Rabu, Mei 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 53

Masih Belum Cair? Ini Penyebab dan Solusi Keterlambatan BLT Kesra

0

Pemerintah mulai menyalurkan BLT Kesra atau Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat sejak Senin, 20 Oktober 2025. Bantuan tunai ini diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember. Penyaluran dilakukan sekaligus dengan total Rp900 ribu untuk setiap penerima manfaat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan menjelang akhir tahun. Program BLT Kesra menargetkan lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang jika dihitung bersama anggota keluarga mereka, diperkirakan menyentuh hingga 140 juta jiwa di seluruh Indonesia.

Tujuan dan Sasaran Program BLT Kesra

BLT Kesra merupakan program perlindungan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang berfokus pada masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok harian, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.

Meski pencairan sudah dimulai di sejumlah daerah, sebagian masyarakat mengaku belum menerima bantuan tersebut meski terdaftar sebagai penerima. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor administratif dan teknis yang masih dalam proses penyelesaian oleh pihak berwenang.

Penyebab BLT Kesra Belum Cair

Beberapa hal yang menyebabkan pencairan BLT Kesra tertunda antara lain:

  1. Penyaluran dilakukan bertahap.
    Jadwal pencairan bisa berbeda antar daerah tergantung kesiapan administrasi dan ketersediaan anggaran.

  2. Data penerima belum valid.
    Ketidaksesuaian data seperti NIK, alamat, atau nomor rekening dapat menghambat proses pencairan.

  3. Masalah teknis di lembaga penyalur.
    Proses verifikasi di bank maupun kantor pos kadang membutuhkan waktu tambahan.

  4. Belum terdaftar dalam DTKS.
    Hanya masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berhak menerima bantuan.

  5. Perbedaan domisili.
    Penerima yang berpindah alamat tanpa memperbarui data kependudukan bisa mengalami kendala verifikasi.

Cara Mengecek Status Penerima

Untuk memastikan apakah bantuan sudah cair atau belum, masyarakat bisa melakukan pengecekan mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Langkah-langkahnya adalah:

  1. Pilih wilayah sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa).

  2. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.

  3. Isi kode verifikasi (captcha) dan klik “Cari Data.”

  4. Tunggu hasil pencarian untuk melihat status pencairan bantuan.

Apabila status masih “dalam proses” atau belum tercantum, masyarakat dapat melakukan konfirmasi ke petugas pendamping sosial atau menghubungi kanal pengaduan resmi Kemensos.

Cara Mengatasi Kendala Pencairan BLT Kesra

Jika BLT Kesra belum cair, berikut langkah yang bisa dilakukan:

  • Hubungi pihak berwenang:
    Call Center Kemensos di 0811-10-222-10 atau SMS ke 1708. Pengaduan juga bisa dikirim melalui akun X (Twitter) @lapor1708 atau email ke bansos@kemensos.go.id.

  • Temui pendamping sosial (PKH).
    Mereka dapat membantu memastikan data Anda valid dan mengajukan klarifikasi ke pusat.

  • Pastikan rekening aktif.
    Jika pencairan melalui bank, periksa apakah rekening masih aktif dan sesuai nama di DTKS.

  • Cek undangan dari Kantor Pos.
    Untuk penyaluran nonbank, penerima akan mendapat surat panggilan pencairan dari kantor pos setempat.

Pemerintah berharap dengan adanya BLT Kesra, masyarakat berpenghasilan rendah dapat tetap bertahan menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menikmati momentum akhir tahun dengan lebih sejahtera.

Sertifikasi Halal Produk UMKM Didorong Jadi Motor Ekonomi Syariah Nasional

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mempercepat proses sertifikasi halal produk UMKM sebagai langkah strategis memperluas pasar dan memperkuat daya saing pelaku usaha kecil di tingkat nasional maupun internasional. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadapi penerapan wajib sertifikasi halal pada Oktober 2026.

Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, menegaskan bahwa produk halal kini telah menjadi kebutuhan global dan tidak lagi terbatas pada umat Islam. Menurutnya, pelaku usaha kecil harus segera memiliki sertifikat halal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Produk halal terus berkembang di berbagai negara. Kalau pelaku UMKM kita tidak segera bersertifikat halal, maka akan tertinggal,” ujar Aqil di Jakarta, Senin (13/10).

Sertifikasi Halal Jadi Kunci Perluasan Pasar UMKM

Aqil menjelaskan bahwa sertifikasi halal produk UMKM merupakan kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan sertifikat halal, produk menjadi lebih mudah diterima di berbagai kalangan dan berpotensi menembus pasar global.
“Dengan bersertifikat halal, produk UMKM akan makin mudah diterima pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen. Apalagi di Yogyakarta, kuliner dan produk kreatif menjadi daya tarik wisatawan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tren halal kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern di seluruh dunia. “Halal bukan sekadar label agama, tapi sudah menjadi standar mutu global yang menambah nilai ekonomi suatu produk,” kata Aqil.

Program SEHATI Dorong Akselerasi Sertifikasi Halal

Dalam upaya mempercepat proses sertifikasi, BPJPH mengajak pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI). Program ini masih dibuka untuk satu juta pelaku usaha yang ingin mendapatkan sertifikasi tanpa biaya. Aqil menyebut program tersebut merupakan wujud nyata dukungan pemerintah bagi UMKM agar mampu memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum batas waktu yang ditetapkan.

Selain program SEHATI, BPJPH juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi publik melalui kegiatan Jogja Halal Market 2025, bagian dari rangkaian roadshow Halal 20. Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, mengatakan kegiatan itu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pemeriksa halal, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan semua produk wajib halal di Yogyakarta dan sekitarnya segera tersertifikasi. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat daya saing lokal sekaligus memperluas kontribusi sektor halal bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sering Tertukar? Ini Bedanya Real Estate dan Properti dalam Bisnis Modern

Banyak orang sering menggunakan istilah “real estate” dan “properti” secara bergantian, seolah keduanya punya makna yang sama. Padahal, kalau ditelusuri lebih dalam, perbedaan real estate dan properti cukup signifikan, terutama dalam konteks bisnis dan investasi. Memahami perbedaannya bisa membantu kamu membuat keputusan yang lebih cerdas, baik saat ingin berinvestasi, membeli, maupun menjual aset.

Secara umum, perbedaan real-estate dan properti terletak pada lingkupnya. Real estate lebih mengacu pada fisik tanah dan bangunan yang melekat di atasnya, sedangkan properti mencakup hal yang lebih luas, termasuk kepemilikan hukum dan nilai ekonominya. Nah, dari sinilah sering muncul kesalahpahaman di kalangan masyarakat maupun pelaku bisnis.

Mengetahui perbedaan real-estate dan properti bukan hanya penting untuk pelaku industri, tapi juga bagi siapa pun yang ingin menapaki dunia investasi. Karena meski terdengar mirip, dua istilah ini punya implikasi berbeda terhadap pajak, hukum, dan potensi keuntungan.

Apa Itu Real Estate dan Properti?

Real estate adalah aset yang terdiri dari tanah dan segala sesuatu yang melekat secara permanen di atasnya. Ini bisa berupa rumah, gedung, apartemen, pusat perbelanjaan, bahkan area industri. Artinya, real estate berfokus pada bentuk fisik dan lokasi dari aset tersebut.

Sementara itu, properti mencakup semua hak kepemilikan yang terkait dengan real-estate tersebut. Jadi, ketika seseorang memiliki properti, ia tidak hanya memiliki bangunannya, tapi juga hak legal untuk menggunakan, menyewakan, atau menjualnya. Dengan kata lain, properti adalah konsep yang lebih luas karena mencakup aspek hukum dan ekonomi.

Sebagai contoh, ketika kamu membeli sebuah rumah, secara fisik kamu memiliki real estate-nya. Tapi hak milik, surat tanah, serta izin penggunaan lahan adalah bagian dari properti.

Perbedaan Real Estate dan Properti dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis dan investasi, memahami perbedaan ini sangat penting. Real-estate biasanya dikaitkan dengan sektor pembangunan, seperti developer, kontraktor, atau perusahaan konstruksi. Fokus mereka adalah membangun, mengelola, dan menjual aset fisik berupa tanah dan bangunan.

Sedangkan properti lebih sering dikaitkan dengan kepemilikan dan pengelolaan aset itu sendiri. Misalnya, investor yang membeli apartemen bukan untuk dijual, tapi disewakan untuk mendapatkan penghasilan pasif. Dalam kasus ini, ia berperan di sektor properti, bukan semata-mata real estate.

Selain itu, properti juga bisa melibatkan aspek keuangan, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), pajak, dan asuransi aset. Di sisi lain, real-estate lebih fokus pada nilai jual fisik dan perkembangan wilayah.

Mengapa Penting Memahami Perbedaannya?

Mengetahui perbedaan real-estate dan properti bisa membantu kamu menentukan strategi investasi yang tepat. Kalau kamu tertarik dengan sektor pembangunan dan nilai tanah, maka fokus pada real estate bisa jadi pilihan menarik. Tapi kalau tujuanmu mencari penghasilan jangka panjang melalui sewa atau kenaikan nilai aset, maka kamu lebih cocok masuk ke dunia properti.

Selain itu, memahami perbedaan ini juga berguna saat mengurus dokumen legal. Dalam proses jual beli atau penyewaan, kontrak dan pajak yang berlaku bisa berbeda tergantung apakah yang kamu miliki dikategorikan sebagai real estate atau properti.

Jadi, meski istilahnya sering digunakan secara bergantian, keduanya punya fungsi dan konteks yang berbeda. Real-estate berbicara soal fisik, sementara properti mencakup nilai kepemilikan dan potensi ekonominya.

Dunia properti dan real-estate memang terlihat mirip di permukaan, tapi sebenarnya mereka berdiri di dua ranah yang berbeda. Perbedaan real estate dan properti terletak pada ruang lingkup dan pendekatannya terhadap aset: real estate bersifat fisik, sementara properti bersifat legal dan ekonomis.

Regulasi Perlindungan Mitra Pengemudi Ojol Ditarget Rampung Sebelum Akhir Tahun

0

Pemerintah tengah mengebut penyusunan regulasi baru yang akan memperkuat Perlindungan Mitra Pengemudi ojek online (ojol). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, rancangan peraturan presiden (perpres) terkait hal tersebut kini sudah berada di meja Kementerian Sekretariat Negara dan sedang melalui tahap akhir pembahasan lintas kementerian.

Menurut Prasetyo, pemerintah ingin memastikan aturan baru ini tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjamin kesejahteraan para pengemudi. “Iya, fokus utamanya tentu soal perlindungan kepada teman-teman ojol. Kita ingin memastikan posisi mereka aman dan adil,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Pemerintah Cari Jalan Tengah untuk Perlindungan Mitra Pengemudi

Ia menjelaskan, draf perpres telah dipelajari secara mendalam dan kini memasuki tahap penyelarasan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan aplikator dan asosiasi pengemudi. Pemerintah, lanjutnya, berupaya mencari titik temu agar kebijakan yang dihasilkan tidak merugikan salah satu pihak, baik pengemudi maupun perusahaan penyedia aplikasi.

“Drafnya sudah kami terima dan hampir rampung. Tinggal beberapa hal teknis yang masih perlu disepakati bersama, terutama yang menyangkut implementasi di lapangan. Prinsipnya, kita ingin menemukan jalan keluar terbaik,” kata Prasetyo.

Ia optimistis aturan baru terkait Perlindungan Mitra Pengemudi ini dapat rampung dalam waktu dekat, bahkan berpotensi selesai sebelum akhir tahun 2025. “Kemungkinan besar tahun ini bisa selesai. Secara umum hampir semua substansi sudah disepakati,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah terhadap Nasib Pengemudi Ojol

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak mitra ojol. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya, Presiden menyebut bahwa sektor ojek online kini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi rakyat.

“Kita ingin supaya lapangan kerja bagi pengemudi ojol ini terlindungi dan terjamin. Saat ini ada sekitar empat juta pengemudi ojol di dua perusahaan besar, dan sekitar dua juta pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan mereka untuk berjualan,” ujar Presiden Prabowo.

Selain regulasi baru, Presiden juga menyoroti langkah konkret yang telah dilakukan, seperti pemberian bonus hari raya bagi pengemudi ojol—sebuah kebijakan yang disebutnya sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mitra. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pengemudi ojek online menerima bonus hari raya. Ini adalah langkah awal menuju perlindungan yang lebih baik,” kata Prabowo.

Langkah penyusunan perpres ini diharapkan mampu menjadi payung hukum yang kuat dalam meningkatkan Perlindungan Mitra Pengemudi, memberikan kepastian bagi jutaan pekerja sektor digital, sekaligus memastikan keberlanjutan industri transportasi daring yang semakin vital dalam kehidupan masyarakat modern.

Industri Game Nasional Melesat, Gameseed 2025 Lahirkan Generasi Baru Kreator Digital

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) kembali menegaskan komitmennya menjadikan industri game sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kreatif nasional. Melalui program Gameseed 2025, pemerintah berupaya memperkuat kapasitas talenta muda di bidang pengembangan game sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor digital yang terus tumbuh pesat.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, Gameseed 2025 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mencetak pengembang gim profesional yang mampu bersaing di pasar global. “Program ini adalah langkah nyata untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru. Selain menghibur, gim juga bisa menjadi medium edukasi, promosi budaya, dan pencipta lapangan kerja,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi, Kamis (23/10/2025).

Mencetak Generasi Baru Pengembang Game di Indonesia

Memasuki tahun ketiganya, Gameseed 2025 dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan. Rangkaian kegiatannya meliputi roadshow di berbagai daerah sejak Mei 2025, martikulasi, game jam, kurasi, hingga sesi inkubasi dan final pitching. Dalam sesi akhir tersebut, para finalis mempresentasikan karya gim mereka di hadapan dewan juri, dengan tiga tim terbaik dari tiap kategori akan dinobatkan sebagai pemenang.

Acara final tersebut disiarkan secara daring dan berhasil menarik lebih dari 2.500 penonton. Angka itu menunjukkan besarnya minat publik terhadap perkembangan industri game lokal, sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi kreatif di sektor digital.

Gameseed juga menjadi gerbang bagi para pengembang muda untuk mengenal ekosistem industri gim di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun teknologi. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Game Indonesia (AGI), dan sejumlah mitra industri seperti Tencent, Nuon Digital Indonesia, serta Google.

Mendorong Kolaborasi dan Kemandirian Industri Game

Presiden AGI, Shafiq Husein, menilai Gameseed 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional. Tahun ini, ajang tersebut memperebutkan total hadiah Rp102 juta sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan inovasi para pengembang lokal.

“Dukungan dari pemerintah dan mitra industri menjadi kunci agar talenta Indonesia terus berkembang dan memiliki ruang untuk berkontribusi di industri gim. Kami berharap program ini melahirkan generasi baru kreator dan studio gim muda yang memperkaya identitas gim Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Country Head Level Infinite Indonesia, Tencent, Agung Chaniago. Menurutnya, dukungan pemerintah memberi kepercayaan diri bagi peserta untuk mengembangkan potensi mereka. “Gameseed membuka akses agar pengembang lokal bisa dikenal secara global. Mereka juga mendapat bimbingan langsung dari pelaku industri, yang sangat berharga untuk memahami pasar dan strategi pengembangan gim,” tutur Agung.

Sementara itu, Program Manager AGI sekaligus Program Lead Gameseed 2025, Calvin Mona Sandehang, menambahkan bahwa kualitas peserta tahun ini meningkat signifikan. “Jumlah peserta mencapai 1.620 orang, dan banyak di antaranya menunjukkan kemajuan besar dari segi desain maupun teknis. Ini bukti nyata bahwa ekosistem industri gim Indonesia semakin matang,” kata Calvin.

Ia berharap keberlanjutan program ini dapat terus menginspirasi lebih banyak talenta muda untuk terjun ke dunia pengembangan gim. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, Gameseed diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya industri gim nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Waspadai Risiko Trading Aset Kripto, Begini Cara Aman Agar Keuangan Tidak Goyang!

Beberapa tahun terakhir, banyak orang mulai melirik dunia kripto karena dianggap sebagai cara cepat menggandakan uang. Namun di balik potensi keuntungannya, risiko trading aset kripto juga sangat tinggi. Tidak sedikit investor pemula yang tergoda oleh tren, tapi akhirnya harus menanggung kerugian besar karena kurang memahami cara mainnya.

Memahami risiko trading aset kripto adalah langkah penting sebelum benar-benar terjun ke dalamnya. Pasar kripto dikenal sangat fluktuatif. Harga bisa naik ratusan persen dalam sehari, tapi juga bisa anjlok seketika tanpa tanda. Di sinilah banyak orang terjebak, terutama mereka yang hanya ikut-ikutan tanpa strategi jelas.

Selain itu, risiko trading aset kripto tidak hanya soal naik turunnya harga. Ada juga faktor keamanan digital, regulasi yang belum stabil, hingga penipuan berkedok investasi. Karena itu, penting bagi siapa pun yang ingin masuk ke dunia ini untuk punya pemahaman dan strategi yang matang.

Kenali Risiko dan Buat Batas Aman

Hal pertama yang harus disadari adalah, trading kripto bukan jalan instan menuju kekayaan. Sama seperti instrumen investasi lainnya, kripto punya risiko tinggi dan butuh manajemen keuangan yang hati-hati.

Sebelum memulai, tentukan dulu berapa dana yang siap kamu gunakan dan pastikan itu bukan uang kebutuhan pokok. Banyak trader berpengalaman hanya mengalokasikan 5–10% dari total aset mereka untuk kripto. Tujuannya jelas: kalau pun harga jatuh, kondisi finansial pribadi tetap aman.

Selanjutnya, penting untuk memahami karakter setiap koin atau token yang akan kamu beli. Jangan hanya tergiur dengan proyek yang viral di media sosial. Teliti dulu siapa pengembangnya, apa fungsi token tersebut, dan bagaimana performa pasarnya dalam jangka panjang.

Gunakan Platform Aman dan Hindari FOMO

Salah satu kesalahan umum para trader pemula adalah tergoda euforia pasar. Saat harga sedang naik, banyak yang langsung membeli karena takut ketinggalan momentum. Inilah yang disebut FOMO (Fear of Missing Out). Padahal, keputusan emosional seperti ini sering kali berujung rugi.

Strategi terbaik adalah tetap tenang dan objektif. Gunakan analisis teknikal dan fundamental untuk membaca pergerakan pasar. Jika belum menguasai, mulai dari jumlah kecil dan gunakan akun demo untuk latihan.

Jangan lupa, pilih platform trading yang sudah diawasi oleh lembaga resmi seperti Bappebti di Indonesia. Pastikan juga platform tersebut punya sistem keamanan berlapis, termasuk fitur autentikasi dua langkah (2FA) untuk melindungi akun dari peretasan.

Diversifikasi dan Pahami Momentum

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menaruh semua dana di satu aset kripto. Ini sama saja dengan menaruh semua telur di satu keranjang. Diversifikasi sangat penting untuk meminimalkan risiko. Kamu bisa membagi dana ke beberapa aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum, lalu sebagian kecil ke altcoin yang punya potensi jangka panjang.

Selain itu, pelajari juga kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual. Jangan terlalu sering melakukan transaksi hanya karena ingin “mengejar pasar.” Fokuslah pada strategi jangka menengah hingga panjang, terutama jika kamu belum berpengalaman membaca pola harga harian.

Jaga Emosi, Bukan Hanya Portofolio

Banyak trader sukses mengatakan bahwa kunci utama dalam dunia kripto bukan hanya analisis, tapi juga kontrol emosi. Pasar yang sangat fluktuatif sering membuat orang panik, terutama saat harga jatuh tajam. Jika tidak bisa menahan diri, trader bisa mengambil keputusan impulsif yang justru merugikan.

Gunakan pendekatan rasional dan disiplin dalam setiap langkah. Tetapkan target keuntungan realistis dan batas kerugian (stop loss) sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa tetap tenang meski pasar sedang tidak bersahabat.

Trading aset kripto memang menawarkan peluang besar, tapi juga penuh tantangan. Kuncinya adalah memahami dengan jernih setiap risiko trading aset kripto sebelum menaruh uang di sana. Jangan hanya tergiur cuan cepat tanpa strategi dan perhitungan matang.

Selama kamu disiplin, sabar, dan mau belajar, dunia kripto bisa menjadi peluang investasi yang sehat. Ingat, tujuan utama bukan hanya mendapatkan untung besar, tapi menjaga kestabilan ekonomi pribadi agar tetap aman di tengah fluktuasi pasar digital yang liar.

Dukung Ekonomi Pariwisata Nasional, Kemenpar Ajak Masyarakat Berwisata #DiIndonesiaAja

0

Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Pariwisata kembali menggulirkan kampanye bertajuk “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja”. Gerakan ini ditujukan untuk membangkitkan antusiasme wisatawan nusantara agar lebih memilih destinasi dalam negeri sebagai tujuan liburan akhir tahun.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk mencapai target 1,08 miliar perjalanan wisatawan domestik pada tahun 2025. Melalui inisiatif ini, pemerintah ingin mengajak masyarakat melihat kembali keindahan dan kekayaan budaya Tanah Air yang tak kalah menarik dari luar negeri.

“Gerakan ini merupakan bagian dari program #DiIndonesiaAja dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Tujuannya sederhana, mengajak masyarakat menikmati pesona wisata lokal, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Ni Made dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Kolaborasi untuk Menarik Wisatawan Nusantara

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pariwisata tidak bergerak sendiri. Program “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja” menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga lain, BUMN, asosiasi pariwisata, hingga pelaku industri wisata di berbagai daerah.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menyiapkan paket-paket wisata menarik yang dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Kemenpar. Masyarakat bisa menemukan berbagai promo liburan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner khas di berbagai destinasi unggulan Indonesia.

Tak hanya itu, kampanye juga diperkuat dengan promosi digital melalui berbagai platform media sosial. Kemenpar menyoroti keindahan budaya, tradisi, hingga pesona kuliner lokal agar semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjelajah ke berbagai daerah.

Stimulus Transportasi dan Diskon Tiket Liburan

Untuk mendukung kelancaran perjalanan wisata selama masa libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah memberikan sejumlah stimulus transportasi.

Beberapa di antaranya meliputi diskon tarif kereta api sebesar 30% untuk 1,5 juta penumpang, potongan 20% tarif dasar kapal Pelni bagi 405 ribu penumpang, serta pengurangan biaya jasa pelabuhan ASDP untuk ratusan ribu pengguna jasa penyeberangan.

Selain transportasi laut dan darat, harga tiket pesawat juga akan mengalami penurunan hingga 14% berkat skema Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP), diskon fuel surcharge, dan penyesuaian harga avtur. Kebijakan ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan periode penerbangan 22 Desember 2025–10 Januari 2026.

Ni Made juga mengajak pelaku industri wisata agar memberikan promosi tambahan, seperti potongan harga akomodasi, tiket wisata, dan paket perjalanan yang dapat menambah semarak libur panjang akhir tahun.

“Kami ingin masyarakat menikmati suasana liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan di dalam negeri. Ini saat yang tepat untuk membuktikan bahwa destinasi lokal bisa memberikan pengalaman berkesan,” tambah Ni Made.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Kemenpar optimistis bahwa kampanye “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja” akan menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi pariwisata nasional sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap keindahan negeri sendiri.

Pemerintah Tindak Tegas Impor Baju Bekas Ilegal, Industri Tekstil Lokal Siap Bangkit

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik impor baju bekas ilegal yang kian marak di berbagai daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kedaulatan ekonomi, tetapi juga untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam negeri.

Menurut Purbaya, meski praktik impor baju bekas ilegal diberantas, pasokan barang di pasar-pasar seperti Pasar Senen, Jakarta, tidak akan berkurang. Pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menggantinya dengan produk dalam negeri yang tak kalah menarik dan lebih berkualitas.

“Enggak akan habis. Pasarnya tetap jalan, tapi nanti diisi dengan barang-barang dari produsen lokal,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Dorong Produk Lokal dan Hidupkan Pabrik Tekstil

Purbaya menegaskan, kebijakan pemberantasan impor baju bekas ilegal bukan sekadar upaya penegakan hukum, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat. Dengan menutup jalur impor ilegal, peluang bagi pelaku UMKM legal dan industri tekstil lokal diyakini akan semakin terbuka lebar.

“Kita bukan mau mematikan usaha rakyat, justru sebaliknya, kita ingin hidupkan UMKM legal yang bisa menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian dari sisi produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, peredaran baju bekas impor ilegal selama ini telah menekan industri tekstil lokal dan menghambat pertumbuhan produksi dalam negeri. Dengan memulihkan pasar bagi produk lokal, pemerintah berharap pabrik-pabrik tekstil yang sempat berhenti bisa kembali beroperasi dan membuka lapangan kerja baru.

Denda dan Blacklist untuk Pelaku Impor Ilegal

Dalam inspeksi mendadak ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Purbaya mengaku terkejut bahwa sanksi bagi pelaku impor baju bekas ilegal selama ini hanya berupa pemusnahan barang dan hukuman penjara. Ia menilai kebijakan itu merugikan negara karena pemerintah justru harus menanggung biaya pemusnahan.

“Selama ini barang dimusnahkan, pelakunya dipenjara, tapi negara enggak dapat apa-apa. Malah kita keluar uang buat memusnahkan barang dan membiayai tahanan,” ungkapnya.

Untuk itu, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan aturan baru yang memungkinkan pelaku impor ilegal dijatuhi denda tambahan. Purbaya juga menegaskan, para pelaku yang sudah terbukti melakukan pelanggaran akan dimasukkan ke dalam daftar hitam agar tidak bisa lagi melakukan kegiatan impor di masa depan.

“Kalau mereka sudah pernah main balpres (baju bekas impor), ya kita blacklist. Enggak boleh impor lagi,” tegas Bendahara Negara tersebut.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat telah menindak lebih dari 12.800 kasus impor ilegal sepanjang 2024 hingga 2025, termasuk ribuan balpres berisi pakaian dan tas bekas. Nilai total penyelundupan tersebut mencapai sekitar Rp49,4 miliar.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menyebutkan bahwa pengawasan terhadap impor balpres akan terus menjadi prioritas karena volume penyelundupan yang masih tinggi.

“Penindakan balpres di berbagai pelabuhan besar menunjukkan komitmen Bea Cukai untuk memerangi peredaran pakaian bekas impor ilegal yang merugikan industri nasional,” ujarnya.

Strategi Menciptakan Konten Marketing yang Engaging dan Bikin Brand Makin Dikenal!

Di era digital seperti sekarang, hampir semua bisnis berlomba membuat konten untuk menarik perhatian audiens. Namun, tidak semua konten mampu membangun koneksi yang kuat dengan pembacanya. Di sinilah pentingnya memahami konten marketing yang engaging. Jenis konten yang bukan hanya dilihat, tapi juga dirasakan dan diingat.

Banyak brand besar tumbuh pesat karena berhasil menciptakan konten marketing yang engaging. Mereka tidak sekadar menjual produk, tapi juga menyampaikan cerita, emosi, dan nilai yang membuat audiens merasa terhubung. Sayangnya, banyak pelaku bisnis masih fokus pada promosi tanpa memahami bahwa audiens zaman sekarang lebih tertarik pada pengalaman, bukan sekadar iklan.

Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik konten marketing yang engaging itu? Dan bagaimana cara membuatnya agar bisa menarik perhatian sekaligus membangun loyalitas pelanggan?

Pahami Audiens Sebelum Membuat Konten

Langkah pertama dalam membuat konten yang benar-benar menarik adalah memahami siapa target audiensmu. Banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk, tapi karena pesannya tidak nyambung dengan siapa yang mereka tuju.

Kenali usia, minat, gaya hidup, hingga masalah yang dihadapi audiens. Semakin kamu memahami mereka, semakin mudah membuat konten yang terasa personal dan relevan. Misalnya, jika targetmu adalah anak muda, gaya bahasa yang santai dan visual yang dinamis akan lebih efektif dibandingkan konten yang formal dan kaku.

Selain itu, penting juga memahami di mana audiensmu aktif. Apakah mereka lebih sering di Instagram, LinkedIn, atau TikTok? Platform yang berbeda membutuhkan gaya penyampaian yang berbeda pula.

Bangun Cerita, Bukan Sekadar Promosi

Salah satu rahasia utama dari konten marketing yang engaging adalah storytelling. Cerita memiliki kekuatan untuk membuat orang berhenti scroll dan memperhatikan. Gunakan narasi yang menyentuh sisi emosional pembaca — entah itu inspiratif, lucu, atau bahkan sedikit kontroversial.

Sebagai contoh, dibandingkan hanya menulis “produk kami bisa meningkatkan produktivitas kerja,” cobalah ubah menjadi cerita nyata: bagaimana seorang pelanggan berhasil mengubah cara kerjanya dan meraih hasil yang lebih baik setelah menggunakan produkmu. Cerita nyata seperti ini terasa lebih manusiawi dan mudah diingat.

Selain storytelling, buat kontenmu interaktif. Ajak audiens untuk berpartisipasi melalui polling, kuis, atau komentar. Interaksi ini bukan hanya meningkatkan engagement rate, tapi juga memperkuat hubungan antara brand dan pelanggan.

Gunakan Visual dan Konsistensi Brand

Visual adalah elemen penting yang sering diabaikan. Konten yang menarik mata akan selalu lebih mudah diingat. Gunakan desain yang konsisten dengan identitas brand, baik dari warna, font, maupun tone gambar.

Jika bisnismu bergerak di bidang profesional seperti finance atau properti, visual yang rapi dan elegan lebih cocok. Tapi kalau targetmu anak muda dan pebisnis kreatif, desain yang berani dan dinamis bisa lebih efektif.

Konsistensi juga penting dalam membangun kepercayaan. Jangan berubah-ubah gaya komunikasi hanya demi tren sesaat. Justru, dengan konsistensi, audiens akan mengenali brand-mu bahkan sebelum melihat logonya.

Evaluasi dan Adaptasi Secara Berkala

Membuat konten marketing yang engaging bukan pekerjaan sekali jadi. Dunia digital bergerak cepat, dan tren bisa berubah dalam hitungan minggu. Karena itu, penting untuk terus mengevaluasi performa konten yang sudah kamu buat.

Gunakan data analitik untuk melihat konten mana yang paling disukai, jenis postingan apa yang paling banyak dibagikan, dan jam berapa audiens paling aktif. Dari sana, kamu bisa menyesuaikan strategi ke depan agar hasilnya semakin optimal.

Pada akhirnya, rahasia sukses dalam membuat konten marketing bukan terletak pada seberapa mahal produksinya, melainkan pada seberapa dalam kamu memahami audiens dan mampu menyentuh sisi emosional mereka. Konten marketing yang engaging selalu berangkat dari empati — memahami apa yang dirasakan audiens, lalu mengubahnya menjadi pesan yang bermakna.

Jika kamu bisa memadukan riset, kreativitas, dan konsistensi, kontenmu tidak hanya akan menarik perhatian, tapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dan di dunia bisnis modern, hubungan seperti inilah yang menjadi aset paling berharga.

Siapa Sangka, Kesuksesan QRIS Bisa Bikin Amerika Gelisah

0

Ketika berbicara tentang kesuksesan QRIS, banyak yang tak menyangka bahwa sistem pembayaran berbasis kode QR buatan Indonesia ini bisa menjadi sorotan dunia. Hanya dalam beberapa tahun, QRIS menjelma menjadi standar transaksi digital nasional yang digunakan mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan besar. Tapi di balik pencapaian itu, muncul satu pertanyaan menarik: kenapa Amerika terlihat “takut” dengan kemajuan QRIS?

Sebelum menjawab hal tersebut, kita perlu memahami dulu bagaimana kesuksesan QRIS bisa terbentuk begitu cepat. Bukan hanya karena teknologinya yang sederhana dan praktis, tapi juga karena sistem ini membawa perubahan besar pada peta ekonomi digital Indonesia.

Kesuksesan QRIS Jadi Simbol Kedaulatan Digital Indonesia

Kesuksesan QRIS tidak datang begitu saja. Sistem ini lahir dari kebutuhan akan standar pembayaran digital yang efisien, inklusif, dan bisa diakses oleh semua kalangan. Sebelum QRIS hadir, satu pedagang bisa punya tiga hingga empat kode QR dari penyedia yang berbeda. Hal ini tentu membingungkan dan tidak efisien.

Dengan QRIS, semua sistem disatukan. Cukup satu kode untuk berbagai aplikasi pembayaran seperti Gopay, OVO, DANA, dan lainnya. Inilah yang membuat adopsinya sangat cepat. Selain memudahkan pengguna, QRIS juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Sekarang, pedagang kecil di pasar tradisional, warung kopi, hingga penjual kaki lima bisa menerima pembayaran digital tanpa perlu mesin EDC yang mahal. Ini adalah bentuk nyata inklusi keuangan yang selama ini menjadi tantangan utama di Indonesia.

Tak berhenti di situ, QRIS juga mulai melangkah ke pasar internasional. Beberapa negara di Asia Tenggara kini sudah menjalin kerja sama agar QRIS bisa digunakan lintas batas. Langkah ini menandai awal dari ekspansi Indonesia dalam dunia pembayaran digital global.

Mengapa Amerika Takut dengan QRIS?

Pertanyaan besar pun muncul: kenapa Amerika tampak “khawatir” dengan keberhasilan QRIS?
Jawabannya terletak pada beberapa faktor yang bersifat strategis.

Pertama, QRIS perlahan menggeser dominasi sistem pembayaran global yang selama ini dikuasai oleh jaringan Barat seperti Visa dan Mastercard. Jika Indonesia dan negara lain di kawasan Asia mengadopsi sistem serupa, pengaruh pemain besar asal Amerika bisa berkurang.

Kedua, QRIS memberi kedaulatan data transaksi kepada Indonesia. Artinya, semua aktivitas pembayaran digital kini berada di bawah kendali otoritas nasional. Bagi negara seperti Amerika, yang selama ini terbiasa memiliki akses besar terhadap data ekonomi global, hal ini tentu menjadi perhatian serius.

Ketiga, QRIS memungkinkan transaksi antarnegara dilakukan tanpa harus bergantung pada dolar AS. Jika tren ini berlanjut dan semakin banyak negara mengadopsinya, maka posisi dolar sebagai mata uang utama dalam transaksi internasional bisa sedikit terguncang.

Dan terakhir, sistem seperti QRIS memberi pembatasan bagi perusahaan asing untuk masuk dan menguasai pasar lokal. Ini membuat Amerika dan negara-negara Barat lainnya harus memikirkan ulang strategi mereka dalam menembus pasar digital Asia.

Dampak dan Peluang bagi Bisnis Indonesia

Bagi pelaku bisnis di era digital, kesuksesan QRIS bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga peluang besar. Kini, para pelaku usaha terutama UMKM bisa menjangkau pelanggan lebih luas tanpa hambatan transaksi tunai. Pembayaran menjadi lebih cepat, efisien, dan aman.

Dari sisi ekonomi, QRIS membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem keuangan digital yang lebih kuat dan mandiri. Sistem ini juga memperkuat posisi Indonesia di peta teknologi finansial dunia, menandakan bahwa negara berkembang pun mampu menciptakan inovasi kelas dunia.

Namun, keberhasilan ini juga datang dengan tanggung jawab. Semakin luas penggunaan QRIS, semakin besar pula tantangan di bidang keamanan data, perlindungan konsumen, dan literasi digital. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus berjalan seirama agar transformasi digital ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang.

Kesuksesan QRIS menunjukkan bahwa Indonesia bisa menciptakan sistem finansial digital yang kuat tanpa harus bergantung pada pihak luar. Wajar jika negara-negara besar seperti Amerika mulai memperhatikan langkah ini. Bukan karena QRIS mengancam secara langsung, tapi karena sistem ini membuktikan bahwa kemandirian digital itu mungkin diwujudkan.

Pada akhirnya, QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol perubahan. Sebuah bukti bahwa inovasi tidak selalu datang dari pusat teknologi dunia, tapi bisa tumbuh dari negara yang punya visi, keberanian, dan semangat untuk maju bersama.