Perusahaan Berbasis Teknologi Dominasi 78% Penyerapan Ruang Pekantoran

0
74
James Taylor-Head of Research (dok JLL Indonesia)

 

Kebutuhan ruang perkantoran mulai mengalami peningkatan pada triwulan tahun 2019 ini. James Taylor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mengatakan penyerapan ruang perkantoran mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

“Total penyerapan selama tahun 2019 menjadi sebesar 174 ribu meter persegi di kawasan CBD. Namun, harga sewa masih mengalami penurunan sebesar 1% untuk bangunan kelas A,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sektor ritel tetap stabil dengan tingkat okupansi hampir 90% dan harga sewa mall kelas menengah keatas yang mengalami peningkatan sebesar 1.2%.

Sementara itu untuk sektor kondominium, sedikitnya jumlah produk yang diluncurkan membuat tingkat penjualan meningkat ke angka 64%. Senada dengan peluncuran, aktivitas penjualan kondominium pun belum mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya.

“Saat ini, kemudahan akses dari dan menuju transportasi publik menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh pembeli selain harga,” tambahnya.

Angela Wibawa, Head of Markets JLL Indonesia mengatakan penyerapan di triwulan ketiga tahun ini mencapai angka 52.500 meter persegi dengan didominasi oleh perusahaan berbasis teknologi sebanyak 78%.

Perkembangan perusahaan berbasis teknologi ini tidak terlepas dari peran operator coworking yang masih aktif melakukan ekspansi di gedung kelas A di CBD.

Beberapa gedung baru sudah mulai beroperasi di kuartal ketiga ini yaitu Sudirman 7.8, Office One, Graha Makmur dan Menara Binakarsa.

“Berbeda dengan yang terjadi di kawasan CBD, penyerapan di kawasan non CBD hanya sebesar empat ribu meter persegi di kawasan Non CBD. Terdapat satu gedung yang baru saja beroperasi di triwulan ini, yaitu Midpoint Place,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.