Cara Mempromosikan Menu Baru

0
1297
Menu lel (dok angkutkoper.com)

 

Senang mendengar omset bisnis Pecel Lele dan Ayam Anda yang laris. Kalau kemudian Anda ingin lebih membesarkan bisnis, tentu ini sangat bagus karena merupakan ciri pebisnis sejati. Anda berupaya membesarkan bisnis dengan menu baru yaitu Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet. Kedua menu ini sangat cocok karena termasuk menu favorit orang Jawa Tengah. Adanya tambahan menu baru ini memungkinkan orang yang selama ini hanya membeli Pecel Lele dan Ayam, untuk juga mencoba Soto atau Tahu/Tempe Penyet. Dan juga bisa menarik pembeli baru yang benar-benar penggemar Soto atau Tahu/Tempe Penyet yang selama ini belum terlayani.

Kalau saya pikir harga Tahu/Tempe Penyet ini bisa dijual lebih murah dari harga Pecel Lele dan Ayam-nya. Misalnya kalau selama ini Pecel Lele dijual Rp 10.000, maka Tahu/ Tempe Penyet katakan Rp 6.000. Tujuannya bisa menarik pembeli yang budget makannya lebih rendah sehingga semakin banyak pengunjung yang datang.

Nah sekarang berkaitan dengan komunikasi atau promosi. Apa yang harus dilakukan supaya tambahan menu ini diketahui banyak orang? Kalau dilihat dari lokasi, dikatakan bahwa lokasi Anda di pinggir jalan. Ini berarti target pasar yang dituju adalah orang-orang yang lewat baik pengendara sepeda motor, mobil atau orang yang sedang berjalan. Media promosi yang efektif adalah dengan memasang spanduk. Nah, kalau saat ini Anda sudah memasang spanduk, maka spanduknya perlu diperbarui. Apa saja isi spanduknya?

Spanduk harus memuat identitas makanan yang dijual. Misalnya dari segi gambar. Kalau selama ini hanya ada gambar Lele dan Ayam, desain spanduk yang baru ditambah dengan gambar semangkuk Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet. Berikan tulisan yang besar juga di spanduknya untuk menu makanannya: Pecel Lele, Ayam, Soto, Tahu/Tempe Penyet. Kalau mungkin tambahkan nama yang unik supaya orang semakin ingin tahu misalnya “Soto Segar Merangsang”. Lalu jangan lupa nama tempat makan Anda harus terekspos jelas.

Yang perlu diingat bahwa spanduk meskipun tampaknya hanya kain yang terbentang namun peranannya sangat besar untuk tempat makan di pinggir jalan. Pilihlah warna yang mencolok mata, misalnya kuning dan merah untuk tulisannya. Saya jadi ingat salah satu tempat makan di pinggir jalan langganan saya di Jakarta. Waktu buka dulu pengunjungnya sepi sekali. Lalu saya sarankan untuk memperjelas tulisan dan gambar makanan di spanduknya. Belum cukup, saya katakan bahwa spanduknya harus mencuri perhatian mata orang-orangyang lewat. Perlu diingat kalau kita berpromosi di pinggir jalan, kita harus mampu mencuri perhatian pengendara yang lewat. Lalu dia pasang lampu warna-warni, ada yang biru kerlap kerlip yang benar-benar tampak dari jarak jauh. Rupanya ini mampu membuat lebih banyak orang yang menoleh ke kedai makannya. Saat ini tempat makannya laris manis, tempat duduknya selalu penuh pengunjung.

Nah, hal yang sama juga perlu diterapkan di tempat makan Anda. Selain spanduk yang eye catching atau mencolok mata, pasanglah lampu-lampu yang menyala kerlap kerlip di sekitar spanduk sehingga dari jauh dan malam hari, orang semakin tahu tempat makan Anda. Kalau perlu dapurnya tempatkan agak di depan sehingga menambah kekuatan sebagai pencuri pandang.

Lalu apa lagi yang perlu dilakukan? Setelah spanduk dan menyalakan lampu kerlap kerlip di malam hari, pasanglah di meja makan menu baru Anda. Gunakan menu yang berdiri tegak di tiap meja -seperti kalender duduk- di mana pengunjung yang datang akan cepat melihat gambar menu baru Anda. Tampilkan gambar Soto Ayam dan Tahu/Tempe Penyet di menu tersebut. Lalu supaya lebih dikenal, karyawan yang melayani atau pramusaji juga diharapkan menginformasikan ke tamu yang datang. Kalau pas sepi, pramusaji dapat menyebarkan brosur ke pejalan kaki yang lewat.

Pada tamu yang duduk, tiap pramusaji bisa mengatakan kepada pelanggan yang sudah order Ayam atau Lele dengan mengatakan: “Apa sudah mencoba menu baru kami: Soto dan Tahu/Tempe Penyet. Sangat cocok dimakan di malam hari karena sotonya panas dan segar. Kalau mau merasakan pedas bisa dicoba dengan Tahu/Tempe Penyetnya juga.” Atau, kalau memang mau dipromosikan langsung, begitu pelanggan memesan menu, langsung ditawarkan menu baru ini. Tawarkan dengan kata-kata dan brosur yang dibagikan ke para tamu. Ada baiknya juga dibuat menu paket keluarga. Misalnya “Paket Pak Le” yang artinya “paket keluarga lengkap” terdiri dari Ayam/Lele, Soto dan Tahu/Tempe Penyet.

Nah, selain untuk orang yang lalu lalang, Anda juga berpromosi ke rumah-rumah di sekitar rumah makan Anda. Dalam radius 1-2 km coba sebarkan brosur ke rumah-rumah untuk menginformasikan menu baru Anda. Kalau memungkinkan tawarkan layanan pesan antar dengan order melalui nomor telepon Anda. Ini akan membuka peluang pasar yang besar bagi pemukiman di sekitar rumah makan Anda. Orang-orang yang sedang malas memasak atau ingin mencicipi rasa baru akan tertarik mencobanya.

Terakhir, saya sarankan menu Tahu/Tempe Penyet sebagai “pemanis” untuk membuat rumah makan Anda lebih laris. Caranya coba pasang harga yang kelewat murah untuk paket makan Nasi + Tahu/Tempe Penyet + Teh. Memang keuntungannya tidak besar untuk paket ini tapi sebagai daya tarik orang yang ingin makan hemat.

Silakan dicoba taktik-taktik di atas. Semoga semakin sukses dan besar usaha bisnis rumah makan Anda!

 

Diasuh oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya, Penulis Buku “Jurus – Jurus Sakti Wirausaha”, www.istijanto.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.