Modal Rp 8 Juta Bisa Buka Usaha Chicken

0
5466

Salah satu olahan adaptasi asing yang sukses dan mampu di terima baik masyarakat luas adalah fried chicken. Pasalnya, makanan khas negeri paman sam ini sangat mudah ditemui dimana saja mulai dari kelas restoran berbintang hingga booth kaki lima. Bahkan jumlah pelaku usaha fried chicken kaki lima yang menggunakan booth semakin menggurita, salah satunya Syukron.

Bekerja sebagai marketing di salah satu perusahaan yang memproduksi aneka bumbu seperti fried chicken membuat pria yang karab disapa Syukron tertarik untuk mencoba peruntungannya di dunia usaha. Syukron lantas berencana untuk mengambil salah satu franchise fried chicken ternama, namun karena prosesnya yang cukup lama akhirnya Syukron
membeli franchise ayam goreng lain.
Sejak menggeluti usaha fried chicken Syukron melihat peluang di usaha aneka bumbu fried chicken untuk kelas kaki lima yang tidak tergarap oleh pabrik.

“Pasalnya minimal pembelian ke pabrik itu 200 kg, sedangkan kebutuhan UKM hanya berapa puluhan kilogram dalam sebulan,” ujarnya.

Syukron lantas berinisiatif membeli bumbu fried chicken ke pabrik untuk kemudian dijual eceran ke sesama UKM.

“Selain dapat membantu sesama UKM, saya juga bisa memenuhi target penjualan saya sebagai marketing,” ujarnya.

Meski hasilnya cukup memuaskan, ternyata tidak mudah membagi waktu antara bekerja, berjualan fried chicken dan bumbu ayam dalam waktu bersamaan. Tiga bulan sejak berjualan bumbu, Syukron memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus ke usahanya. Bahkan 3 bulan setelahnya Syukron kembali memutuskan untuk menutup usaha fried chicken dan memilih untuk fokus ke usaha bumbu.

“Saat itu penjualan bumbu saya sudah mencapai 5 ton per bulan, jadi saya memutuskan untuk fokus di usaha bumbu saja,”  ujarnya.

Namun roda nasib memang berputar, setelah setahun penjualan bumbu Syukron terus mengalami penurunan. Agar dapat survive, Syukron kembali melirik usaha fried chicken, namun kali ini Syukron memutuskan untuk menciptakan brand sendiri.

Berbekal pengalamannya, tidak sulit bagi Syukron untuk meracik bumbu fried chicken agar sesuai dengan keinginannya.

“Selain uji coba bumbu sendiri, saya juga dibantu oleh teman saya yang bekerja sebagai research and development pabrik bumbu,” terangnya.

Setelah mendapatkan citarasa yang sesuai dengan keinginannya Syukron lantas menggelontorkan dana sebesar Rp 25 juta yang digunakan untuk sewa ruko, membuat booth, membeli peralatan, dan bahan baku awal untuk mendirikan Ranisa Fried Chicken pada Agustus 2015 di kawasan Otista, Jakarta Timur.

Menurut suami dari Effy Fitriana ini sebenarnya semua fried chicken itu sama, hanya saja ada yang rasanya strong dilidah atau strong setelah dimakan. Nah, menurut Syukron Ranisa Fried Chicken memiliki citarasa rempah-rempah yang strong setelah dimakan pelanggan.

“Banyak pelanggan yang mengatakan rasa Ranisa Fried Chicken mirip dengan KFC,” akunya.

Untuk harga jual Syukron menetapkan harga sebesar Rp 8500/ potong untuk Paha
Atas dan Dada, sedangkan untuk Paha Bawah dan Sayap harganya Rp 7 ribu/potong. Lain itu Ranisa Fried Chicken juga menyajikan Nasi seharga Rp 4 ribu/porsi, Kentang Goreng Rp 5 ribu/porsi, dan S-Tee Rp 3500. Soal ukuran juga tidak kalah besar dengan franchise fried chicken ternama, pasalnya Syukron menggunakan bahan baku ayam seberat 1,1 kg yang di potong menjadi 9 bagian.

Untuk meningkatkan penjualan, Syukron juga membuat menu Paket yang berdiri dari
Nasi, Ayam, dan Minuman yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 13,5 – 14,5
ribu/porsi. Tak heran bila Syukron mengaku mampu menjual hingga 400 potong/hari.

“Biasanya banya pelanggan yang memesan menu paketan untuk acara seperti ulang tahun,” tambah Syukron.

Keinginan untuk melebarkan usaha membuat Syukron tertarik untuk menerapkan kerjasama kemitraan, kebetulan banyak tawaran yang datang untuk menjadi Mitra Ranisa Fried Chicken. Untuk itu Syukron segera mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti membuat SOP (Standard Operating Procedure), serta sedang dalam proses mengurus perizinan seperti Hak Paten, dan SIUP. “Perizinan sudah kita daftarkan, tinggal menunggu surat keputusan saja,” ujarnya.

Ada 2 pilihan paket yang ditawarkan Ranisa Fried Chicken yaitu Paket Hemat sebesar
Rp 8 juta. Dari investasi tersebut calon Mitra akan mendapatkan booth, kompor,
penggorengan, tabung gas, regulator, 2 buah baskom stainless, saringan tepung, saringan minyak, 2 buah capitan, dan bahan baku awal sebanyak 10 ekor ayam dan 15 kg tepung bumbu.

Selain itu ada Paket Premium dengan investasi Rp 17 juta. Mitra yang mengambil
paket ini akan mendapatkan deep fyer, booth stainless, showcase warmer stainless, meja showcase alumunium dengan neon box. Kedua investasi tersebut berlaku untuk kontrak kerjasama selama selama Mitra membeli bahan baku dari Pewaralaba. Selain itu Mitra juga tidak dikenakan royalty fee sehingga keuntungan menjadi milik MItra sepenuhnya.

Guna menyeragamkan rasa, Syukron mewajibkan Mitra membeli semua bahan baku ke pusat seperti ayam marinasi (ayam bumbu) sebesar Rp 39 ribu/ekor isi 9 potong, tepung bumbu seharga Rp 16 ribu/kg (cukup untuk 3 ekor), box Rp 600/pcs, paper bag Rp 300/pcs, saus Rp 11 rb/pack, kertas nasi Rp 15 ribu per 100 lembar, kentang yang telah diberi bumbu Rp 24rb/kg untuk 10 porsi. Syukron menjelaskan tidak ada minimal pembelian, hanya saja semua ongkos kirim ditanggung Mitra.

Bicara soal balik modal, Syukron menargetkan Mitra mampu balik modal dalam 5 bulan. Dengan asumsi Mitra mampu menjual 5-15 ekor per hari maka akan mendapatkan omset sebesar Rp 3,6 – 9,5 juta. Setelah dikurangi biasa sewa tempat dan biaya operasional lainnya maka akan meraup keuntungan bersih sebesar Rp 2-9 juta/bulan.

Menurut Syukron lokasi yang bagus adalah di sekitar perkampungan padat penduduk, perumahan, pinggir jalan kecil, atau di sekitar kontrakan atau kos-kosan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.