Jam Tangan Kayu Berstandar Internasional Diminati Pasar Mancanegara  

0
1166
Jam Tangan Kayu (dok kuka.co.id)

Bila biasanya jam tangan terbuat dari logam maupun kulit, kali ini ada varian lain jam tangan yang dibuat menggunakan bahan baku kayu. Selain terlihat lebih unik dan kreatif, kualitas jam tangan kayu ini juga tidak kalah dari jam tangan biasa.

Jam tangan kayu, bisa dibilang produk yang masih langka di Tanah Air. Karena memang produk ini hanya dipasarkan di kalangan tertentu dan produknya pun masih diimpor dari luar negeri seperti Amerika. Karena itu, tidak heran jam tangan kayu impor ini harganya mahal.

Namun saat ini jam tangan kayu telah bisa diproduksi oleh produsen jam tangan di tanah air. Pada awal membuat jam tangan kayu ini, saya memang harus melakukan penelitian dan berbagai percobaan secara otodidak sehingga menemukan desain yang tepat dan sesuai dengan selera pasar dalam negeri.

Dalam merintis usaha pembuatan jam tangan kayu dibutuhkan modal yang lumayan besar yaitu sekitar Rp 50 juta. Modal tersebut saya gunakan untuk riset, pembelian peralatan dan juga bahan baku.

Jam tangan kayu buatan saya mengusung konsep Urban, Simplicity dan Nature. Dengan menggabungkan unsur Timur yang diwakili oleh penggunaan bahan baku khas Indonesia dan juga unsur Barat yang diwakili oleh desain bergaya Urban Style yang simpel dan modern.

Bahan baku yang digunakan dalam membuat jam tangan kayu ini adalah kayu Sonokeling dan Eboni yang merupakan salah satu jenis kayu mewah asal Indonesia, serta kayu Maple yang diimpor dari Kanada. Kedua kayu ini dipilih selain karena coraknya yang indah juga memiliki tekstur yang halus, kuat sehingga tahan benturan dan tahan lama.

Ada enam model yang menonjolkan sisi kultur Indonesia dan menjadi keunggulan jam tangan kayu ini dibandingkan produk luar negeri. Model tersebut antara lain model Karo yang menonjolkan kekuatan dengan menonjolkan warna kayu gelap. Model Sumba yang menonjolkan elegan dan eksotisme sehingga cocok bagi konsumen yang  fashionable.

Kemudian ada model Rote dengan desain yang mewah sehingga pas dipakai untuk acara formal dan yang terakhir adalah Model Flores memiliki desain simpel dan elegan dan cocok buat siapa saja. Dua model lagi masih belum dipasarkan secara luas ke masyarakat. Dari segi harga tentu lebih murah dibandingkan dengan produk impor, yaitu berkisar Rp 890 ribu – Rp 980 ribu per pcs.

Proses Pembuatan. 

Semua jam tangan kayu ini di produksi secara handmade dalam waktu 1,5 sampai 2 jam. Bahan baku yang digunakan antara lain Kayu Maple, Sonokeling dan Boni serta mesin jam. Sementara peralatan, antara lain circular saw, mesin bubut, mesin router, gerinda, dan oven kayu. Setelah semua bahan dan peralatan siap, langkah pertama dalam membuat jam tangan kayu ini adalah dengan mengeringkan kayu yang sudah dipilih, lalu kayu dipola menjadi bentuk jam yang sudah ditentukan desainnya.

Setelah jadi dan berbentuk pola, lalu dirakit dengan komponen mesin jam yang sudah dipersiapkan. Setelah itu, lapisi jam tangan dengan menggunakan polyurethane (sejenis varnish clear) yang membuat permukaan jam tangan kayu menjadi mengkilap serta tahan terhadap goresan. Setelah kering, jam tangan siap digunakan.

Pemasaran dan Kendala.

Memasarkan jam tangan kayu ini bisa dilakukan secara manual dengan menawarkan kepada teman dan kenalan serta melakukan sistem titip jual ke berbagai toko jam, serta mengikuti berbagai pameran produk kerajinan.

Pasar jam tangan ini bukan hanya diminati konsumen dalam negeri bahkan konsumen mancanegara seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Qatar dan Kanada juga kerap memesan produk ini. Sementara dari segi kendala, banyak ditemukan pada sisi produksi terutama mesin jam, karena belum banyak produsen yang membuat spare part jam tangan sehingga memperlambat proses produksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.