Selasa, Juni 16, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 773

Mengenal Cara-cara Pemasaran

0

 

 Meneruskan tulisan saya di tabloid ini dua edisi yang lalu, saya akan membahas keahlian selanjutnya yang diperlukan orang dalam membangun usaha. Saya harapkan apa yang tertulis di tulisan sebelumnya bisa membuka mata Anda tentang penjualan dan membuat Anda mulai menyukai. Saya siap membantu Anda apabila Anda mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan penjualan Anda. Selanjutnya kita bicara apa yang perlu dilakukan bersamaan dengan penjualan, yakni pemasaran. Loh berbeda ya ? Ya, jelas berbeda. Bicara tentang pemasaran adalah bicara strategi dan taktik pendukung penjualan agar dapat dijalankan secara efektif dan efisien.

Yang saya lakukan pada saat saya menjalankan usaha adalah belajar secara otodidak mengenai pemasaran. Sama seperti penjualan, saya pun membaca banyak sekali buku dan literatur yang saya dapatkan dari internet, yang dikarang oleh para begawan – begawan marketing nasional maupun internasional seperti Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali, Phillip Kottler, Jack Trout, Al Rise, Seth Godin dan lain-lain. Namun saya tidak dapat menjabarkan yang saya pelajari disini. Selain akan menjadi tulisan yang panjang, Anda pun bisa membaca tulisan – tulisan mereka di buku-buku yang banyak tersebar di toko-toko buku di seluruh nusantara. Saya hanya akan membicarakan tentang apa saja yang saya lakukan dalam usaha yang saya lakukan.

Pertama, tentu saja Anda harus sudah memilih kira-kira Anda memiliki minat dan gairah pada bidang usaha apa. Dengan dua faktor pendukung tersebut, Anda sudah cukup bisa bertahan untuk tidak berhenti pada saat Anda mengalami berbagai macam hambatan yang biasa terjadi pada awal-awal melakukan usaha. Anda akan belajar untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam menjalankan usaha Anda sehingga sesuai dengan permintaan pasar.

Kedua, Anda harus tahu kira- kira kebutuhan pasar seperti apa yang diperlukan dari usaha yang Anda lakukan, baik barang maupun jasa. Jangan terlalu terjebak dalam idealisme diri karena kita bicara usaha berarti bicara hukum pengadaan dan permintaan ( Supply and Demand ). Makin tinggi demand, makin besar kemungkinan Anda diterima oleh pasar. Disini kita belajar 5P dari pemasaran yakni Place ( Tempat ), Product ( Barang atau Jasa ), Price ( Harga ), Promotion ( Promosi ) dan People ( Pelaku, Anda dan staff Anda ). Lakukan riset dan pengembangan secara seksama dari awal dan lakukan berkesinambungan, sehingga Anda dapat mengetahui tuntutan pasar terhadap usaha yang Anda lakukan dan Anda dapat melakukan update terus menerus.

Ketiga, Anda perlu membangun brand ( merek ) yang mencirikan diri Anda dan usaha Anda dengan baik sehingga pasar bisa mengenal merek Anda dengan cepat. Dengan cara seperti itu ketika pasar membaca merek Anda, mereka langsung bisa mengetahui barang atau jasa apa yang bisa mereka dapatkan dari Anda. Kata – kata yang terdengar bagus dan enak didengar memang baik, akan lebih baik lagi kalau kata – katanya sederhana tetapi langsung diketahui maksudnya khan ?

Bicara mengenai promosi, saat ini Anda dapat melakukan berbagai kegiatan promosi. Promosi itu semacam investasi, kenapa saya katakan sebagai investasi ? Karena kegiatan pemasaran seperti Anda menanam benih, kalau Anda melakukan segala sesuatunya dengan tepat maka Anda akan menuai hasil yang baik. Saat ini, dengan kemajuan teknologi, Anda bisa melakukan kegiatan pemasaran melalui internet, membuat website atau memanfaatkan situs jejaring social, dan karena banyak orang yang mencari sesuatu di internet menggunakan Search Enggine maka banyak pemasar berlomba memanfaatkan itu.

Namun kembali lagi pada apa dan siapa sasaran yang dituju dari kegiatan promosi tersebut. Karena itu brosur, spanduk, iklan di media cetak, televise bahkan reklame masih banyak dilakukan. Tentunya disesuaikan dengan sasaran dan kemampuan Anda untuk melakukannya. Dalam memilih media pun, harus dipilih yang sesuai dengan target pasar yang dituju.

Salah satu cara lagi yang bisa Anda gunakan adalah bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang memang merupakan pengguna barang dan jasa Anda. Pada saat ini, kekuatan komunitas sangat berarti jika kita berbicara mengenai pemasaran. Apabila sebagian dari komunitas menggunakan barang atau jasa Anda dan mereka puas, biasanya yang sebagian lagi cepat atau lambat akan mengikuti juga karena ikatan dalam komunitas cukup kuat untuk bisa saling membangun kepercayaan satu sama lain. Jadi cari tahu dan bergabunglah segera dengan komunitas yang sesuai dengan target market Anda.

Tulisan saya berikutnya akan membahas hal yang sangat penting, dimana nasib usaha Anda akan tergantung daripadanya. Baik dan buruknya Anda melakukan keahlian ini berakibat langsung pada panjang atau tidaknya usia dari usaha Anda. Apakah itu ? Tunggu edisi dua minggu kemudian…Semangat dan sukses untuk kita semua !

 

Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant, dari FinanSaleS MindTech TCC

Kebijakan Menteri ESDM Mengancam Ketahanan Energi

0

 

Di tahun 2017, untuk pertama kalinya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah sistem fiskal pengelolaan hulu migas dari cost recovery menjadi gross split.  Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar berargumen perubahan kebijakan fiskal dari cost recovery menjadi gross split, lelang blok migas kembali bergairah.

Gross split adalah skema perhitungan bagi hasil pengelolaan wilayah kerja migas antara pemerintah dan kontraktor migas yang diperhitungkan di muka. Melalui skema kontrak tersebut, pemerintah menilai negara akan mendapatkan bagi hasil migas dan pajak dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, sehingga penerimaan negara menjadi lebih pasti. Selain itu, pemerintah beranggapan dengan menggunakan gross split, biaya operasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.

Berbeda seperti skema cost recovery yang biaya operasi pada akhirnya menjadi tanggungan pemerintah. Dengan begitu, kontraktor akan terdorong untuk lebih efisien karena biaya operasi merupakan tanggung jawab kontraktor. Semakin efisien kontraktor maka keuntungannya semakin baik.

Namun hasil laporan Wood Mackenzie, lembaga konsultan energi global, pada Januari 2019 menunjukkan skema kontrak migas dengan skema bagi hasil kotor dianggap tidak terlalu mendapat perhatian investor. Sebelumnya, Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan investasi yang paling tidak menarik, khususnya di sektor minyak dan gas.

Hasil survei tersebut datang dari Fraser Institute yang dilakukan terhadap 256 responden di industri perminyakan mengenai hambatan investasi dalam eksplorasi serta fasilitas produksi minyak dan gas di berbagai negara. Dalam laporan tersebut, 10 negara dengan atmosfer investasi migas terburuk yaitu Venezuela, Yaman, Tasmania, Victoria, Libya, Irak, Ekuador, New South Wales, Bolivia, dan Indonesia.

Tak hanya itu, produksi migas Indonesia juga terus menurun dari tahun ke tahun. Produksi minyak siap jual (lifting) migas tahun 2018 hanya mencapai 98 persen dari target 2 juta barel setara minyak per hari. Kegiatan eksplorasi migas sejak 2014 juga melambat. Tahun lalu, pemboran sumur hanya 21 sumur dari target 105 sumur dan turun dari aktivitas pemboran tahun sebelumnya yang mencapai 54 sumur.

Andang Bachtiar, Sekjen ADPM (Asosiasi Daerah Penghasil Migas) yang juga  Ahli Perminyakan  meminta pemerintah tidak menyamaratakan seluruh blok migas menggunakan skema kontrak bagi hasil gross split. Seharusnya ada kriteria kontrak migas yang menggunakan skema cost recovery maupun yang menggunakan skema gross split. “Untuk kontrak-kontrak baru yang dibuat pemerintah sebaiknya diberikan alternatif kalau gross spolit seperti apa, kalau cost recovery seperti apa supaya fair sehingga investor bisa memilih. Ini karena hasilnya gross split dalam tiga tahun terakhir masih belum diketahui apakah lebih banyak produksinya atau tidak,” tegasnya .

Ia mengatakan yang banyak menggunakan skema gross split adalah blok- blok produksi yang sudah habis masa kontraknya. Dari analisis teknik dan bisnis ada kontrak migas yang bagus menggunakan gross split kaitannya dengan efisiensi. “Gross split bisa berlaku kalau blok-blok produksinya sudah diketahui dan sudah pasti ada cadangan migasnya. Tapi kalau masih eksplorasi, biasanya investor lebih suka kalau biaya eksplorasinya bisa ditanggung balik atau dibayar kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Andang, blok eksplorasi dan blok produksi berbeda dan dari pengamatannya investor blok eksplorasi lebih  banyak menyukai kalau skemanya cost recovery. 

Sebelumnya, Andang pernah mengkritik rencana Menteri ESDM Ignasius Jonan saat akan menerapkan skema baru gross split. Ia menyorot bahwa skema ini bisa mengancam ketahanan energi. Salah satu kelemahan skema gross split adalah berkurangnya kontrol negara atas produksi migas nasional. Bahkan kontrol negara bisa hilang sama sekali yang  akan menurunkan ketahanan energi nasional terutama pada aspek ketersediaan energi.

Selain produksi migas, kontrol negara atas pengelolaan cadangan juga bisa berkurang dan hilang. Hal ini bisa berujung pada melesetnya produksi migas, akibat dari kerusakan cadangan yang pada akhirnya juga akan menurunkan ketahanan energi nasional. Dengan skema baru ini, Andang melihat keinginan pemerintah meningkatkan kegiatan eksplorasi migas tiga kali lipat dari sebelumnya dalam lima tahun ke depan akan sulit tercapai. Penyebabnya, para kontraktor akan lebih mengutamakan efisiensi biaya dan menggenjot produksi untuk penerimaan daripada berisiko mengeluarkan biaya untuk eksplorasi. Apalagi tidak ada cost recovery.

Lebih lanjut ia menilai pengembangan lapangan marginal dan perolehan minyak lanjutan (Enhanced Oil Recovery/EOR) akan sulit dikembangkan karena biayanya yang besar dan tingkat pengembalian investasinya kecil. Padahal, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sudah direncanakan, dalam lima tahun ke depan kita akan mulai meningkatkan produksi dari potensi EOR sejumlah 2,5 miliar barel minyak bumi yang masih tersimpan di reservoir. Implementasi transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, tingkat komponen dalam negeri dan  standardisasi juga akan sulit dilakukan. Hal ini disebabkan kurang atau tidak adanya kontrol langsung pemerintah pada proses eksplorasi dan produksi dalam sistem Gross Split PSC.

Okupansi Ritel Capai 90%

0

Head of Retail JLL Indoensia Cecilia Santoso mengatakan pasar ritel di triwulan ketiga ini masih cukup aktif dari sektor fashion dan F&B dengan landlord yang mencoba untuk menawarkan peritel baru dan promosi yang menarik kepada konsumen.

“Okupansi hampir mencapai 90% karena pasokan yang terbatas tetapi pengembang properti yang terkemuka masih aktif dalam mengembangkan konsep retail mixed use yang terhubung dengan perkantoran dan kondominium. Dari sisi tenancy mix secara keseluruhan juga mulai bergeser dari departemen store menjadi mini anchor,”

Sementra itu, Head of Advisory JLL Indoensia, Vivin Harsanto, mengatakan aktivitas yang dilakukan oleh pengembang belum menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Hal ini ditandai dengan hanya terdapat satu proyek kondominium yang diluncurkan di triwulan ini. Meskipun demikian, kami melihat para pengembang, tidak hanya pihak swasta lokal dan asing tetapi juga BUMN, tetap aktif mempersiapkan produk-produk mereka sembari menunggu momen yang tepat untuk meluncurkannya.“ jelasnya.

“Realisasi investasi asing dan lokal diharapkan kembali meningkat seusai penyelenggaraan pemilihan umum presiden. Selain itu, topik pemindahan ibukota negara telah menjadi bahan perbincangan di kalangan pengembang dan investor asing baik lokal maupun asing, sembari menunggu rencana selanjutnya yang akan dijalankan oleh pemerintah,” tambah James Allan – Country Head

Tamansari Bintaro Mansion Gelar Topping off Ceremony

0

 

Apartemen besutan PT Wika Realty dan PT Gaharu 88 Property, Tamansari Bintaro Mansion telah memasuki tahap penutupan atap (topping off). Prosesi topping off Sabtu (19/10/2019).

“Topping off ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan properti yang pengembangannya dilaksanakan sesuai target waktu dengan standar kenyamanan dan kualitas terbaik yang menjadi value brand kami,” ujar Agung Salladin, Direktur Utama PT Wika Realty.

Sesuai dengan target, apartemen Tamansari Bintaro Mansion yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 60%, akan segera diserahterimakan kepada konsumen pada akhir 2020 dan dapat segera digunakan.

Lukman Julianto, Direktur Project, Sales & Marketing PT Gaharu 88 Property mengatakan, Tamansari Bintaro Mansion adalah apartemen eksklusif 1 tower dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan penghuninya.

Ditunjang dengan komersial area yang disewakan (2 lantai dengan luas 2.200 m2) dengan brand-brand terbaik seperti supermarket Food Hall untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai bahan-bahan segar, juga sajian ala Perancis di Dēlifrance Café.

“Tidak lupa, kami sadari saat ini kebutuhan bekerja dari rumah cukup tinggi, untuk itu setiap unit apartment Tamansari Bintaro Mansion ditunjang dengan high speed internet access. Sementara untuk memelihara kebugaran tersedia Fitness Centre dan Sky pool untuk relaksasi,” ujar Lukman

Ia mengungkapkan selama dipasarkan 2 tahun saat ini penjualan sudah mencapai 70% dan ditargetkan habis saat serah terima.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, buat rencana event bersama keluarga besar atau rekan dan sahabat yang lebih intimate dan mudah juga bisa dilakukan di Tamansari Bintaro Mansion karena tersedia function hall yang menjadi fasilitas penunjang bagi penghuni. Selain itu ditunjang dengan atm centre dan laundry shops yang siap membantu kebutuhan penghuni setiap saat.

Lukman menambahkan, apartemen Tamansari Bintaro Mansion, yang pembangunannya menelan investasi sebesar Rp400 miliar, jumlah unitnya di bawah 500 unit dan tersedia dalam 3 pilihan unit. Yakni Studio Pinewood dengan luasan 25 m2, 1 Bedroom Rosewood dengan luasan 33 m2, 2 Bedroom Acacia luasan 66 m2 dan 3 Bedroom Cinnamon dengan luasan 78 m2. Harganya saat ini berkisar Rp700 juta hingga Rp1,7 miliar.

Fasilitas di kawasan sekitar apartemen juga sangat lengkap, didukung dengan fasilitas umum yang memadai seperti sekolah dari jenjang playgroup hingga menengah atas berskala nasional dan internasional, rumah sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dan pusat perbelanjaan.

Lokasi apartemen Tamansari Bintaro Mansion yang strategis juga memberikan kemudahan bagi penghuninya yang memiliki mobilisasi tinggi kemanapun. Adanya tol JORR memungkinkan penghuni menuju ke Pondok Indah dan Bandara Soekarno Hatta hanya dalam waktu singkat. Tidak ketinggalan, transportasi massal seperti Commuterline dan InTrans Bus siap untuk mengantarkan penghuni ke CBD Jakarta dari meeting point yang telah ditentukan

Konsumen Bisa Miliki Apartemen Defontein via KPA BCA

0

 

Pengembang apartemen Defontein yakni PT Bangun Inti Artha, yang merupakan konsorsium Pikko Group dengan Wijaya Wisesa Realty, menjalin kerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk.

Penandatanganan kerjasama Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) BCA untuk apartemen Defontein dihadiri Direktur PT Bangun Inti Artha Hendry Leo dan Direktur Wesley Wijaya, Executive Vice President of Consumer Loan Division BCA Felicia Mathilda Simon, Direktur Pikko Group Sicilia Alexander Setiawan dan Direktur Elizabeth Jane.

Apartemen Defontein mengusung konsep klasik kolonial dengan sentuhan modern, disesuaikan dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng. Didesain oleh SHS & Associate.

Sammy Hendramianto Syamsulhadi, Chairman SHS & Associate, pakar desain interior nasional yang banyak menghasilkan karya masterpiece mengatakan, konsep desain yang dikembangkan untuk apartemen Defontein adalah konsep kolonial klasik dengan kreasi artistik yang elegan.

Dalam menata desain interior apartemen mewah ini, Sammy membaginya dalam dua konsep. Pertama, untuk tiga kamar (3 BR) dengan konsep modern klasik yang ditunjukkan melalui dominasi warna putih yang menjadi identitas konsep klasik kolonial. Kemudian, diperkaya dengan rancangan profilan yang khas pada dinding dan tiangnya.

“Desain interior klasik kolonial identik dengan nuansa dekoratif dengan ornamen-ornamen historis. Gaya ini memiliki kesan menarik dengan tampilan megah dan elegan,” ujarnya.

Sedangkan tipe dua kamar (2 BR) menggunakan konsep modern kontemporer di mana sentuhan profilan di dinding dan dominasi unsur warna putihnya dikurangi, memberikan statement tersendiri bagi pribadi yang tinggal di dalamnya.

Keahlian Yang Perlu Dimiliki Dalam Memulai Sebuah Usaha

0

 

Dalam sebuah bukunya Kiyosaki mengatakan, kurang lebihnya seperti ini, “Ayah kaya saya mengajarkan bahwa sebagai pengusaha kita perlu ahli dalam menjual. Dengan keahlian tersebut, kita akan bisa mengendalikan usaha kita terutama pada saat-saat kritis dalam sebuah usaha.” Di dalam bukunya digambarkan bahwa Kiyosaki yang baru selesai pulang dari Vietnam, mencari pekerjaan di bidang penjualan.

Dibutuhkan beberapa waktu sampai akhirnya Kiyosaki sendiri menjadi penjual yang ahli. Diceritakan Kiyosaki bertahan di perusahaan tersebut sampai dengan tiga tahun sebelum akhirnya ia full time terjun sebagai seorang pengusaha Velcro.

Penjual yang Sukses Harus Pandai Mendengar

Apa-apa saja sih keahlian menjual itu? Dalam belasan tahun pengalaman saya menjadi seorang penjual, dapat saya simpulkan bahwa utamanya seorang menjual adalah seorang komunikator yang ahli. Komunikator yang ahli di sini bukanlah orang yang ahli bicara, seperti apa yang dipikirkan orang selama ini bahwa seorang penjual harus orang yang pandai bicara. Seorang penjual yang sukses biasanya adalah seorang yang pandai mendengar, dan tahu apa yang harus dikatakan sebagai hasil dari apa yang didengar olehnya.

Sekali lagi, orang tidak suka Dijuali akan tetapi sangat suka Membeli. Yang orang beli sebagian besarnya disebabkan oleh keinginan sisanya kebutuhan. Hanya dengan keahlian mendengar dan peka terhadap faktor-faktor lain dalam komunikasilah yang membuat kita mengerti keinginan serta kebutuhan orang lain.

Tidak Takut Ditolak dan Terbiasa dengan Target

Bagi Anda yang sudah terbiasa dalam hal penjualan, selamat! Biasanya lebih mudah bagi Anda untuk terjun sebagai pengusaha. Bagi yang tidak bagaimana? Tetap saja bisa, hanya saja Anda perlu sedikit waktu untuk mempelajari dan menjadi ahli dalam penjualan. So, semua orang bisa sukses sebagai pengusaha kan?

Di balik semua itu, masih ada faktor-faktor yang berhubungan dengan mental Anda, yang sudah saya tulis di tabloid ini dua edisi sebelumnya. Apa yang biasanya menjadi penghalang orang untuk menjual? Biasanya hanya pola pikir seperti yang sempat saya sebutkan di atas: tidak ahli bicara, canggung berhadapan dengan orang lain, takut ditolak, tidak biasa ditarget dan beberapa hal lainnya.

Hal yang pertama sudah saya jelaskan cukup panjang lebar di awal tulisan ini. Canggung dan takut ditolak hanyalah terjadi karena Anda belum terbiasa saja. Biasanya, semakin banyak Anda melakukan kegiatan penjualan semakin luwes diri Anda. Takut ditolak? Tanamkan saja dalam pikiran Anda, ‘makin banyak penolakan yang saya alami semakin dekat saya dengan keberhasilan’. Kalau bisa Anda ucapkan sekerasnya sambil tersenyum dengan mata dan semangat yang berbinar-binar. Niscaya lama kelamaan hal tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Kalau tidak biasa dengan target? Nah, ini yang harus Anda mulai biasakan. Sebagai pengusaha, bahkan sebagai manusia pada umumnya, harus memiliki dan fokus terhadap target. Karena dengan pencapaian target kita akan mengetahui apa yang sudah kita kuasai dan apa yang perlu kita pelajari lebih lanjut dalam menjalankan usaha kita. Biasanya hal ini akan kita dapatkan dalam evaluasi yang dilakukan secara bulanan, setengah bulanan dan tahunan. Dengan kekuatan target pula, kita juga bisa mengetahui arah dan tujuan yang harus kita lalui secara jelas sehingga fokus kita pun terarah pada hal-hal yang tepat.

Secara singkat proses penjualan yang harus dilalui adalah seperti berikut:

  1. Prospecting, proses mencari dan mendapatkan nama-nama orang atau instansi yang sesuai dengan market/segmen yang kita tuju. Bagaimana caranya mengetahui market atau segmen kita? Tunggu tulisan saya di dua edisi berikutnya.
  2. Contacting, proses bertemu dengan calon konsumen kita. Disinilah keahlian komunikasi Anda dibutuhkan karena Anda harus membangun keakraban dengan segera untuk mendapatkan kepercayaan dengan para calon konsumen Anda.
  3. Needs Analysis, proses penggalian kebutuhan untuk mengetahui apa-apa saja yang dapat kita berikan kepada mereka melalui serangkaian pertanyaan yang tepat.
  4. Presentation, proses pengutaraan solusi terhadap adanya kebutuhan dan keinginan yang sudah kita dapatkan melalui proses sebelumnya
  5. Negotiation and Objection Handling, proses negosiasi dan mengangani berbagai macam keberatan yang diajukan oleh calon konsumen
  6. Closing, proses menutup penjualan, sesuatu yang ditunggu dan diidamkan oleh semua pelaku penjualan
  7. After Sales, proses memelihara hubungan dengan calon konsumen untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan serta mendapatkan referensi dari konsumen yang puas.

 

Diasuh Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant, dari FinanSaleS MindTech TCC

 

Usaha Cookies Khusus Bayi

0

 

 

Bagi sebagian orang, membuat cookies atau kue kering merupakan suatu kegiatan yang mengasyikkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Cookies bisa dijadikan sebagai camilan untuk keluarga maupun kerabat bahkan bisa menjadi antaran bayi, bingkisan ulang tahun, dan lain-lain.  Prinsipnya cookies adalah kue yang berbentuk kecil untuk 1 atau 2 suapan, dipanggang dalam oven, tahan lama dan pada umumnya tekstur cookies renyah dan kering.

Meneropong usaha di bidang kuliner ini memang mendatangkan keuntungan yang menggiurkan apalagi bila difokuskan pada cookies khusus untuk bayi (maksimal usia 8 bulan). Sebab, produsen cookies bayi skala rumahan saat ini masih sangat jarang sehingga hampir tidak ada persaingan antarprodusen cookies tersebut. Dengan demikian prospek usaha cookies bayi masih sangat terbuka lebar.

Untuk memulai usaha ini tidak memerlukan modal besar. Modal awal yang bisa disiapkan sekitar Rp 3 juta. Modal tersebut, digunakan untuk membeli peralatan operasional seperti oven berukuran 90×55 cm dengan berbahan bakar gas, 1 tabung gas elpiji 12 kg beserta selang gas elpiji, cetakan berbagai bentuk, 10 pack toples plastik merek Lion Star ukuran diameter 8 cm, dan rolling pin yang gunanya untuk menggiling adonan serta bahan baku untuk adonan. Untuk mendapatkan peralatan itu bisa dibeli di pasar-pasar terdekat.

Selain bisa dimulai dengan modal kecil, kelebihan lain dari usaha ini ialah tidak memerlukan ruang khusus untuk mengolahnya dengan kata lain untuk mengolah cookies bisa dilakukan di dapur rumah. Namun yang perlu diperhatikan karena cookies yang dibuat diperuntukkan bagi bayi, maka faktor kebersihan dan kesehatan harus sangat diperhatikan. Hal tersbut bisa dimulai dari membersihkan dapur tempat mengolah cookies itu sendiri.

Selian itu jangan sekali-kali menggunakan bahan pengawet dan pewarna dalam proses pembuatan cookies, tujuannya untuk menjaga keamanan dan kesehatan cookies ketika di kosumsi. Namun dampak dari tidak mengunakan bahan pengawet ialah daya tahan cookies yang tidak terlalu lama yang hanya mencapi waktu satu bulan.

Produksi

Sebelum memproduksi cookies bayi ala rumahan ada beberapa perlengkapan yang harus dipersiapkan, antara lain oven tangkring/oven gas rukuran 90×55 cm, 1 tabung gas elpiji 12 kg, 1 selang gas elpiji, cetakan berbagai bentuk, toples plastik merek Lion Star ukuran diameter 8 cm, rolling pin, loyang ukuran 45×30-45×60 sebanyak 3 buah, dan 1 buah spatula.

Setelah perlengkapan siap, langkah berikutnya adalah menyiapkan  bahan-bahan untuk membuat cookies antara lain terigu merek Kunci Biru, butter merek Royal Palmia, keju merek Kraft, gula halus merek Alini/Kelinci.  Merek-merek tersebut dipilih karena  telah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman untuk dikosumsi terutama oleh bayi.

Cara membuat cookies tidak terlalu sulit. Langkah pertama ialah mencampur bahan baku seperti terigu, butter, keju dan gula menjadi satu kemudian diuleni sampai kalis dengan menggunakan rolling pin. Setelah itu mencetak cetak bahan baku tersebut dengan menggunakan cetakan (sesuai permintaan pelanggan) kemudian dimasukkan ke dalam oven kurang lebih 15-30 menit dengan suhu 180-200 derajat Celsius. Bila sudah matang oven dimatikan dan dibiarkan hingga mendingin di dalamnya. Jika sudah dingin dimasukkan ke dalam toples untuk dikemas dan biasanya cookies dapat bertahan hingga 1 bulan.

Varian dan Harga

Agar rasa cookies tidak monoton sebaiknya dibuat beberapa varian rasa seperti Cookies for 8 month + (no sugar added) banana oatmeal, oatmeal banana choco raisin cheese, cheese oat, cheese raisin, choco cheese. 9 month + (+egg yolk) veggie, for 1 years+ (sugar added) cheese choco chips, cornflakes, chocolate, chocolate chips, pumpkin, vanilla, choco nut. Dari semua rasa itu yang paling di minati oleh pelanggan yakni rasa cookies cheese (cookies keju).

Walupun tidak banyak persaingan di dalam usaha ini namun sebaiknya jangan memberi harga yang terlalu tinggi. Misalnya Cookies for 8 month +(no sugar added) Banana oatmeal dibanderol Rp 26 ribu/toples, Oatmeal banana choco raisin Rp 30 ribu/toples, Cheese Rp 30 ribu/toples, Cheese oat Rp 30 ribu/toples, dan lainnya. Dari harga tersebut rata-rata keuntungan antara 20% -25% per toples dari varian rasa masing-masing. Dengan begitu dampaknya bisa menyerap pelanggan lebih banyak.

Pemasaran

Cara paling efektif untuk memperkenalkan cookies ini kepada publik ialah dengan memanfaatkan media massa seperti internet atau media massa lainnya, terutama media yang segmentasinya sesuai, yaitu kalangan ibu-ibu. Selain itu guna mempertahankan pelanggan yang telah ada sebaiknya melakukan pengembangan bentuk cookies seperti bentuk hati, binatang, tokoh kartun dan lain-lain. Namun perlu diingat jangan sekali-kali mengurangi citarasanya cookies yang telah ada.

Order dan Pengiriman

Dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan sebaiknya pelayanan terhadap pelanggan perlu ditingkatkan. Peningkatan pelayanan dapat dilakukan dengan cara mempersilakan pelanggan mengajukan kreasi cookies-nya sendiri di luar kreasi cookies yang ada. Selain itu dalam setiap pengiriman diusahakan selalu tepat waktu. Untuk mempermudah pengiriman sebaiknya memanfaatkan jasa perusahaan ekspedisi seperti JNE.

Prospek dan Kendala

Prospek usaha ini masih sangat terbuka lebar, karena belum banyak pelaku usaha cookies yang memfokuskan pada cookies bayi. Selain itu karena usaha ini adalah usaha kuliner maka pastinya setiap orang membutuhkannya. Karena banyaknya permintaan cookies bayi saat ini membuat keuntungan dalam usaha ini pun sangat besar hingga Rp 8 juta per bulan. Selain itu pemasarannya pun sudah bisa mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Kendala dalam menjalankan usaha ini terletak saat proses pengiriman barang sebab pada saat pengiriman berlangsung toples selalu tertindih dengan barang-barang yang lain. Sehingga kemasan tersebut menjadi rusak dan berpengaruh terhadap cookies yang ada di dalamnya. Untuk mensiasati hal tersebut, sebaiknya pada saat pengiriman kemasan toples dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari kayu berukuran kecil, gunanya untuk menghindari kerusakan pada cookies itu sendiri.

 

oleh: Desi Asri

Pemilik Cemal Cemil Ciamik

 

 

Perusahaan Berbasis Teknologi Dominasi 78% Penyerapan Ruang Pekantoran

0

 

Kebutuhan ruang perkantoran mulai mengalami peningkatan pada triwulan tahun 2019 ini. James Taylor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mengatakan penyerapan ruang perkantoran mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

“Total penyerapan selama tahun 2019 menjadi sebesar 174 ribu meter persegi di kawasan CBD. Namun, harga sewa masih mengalami penurunan sebesar 1% untuk bangunan kelas A,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sektor ritel tetap stabil dengan tingkat okupansi hampir 90% dan harga sewa mall kelas menengah keatas yang mengalami peningkatan sebesar 1.2%.

Sementara itu untuk sektor kondominium, sedikitnya jumlah produk yang diluncurkan membuat tingkat penjualan meningkat ke angka 64%. Senada dengan peluncuran, aktivitas penjualan kondominium pun belum mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

“Saat ini, kemudahan akses dari dan menuju transportasi publik menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh pembeli selain harga,” tambahnya.

Angela Wibawa, Head of Markets JLL Indonesia mengatakan penyerapan di triwulan ketiga tahun ini mencapai angka 52.500 meter persegi dengan didominasi oleh perusahaan berbasis teknologi sebanyak 78%.

Perkembangan perusahaan berbasis teknologi ini tidak terlepas dari peran operator coworking yang masih aktif melakukan ekspansi di gedung kelas A di CBD.

Beberapa gedung baru sudah mulai beroperasi di kuartal ketiga ini yaitu Sudirman 7.8, Office One, Graha Makmur dan Menara Binakarsa.

“Berbeda dengan yang terjadi di kawasan CBD, penyerapan di kawasan non CBD hanya sebesar empat ribu meter persegi di kawasan Non CBD. Terdapat satu gedung yang baru saja beroperasi di triwulan ini, yaitu Midpoint Place,” ujarnya.

Dua Hari, TEI Bukukan Kontrak Dagang USD 561,7 Juta

0

Program misi pembelian (buying mission) selama dua hari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 berhasil membukukan kontrak dagang senilai USD 561,7 juta.

Jumlah tersebut diperoleh dari penandatangan nota kesepahaman (MoU) hari kedua (17/10) sebesar USD 169,3 juta dan di hari pertama (16/10) sebesar USD 392,4 juta. Penandatangan dilakukan di sela gelaran TEI 2019 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.

“Pada hari kedua gelaran TEI 2019, sebanyak 32 nota kesepahaman (MoU) misi pembelian dengan 14 negara telah ditandatangani. Dengan demikian, total telah ditandatangani 84 MoU dengan 33 negara,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward.

Keempatbelas negara yang menandatangani kontrak misi pembelian pada hari kedua antara lain Vietnam, Filipina, Tiongkok, Mesir, Jerman, Inggris, Singapura, Nigeria, Australia, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Irak, dan Yordania.

Adapun produk-produk yang diminati pada hari kedua yaitu sarang burung walet, kopi, bumbu masakan, produk kertas, biji vanili, plastik, sayuran, buah-buahan, makanan laut, kaos kaki halal, pemanis buatan, bubuk cabai penyedap, biji wijen, hasil perkebunan, produk makanan dan minuman, sabun, serta makanan olahan.

Dody menegaskan, program misi pembelian terus dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional. Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan dan atau transaksi dalam rangka ekspor.

Sebelumnya, pada hari pertama TEI 2019 berhasil membukukan kontrak senilai USD 392,4 juta. Nilai kontrak tersebut berasal dari 54 MoU misi pembelian dengan 17 negara.

“Diharapkan capaian misi pembelian akan terus bertambah. Mengingat kegiatan TEI 2019 masih terus berjalan,” pungkas Dody.

 

Kiat Sukses Budidaya Lobster Air Tawar

0

 

Lobster air tawar merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Harga jualnya yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 100–250 ribu/kg, membuat budidaya hewan air tawar ini menjanjikan keuntungan berlipat bila dilakukan dengan teknik yang benar.

Ada tiga jenis lobster air tawar yang dibudidaya di Indonesia, yaitu Cherax destructor, Crelax quadricarinatus (Redclaw) dan Procambarus calrkii. Dari ketiga jenis tersebut, jenis Redclaw yang banyak dibudidaya karena mudah ditemui di Indonesia sedangkan jenis lain harus didatangkan dari luar negeri.

Lobster air tawar tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.

Jika dilihat dari iklim dan siklus musimnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan budidaya lobster air tawar sepanjang tahun. Untuk yang ingin membudidaya lobster air tawar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Media.

Habitat asli lobster air tawar adalah di sungai, rawa–rawa serta danau. Namun, banyak sarana atau media yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya lobster air tawar antara lain akuarium, kolam semen, dan kolam tanah. Pembenihan biasa dilakukan di dalam akuarium dan kolam semen. Pada kedua media tersebut, lobster dipelihara hingga berukuran 5 cm. Untuk akuarium ukuran 100 x 50 x 25 cm dapat berisi 1 set indukan yang terdiri dari 5 betina dan 3 jantan.

Pada media kolam semen berukuran 2 x 1 m dapat berisi 5 set induk lobster yang terdiri dari 25 betina dan 15 jantan. Media kolam tanah sangat ideal untuk pembesaran lobster air tawar, namun karena sifat kolam tanah yang mudah menyerap air, pembudidaya sebaiknya mempersiapkan pasokan air yang cukup untuk kolam tersebut.

Sifat lobster betina yang cukup selektif dalam memilih pejantan memberikan peranan dalam perkawinan. Dianjurkan untuk menempatkan indukan lobster yang banyak dalam satu kolam, karena semakin banyak jumlah lobster betina maka kemungkinan terjadinya perkawinan pun akan semakin besar. Ciri–ciri induk betina yang baik adalah ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran badannya. Dan pejantan berkualitas bagus adalah bentuk kepala yang lebih besar dari badan.

Lobster muda sensitif terhadap kadar klorin tinggi. Dianjurkan untuk menuakan (membiarkkan) air terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum digunakan untuk budidaya. Lobster air tawar juga sensitif terhadap pestisida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu–residu minyak. Sifat lobster air tawar yang sensitf ini harus diperhatikan dengan seksama untuk pembudidaya agar memeriksa sumber air yang akan digunakan untuk pembiakan lobster air tawar.

Pakan.

Agar lobster bisa tumbuh dengan baik, maka pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan lobster. Ada tiga jenis pakan lobster air tawar, yaitu pakan alami seperti kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan cacing darah.

Untuk juvenil sebaiknya diberi makan cacing sutra dua hari sekali hingga usia juvenil 21 hari. Kedua, pakan buatan sendiri yang merupakan pakan dapat diracik oleh pembudidaya dari berbagai bahan seperti tepung rebon, tepung ikan,  wortel, toge, kacang hijau, dan keong mas. Ketiga, pakan komersil yaitu pakan sudah jadi yang diolah oleh perusahaan pakan ikan, misalnya pelet.

Pemberian pakan sebaiknya sebanyak 3% dari berat badan lobster. Dari 3% tersebut, dibagi lagi menjadi sebanyak 25% pakan diberikan pada siang hari dan 75% diberikan pada sore hari. Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan berikutnya. Bila sisa pakan tidak dibuang maka akan menjadi endapan dan dapat membuat air tercemar sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan lobster.

Penyakit.

Lobster air tawar dikenal lebih tahan penyakit dibanding udang jenis lain, namun tidak berarti lobster bisa terbebas dari penyakit. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh virus dan mengakibatkan lobster terkena penyakit White Spot Disease (WSD). Virus ini sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian bagi seisi kolam apabila tidak segera mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan pada lobster yang terserang penyakit tersebut.

Untuk mengantisipasi serangan virus ini ada beberapa cara dapat dilakukan seperti : menghindari memasukkan lobster yang terinfeksi, mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam, menjaga tingkat kadar amonia dan keasaman air, menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain, serta  membersihkan alat yang sudah terinfeksi.

Virus lain yang berbahaya bagi lobster adalah ricketsia like organism. Lobster yang terinfeksi virus ini ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru pada eksoskeleton atau kerangka luarnya dan menyebabkan lobster melemah. Jamur (crayfish plague) juga harus diwaspadai oleh pembudidaya, karena dapat menyebabkan lobster mati. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan pada saat budidaya.

Gangguan terhadap lobster pun juga bisa disebabkan oleh hama, seperti ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurami. Agar tidak tersedang penyakit, yang harus diperhatikan adalah pemberian pakan yang teratur dan selalu menjaga kualitas air pada wadah atau kolam.

Kualitas air dapat dijaga dengan melakukan penyedotan kotoran yang mengendap di dasar kolam seperti sisa makanan. Agar tidak mengubah keadaan air, sebaiknya penyedotan kotoran dilakukan setengah atau maksimal  50% dari kapasitas air awal untuk lobster besar dan sebesar 25% untuk lobster yang masih kecil atau di bawah 5 cm.

 

Oleh :

Ir. Cuncun Setiawan, Pemilik Bintaro Fish Center (BFC)

Bintaro Fish Center (BFC)