Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 829

E-Commerce dan Coworking Serap Banyak Space Perkantoran

0

Total penyerapan ruang sewa perkantoran diawal tahun 2019 tetap positif dengan 50% di antaranya dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi dan coworking space sedangkan harga sewa dan tingkat hunian masih berada dalam tekanan.

Di sektor ritel, tingkat permintaan mengalami penurunan dikarenakan tutupnya gerai ritel belanja. Sedangkan tingkat penjualan kondominium saat ini berada di angka 60% dengan pergerakan harga yang masih stagnan.

Menurut Angela Wibawa, Head of Markets JLL mengatakan penyerapan di triwulan pertama hampir menyentuh angka 98,000 m2 di kawasan CBD yang dipengaruhi oleh beroperasinya 3 gedung premium baru yaitu Sequis Tower, Millenium Centennial Center, dan Pakuwon Tower.

Masih aktifnya sektor teknologi, e-commerce dan coworking dalam memperluas jangkauan mereka baik di kawasan CBD dan Non CBD juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan tingginya penyerapan di triwulan ini.

“Total penyerapan dari sektor coworking
di kawasan CBD mencapai 40,000 m2 yang didominasi oleh operator lokal,” katanya.

Sementara itu, pasar ritel pada triwulan pertama tahun ini masih stabil dengan tingkat hunian di 88% meskipun tingkat serapan mengalami penurunan yang disebabkan oleh penutupan gerai ritel belanja di salah satu pusat perbelanjaan.

Penurunan ini diharapkan tidak akan berlangsung lama karena masih aktifnya peritel yang berasal dari sektor fashion dan F&B untuk membuka gerai mereka.

Menurut Vivin Harsanto, Head of Advisory,eskipun aktifitas penjualan kondominium di awal tahun 2019 masih belum menunjukkan peningkatan, namun kami melihat pengembang masih cukup aktif dalam mempersiapkan produk-produk baru.

Hal ini terlihat dari adanya dua kondomium baru kelas menengah keatas di Jakarta  Selatan yang diluncurkan pada triwulan ini.

Saat ini, tidak hanya pengembang swasta lokal maupun dan asing, namun pengembang BUMN mulai turut serta dalam memberikan warna dalam bisnis properti dengan melakukan pengembangan dan optimalisasi aset.

Sektor residensial dan pergudangan masih diminati oleh para investor yang melakukan bisnis properti di Indonesia. Investor asal Jepang, Singapura, dan Australia secara konsisten menunjukkan minat tersebut. Diharapkan realisasi investasi asing dan lokal dapat terus meningkat

Modal Rp 8 Juta Bisa Buka Usaha Chicken

0

Salah satu olahan adaptasi asing yang sukses dan mampu di terima baik masyarakat luas adalah fried chicken. Pasalnya, makanan khas negeri paman sam ini sangat mudah ditemui dimana saja mulai dari kelas restoran berbintang hingga booth kaki lima. Bahkan jumlah pelaku usaha fried chicken kaki lima yang menggunakan booth semakin menggurita, salah satunya Syukron.

Bekerja sebagai marketing di salah satu perusahaan yang memproduksi aneka bumbu seperti fried chicken membuat pria yang karab disapa Syukron tertarik untuk mencoba peruntungannya di dunia usaha. Syukron lantas berencana untuk mengambil salah satu franchise fried chicken ternama, namun karena prosesnya yang cukup lama akhirnya Syukron
membeli franchise ayam goreng lain.
Sejak menggeluti usaha fried chicken Syukron melihat peluang di usaha aneka bumbu fried chicken untuk kelas kaki lima yang tidak tergarap oleh pabrik.

“Pasalnya minimal pembelian ke pabrik itu 200 kg, sedangkan kebutuhan UKM hanya berapa puluhan kilogram dalam sebulan,” ujarnya.

Syukron lantas berinisiatif membeli bumbu fried chicken ke pabrik untuk kemudian dijual eceran ke sesama UKM.

“Selain dapat membantu sesama UKM, saya juga bisa memenuhi target penjualan saya sebagai marketing,” ujarnya.

Meski hasilnya cukup memuaskan, ternyata tidak mudah membagi waktu antara bekerja, berjualan fried chicken dan bumbu ayam dalam waktu bersamaan. Tiga bulan sejak berjualan bumbu, Syukron memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus ke usahanya. Bahkan 3 bulan setelahnya Syukron kembali memutuskan untuk menutup usaha fried chicken dan memilih untuk fokus ke usaha bumbu.

“Saat itu penjualan bumbu saya sudah mencapai 5 ton per bulan, jadi saya memutuskan untuk fokus di usaha bumbu saja,”  ujarnya.

Namun roda nasib memang berputar, setelah setahun penjualan bumbu Syukron terus mengalami penurunan. Agar dapat survive, Syukron kembali melirik usaha fried chicken, namun kali ini Syukron memutuskan untuk menciptakan brand sendiri.

Berbekal pengalamannya, tidak sulit bagi Syukron untuk meracik bumbu fried chicken agar sesuai dengan keinginannya.

“Selain uji coba bumbu sendiri, saya juga dibantu oleh teman saya yang bekerja sebagai research and development pabrik bumbu,” terangnya.

Setelah mendapatkan citarasa yang sesuai dengan keinginannya Syukron lantas menggelontorkan dana sebesar Rp 25 juta yang digunakan untuk sewa ruko, membuat booth, membeli peralatan, dan bahan baku awal untuk mendirikan Ranisa Fried Chicken pada Agustus 2015 di kawasan Otista, Jakarta Timur.

Menurut suami dari Effy Fitriana ini sebenarnya semua fried chicken itu sama, hanya saja ada yang rasanya strong dilidah atau strong setelah dimakan. Nah, menurut Syukron Ranisa Fried Chicken memiliki citarasa rempah-rempah yang strong setelah dimakan pelanggan.

“Banyak pelanggan yang mengatakan rasa Ranisa Fried Chicken mirip dengan KFC,” akunya.

Untuk harga jual Syukron menetapkan harga sebesar Rp 8500/ potong untuk Paha
Atas dan Dada, sedangkan untuk Paha Bawah dan Sayap harganya Rp 7 ribu/potong. Lain itu Ranisa Fried Chicken juga menyajikan Nasi seharga Rp 4 ribu/porsi, Kentang Goreng Rp 5 ribu/porsi, dan S-Tee Rp 3500. Soal ukuran juga tidak kalah besar dengan franchise fried chicken ternama, pasalnya Syukron menggunakan bahan baku ayam seberat 1,1 kg yang di potong menjadi 9 bagian.

Untuk meningkatkan penjualan, Syukron juga membuat menu Paket yang berdiri dari
Nasi, Ayam, dan Minuman yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 13,5 – 14,5
ribu/porsi. Tak heran bila Syukron mengaku mampu menjual hingga 400 potong/hari.

“Biasanya banya pelanggan yang memesan menu paketan untuk acara seperti ulang tahun,” tambah Syukron.

Keinginan untuk melebarkan usaha membuat Syukron tertarik untuk menerapkan kerjasama kemitraan, kebetulan banyak tawaran yang datang untuk menjadi Mitra Ranisa Fried Chicken. Untuk itu Syukron segera mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti membuat SOP (Standard Operating Procedure), serta sedang dalam proses mengurus perizinan seperti Hak Paten, dan SIUP. “Perizinan sudah kita daftarkan, tinggal menunggu surat keputusan saja,” ujarnya.

Ada 2 pilihan paket yang ditawarkan Ranisa Fried Chicken yaitu Paket Hemat sebesar
Rp 8 juta. Dari investasi tersebut calon Mitra akan mendapatkan booth, kompor,
penggorengan, tabung gas, regulator, 2 buah baskom stainless, saringan tepung, saringan minyak, 2 buah capitan, dan bahan baku awal sebanyak 10 ekor ayam dan 15 kg tepung bumbu.

Selain itu ada Paket Premium dengan investasi Rp 17 juta. Mitra yang mengambil
paket ini akan mendapatkan deep fyer, booth stainless, showcase warmer stainless, meja showcase alumunium dengan neon box. Kedua investasi tersebut berlaku untuk kontrak kerjasama selama selama Mitra membeli bahan baku dari Pewaralaba. Selain itu Mitra juga tidak dikenakan royalty fee sehingga keuntungan menjadi milik MItra sepenuhnya.

Guna menyeragamkan rasa, Syukron mewajibkan Mitra membeli semua bahan baku ke pusat seperti ayam marinasi (ayam bumbu) sebesar Rp 39 ribu/ekor isi 9 potong, tepung bumbu seharga Rp 16 ribu/kg (cukup untuk 3 ekor), box Rp 600/pcs, paper bag Rp 300/pcs, saus Rp 11 rb/pack, kertas nasi Rp 15 ribu per 100 lembar, kentang yang telah diberi bumbu Rp 24rb/kg untuk 10 porsi. Syukron menjelaskan tidak ada minimal pembelian, hanya saja semua ongkos kirim ditanggung Mitra.

Bicara soal balik modal, Syukron menargetkan Mitra mampu balik modal dalam 5 bulan. Dengan asumsi Mitra mampu menjual 5-15 ekor per hari maka akan mendapatkan omset sebesar Rp 3,6 – 9,5 juta. Setelah dikurangi biasa sewa tempat dan biaya operasional lainnya maka akan meraup keuntungan bersih sebesar Rp 2-9 juta/bulan.

Menurut Syukron lokasi yang bagus adalah di sekitar perkampungan padat penduduk, perumahan, pinggir jalan kecil, atau di sekitar kontrakan atau kos-kosan.

 

Cek Fakta Seputar Mitos Salah Seputar Konsumsi Susu

0

Hari Susu Sedunia diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum meluruskan berbagai mitos tentang susu. Sebagai salah satu asupan bernutrisi baik,
manfaat susu telah dipercaya dari generasi ke generasi. Meski begitu, ada banyak informasi yang kurang tepat yang menimbulkan kesalahpahaman sehingga enggan minum susu.

Tak salah bila asupan per kapita Indonesia 2017 paling rendah di antara negara-negara ASEAN. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, konsumsi susu di Indonesia 16,5 liter per kapita per tahun dari target 20 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Brunei Darussalam yang mencapai 129,1 liter, Malaysia 50,9 liter, Singapura 46,1 liter per kapita per tahun. Indonesia bahkan kalah dari Vietnam, yang sudah mencapai 20,1 liter susu per kapita per tahun.

“Kebaikan susu sudah dikenal luas oleh masyarakat, tetapi banyaknya mitos membuat banyak orang menghindari minum susu. Padahal, susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik untuk tulang dan gigi. Dalam satu gelas susu atau 250 ml, terdapat 276 mg kalsium. Dalam sehari, orang dewasa membutuhkan 1.000-1.200 mg kalsium per hari,” kata dr.Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes, spesialis gizi klinis, kepada media di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya asupan kalsium memang bisa didapat dari sumber makanan lain seperti
sayuran hijau dan ikan. Namun, susu juga mengandung tiga nutrisi esensial (makronutrisi) yang dibutuhkan tubuh, yakni protein, lemak, dan karbohidrat, selain mikronutrisi seperti vitamin (vitamin A, D, riboflavin, B6, folat, B12) dan mineral (magnesium, fosfor, kalium, dan seng). Lemak dalam susu merupakan asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6, yang dibutuhkan tubuh untuk regenerasi sel.

Dengan ragam manfaat baik susu, dr.Diana menyebut, amat sangat disayangkan jika masyarakat masih mempercayai mitos yang berkembang. Dirinya menggarisbawahi lima mitos salah tentang susu.

Pertama, susu hanya untuk bayi.Faktanya, orang dewasa pun membutuhkan susu. untuk memenuhi kebutuhan kalsium sebanyak 1.000-1.200 mg setiap hari.

Kedua, susu hanya baik untuk tulang. Faktanya, dari penelitian Journal of American College of Nutrition (2009), konsumsi susu disertai diet rendah garam justru bisa membantu menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Ketiga, susu bikin gemuk. Faktanya,dalam International Journal of Obesity (2004), kandungan kalsium dan protein susu justru dapat membantu menurunkan berat badan pada orang dewasa yang terkena obesitas asalkan dikonsumsi sesuai kebutuhan normal.

Keempat, susu penyebab diare. Faktanya, sebuah penelitian metaanalisis dari 21 penelitian yang dipublikasikan Journal of Nutrition (2006) yang membandingkan efek susu dengan placebo pada individu tanpa gangguan pencernaan menghasilkan bukti bahwa laktosa dalam susu bukan penyebab diare.

Kelima, hanya susu tertentu yang baik untuk tubuh. Faktanya, dalam Nutrition Research 2014 disebutkan konsumsi susu full cream dengan pengaturan kalori yang
tepat dapat membantu mengontrol berat badan.

Lebaran 2019, Jumlah Pemudik Berkurang 1 Juta

0

Lancarnya lalu lintas selama mudik Lebaran tahun 2019 ini menurut data sementara Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI) Kementerian Perhubungan terjadi penurunan jumlah pemudik.

Penurunan terjadi baik moda transportasi udara, bus, laut, kereta api hingga kendaraan pribadi hingga 1 juta orang.

Jumlah pemudik dari H-7 hingga H-1 data SIASATI menyebut terdapat 7.074.406 orang. Sedangkan di tahun 2018 pada periode yang sama angkanya 8.023.507 orang.

Penurunan paling drastis terjadi pada angkutan udara seperti pada H-2 turun 27,54 persen dan H-1 turun 37,23 persen dari 277.108 penumpang menjadi 173.952 penumpang.

Jasa Marga mencatat bahwa hingga H-1 lebaran kemarin, tercatat ada 1.216.859 kendaraan yang meninggalkan Jakarta.

Merasakan Authentic Teppanyaki Dan Japanese Whisky Di Fujin

0

“I rrashaimaseeee!” itu adalah sebuah kalimat yang Anda akan dengar ketika para seluruh crew restoran menyambut tamu yang memasuki Fujin restoran. Fujin merupakan sebuah restoran Jepang
yang terletak di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dibawah naungan Biko Group yang merupakan sekelompok anak muda yang memiliki bisnis restoran dengan menawarkan konsep teppanyaki dan sake untuk para masyarakat Jakarta, tidak hanya itu bisa dibilang restoran ini memiliki koleksi wiski Jepang terlengkap di Jakarta.

Kenikmatan makan gaya teppanyaki adalah bahwa para tamu dapat menyaksikan koki beraksi dengan panggangan. Fujin mempertahankan konsepnya. Koki teppanyaki akan memamerkan keahliannya di tengah ruang makan dengan para tamu yang duduk di sekitarnya. Namun, Fujin memodifikasi penyajian menu salmon dengan meletakkan salmon di atas platting sebelum dipanggang.

“Konsep yang kita kedepankan adalah sebuah restoran Jepang yang authentik, dari cara memasak makanan, penyajian, hingga tata letak ruangan yang serupa dengan restoran kebanyakan di Jepang.
Selain itu, saya pikir koleksi wiski Jepang kami adalah yang paling lengkap di Jakarta,” kata Banny Parasutha,
Manajer Fujin.

Minuman terlaris di Fujin adalah Hibki and Taketsuru. Ini juga menawarkan berbagai mocktail a la Fujin. Selain itu patut dicoba Mojito Ringo yang mengandung mojito sebagai bahan utama,
markisa, apel, lemon, daun mint, dan soda.

Restoran, yang dapat menampung hingga 90 orang juga penuh dengan dekorasi khas Jepang. Bahkan para juru masak berkomunikasi satu sama lain dalam bahasa Jepang: “Haik, haik”.

Ketika saya mengunjungi restoran, saya mencoba menu yang menjadi rekomendasi yaitu Chicken Nanban Don dan Gyutanshio Stamina Donburi. Menu pertama adalah sebuah hidangan ayam manis
yang disajikan dengan saus tartar Jepang. Renyah di luar tetapi lembut dan berair di dalam. Berikutnya,
Gyutanshio Stamina Donburi adalah lidah sapi yang di panggan dengan pemanggan tepan yang authentik disajikan dengan kimchi dan juga telur ontama atau biasa dikenal Onsen tamago.

Pertama kali mencicipi hidangan tersebut, saya sungguh menikmati sajian menu yang dihidangkan oleh Fujin. Memang saya bisa dibilang pecinta hidangan asal Jepang namun dari berbagai restoran Jepang di Jakarta saya belum pernah merasak suasana dan menu makanan sebaik yang ada di Fujin. Namun satu hal yang mengganjal ketika saya berkunjung kesana adalah ruang gerak yang sedikit
sempit ketika berada di salam restoran.

Lebih Tinggi dari 2018, Inflasi Lebaran Ini Tak Terkendali?

0

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo mengatakan bsrdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) sampai minggu ke-5 bulan Mei 2019 terjadi inflasi mencapai 0,47 mtm (month to month).  Sementara itu, secara nasional inflasi tahunan mencapai 3,1%.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution memprediksi inflasi pada lebaran tahun ini berada di angka sekitar 0,5-0,6%.

“Ya sekitar itu, jika meleset akan ada di atasnya sedikit,” ujar Darmin di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta.

Angka ini jauh lebih besar dari angka inflasi Lebaran 2018 dimana survey Bank Indonesia mengatakan inflasi lebih rendah dan terkendali di angka 0,22%.

Ditinggal Mudik, Penumpang MRT Anjlok

0

Masa mudik Lebaran membuat sejumlah jalanan Ibu Kota lengang. Banyaknya warga pendatang Jakarta yang mudik ke kampung halaman juga dirasakan oleh moda transportasi massal MRT (Moda Raya Terpadu).

Menurut Muhamad Kamaluddin, Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta penurunan terjadi selama libur Lebaran. Ia mwngatakan jika biasanya MRT malayani 89 ribu penumpang tiap harinya lain halnya saat libur Lebaran.

Menurutnya jumlah penumpang anjlok sejak 3 Juni 2019 dengan jumlah penumpang 62 ribu, lalu turun ke angka 58 ribu dan 48 ribu pada hari raya Lebaran 5 Juni 2019.

Berkurangnya jumlah penumpang membuat PT MRT Jakarta mengurangi jumlah keberangkatan dari 285 pejalanan menjadi hanya 219 perjalanan.

Meski demikian ia memastikan tak mengurangi waktu operasional dari 05.00 WIB hingga 24.00 WIB hanya saja waktu tunggu yang lebih lama dari 5 menit menjadi 10 menit.

Tiket Pesawat Mahal, Pertumbuhan Ekonomi Jeblok

Menko Perekonomian, Darmin Nasution akhirnya angkat bicara terkait mahalnya tiket pesawat. Menurutnya mahalnya tiket pesawat berimbas pada menurunnya jumlah penumpang serta membuat industri pariwisata dan bisnis hotel ikut terdampak.

Seperti diketahui tiket pesawat sudah meroket sejak November 2018 dan sempat viral, karena masyarakat menjerit dan bandara pun sepi. Bahkan banyak masyarakat memilih terbang dengan maskapai asing (Air Asia) transit di Singapura atau Malaysia demi tiket yang jauh lebih murah dari maskapai domestik.

Lebih jauh Darmin mengatakan jika sektor riil terganggu, maka berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengeluhkan salah satu dampaknya tak tercapainya target pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun 2019.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang seharusnya bisa mencapai 5,1-5,2% namun nyatanya anjlok ke angka 5,07% saja. Angka ini jauh dibawah pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta tahun 2018 yang mencapai 6,2%.

Darmin pun tak setuju dengan solusi mengatasi tiket mahal dengan mengundang maskapai asing. Menurutnya hal tersebut justru akan membuat maskapai dalam negeri (Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group) babak belur.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Presiden Jokowi memberi solusi jitu menurunkan harga tiket pesawat dengan mengundang maskapai asing masuk ke dalam negeri. Undangan ini pun direspons banyak maskapai asing asal China yang siap mengarap rute-rute domestik.

Padahal maskapai China pun kalah saing di negerinya sendiri lantaran gempuran maskapai asing yang diizinkan beroperasi di China.

Kenali dan Waspadai Herpes Genital

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2018 menyatakan sebanyak 417 juta orang di dunia menderita herpes genital. Namun, pengetahuan masyarakat di seluruh dunia tentang penyakit ini, termasuk di Indonesia, masih sangat kurang.

Herpes genital memang jarang menyebabkan kematian, tetapi penyakit ini bersifat
kronis, dapat bertahan selama bertahun-tahun atau seumur hidup, menular melalui
kontak seksual dan dapat mengenai pria maupun wanita. Walaupun pengobatan
supresi dapat membantu, jika sudah terkena, virus akan tetap berada dalam tubuh, alias tidak dapat diobati secara permanen.

“Masih banyak yang salah membedakan antara herpes zoster dan herpes genital.
Herpes zoster merupakan reaktivasi virus cacar air, sedangkan herpes genital adalah infeksi menular seksual (IMS) yang diakibatkan Herpes Simplex Virus (HSV) tipe 1 dan 2. Tipe 1 biasanya ditularkan melalui oral ke oral, sedangkan tipe 2 melalui aktivitas seksual,” tutur Dr. dr. Wresti Indriatmi, Sp.KK(K), M.Epid, kepada media di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya saat pertama kali terkena herpes genital, tubuh menunjukkan
gejala seperti sariawan atau lesi bernanah. Dalam lesi inisial nonprimer, tubuh sudah terlebih dahulu membentuk antibodi sehingga virus tidak menunjukkan gejala. Dalam episode kambuhan, virus yang sudah ada dalam tubuh, menunjukkan gejalanya saat
antibodi menurun.

“Di RS Cipto Mangunkusumo, penderita herpes genital di rentang usia dewasa muda, antara 20 hingga 40 tahun. Pasien termuda 16 tahun, tertua 64 tahun. Persentase pasien pada 2016 sebanyak 2,95% terdiri atas 4 pria, 8 wanita; pada 2017 sebanyak 3,37% terdiri 6 pria, 6 wanita; pada 2018 sebanyak 3,77% terdiri atas 7 pria, 8 wanita. Dari kasus tersebut, 60% kasus herpes atypic, yakni tidak menunjukkan gejala khas
dan untuk mendeteksinya dibutuhkan pemeriksaan lab HSV dan PCR; 20%
asymptomatik atau yang tidak langsung menunjukkan gejala; sisanya jenis typical atau yang sudah parah,” ungkap dr. Wresti.

Virus herpes genital tidak dapat diobati secara permanen, jika sudah terkena akan
tetap ada di dalam tubuh. Obat-obatan hanya untuk mengurangi kekambuhan penyakit ini.

“Herpes genital bersifat periodik, kemunculannya bergantung daya tahan tubuh pasien. Bagi pasien dewasa, herpes genital tidak berbahaya ataupun menyebabkan kematian, tetapi bagi ibu hamil yang baru saja terkena virus HSV akan sangat berbahaya bagi bayinya.” pungkasnya.

ACP Gandeng Yusuf Mansur Bangun Hunian “Pelarian” Mewah di Sentul

0

Ustadz Yusuf Mansur digandeng anak perusahaan PT Adhi Karya yakni, PT Adhi Commuter Properti untuk membangun hunian mewah di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat.

Dengan nilai investasi Rp 1,5 triliun kongsi ini akan membangun apartemen 5 tower dengan 2500 unit di atas lahan seluas 4,5 hektar. Pembangunan ini akan dimulai tahun 2020 dan diremcanakan rampung dalam waktu 3 tahun.

Menurut Amrozi Hamidi, Dirut ACP, jika biasanya ACP menyasar segemen menengah, kali ini akan membidik pasar kelas atas.

Dengan mwngusung konsep sebuah tempat “pelarian” dari kondisi kota yang padat, macet, cepat, ACP menghadirkan suasana releks, tenang, nyaman dan hijau yang dapat memberikan semangat baru bagi penghuni.

Berbagai macam fasilitas disiapkan mulai dari masjid yang dilengkapi aula, pusat kebugaran, hingga memberikan kenyamanan dengan memisahkan area privat dan publik. Diharapkan hunian ini bisa menjadi Ubud-nya Sentul.

Yusuf Mansur merasa bersyukur diajak bekerjasama dalam bisnis properti yang masih baru baginya. Ia berharap ACP bisa terus mengembangkan bisnis propertinya.