E-Commerce dan Coworking Serap Banyak Space Perkantoran

0
382

Total penyerapan ruang sewa perkantoran diawal tahun 2019 tetap positif dengan 50% di antaranya dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi dan coworking space sedangkan harga sewa dan tingkat hunian masih berada dalam tekanan.

Di sektor ritel, tingkat permintaan mengalami penurunan dikarenakan tutupnya gerai ritel belanja. Sedangkan tingkat penjualan kondominium saat ini berada di angka 60% dengan pergerakan harga yang masih stagnan.

Menurut Angela Wibawa, Head of Markets JLL mengatakan penyerapan di triwulan pertama hampir menyentuh angka 98,000 m2 di kawasan CBD yang dipengaruhi oleh beroperasinya 3 gedung premium baru yaitu Sequis Tower, Millenium Centennial Center, dan Pakuwon Tower.

Masih aktifnya sektor teknologi, e-commerce dan coworking dalam memperluas jangkauan mereka baik di kawasan CBD dan Non CBD juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan tingginya penyerapan di triwulan ini.

“Total penyerapan dari sektor coworking
di kawasan CBD mencapai 40,000 m2 yang didominasi oleh operator lokal,” katanya.

Sementara itu, pasar ritel pada triwulan pertama tahun ini masih stabil dengan tingkat hunian di 88% meskipun tingkat serapan mengalami penurunan yang disebabkan oleh penutupan gerai ritel belanja di salah satu pusat perbelanjaan.

Penurunan ini diharapkan tidak akan berlangsung lama karena masih aktifnya peritel yang berasal dari sektor fashion dan F&B untuk membuka gerai mereka.

Menurut Vivin Harsanto, Head of Advisory,eskipun aktifitas penjualan kondominium di awal tahun 2019 masih belum menunjukkan peningkatan, namun kami melihat pengembang masih cukup aktif dalam mempersiapkan produk-produk baru.

Hal ini terlihat dari adanya dua kondomium baru kelas menengah keatas di Jakarta  Selatan yang diluncurkan pada triwulan ini.

Saat ini, tidak hanya pengembang swasta lokal maupun dan asing, namun pengembang BUMN mulai turut serta dalam memberikan warna dalam bisnis properti dengan melakukan pengembangan dan optimalisasi aset.

Sektor residensial dan pergudangan masih diminati oleh para investor yang melakukan bisnis properti di Indonesia. Investor asal Jepang, Singapura, dan Australia secara konsisten menunjukkan minat tersebut. Diharapkan realisasi investasi asing dan lokal dapat terus meningkat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.