Jumat, November 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 48

Kewajaran Harga Beras Dinilai Kunci Stabilitas Pangan Nasional dan Perlindungan Petani

Pemerintah terus memperkuat pengawasan harga pangan demi menjaga Kewajaran Harga Beras di tengah upaya mencapai swasembada pangan nasional. Langkah tersebut dilakukan agar harga beras tetap seimbang, baik untuk melindungi pendapatan petani maupun menjaga daya beli masyarakat sebagai konsumen.

Dalam dua hari terakhir, Badan Pangan Nasional bersama sejumlah kementerian dan lembaga melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional. Hasilnya, harga beras di sejumlah wilayah dinilai masih berada dalam batas aman dan belum melampaui ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga Kewajaran Harga Beras agar tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi.

Menurutnya, harga yang terlalu murah justru berpotensi merugikan petani karena dapat menekan pendapatan mereka. Sebaliknya, lonjakan harga di tingkat konsumen juga perlu dicegah agar masyarakat tidak terbebani.

“Beras medium masih berada di kisaran Rp12.900 per kilogram, sementara HET-nya Rp13.500. Jadi kondisi harga saat ini masih tergolong wajar,” ujar Ketut usai melakukan inspeksi pasar di kawasan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/5/2026).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Harga Beras

Pemerintah menilai pengawasan pasar menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Selain pemantauan langsung, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus diperluas untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar.

Dalam menjaga Kewajaran Harga Beras, Bapanas juga berencana menggelar koordinasi bersama asosiasi penggilingan padi dan pelaku usaha beras nasional. Pemerintah ingin menghimpun berbagai masukan dari pelaku industri agar kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.

Ketut menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada harga di tingkat konsumen, tetapi juga memperhatikan kondisi petani di lapangan. Sebab, keseimbangan harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Pemerintah ingin memastikan harga tetap stabil dari hulu sampai hilir. Jadi petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak dan masyarakat juga bisa membeli beras dengan harga terjangkau,” katanya.

Pendapatan Petani Jadi Sorotan

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti masih rendahnya pendapatan sebagian petani kecil di Indonesia.

Amran menjelaskan, rata-rata pendapatan petani padi diperkirakan sekitar Rp13 juta untuk satu kali panen. Dengan asumsi panen dilakukan dua kali dalam setahun, maka total pendapatan petani berkisar Rp26 juta per tahun.

Jika dihitung berdasarkan masa tanam hingga panen selama empat bulan, pendapatan petani hanya sekitar Rp3,2 juta per bulan. Jumlah itu masih harus dibagi untuk kebutuhan satu keluarga yang rata-rata terdiri dari empat orang.

Dari perhitungan tersebut, pendapatan per anggota keluarga petani diperkirakan hanya sekitar Rp30 ribu per hari. Karena itu, pemerintah menilai penting menjaga Kewajaran Harga Beras agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh terlalu rendah.

“Nah sekarang petani bekerja keras selama berbulan-bulan di sawah. Kalau harga terus ditekan, bagaimana mereka bisa hidup layak?” ujar Amran.

Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan sebagian besar pelaku usaha pertanian di Indonesia masih masuk kategori petani skala kecil. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, sekitar 68 persen petani nasional memiliki tingkat pendapatan yang relatif rendah.

Utang Tidak Selalu Buruk, Ini Cara Memahami Utang Sehat untuk Bisnis!

0

Banyak orang masih menganggap utang dalam bisnis itu selalu buruk. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Dalam banyak kasus, justru ada yang namanya utang sehat untuk bisnis, yaitu utang yang digunakan secara terukur untuk membantu usaha tumbuh lebih cepat dan lebih stabil.

Masalahnya, sebagian pelaku usaha hanya fokus pada “punya utang atau tidak punya utang”, bukan memahami tujuan di balik utang tersebut. Akibatnya, ada bisnis yang sebenarnya punya peluang berkembang tapi takut mengambil langkah, sementara di sisi lain ada juga yang terlalu berani berutang tanpa perhitungan.

Di sinilah pentingnya memahami konsep utang sehat untuk bisnis. Keuangan yang sehat bukan berarti bisnis harus steril dari pinjaman. Yang lebih penting adalah tahu kapan waktu yang tepat untuk berutang dan apakah dana itu benar-benar dipakai untuk sesuatu yang produktif.

Data dari International Finance Corporation menunjukkan bahwa sekitar 65 juta UMKM di negara berkembang mengalami kesenjangan pembiayaan hingga triliunan dolar setiap tahun. Artinya, banyak bisnis sebenarnya membutuhkan akses modal agar bisa berkembang.

Namun tentu saja, tidak semua utang akan berakhir baik. Semuanya tergantung cara mengelolanya.

Utang Bisa Jadi Alat Tumbuh, Bukan Sekadar Beban

Ada alasan kenapa banyak bisnis besar juga menggunakan utang. Karena dalam kondisi tertentu, utang bisa membantu mempercepat pertumbuhan.

Misalnya, sebuah usaha kuliner sedang ramai dan permintaan meningkat. Tapi kapasitas dapur terbatas. Jika pemilik usaha punya perhitungan yang jelas, tambahan modal dari pinjaman bisa dipakai membeli alat produksi baru atau menambah cabang.

Situasi seperti ini termasuk contoh utang sehat untuk bisnis karena dana dipakai untuk aktivitas yang berpotensi menghasilkan pemasukan lebih besar.

Menurut laporan dari OECD, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor utama yang membantu UMKM bertahan dan berkembang, terutama setelah perubahan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir.

Masalah mulai muncul ketika utang digunakan bukan untuk produktivitas, tapi untuk menutup gaya hidup atau menambal masalah operasional yang tidak diselesaikan.

Contohnya, mengambil pinjaman baru hanya untuk menutup utang lama tanpa ada perbaikan sistem bisnis. Ini bukan strategi berkembang, tapi tanda cash flow mulai bermasalah.

Tanda Utang Masih Masuk Kategori Sehat

Tidak semua pinjaman harus ditakuti. Tapi memang ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan supaya utang tetap berada di jalur yang aman.

Beberapa ciri utang sehat untuk bisnis biasanya seperti ini:

  • Dana digunakan untuk aktivitas produktif yang punya potensi menghasilkan keuntungan
  • Cicilan masih sesuai kemampuan cash flow bisnis
  • Ada perhitungan jelas soal kapan modal bisa kembali
  • Utang membantu efisiensi atau memperbesar kapasitas usaha
  • Pinjaman tidak dipakai untuk kebutuhan pribadi pemilik usaha

Sebaliknya, utang mulai berbahaya ketika bisnis tidak lagi tahu uang pinjaman dipakai untuk apa. Apalagi jika pembayaran cicilan mulai mengganggu operasional sehari-hari.

Karena itu, sebelum mengambil pinjaman, penting untuk menghitung risiko secara realistis. Jangan hanya fokus pada “uang cair cepat”, tapi pikirkan juga dampaknya beberapa bulan ke depan.

Bisnis yang Sehat Bukan yang Bebas Utang, Tapi yang Punya Kontrol

Ada banyak bisnis yang terlihat besar, tapi sebenarnya rapuh karena utangnya tidak terkendali. Di sisi lain, ada juga bisnis yang justru berkembang stabil karena tahu cara memanfaatkan pembiayaan dengan benar.

Perbedaannya ada di kontrol.

Menurut data dari World Bank, akses pembiayaan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan daya tahan UMKM secara signifikan. Tapi hasilnya tetap bergantung pada kemampuan pengelolaan keuangan masing-masing bisnis.

Di era sekarang, pertumbuhan usaha memang sering membutuhkan tambahan modal. Apalagi persaingan makin cepat dan pasar terus berubah. Karena itu, memahami cara menggunakan utang dengan sehat jadi kemampuan penting untuk pelaku usaha.

Utang tidak selalu identik dengan masalah. Kadang justru bisa jadi alat untuk membuka peluang baru. Tapi tetap ada syaratnya: harus tahu tujuan, tahu risikonya, dan tahu batas kemampuan bisnis sendiri.

Seller Wajib Tahu! Ongkir TikTok Shop Kini Jadi Beban Penjual!

0

Kebijakan baru terkait Ongkir TikTok Shop mulai menjadi perhatian para pelaku usaha online setelah platform tersebut resmi memberlakukan biaya layanan logistik yang dibebankan kepada penjual. Aturan ini berlaku untuk seluruh pesanan baru mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dan diumumkan langsung melalui situs resmi TikTok Shop sejak akhir April lalu.

Melalui kebijakan terbaru tersebut, TikTok Shop menetapkan biaya tambahan yang berkaitan dengan layanan pengiriman, termasuk proses penanganan logistik, koordinasi distribusi barang, hingga penyelesaian kendala pengiriman. Meski demikian, perusahaan memastikan kebijakan Ongkir TikTok Shop tidak akan membebani pembeli karena seluruh biaya berada di sisi penjual.

Dalam penjelasannya, TikTok menyebut biaya layanan logistik tersebut tidak akan muncul dalam proses checkout konsumen. Artinya, pengguna tetap melihat harga normal saat berbelanja tanpa adanya tambahan biaya pengiriman khusus dari kebijakan baru ini.

Untuk wilayah Jakarta, misalnya, tarif Ongkir TikTok Shop untuk layanan pengiriman standar ditetapkan mulai Rp690 per kilogram hingga Rp4.350 untuk pengiriman barang seberat 5 kilogram. Sementara untuk layanan instan dan same day, biaya ditetapkan sebesar Rp2.020 untuk seluruh jarak pengiriman.

TikTok Shop juga menegaskan bahwa besaran biaya logistik berbeda di setiap daerah dan bergantung pada berat barang yang dikirimkan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari penyesuaian layanan logistik di tengah meningkatnya aktivitas transaksi e-commerce.

Penjual Mulai Hitung Dampak Biaya Ongkir TikTok Shop

Penerapan kebijakan Ongkir TikTok Shop langsung menjadi perhatian banyak pelaku usaha online, terutama penjual skala kecil dan menengah yang aktif memanfaatkan platform live shopping untuk meningkatkan penjualan.

Sejumlah seller mulai menghitung ulang margin keuntungan karena adanya tambahan biaya operasional baru yang harus ditanggung. Meski tidak dibebankan kepada pembeli, biaya logistik tambahan berpotensi memengaruhi strategi harga produk di platform.

Di sisi lain, TikTok Shop menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas layanan pengiriman dan mendukung kelancaran distribusi barang kepada konsumen. Perusahaan juga menilai sistem logistik yang lebih terintegrasi dapat meningkatkan pengalaman belanja pengguna.

Langkah TikTok Shop ini muncul di tengah persaingan ketat platform e-commerce di Indonesia. Tidak hanya TikTok Shop, sejumlah marketplace lain juga mulai melakukan penyesuaian biaya layanan pada tahun ini.

Shopee Juga Sesuaikan Biaya Gratis Ongkir

Platform e-commerce Shopee turut mengumumkan perubahan biaya layanan program Gratis Ongkir XTRA yang mulai berlaku pada 2 Mei 2026. Penyesuaian tersebut diterapkan untuk produk ukuran biasa maupun ukuran khusus.

Untuk produk reguler dengan berat di bawah 5 kilogram dan dimensi tertentu, biaya layanan dikenakan mulai 1 persen hingga 8 persen tergantung kategori barang. Selain itu, terdapat biaya tambahan maksimal Rp40 ribu per produk.

Sementara produk berukuran besar atau khusus dikenakan biaya layanan antara 2,5 persen hingga 9,5 persen, dengan batas maksimal Rp60 ribu per produk.

Shopee juga memberikan simulasi perhitungan biaya layanan melalui situs resminya. Perhitungan dilakukan berdasarkan harga asli produk yang telah dikurangi diskon atau voucher yang ditanggung penjual, kemudian dikalikan dengan persentase biaya layanan sesuai kategori barang.

Kondisi ini membuat pelaku usaha online mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka di tengah perubahan kebijakan marketplace. Kehadiran aturan baru seperti Ongkir TikTok Shop dinilai menjadi tantangan sekaligus penyesuaian baru bagi ekosistem perdagangan digital di Indonesia yang terus berkembang pesat.

BI Ungkap Posisi Cadangan Devisa RI Masih Mampu Topang Ekonomi Nasional

0

Posisi cadangan devisa RI pada akhir April 2026 masih berada di level tinggi meski mengalami sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia berada di angka USD146,2 miliar, turun dari posisi Maret 2026 yang mencapai USD148,2 miliar.

Meski terkoreksi, Bank Indonesia memastikan kondisi cadangan devisa RI tetap kuat dan mampu menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Penurunan tersebut terjadi di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus dilakukan otoritas moneter.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan posisi devisa juga dipengaruhi oleh penerimaan pajak, penerimaan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah.

Menurutnya, kebijakan stabilisasi nilai tukar yang dijalankan Bank Indonesia merupakan respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dalam beberapa waktu terakhir. Gejolak ekonomi dunia dan tekanan eksternal membuat bank sentral harus menjaga keseimbangan pasar agar rupiah tetap stabil.

“Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Cadangan Devisa RI Dinilai Masih Sangat Aman

Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa RI saat ini masih berada dalam kategori aman. Nilainya setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor. Kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal Indonesia masih relatif solid di tengah tantangan ekonomi global.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, keberadaan cadangan devisa RI yang memadai juga dianggap penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Cadangan devisa menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai kekuatan fundamental ekonomi suatu negara.

Bank Indonesia menegaskan, posisi devisa yang kuat mampu menopang stabilitas makroekonomi sekaligus menjaga sistem keuangan nasional tetap terkendali. Hal ini penting terutama di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian arah suku bunga negara-negara besar.

Aliran Modal Asing Masih Jadi Penopang

Ke depan, Bank Indonesia optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Optimisme tersebut didukung oleh prospek aliran modal asing yang diperkirakan masih akan masuk ke pasar domestik.

Menurut BI, persepsi positif investor terhadap ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Selain itu, imbal hasil investasi di pasar keuangan domestik dinilai tetap menarik dibanding sejumlah negara lain di kawasan.

Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa cadangan devisa RI diyakini masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka menengah. Bank sentral juga memastikan koordinasi dengan pemerintah terus diperkuat untuk menghadapi berbagai risiko global.

Sinergi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus memantau perkembangan pasar keuangan internasional guna mengantisipasi potensi tekanan terhadap rupiah maupun sektor eksternal.

TikTok dan Instagram Mengubah Cara Bisnis Event Organizer Cari Klien

0

Bisnis Event Organizer sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan relasi offline atau promosi dari mulut ke mulut. Pola pemasaran sudah berubah sangat cepat, terutama sejak media sosial seperti Instagram dan TikTok jadi tempat orang mencari inspirasi acara. Mulai dari wedding, konser kecil, gathering kantor, sampai ulang tahun, semuanya sekarang sering ditemukan lewat konten digital.

Inilah alasan kenapa Bisnis Event Organizer harus mulai beradaptasi dengan cara promosi yang lebih modern. Bukan cuma sekadar punya akun Instagram, tapi benar-benar memahami bagaimana cara menarik perhatian audiens di era konten cepat seperti sekarang.

Data dari DataReportal menunjukkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia sudah menembus lebih dari 139 juta orang pada 2025. Sementara TikTok menjadi salah satu platform dengan pertumbuhan engagement tertinggi, terutama di kalangan usia produktif.

Artinya, pasar untuk Bisnis Event Organizer sebenarnya ada di depan mata. Tantangannya tinggal bagaimana cara tampil menarik di tengah banjir konten setiap hari.

Konten Visual Jadi “Etalase” Utama Bisnis

Kalau dulu orang mencari jasa event organizer lewat brosur atau rekomendasi teman, sekarang kebanyakan calon klien pertama kali melihat dari feed Instagram atau video TikTok.

Karena itu, visual jadi sangat penting. Dokumentasi acara tidak lagi sekadar arsip, tapi aset marketing.

Video before-after venue, proses dekorasi, behind the scenes, sampai momen emosional saat acara berlangsung biasanya punya engagement tinggi. Konten seperti ini membuat calon klien lebih mudah membayangkan hasil kerja sebuah EO.

Menurut laporan dari HubSpot, konten video pendek memiliki tingkat engagement jauh lebih tinggi dibanding foto biasa. Ini alasan kenapa banyak brand dan bisnis mulai fokus ke format Reels dan TikTok.

Dalam konteks Bisnis Event Organizer, video singkat justru sering lebih efektif dibanding iklan formal yang terlalu serius.

Cara Bisnis Event Organizer Menyesuaikan Diri di Era Sosial Media

Banyak EO masih bingung harus mulai dari mana. Padahal adaptasinya bisa dilakukan secara bertahap.

Beberapa strategi yang sekarang cukup efektif antara lain:

  • Upload hasil acara secara konsisten, bukan hanya saat ada promo
  • Gunakan video pendek dengan durasi cepat dan hook menarik di awal
  • Tampilkan proses kerja tim supaya bisnis terasa lebih “hidup”
  • Pakai audio atau tren yang sedang ramai di TikTok agar jangkauan lebih luas
  • Buat konten edukasi ringan, misalnya tips wedding budget atau konsep acara kekinian
  • Ajak klien ikut membuat konten testimoni natural setelah acara selesai

Strategi seperti ini membantu akun media sosial tidak terasa seperti katalog jualan terus-menerus.

Yang menarik, algoritma TikTok dan Instagram sekarang lebih menyukai konten yang terasa autentik dibanding terlalu formal. Jadi tidak harus selalu pakai kamera mahal atau editing berlebihan.

Jangan Hanya Fokus Viral, Tapi Bangun Kepercayaan

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi di Bisnis Event Organizer adalah terlalu mengejar viral, tapi lupa membangun trust.

Padahal, jasa EO termasuk kategori bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan. Orang tidak hanya membeli dekorasi atau rundown acara, tapi juga rasa aman bahwa acara mereka akan berjalan lancar.

Karena itu, penting untuk tetap menunjukkan profesionalitas. Misalnya dengan menampilkan timeline kerja, review klien, detail persiapan acara, hingga cara tim menangani kendala di lapangan.

Menurut survei dari Sprout Social, sekitar 76% konsumen lebih mudah percaya pada brand yang aktif dan responsif di media sosial.

Artinya, media sosial bukan cuma tempat promosi, tapi juga tempat membangun reputasi.

Era Digital Membuka Peluang Baru untuk EO

Perubahan kebiasaan masyarakat sebenarnya membuka peluang besar untuk bisnis ini. Sekarang, orang bisa menemukan vendor acara hanya lewat satu video yang lewat di FYP TikTok.

Itulah kenapa Bisnis Event Organizer yang cepat beradaptasi biasanya lebih mudah berkembang dibanding yang masih mengandalkan cara lama sepenuhnya.

Media sosial membuat persaingan memang semakin ramai, tapi sekaligus membuka akses pasar yang jauh lebih luas. Bahkan EO kecil sekalipun punya peluang viral dan dikenal banyak orang kalau kontennya tepat.

Ujungnya bukan cuma soal followers atau views. Yang paling penting adalah bagaimana media sosial bisa membantu orang percaya, tertarik, lalu akhirnya menggunakan jasa yang ditawarkan.

Karena di era sekarang, acara yang bagus saja kadang belum cukup. Orang juga ingin melihat cerita, proses, dan pengalaman di baliknya.

Pedagang Mi dan Bakso Dinilai Punya Potensi Besar Gerakkan Ekonomi Rakyat

0

Peran pedagang mi dan bakso dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan kembali mendapat perhatian pemerintah. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menilai keberadaan asosiasi usaha menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antar skala usaha di Indonesia.

Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) DKI Jakarta dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, visi besar pemerintah saat ini adalah menciptakan keadilan ekonomi yang lebih merata, terutama bagi pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dalam konteks tersebut, pedagang mi dan bakso dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung oleh organisasi usaha yang kuat dan solid.

Maman menjelaskan, asosiasi usaha bukan hanya menjadi tempat berkumpul para pelaku UMKM, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kapasitas usaha, hingga membuka akses pembiayaan yang lebih mudah.

Ia mencontohkan kolaborasi yang dibangun antara Apmiso dengan sektor perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kerja sama seperti ini diyakini mampu membantu pedagang mi dan bakso memperoleh modal usaha dengan akses yang lebih terjangkau.

“Kalau asosiasi berjalan kuat, maka kemampuan usaha anggotanya juga akan semakin besar. Dukungan pembiayaan hingga kemitraan usaha bisa lebih mudah terbentuk,” ujar Maman dalam sambutannya.

Asosiasi Dinilai Jadi Jembatan UMKM dan Pemerintah

Selain memperkuat akses modal, pemerintah juga menilai keberadaan asosiasi sangat penting sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan pembuat kebijakan. Dengan adanya komunikasi yang terstruktur, aspirasi para pelaku usaha bisa lebih cepat tersampaikan kepada pemerintah.

Menurut Maman, kondisi di lapangan sering kali membutuhkan kebijakan yang spesifik dan sesuai kebutuhan usaha kecil. Karena itu, asosiasi seperti Apmiso diharapkan mampu menjadi representasi suara para pedagang mi dan bakso di berbagai daerah.

Ia menambahkan, sinergi antara asosiasi, koperasi, dan lembaga keuangan berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor UMKM. Pemerintah pun mendorong terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan agar pelaku usaha kecil semakin naik kelas.

“Kami ingin asosiasi menjadi ruang yang mampu mempercepat pengembangan usaha anggota, termasuk menciptakan peluang ekonomi baru,” katanya.

Maman juga menegaskan bahwa sektor kuliner tradisional seperti mi ayam dan bakso memiliki peluang besar untuk berkembang hingga pasar internasional. Menurutnya, penguatan organisasi usaha dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas promosi produk kuliner lokal ke tingkat global.

UMKM Kuliner Seperti Pedagang Mi dan Bakso Didorong Naik Kelas

Sementara itu, Dudung Abdurachman yang juga menjadi pembina Apmiso menilai kolaborasi antar pelaku usaha dan pemerintah menjadi kunci penting dalam memperkuat UMKM nasional.

Ia mengatakan masih banyak tantangan yang dihadapi pedagang mi dan bakso, mulai dari akses permodalan, stabilitas harga bahan baku, hingga pengembangan usaha. Karena itu, asosiasi diharapkan dapat menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan tersebut.

Dudung berharap pengurus Apmiso mampu menampung berbagai aspirasi anggota dan menyampaikannya kepada pemerintah secara aktif. Dengan begitu, berbagai program pemberdayaan UMKM bisa lebih tepat sasaran.

Pemerintah sendiri terus menargetkan sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Dukungan terhadap usaha kuliner rakyat dinilai penting karena sektor ini memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi dan dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Ke depan, pemerintah berharap keberadaan asosiasi seperti Apmiso tidak hanya memperkuat solidaritas antar pelaku usaha, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berdaya saing tinggi bagi para pedagang mi dan bakso di seluruh Indonesia.

Redanya Ketegangan Timteng Dorong Rupiah Sedikit Menguat

0

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di tengah meredanya ketegangan timteng yang sebelumnya sempat menekan pasar keuangan global. Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada perdagangan pagi, rupiah tercatat naik 62 poin atau sekitar 0,36 persen ke posisi Rp17.325 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.387 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai membaik setelah perkembangan terbaru terkait konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penguatan rupiah tidak lepas dari mulai meredanya ketegangan timteng antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, dukungan pemerintah China terhadap upaya gencatan senjata turut memberikan sentimen positif bagi pasar global.

Menurut Josua, kondisi tersebut membuat mayoritas mata uang dunia bergerak menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah. Investor mulai melihat adanya peluang stabilitas geopolitik yang lebih baik setelah sejumlah pernyataan diplomatik dari negara-negara besar.

China sebelumnya menyampaikan dukungannya terhadap penghentian konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa penghentian permusuhan menjadi langkah penting demi menjaga stabilitas global. Ia juga menilai kelanjutan negosiasi merupakan jalan terbaik untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Harapan Perdamaian Dongkrak Sentimen Pasar

Meredanya ketegangan timteng semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif dalam 24 jam terakhir. Trump bahkan menilai peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik cukup besar.

Ia menegaskan tidak ada tenggat waktu khusus dalam proses negosiasi tersebut. Pernyataan ini dipandang pasar sebagai sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka lebar dan berpotensi mengurangi risiko eskalasi konflik lebih lanjut.

Kondisi tersebut langsung berdampak pada pergerakan pasar keuangan global. Investor mulai kembali masuk ke aset berisiko, sementara tekanan terhadap dolar AS perlahan mereda. Situasi ini turut membantu penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Josua menyebut dukungan China terhadap gencatan senjata menjadi salah satu faktor penting yang mendorong optimisme pasar. Harapan bahwa ketegangan timteng dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi membuat sentimen investor berangsur membaik.

Data Ekonomi AS Turut Tekan Dolar

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Laporan ADP Employment Change April 2026 menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya mencapai 109 ribu.

Meski angka tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 61 ribu, capaian itu masih lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar 120 ribu. Data tersebut memicu spekulasi bahwa laju ekonomi AS mulai melambat sehingga menekan penguatan dolar.

Kombinasi antara meredanya ketegangan timteng dan melemahnya data ketenagakerjaan AS akhirnya memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil pada perdagangan hari ini.

Pelaku pasar kini masih mencermati perkembangan lanjutan negosiasi antara AS dan Iran, termasuk langkah diplomatik negara-negara besar lainnya. Jika situasi geopolitik terus membaik, tekanan terhadap pasar keuangan global diperkirakan dapat semakin mereda dalam beberapa waktu ke depan.

Bisnis Boleh Rugi Sekali, Asal Tahu Cara Belajar dari Kerugian Bisnis!

0

Dalam dunia usaha, rugi itu bukan hal aneh. Bahkan hampir semua pelaku bisnis pernah mengalaminya. Tapi yang sering jadi masalah bukan kerugiannya, melainkan ketika tidak ada proses belajar dari kerugian bisnis itu sendiri. Akibatnya, kesalahan yang sama terus terulang, dan dampaknya bisa jauh lebih besar di kemudian hari.

Banyak bisnis jatuh bukan karena satu kegagalan besar, tapi karena kesalahan kecil yang diulang berkali-kali. Di sinilah pentingnya belajar dari kerugian bisnis. Setiap kerugian seharusnya memberi sinyal: ada yang perlu diperbaiki, ada sistem yang tidak berjalan, atau ada keputusan yang perlu dievaluasi.

Data dari CB Insights menunjukkan bahwa sekitar 38% startup gagal karena kehabisan uang atau gagal mengelola cash flow. Sementara 35% lainnya gagal karena produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Dua angka ini menunjukkan satu hal: banyak kegagalan sebenarnya bisa ditekan kalau ada evaluasi yang jelas.

Kerugian Itu Data, Bukan Cuma Nyalahin Nasib!

Cara pandang terhadap kerugian sangat menentukan langkah berikutnya. Jika dianggap sebagai nasib buruk, biasanya tidak ada perubahan signifikan. Tapi kalau dilihat sebagai data, kerugian justru jadi bekal penting.

Misalnya, bisnis mengalami penurunan penjualan. Daripada panik, lebih baik dibedah: apakah harga terlalu tinggi, produk kurang relevan, atau strategi pemasaran tidak tepat?

Menurut laporan dari U.S. Bank, sekitar 82% bisnis kecil gagal karena masalah manajemen keuangan. Artinya, sering kali masalahnya bukan di pasar, tapi di dalam bisnis itu sendiri.

Contoh lain, salah pilih supplier. Awalnya terlihat hemat, tapi kualitas tidak konsisten. Dampaknya, produk ikut turun kualitasnya dan pelanggan mulai hilang. Kalau tidak disadari, pola ini bisa terus berulang.

Belajar dari Kerugian Bisnis, Titik Balik yang Sering Diabaikan

Di fase ini, banyak bisnis sebenarnya punya kesempatan untuk bangkit, tapi sering dilewatkan. Belajar dari kerugian bisnis bukan cuma soal tahu bahwa rugi, tapi benar-benar membedah penyebabnya sampai tuntas.

Kerugian bisa datang dari banyak arah. Bisa dari salah hitung harga, salah membaca pasar, atau keputusan yang terlalu terburu-buru. Tapi tanpa refleksi yang jujur, semua itu hanya akan jadi kejadian yang lewat begitu saja.

Menurut data dari Failory, sekitar 90% startup gagal dalam beberapa tahun pertama. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya proses evaluasi yang serius terhadap kesalahan sebelumnya.

Di sinilah pembeda mulai terlihat. Ada bisnis yang menjadikan kerugian sebagai pelajaran, ada juga yang menganggapnya sekadar kejadian sial. Hasil akhirnya jelas berbeda.

Cara Biar Tidak Rugi dengan Cara yang Sama

Kalau tidak ingin jatuh di lubang yang sama, beberapa langkah ini bisa mulai diterapkan:

  • Catat semua kerugian, sekecil apa pun. Tanpa catatan, sulit melihat pola
  • Cari akar masalah, bukan cuma gejala. Jangan berhenti di “rugi”, tapi gali “kenapa rugi”
  • Buat sistem pencegahan. Misalnya SOP harga, kontrol stok, atau seleksi supplier
  • Evaluasi rutin, minimal tiap bulan. Jangan tunggu masalah jadi besar
  • Hindari keputusan emosional, terutama saat ingin cepat balik modal
  • Gunakan data, bukan asumsi, saat mengambil langkah berikutnya

Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tapi dampaknya besar kalau dijalankan dengan konsisten.

Kerugian memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Tapi mengulang kesalahan yang sama sebenarnya bisa dicegah. Di titik ini, yang dibutuhkan bukan keberuntungan, tapi kesadaran untuk berhenti sejenak, melihat ke belakang, lalu memperbaiki arah.

Bisnis yang mau belajar biasanya tidak berhenti di satu kegagalan. Justru dari situ mulai terbentuk cara berpikir yang lebih matang. Dan di situlah proses naik level benar-benar terasa.

Harga Ayam dan Cabai Turun, Inflasi Pangan Ikut Terkoreksi

Perkembangan inflasi pangan pada April 2026 menunjukkan tren yang mulai mereda setelah lonjakan permintaan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Penurunan tekanan harga ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi, terutama setelah periode konsumsi tinggi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah komoditas utama justru mengalami penurunan harga pada April. Produk seperti daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah menjadi faktor dominan yang mendorong terjadinya deflasi bulanan. Kondisi ini sejalan dengan normalisasi pola konsumsi masyarakat pasca-Lebaran, yang berkontribusi langsung terhadap meredanya inflasi pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tren ini merupakan pola berulang setiap tahun. Setelah periode lonjakan permintaan, harga pangan cenderung mengalami koreksi seiring menurunnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Data menunjukkan, harga daging ayam ras yang sebelumnya mencatat inflasi 3,30 persen pada Maret berbalik menjadi deflasi sebesar 6,20 persen di April. Hal serupa terjadi pada telur ayam ras yang turun dari inflasi 2,34 persen menjadi deflasi 4,29 persen. Sementara itu, cabai rawit mengalami penurunan tajam hingga 14,98 persen dan cabai merah turun 2,59 persen.

Normalisasi Permintaan Dorong Penurunan Harga

Penurunan harga sejumlah komoditas tersebut berdampak langsung terhadap inflasi pangan secara keseluruhan. Secara tahunan, inflasi pangan turun dari 4,24 persen pada Maret menjadi 3,37 persen di April 2026. Angka ini masih berada dalam rentang target pemerintah, yakni antara 3 hingga 5 persen.

Sementara secara bulanan, kelompok pangan mencatat deflasi sebesar 0,88 persen. Tren deflasi pada April ini bukan hal baru, karena juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada April 2024 tercatat deflasi 0,31 persen, sementara pada April 2025 sebesar 0,04 persen. Namun, penurunan pada tahun ini menjadi yang paling dalam dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras tetap memberikan kontribusi terhadap inflasi secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika harga pangan masih dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar domestik.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga Produsen dan Konsumen

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi harga pangan yang relatif stabil pasca-HBKN. Menurutnya, capaian ini mencerminkan keberhasilan pengendalian pasokan dan distribusi pangan nasional.

Ia menekankan bahwa stabilitas inflasi pangan menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan tercapainya swasembada pangan di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini mencakup penguatan produksi komoditas utama, pengembangan energi berbasis pertanian, hingga pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan harga antara tingkat produsen dan konsumen. Deflasi yang terlalu dalam dikhawatirkan dapat menekan pendapatan petani, sehingga intervensi kebijakan tetap diperlukan agar harga tetap berada pada level yang wajar.

Upaya Stabilkan Rupiah Diperluas, Pengawasan Bank dan Korporasi Diperketat

0

Upaya stabilkan rupiah terus diperkuat oleh otoritas moneter dan fiskal di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Bank Indonesia bersama pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah terpadu guna menjaga nilai tukar tetap terkendali sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan nasional.

Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa strategi untuk stabilkan rupiah dilakukan melalui penguatan arus modal masuk serta pengendalian tekanan dari aliran dana keluar. Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang dirancang untuk menarik minat investor sekaligus menjadi penopang likuiditas di pasar keuangan domestik.

Selain itu, Bank Indonesia juga aktif melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sepanjang tahun berjalan, nilai pembelian tersebut telah mencapai Rp123,1 triliun. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasar obligasi sekaligus mendukung upaya stabilkan rupiah di tengah volatilitas global.

Perry menekankan bahwa koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan OJK terus memperkuat sinergi, termasuk membuka peluang kebijakan tambahan seperti buyback SBN guna menjaga kepercayaan pasar.

Strategi Intervensi dan Pengawasan Diperketat

Di sisi lain, kebijakan untuk stabilkan rupiah juga ditempuh melalui pengendalian permintaan valuta asing di dalam negeri. Bank Indonesia menetapkan batas baru pembelian dolar Amerika Serikat bagi individu, dari sebelumnya USD100.000 menjadi USD50.000 per orang per bulan. Kebijakan ini bertujuan menekan spekulasi sekaligus menjaga keseimbangan pasar valas domestik.

Langkah intervensi tidak hanya dilakukan di pasar domestik, tetapi juga diperluas ke pasar offshore. Bank Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi, terutama yang memiliki kebutuhan valas tinggi. Pengawasan ini dilakukan secara intensif dengan melibatkan OJK agar potensi tekanan terhadap nilai tukar dapat diantisipasi lebih dini.

Perry juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menempatkan pengawas langsung di sejumlah bank dengan aktivitas pembelian dolar tinggi. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan transaksi berjalan sesuai kebutuhan riil dan tidak memicu gejolak yang dapat mengganggu upaya stabilkan rupiah.

Dukungan Pemerintah dan Diversifikasi Pembiayaan

Sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah terus berkoordinasi erat dengan bank sentral, terutama dalam memastikan likuiditas tetap terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan optimal.

Pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fundamental ekonomi sekaligus mendukung upaya stabilkan rupiah dalam jangka menengah.

Selain itu, strategi diversifikasi pembiayaan mulai digencarkan melalui rencana penerbitan obligasi Panda bonds di pasar Tiongkok. Skema ini menawarkan alternatif sumber pendanaan dengan bunga yang lebih kompetitif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi turut menyoroti bahwa tekanan di pasar keuangan domestik saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik global. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara.

Menurutnya, selama fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, arus modal berpotensi kembali masuk ke dalam negeri. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa berbagai langkah yang dilakukan otoritas berpeluang besar dalam menjaga stabilitas dan stabilkan rupiah ke depan.