Selasa, Juni 16, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 772

Menemukan Ide Usaha dari Anatomi Tubuh

0

 

Beberapa hal yang sering menjadi kendala yang menghalangi berwirausaha adalah menemukan ide usaha, keterbatasan modal usaha, sumber daya manusia dan pengembangannya, serta beberapa persoalan lainnya. Berbagai masalah tersebut seharusnya tidak menghalangi, namun justru akan mendidik Anda menjadi pewirausaha yang handal dan ulet.

Hasil pengamatan dan survey kecil saya di beberapa jalan utama dan jalan alternatif yang potensial untuk usaha, dari 100 responden pelaku usaha, bisa disimpulkan usaha kuliner, usaha service motor dan jual sparepart masih memiliki daya tahan yang cukup baik dan bisa bertahan cukup lama.

Sementara beberapa jenis usaha yang baru berjalan 3-6 bulan sudah berganti operator pelaku usahanya seperti usaha pulsa eceran, pedagang baju eceran, toko buku eceran dan ada beberapa jenis usaha yang lain. Hal ini bisa terjadi karena proses menentukan dan menemukan ide usahanya tidak berdasarkan riset pasar terlebih dahulu.

Dalam edisi kali ini, saya coba membahas mengenai, teknik jitu menemukan ide usaha yang tepat untuk dijalankan:

  1. Kenali Diri Kita Sendiri. Mengapa kita harus mampu memutar ulang film diri kita selama umur yang kita sudah lewati. Hal ini penting untuk menemukan Passion /Minat yang sebenarnya sudah terbangun sejak kita lahir. Misalnya, kalau kita terlahir di perkampungan yang menjadi kampung industri kecil pembuat sepatu, pasti ruang dan waktu yang kita habiskan akan melihat proses membuat sepatu. Atau orangtua kita memiliki toko sepeda dan setiap hari kita selalu melihat proses membeli sepeda dari pabrikan dan bagaimana menjualnya. Perjalanan hidup yang telah kita lewati akan menentukan besaran porsi Passion atau Minat kita pada suatu produk tertentu. Hal ini akan mendesain alam bawah sadar kita tentang proses tersebut. Ini pentingnya kita mengenali diri kita sendiri.
  1. Temukan Ide Kreatif dengan Proses 3 N (Niteni, Niru, dan Tambahin). Setelah kita temukan idenya, tentu kita harus melakukan proses memperkaya diri yang berkaitan dengan bidang usaha yang mau kita tekuni, yaitu dengan Proses 3 N atau lebih dikenal dengan ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi. Amati dulu ketetapan ide yang sudah kita temukan kemudian cari industri yang sejenis dan pelajari proses lebih mendalam, baru lakukan proses duplikasi dengan sedikit menambahkan teknik modifikasi dari barang/jasa yang kita akan jual. Pembahasan mengenai konsep 3 N ini pernah saya tulis juga pada Peluang Wirausaha beberapa edisi lalu
  2. Menemukan Ide Kreatif Produk/Jasa Tambahan. Seringkali toko-toko yang menjual produk atau tempat yang menjual jasa yang umurnya cukup pendek dan tidak berumur panjang hanya mengandalkan satu produk/jasa yang dijual. Sehingga biaya operasional tidak mencukupi dari margin.keuntungan yang didapat

Pada langkah ketiga di atas akan kita bahas teknik menemukan ide baru dengan berbasis Anatomi Tubuh. Karena pada dasarnya konsumen kita adalah manusia, dan manusia punya kebetuhan pada setiap anatomi tubuhnya, sehingga banyak sekali produk atau jasa yang bisa kita tawarkan dengan memperhatikan kebutuhan itu.

Kepala. Salon rambut wanita, barber shop, produksi atau penjualan kerudung, masker penutup muka, minyak untuk perawatan rambut,  aksesoris-anting, produksi dan penjualan berbagai jenis topi, kopiah, peci, belangkon. Lalu juga untuk keperluan di dalam kepala, yaitu otak atau pikiran, seperti bimbingan belejar dan kursus, buku-buku bacaan baik pelajaran, pengetahuan popular, hingga hiburan, serta bermacam-macam ide lain untuk memenuhi kebutuhan kepala dan otak manusia.

Mulut. Dagang Bakso, Cireng, Gorengan, sarapan pagi, makan siang, makan malam, wedangan, Ronde, Jahe, Nasi Pecel Lele, Nasi Uduk, jamu gendong, Es Buah, Es Cendol, dan berbagai usaha kuliner, serta usaha-usaha lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan mulut, dan indra pengecap manusia.

Telinga. Jual HP bekas, service Hp, Jual aksesoris HP, jual pulsa, jual jasa insert music, dagang CD, bikin band buat captain lagu, menyewakan alat alat musik, membuat ring tone, jasa membuat jingle perkantoran, jadi penyiar radio, jadi MC, jadi presenter, jadi penyanyi,semuanya tentunya berkaitan dengan pendengaran telinga kita.

Hidung. Jualan parfum, jual aroma therapy dan tempat untuk pembakaran guna mendapatkan aroma penguapannya, Jual lilin aroma terapi, sabun mandi beraroma therapy dan lain-lain.

Badan, Kaki dan Tangan. Berjualan atau memproduksi  baju, sarung tangan, sapu tangan, ikat pinggang, kaos dalam, pakaian dalam, celana, rok, mukena, jasa bekam, sepatu, kaos kaki, service sepatu, jual kutek, jasa refleksi kaki, manicure dan pedicure, jasa pijat tuna netra, jual alat olahraga, dan lain-lain.

Kita patut bersyukur, bahwasannya semua yang diciptakan yang kuasa, selalu ada keberkahan di dalamnya. Jadi dalam mencari ide usaha tak perlu jauh-jauh karena dalam anatomi tubuh kita pun, terdapat kebutuhan-kebutuhan yang bisa kita jadikan peluang untuk berwirausaha.

Selain hanya satu jenis usaha, bisa juga menggabungkan satu paket produk atau jasa yang bisa memenuhi kebutuhan dari kepala sampai kaki yang terintegrasi, dan Anda tawarkan dalam konsep one stop shopping.

Misalnya, gabungkan dalam satu tempat pelayanan jasa yaitu jasa cukur rambut (barber shop), jasa bekam, jasa pijat pria dan jasa refleksi, jus sehat pria (Strawberry + madu, Jambu +Madu+Jinten ,dll ) dalam satu layanan yang one stop shopping. Jika tempat perawatan khusus wanita sudah banyak yang mengembangkan konsep ini, mengapa tidak mencoba yang untuk pria.

Selamat berkarya dan semoga selalu sukses, Amien..

 

Oleh :  Coach Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

( Amanah Coaching Clinik Indonesia)

Cara Meningkatkan Jumlah Pengunjung Pusat Perawatan Tubuh

0

 

Kalau saya amati bisnis pusat perawatan tubuh Anda cukup berprospek mengingat pelanggan sudah loyal sehingga yang pernah memakai datang kembali. Namun masalahnya, penjualan belum besar sehingga belum mampu menghasilkan keuntungan.

Sebagian biaya masih harus Anda tanggung secara pribadi. Bisnis pusat perawatan tubuh Anda belum mampu mandiri, sehingga belum bisa menutup semua biaya dan menjadi mesin uang untuk saat ini. Idealnya memang harus bisa menutup semua biaya dan mendatangkan laba. Namun tidak usah berkecil hati. Saya lihat langkah awal sudah bagus bisa menutup biaya variabel.

Kalau dilihat dari usia yang 3,5 bulan memang masih awal. Jadi masih dalam tahap pengenalan. Sesuai cerita Anda di atas, tampak bahwa Anda terlambat dan kurang berpromosi, kurang beriklan. Jadi kemungkinan besar masalahnya, bisnis pusat perawatan tubuh Anda belum dikenal banyak orang.

Usaha pusat perawatan tubuh Anda masih normal karena meskipun masih baru sudah mampu mendatangkan pelanggan meski belum banyak. Sebagai perbandingan, tanda bisnis yang parah kalau dalam waktu tiga bulan berdiri tidak ada orang yang berkunjung. Atau, ada yang berkunjung tetapi tidak pernah membeli. Atau, hanya mendapat 1-3 pembeli dan tidak pernah kembali selama 3 bulan.

Mengapa? Karena keluarga saya pernah mengalami hal serupa. Membuka toko alat-alat timbangan dan dalam waktu 3 bulan, hanya ada satu orang datang dan membeli barang kecil. Selama 3 bulan benar-benar dapat dikatakan tidak ada uang masuk.

Akhirnya bulan keempat, tokonya banting setir menjual barang elektronik. Begitu buka toko elektronik, langsung hari pertama bisa menjaring 5 pembeli. Besoknya terus meningkat menjadi 10 orang dan akhirnya laris. Jadi bisnis pusat perawatan tubuh Anda masih normal kalau sudah bisa mendatangkan beberapa pembeli dan kembali lagi.

Untuk menutup gaji tetap karyawan bulanan, kita lihat 6 bulan sejak berdiri. Mengapa? Karena selama sisa 2,5 bulan ini, kita fokuskan melakukan promosi atau iklan dengan dana terbatas. Dampak iklan terhadap penjualan, kita harapkan dalam waktu 2,5 bulan ini sehingga diharapkan gaji karyawan sudah tertutup dari pemasukan pusat perawatan tubuh Anda.

Sasaran kita adalah meningkatkan jumlah pengunjung dan pembeli baru. Apa saja taktiknya? Kalau dari cerita Anda–dan ini merupakan ciri usaha jasa–bisnis pusat perawatan tubuh Anda laris pas akhir minggu saja (Sabtu dan Minggu). Untuk itu kita dorong pembeli datang di hari biasa. Lakukan promosi di musim sepi yaitu pas hari biasa (Senin–Kamis) atau jam-jam sepi. Bentuknya bisa “happy hour”, misal diskon 20% untuk hari Senin–Kamis.

Tujuannya merangsang pembeli datang di musim sepi di mana kapasitas kita menganggur. Cetak dalam bentuk flyer atau brosur promosi “happy hour” ini lalu disebarkan. Spanduk juga perlu dipasang pas hari Senin–Kamis dengan tulisan “Happy Hour Discount 20%”. Kalau hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, pusat Spanduk diganti yang normal tanpa promosi “happy hour” (harga normal). Jangan lupa buat papan nama dengan warna mencolok mata dan pasang lampu kerlap kerlip untuk dinyalakan di malam hari.

Taktik berikutnya, adalah berpromosi di media massa dan juga media  jejaring sosial dan komunitas online. Buat pertemanan sebanyak mungkin di Facebook atau Twitter. Lalu masuk ke komunitas-komunitas seperti Google Group atau yang lain yang suka membahas perawatan diri. Buat juga komunitas di Blackberry yang sedang ngetop sekarang ini. Sambil menjadi anggota, ceritakan dengan menarik bisnis pusat perawatan tubuh Anda.

Taktik lain untuk menarik pembeli baru adalah bekerja sama atau networking dengan pihak lain. Misalnya bekerja sama dengan toko, cafe atau supermarket tertentu. Bentuknya berupa pemberian voucher pusat perawatan tubuh kita. Jadi kita titipkan voucher kita ke mereka. Kalau ada pelanggan mereka belanja sejumlah tertentu, diberikan voucher potongan pusat perawatan tubuh kita.

Jadi misalnya tertulis voucher pusat perawatan tubuh seharga Rp 30.000 dengan syarat membeli jasa pusat perawatan tubuh kita berharga Rp100.000. Jadi pelanggan cukup membayar Rp 70.000 (sesuaikan besarnya voucher dengan mempertimbangkan harga dan laba pusat perawatan tubuh Anda saat ini). Memang di tahap awal kita harus memberi insentif sebagai daya tarik.

Selain taktik di atas, kita juga tetap mempertahankan pelanggan yang ada. Kita buat mereka tetap memakai pusat perawatan tubuh kita dan membeli lebih banyak. Berikan kartu keanggotaan (member card) bagi pembeli. Lalu kita hubungi mereka kalau ada promosi yang menarik atau sesuai event mereka. Misal pas hari ulang tahun, kita berikan ucapan dan harga khusus.

Beri juga penghargaan bagi pelanggan untuk kembali lagi. Bentuknya bisa berupa kupon yang dibagikan untuk setiap transaksi. Kalau terkumpul 4 kupon, maka gratis 1 kali spa. Artinya pelanggan yang sudah memakai pusat perawatan tubuh kita sebanyak 4 kali, maka pada kunjungan ke–5 diberikan gratis. Ini akan mendorong pelanggan terus kembali.

Taktik terakhir yang bisa juga dipakai adalah sistem Member Get member (MGM). Artinya kita daya gunakan pelanggan untuk mengajak teman atau relasinya yang baru untuk berkunjung ke tempat kita. Bagi pelanggan yang mengajak akan diberikan semacam poin yang bisa ditukar dengan jasa pusat perawatan tubuh kita.

Nah, cukup banyak promosi yang bisa kita gunakan untuk menarik pembeli baru bukan? Silakan diramu, direncanakan lalu dijalankan dalam bulan-bulan ini. Semoga dalam waktu 2,5 bulan ini, program-program promosi ini bisa efektif menjangkau banyak pembeli dan pusat perawatan tubuh mbak Diana menjadi laris manis. Salam bisnis.

 

oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus – jurus Sakti Wirausaha”,

www.istijanto.com

TEI 2019 Sukses Meraup Capaian USD 9,30 Miliar

0

 

Gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 yang berakhir Minggu 20 Oktober 2019 membawa kabar bahagia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengatakan gelaran promosi ajang produk lokal goes internasional itu sukses meraup capaian senilai USD 9,30 miliar. Angka ini meningkat 9,6 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar USD 8,49 miliar.

“Perolehan tersebut merupakan hasil penghitungan hingga hari ini (20/10), pukul 13.00 WIB. Transaksi tersebut masih akan terus bertambah, mengingat beberapa buyers terus melakukan negosiasi dan kunjungan ke produsen. Transaksi di lantai pameran pun masih akan berlangsung hingga akhir hari ini. Untuk itu, kita patut berbangga atas capaian TEI tahun ini,” ujar Dody pada penutupan TEI ke-34 tahun 2019, Minggu (20/10/2019).

Capaian selama TEI tersebut, lanjut Dody, terdiri dari transaksi barang/produk, transaksi investasi, dan transaksi jasa. Negara dengan transaksi perdagangan barang tertinggi adalah Mesir, Jepang, Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, produk transaksi terbesar adalah makanan olahan, kertas dan produk kertas, minyak kelapa sawit (CPO), produk pertanian, dan kopi. Sedangkan pada kegiatan penjajakan kerja sama bisnis, terdapat buyers dari 36 negara yang berpartisipasi, diantaranya Jepang, Meksiko, India, Serbia, dan Malaysia.

Untuk jumlah peserta pameran (exhibitor) tercatat sebanyak 1.500 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini meningkat 29,3 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 1.160. Dari jumlah peserta tahun ini, tercatat 295 pelaku usaha dari 34 provinsi di Indonesia mengisi Paviliun Pangan Nusantara.

Untuk jumlah pengunjung, juga terjadi peningkatan pada TEI tahun ini dibanding tahun lalu sebesar 15,8 persen. Tahun lalu tercatat sebanyak 33.333 pengunjung, sedangkan tahun ini 38.590 pengunjung. Dari jumlah tersebut, buyers tercatat sebanyak 5.293 orang telah hadir dari 135 negara dan akan terus bertambah hingga pameran berakhir malam hari ini.

“Hasil final baik transaksi maupun jumlah pengunjung akan kami sampaikan pada konferensi pers pada 25 Oktober 2019,” lanjut Dody.

Atas seluruh capaian perolehan ini, Dirjen PEN memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh pelaksanaan TEI ke-34. Mulai dari Kementerian/Lembaga terkait, pemerintah daerah, perwakilan RI di luar negeri, para pelaku usaha, asosiasi, UKM, pihak penyelenggara, dan media.

“Seperti tahun lalu, pada TEI ke-34 tahun ini kembali terlihat aktualisasi sinergitas antarkementerian. Hal ini dibuktikan dengan realisasi melebihi perolehan tahun lalu. Sinergi, koordinasi, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam peningkatan ekspor nasional akan terus kita tingkatkan di masa mendatang,” ujar Dody.

Dirjen PEN juga menegaskan, capaian ini tak lepas dari kerja keras segenap perangkat Kementerian Perdagangan, baik di dalam negeri sebagai penggerak ekonomi nasional, maupun para perwakilan perdagangan di luar negeri yang telah melaksanakan diplomasi perdagangan dengan sangat baik.

“Para pelaku usaha harus dapat memanfaatkan setiap peluang untuk mempromosikan produkproduk unggulannya ke pasar global. Kementerian Perdagangan dan segenap jajarannya siap membantu para pelaku usaha yang berkontribusi menjaga neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor,” tegas Dody.

Capaian Membanggakan Lainnya

Sejumlah capaian membanggakan lainnya yaitu penandatanganan Pernyataan Bersama Penyelesaian Substansi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA). Penandatanganan dilakukan Mendag RI Enggartiasto Lukita dan Mendag Korsel Yoo Myung-Hee pada hari pembukaan TEI ke-34, Rabu (16/10).

Dilakukan juga peluncuran sistem informasi terintegrasi ekspor dan impor yang berisi informasi tarif, peraturan ekspor ke negara tujuan, peraturan impor dari negara tujuan, dan ketentuan asal barang. Sistem terintegrasi tersebut dapat diakses melalui situs web http://exim.kemendag.go.id.

Help Desk yang baru dihadirkan tahun ini juga dirasakan memberi manfaat lebih dalam memberikan informasi dan layanan publik mengenai semua perjanjian terkait ekspor, impor, dan investasi. Sampai dengan hari ke-4 penyelenggaraan TEI ke-34, tercatat sebanyak 1.309 orang telah mencari berbagai informasi ke stan Help Desk.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kegiatan juga telah sukses terlaksana. Trade, Tourism, and Investment (TTI) Seminar dan rangkaian kegiatan yang mengiringinya telah digelar, yaitu diskusi regional, gelar wicara, TEI Textile Showcase and Summit (TEITSS), dan Forum Bisnis.

Selain TTI Seminar dan rangkaiannya, diadakan pula kegiatan pendukung lainnya. Berbagai kegiatan tersebut yaitu konsultasi bisnis yang telah diberikan kepada 548 pelaku usaha oleh 50 narasumber; misi dagang lokal; kompetisi perusahaan rintisan (start up) berorientasi ekspor; serta pertemuan delegasi negara asing dengan kementerian/lembaga terkait asosiasi, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Dilaksanakan pula pertemuan (courtesy call) Mendag RI dengan beberapa negara mitra, yaitu Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kerajaan Eswatini Manqoba Khumalo dan Delegasi Economic Eurasian Commisions (EEC). Sedangkan, pertemuan antara Dirjen PEN dilakukan dengan Delegasi dari Malaysia, Australia, Mesir, Madagaskar, dan Brasil.

Nadiem Masuk Kabinet, CEO Gojek Digantikan Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi

Pasca dipanggilnya CEO Gojek Nadiem Makarim oleh Presiden Joko Widodo ke  Istana Negara untuk menjadi bagian dari kabinet baru, bisnis rintisan lolak itu segara mengganti pucuk pimpinan.

Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya.

“Kami telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan,” kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek

Nila mengatakan Gojek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana.

“Kami sangat bangga karena founder Gojek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, dimana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa,” tambahnya.

Pasca Pelantikan Presiden, Rupiah Menguat

0

Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan akan kembali menguat pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Minggu (20/10/2019) kemarin.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (22/10/2019) di kisaran Rp14.055 per dolar AS hingga Rp14.115 per dolar AS.

Sementara itu, Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan penguatan rupiah berada di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Selain sentimen positif dari kabinet Jokowi, sentimen eksternal seperti perkembangan positif dari negosiasi perdagangan AS dan China serta Brexit.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.081 per dolar AS, menguat 0,476% atau 67 poin dan menjadi mata uang dengan kinerja penguatan terbaik kedua di antara mata uang Asia lainnya.

 

Sharing Opini “Kinerja PSC CR”

0

 

Siapa bilang kinerja PSC CR jelek, mungkin penilaian tersebut dikaitkan dengan produksi minyak turun dan cost recovery naik terus.

Penilaian tsb kurang tepat harus diluruskan karena bicara kegiatan investasi ekplorasi dan eksplorasi K3S CR tidak hanya kinerja produksi “minyak” tapi juga “gas”.

Melihat gambar sejarah profil produksi minyak dan gas terlampir (Ref. PWC-Skkmigas ), sejak tahun 2003/4 produksi gas (1.4 jt boepd) sudah jauh di atas produksi minyak dan naik terus, sebaliknya produksi minyak turun terus terkait dg tidak banyak temuan cadangan minyak big fish. Era keemasan “oil” sdh berakhir diganti dg era “gas”.

Dengan demikian “mindset” masih era “oil” perlu diubah ke era “gas” apalagi pontensi cadangan lapangan gas masih banyak belum dikembangkan sehingga kinerja produksi ke depan masih bisa stabil atau naik tergantung “timing” proyek pengembangan lapangan gas dan penyerapan gas oleh pasar domestik.

Banyak temuan HC kegiatan K3S CR selama puluhan tahun didominasi oleh gas dibandingkan minyak mulai dari laut natuna, selat makassar, perbatasan kaltara-malaysia, maluku-australia, laut jawa, selat madura, dan Papua.

Nilai potensi cadangan gas tsb diperkirakan bisa lebih dari 70 TCF, potensi cadangan gas luar biasa dan jika diekivalen BOE sekitar range 12 – 13 milyar BOE bandingkan dg cadangan minyak saat ini sekitar range 3 – 7 milyar bbl.

Namun sayang banyak temuan HC gas tsb kurang dikembangkan secara cepat karena alasan komersial terutama kesiapan infrastruktur penyerapan gas untuk kebutuhan domestik dan harga jual gas.

Bicara kebutuhan energi maka energi gas bisa sebagai pengganti BBM dengan harga energi gas relatif lebih murah dan lebih bersih sehingga bisa mengurangi impor BBM.

Bicara kebutuhan baku Industri Petrokimia dimana pasokan gas utk industri petrokimia existing sedang mengalami penurunan maka untuk bisa lebih murah perlu relokasi atau membangun baru industri petrokimia di dekat sumber gas.

Cost Recovery (CR) yang dikatakan naik terus, perlu dicheck “unrecovered cost” nya (miliaran dollar ?), mungkin sebagian CR tsb berasal dari kegiatan investasi temuan eksplorasi dan eksploitasi cadangan gas big fish puluhan Tcf yang belum dikembangkan/dimanfaatkan sampai saat ini.
Disamping itu juga, banyak kinerja produksinya lapangan gas yg sdh dikembangkan (POD) tidak “perform” / tidak optimum karena tidak terserap oleh pembeli/pasar sehingga seolah-olah revenue turun sedangkan CR tetap atau naik.

Tidak logis jika K3S CR tidak melakukan optimasi biaya operasi pada saat produksi minyak turun/harga minyak rendah atau pada saat masa transisi terminasi PSC, banyak hal yg dilakukan utk optimasi biaya produksi seperti negosiasi harga dg vendor, konversi bbm ke gas, perampingan organisasi dan terakhir Mutual Agreement Termination ( MAT).

Jadi setelah melihat paparan di atas maka bisa disimpulkan bahwa “cost recovery” bukan hal negatif tapi merupakan investasi peningkatan cadangan/produksi yy tidak membebani keuangan negara, hal ini bisa dibuktikan dengan kinerja K3S (CR) selama puluhan tahun cukup bagus dan patut diapresiasi serta bisa dilanjutkan.

 

Oleh: Iman Nurkamal
anggota DP IATMI (Ikatan Ahli Tehnik Perminyakan Indonesia)

Pelayanan Sempurna Kunci Keberhasilan Usaha

0

 

Banyak sekali wirausaha yang sering melakukan kesalahan ‘besar’ dengan hampir melupakan hal ini. Padahal pelayanan yang sempurna adalah kunci apakah sebuah usaha bisa bertahan lama atau tidak.

Untuk mempermudah penggambarannya, saya akan memberikan perbandingan dengan kejadian nyata yang saya alami sendiri dan terjadi belum lama ini. Suatu saat saya sedang berjalan di salah satu mal di dekat sebuah perumahan terkenal di Jakarta Utara. Iseng-iseng saya mengunjungi sebuah stand majalah yang berada tepat di bawah escalator naik ke lantai dua mal tersebut. Saya pun membaca-baca beberapa majalah dan akhirnya memutuskan untuk membeli salah satunya.

Saya membawa majalah pilihan saya tersebut ke meja kasir dan mengeluarkan uang Rp 50 ribu-an. Lalu sang kasir pun berkata, “Wah, nggak ada kembalian Pak…punya uang kecil nggak Pak?” “Wah, kebetulan baru ambil dari ATM jadi uangnya sama semua Mbak…” jawab saya. Lalu sahut sang kasir, “Wah kita nggak ada kembalian Pak…,” sambil mengembalikan uang saya. Dengan halus pun saya bertanya, “Oh, jadi karena uang besar saya nggak bisa beli majalah dong?” Saya tersenyum menunggu jawaban. Ternyata, “Wah saya sudah ke mana-mana gak bisa tukar Pak…,” dan ia pun berpaling muka dari saya. Akhirnya saya pun meletakkan kembali majalah tersebut sambil menyesalkan apa yang terjadi.

Sebaliknya, beberapa hari sebelumnya, saya sedang ingin membeli baju batik dari sebuah toko yang menjual baju batik terkenal di Indonesia. Setelah mencari ke sana ke mari, akhirnya saya menemukan sebuah baju batik yang sangat menarik hati saya. Sayangnya, yang ada hanya lengan panjang padahal yang saya inginkan adalah yang lengan pendek. Kebetulan di dekat saya ada seorang pramuniaga laki-laki, yang akhirnya saya ketahui bernama Willy, lalu saya pun meminta bantuan untuk mencarikan yang lengan pendek.

Apa boleh dikata, di toko itu sudah tidak ada stoknya lagi. Willy pun akhirnya menawarkan diri untuk membantu mencarikan di toko-toko terdekat. Setelah berusaha cukup lama pun, ternyata memang stok di toko-toko yang lain sudah habis. Tak kenal lelah, sambil meminta maaf atas kekurangnyamanan, Willy sang pramuniaga tersebut menawarkan diri untuk mencarikan di toko lain yang berjarak lebih jauh. Melihat kegigihannya, saya pun menjadi tidak enak hati sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli yang lengan panjang,  toh yang saya incar adalah corak batik tersebut.

Satu perbuatan kecil yang akhirnya menghasilkan omset tambahan. Walaupun terlihat tidak signifikan, bayangkan saja kalau terjadi pada 100 orang menjadikan Anda akan berpikir ulang terhadap apa yang terjadi.

Seperti tulisan paling awal pada kolom saya ini, sebetulnya pelayanan yang sempurna adalah bagaimana Anda ingin diperlakukan. Hal yang sederhana untuk dilakukan, tetapi banyak yang dilupakan. Sederhananya, bagaimana Anda tersenyum dengan tulus kepada pelanggan Anda, cara berbicara yang melibatkan seluruh indera Anda, menyimak perkataan pelanggan, membantu mereka dengan memberikan solusi yang terbaik. Ingat! Anda boleh saja ahli menjual, memiliki konsep marketing yang terbaik, memiliki produk atau jasa yang paling hebat, kalau semuanya tersebut tidak dibarengi pelayanan yang sempurna Anda hanya akan menjadi bagian dari sejarah, dengan sangat cepat.

Anda tidak akan masuk ke rumah makan kalau pelayan mereka memperlakukan Anda dengan buruk. Melayani dengan acuh tak acuh, makanan dihidangkan setelah lama menunggu, dan sebagainya akan membuat Anda berpikir dua kali untuk datang kembali. Padahal tujuan Anda pergi ke rumah makan itu apa? Lalu apabila Anda ke hotel, menemui resepsionis yang kurang ramah, penjaga pintu atau security yang kurang tanggap, kamar yang pengap dan berbau kurang sedap. Hal-hal tersebut pastinya akan membuat Anda menjadi berpikir sangat panjang untuk tinggal di hotel tersebut. Sekali lagi saya akan tanya, sebetulnya apa sih tujuan Anda datang ke hotel?

Begitulah gambaran yang dapat saya berikan tentang betapa pentingnya pelayanan atau service terhadap kelangsungan usaha Anda. Bagaimana menjadikan itu kebiasaan? Pertama, Anda harus tunjukkan terlebih dahulu dengan memperlakukan staff Anda juga dengan sikap melayani dengan sempurna. Kedua, tunjukkan bahwa pelanggaran nilai pelayanan akan menjadi teguran yang sangat keras untuk siapapun dalam usaha Anda. Ketiga, berikan penghargaan kepada staff Anda yang mampu melakukan pelayanan yang terbaik. Saya bisa menjamin, dengan disiplin yang ketat dalam menjalankan ketiga ide praktis tersebut Anda akan memiliki usaha yang menguntungkan secara berkesinambungan.

Nah, dua minggu berikutnya akan saya bahas hal berikut yang bisa membuat Anda maju dan berkembang kalau Anda mampu mengaturnya dengan baik atau membuat Anda hancur berantakan saat Anda kurang disiplin dalam mengelolanya. Untuk mengetahui apakah hal tersebut, ingatlah untuk selalu membeli tabloid ini setiap terbitan ya. Sukses untuk kita semua !!!

 

Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

Lima Formula Usaha untuk Meningkatkan Keuntungan

0

 

Saya akan membahas  beberapa formula usaha yang dapat meningkatkan keuntungan usaha Anda. Selain kerja keras tentu harus ada strategi yang harus kita jalankan, yaitu:

  1. Membangun Data Pelanggan

Yang dimaksud data pelanggan adalah informasi tentang pelanggan yang membutuhkan produk atau jasa yang kita jual/tawarkan. Informasi yang harus dicatat mulai dari Nama, Alamat, Umur, No. HP, dan Email.

Data Pelanggan ini perlu dikumpulkan dan disusun dengan rapi, fungsinya untuk mengetahui seberapa banyak pelanggan yang belanja ke tempat usaha kita, seberapa besar nominal yang mereka belanjakan setiap datang, dan seberapa sering dalam periode tertentu mereka kembali belanja. Nah informasi ini sangat penting untuk menentukan strategi penjualan kita untuk melayani pelanggan dengan baik dan memuaskan. Tidak hanya data pelanggan, data target pasar juga perlu untuk dikumpulkan.

Cara mencari dan mengumpulkan data pelanggan dan target pasar dapat dilakukan dengan: Mendata pelanggan yg pernah belanja ke tempat usaha kita, meminta referensi minimal 3 calon pelanggan dari pelanggan yg sudah pernah belanja, atau melakukan survei dengan mendatangi ketua RT/RW atau bisa ke kelurahan. Dengan memiliki data pelanggan akan sangat membantu usaha kita dalam mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan.

  1. Mendorong Prospek Pelanggan Menjadi Existing Pelanggan

Setelah data pelanggan terkumpul, pisahkan mana yang sudah pernah belanja dan mana yang belum pernah belanja. Untuk data yang belum pernah belanja kelompokkan dan kita beri judul Prospek Pelanggan dan data pelanggan yang sudah pernah belanja kita beri nama Existing Pelanggan. Prospek Pelanggan harus kita seleksi lagi misalnya dari 1.000 prospek pelanggan harus kita saring untuk kita kategorikan sebagai Potensial Pelanggan yang memiliki cirri-ciri, layak dan mampu membeli produk/jasa yang kita ditawarkan.

Dengan kemampuan dan kekuatan anggota organisasi usaha yang ada, Anda harus menyusun strategi pemasaran untuk mengubah data potensial pelanggan ini, supaya mau membeli  produk/jasa Anda. Misalnya, adakan promo dengan mengundang mereka atau menginformasikan dalam brosur/undangan voucher berdiskon untuk datang ke tempat usaha Anda, kemudian ketika datang, tawarkan program yang mengejutkan lagi, hingga akhirnya si calon pelanggan potensial tersebut memutuskan untuk membeli produk/jasa Anda. Jadilah mereka Existing Pelanggan. Pekerjaan selanjutnya adalah Anda bisa membuat mereka untuk datang kembali dan berulang terus.

Selain menggunakan beberapa strategi promosi dan yang lainnya. Kemampuan setiap lini/fungsi dari organisasi harus diasah kemampuannya, untuk mengubah Potensial Pelanggan menjadi Existing Pelanggan, yaitu dengan cara melakukan pelatihan untuk tenaga penjual, customer service, operator telepon dan tenaga pengiriman sehingga semua anggota organisasi usaha mampu mengubah status Potensial Pelanggan menjadi Pelanggan Tetap.

Hal  lain yang tak kalah penting dalam meningkatkan upaya mengubah status Potensial Pelanggan menjadi Existing Pelanggan, antara lain:

  • USP (Unique Selling Point):
  • Membuat sesuatu janji yang berbeda dengan produk/jasa yang lain
  • Membuat sesuatu yang berbeda dari pelayanan kita.
  • Quarantee (Garansi):
  • Temukan apa yang sangat diinginkan customer kemudian berikan garansi bahwa Anda akan memberikan garansi tersebut.
  • Tulis garansinya di semua advertising  dan di semua brosur jadi selling point.
  • Kalau Anda tidak memenuhi apa yang dijanjikan, berikan kekuasaan kepada tim Anda untuk segera mengkoreksi atau seketika memberikan
  1. Membuat Existing Customer Datang Kembali

Penting bagi pemilik usaha untuk membuat lembaran saran/umpan balik dari pelanggan yang sudah dan pernah belanja di tempat usaha Anda. Lembaran ini untuk menggali masukan–masukan yang baik untuk koreksi tindakan perbaikan dari usaha Anda. Semua keluhan pelanggan harus dikelola dengan baik dan dibahas secara berkesinambungan serta berkelanjutan.

Strategi untuk membuat pelanggan Anda kembali misalnya dengan:

  • Under promise over delivery, tidak banyak memberi janji muluk namun memberikan lebih dari yang diharapkan/service yang terbaik
  • Konsisten dan handal
  • Kontak rutin minimal 3 bulan sekali. Misalnya mengirimkan email berisi program promosi, atau produk koleksi terbaru pada konsumen.
  • Beri tahu customer daftar seluruh produk kita
  • Tingkatkan jumlah variasi produk
  • Tawarkan kontrak service
  • Frequent Buyer/VIP Card atau menawarkan kartu berlangganan dengan beberapa kelebihan seperti discount khusus atau yang lainnya
  • Bagi yang berhubungan langsung dengan konsumen, jangan lupa meminta konsumen untuk kembali
  • Sensational offer utk pembelian selanjutnya. Misalnya di minimarket atau supermarket, belanja diatas Rp 200 ribu, pelanggan berhak membeli minyak goreng atau gula dengan setengah harga.
  • Reminder system. Mengingatkan konsumen akan penawaran-penawaran atau hak-hak yang diberikan padanya, misalnya kasir supermarket atau jaringan minimarket yang selalu menanyakan, apakah punya kartu anggota yang bisa membuat konsumen mendapat potongan harga atau poin dari tiap transaksi.
  1. Membuat Pelanggan Bersedia Membelanjakan Uangnya Lebih Besar

Banyak  pemilik usaha dan  pimpinan usaha melupakan keharusan semua lini di organisasi usaha untuk melakukan cross selling product, yang berguna untuk membuat pelanggan membelanjakan uangnya jauh lebih besar dari belanja sebelumnya.

Strategi untuk meningkatkan angka pembelian per pelanggan bisa dilakukan dengan:

  • Menaikkan harga (jika memungkinkan)
  • Up sell (tawarkan versi yang lebih)
  • Cross selling (tawarkan lebih dari yang customer cari )
  • Tawarkan paket, misalnya menu paket makanan sudah berikut minuman dan makanan penutup, yang harganya sedikit lebih murah dibandingkan satuan.
  • Beri check list (Misal, ketika beli produk bayi, berikan check list semua item keperluan bayi).
  • Ubah lay out (Letakkan produk Top Selling di rak setinggi mata
  • Impulse buying, misalnya senter didekatkan dengan batere, kuas didekatkan dengan catnya
  • Selalu beri pilihan lebih dari satu
  • Terima segala macam cara pembayaran
  • Kontrak service
  • Beri insentive untuk sales team [semakin besar omset, semakin besar komisi]
  • Beri insentive kepada pembeli (Semakin besar beli = semakin besar insentive)

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari strategi keempat ini semua anggota organisasi usaha harus memiliki sifat proaktif dalam melayani.

  1. Efisiensi Biaya dan Efektivitas Setiap Proses Kegiatan Usaha

Dalam strategi yang kelima ini peran anggota organisasi yang memegang fungsi keuangan harus mampu menyajikan informasi yang berkaitan dengan besaran Harga Pokok Penjualan/Produksi, Biaya-biaya yang timbul akibat operasional usaha.

Inti dari strategi ini adalah menemukan sumber-sumber yang kompetitif dan penemuan proses produksi yang mampu menghemat waktu, biaya dan tenaga kerja. Efisiensi biaya menjadi langkah utama meningkatkan keuntungan usaha.

Strateginya meliputi:

  • Meningkatkan harga
  • Menurunkan semua biaya minimal 10%
  • Menjual barang yang berkualitas dengan margin bagus
  • Membuat merek sendiri
  • Sales team dibayar berdasarkan komisi saja
  • Tahu persis berapa biaya Anda
  • Produktivitas terkait penghasilan
  • Pengeluaran biaya harus dengan persetujuan
  • Kurangi range produk
  • Kontrol discount penjualan refleksikan ke volume yang   dijual dan pembayaran.
  • Disiplinkan Term of Payment dari customer harus  tepat waktu
  • Manajemen piutang yang baik [ada regular meeting , regular collection dll]
  • Perputaran stok produk sesuai dengan standard yang
  • Pemeliharaan atas aset perusahaan.

Kelima strategi tersebut di atas bila dijalankan secara konsisten dan berulang, tentunya yang berulang strategi yang sukses waktu dijalankan, keuntungan usaha Anda akan berlipat ganda. Bilamana ingin memahami secara lebih terinci bisa berkonsultasi melalui www.be-acoach.com [bebas biaya]. Selamat berkarya.

 

Oleh :  Coach Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

( Amanah Coaching Clinik Indonesia)

Meraup Untung dari Usaha Perlengkapan Tempat Tidur

0

Kenyamanan tidur yang dicari semua orang, membuat mereka  perlu untuk menggunakan produk yang benar–benar bagus. Kondisi itulah yang kemudian dimanfaatkan beberapa orang untuk menjajal usaha menjual perlengkapan tempat tidur. Banyaknya pabrikan besar yang memproduksi berbagai jenis perlengkapan tempat tidur, tidak menghalangi produsen kecil yang memproduksi sendiri produk sejenis.

Justru produk handmade memiliki keunggulan tersendiri, yakni dapat membuat produk yang beda dari produk pabrik, tergantung dari kreasi si produsen. Hal ini yang memikat  konsumen, karena mereka bisa memesan produk perlengkapan tidur sesuai keinginannya.

Tidak hanya sebatas sprei, bed cover, bantal, dan guling, kini perlengkapan tempat tidur sudah sangat bervariasi, seperti aneka jenis bantal, yakni bantal cinta, bantal selingkuh atau bantal poligami, bantal roda, bantal imut, bantal selimut (balmut), dan lainnya. Bukan hanya dari segi variasi desain, motif yang ditawarkan pun beragam, sehingga konsumen memiliki lebih banyak lagi pilihan.

Banyak cara untuk memulai bisnis perlengkapan tidur, seperti yang diungkapkan oleh Riska Amalia pemilik Butik Ceria, karena biasanya pemula terkendala oleh modal maka pelaku usaha sebaiknya sebelum menjadi produsen dapat menjadi distributor terlebih dahulu atau menjadi pedagang terlebih dahulu. Dengan demikian ia akan terhindar dari resiko kerugian yang cukup besar, dan justru akan mendapat keuntungan bersih lebih banyak daripada menjadi produsen.

Langkah serupa pernah dialami oleh Nining pemilik Kissen dan www.gudangsprei.com  seorang produsen perlengkapan tidur di daerah Cipadu dan Mampang yang memulai usaha sebagai distributor/ agen bantal dan sarung bantal cinta dengan modal awal Rp 2 juta. Untuk menjadi seorang produsen selain membutuhkan modal yang cukup besar, juga kemampuan untuk berinovasi dan berkompetisi di pasar.

Bahan Baku dan Produksi

Karena perlengkapan tempat tidur disuguhkan untuk memberikan kenyamanan tidur, maka dalam membuat sebaiknya menggunakan bahan bau yang berkualitas. Mulai dari pemilihan kain, silicon (isian bantal, guling, dan bed cover), sampai benang jahit. Maka dari itu dibutuhkan pengetahuan dalam memilih bahan, agar tidak salah menggunakannya.

Untuk  bahan  yang  bagus digunakan adalah katun impor Jepang yang sekilas jika dilihat sama seperti kain katun pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus yaitu daya serap keringat bagus, permukaan kain lebih halus, tidak berbulu, dan harganya pun lebih mahal dari katun biasa. Di bawah katun Jepang ada katun impor Taiwan dan China yang kandungan seratnya 100% katun.

Ada pula kain katun lokal, yang sering dijadikan pilihan kebanyakan produsen perlengkapan tempat tidur. Jenis yang biasa dipakai adalah jenis CVC (cotton viscose) yang dikeluarkan PT Panca Agung dengan merek Panca dan Nikita, yang berbahan adem dan halus. Namun tak jarang juga produsen menggunakan bahan katun lainnya yang lebih murah seperti merek Classy, Pulento, dan lainnya.

Sedangkan untuk isian bantal, guling dan bed cover, bisa menggunakan bahan silikon ataupun hollow silicon. Namun yang sering digunakan produsen lokal adalah bahan silikon yang harganya lebih murah, meskipun kualitas bahan silikon di bawah hollow silicon, namun dilihat dari segi kenyamanannya, tidak diragukan lagi.

Dalam tahap pengerjaan, ada dua cara, jika memiliki modal cukup besar, pelaku usaha bisa membeli peralatan menjahit serta mendayagunakan orang lain sebagai karyawan, untuk mengerjakan produknya. Namun  jika dirasa belum mampu membeli peralatan serta menggaji karyawan, pelaku usaha bisa mencontoh cara yang dilakukan Ine Oktaviana, yakni memaklonkan produknya ke penjahit lain. “Saya hanya memberikan kain serta desain produk ke konveksi. Seminggu kemudian, baru diambil,” jelasnya.

Menurut Godo Tjahjono bekerja sama dengan pengecer untuk memasarkan barang tanpa merek namun memiliki kualitas sesuai harga, dirasa cukup efektif. Strategi ini akan dapat menerobos persaingan dengan pabrik-pabrik besar.

Prospek dan Kendala

Produk perelengkapan tempat tidur ini tidak akan ditinggalkan masyarakat, karena menyangkut kebutuhan akan tetap dicari. Maka dari itu, usaha perlengkapan tempat tidur ini, tidak akan mati di pasaran. Namun perlu adanya inovasi, untuk memberikan hal baru serta pilihan yang beragam bagi konsumen.

Kendala yang sering terjadi di pasaran adalah keberadaan bahan baku, seperti yang diungkapkan Ine Oktaviana, kegagalan panen kapas yang terjadi beberapa waktu lalu, mengakibatkan harga kain melonjak. Ketika harga jual dinaikkan, hal itu mempengaruhi omset penjualannya. Ine pun mulai meminimalisir pengeluarannya, dengan memproduksi perlengkapan tempat tidur berdasarkan pesanan, agar tidak menumpuk stok.

 

Cara Mempromosikan Menu Baru

0

 

Senang mendengar omset bisnis Pecel Lele dan Ayam Anda yang laris. Kalau kemudian Anda ingin lebih membesarkan bisnis, tentu ini sangat bagus karena merupakan ciri pebisnis sejati. Anda berupaya membesarkan bisnis dengan menu baru yaitu Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet. Kedua menu ini sangat cocok karena termasuk menu favorit orang Jawa Tengah. Adanya tambahan menu baru ini memungkinkan orang yang selama ini hanya membeli Pecel Lele dan Ayam, untuk juga mencoba Soto atau Tahu/Tempe Penyet. Dan juga bisa menarik pembeli baru yang benar-benar penggemar Soto atau Tahu/Tempe Penyet yang selama ini belum terlayani.

Kalau saya pikir harga Tahu/Tempe Penyet ini bisa dijual lebih murah dari harga Pecel Lele dan Ayam-nya. Misalnya kalau selama ini Pecel Lele dijual Rp 10.000, maka Tahu/ Tempe Penyet katakan Rp 6.000. Tujuannya bisa menarik pembeli yang budget makannya lebih rendah sehingga semakin banyak pengunjung yang datang.

Nah sekarang berkaitan dengan komunikasi atau promosi. Apa yang harus dilakukan supaya tambahan menu ini diketahui banyak orang? Kalau dilihat dari lokasi, dikatakan bahwa lokasi Anda di pinggir jalan. Ini berarti target pasar yang dituju adalah orang-orang yang lewat baik pengendara sepeda motor, mobil atau orang yang sedang berjalan. Media promosi yang efektif adalah dengan memasang spanduk. Nah, kalau saat ini Anda sudah memasang spanduk, maka spanduknya perlu diperbarui. Apa saja isi spanduknya?

Spanduk harus memuat identitas makanan yang dijual. Misalnya dari segi gambar. Kalau selama ini hanya ada gambar Lele dan Ayam, desain spanduk yang baru ditambah dengan gambar semangkuk Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet. Berikan tulisan yang besar juga di spanduknya untuk menu makanannya: Pecel Lele, Ayam, Soto, Tahu/Tempe Penyet. Kalau mungkin tambahkan nama yang unik supaya orang semakin ingin tahu misalnya “Soto Segar Merangsang”. Lalu jangan lupa nama tempat makan Anda harus terekspos jelas.

Yang perlu diingat bahwa spanduk meskipun tampaknya hanya kain yang terbentang namun peranannya sangat besar untuk tempat makan di pinggir jalan. Pilihlah warna yang mencolok mata, misalnya kuning dan merah untuk tulisannya. Saya jadi ingat salah satu tempat makan di pinggir jalan langganan saya di Jakarta. Waktu buka dulu pengunjungnya sepi sekali. Lalu saya sarankan untuk memperjelas tulisan dan gambar makanan di spanduknya. Belum cukup, saya katakan bahwa spanduknya harus mencuri perhatian mata orang-orangyang lewat. Perlu diingat kalau kita berpromosi di pinggir jalan, kita harus mampu mencuri perhatian pengendara yang lewat. Lalu dia pasang lampu warna-warni, ada yang biru kerlap kerlip yang benar-benar tampak dari jarak jauh. Rupanya ini mampu membuat lebih banyak orang yang menoleh ke kedai makannya. Saat ini tempat makannya laris manis, tempat duduknya selalu penuh pengunjung.

Nah, hal yang sama juga perlu diterapkan di tempat makan Anda. Selain spanduk yang eye catching atau mencolok mata, pasanglah lampu-lampu yang menyala kerlap kerlip di sekitar spanduk sehingga dari jauh dan malam hari, orang semakin tahu tempat makan Anda. Kalau perlu dapurnya tempatkan agak di depan sehingga menambah kekuatan sebagai pencuri pandang.

Lalu apa lagi yang perlu dilakukan? Setelah spanduk dan menyalakan lampu kerlap kerlip di malam hari, pasanglah di meja makan menu baru Anda. Gunakan menu yang berdiri tegak di tiap meja -seperti kalender duduk- di mana pengunjung yang datang akan cepat melihat gambar menu baru Anda. Tampilkan gambar Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet di menu tersebut. Lalu supaya lebih dikenal, karyawan yang melayani atau pramusaji juga diharapkan menginformasikan ke tamu yang datang. Kalau pas sepi, pramusaji dapat menyebarkan brosur ke pejalan kaki yang lewat.

Pada tamu yang duduk, tiap pramusaji bisa mengatakan kepada pelanggan yang sudah order Ayam atau Lele dengan mengatakan: “Apa sudah mencoba menu baru kami: Soto dan Tahu/Tempe Penyet. Sangat cocok dimakan di malam hari karena sotonya panas dan segar. Kalau mau merasakan pedas bisa dicoba dengan Tahu/Tempe Penyetnya juga.” Atau, kalau memang mau dipromosikan langsung, begitu pelanggan memesan menu, langsung ditawarkan menu baru ini. Tawarkan dengan kata-kata dan brosur yang dibagikan ke para tamu. Ada baiknya juga dibuat menu paket keluarga. Misalnya “Paket Pak Le” yang artinya “paket keluarga lengkap” terdiri dari Ayam/Lele, Soto dan Tahu/Tempe Penyet.

Nah, selain untuk orang yang lalu lalang, Anda juga berpromosi ke rumah-rumah di sekitar rumah makan Anda. Dalam radius 1-2 km coba sebarkan brosur ke rumah-rumah untuk menginformasikan menu baru Anda. Kalau memungkinkan tawarkan layanan pesan antar dengan order melalui nomor telepon Anda. Ini akan membuka peluang pasar yang besar bagi pemukiman di sekitar rumah makan Anda. Orang-orang yang sedang malas memasak atau ingin mencicipi rasa baru akan tertarik mencobanya.

Terakhir, saya sarankan menu Tahu/Tempe Penyet sebagai “pemanis” untuk membuat rumah makan Anda lebih laris. Caranya coba pasang harga yang kelewat murah untuk paket makan Nasi + Tahu/Tempe Penyet + Teh. Memang keuntungannya tidak besar untuk paket ini tapi sebagai daya tarik orang yang ingin makan hemat.

Silakan dicoba taktik-taktik di atas. Semoga semakin sukses dan besar usaha bisnis rumah makan Anda!

 

Diasuh oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya, Penulis Buku “Jurus – Jurus Sakti Wirausaha”, www.istijanto.com