juga bisa mengurangi tingkat kepercayaan konsumen menggunakan maskapai penerbangan pada mudik kali ini. Maklum dengan harga jutaan hingga puluhan juta itu mengharuskan konsumen transit beberapa kali.

“Karena harga pada layar aplikasi online itu tidak masuk akal. Makanya maskapai penerbangan perlu mengingatkan dan menegur mitra mereka. Jika tidak ini dapat merugikan reputasi maskapai penerbangan sendiri,” kata Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

Polana  mengatakan penyebab meroketnya harga tiket yang sempat viral di media sosial berkali lipat dari harga normal lantaran tiket yang dijual di aplikasi tiket online itu bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan, melainkan transit terlebih dulu ke beberapa tempat yang jaraknya cukup jauh.

Medsos Diblokir, Bisnis Online Rugi Rp680 Miliar

0

Berkembnya bisnis online yang diikuti bisnis online berbasis platform merasakan dampak atas pemblokiran sejumlah media sosial selama 3 hari pada 21-23 Mei 2019 kemarin.

Seperti diketahui 66 persen tranaksi jual beli online di platform media sosial seperti Instagram, Facebook maupu WhatsApp. Menurut riset INDEF, pada 2019 diperkirakan nilai transaksi e- commerce US$ 8,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun.

Jadi jika rata-rata transaksi online mencapai 345 miliar per hari maka dari 66 persen pebisnis online yang bertumpu pada media sosial merasakan kerugikan Rp227 miliar/hari atau Rp680 miliar selama 3 hari pemblokiran kemarin.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara hanya meminta maaf atas terhambatnya penjualan bisnis online karena terbatasnya akses ke media sosial.

“Saya mohon maaf, dan turut prihatin,” ujar Rudiantara.

Harga Tiket Meroket, Pertumbuhan Ekonomi Tak Capai Target

0

Meroketnya harga tiket pesawat terbang sejak akhir tahun 2018 sepertinya masih enggan turun. Terlebih saat peak season jelang Lebaran seperti saat ini. Meski telah berbulan-bulan banyak maskapai penerbangan yang sepi penumpang dan sejumlah bandara sepi, tak menyurutkan niat maskapai menurunkan harga tiket yang makin tak terjangkau masyarakat luas.

Tak heran jika sempat viral tagar yang meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mundur. Masyarakat menganggap Menhub tak bisa mengontrol harga tiket pesawat hingga kembali terjangkau masyarakat umum.

Harga tiket pesawat yang mahal dan berkepanjangan akhirnya berdampak nbegatif pada pertumbuhan ekonomi nasional yang tak juga mencapai target yang ditetapkan pemerintah yakni 5,2%. Selama kuartal pertama 2019, ekonomi hanya tumbuh 5,07%,

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) total penumpang penerbangan domestik kuartal I-2019, hanya 18,32 juta orang, turun 17,66% dibanding dari tahun 2018 yang mencapai 22,5 juta. Jumlah itu anjlok 80,02% dari kuartal IV-2018 yakni 23,61 juta penumpang.

Selain transportasi, dampak lain adalah menurunnya jumlah wisatawan di tempat wisata dan menurunkan tingkat okupansi hotel. Pertumbuhan usaha restoran dan hotel minus 1,63% dari kuartal IV-2018. BPS sudah warning transportasi efeknya kemana-mana

Berkinerja Baik, Investor Singapura Tertarik Berinvestasi di Jakarta

0

Sukses memimpin Ibu Kota Jakarta menjadi kota dengan tingkat pertumbuhan diatas pertumbuhan ekonomi Indonesia menarik banyak investor menanamkan investasinya di Jakarta. Dengan pertumbuhan ekonomi diatas 6%, Jakarta layak dipilih sebagai kota investasi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 mencapai Rp.14.837,4 triliun. Sementara itu, PDB mencapai Rp. 2.559,17 triliun, artinya Provinsi DKI Jakarta berkontribusi sebesar 17,2 % terhadap PDB nasional. Tentu ini menjadikan Jakarta memberikan kontribusi terbesar dibanding provinsi lain.

Sementara itu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis realisasi investasi di DKI Jakarta mencapai Rp. 114,2 triliun naik 5,1% dari investasi tahun sebelumnya Rp. 108,6 triliun. Capaian ini yang menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai kota yang layak sebagai pusat investasi di kawasan Asia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengatakan guna memfasilitasi permintaan banyak Negara untuk berinvestasi di Jakarta dilayani melalui Jakarta Investment Centre (JIC).

“JIC hadir guna mensinergikan pembangunan perekonomian antara pemerintah dan investor sehingga memudahkan  berusaha serta peningkatan realisasi investasi di DKI Jakarta”, ujar Benni.

Benni mengatakan, sudah ada pebisnis Singapura yang tergabung dalam Singapore Business Federation (SBF) telah memanfaatkan layanan Jakarta Investment Center (JIC) yang berada di lantai 5, Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta.

“JIC memfasilitasi pebisnis Singapura berinvestasi atau memulai usaha di Jakarta serta mendorong kegiatan Business to Business Matching dengan perusahaan di Jakarta dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor smart cities dan infrastruktur,” paparnya.

Ada 15 proyek potensial yang ditawarkan seperti transit oriented development (TOD) Lebak Bulus; Jakpro Waterfront City milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda); Sentra Primer Tanah Abang milik Perumda Pembangunan Sarana Jaya; Proyek milik PT. Kawasan Berikat Nusantara, seperti Hunian Sarang Bango dan Area Development; Multipurpose Dock, Water Treatment Plan, serta Proyek milik Gunung Kartiko, seperti Data Center, IOT Platform, GPON Office & HRB, Internet Service Provider, Digital Signage, Electronic Road Pricing, Smart Stadium, dan Tower Provider.