Selasa, September 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 62

Purbaya Yudhi Sadewa: Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Jadi Prioritas

0

Optimisme pemerintah dalam menjaga arah pembangunan ekonomi kembali ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pernyataannya, Menkeu menekankan pentingnya mengawal Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas sebagai fondasi stabilitas nasional. Hal ini disampaikan dalam Acara Semangat Awal Tahun 2026 bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Selasa (14/01).

Pada sesi dialog tersebut, Menkeu memaparkan bahwa rangkaian kebijakan awal pemerintah sejak penghujung 2025 berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi. Ia menyebut periode Agustus hingga September sebagai fase yang cukup membahayakan karena pelemahan ekonomi pada waktu itu berpotensi memicu tekanan sosial dan gangguan stabilitas politik bila tidak segera diatasi.

“Kita melihat indikator ekonomi turun ke level yang sangat rendah. Kalau tidak cepat dibalik, stabilitas sosial maupun politik bisa terdampak. Karena itu, fokus pertama kami adalah memastikan ekonomi kembali bergerak,” ungkap Menkeu.

Percepatan Belanja Negara dan Perbaikan Iklim Investasi

Pemerintah menilai percepatan realisasi belanja negara merupakan langkah paling efektif untuk memicu kembali aktivitas ekonomi di awal 2026. Selain itu, perbaikan iklim investasi menjadi agenda utama untuk menciptakan fondasi Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas yang tidak hanya memperbesar output, tetapi juga memperkuat sektor produktif. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking yang bertugas mempercepat perizinan serta mengurai hambatan regulasi bagi pelaku usaha.

Menkeu menegaskan bahwa sektor riil akan mendapat perhatian khusus tahun ini. Ruang untuk penyesuaian kebijakan, termasuk pemberian insentif atau subsidi, tetap terbuka sepanjang langkah tersebut mampu mendorong produktivitas dan daya saing ekonomi.

“Stabilitas kita jaga, tapi di saat yang sama pertumbuhan juga harus berjalan lebih cepat. Kalau dibutuhkan insentif tambahan, tentu akan kita pertimbangkan. Ke depan, moneter, fiskal, dan sektor swasta akan kita arahkan agar bergerak lebih selaras,” ujarnya.

Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral

Meski demikian, Menkeu mengakui efektivitas kebijakan sempat terhambat akibat respons moneter yang belum sepenuhnya sejalan. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat dan kedua pihak telah mencapai titik temu dalam menjaga likuiditas agar kebijakan moneter dan fiskal berjalan searah.

“Kami sudah melakukan pembahasan dengan Bank Sentral dan kini sudah ada titik tengah. Fokusnya adalah memperbaiki mekanisme agar kebijakan moneter dan fiskal bisa lebih sinkron,” jelasnya.

Acara tersebut menjadi ruang diskusi yang menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menciptakan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan setiap kebijakan diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas, sekaligus memberi dorongan kuat bagi dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.

Tidak Perlu Takut Ketinggalan Tren, Asal Punya Strategi Bisnis Jangka Panjang yang Kuat

Banyak pelaku usaha tidak sadar bahwa strategi bisnis jangka panjang jauh lebih penting dibanding ikut-ikutan tren yang cepat berubah. Di awal artikel dari Berempat.com kali ini, penting menegaskan bahwa strategi bisnis jangka panjang bisa menjadi fondasi yang menjaga usaha tetap stabil, tidak mudah goyah, dan tetap relevan meski tren datang silih berganti. Ketika terlalu fokus mengikuti perkembangan sesaat, pelaku usaha sering kehilangan arah dan justru melupakan strategi bisnis jangka panjang yang seharusnya menopang pertumbuhan.

Tren memang menggoda. Ada bisnis yang viral semalam dan langsung meraup omzet besar. Tapi di balik semua itu, ada risiko besar: tren bisa memudar lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk balik modal. Di sinilah pentingnya punya arah yang jelas, bukan sekadar ikut arus. Pelaku usaha yang memahami dasar bisnisnya sering kali lebih kuat daripada yang mengejar tren tanpa strategi.

Bisnis yang bertahan puluhan tahun bukan karena mereka selalu mengikuti perubahan, tetapi karena mereka tahu mana yang harus diikuti dan mana yang harus diabaikan. Mereka punya identitas, arah, dan fondasi yang membuat mereka tetap hidup meski kompetitor berubah-ubah.

Strategi Bertahan Lama: Fokus pada Nilai, Bukan Euforia Sesaat

Salah satu kesalahan paling umum adalah memaksa bisnis ikut tren hanya karena takut ketinggalan. Padahal, tren tidak selalu cocok untuk semua usaha. Yang paling bijak adalah mempelajari apakah tren tersebut sejalan dengan core value bisnis, bukan sekadar mengikuti hype.

Tren minuman, fashion, atau produk digital selalu berganti. Jika pelaku usaha hanya mengikuti arus, usaha bisa kehilangan identitasnya. Strategi yang lebih kuat adalah memetakan apa yang membuat bisnis berbeda, kenapa pelanggan datang, dan apa nilai yang selalu bisa diandalkan.

Di sinilah strategi bisnis jangka panjang memainkan peran besar. Ia bukan hanya urusan perencanaan tahunan, tetapi keputusan sehari-hari yang membuat bisnis tetap relevan tanpa kehilangan karakter. Bisnis yang mampu mempertahankan nilai utamanya akan lebih mudah menarik pelanggan setia, sesuatu yang tidak mungkin dicapai jika usaha hanya terbawa tren.

Cara Menentukan Arah Bisnis Tanpa Terganggu Tren ‘Viral’ Sesaat

Pertama, pahami karakter bisnis. Setiap usaha punya DNA, dan DNA ini yang menentukan arah jangka panjang. Jika suatu tren memang relevan dan bisa memperkuat posisi, tentu boleh diambil. Tapi jika tidak sesuai, tidak ada salahnya menolak.

Kedua, analisis kebutuhan pelanggan saat ini dan masa depan. Banyak pelaku usaha terlalu melihat kompetitor, padahal pelanggan mereka mungkin butuh hal yang berbeda. Mengamati pola pembelian pelanggan lebih bermanfaat dibanding mengikuti langkah pesaing.

Ketiga, pastikan setiap keputusan sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang. Ketika tren datang, tanyakan: apakah ini memperkuat bisnis dalam lima tahun ke depan? Jika tidak, lebih aman mengabaikannya. Fokus pada stabilitas lebih penting daripada euforia.

Keempat, evaluasi kapasitas bisnis. Tidak semua tren bisa diikuti karena setiap usaha punya keterbatasan. Modal, sumber daya manusia, proses operasional, hingga value proposition berbeda-beda. Jangan sampai memaksakan tren justru menggerus arus kas.

Pada akhirnya, bisnis yang bertahan lama bukan yang paling cepat mengikuti tren, melainkan yang paling memahami dirinya sendiri. Tren boleh datang dan pergi, tetapi fondasi bisnis yang kuat akan membuat usaha tetap stabil, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan cara yang tepat.

Bisnis yang tidak ikut arus bukan berarti ketinggalan, justru banyak yang berhasil menciptakan pasarnya sendiri. Dengan pemahaman yang jelas tentang arah, nilai, dan strategi bisnis jangka panjang, pelaku usaha bisa membangun bisnis yang bukan hanya laris sesaat, tetapi bertahan selama bertahun-tahun.

BLT 2026 Kapan Cair? Ini Bocoran Tahapan Verifikasi dan Penetapan Penerima

0

Pertanyaan mengenai BLT 2026 Kapan Cair semakin banyak bergulir di tengah masyarakat menjelang tahun anggaran baru. Publik menunggu kepastian apakah bantuan tunai yang populer pada 2025 lalu akan kembali diberikan pada 2026. Namun pemerintah memastikan, program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang bernilai Rp900 ribu tersebut tidak dilanjutkan lagi pada tahun ini. Dalam penegasan terbaru, pemerintah menyatakan fokus penyaluran bantuan akan diarahkan pada skema perlindungan sosial yang lebih terstruktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, BLT Kesra memang dirancang sebagai program jangka pendek yang berakhir pada Desember 2025. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengharapkan adanya pencairan ulang di tahun berjalan. “Program tersebut sudah selesai pada akhir 2025 dan tidak diperpanjang,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan resmi.

Meski demikian, pemerintah memastikan dukungan sosial bagi masyarakat rentan tetap berlangsung melalui sejumlah program lain yang masih aktif di 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan perlindungan tetap berjalan meskipun program BLT Kesra tidak diteruskan. Hal ini sekaligus menjawab sebagian pertanyaan publik terkait BLT 2026 Kapan Cair, karena pemerintah ingin mengarahkan fokus pada bansos yang bersifat komprehensif dan berkelanjutan.

Program Bantuan yang Masih Berjalan di 2026

Beberapa skema bantuan yang masih disalurkan pemerintah pada tahun ini meliputi:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan bersyarat untuk keluarga miskin dengan komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.

  • Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Saldo elektronik senilai Rp600 ribu per tahap yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.

  • Program Indonesia Pintar (PIP): Dukungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

  • PBI JKN: Bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin yang terdaftar dalam skema Penerima Bantuan Iuran.

Melalui kombinasi program tersebut, pemerintah berharap jangkauan perlindungan sosial tetap optimal meskipun masyarakat tak lagi menerima BLT Kesra. Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di publik terkait BLT 2026 Kapan Cair, bahwa bantuannya tidak berhenti melainkan dialihkan ke program yang lebih terarah.

Cara Mengecek Status Penerima Bansos

Kementerian Sosial juga memastikan proses pengecekan status penerima bansos tetap mudah diakses. Masyarakat bisa melakukan pengecekan melalui dua saluran resmi:

  1. Website cek bansos Kemensos
    Akses situs resmi, pilih wilayah sesuai KTP, masukkan nama lengkap dan kode captcha, lalu sistem akan menampilkan status penerimaan.

  2. Aplikasi Cek Bansos
    Melalui aplikasi di Play Store atau App Store, masyarakat dapat mendaftarkan akun, melakukan verifikasi, dan memantau status bansos secara berkala.

Pemerintah menekankan bahwa validasi penerima akan diperketat, terutama bagi warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Fokus penyaluran bantuan 2026 lebih diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar bantuan tunai sementara.

Dengan berbagai penjelasan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami bahwa meski BLT Kesra tidak berlanjut, program perlindungan sosial tetap berjalan dengan skema yang lebih menyeluruh dan terukur.

Ekosistem Bisnis Digital Harus Seimbang, Menteri UMKM Ingatkan Peran Strategis Transportasi Online

0

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa penguatan Ekosistem Bisnis Digital menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, sektor transportasi online kini berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi rakyat, sehingga seluruh elemen dalam ekosistem tersebut harus dijaga secara menyeluruh. Ia menambahkan, keberlanjutan Ekosistem Bisnis Digital membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar para mitra pengemudi, perusahaan platform, dan pelaku UMKM sama-sama merasakan manfaat yang adil.

Pada acara Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak di Jakarta, Selasa (13/1), Menteri Maman menuturkan bahwa kehadiran Kementerian UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin perlindungan kerja bagi para mitra pengemudi. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap sektor ini bukan hanya soal kesejahteraan pekerja, melainkan juga menyangkut stabilitas jangka panjang Ekosistem Bisnis Digital di Indonesia.

Transportasi Online dan Peranannya dalam Ekonomi Rakyat

Menteri Maman menjelaskan bahwa transportasi online telah menjadi bagian penting dari rantai usaha yang membantu UMKM menjangkau konsumen lebih luas. Layanan digital memungkinkan pengusaha kecil mengirim produk dalam waktu cepat, memperluas pemasaran, serta mengurangi hambatan jarak. Hal ini selaras dengan data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2024 yang mencatat sekitar 27 juta UMKM sudah memanfaatkan ekosistem digital dalam operasional bisnis mereka.

Ia menambahkan bahwa peningkatan digitalisasi ini menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat terus berubah. Produk yang sebelumnya hanya dijual secara tatap muka kini bisa diakses secara daring, sehingga membuka peluang pertumbuhan baru bagi para pelaku usaha di daerah.

Perlindungan Mitra Pengemudi sebagai Fondasi Ekosistem

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman menekankan pentingnya perlindungan bagi para mitra pengemudi. Peran BPJS Ketenagakerjaan disebut sangat strategis dalam memberikan jaminan sosial yang membuat para pengemudi merasa aman saat bekerja. Menurutnya, rasa aman merupakan pondasi bagi hubungan yang sehat antara pengemudi dan platform digital.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak berpihak pada salah satu unsur dalam ekosistem transportasi online. Baik perusahaan platform, mitra pengemudi, maupun merchant merupakan bagian yang saling terhubung. Negara memiliki tugas menjaga keseimbangan agar tidak ada pihak yang terpinggirkan.

Pandangan tersebut juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan arahan agar ekosistem transportasi online terus dipelihara secara proporsional. Menteri Maman menilai, dengan keseimbangan yang terjaga, industri ini dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.

Bikin Pencatatan Keuangan Sederhana Lebih Mudah dengan Prinsip 5 Menit

Banyak pebisnis kecil kewalahan saat harus mencatat transaksi harian. Padahal, pencatatan keuangan sederhana sebenarnya bisa dilakukan tanpa ribet, tanpa spreadsheet rumit, tanpa aplikasi yang butuh belajar berjam-jam. Justru makin simpel sistemnya, makin besar peluang kamu konsisten memakainya. Bahkan prinsip 5 menit ini terbukti bikin pencatatan keuangan sederhana jauh lebih rapi dan lebih akurat dibandingkan catatan yang dibuat setengah hati. Prinsip ini cocok untuk UMKM, freelancer, pedagang harian, hingga bisnis rumahan yang sering kesulitan menjaga arus kas tetap sehat. Asalkan komitmen dipakai tiap hari, hasilnya bisa langsung terasa dalam beberapa minggu. Dan menariknya, siapa pun bisa memulai pencatatan keuangan sederhana tanpa harus punya latar belakang akuntansi.

Kenapa Banyak Bisnis Gagal Menjaga Catatan Keuangan?

Kebanyakan bukan karena pelakunya malas. Masalahnya justru mereka merasa pencatatan keuangan harus terlihat profesional, lengkap, dan detail seperti akuntan. Akhirnya, mereka mengundurkan diri sebelum mulai. Ada pula yang sudah mencoba aplikasi, tetapi justru merasa tambah pusing karena fitur yang terlalu banyak.

Padahal inti pencatatan keuangan itu cuma dua: uang masuk dan uang keluar. Selama dua alur ini jelas, kamu bisa memantau apakah bisnis sehat atau mulai bocor. Banyak UMKM tidak sadar bahwa mereka sebenarnya rugi, hanya karena catatan tidak pernah di-update. Ada yang pemasukan stabil, tetapi pengeluaran kecil-kecil yang tidak dicatat justru memakan margin hingga habis.

Prinsip 5 menit hadir sebagai solusi. Kamu tidak perlu duduk lama, tidak perlu memikirkan format rumit, hanya perlu kebiasaan kecil yang dilakukan di jam yang sama setiap hari. Kombinasi disiplin kecil dan sistem sederhana jauh lebih efektif dibandingkan aplikasi mahal dengan fitur lengkap yang jarang dibuka.

Prinsip 5 Menit untuk Pencatatan yang Konsisten dan Mudah

Agar sistemnya bekerja, kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut dan membiasakannya setiap hari.

  1. Catat Semua Transaksi Tanpa Menunda
    Apa pun yang terjadi hari itu, baik pemasukan maupun pengeluaran, catat dalam waktu 5 menit. Semakin cepat dicatat, semakin akurat datanya. Menunda sehari saja bisa bikin lupa detailnya.

  2. Gunakan Format Tetap
    Tidak harus rumit. Tulis tanggal, jenis transaksi, nominal, dan keterangan. Itu saja sudah cukup untuk memantau keuangan harian. Format tetap bikin kamu tidak perlu berpikir lama setiap mau mencatat.

  3. Pisahkan Pengeluaran Pribadi dan Bisnis
    Ini kebiasaan yang paling sering bikin catatan berantakan. Jika kamu mencampur keduanya, hasil catatan tidak akan pernah akurat. Atur sejak awal dan patuhi setiap hari.

  4. Review 2–3 Kali Seminggu
    Pengecekan singkat membantu kamu melihat apakah ada transaksi yang terlewat. Ini juga mencegah kesalahan kecil berubah menjadi masalah besar di akhir bulan.

  5. Gunakan Media yang Konsisten
    Bisa buku kecil, catatan digital sederhana, atau aplikasi yang paling mudah. Yang penting tidak gonta-ganti. Kebiasaan akan terbentuk hanya jika medianya konsisten.

Dengan menerapkan prinsip 5 menit, banyak pelaku UMKM akhirnya menyadari kebocoran yang selama ini tidak terlihat. Ada yang mendapati biaya operasional membengkak karena pembelian kecil berulang, ada yang menemukan bahwa pemasukan hariannya sebenarnya lebih tinggi dari perkiraan. Semua itu baru terlihat setelah catatan dibuat secara disiplin dan konsisten.

Jika pencatatan sederhana dilakukan setiap hari, arus kas bisa terpantau tanpa stres. Kebiasaan kecil yang kelihatannya sepele ini justru yang menjaga bisnis tetap sehat dalam jangka panjang. Prinsip 5 menit bukan tentang kecanggihan, tetapi tentang konsistensi dan kejelasan aliran uang. Dibanding takut pada angka, lebih baik mulai dari sistem paling sederhana yang benar-benar bisa dilakukan setiap hari. Ini langkah kecil yang memberi dampak besar untuk bisnis apa pun.

Tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi Didorong Bergerak Serempak Menuju Visi 2045

0

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai jika seluruh Mesin Pertumbuhan Ekonomi mampu bergerak serempak dan konsisten. Ia menyebut visi tersebut bukan sekadar target jangka panjang, tetapi agenda nasional yang harus dijalankan lintas pemerintahan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa Asta Cita menjadi rujukan utama arah pembangunan. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta menghadirkan pemerataan hasil pembangunan hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, merupakan fondasi agar Indonesia dapat memasuki era baru sebagai negara maju pada 2045.

Pemerintah Tekankan Sinkronisasi Mesin Pertumbuhan

Purbaya menyoroti pentingnya sinkronisasi tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang selama ini menjadi motor pembangunan nasional. Ketiga mesin itu adalah kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ia menegaskan, keberhasilan Asta Cita bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga ketiganya tetap harmonis.

Dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang digelar secara daring, Selasa (13/01), Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal harus dieksekusi tepat waktu dan tepat sasaran. Belanja negara, katanya, tidak boleh disia-siakan. Setiap rupiah harus kembali kepada masyarakat melalui proyek pembangunan, perlindungan sosial, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Melalui kerja sama dengan Bank Sentral, arah kebijakan keuangan nasional diharapkan berjalan sinkron, sehingga stabilitas ekonomi dapat terjaga tanpa menekan ruang gerak pelaku usaha.

Reformasi Investasi untuk Dorong Pertumbuhan

Selain dua mesin utama tersebut, sektor investasi menjadi perhatian besar pemerintah. Purbaya mengungkapkan bahwa satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah kini bekerja dengan ritme yang lebih cepat. Setiap pekan, sidang digelar untuk memastikan hambatan investasi bisa segera diselesaikan. Mekanisme ini, menurutnya, menjadi cara efektif untuk menciptakan iklim usaha yang lebih menarik bagi investor lokal maupun global.

Ia optimistis, ketika seluruh Mesin Pertumbuhan Ekonomi—fiskal, moneter, dan investasi—berjalan beriringan, Indonesia dapat kembali mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif dalam beberapa tahun ke depan.

Menatap 2026, pemerintah telah menetapkan APBN yang bersifat ekspansif namun tetap terukur. Anggaran diarahkan pada delapan agenda prioritas, mulai dari peningkatan produktivitas nasional hingga penguatan fondasi jangka panjang pembangunan. Purbaya menekankan bahwa belanja negara didorong untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum menuju Indonesia Emas 2045.

Stok Melimpah, Pemerintah Mantapkan Swasembada Beras Tercapai Mulai 2026

0

Swasembada Beras Tercapai kembali ditegaskan pemerintah sebagai capaian strategis yang mulai terlihat jelas memasuki awal 2026. Pernyataan ini merujuk pada menguatnya produksi nasional serta cadangan beras pemerintah yang menjadi tulang punggung stabilitas harga dan distribusi di berbagai daerah. Pemerintah menilai bahwa fondasi penyediaan pangan pokok kini berada dalam kondisi yang jauh lebih solid dibanding beberapa tahun sebelumnya, sehingga target Swasembada Beras Tercapai bukan sekadar klaim, tetapi didukung data teknis di lapangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa stok beras nasional dalam situasi aman. Posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang terus terjaga menjadi elemen penting dalam mengendalikan pasokan, sekaligus memastikan program distribusi pangan berjalan tanpa hambatan.

Direktur Distribusi Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 mencapai 3,36 juta ton. Angka tersebut terdiri atas 3,23 juta ton CBP dan sekitar 129 ribu ton stok komersial.

Penguatan Cadangan dan Distribusi Nasional

Menurut Rachmi, jumlah cadangan yang ada memberikan kepastian bahwa kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa opsi impor. Fokus kebijakan tahun ini diarahkan pada kelancaran distribusi, pemerataan pasokan, serta stabilitas harga pada tingkat konsumen. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menginginkan gejolak harga terjadi di tengah upaya menjaga momentum Swasembada Beras Tercapai yang terus dikawal.

Penguatan cadangan juga berjalan beriringan dengan program stabilisasi melalui penyaluran bantuan pangan dan intervensi harga. Hingga 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk alokasi Oktober–November 2025 sudah mencapai 96,71 persen atau sekitar 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan. Total komoditas yang telah tersalurkan meliputi 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng. Pemerintah terus mempercepat distribusi untuk sisa alokasi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Meski pasokan beras nasional tergolong kuat, dinamika harga tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kelancaran logistik, permintaan musiman, hingga kondisi spesifik tiap daerah. Rachmi menjelaskan bahwa swasembada tidak serta-merta menjamin harga selalu stabil, sehingga pemantauan harian masih menjadi instrumen penting. Pemerintah pun menyiapkan langkah intervensi lewat operasi pasar dan penyediaan beras SPHP jika dibutuhkan.

Di tingkat daerah, sebagian besar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga telah menguatkan Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD). Cadangan ini menjadi lapisan pengaman tambahan jika terjadi lonjakan harga atau kondisi darurat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian swasembada beras pada 7 Januari. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton dengan surplus sekitar 3,52 juta ton dari kebutuhan nasional.

4 Kesalahan Finansial Bisnis yang Bikin Usaha Untung Tapi Tabungan Tetap Nol

Banyak pelaku usaha kaget ketika melihat laporan bulanan: bisnis berjalan, penjualan naik, tetapi tabungan tetap kosong. Situasi ini sering muncul karena ada sejumlah kesalahan finansial bisnis yang tidak disadari sejak awal. Parahnya, kesalahan finansial bisnis ini bisa terus terulang setiap bulan tanpa pemilik usaha sadar bahwa pola tersebut justru menggerogoti kesehatan keuangan usahanya. Jika dibiarkan, kesalahan finansial bisnis ini bukan hanya bikin tabungan nol, tetapi juga membuat bisnis sulit berkembang dalam jangka panjang.

Faktanya, banyak UMKM terlihat sibuk, bahkan omzetnya tumbuh dari waktu ke waktu, tetapi kondisi keuangannya lemah. Keuangan usaha ibarat fondasi bangunan: kalau rapuh, sekuat apa pun dindingnya, tetap mudah roboh. Karena itu, penting memahami di mana letak kesalahannya.

1. Pencatatan Keuangan Tidak Konsisten

Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah pencatatan keuangan yang tidak rapi. Banyak pemilik usaha hanya mengandalkan ingatan, bukannya sistem pencatatan yang jelas. Padahal, tanpa data yang akurat, pemilik bisnis tidak tahu apakah mereka benar-benar untung atau hanya merasa untung.

Data keuangan yang tidak jelas sering membuat pengeluaran kecil dianggap sepele, padahal jika dikumpulkan jumlahnya bisa besar. Mulai dari membeli stok tambahan, ongkos kirim, hingga biaya operasional kecil harian. Jika semuanya tidak dicatat, maka arus kas akan tampak selalu “bocor”.

Masalah lain muncul ketika pencatatan hanya dilakukan ketika ada waktu luang. Cara ini membuat pemilik usaha salah mengambil keputusan karena datanya tidak pernah benar-benar lengkap.

2. Mencampur Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ini adalah jebakan klasik yang dianggap sepele, tetapi efeknya bisa fatal. Banyak pemilik usaha memakai uang bisnis untuk kebutuhan pribadi, terutama saat uang usaha terlihat “mengendap banyak” di rekening. Lama-lama, pelaku usaha sendiri bingung mana uang pribadi dan mana uang operasional.

Jika ingin bisnis bertahan lama, pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha. Gunakan gaji bulanan untuk kebutuhan pribadi. Dengan begitu, kondisi keuangan usaha bisa terlihat dengan jernih dan realistis.

3. Tidak Mengatur Arus Kas dengan Benar

Keuntungan di atas kertas tidak selalu berarti bisnis sehat. Banyak usaha yang tampak untung, tetapi tetap kesulitan membayar tagihan vendor, gaji karyawan, atau pembelian bahan baku. Ini biasanya terjadi karena manajemen arus kas yang buruk.

Arus kas ibarat “denyut nadi” bisnis. Penjualan besar tidak berarti apa-apa jika uangnya baru masuk 30 hari kemudian, sementara pengeluaran harus dibayar hari ini. Jika pemilik usaha tidak memperkirakan kebutuhan arus kas mingguan atau bulanan, maka masalah keuangan pasti muncul.

Cara sederhana yang bisa diterapkan adalah membuat perkiraan arus kas minimal tiga bulan ke depan. Catat kapan uang masuk dan kapan uang harus keluar. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mengantisipasi potensi kekurangan dana sebelum terjadi.

4. Tidak Menyisihkan Dana Cadangan

Bisnis yang sehat selalu menyiapkan dana darurat. Namun banyak pelaku usaha mengabaikan hal ini karena merasa keuntungan sudah cukup. Padahal, situasi bisnis tidak selalu stabil. Ada masa penjualan turun, ada masa biaya operasional naik, dan ada kejadian tak terduga seperti kerusakan mesin atau keterlambatan pembayaran pelanggan.

Dana cadangan memberi ruang aman agar bisnis tidak goyah ketika kondisi berubah tiba-tiba. Idealnya, sisihkan minimal 5–10 persen dari keuntungan bersih setiap bulan.

Kesimpulannya, keuntungan besar tidak otomatis membuat bisnis kuat secara finansial. Tanpa pengelolaan keuangan yang disiplin, keuntungan hanya lewat begitu saja tanpa menghasilkan tabungan atau pertumbuhan jangka panjang. Dari mulai pencatatan keuangan, pemisahan rekening, manajemen arus kas, hingga dana darurat, semuanya memainkan peran penting dalam menjaga bisnis tetap sehat.

Sebelum menyalahkan penjualan atau strategi pemasaran, coba cek dulu apakah empat kesalahan di atas terjadi dalam bisnis. Dengan memperbaikinya, kondisi keuangan usaha bisa jauh lebih stabil, dan keuntungan yang dihasilkan bisa benar-benar dinikmati, bukan hanya lewat angka di laporan.

Penyidik Dalami Dugaan Penipuan Timothy Ronald yang Diadukan Komunitas Kripto

0

Influencer kripto dan keuangan, Timothy Ronald, kembali menjadi pusat perhatian setelah namanya terseret dalam laporan dugaan penipuan investasi yang kini ditangani Polda Metro Jaya. Kasus ini mencuat setelah sejumlah pihak mengadukan apa yang mereka nilai sebagai dugaan penipuan Timothy Ronald terkait aktivitas investasi di komunitas yang ia kelola.

Polda Metro Jaya membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan kini masuk tahap penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengatakan bahwa penyidik telah memulai proses awal untuk menelaah laporan serta bukti-bukti yang diserahkan pelapor. “Benar, ada laporan terkait aset kripto oleh pelapor berinisial Y,” ungkap Bhudi saat memberikan keterangan pada Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa pelapor akan dipanggil untuk memberikan keterangan lanjutan. “Saat ini terlapor dalam proses penyelidikan. Kami akan mendalami laporan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Isu berkembang cepat setelah akun Instagram @skyholic888 mengunggah klaim bahwa sejumlah anggota Akademi Crypto—komunitas yang dibangun Timothy bersama rekannya, Kalimasada—telah mengajukan laporan resmi. Mereka menuding keduanya mengarahkan investor menanamkan dana ke aset-aset kripto dengan janji keuntungan besar, namun justru menimbulkan kerugian.

Akun tersebut juga menyebut sekitar 3.500 orang terdampak, dengan nilai kerugian yang diklaim melebihi Rp200 miliar. Salah satu unggahan memperlihatkan foto surat laporan Polda Metro Jaya yang menandai dimulainya proses hukum.

Perkembangan Laporan dan Respons Publik terhadap Dugaan Penipuan Timothy Ronald

Dalam narasi lain yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa sebagian korban sempat enggan melapor karena merasa mendapat tekanan. Namun, setelah saling berkoordinasi dalam sebuah grup, mereka akhirnya memutuskan membawa kasus itu ke pihak berwajib. Laporan yang mereka ajukan kini dikaitkan langsung dengan dugaan penipuan Timothy Ronald yang sedang didalami penyidik.

Dari aspek hukum, Timothy dan Kalimasada disebut dijerat sejumlah pasal, mulai dari UU ITE Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1, UU Transfer Dana Nomor 3 Tahun 2011 Pasal 80 hingga 82, serta Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 607 ayat 1. Serangkaian pasal ini menunjukkan kemungkinan adanya tindak pidana berlapis.

Nama Timothy sudah lama dikenal publik karena gaya komunikasinya yang kerap memantik perdebatan. Ia sering tampil dengan narasi flamboyan mengenai kekayaan dan kesuksesan, disertai komentar yang dianggap merendahkan kelompok tertentu. Pernah pula ia melontarkan pernyataan kontroversial mengenai aktivitas gym dan warga yang ingin pindah ke luar negeri.

Meski begitu, Timothy selama ini mengklaim bahwa dirinya hanya ingin “membangun mental kaya” dan mendorong lebih banyak orang berani berinvestasi di pasar kripto. Namun, dengan menguatnya sorotan publik terhadap dugaan penipuan Timothy Ronald, masyarakat kini menunggu apakah sosok yang selama ini memposisikan diri sebagai mentor keuangan dapat mempertahankan pembelaannya di tengah proses hukum yang berlangsung.

Perputaran Ekonomi Libur Nataru Dorong Ekraf Sumbang Rp24,46 Triliun ke PDB Nasional

0

Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 memberi dorongan besar bagi sektor ekonomi kreatif, terutama melalui peningkatan perputaran ekonomi libur Nataru yang meluas ke berbagai daerah. Data Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menunjukkan sektor ekraf memberikan kontribusi langsung sebesar Rp 24,46 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari total tambahan PDB nasional Rp 48,56 triliun sepanjang periode liburan tersebut. Temuan ini memperlihatkan bagaimana momen liburan akhir tahun yang selalu ditunggu masyarakat menjadi salah satu katalis pertumbuhan konsumsi nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa dampak ekonomi selama masa libur panjang tidak berhenti sebagai fenomena musiman. Menurutnya, pola lonjakan aktivitas yang terlihat sepanjang Nataru mengindikasikan adanya potensi besar yang bisa dirancang menjadi strategi berkelanjutan, terutama jika seluruh ekosistem ekonomi kreatif terus diperkuat dari hulu hingga hilir.

“Data ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi bagian penting dari fondasi perputaran ekonomi libur Nataru, bukan sekadar ikut terdorong oleh lonjakan konsumsi,” ujar Teuku Riefky dalam acara paparan kinerja pada Jumat, 9 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa integrasi program kreatif dengan agenda wisata dan rekreasi tahunan akan memperluas peluang bagi pelaku industri di berbagai wilayah.

Tren Belanja Liburan Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif

Kajian terbaru Kementerian Ekraf mengonfirmasi adanya perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertarik pada produk kreatif dalam berbagai kategori. Kuliner, fesyen, kriya, serta layanan berbasis hiburan mengalami peningkatan permintaan signifikan. Jenama lokal di berbagai daerah juga merasakan dampak langsung melalui kenaikan penjualan, terutama di destinasi wisata yang padat pengunjung.

Google Trends mencatat lonjakan minat masyarakat terhadap kuliner pada 28 Desember 2025, diikuti peningkatan pencarian terkait hotel pada 31 Desember 2025 menjelang pergantian tahun. Sementara itu, pada 25–26 Desember 2025, minat terhadap aktivitas hiburan keluarga—termasuk bioskop—berada pada level tertinggi. Pola konsumsi ini memperlihatkan bahwa ekraf memiliki keterkaitan kuat dengan ritme liburan masyarakat, sehingga pemetaan kebutuhan menjadi elemen penting bagi pelaku usaha untuk menyiapkan stok dan strategi promosi.

Survei kinerja usaha yang dilakukan kementerian juga menunjukkan bahwa 76,93 persen pelaku ekraf mengalami kenaikan penjualan selama masa liburan, sementara 73,08 persen mencatat peningkatan keuntungan. Mayoritas merupakan pelaku berskala mikro yang bergerak di subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Kenaikan ini menegaskan bahwa perputaran ekonomi libur Nataru tidak hanya menggerakkan sisi konsumsi, tetapi juga memperkuat dasar usaha mikro dalam memperluas pasar.

Kontribusi Subsektor dan Peluang Penguatan Ekosistem

Pengeluaran wisatawan selama libur panjang sebagian besar dialokasikan untuk transportasi dan akomodasi. Namun, belanja produk kreatif seperti makanan, cinderamata, dan ritel mencapai rata-rata Rp 858 ribu per orang. Angka ini mempertegas sisi permintaan yang terus tumbuh dalam rantai konsumsi wisata, sehingga memperluas peluang penguatan kapasitas bagi pelaku ekraf.

Dari aspek kontribusi PDB, subsektor kuliner menempati porsi terbesar dengan nilai Rp 19,9 triliun. Fesyen berada di posisi kedua dengan Rp 3,9 triliun, disusul subsektor kriya senilai Rp 0,24 triliun. Pemerintah menilai data tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pembiayaan agar pelaku kreatif dapat merespons lonjakan permintaan secara optimal.

Menteri Teuku Riefky menekankan bahwa keberhasilan ekraf selama Nataru harus dijadikan fondasi untuk pengembangan program jangka panjang. “Jika momentum puncak liburan dapat dioptimalkan melalui Pasar Ekraf dan penguatan ekosistem terintegrasi, maka kontribusinya bukan hanya mendorong PDB, tetapi juga memperkukuh daya saing jenama lokal,” ujarnya.

Dengan tren konsumsi yang semakin berpihak pada produk kreatif, pemerintah menilai perputaran ekonomi libur Nataru akan terus menjadi salah satu mesin penggerak sektor ini. Hal tersebut membuka ruang pengembangan yang lebih besar bagi para pelaku usaha menuju tahun-tahun berikutnya.