Ditopang Penjualan di Hulu dan Hilir, Laba Bersih Pertamina Masih Turun

0
233

Sebagai perusahaan minyak pemerintah, PT Pertamina (Persero) seharusnya menjadi perusahaan yang gagah dengan keuntungan yang melimpah. Maklum, sebagai perusahaan satu-satunya milik Negara harusnya keuntungan bisa dimaksimalkan. Namun karena berbagai alasan, Pertamina kerap mengalami kerugian beberapa tahun terakhir.

Termasuk pelaporan laba bersih Pertamina yang sedikit turun dari tahun buku sebelumnya. Pertamina membukukan laba bersih tahun 2018 sebesar USD2,53 miliar, angka ini turun tipis dari tahun 2017 sebesar USD2,54 miliar. Meski demikian, kinerja keuangan tahun 2018 ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Pahala N. Mansury, Direktur Keuangan Pertamina mengatakan perolehan laba bersih tersebut didorong peningkatan penjualan perseroan sebesar USD57,93 miliar dari tahun sebelumnya sebesar USD46 miliar. Selain iitu juga terdapat peningkatan rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) 67,47 per barel.

Penjualan Pertamina ini ditopang oleh bisnis hulu hingga hilir perseroan mulai dari peningkatan produksi minyak dan gas pasca Pertamina menjadi operator Blok Mahakam di tahun 2018. Selain itu juga terjadi peningkaran lifting minyak mentah dan gas naik 36 % dari tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi hilir, terjadi peningkatan penjualan minyak 4,5% pada 2018 menjadi sebesar 86,5 juta kilo liter (kl) serta penjualan gas dan transportasi gas mengalami peningkatan 2% dari tahun 2017.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.