Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 816

Tolak Noda Nempel di Tembok, Avian Brands Gunakan Teknologi Efek Daun Talas

0

Banyak cat tembok yang mengklaim dapat dibersihkan. Tapi yang sebenarnya dibutuhkan adalah cat tembok interior yang dengan sendirinya dapat menolak noda menempel di permukaan cat, sehingga akan jauh lebih mudah dibersihkan.

“Sekali bilas langsung bersih,” demikian kata Direktur Research, Development & Innovations Avian Brands Angelica Tanisia Jozar saat peluncuran cat tembok terbarunya  di Jakarta, Minggu (30/6).

Hal ini didasari dengan meningkatnya permintaan konsumen akan cat yang dapat dengan mudah dibersihkan jika kena noda. Terutama bagi rumah keluarga muda yang masih memiliki anak-anak kecil.

“Sudah saatnya produk premium ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia atas cat dengan kualitas yang lebih baik,” kata Vice President Director Avian Brands Ruslan Tanoko

Karena itu, Perusahaan cat terkemuka di Indonesia ini mengeluarkan produk Cat Tembok Supersilk Anti Noda, sebuah cat tembok interior premium dengan fitur sekali bilas langsung bersih.

“Avian Brands selalu berinovasi untuk senantiasa menghadirkan produk berkualitas. Melalui cat tembok Supersilk anti noda yang dilengkapi dengan fitur sekali bilas langsung bersih, diharapkan masyarakat dapat menggunakan produk premium ini,” kata Ruslan

Cat tembok Supersilk anti noda hadir menjawab tantangan atas kebutuhan cat interior yang mudah dibersihkan. Teknologi “Efek Daun Talas” mampu menjadikan debu/air/kotoran tidak mudah menempel di permukaan tembok dan mudah dibersihkan. Supersilk adalah cat bermutu tinggi dengan hasil permukaan film akhir halus, tidak mengkilap, warna lebih indah dan tahan lama

Adapun keistimewaan cat ini mulai dari menggunakan Stain Guard Technology, telah lolos uji oleh Stain Guard Technology untuk memastikan standar kualitas terbaik, tanpa bau, daya cuci luar biasa,  anti bakteri, tahan terhadap noda, mudah dibersihkan, daya tutup sempurna, warna tahan lama, anti lumut, anti jamur dan tanpa merkuri maupun timbal

Avian Brands saat ini sedang melakukan pembangunan atas gedung pusat penelitian dan pengembangan produk yang diberi nama Avian Innovation Center (AIC) yang ditargetkan tuntas di akhir tahun ini. Dengan dibangunnya AIC, Avian Brands percaya bahwa berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia atas produk cat dapat dipenuhi

 

Melirik Cuan Bisnis Waralaba Apotek dan Depot Obat Herbal

Bagi yang tertarik membuka usaha apotek maupun penjualan obat herbal namun tidak memiliki gambaran tentang usaha ini tidak perlu khawatir. Pasalnya banyak pelaku usaha apotek dan penjualan obat herbal yang menawarkan kerja sama baik dalam bentuk waralaba maupun dalam bentuk investor.

Seperti yang coba ditawarkan Griya Farma menawarkan 2 paket investasi, yaitu Tipe Enterpreneur senilai Rp 375 juta dan Tipe Investor sebesar Rp 450 juta, sudah termasuk franchise fee sebesar Rp 30 juta yang berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang dengan membayar franchise fee kembali. Yang membedakan kedua paket tersebut, Tipe Enterpreneur akan dikelola oleh Terwaralaba sendiri dengan ketentuan 100% profit menjadi hak milik Terwaralaba. Sedangkan Tipe Investor dikelola oleh Pewaralaba (pemilik merek) dengan profit sharing sebesar 50:50 dan untuk paket Tipe Investor ini akan mendapatkan cadangan operasional senilai Rp 50 juta.

Selain kerja sama konvensional seperti yang sudah banyak ditawarkan beberapa pelaku usaha apotek, Apotek Syariah Pratiwi, mencoba menawarkan konsep kerja sama yang berbeda. Usaha apotek yang berkantor pusat di Banda Aceh ini mencoba menawarkan kerja sama dengan konsep syariah. Dalam konsep ini baik pusat maupun Mitra/Terwaralaba akan menikmati keuntungan yang adil.

Menurut Agusnaidi, pemilik, investasi yang ditawarkan dalam kerja sama syariah ini sebesar Rp 200 – 400 juta, sudah termasuk desain interior-eksterior, renovasi, stok obat, perlengkapan sistem informasi komputer (IT), modal kerja untuk 3 bulan pertama, perizinan, training karyawan dan perekrutan apoteker, serta franchise fee sebesar Rp 50 juta untuk masa kerja sama 5 tahun. Jika masa kerja sama berakhir, Mitra bisa membayar kembali biaya franchise fee sebesar Rp 25 juta sebagai biaya perpanjang untuk lima tahun mendatang.

Menguntungkan

Walaupun investasi yang dibutuhkan pelaku usaha bisa dibilang besar, namun karena permintaan akan obat-obatan sangat tinggi maka hal tersebut dapat terbayar dengan keuntungan dan balik modal yang tidak terlalu lama. Seperti, Apotek FiTT yang menargetkan Mitra bisa balik modal dalam waktu sekitar dua tahun.

Dengan keuntungan 10-15% yang didapat per obat untuk obat yang dijual bebas dan 20%-30% untuk obat resep, manajemen Apotek FiTT menargetkan Mitra bisa mendapatkan keuntungan Rp 2,5 juta-Rp 3 juta per hari. “Dengan asumsi tersebut Mitra bisa balik modal dalam waktu yang di tentukan,” jelas Atu Kurnia.

Tidak jauh berbeda dengan Apotek FiTT, pelaku usaha lainnya yaitu Griya Sehati Alami juga menargetkan Mitra bisa mendapatkan keuntungan Rp 10 juta per hari dengan asumsi balik modal dalam waktu sekitar 6 bulan.

Agar mencapai balik modal yang di asumsikan, pengamat marketing Alexander S. Mulya mengingatkan bahwa lokasi adalah hal utama dalam usaha ini. Karena itu, pelaku usaha bisa memilih lokasi di perumahan atau di dekat Rumah Sakit.

Selain itu, dengan maraknya usaha ini di berbagai kota besar di Indonesia, membuat pelaku usaha harus melakukan ekspansi ke beberapa daerah baik Kotamadya maupun Kabupaten Kota. Karena masih jarang yang masuk sampai ke daerah-daerah, padahal potensinya sangat besar, maka bisnis apotek ini sangat berpeluang dikembangkan di daerah

Pelayanan Ciamik Pikat Konsumen Datang Kembali

Menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting, karena tanpa sehat maka kita tidak bisa melakukan berbagai aktivitas. Karena itu, usaha yang berhubungan dengan kesehatan seperti usaha penjualan obat, baik obat kimia yang dikenal dengan apotek atau obat-obatan herbal yang saat ini banyak ditemui di masyarakat semakin diminati.

Perkembangan usaha obat-obatan atau farmasi juga dapat dilihat dari survei yang dilakukan lembaga survei Nielsen yang mencatat pasar produk farmasi di Indonesia terus tumbuh signifikan. Menurut survei Nielsen, pertumbuhan penjualan produk farmasi eceran ini didorong oleh konsumen dari kelas menengah dan kelas bawah. Nilai pembelanjaan di kelas bawah naik 43 persen dan jumlah pembelian di kelas menengah naik 30 persen.

Hal senada juga dicatat Asosiasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia yang menyebutkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan pasar farmasi dua digit dengan nilai US$ 3,7 miliar tahun 2010. Angka tersebut diperkirakan naik menjadi US$ 6,1 miliar tahun 2014, atau terbesar di wilayah Asean.

Konsep Swalayan.

Yang menarik para pelaku usaha farmasi memberikan pelayanan dan juga konsep penjualan dengan konsep pelayanan yang menarik. Seperti yang ditawarkan Andry Mardyana dengan usaha Apotek Griya Farma. Apotek yang dirintis sejak 2005 ini menawarkan tempat penjualan obat (apotek) berkonsep swalayan homey.

Dengan konsep ini konsumen menjadi self service, di mana konsumen bebas memilih obat yang dibutuhkannya dengan display obat berada di depan kasir. “Kalau dulu konsumen hanya bisa membeli obat dengan menyebutkan nama obat ke apoteker, tapi sekarang konsumen bisa membeli obat yang mereka inginkan sendiri, sedangkan untuk obat resep tetap harus menyerahkannya ke apoteker,” jelasnya.

Selain itu, Apotek Griya Farma juga memberikan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada konsumen. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan lebih terhadap konsumen sekaligus menarik minat konsumen untuk datang ke apotek tersebut.

Apotek FiTT yang dirintis oleh Atu Kurnia. Apotek FiTT juga menawarkan menawarkan pelayanan antar obat dan konsultasi gratis kepada konsumennya. “Jika konsumen tidak bisa datang ke apotek tinggal telepon dan pesanan obat akan diantar gratis dan untuk pembayaran obat bisa dilakukan pada saat obat sampai, sedangkan untuk konsultasi seputar obat, konsumen juga tidak akan dikenakan biaya,” jelas pria yang akrab disapa Atu ini.

Selain itu, Apotek Mitrasana menawarkan konsep yang berbeda. Dengan mengedepankan konsep  4 in 1, apotek yang berada di bawah naungan PT Kalbe Farma ini mencoba menawarkan pelayanan apotek, laboratorium, praktek dokter keluarga, dan healthmart (konter swalayan yang menjual produk OTC, suplemen, personal care, alat kesehatan sederhana, makanan dan minuman ringan) dalam satu atap.

Pelaku usaha penjualan obat herbal juga menawarkan sesuatu yang berbeda. Salah satunya adalah Griya Sehat Alami yang didirikan Robert Eka Masri bersama kedua orang rekannya, mencoba menawarkan usaha penjualan obat herbal dengan konsep yang tidak jauh berbeda dengan apotek modern. Di Griya Sehat Alami konsumen dapat dengan leluasa memilih obat yang mereka inginkan dan bila belum tahu obat apa yang dibutuhkan maka konsumen bisa melakukan konsultasi serta pemeriksaan ringan di Griya Sehat Alami.

Kualitas

Di luar berbagai inovasi dalam pelayanan maupun fasilitas yang ditawarkan, pelaku usaha apotek dan penjualan obat herbal tentunya sangat memerhatikan kualitas obat yang dijual. Hal tersebut sama seperti yang diungkapkan Dr. I Made Widiadnyana, Pengamat Bisnis Kesehatan yang juga pelaku usaha apotek, bahwa dalam menjalankan usaha di bidang kesehatan atau farmasi, ada tiga hal penting yang harus di perhatikan yaitu jaminan kualitas obat, harga dan pelayanan yang memuaskan. Dengan demikian, jika ketiga hal tersebut dapat dipenuhi, tak sulit rasanya mencari calon konsumen, karena obat selalu diperlukan.

Apa yang dikatakan Made ternyata diamini oleh para pelaku usaha farmasi seperti Andry Mardyana. Sebagai jualan utama, Apotek Griya Farma selalu memberikan obat berkualitas dan aman kepada para konsumen. Ketersediaan obat-obatan di Apotek Griya Farma terbilang cukup lengkap, mulai dari obat yang diracik sesuai dengan resep dokter, OTC (Over The Counter) atau obat-obatan bebas, suplemen, vitamin, hingga perlengkapan kesehatan seperti masker dan sarung tangan.

Dari segi harga, Griya Farma juga cukup kompetitif. Untuk obat jenis generic dijual dengan harga berkisar Rp 3,5-50 ribu, sedangkan obat premium seharga Rp 100-500 ribu. “Selain itu, kami juga menerima antar jemput resep tanpa dikenakan biaya tambahan untuk jarak tertentu,” ujar Andry menjelaskan.

Pelaku usaha lain Griya Sehat Alami yang menjual berbagai obat herbal juga selalu menjual obat berkualitas dan telah terbukti khasiatnya. Dengan mengedepankan 5 kategori obat yaitu sinergi sehat, produk sunah, produk hebat, produk dahsyat dan produk home care, yang semuanya memiliki berbagai kelebihan membuat Griya Sehat Alami selalu mendapatkan respons positif dari konsumen.

 

 

Kiat Menjalankan Usaha Bagi Pemula

0

Keinginan Anda untuk fokus dalam satu usaha adalah hal yang tepat. Untuk itu saya sarankan fokus pada usaha yang paling mudah dijangkau secara fisik maupun secara finansial. Kalau Anda mengelola beberapa jenis usaha sekaligus dalam masa yang sedang “merintis” saya khawatir semua usaha yang Anda jalankan tidak bisa tertangani secara optimal dan akibatnya menjadi lambat. Dan satu hal lagi yang saya khawatirkan adalah akan terjadi “buka lubang tutup lubang” antara satu usaha dengan usaha yang lain.

Menurut Saya ini tidak efektif dan effiseien. Sebaiknya Anda fokus kelola usaha counter service handphone dulu sampai usaha tersebut eksis berjalan dan memiliki cash flow usaha yang baik. Okelah jika sekarang Anda juga punya usaha toko warung Bakpao. Itu saya sarankan untuk Anda over-kelola saja dengan saudara/keluarga Anda yang lain. Jadi Anda tidak perlu terlibat secara fisik dan pemikiran.

Nah, sekarang energi Anda difokuskan saja ke usaha yang mudah terjangkau dan sudah pasti berjalan. Menurut saya usaha service handphone juga cukup propektif, karena saat ini pengguna handphone sudah mencapai lebih dari 60 juta orang di seluruh Indonesia. Artinya hampir semua orang dewasa dan bahkan anak-anak memiliki handphone, sehingga potensi pasarnya sangat luas.

Sekarang Anda tinggal optimalkan saja untuk memperluas pasar bukan hanya sekadar orang-orang yang handphone-nya rusak saja, namun juga orang-orang yang membutuhkan handphone baru, ingin membeli handphone bekas, mencari aksesoris handphone hingga membeli pulsa handphone. Jadi buatlah usaha Anda bisa memenuhi semua kebutuhan konsumen yang berhubungan dengan handphone.

Jadi ketika ada orang yang handphone-nya rusak mereka bisa datang ke tempat Anda. Nah, ketika handphone sudah selesai Anda servis, maka ketika mereka melihat Anda juga menjual aksesoris tentu mereka juga ingin memberikan aksesoris pada handphone-nya. Selain itu tentu saja mereka juga akan membutuhkan pulsa bagi handphone-nya. Nah, itu semua adalah pasar riil yang bisa Anda raih.

Yang penting sekarang adalah Anda fokus dulu ke satu jenis usaha atau beberapa jenis usaha yang saling mendukung dan berkaitan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nah, jika usaha tersebut sudah maju dan berkembang barulah Anda melakukan ekspansi ke bisnis yang lain yang mungkin tidak ada hubungannya dengan bisnis sebelumnya.

Jangan sampai Anda dalam waktu yang sama menjalankan beberapa bisnis yang semua dalam tahap merintis. Ini akan membuat energi Anda menjadi terkuras, bisnis akan berjalan “setengah-setengah” dan bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dalam menjalaninya. Semoga sukses.

 

Diasuh oleh: Ariyanto MB,

Direktur GSP Solution

Email: ariyanto_mb999@yahoo.com

Bagian dari Aero Mechanical Conveyor Ini Perlu Dirawat Berkala

0

Berempat.com – Di dunia industri manufaktur maupun fast moving consumer good (FMCG) tentu sudah tak asing dengan aero mechanical conveyor atau flexible conveyor. Pasalnya alat satu ini sangat diperlukan dalam proses produksi untuk bisa mengangkut material bahan baku maupun produk jadi.

Berbeda dengan conveyor biasa, aero mechanical conveyor ini memiliki kapasitas pengangkutan yang tinggi dan  transfer batch dengan kemiringan sudut yang bisa diubah-ubah.

Namun, namanya mesin tentu harus mendapatkan perawatan berkala agar dapat bertahan lama. Lebih lagi untuk keperluan produksi biasanya mesin akan bekerja sangat ekstra. Karena itu, sebagai pengguna flexibel conveyor, Anda pun perlu tahu perawatan macam apa yang bisa dilakukan.

Apakah penting untuk tahu? Tentu saja. Walaupun Anda bisa menggunakan pihak ketiga untuk melakukan perawatan, tentunya akan lebih baik bila Anda memiliki divisi perawatan sendiri.

Jadi, perawatan seperti apa yang bisa dilakukan? Ada dua komponen yang perlu mendapat perhatian utama dari Anda, yakni tali conveyor mekanis aero dan cakram. Tali beserta piringan adalah bagian penting karena dua komponen ini selalu bergerak dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan aliran udara selama produksi berlangsung.

Merawat tali conveyor

Anda harus selalu memeriksa ketegangan ketika conveyor sedang kosong. Dianjurkan untuk tidak mengatur tegangan dari rumah pembuangan karena beratnya rakitan tali pada conveyor yang lebih panjang dapat terlihat sudah memiliki ketegangan yang benar, namun pada kenyataannya tidak ditempatkan di dalam sprocket inlet.

Memeriksa kekencangan tali secara teratur merupakan langkah kunci dalam pemeliharaan pencegahan karena seringkali yang abai pada hal ini. Ingatlah bahwa semakin lama aero mechanical conveyor digunakan maka semakin panjang tali dan digunakan pada produk yang berat ini akan menyebabkan peregangan yang lebih signifikan pada tali sehingga Anda perlu memeriksa ini lebih teratur untuk tanda-tanda keausan.

Perlu diketahui bahwa ketika tali sudah kendur maka tali akan terus mengendur ketika conveyor berjalan sampai pada akhirnya cakram akan menyeret sepanjang sisi bawah yang dapat memakai tali dan cakram. Cara mudah untuk menemukan tali yang longgar adalah dengan memperhatikan suara conveyor. Tali kendur akan mulai mengepak di dalam tabung yang akan menjadi lebih berisik saat mesin dijalankan.

Over Tension

Penyebab paling umum dari tali yang terlalu tegang adalah kesalahan mekanik sehingga pelatihan untuk menjaga ketegangan tali sangat perlu dilakukan. Tanda yang paling jelas dari tali yang dikencangkan adalah bahwa Anda tidak dapat memindahkan cakram saat sudut conveyor dipindahkan.

DART – Tensioner Tali Otomatis Dinamis

DART Rope Tensioner Otomatis menawarkan yang terbaik dalam mengurangi perawatan bagi pengguna Aero Mechanical Conveyor. Investasi dalam tensioner tali otomatis akan membantu memperpanjang umur tali mekanik aero Anda dengan input manual minimal.

  1. Model Dasar

Udara kering yang bersih, dari 0,35 hingga 4 bar/5 hingga 60psi, digunakan untuk mempertahankan gaya konstan dalam pengangkutan tali dan rakitan disk melalui regulator. Sirkuit pneumatik mempertahankan gaya jika terjadi gangguan pada suplai udara. Alternatif lain, sakelar tekanan opsional menyediakan sinyal yang dapat mematikan konveyor sampai pasokan udara dipulihkan.

  1. Air Purged Seals

Opsi ini penting jika ada kemungkinan produk terperangkap dalam segel geser dan dengan demikian mengorbankan keefektifan alat penegang.

  1. Panel Kontrol Dasar

Model ini memiliki manfaat dari sensor pada silinder pneumatik yang menyebabkan ketegangan pada tali. Sensor-sensor ini memperingatkan bahwa pemeriksaan tali diperlukan dan memperingatkan ketika peregangan tali maksimum telah tercapai dan bahwa penggantian sangat penting. Panel ini dapat ditawarkan lengkap dengan Motor Starter untuk konveyor.

  1. Panel Kontrol & Sistem Umpan Balik Ketegangan

Model ini menggunakan sistem load cell yang benar-benar memeriksa tegangan pada kekuatan yang benar. Ini ditentukan oleh diameter dan panjang konveyor. Ini mempertahankannya pada tingkat dengan terus menyesuaikan pasokan udara untuk mengakomodasi kondisi yang berubah. Ini terutama diinginkan jika produk atau udara ambien mengalami perubahan suhu yang signifikan.

Namun, apabila Anda tak mau mengambil risiko dengan perawatan flexible conveyor yang rumit ini, Anda bisa menjadikan PT Dissindo Pratama sebagai solusi. Sebab Dissindo sendiri merupakan produsen aero mechanical conveyor yang punya keunggulan kapasitas sampai dengan 20 ton/jam dan dengan kemiringan sudut yang bisa diubah hingga 90 derajat.

Sebab Dissindo merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun menyediakan berbagai jenis conveyor. Saat ini, Dissindo juga telah tercatat sebagai anggota dari Persatuan Automasi Indonesia.

#Adv

Ekspor Industri Farmasi Masih Sangat Minim

0

Sektor farmasi masih menghadapi beragam tantangan. Indonesia masih mengimpor lebih dari 90 persen bahan baku yang dibutuhkan farmasi dengan 70 persen bahan baku berasal dari China. Dari 10 proritas industri, farmasi, kosmetik dan medical devices industry menjadi prioritas kedua setelah food industry.

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal, Nurul Ichwan, mengatakan industri farmasi memainkan peranan sangat penting sekali. Indonesia selalu menjadi sorotan karena dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta dan kita baru saja memasuki pada era kesadaran untuk menjaga kesehatan dengan cara yang lebih benar.

“Indonesia merupakan market sangat besar dengan 40% penduduknya berusia di bawah 25 tahun, berbeda dengan Eropa yang cenderung mendekati mature market. Ini yang kemudian menjadi perhatian dunia. Indonesia memiliki peluang untuk menjadi supplier terhadap kebutuhan-kebutuhan sektor farmasi,” jelasnya di acara Diskusi Momentum Mengubah Indonesia Menjadi Pusat Farmasi Regional di BKPM, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, industri farmasi tidak hanya menjadi motor perekonomian Indonesia, tetapi juga harus bisa menjadi aktor yang memberikan kontribusi untuk mengurangi gap antara ekspor dan impor produk farmasi. Pada 2014, nilai ekspor produk farmasi Indonesia mencapai USD 518,1 juta dan nilai impor mencapai USD710,2 juta. Sementara pada 2018, ekspor produk farmasi senilai USD546,2 juta, dengan nilai impor USD990,5 juta.

“Jika diperhatikan gap-nya dari tahun ke tahun semakin besar. Padahal kita ingin Indonesia pada tahun 2025 menjadi 15 besar dari industri farmasi di dunia. Apakah kemudian pemerintah mampu menghadirkan regulasi yang bisa menciptakan investasi lebih kondusif dan membuat Indonesia menarik bukan hanya bagi eksportir, tetapi juga untuk market investasi dan kita bisa mengundang investor masuk ke Indonesia,” tambahnya.

Ia mengatakan, pemerintah perlu memikirkan untuk bisa menghadirkan kawasan industri yang terintegrasi untuk industri farmasi baik dari bahan baku, bahan setengah jadi sampai bahan jadi, dan harus berada dekat dengan pelabuhan.

“Kalau misalnya itu sudah dibuat akan lebih bagus lagi kalau itu dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk produk farmasi sehingga insentifnya akan lebih banyak lagi. Pemerintah daerah yang di daerahnya sudah ada pelabuhan ekspor internasional boleh memikirkan di daerahnya untuk dibangun KEK untuk industri farmasi. KEK itu bisa dikelola oleh BUMN, swasta atau PMA. Konsep ini bisa dibawa ke investor asing yang bisa jadi akan tertarik sehingga tidak perlu menggunakan dana APBN atau APBD,” jelasnya.

Direktur Riset Institute for Development and Economics Finance, Berly Martawardaya yang juga hadir di acara tersebut mengatakan, investasi asing di sektor farmasi tahun 2018 menurun 25% jika dibandingkan tahun sebelumnya, dari di atas Rp 3 triliun menjadi Rp 2,36 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik investasi di sektor ini masih belum kuat.

Salah satu peraturan yang dapat menghambat investor di sektor ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2008 yang mewajibkan perusahaan farmasi asing berproduksi atau menunjuk perusahaan lain yang telah terdaftar menjadi produsen di dalam negeri untuk mendapatkan persetujuan obat.

Menurutnya nilai investasi sektor farmasi terus menurun sejak 2012, sejak diimplementasikannya peraturan tersebut. Ekspor industri farmasi juga masih sangat minim, berbeda dibandingkan dengan Singapura yang ekspornya jauh lebih tinggi.

Produksi 800 Cover Kendaraan dengan Omset Ratusan Juta

Pertumbuhan industri otomotif yang terus menunjukkan tren positif di Indonesia ternyata berdampak langsung pada peningkatan permintaan terhadap aksesori pendukungnya salah satunya yaitu cover mobil. Walaupun bukan barang baru, namun penutup atau pelindung kendaraan ini bisa dibilang cukup menjanjikan. Hal inilah yang mendorong Hendi Anugrah untuk terjun ke usaha cover kendaraan sejak awal 2015.

“Banyak pengguna mobil yang ingin menjaga kebersihan mobilnya saat ditinggalkan baik di luar maupun di luar ruangan. Selain itu dengan cover ini kondisi cat kendaraan beroda empat tersebut akan tetap baik karena terhindar dari panas dan hujan secara langsung,” ungkapnya.

Dalam merintis usaha dengan nama CoverKu ini, Hendi hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 10 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan jahit dan juga bahan untuk membuat cover kendaraan.

“Kebetulan saya punya pengalaman bekerja di konveksi selama 2 tahun, jadi untuk membuat cover kendaraan tidak sulit,” ujarnya.

Benar saja, dengan memasarkan produknya secara langsung pada teman maupun kerabat serta menjalin kerjasama titip jual dengan berbagai usaha di bidang otomotif membuat CoverKu mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Alhamdulillah CoverKu sudah masuk di beberapa toko otomotif di wilayah Jawa Timur,” ungkap pria asli Sidoarjo ini.

Mobil hingga Sepeda.

Jika awalnya CoverKu hanya memproduksi cover mobil dari berbagai tipe, kini produk yang dibuat semakin beragam. Mulai dari cover sepeda motor hingga cover sepeda, sedangkan untuk di luar otomotif CoverKu juga menawarkan produk cover tas untuk para pencinta alam.

“Hampir sebagian besar, produk kita adalah pesanan, sehingga ukurannya pas dengan kendaraan yang akan menggunakan cover tersebut,” ujarnya.

Dalam menjalankan usaha, Hendy menonjolkan kualitas bahan serta kerapian dalam proses penjahitan. Untuk bahan ia memilih bahan yang tahan air atau waterproof seperti Milky, Taslan dan Nolan, yang dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat produk-produk berbasis waterproof  (anti air).

Harga jual CoverKu juga relatif terjangkau tergantung jenis kendaraan dan bahan yang digunakan. Untuk mobil sedan dan sejenisnya Rp 300 – 320 ribu, mobil keluarga ukuran sedang seperti Avanza dan sejenisnya Rp 340 – 360 ribu dan mobil keluarga besar seperti Kijang Inova, Alphard dan sejenisnya Rp 380 – 400 ribu.

Dari ketiga ukuran tersebut, ukuran yang paling laku dan paling banyak dipesan adalah cover untuk mobil keluarga ukuran sedang. Sedangkan untuk sepeda motor dipasarkan dengan harga Rp 210 ribu, untuk sepeda seharga Rp 150 ribu dan tas berkisar Rp 100 ribu.

Setiap bulannya paling tidak Hendi bisa memproduksi 500-800 cover setiap bulan dengan omset sekitar Rp 100 juta. Bukan hanya di wilayah Jawa Timur, produknya juga telah dipesan hingga beberapa kota di Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Kerjasama Usaha.

Melihat besarnya pasar produk cover kendaraan, Hendi menawarkan kerjasama usaha keagenan sejak usahanya berjalan lima bulan. Investasi yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yakni cukup Rp 1 juta.

Dengan investasi tersebut, Mitra akan mendapatkan berbagai jenis cover yang nantinya bisa dijual kembali pada konsumen.

“Bila ukuran cover yang diterima tidak pas, maka bisa memesan dengan ukuran yang sesuai dan langsung akan kita produksi dan kita kirim pada Mitra,” ujarnya.

Dari setiap penjualan cover, Hendi akan memberikan potongan harga sebesar 30%. Bukan hanya itu, Bagi Mitra yang kerap melakukan pesanan paling tidak 50 pesanan dalam satu bulan akan mendapatkan berbagai reward menarik mulai dari potongan harga yang lebih besar hingga berbagai hadiah lainnya.

Walaupun belum satu tahun menjalankan usaha ini, namun Hendi sudah memiliki 10 Mitra usaha yang ada di beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Sukabumi, Semarang, Solo hingga Surabaya. Bahkan dalam waktu dekat ada beberapa mitra dari luar Jawa yang akan bergabung untuk memasarkan usahanya.

Jam Tangan Kayu Indonesia Diminati Pasar Mancanegara  

0

Bila biasanya jam tangan terbuat dari logam maupun kulit, kali ini ada varian lain jam tangan yang dibuat menggunakan bahan baku kayu. Selain terlihat lebih unik dan kreatif, kualitas jam tangan kayu ini juga tidak kalah dari jam tangan biasa.

Jam tangan kayu, bisa dibilang produk yang masih langka di Tanah Air. Karena memang produk ini hanya dipasarkan di kalangan tertentu dan produknya pun masih diimpor dari luar negeri seperti Amerika. Karena itu, tidak heran harganya pun cukup mahal.

Namun saat ini jam tangan kayu telah bisa diproduksi oleh produsen jam tangan di tanah air. Pada awal membuat jam tangan kayu ini, saya memang harus melakukan penelitian dan berbagai percobaan secara otodidak sehingga menemukan desain yang tepat dan sesuai dengan selera pasar dalam negeri.

Dalam merintis usaha pembuatan jam tangan kayu dibutuhkan modal yang lumayan besar yaitu sekitar Rp 50 juta. Modal tersebut saya gunakan untuk riset, pembelian peralatan dan juga bahan baku.

Jam tangan kayu buatan saya mengusung konsep Urban, Simplicity dan Nature. Dengan menggabungkan unsur Timur yang diwakili oleh penggunaan bahan baku khas Indonesia dan juga unsur Barat yang diwakili oleh desain bergaya Urban Style yang simpel dan modern.

Bahan baku yang digunakan dalam membuat jam tangan kayu ini adalah kayu Sonokeling dan Eboni yang merupakan salah satu jenis kayu mewah asal Indonesia, serta kayu Maple yang diimpor dari Kanada. Kedua kayu ini dipilih selain karena coraknya yang indah juga memiliki tekstur yang halus, kuat sehingga tahan benturan dan tahan lama.

Ada enam model yang menonjolkan sisi kultur Indonesia dan menjadi keunggulan jam tangan kayu ini dibandingkan produk luar negeri. Model tersebut antara lain model Karo yang menonjolkan kekuatan dengan menonjolkan warna kayu gelap. Model Sumba yang menonjolkan elegan dan eksotisme sehingga cocok bagi konsumen yang  fashionable.

Kemudian ada model Rote dengan desain yang mewah sehingga pas dipakai untuk acara formal dan yang terakhir adalah Model Flores memiliki desain simpel dan elegan dan cocok buat siapa saja. Dua model lagi masih belum dipasarkan secara luas ke masyarakat. Dari segi harga tentu lebih murah dibandingkan dengan produk impor, yaitu berkisar Rp 890 ribu – Rp 980 ribu per pcs.

Proses Pembuatan 

Semua jam tangan kayu ini di produksi secara handmade dalam waktu 1,5 sampai 2 jam. Bahan baku yang digunakan antara lain Kayu Maple, Sonokeling dan Boni serta mesin jam. Sementara peralatan, antara lain circular saw, mesin bubut, mesin router, gerinda, dan oven kayu. Setelah semua bahan dan peralatan siap, langkah pertama dalam membuat jam tangan kayu ini adalah dengan mengeringkan kayu yang sudah dipilih, lalu kayu dipola menjadi bentuk jam yang sudah ditentukan desainnya.

Setelah jadi dan berbentuk pola, lalu dirakit dengan komponen mesin jam yang sudah dipersiapkan. Setelah itu, lapisi jam tangan dengan menggunakan polyurethane (sejenis varnish clear) yang membuat permukaan jam tangan kayu menjadi mengkilap serta tahan terhadap goresan. Setelah kering, jam tangan siap digunakan.

Pemasaran dan Kendala

Memasarkan produk ini bisa dilakukan secara manual dengan menawarkan kepada teman dan kenalan serta melakukan sistem titip jual ke berbagai toko jam, serta mengikuti berbagai pameran produk kerajinan.

Pasar jam tangan ini bukan hanya diminati konsumen dalam negeri bahkan konsumen mancanegara seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Qatar dan Kanada juga kerap memesan produk ini. Sementara dari segi kendala, banyak ditemukan pada sisi produksi terutama mesin jam, karena belum banyak produsen yang membuat spare part jam tangan sehingga memperlambat proses produksi.

Mengatur Keungan dengan Baik Dapat Memajukan Usaha

0

Mungkin saat ini Anda sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk memulai usaha Anda yang pertama. Semua rencana sudah Anda buat matang-matang dan tibalah waktunya untuk Anda memulai usaha. Satu hal yang paling krusial adalah…sudahkah Anda mempersiapkan rencana keuangan Anda?

Hati-hati lho, ini termasuk hal yang cukup sensitif dalam sebuah perencanaan usaha. Anda harus mengerti apa-apa saja hak dan kewajiban Anda dalam mengatur keuangan dari sebuah usaha.

Yang paling utama yang harus Anda lakukan sejak awal adalah memisahkan dengan segera pembukuan untuk perusahaan dengan keluarga. Apa yang Anda dapatkan dalam usaha Anda tidak serta merta bisa begitu saja digunakan sebagai bagian dari rumah tangga Anda.

Mengapa? Karena apa yang Anda hasilkan dalam usaha Anda bukanlah penghasilan Anda yang serupa dengan pengganti gaji ketika Anda masih memiliki kantor. Sama sekali tidak sama. Keuntungan yang Anda dapatkan dalam menjalankan sebuah usaha bukanlah sama dengan gaji Anda.

Bedakan pengeluaran usaha dengan pengeluaran rumah tangga Anda. Oleh karena itu, sejak awal Anda sudah harus memperhitungkan bagaimana Anda bisa menghidupi keluarga Anda dengan melakukan usaha. Entah itu Anda mendapatkan komisi maupun Anda langsung mendapatkan gaji. Akan tetapi semua itu tergantung dari keadaan ekonomi masing-masing pelaku usaha.

Idealnya, ketika Anda melakukan usaha Anda sudah harus mampu mempersiapkan uang cadangan hidup sebesar 3 x penghasilan bulanan Anda, kalau Anda masih single, atau 6 x kalau Anda berkeluarga tanpa anak dan 12 x kalau Anda berkeluarga dengan anak lebih dari dua. Itu hanyalah gambaran yang saya sederhanakan dalam mempersiapkan usaha Anda. Mengapa demikian?

Dalam berusaha Anda harus mampu mencadangkan biaya-biaya pengeluaran untuk usaha Anda manakala usaha Anda berjalan di luar rencana Anda. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dalam melakukan usaha itu penuh dengan ketidakpastian. Maksud saya, Anda boleh saja berencana yang baik dan matang akan tetapi sebagai pengusaha pemula, Anda tidak akan pernah bisa mengendalikan pasar atau market.

Sebagai pengusaha Anda dituntut untuk fleksibel mengikuti pergerakan pasar baik secara makro maupun mikro. Ini bukan berarti Anda tidak punya prinsip lho melainkan bagaimana Anda mengatur strategi dan taktik bukan hanya untuk bertahan melainkan melaju pesat dalam menjalankan usaha Anda ke tujuan yang tepat sesuai dengan ketetapan Anda sewaktu Anda membangun usaha pada awalnya.

Nah, ketika Anda melakukan hal-hal tersebut, dibutuhkan stamina yang prima karena yang dibutuhkan adalah daya tahan Anda. Seringkali daya tahan tersebut adalah tergantung pada bagaimana cadangan-cadangan sumber daya baik keuangan maupun kemampuan manajemen Anda.

Saran saya, memulai usaha secara part time ketika Anda masih bekerja merupakan sebuah keputusan yang bijaksana, sehingga Anda bisa mempersiapkan usaha Anda untuk bisa memberikan pada Anda bagian yang sesuai dengan minimal 2x pendapatan Anda sebelum Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan Anda dan menjalankan usaha secara full time.

Berikut ini adalah langkah-langkah keuangan yang dapat saya sarankan untuk Anda lakukan dalam menjalankan usaha:

  1. Selalu mencatat semua pemasukan dan pengeluaran Anda sejak awal Anda melakukan usaha. Terkadang memang sedikit membuat repot Anda. Percaya bahwa hal ini hanya akan membuat Anda menjadi lebih baik dalam menjalankan usaha. Dengan belajar untuk memperhatikan segala sesuatunya lebih detil, Anda akan mampu melihat pos mana-mana saja yang efektif serta mana yang kurang efisien sehingga Anda bisa menghindarkan diri dari bencana-bencana mengerikan dalam sebuah usaha.
  2. Selalu berdisiplin diri untuk membuat budget terhadap segala sesuatu dan tegas terhadap budget Dengan membuat batasan-batasan anggaran yang diperlukan Anda mampu mengetahui batasan kemampuan keuangan perusahaan Anda dalam menjalankan usaha. Pastikan bahwa anggaran atau budget tersebut sesuai dengan porsi dan kepentingan masing-masing. Susun prioritas aktivitas dalam usaha Anda sejak dari awal berdasarkan pengaruhnya terhadap usaha Anda. Misalnya, untuk awal usaha biasanya budget marketing akan cukup tinggi sehingga jangan sampai Anda meletakkan budget marketing pada porsi yang salah dan mengakibatkan kurangnya pengenalan (awareness) pasar terhadap usaha Anda.
  3. Selalu menyisihkan sebagian dari profit atau keuntungan yang Anda dapatkan dari usaha Anda sebagai Dana Darurat, terutama kalau Anda sudah memiliki pegawai. Sekali lagi usaha itu penuh risiko dan ketidakpastian. Oleh karena itu, dana cadangan diperlukan untuk menghindari Anda tidak dapat membayarkan gaji pegawai Anda serta kewajiban Anda pada debitur Anda. Berapa banyaknya? Minimal sisihkan 20% dari profit untuk angka amannya.
  4. Terakhir, ingat untuk menyisihkan profit Anda juga untuk tujuan sosial. Hal ini juga merupakan antisipasi untuk panjangnya nafas dari usaha Anda. Bukan percaya pada supernatural melainkan merendahkan hati dan menerima dengan ikhlas bahwa tanpa campur tangan Pencipta kita tak akan bisa sukses.

 

Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

 

Siap-Siap…., Tarif Listrik Naik Tahun Depan

0

Untuk mengurangi beban keuangan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan mengimplementasikan penyesuaian tarif listrik pada 2020

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, mekanisme penyesuaian tarif secara penuh akan membuat biaya tarif dasar listrik untuk 12 golongan nonsubsidi dapat berubah-ubah setiap tiga bulan. Dengan kata lain, terdapat potensi kenaikan tarif dasar lisrik.

Penyesuaian tarif dilakukan per tiga bulan dengan mempertimbangkan tingkat harga minyak dunia, kurs rupiah terhadap dolar AS, serta laju inflasi nasional. Ketiga komponen tersebut masing-masing memiliki bobot untuk menentukan apakah tarif harus dinaikkan atau diturunkan. Besar kemungkinan ritma naik turun tarif listrik mengikuti pola seperti tahun 2016.

Menurutnya, penyesuaian tarif juga bakal meminimalisasi besaran kompensasi biaya listrik yang ditanggung pemerintah kepada PLN. Kompensasi yang dimaksud, yakni selisih antara harga listrik yang diterima masyarakat dan harga ideal listrik.

Sementara itu pada 2019 ia memastikan tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan atau penurunan hingga akhir tahun. Hal itu berdasarkan arahan langsung Presiden Joko Widodo dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. “Sampai akhir tahun ini sudah diputuskan tarif akan tetap,” katanya.

Mekanisme penyesuaian tarif untuk golongan listrik non subsidi sebetulnya telah berlaku sejak 2014. Namun sejak 2017 pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan atau menurunkan tarif listrik. Dengan kata lain tarif listrik yang diterima masyarakat saat ini berada pada posisi stabil.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Hendra Iswahyudi, mengatakan, sepanjang kuartal I dan II tahun ini, akibat tidak adanya penyesuaian tarif, pemerintah ditaksir harus membayar kompensasi listrik kepada PLN. Hal itu akibat biaya pokok produksi listrik mengalami kenaikan dan mendongkrak harga keekonomian, sehingga terdapat selisih harga.

Pada kuartal I 2019 besaran kompensasi ditaksir mencapai Rp 8,4 triliun. Pada kuartal II total kompensasi mencapai Rp 13,71 triliun dan pada kuartal III diperkirakan besaran kompensasi mencapai Rp 20,83 triliun.