Sabtu, Juni 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 785

Menghitung Harga Jual Produk

0

 

Untuk menentukan harga jual, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, dan yang paling mudah adalah dengan “menengok harga di toko sebelah” alias dengan meniru harga di tempat lain. Tentunya harga yang kita jadikan patokan adalah harga barang yang sama persis di toko pada kelas yang sama. Warung makan di pinggir jalan tidak bisa disamakan dengan warung makan di bandara misalnya, karena sewa tempatnya yang berbeda jauh. Warung makan biasa juga tidak bisa disamakan dengan café yang lebih banyak “menjual tempat nongkrong” bukannya menjual makanan.

Cara yang kedua adalah dengan menghitung biaya, ditambah keuntungan yang ingin diperoleh, untuk mendapatkan harga jual. Dalam menghitung biaya, kita perlu menghitung dua macam biaya. Yaitu biaya langsung, dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produk per unitnya.

Misalnya biaya teh manis per gelas atau nasi per porsi. Dan yang kedua yaitu biaya tidak langsung, Biaya tidak langsung ini seperti gaji karyawan, sewa tempat, penyusutan peralatan, listrik, air, dll. Seringkali biaya tidak langsung ini tidak ikut dihitung karena tidak berkaitan langsung dengan penjualan per porsi sehingga kebingungan untuk menentukan berapa biaya per porsi.

Nah, untuk menghitung biaya tidak langsung ini mau tidak mau kita harus menggunakan angka asumsi penjualan. Misalnya saja, setiap konsumen yang masuk rata-rata pesan 3 item, yaitu makanan, minuman dan camilan. Rata-rata per bulan ada 1.500 konsumen, maka total terjual 4.500 item. Untuk menentukan biaya tidak langsung kita tinggal membagi total biaya tidak langsung dengan angka 4.500. Misalnya, gaji Rp 4,5 juta/bulan, dibagi 4.500 berarti biaya tidak langsung untuk gaji adalah Rp 1.000/item. Listrik Rp 450 ribu/bulan, dibagi 4.500, berarti biaya listrik adalah Rp 100/item. Dan seterusnya. Tinggal tambahkan biaya langsung dan biaya tidak langsung, maka kita mendapatkan total biaya per item.

Itu baru menghitung biaya. Untuk menghitung harga jual kita perlu tetapkan berapa kita akan mengambil keuntungan. Biasanya keuntungan ditetapkan dengan persentase. Misalnya saja kita mengharapkan keuntungan bersih 20%. Jika suatu item biaya langsungnya adalah Rp 1.000, ditambah biaya tidak langsung Rp 500, maka total biaya menjadi Rp 1.500. Jika ingin mendapat besar keuntungan 20%, berarti biaya sebesar Rp 1.500 merupakan 80% dari harga jual. Setelah dikalkulasi akan didapat harga jual sebesar Rp 1.875/item.

Saran saya, ambil patokan harga pasar dari rata-rata harga usaha sejenis dan sekelas. Ini adalah harga maksimal yang bisa kita jual ke konsumen. Jangan sampai harga kita lebih mahal dari pesaing tanpa alasan yang jelas. Setelah itu kita hitung keuntungan kotor dari situ.

Jika keuntungan kotornya masih bisa menutupi biaya-biaya tidak langsung, dan masih ada keuntungan yang lumayan, maka kita sudah menerapkan strategi harga yang tepat. Tapi jika keuntungan kotornya terlalu kecil, atau keuntungan bersihnya terlalu kecil, maka kita bisa melakukan penyesuaian. Misalnya dengan menaikkan harga 30% dengan cara membuat porsinya 20% lebih besar, Jadi ada selisih 10% tambahan keuntungan.

Selamat berhitung…. semoga sukses!

 

Oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email : gozali@perencanakeuangan.com

 

 

Pentingnya Memotivasi Diri untuk Mencapai Tujuan

0

 

Saya meyakini kebanyakan orang sebenarnya tahu apa yang harusnya dilakukan untuk meningkatkan kehidupan mereka. Sebagian dari mereka juga mungkin tahu apa yang harus dikerjakan untuk meraih apa yang mereka inginkan. Bahkan kalau Anda coba bertanya pada orang-orang yang ada di pinggir jalan, “kira-kira apa yang harus dilakukan untuk dapat meraih keberhasilan?”, maka saya yakin kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan jawaban yang benar. Tetapi yang jadi pertanyaan adalah mengapa mereka sendiri tidak melakukannya? Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya motivasi atau ketidakmampuan untuk memotivasi diri sendiri.

Inilah yang menjadikan motivasi adalah bagian penting dalam suatu pencapaian khususnya dalam berbisnis. Karena semakin besar suatu pencapaian bisnis yang diinginkan, maka semakin besar pula motivasi yang dibutuhkan. Motivasi diri yang akan mendorong Anda untuk memulai dan melakukan suatu tindakan.

Selain itu juga motivasi menciptakan daya gerak yang tidak kelihatan namun begitu dahsyat. Sebagai contoh, pernahkah Anda bayangkan betapa kecilnya hal yang diperlukan untuk mencegah suatu kereta api yang belum dijalankan agar tidak bergerak? Cukup hanya dengan meletakkan sepotong balok kayu setebal 10 cm di depan masing-masing roda maka kereta api sudah dapat tidak bisa bergerak. Namun jika kereta api tadi sedang melaju dengan kecepatan 60 mil per jam, ia bahkan mampu menabrak tembok beton bertulang setebal 2 meter! Mungkin seperti itulah gambaran dari sebuah kekuatan motivasi.

Zig Ziglar seorang motivational speaker yang ternama, suatu waktu pernah dihampiri seorang pria dan dikritik. Pria itu berkata, “kalian para pembicara motivasi hanya bisa datang memompa semangat dan memotivasi orang dan kemudian kalian tinggalkan dan tidak lama motivasi itu juga hilang dengan sendirinya”. Namun Zig Ziglar menjawab dengan luar biasa, “bukankah itu juga terjadi setelah kita mandi biasanya tidak lama kemudian kita menjadi kotor lagi, dan kita berpikir merupakan hal yang baik untuk tetap mandi setiap hari”.

Saya sangat setuju akan hal ini bahwa motivasi tidaklah selalu bertahan selamanya. Bagaimanapun juga kita harus memperbaharuinya setiap hari. Mengikuti seminar motivasi bukanlah hal yang buruk, namun kita harus menyadari bahwa pembicara motivasi tidaklah selalu mendampingi dan menyemangati Anda.

Jika Anda ingin tetap termotivasi setiap saat maka kita yang bertanggung jawab untuk menciptakan motivasi itu. Filsuf Yunani, Socrates berkata, “untuk menggerakan dunia kita harus lebih dahulu menggerakkan diri kita sendiri”. Marilah kita melihat apa yang bisa dilakukan suatu kekuatan motivasi:

  1. Motivasi adalah langkah pertama ke arah pencapaian. Motivasi adalah kunci yang membuka pintu untuk menuju pencapaian Anda. Motivasi adalah apa yang membuat Anda mulai melangkah, sedangkan komitmen adalah apa yang membuat Anda terus melangkah. Sekelompok team sales yang dimotivasi biasanya pencapaiannya lebih tinggi dibanding para sales yang hanya dibiarkan jalan sendiri. Seorang pelajar yang memiliki motivasi belajar tentu lebih baik dibanding tidak memiliki motivasi. Begitu juga menjalankan bisnis dengan penuh motivasi yang tinggi tentu lebih baik dibanding hanya dengan motivasi yang rendah.
  2. Motivasi meningkatkan kemauan. Orang biasanya gagal bukan karena kurang kemampuan atau kurang pengetahuan, melainkan biasanya karena kurang kemauan. Dengan adanya motivasi dalam diri seseorang maka kemauan seseorang dapat ditingkatkan. Orang-orang yang cukup termotivasi biasanya akan menemukan kekuatan kemauan muncul dalam diri mereka. Kemauan yang kuat ini akan menjadi dorongan yang kuat dalam berbisnis.
  3. Motivasi memberikan tenaga ekstra. Kita sering menyebut orang lain bertenaga tinggi atau bertenaga rendah berdasarkan seberapa banyaknya hal yang mereka lakukan. Menurut saya mungkin lebih tepat jika kita menyebutkan mereka mempunyai motivasi tinggi atau motivasi rendah. Jika Anda mempunyai motivasi, Anda pasti mempunyai tenaga ekstra. Motivasi memberi Anda kekuatan untuk melakukan banyak hal. Motivasi adalah alasan mengapa selalu ada hal-hal yang saya ingin kerjakan, orang-orang yang saya ingin temui, dan sasaran-sasaran yang ingin saya capai.
  4. Motivasi adalah dasar untuk keunggulan. Motivasi bisa mengubah seseorang dari keadaan biasa-biasa menjadi unggul. Pemimpin hak asasi manusia, Marthin Luther King Jr. menegaskan, “jika seseorang belum menemukan sesuatu yang untuknya ia mau mati, ia tidak layak untuk hidup”. Saat Anda menemukan tujuan hidup Anda, Anda menemukan motivasi. Dan saat Anda menemukan motivasi, Anda bisa mencapai keunggulan.
  5. Motivasi adalah kunci menuju keberhasilan. Saya membaca tentang dua ratus eksekutif yang ditanya tentang apa yang menjadikan orang berhasil. Kualitas nomor satu yang mereka sebutkan bukanlah skill melainkan antusiasme, dan sebagian besar dari mereka mengakui bahwa perlu ada suatu api motivasi dalam diri manusia untuk mencapai keberhasilan. Kita dapat melihat bagaimana para pebisnis yang sukses menjalankan usahanya, biasanya motivasi adalah salah satu faktor di balik keberhasilan mereka.

“Motivasi adalah seperti api dari dalam. Jadi Anda yang bertanggung jawab penuh untuk menyalakannya. Apabila Anda berharap orang lain yang menyalakan untuk Anda, kemungkinan apinya hanya menyala sebentar.” (Haryanto Kandani)

 

Oleh: Haryanto Kandani – Achievement Motivator

Penulis Buku Best Seller: The Ahiever

Website : www.motivatorindonesia.com

Follow My Twitter: @haryantokandani

Peluang Besar dari Sayuran Jepang

0

Sayuran Jepang merupakan jenis sayur-sayuran yang awalnya dikonsumsi masyarakat Jepang sehari-hari dan kini sudah banyak disukai masyarakat Indonesia. Kebutuhan sayuran Jepang semakin meningkat dengan semakin maraknya resto yang menyajikan menu makanan Jepang. Apalagi masyarakat Jepang dan Korea di Indonesia juga ingin menikmati menu asli mereka.

Jenis sayuran Jepang sangat variatif, antara lain Bayam Jepang (Horenzo), Terong Jepang (Nasubi), Lobak Jepang (Daikon), Mizuna, Shiso Gobo, Wasabi Timun Jepang (Kyuri), Labu Jepang (Zuchini), Shungiku, Kabocha, Sawi Putih (Hakusai), Sawi Hijau (Komatsuna), Toge Jepang, Tomat Jepang, Bawang Daun (Negi) dan sebagainya. Namun tingkat kebutuhan semua sayuran itu berbeda-beda. Seperti dijelaskan Santoso, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan dan Swadaya (P4S) Agrofarm Cianjur, perbedaan musim akan berdampak pada perbedaan sayuran yang diminati. Misalnya pada musim hujan, masyarakat akan lebih menyukai sayuran daun, sedangkan pada musim kemarau/panas biasanya lebih disukai sayuran umbi dan sayuran buah, seperti Lobak Jepang, Zucchini, Timun Jepang dll.

Sayuran Jepang dan olahan  sebenarnya berpotensi ekspor. Namun sayang belum banyak pelaku usaha yang bisa memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak. Untuk itu, P4S Agrofarm bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Fakultas Pertanian beberapa universitas mulai gencar mengadakan seminar dan pelatihan agrobisnis. Salah satunya agrobisnis sayuran eksotik Jepang dan Korea. Para peserta yang serius di bidang ini biasanya dijadikan mitra. Walhasil, sejauh ini sudah banyak mitra petani yang bergabung dari Aceh sampai Papua.

Prospek dan Persaingan

Santoso melihat, tiap tahun perkembangan kebutuhan sayuran Jepang terus meningkat. Terkait dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, dan jumlah investor juga bertambah. Anas D Susila, pakar sayuran dari Institut Pertanian Bogor menjelaskan bahwa usaha budidaya sayur yang berkualitas dengan pasar eksklusif (kalangan menengah atas), peluangnya akan prospektif karena dipasarkan ke perkotaan di mana masyarakatnya memiliki daya beli yang tinggi.

Pelaku besar dalam usaha ini juga terbilang masih sangat sedikit. Sehingga memberi peluang bagi yang memiliki semangat juang agribisnis. Hal ini jelas terlihat dari pengalaman petani-petani sayuran eksotik Jepang yang kewalahan dalam memenuhi permintaan. Pasalnya baru terpenuhi sekitar 20% dari permintaan yang ada. Namun hal tersebut tetap membawa hikmah. Sebab menurut Santoso, dengan belum banyak pesaing, membuat produsen sayuran bisa menentukan harga jual sendiri, dan harganya pun tidak fluktuatif.

Harga Tinggi

Menurut Tatan Tarjuna, pemilik CV Yan’s Fruit and Vegetable, harga sayuran eksotik Jepang bisa 3-5 kali lipat harga sayuran lokal. Ditambahkan Santoso, Ketua P4S Agrofarm Cianjur, kalaupun harganya ada yang naik turun, tetap saja masih lebih tinggi dari ongkos produksi.

Pengalaman Santoso yang juga pemilik Agro Segar (supplier sayuran eksotik), agar bisa sukses dan berhasil, maka para pelaku harus menghasilkan produk yang kontinyu dan berkualitas bagus, apalagi sasaran pasarnya cukup spesifik. Ada baiknya memiliki jaringan, mitra atau membuat inti plasma agar kegiatan agribisnisnya bisa terus beroperasi.

Karakter sayuran Jepang pada umumnya sama dengan sayuran untuk menu khas Eropa dan Amerika. Selain di dataran tinggi, ada juga sayuran Jepang yang ditanam di dataran rendah. Sayuran daun dan ubi lebih cocok ditanam di dataran tinggi minimal 800 mdpl, sedangkan sayuran buah bisa ditanam di dataran rendah (300-700 mdpl).

Sayuran dataran tinggi sudah diintroduksi oleh bangsa Belanda tahun 1600-an. Menurut pengamat agribisnis F. Rahardi budidaya sayuran dataran tinggi sudah menjadi kultur masyarakat pegunungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Khusus masyarakat dan restoran Jepang menuntut kualitas lebih tinggi dari rata-rata. Karena tingginya tuntutan kualitas ini, tidak semua orang mampu memenuhinya. Dari 100 orang petani di Cipanas misalnya, tak sampai 10 orang yang mampu memenuhi permintaan sayuran Jepang.

Menurut F Rahardi, ada beberapa jenis sayuran eksotik Jepang dan korea yang tidak dijumpai di restoran cepat saji, tetapi disajikan pada restoran yang 100% memakai sayuran Jepang. Antara lain Mizuna (Brassica juncea var. japonica), Shiso (Perilla frutescens), Gobo (Arctium lappa), dan Wasabi (Wasabia japonica). Kebetulan sayuran-sayuran tersebut tidak pernah ada di restoran cepat saji ala Jepang semacam Hoka-hoka Bento. Terlebih Wasabi yang hanya digunakan dalam menu Sashimi (ikan mentah).

Pemasaran.

Sayuran Jepang lebih banyak dipasarkan ke resto dan swalayan khas Jepang. atau bisa juga dilempar ke supermarket umum. Supaya bisa masuk ke resto atau swalayan tersebut, tentu saja harus ditawarkan secara langsung atau door to door. Guna memperluas pemasaran, sebaiknya pelaku usaha rajin mengikuti pameran (misalnya pameran Flona, pameran Flori dan Flora Nasional, pameran Agrinex dll), atau memiliki hubungan baik dengan dinas pertanian setempat. Melalui pameran agribisnis, produknya bisa diperkenalkan oleh orang-orang dinas kepada khalayak umum. Selain mengikuti pameran, bisa membuat website usaha.

Dalam pengiriman, jika pelaku tidak memiliki mobil pengangkut yang dilengkapi cold storage, bisa disiasati dengan cara pengiriman sayuran dilakukan pada malam hari setelah di-packing pada sore hari. Untuk itu perlu dilakukan panen pada pagi hari. Seperti yang telah diterapkan Guslee dari Okiagaru Farm. Cara lainnya, yaitu menggunakan box styrofoam berisi es batu, sehingga sayuran yang ada didalamnya bisa tetap segar mengingat daya tahan sayuran cukup singkat pada suhu biasa.

Bagi para pemula disarankan terlebih dulu menjadi supplier sayuran agar bisa memiliki banyak jaringan dan mengetahui celah pasar. Setelah sudah cukup mengenal pasar dan keinginan pasar, barulah bisa terjun menjalankan usaha budidaya.

Biaya produksi yang tidak terlalu tinggi, panen cepat, dan sasaran pasar kelas menengah atas membuat para pelaku usaha bisa meraih untung yang cukup besar. Seperti Okiagaru Farm dan CV Yan’s Fruit and Vegetable yang mampu meraih untung hingga 40%, dengan omset tiap bulannya mencapai ratusan juta rupiah.

Photo Booth untuk Event Banyak Dicari Klien Besar

0

 

Tren penggunaan photo booth untuk event saat ini memang cukup marak. Hal ini dikarenakan banyak Event Organizer yang mencoba menarik perhatian klien dengan menawarkan jasa foto dengan tema tertentu secara gratis dan hasilnya bisa dibawa pulang oleh tamu undangan. Selain itu, untuk sebuah acara pernikahan, hasil dari foto tersebut bisa digunakan sebagai cinderamata atau suvenir yang unik untuk para tamu undangan.

Prospek cerah dengan keuntungan besar pun mampu mengikuti eksistensi dari usaha penyewaan photo booth untuk event ini, karena biasanya yang menggunakan jasa ini adalah klienklien besar, mengingat tarif yang ditawarkan oleh pelaku usaha terbilang tidak murah. Dan untuk ke depannya, usaha ini akan tetap eksis mengikuti banyaknya event yang diselenggarakan, namun dengan catatan, pelaku usaha harus bisa mengeksplor inovasi-inovasi baru melalui desain dan tampilan dari hasil foto tersebut.

Beberapa poin penting yang harus dimiliki pelaku usaha dalam menjalankan usaha ini, terletak pada skill. Usaha penyewaan photo booth untuk event ini bukan sekadar menyewakan tempat ataupun jasa saja, tetapi juga “menyewakan” skill dalam menghasilkan produk. Karena produk akhir yang dijual oleh pelaku usaha adalah foto, maka diperlukan kemampuan pengeditan dan fotografi, untuk menghasilkan produk yang bagus dan unik.

Selain menonjolkan kualitas produk, pelaku usaha juga harus mengedepankan pelayanan usaha, bukan hanya kepada klien saja, tetapi kepada tamu-tamu yang diundang oleh klien tersebut. Karena, jika ada komplain dari para tamu undangan tersebut, yang kemungkinan  sedikit berpengaruh kepada nama klien yang menggunakan jasa penyewaan photo booth dalam sebuah event, dan pastinya hal tersebut akan mempengaruhi loyalitas klien terhadap usaha jasa ini.

Dalam menyikapi persaingan dan eksistensi di dunia bisnis, sama seperti usaha-usaha lainnya, yakni pelaku usaha memang harus mengedepankan “pembaharuan” produk dan konsep, agar klien memiliki banyak pilihan dan tidak gampang bosan dengan konsep yang monoton.

Mengenai kendala dalam usaha ini, terbilang tidak terlalu banyak. Dengan skill yang baik dalam teknik fotografi dan pengolahan foto hingga desain, maka pelaku usaha sedikit demi sedikit mampu memenangkan pasar. Dan untuk bahan baku yang digunakannya pun tidak terlalu rumit, hanya membutuhkan perlengkapan seperti komputer, printer, kamera, serta kertas foto. Jadi dapat dikatakan, usaha ini minim kendala dan permasalahan, tetapi mampu menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha.

 

Oleh: Kafi Kurnia

Pengamat Bisnis dan Entrepreneurship

Mengatasi Keraguan Konsumen pada Produk Baru

0

 

Menyangkut memasarkan produk kecantikan baru dari bahan alami produksi rumahan, sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa ramuan yang digunakan dalam proses produksi memang sudah sesuai dengan standar atau belum. Pastikan juga sabun tersebut memberikan manfaat dan tidak menimbulkan efek negatif bagi konsumen yang menggunakannya. Jangan hanya percaya pada informasi yang belum jelas.

Hal ini sangat perlu dilakukan pengujian lebih lanjut dan memperoleh ijin dari dinas terkait, seperti kalau makanan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) atau Dinas Kesehatan terkait.

Jika hal tersebut sudah dilakukan dan sudah memperoleh izin dari dinas-dinas terkait tersebut, maka Anda bisa mencantumkannya pada kemasan dan brosur yang Anda sebar sebagai bahan promosi untuk bisa meyakinkan konsumen bahwa produk yang ditawarkan aman dan sudah melalui proses uji laboratorium yang dilakukan oleh lembaga resmi.

Setelah itu, Anda bisa meminta testimoni atau pendapat dari beberapa orang konsumen yang sudah pernah menggunakan produk yang di pasarkan. Jika orang yang memakai sabun tersebut puas dan memang memberikan hasil nyata pada mereka, maka testimoni atau pendapatnya bisa Anda cantumkan pada materi komunikasi sabun tersebut  seperti pada brosur, leaflet, X-banner, dan sebagainya.

Selain itu Anda juga bisa sampaikan ke Agen-Agen lain yang juga memasarkan produk ini bahwa yang memesan sabun Anda sudah banyak (sesuai kenyataan). Jika perlu, Anda harus berkorban terlebih dahulu dengan membagikan sampel gratis satu sabun (bisa ukuran kecil) ke konsumen.

Memang hal ini kedengarannya mahal dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun semua itu bertujuan untuk meyakinkan konsumen. Logikanya, kalau mereka (konsumen) memakai produk Anda satu kali pakai langsung cocok dan puas dengan sabun tersebut, maka berikutnya mereka akan membeli.

Dan bahkan secara tidak langsung mereka bisa membantu memasarkan produk kecantikan tersebut kepada teman maupun kerabat mereka dan hal itu secara otomatis akan mendongkrak penjualan produk kecantikan yang Anda tawarkan.

Tentu saja harus ada nilai lebih dari produk kecantikan yang Anda tawarkan dibanding produk dengan merek yang sudah ada di pasaran saat ini. Seperti misalnya produk kecantikan Anda lebih wangi, lebih melembutkan kulit, dan memberikan manfaat lain sejenisnya.

Untuk itu ada baiknya Anda coba berikan sampel, bisa contoh sabun Anda yang sudah dibuka supaya konsumen bisa melihat wujud fisik secara langsung atau memberikan sampel sabun ukuran mini secara cuma-cuma alias gratis.

Kalau Anda tidak mau terlalu rugi, Anda bisa menawarkan dengan sistem promosi, misalnya selama promosi ini konsumen bisa mendapat sebuah sabun gratis dengan catatan membeli 5 buah sabun sekaligus dan berlaku untuk kelipatannya. Selamat mencoba dan jangan menyerah.

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pengajar dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya Business School

Penulis Buku “Rahasia Sukses Toko Tionghoa” dan “Jurus-jurus Sakti Wirausaha”.

Email: istijanto@hotmail.com

 

10 Point Penting Memilih Merek Usaha

0

 

Pemilihan merek dan atau nama usaha membutuhkan prioritas dan perhatian yang serius yang tidak kalah penting dengan aspek usaha lain. Beberapa tips dalam memilih merek dan nama usaha yang baik di antaranya adalah (Antonius, 2006, dan sumber lainnya):

  • Pertama, merek sebaiknya mudah diucapkan. Hal ini penting, terutama untuk produk yang tidak terbatas/tersegmen. Dengan konsumen yang beragam, harus disadari bahwa tidak semua konsumen memiliki tingkat pengetahuan atau pendidikan yang sama. Sehingga merek yang dengan mudah dibaca oleh seorang konsumen belum tentu mudah pula dibaca oleh konsumen lain. Beberapa tips yang mendukung agar merek mudah dibaca antara lain, menggunakan kata atau istilah yang berasal dari bahasa sehari-hari konsumen, seperti ‘segar’, ‘maju’, ‘kelinci’, ‘mawar’, dan sejenisnya. Atau bisa juga dengan menggunakan merek sesuai dengan bahasa daerah di mana produk tersebut dipasarkan.
  • Kedua, merek sebaiknya mudah diingat, selain agar mudah dibaca pemilihan merek seperti dijelaskan pada poin pertama juga akan berdampak mudahnya konsumen untuk mengingat merek tersebut. Jangan sampai terjadi, dibaca saja susah apalagi diingat?
  • Ketiga, merek sebaiknya mudah dikenali dalam arti konsumen dengan mudah mengenali, menemukan, dan membedakannya dengan produk sejenis. Seiring dengan mudah dibaca, dan diingat, merek akan mudah dikenali dan tentunya juga mudah konsumen yang baru pertama kali ingin membeli produk tersebut. Untuk bisa mudah dikenali, merek perlu dibuat dengan misalnya, penulisan huruf dan kata yang jelas, komposisi atau susunan yang jelas, kombinasi dengan gambar yang jelas dan sesuai, pemilihan warna yang tepat dan jelas.
  • Keempat, merek sebaiknya didesain dengan menarik. Desain yang menarik tidak hanya akan memudahkan produk mudah dikenali, namun juga dapat menciptakan citra yang baik untuk produk tersebut. Desain yang menarik juga akan membuat produk lebih menonjol dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, sehingga potensi untuk dilihat dan dipilih oleh konsumen juga akan lebih besar peluangnya.
  • Kelima, merek sebaiknya menampilkan manfaat produk. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, merek yang dipilih sebaiknya tidak hanya menarik saja, namun ada baiknya disesuaikan dengan produk yang bersangkutan. Merek sebaiknya bisa menggambarkan manfaat dari produknya. Sebagai contoh penggunaan kata ‘segar’, ‘hangat’, ‘pintar’, dapat menjadi pilihan. Meskipun tidak ada salahnya merek atau nama produk, menggunakan merek atau nama dari binatang, anggota badan, nama keluarga, dan sebaginya.
  • Keenam, merek sebaiknya dapat menonjolkan citra perusahaan. Salah satu maksud digunakannya suatu nama usaha atau merek usaha adalah untuk menunjukkan bahwa produk tersebut baik, dalam arti layak untuk dipilih, layak untuk dibeli dan layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu merek atau nama usaha yang dipilih harus bisa mencerminkan itu. Sebagai contoh, produk air mineral, merek yang digunakan harus dapat menunjukkan kepada konsumen bahwa  perusahaan melalui produknya sangat mengutamakan kesehatan (higienitas).
  • Ketujuh, merek sebaiknya menonjolkan perbedaan dengan produk sejenis lainnya. Untuk membantu hal ini, biasanya dibantu dengan serangkaian kata atau satu kalimat yang menyertainya, seperti kata-kata ‘no. 1’, ‘tidak sekadar rasa’, ‘kami memang beda’, ‘tiada duanya’, ‘rasakan bedanya’, dll. Serangkaian kata tersebut sebagai penegasan bahwa produk dengan merek tersebut adalah berbeda dengan produk sejenis lainnya.
  • Kedelapan, merek sebaiknya tidak melanggar ‘aturan/adat’. Tidak hanya di Indonesia, masih banyak masyarakat di berbagai Negara, yang masih sensitif terhadap symbol, warna, atau kata tertentu yang digunakan sebagai merek. Sebagai contoh, di Indonesia, simbol Negara seperti burung garuda, bendera merah putih, simbol-simbol agama sebaiknya tidak digunakan sebagai merek produk pada umumnya, kecuali untuk produk yang melekat pada simbol itu. Seperti contoh mukena atau peci dengan merek masjid. Dengan kata lain, merek masjid menjadi berpotensi menimbulkan masalah bila dipakai untuk merek produk konsumtif misalnya, atau produk-produk yang kurang ‘pantas’ diberi merek ‘Masjid’, paling tidak dari pandangan kaum muslimin.
  • Kesembilan, membuat merek harus berpikir jangka panjang, merek bukan untuk keperluan usaha sehari dua hari, tapi selamanya. Oleh karena itu pemilihan merek dan nama usaha harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Merek identik dengan produk, meskipun dapat diganti namun kesalahan pemilihan merek atau nama usaha dapat menjadi salah satu sebab kegagalan produk, yang berarti kegagalan usaha juga.
  • Merek terlindungi dengan baik (didaftarkan ke pemerintah). Merek atau nama usaha sebaiknya segera didaftarakan ke aparat pemerintan (seperti Ditjen HKI). Beberapa persyaratan dan prosedur untuk mendaftarkan merek ini dapat dilihat pada Undang-Undang Merek No.15 Tahun 2001. Secara formal pendaftaran merek memang cukup mahal untuk kalangan usaha kecil (kurang lebih Rp 650.000,-), namun dengan bantuan dan koordinasi dengan Dinas terkait, ada jalan keluar yang mungkin bisa diberikan khususnya bagi kalangan usaha kecil.

Demikianlah penjelasan bagian kedua, mengenai berbagai hal tentang merek. Sekali lagi, bagi sebuah produk/usaha, merek atau nama usaha sangatlah penting. Kesalahan dalam memilih merek tidak hanya berpotensi menghambat pemasaran sebuah produk atau usaha, namun juga berpotensi kegagalan usaha dalam jangka panjang, dan bila tidak teliti juga dapat menimbulkan konflik dengan pelaku usaha lainnya.

Oleh karena itu, meskipun terlihat sepele, pelaku usaha perlu secara serius memperhatikan merek atau nama usaha yang digunakan. Merek harus mampu menjadi faktor pendukung dengan memperhatikan ciri-ciri merek atau nama usaha yang baik di atas, dan bukan sebaliknya merek atau nama usaha yang digunakan justru menjadi penyebab mundur atau gagalnya sebuah usaha.

Pembahasan tentang merek sebenarnya masih sangat banyak, seperti misalnya bagaimana memilih huruf, bagaimana memilihi warna karena setiap warna memiliki makna, dan seterusnya. Oleh karena itu, tulisan berikutnya akan dibahas mengenai pemilihan warna dalam atribut-atribut usaha. Sekian dan semoga bermanfaat.

 

Oleh: Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

Strategi Pemasaran Software Edukasi

0

 

Bisnis software edukasi untuk anak-anak Sekolah Dasar untuk bisa belajar komputer masih punya potensi untuk dapat berkembang. Hal ini dikarenakan banyak orang yang ingin belajar komputer secara otodidak.

Sebelum memasarkan produk, pastikan bahwa semua panduan pembelajaran komputer yang Anda produksi sudah cukup interaktif dan mudah untuk digunakan (user friendly).

Gunakan bahasa yang mudah dipahami pengguna. Selain itu, produk Anda juga harus memiliki perbedaan dari produk lain yang sudah ada di pasaran.

Selanjutnya, agar bisnis Anda bisa berkembang, ikuti saran-saran berikut ini:

  1. Tampilan yang Menarik. Disarankan untuk membuat cover produk yang menarik agar orang yang melihat tertarik untuk membeli.
  2. Jual Secara Produk yang Anda tawarkan sangat cocok jika dijual secara online, baik melalui website khusus, Facebook atau media online lainnya. Informasikan kepada calon pembeli tentang tata cara pembelian secara jelas. Buatlah sistem yang mudah dan tidak menyulitkan calon pembeli.
  3. Kerja Sama dengan Pihak Lain. Jalin kerja sama dengan pihak lain yang cocok dengan produk Anda, misalnya: toko buku dan toko komputer. Pada tahap awal, sebaiknya menggunakan sistem konsinyasi agar pihak lain tertarik dan mau untuk kerjasama.
  4. Marketing & Komunikasi. Agar produk bisa dikenal oleh masyarakat luas secara lebih cepat, maka Anda harus membuat komunikasi produk secara jelas. Anda bisa membuat brosur/flyer, banner dan atribut-atribut lainnya. Selain itu, Anda dapat mencoba untuk beriklan di radio/tabloid/koran lokal atau majalah komunitas. Untuk menganalisis tingkat efektivitas komunikasi, Anda harus melakukan survei sederhana dengan cara bertanya kepada semua orang yang datang ‘dari mana mereka tahu produk Anda’.
  5. Pada tahap awal, sebaiknya membuat sebuah program promosi yang ‘lebih menarik dan heboh’ agar orang tertarik untuk membeli. Program promosi yang bisa Anda gunakan yaitu potongan harga jika membeli 2 produk atau bonus 1 produk jika membeli 2 produk. Jangan terlalu sering menggunakan promosi dengan cara memberikan diskon langsung secara berlebihan supaya Anda tidak terjebak dalam perang harga (price war).
  6. Menjalankan Service Excellence. Dalam menawarkan produk, baik kepada pihak lain yang akan Anda ajak kerja sama maupun pembeli langsung – Anda harus menggunakan prinsip-prinsip Service Excellence (pelayanan yang baik) agar semua pihak puas dan tidak kecewa. Latihlah semua karyawan yang akan berhubungan langsung dengan pelanggan agar dapat berkomunikasi dengan baik dan memiliki produk knowledge yang sempurna. Ingat! Pelayanan yang baik tidak hanya terkait dengan kesopanan dan keramahan tetapi lebih dari itu, yaitu bagaimana Anda dan semua karyawan bisa membantu pelanggan dengan tulus serta bisa memberikan solusi secara tepat dan cepat.

Selamat mencoba dan semoga sukses.

 

Oleh: Bambang Wahyu Purnomo

Pengamat Wirausaha

Email: b_wahyu_purnomo@yahoo.com

 

Juara 2, Presdir & CEO Yamaha Indonesia Donasikan Hadiah pada Asrama Yatim

0

 

President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Minoru Morimoto yang turun di kelas Community 155 bersama tim Yamaha Racing Indonesia berhasil mengukir prestasi dengan meraih podium kedua pada Balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2019 di Sentul International Circuit, Bogor belum lama ini.

Kesuksesan tersebut, turut diikuti dengan hasil positif yang ditorehkan oleh tim Media 1, dimana mereka sukses menembus posisi 10 besar di kelas yang sama dari total 24 tim yang terlibat.

Sebagai bentuk kepedulian Yamaha Indonesia terhadap sesama, hadiah dari kememenangan balap tersebut siap didonasikan kepada pihak yang membutuhkan. Seremoni pemberian donasi dilakukan di Asrama Yatim Mizan yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (23/9).

Dalam kata sambutannya, Minoru Morimoto menyampaikan bahwa uang donasi yang berasal dari hadiah kemenangan balap ketahanan selama 2 jam tersebut, diharapkan tidak hanya dapat membantu meringankan beban para siswa dan siswi yatim piatu, namun turut menjadi motivasi bagi mereka agar bisa lebih bersemangat dalam menggapai tujuan serta cita-cita.

Pasalnya, pencapaian podium ke-2 oleh Minoru Morimoto di usianya yang tak lagi muda menjadi suatu contoh inspiratif, dimana kerja keras dan semangat pantang menyerah pasti akan membuahkan hasil yang baik. Nilai inilah yang coba dibagikan kepada adik-adik yang ada di Asrama Yatim Mizan.

“Saya sudah berumur 59 tahun dan tahun depan umur saya sudah 60, tetapi saya tetap bersemangat dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan hasilnya saya bersama tim berhasil meraih juara ke-2 di kompetisi balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2019. Jadi, ini merupakan salah suatu contoh, tidak ada yang tidak mungkin, selama kita mau dan berusaha kita bisa menjadi seorang pemenang,” terang Morimoto.

Dapat Persetujuan OJK, Sompo Tawarkan 2 Perlindungan Terbaru

0

Memasuki kuartal ketiga di tahun 2019, PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali meluncurkan 2 (dua) variasi produk perlindungan terbaru. Produk tersebut fokus pada masalah kesehatan di Indonesia yakni, Asuransi Penyakit Tropis dan Asuransi Demam Berdarah.

Sejumlah kasus penyakit tropis meliputi Campak, Chikungunya, Kaki Gajah, Malaria, Tifus dan Demam Berdarah masih sering ditemukan sepanjang tahun dengan jumlah penderita yang cenderung tinggi. Masalah ini melatarbelakangi diluncurkannya kedua produk perlindungan dari Sompo Insurance. Baik Asuransi Penyakit Tropis maupun Asuransi Demam Berdarah, telah mulai dipasarkan usai mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Agustus 2019 lalu.

Asuransi Penyakit Tropis memberikan perlindungan berupa santunan harian kepada Nasabah yang terkena salah satu atau beberapa jenis penyakit tropis meliputi, Campak, Chikungunya, Kaki Gajah, Malaria, Tifus dan Demam Berdarah.

Perlindungan berupa santunan rawat inap di Rumah Sakit dapat diperoleh mulai dari Rp250.000/hari hingga maksimum selama 10 hari, untuk produk Asuransi Penyakit Tropis maupun Asuransi Demam Berdarah. Kedua produk dipasarkan dengan premi terjangkau, mulai dari Rp100.000/tahun untuk Asuransi Penyakit Tropis dan Rp25.000/tahun untuk Asuransi Demam Berdarah.

Erixon Hutapea, Direktur Teknik Sompo Insurance mengatakan jumlah kasus Penyakit Tropis termasuk Demam Berdarah cukup dominan di Indonesia, serta dapat diderita oleh siapapun dengan berbagai status sosial. Hal ini menjadi sebuah urgensi tersendiri bagi setiap orang untuk mendapatkan perlindungan terkait.

“Kami berharap perlindungan Asuransi Penyakit Tropis dan Asuransi Demam Berdarah ini menjadi solusi untuk mengurangi kekhawatiran serta memberikan rasa aman dan terlindungi bagi Nasabah. Perlindungan ini juga dapat membantu meringankan beban kerugian yang harus ditanggung Nasabah saat terkena salah satu atau beberapa jenis penyakit tropis termasuk Demam Berdarah,” katanya.

“Kami juga berharap dengan diluncurkannya kedua produk perlindungan ini semakin memperkuat lini bisnis Asuransi Kesehatan Sompo Insurance,” tambahnya.

M2030 (Malaria 2030)

Sejalan dengan peluncuran produk Penyakit Tropis dan Demam Berdarah, pada 22 Agustus 2019 Sompo Insurance telah menandatangani perjanjian kerja sama sebagai salah satu mitra perintis Gerakan M2030 di Indonesia, yang diprakarsai oleh Tahir Foundation dan Aliansi Malaria Pemimpin Asia Pasifik (ALPMA) 1. Perjanjian strategis ini ditandatangani oleh Eric Nemitz, Direktur Utama Sompo Insurance, bersama dengan Mayapada Healthcare dan JD.id.

Gerakan M2030 itu sendiri adalah bentuk kesadaran dan kampanye penggalangan dana untuk memberantas Malaria pada tahun 2030. Semua dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu program penanggulangan Malaria di Indonesia.

Kiat Sukses Bisnis Fast Food

0

 

Sebenarnya tolok ukur satu bulan belum bisa dijadikan patokan untuk mengatakan bisnis ini sukses atau tidak. Kesimpulan sementara mungkin bisa dilihat dalam waktu minimal 90 hari. Mungkin orang belum familiar dengan sajian kuliner Anda, mungkin juga outlet Anda bentuknya tidak “mengundang” atau ” tidak membuat orang penasaran” untuk ingin tahu dan mencoba.

Sebagai usaha yang baru lahir jangan diabaikan unsur promosi. Coba buat flyer/brosur untuk disebar, diselipkan di koran oleh para loper koran atau beriklan di koran setempat.

Juga perlu dilihat grafik penjualan selama tiga bulan. Apakah grafik penjualan per-harinya cenderung menurun, mendatar atau menanjak. Jika mendatar atau menurun perlu diwaspadai dalam 90 hari. artinya hampir tidak ada repeat order.

Pembeli yang datang cuma mau mencoba selanjutnya kapok. Jadi perlu dilakukan perubahan internal atau konsep usaha apakah kokinya diganti, harganya diturunkan, atau pelayanannya harus ditingkatkan baik kebersihan, keramahan, dan penampilan counter, dll.

Selain itu Anda sebaiknya memperhatikan pesaing sejenis di sekitar lokasi Anda apakah ada atau tidak. Apakah mereka ramai atau tidak, atau sama-sama sepi.

Kalau memang pesaing banyak maka Anda harus melakukan diferensiasi, modifikasi, dan keunikan tersendiri. Atau pindah lokasi karena kemungkinan segmentasi yang dituju tidak tepat. Mungkin counter Anda berada di mal atau lokasi yang sepi. Mungkin harga Anda tidak tepat untuk kelas pendatang di mal atau lokasi Anda, mungkin juga menu makanan Anda biasa-biasa saja tidak ada bedanya atau kalah enak dengan lainnya.  Atau makanan Anda jenisnya belum familiar dengan lidah masyarakat.

Semua hal tersebut perlu kajian dengan segala kemungkinan jawaban. Dengan adanya kajian tersebut, diharapkan Anda bisa membuat solusi untuk bisa meningkatkan omset usaha Anda. Selamat berusaha!

 

Oleh:

Bambang Wahyu Purnomo

Pengamat Bisnis

Email: b_wahyu_purnomo@yahoo.com