Sabtu, Mei 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 42

Elon Musk Bantu Indonesia, Starlink Beri Internet Gratis untuk Wilayah Banjir Parah

0

Program Starlink Gratis untuk Korban Banjir resmi digulirkan menyusul meluasnya banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh. Melalui pengumuman di laman bantuan serta akun X resminya, perusahaan satelit milik Elon Musk itu memastikan bahwa akses internet dapat digunakan tanpa biaya hingga akhir Desember oleh warga yang terdampak langsung, baik pelanggan baru maupun pelanggan lama.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada 29 November 2025, Starlink menyebut langkah ini dilakukan untuk memastikan konektivitas warga tetap terjaga di tengah kondisi darurat. “Untuk mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia, Starlink menyediakan layanan gratis bagi pelanggan baru maupun lama hingga akhir Desember. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengiriman terminal dan memulihkan konektivitas di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak di Sumatra,” tulis perusahaan itu.

Bantuan Menjangkau Wilayah Terdampak Terparah

Program Starlink Gratis untuk Korban Banjir diprioritaskan bagi wilayah yang mengalami kerusakan paling berat, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, serta sejumlah instansi terkait turut membantu mendistribusikan perangkat Starlink ke posko-posko evakuasi, titik layanan publik, hingga pusat informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Petugas di lapangan memastikan perangkat yang dikirim langsung bisa dipasang dan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi keluarga, koordinasi relawan, hingga aktivitas darurat yang memerlukan akses internet stabil. Konektivitas dinilai menjadi elemen penting agar penanganan situasi berjalan cepat dan terarah.

Mekanisme Bantuan untuk Tiga Kategori Pelanggan

Starlink menjelaskan teknis penggunaan program bantuan ini, baik untuk pengguna lama maupun mereka yang baru ingin mengajukan layanan.

1. Pelanggan aktif yang tinggal di wilayah banjir
Warga yang sudah berlangganan Starlink sebelum bencana dan alamatnya berada dalam radius wilayah banjir akan otomatis mendapatkan kredit layanan di akun masing-masing. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mengajukan permohonan atau melakukan langkah tambahan.

2. Pelanggan yang sempat menghentikan layanan
Pelanggan yang sebelumnya menjeda atau mengalami penangguhan layanan tetap bisa memanfaatkan program Starlink Gratis untuk Korban Banjir. Mereka dapat mengaktifkan kembali layanan, dan secara otomatis akan mendapatkan akses internet tanpa biaya sampai akhir Desember.

3. Pendaftaran untuk pelanggan baru di wilayah terdampak
Untuk masyarakat yang terdampak banjir namun belum pernah menggunakan layanan Starlink, prosesnya dilakukan seperti pendaftaran reguler. Setelah itu, pelanggan perlu mengajukan permohonan agar akun mereka dimasukkan ke dalam daftar penerima bantuan banjir.

Tahapan pendaftaran meliputi membuka situs resmi Starlink, memilih layanan residensial, mengecek ketersediaan layanan berdasarkan alamat di wilayah terdampak, mengisi data diri, dan melakukan aktivasi. Setelah aktif, pelanggan perlu membuat tiket dukungan bertanda “Indonesia Flood Support” agar dapat diikutsertakan dalam program bantuan.

Starlink juga menyediakan saluran komunikasi untuk warga yang membutuhkan bantuan teknis, termasuk email resmi Starlink Indonesia, nomor telepon layanan, hingga kontak WhatsApp.

Sistem Pencatatan Manual yang Nggak Kalah Canggih, Buku Tulis Bisa Jadi ‘Aplikasi Keuangan’

Banyak orang meremehkan sistem pencatatan manual, padahal kebiasaan sederhana ini bisa bikin arus keuangan jauh lebih terkontrol. Di tengah banjir aplikasi finansial mulai dari yang penuh grafik sampai yang sok “AI”. Masih banyak pelaku usaha kecil yang merasa lebih nyaman mencatat semuanya di buku tulis. Tidak sedikit yang justru merasa metode klasik ini bikin pikiran lebih jernih, karena semua transaksi terlihat jelas tanpa harus buka banyak menu. Bahkan di beberapa bisnis rumahan, sistem pencatatan manual justru jadi penyelamat ketika aplikasi error atau HP kehabisan baterai.

Menariknya, kebiasaan ini tidak cuma nostalgia. Ada pola yang mirip dengan cara kerja akuntan profesional, hanya saja dalam versi coretan tangan. Selama formatnya rapi dan konsisten, sistem pencatatan manual bisa berfungsi layaknya “aplikasi keuangan” yang membantu pemilik usaha memahami ke mana uang mereka pergi dan dari mana uang datang. Intinya: kalau buku tulis bisa bikin bisnis lebih tertata, kenapa harus gengsi?

Cara Bikin Buku Tulis Bekerja Seperti Aplikasi Keuangan

Agar catatan di buku tidak berakhir seperti arsip penuh coretan tak berguna, kamu perlu format yang sederhana tapi efektif. Beberapa pemilik UMKM biasanya memulai dengan dua halaman penting: pemasukan dan pengeluaran. Meski terlihat sepele, pemisahan ini membantu memetakan kondisi keuangan tanpa harus menghitung ulang setiap hari.

Langkah pertama adalah membuat daftar pemasukan harian. Tulis tanggal, jenis pemasukan, dan jumlahnya. Jangan menunda. Semakin cepat dicatat, semakin akurat hasilnya. Banyak pelaku usaha kecil yang akhirnya salah hitung hanya karena mencatat seminggu sekali.

Langkah kedua adalah mencatat pengeluaran sekecil apa pun. Dari beli plastik kemasan sampai biaya parkir ketika antar barang. Catatan kecil ini justru yang sering membuat selisih besar di akhir bulan. Dengan buku tulis, semuanya lebih mudah dilihat karena tidak tersembunyi di balik kategori aplikasi.

Setelah itu, buat halaman khusus untuk rekap mingguan atau bulanan. Halaman ini ibarat dashboard sederhana yang kamu bangun sendiri. Tidak perlu grafik atau diagram. Cukup tulis total pemasukan, total pengeluaran, dan selisihnya. Di tahap ini, kamu bisa mulai melihat pola. Misalnya, pengeluaran naik drastis hari Minggu karena borong stok, atau pemasukan lebih tinggi di tanggal tua karena banyak pelanggan belanja sembako.

Bagi sebagian orang, menulis manual seperti ini memberi sensasi “memegang” kondisi keuangan secara langsung. Prosesnya terasa lebih personal, sehingga keputusan yang diambil biasanya lebih matang. Ini yang membuat metode buku tulis tetap diminati meski banyak aplikasi keuangan bermunculan.

Meski sederhana, metode pencatatan ini bisa dibawa ke level yang lebih profesional. Kamu bisa menambahkan kode warna untuk transaksi tertentu, atau membagi buku menjadi beberapa kategori seperti operasional, stok, dan keuntungan bersih. Bagi pemilik usaha yang baru berkembang, catatan manual yang rapi bisa membantu saat ingin mengajukan pendanaan atau kredit usaha, karena data yang disajikan jelas dan bisa diverifikasi kapan saja.

Pedagang Baju Bekas Minta Kepastian, Menteri UMKM Janji Siapkan Formulasi Baru

0

Pedagang Baju Bekas kembali menjadi perhatian pemerintah setelah isu mengenai legalitas usaha thrifting mencuat dan memicu diskusi panjang di kalangan pelaku UMKM. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk merumuskan solusi atas polemik yang melibatkan para pedagang dan aturan perdagangan nasional.

Dalam kunjungan kerjanya ke Pasar Senen, Jakarta, Minggu, Maman berdialog langsung dengan para Pedagang Baju Bekas yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas thrifting. Ia menyebut, aspirasi para pelaku usaha harus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

“Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Pedagang harus tetap bisa berjualan, sambil tetap menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Karena itu, kami akan mencari formulasi yang seimbang, yang mengakomodasi semua kepentingan,” ujar Maman di sela dialog bersama para pedagang.

Ia menekankan pentingnya duduk bersama dengan semua pihak agar pemerintah memahami kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, langkah awal yang paling penting adalah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya sebelum menyusun kebijakan yang akan berdampak pada ribuan pedagang di berbagai daerah.

Pemerintah Diminta Dengarkan Kondisi Lapangan

Dialog tersebut berlangsung cukup terbuka, di mana para Pedagang Baju Bekas menyampaikan harapan agar usaha mereka tidak dipandang sebelah mata. Mereka juga menegaskan, kegiatan thrifting selama bertahun-tahun telah menjadi mata pencaharian banyak keluarga dan turut menggerakkan ekonomi kecil di kawasan-kawasan pusat perdagangan.

Maman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan agar pemerintah menjaga keseimbangan antara aturan dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi.

“Tidak bisa langsung mengambil keputusan yang ekstrem. Yang utama adalah menjaga agar aktivitas pedagang tetap berjalan,” ucap Maman.

Penolakan dan Kekhawatiran Soal Barang Impor Ilegal

Sebelumnya, polemik mengenai legalitas penjualan barang bekas ini makin menghangat setelah sejumlah Pedagang Baju Bekas mendatangi gedung DPR RI. Mereka meminta pemerintah memberikan payung hukum yang jelas agar usaha thrifting tidak lagi dianggap berada di area abu-abu.

Dalam rapat bersama Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, para pedagang menyampaikan bahwa thrifting merupakan bagian dari UMKM dengan segmen pasar yang berbeda. Mereka menolak anggapan bahwa keberadaan mereka mengancam industri lokal skala kecil.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap berbeda. Ia menyatakan pemerintah tidak berencana melegalkan praktik penjualan baju bekas impor karena dikhawatirkan membuka celah masuknya barang ilegal dalam jumlah besar. Menurut Purbaya, dominasi barang impor di pasar domestik dapat mematikan peluang pengusaha lokal untuk berkembang.

Polemik ini diperkirakan masih akan berlanjut, sambil pemerintah menyiapkan rumusan kebijakan baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pedagang sekaligus menjaga stabilitas pasar dalam negeri.

Tumbler Merek Tuku Viral Usai Hilang, Harga dan Spesifikasinya Jadi Sorotan!

0

Tumbler merek Tuku kembali menjadi bahan perbincangan luas setelah kasus kehilangan yang dialami seorang penumpang KRL Commuter Line menjadi viral di media sosial. Insiden ini bukan hanya memicu diskusi soal keamanan barang pribadi di transportasi umum, tetapi juga membuat publik menyoroti harga serta spesifikasi produk yang selama ini dikenal sebagai salah satu merchandise populer dari lini usaha kopi lokal itu.

Dari penelusuran di sejumlah e-commerce resmi, Tumbler merek Tuku dipasarkan dengan harga sekitar Rp225.000. Produk ini hadir dalam beberapa pilihan warna, mulai dari cokelat muda, biru, hijau sage, beige, hitam, hingga cokelat tua. Tumbler ini dibuat dengan material stainless steel food grade, memiliki kapasitas 250 ml, dan dapat dibeli melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, maupun akun Instagram @tokoserbatuku. Dalam keterangan terkait penyelesaian kasus viral tersebut, sempat disebutkan bahwa estimasi nilai penggantian barang berada di angka Rp310.000.

Kasus kehilangan itu mencuat setelah seorang pelanggan KRL, Anita Dewi, melaporkan bahwa tumbler miliknya hilang meski cooler bag yang dibawanya berhasil ditemukan petugas. Kejadian ini kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai bagaimana perlindungan terhadap barang bawaan penumpang diterapkan, serta sejauh mana operator transportasi memiliki tanggung jawab atas situasi serupa.

Pengingat untuk Penumpang Soal Barang Bawaan

Tuku sendiri dikenal sebagai salah satu brand kopi lokal yang mengembangkan berbagai merchandise untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Karena itu, Tumbler merek Tuku cukup digemari kelompok masyarakat yang mengutamakan penggunaan barang reusable dalam aktivitas sehari-hari. Ramainya perhatian publik terhadap hilangnya tumbler ini sekaligus menjadi pengingat bahwa barang kecil sekalipun patut dijaga saat bepergian.

Tak lama setelah kasus tersebut ramai dibahas, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya pengguna kereta cepat Whoosh, untuk lebih memperhatikan barang bawaan pribadi. Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menegaskan bahwa pengingat mengenai barang bawaan sebenarnya sudah rutin diumumkan melalui pengeras suara di stasiun maupun di dalam kereta.

“Pastikan tidak ada barang yang tertinggal di kursi atau di dalam kereta. Barang seperti tumbler, tas, kantong plastik, makanan, topi, jam tangan, bahkan perhiasan, cukup sering tertinggal,” ujar Emir dalam keterangannya yang dikutip Minggu, 30 November 2025.

Ia menambahkan, saat kereta tiba di stasiun tujuan, penumpang selalu diminta memeriksa kembali kursi hingga kantong penyimpanan di depan tempat duduk. Pemeriksaan sederhana ini dinilai dapat mencegah kejadian barang hilang, terlebih untuk benda-benda berukuran kecil seperti Tumbler merek Tuku yang mudah terlewatkan.

Layanan Lost and Found Disiapkan di Seluruh Stasiun

Untuk mengantisipasi laporan kehilangan, KCIC menyediakan layanan lost and found di seluruh stasiun Whoosh. Penumpang yang merasa barangnya tertinggal dapat melapor langsung ke petugas, menghubungi contact center 150909, atau melalui WhatsApp resmi 08118888111. Laporan juga bisa disampaikan lewat akun Instagram @keretacepatid.

“Barang yang ditemukan akan kami amankan. Penumpang cukup menjelaskan ciri-ciri barang tersebut untuk proses pengambilan,” kata Emir.

Menurut KCIC, barang yang paling sering tertinggal tidak hanya tumbler atau perlengkapan kecil lainnya, tetapi juga koper, dompet, hingga telepon genggam. Setiap barang yang ditemukan akan diverifikasi sebelum akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya.

Kasus tumbler yang hilang tersebut menjadi pengingat bahwa barang kecil sekalipun bisa memicu percakapan besar di publik. Di satu sisi, masyarakat didorong untuk lebih berhati-hati. Di sisi lain, operator transportasi berkomitmen memperkuat layanan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Belanja atau Berbisnis? Racun Belanja TikTok Bisa Jadi Modal Awal Usaha

Tren Racun Belanja TikTok memang sering bikin orang kalap, apalagi kalau waktunya scrolling malam-malam. Banyak yang awalnya cuma lihat-lihat, eh ujungnya checkout tanpa mikir panjang. Tapi jika diperhatikan, Racun Belanja TikTok sebenarnya bisa jadi peluang cuan. Banyak orang justru berhasil membalik keadaan: bukan ikut boros, tapi memanfaatkan tren untuk menangkap ide usaha baru. Selama bisa mengontrol diri dan membaca pola, Racun Belanja TikTok bisa berubah dari godaan menjadi inspirasi bisnis yang menjanjikan.

Fenomena ini muncul karena TikTok punya sistem rekomendasi yang sangat kuat. Produk yang menarik cepat sekali viral, dan saat viral, orang-orang biasanya tidak mau ketinggalan tren. Nah, di momen seperti inilah kesempatan untuk melihat lebih dalam: produk apa yang sebenarnya dicari banyak orang dan bagaimana perilaku konsumen terbentuk.

Kenapa Racun Belanja di TikTok Bisa Jadi Peluang Bisnis?

Tren belanja yang muncul di TikTok biasanya bukan acak. Ada pola yang memunculkan “racun”—produk-produk yang begitu menarik sampai banyak orang merasa wajib punya. Mulai dari alat rumah tangga unik, skincare viral, lampu estetik, sampai makanan kekinian, semuanya bisa meledak hanya karena satu video FYP.

Nilai yang bisa diambil adalah ini: apa pun yang punya daya tarik tinggi pasti punya pasar. Artinya, kalau sudah tahu apa yang sering diracuni TikTok, kamu bisa memetakannya jadi peluang usaha.

Ada beberapa alasan kenapa racun TikTok selalu menarik:

  1. Visualnya menggoda. Produk terlihat keren, praktis, atau lucu. Presentasi yang bagus membuat orang percaya barang itu solusi hidup.

  2. Review real-time. Banyak creator yang menunjukkan penggunaan langsung. Jadi konsumen merasa lebih yakin.

  3. Harga cenderung terjangkau. Banyak barang viral justru murah, sehingga orang tidak terlalu khawatir mencoba.

Ketiga hal ini membuat orang gampang FOMO dan akhirnya membeli. Tapi buat yang peka bisnis, tiga hal ini adalah alarm peluang.

Cara Menyaring Racun jadi Inspirasi Cuan

  1. Perhatikan kategori yang sering muncul di FYP.
    Kalau setiap hari muncul alat dapur viral, berarti permintaan naik. Bisa dijadikan inspirasi untuk jadi reseller, dropshipper, atau bahkan membuat produk serupa dengan harga lebih kompetitif.

  2. Baca komentar pembeli.
    Komentar adalah sumber riset pasar gratis. Dari komentar, kamu bisa tahu keluhan, kekurangan produk, sampai apa yang orang harapkan. Bisa jadi itu celah untuk menciptakan produk versi lebih baik.

  3. Lihat seller mana yang paling stabil.
    Banyak barang viral yang dijual ratusan seller, tapi tidak semua terpercaya. Di sini kamu bisa masuk dengan menawarkan pengalaman yang lebih rapi: pengemasan lebih baik, respons cepat, dan pelayanan yang konsisten.

  4. Cermati tren yang berulang.
    Misalnya setiap akhir tahun, racun lampu estetik kembali viral. Nah, itu bisa jadi strategi musiman untuk memulai stok.

  5. Pertimbangkan untuk menjadi content creator juga.
    Jangan hanya menjual barang, tapi juga ikut membangun konten penggunaan produk. Algoritma TikTok sangat mendukung video kreatif yang memperlihatkan manfaat barang.

Jangan Cuma Jadi Target, Jadilah Pemain yang Menghasilkan Cuan!

Pada akhirnya, TikTok memang platform yang kuat dalam menciptakan tren belanja. Tapi bukan berarti semua orang harus luka finansial setiap kali ada racun baru. Dengan cara pandang yang tepat, setiap racun bisa jadi peluang.

Perhatikan barang yang ramai, pelajari kenapa viral, baca komentar pembeli, dan lihat bagaimana kamu bisa masuk sebagai pelaku bisnis. Tren belanja itu tidak akan berhenti, tapi kamu bisa memilih posisi: terus jadi korban Racun Belanja TikTok, atau justru memanfaatkannya sebagai bahan bakar ide usaha.

Mulai Penuh! Ini Rute Kereta Paling Diburu Jelang Libur Nataru 2025

0

Maraknya pembelian tiket kereta untuk periode libur nataru 2025 mulai terlihat dari data penjualan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Perusahaan mencatat lebih dari 717 ribu tiket kereta jarak jauh telah terjual untuk perjalanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi menyambut musim libur panjang akhir tahun.

Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa hingga 29 November 2025, total tiket yang terjual mencapai 717.203 kursi. Jumlah ini setara dengan 23,92 persen dari hampir tiga juta tempat duduk yang disediakan selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Menurut Anne, minat masyarakat bergerak merata ke sejumlah kota besar, namun rute Jakarta–Surabaya masih menjadi yang paling diburu.

“Relasi Jakarta–Surabaya tetap menjadi pilihan favorit, baik untuk perjalanan liburan maupun silaturahmi. Kedua kota menawarkan banyak destinasi menarik bagi pengunjung,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Sabtu (29/11/2025).

Di Jakarta, kawasan wisata seperti Kota Tua, Ancol, hingga Taman Mini masih menjadi magnet bagi wisatawan. Sementara di Surabaya, destinasi seperti Tunjungan, Monumen Kapal Selam, hingga area pesisir Kenjeran terus menjadi pilihan pelancong yang ingin menikmati suasana kota pahlawan tersebut.

Untuk rute Jakarta–Solo, lonjakan pemesanan juga terbilang tinggi. KAI menilai animo besar ini tidak lepas dari daya tarik wisata budaya seperti Keraton Surakarta, batik Laweyan, Ngarsopuro, hingga kawasan wisata alam Tawangmangu yang selalu ramai dikunjungi saat akhir tahun.

10 Relasi Favorit di Libur Akhir Tahun

KAI mencatat relasi Jakarta–Surabaya dan arah sebaliknya menjadi rute dengan pemesanan tertinggi. KA Airlangga jurusan Surabaya Pasar Turi–Pasarsenen tercatat telah dipesan 21.210 pelanggan, sementara relasi sebaliknya mencapai 21.143 pelanggan. Selain itu, Bengawan, Kahuripan, Sri Tanjung, Serayu, dan Rajabasa juga masuk daftar kereta paling diminati untuk perjalanan jarak jauh.

Untuk memberikan kesempatan perjalanan yang lebih luas, KAI menghadirkan program diskon 30 persen yang berlaku untuk 156 KA reguler dan 26 KA tambahan. Kuota yang disiapkan mencapai lebih dari 1,5 juta pelanggan dan berlangsung untuk keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

“Diskon ini kami hadirkan agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan akhir tahun dengan lebih fleksibel. Layanan tetap kami pastikan nyaman,” kata Anne.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs kai.id, loket stasiun, call center 121, serta mitra resmi lainnya. Langkah ini penting untuk mencegah risiko penipuan dan menjamin keakuratan data perjalanan.

KAI Siapkan Layanan Khusus untuk Libur Nataru 2025

Anne menambahkan bahwa seluruh aspek operasional tengah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran arus penumpang selama libur nataru 2025. Mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga layanan pelanggan ditingkatkan untuk menjawab lonjakan perjalanan yang diperkirakan akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“KAI memantau perkembangan pemesanan setiap hari dan memastikan seluruh kesiapan operasional berjalan optimal. Tujuannya agar perjalanan Nataru berlangsung aman, nyaman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” tutup Anne.

Hingga 29 November 2025 pukul 08.00 WIB, berikut relasi kereta jarak jauh dengan pemesanan tertinggi:

  • KA 271 Airlangga (Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen): 21.210 pelanggan

  • KA 272 Airlangga (Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi): 21.143 pelanggan

  • KA 282 Bengawan (Pasarsenen – Purwosari): 19.011 pelanggan

  • KA 281 Bengawan (Purwosari – Pasarsenen): 18.745 pelanggan

  • KA 274 Kahuripan (Kiaracondong – Blitar): 16.015 pelanggan

  • KA 277 Sri Tanjung (Ketapang – Lempuyangan): 15.735 pelanggan

  • KA 27 Kahuripan (Blitar – Kiaracondong): 15.666 pelanggan

  • KA 278 Sri Tanjung (Lempuyangan – Ketapang): 15.456 pelanggan

  • KA 284 Serayu (Pasarsenen – Purwokerto): 12.014 pelanggan

  • KA S7 Rajabasa (Kertapati – Tanjungkarang): 11.584 pelanggan

Marak Thrifting Ilegal, Kadin Ingatkan Dampak Serius terhadap Lapangan Kerja

0

Maraknya peredaran pakaian bekas impor yang masuk secara thrifting ilegal kembali menjadi sorotan pelaku industri nasional. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai gelombang barang tekstil bekas yang masuk tanpa izin itu semakin menekan pelaku industri dalam negeri, terutama sektor UMKM yang paling rentan terdampak. Kadin menegaskan praktik thrifting ilegal kini bukan sekadar isu perdagangan, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi ketahanan industri tekstil nasional dan keberlangsungan tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, mengatakan masuknya barang bekas dari luar negeri terus meningkat dan mulai memengaruhi daya saing produk lokal. Menurutnya, serbuan pakaian bekas impor membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan mempertahankan produksi karena kalah harga dan kalah cepat di pasar.

“Peredaran pakaian bekas yang masuk secara ilegal ini sangat memukul industri dalam negeri, terutama UMKM yang tersebar di berbagai wilayah,” ujar Saleh dalam Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia Menjelang Rapimnas Kadin di Jakarta, Jumat malam.

Dampak Thrifting Ilegal terhadap Industri Lokal

Ia menjelaskan pengawasan perlu diperketat mulai dari pelabuhan resmi hingga jalur masuk tidak resmi atau pelabuhan tikus. Saleh menilai penindakan harus memberikan efek jera agar perdagangan thrifting ilegal tidak semakin meluas dan mengorbankan pedagang lokal yang memproduksi barang baru.

Menurut Saleh, persoalan pakaian bekas impor ini terkait langsung dengan keberlangsungan lapangan kerja. Industri tekstil nasional serta UMKM turunannya—mulai dari konveksi, perajin batik, hingga sentra-sentra kain—melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Jika produksi melemah, maka potensi PHK dan menurunnya aktivitas industri sulit dihindari.

“Industri tekstil selama ini menyerap banyak tenaga kerja. Penting bagi kita untuk menjaga produktivitas dan daya saingnya,” jelasnya.

Di sisi lain, polemik thrifting ilegal semakin menghangat setelah sekelompok pedagang pakaian bekas mendatangi DPR RI untuk meminta legalisasi usaha mereka. Dalam pertemuan dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, para pedagang menilai usaha thrifting juga merupakan bagian dari UMKM yang memiliki pasar berbeda dan tidak seharusnya dianggap membunuh pelaku UMKM lokal.

Usulan Pembatasan Impor dan Penguatan Industri Domestik

Menanggapi hal itu, Saleh menilai pemerintah memang perlu mendengar aspirasi pelaku usaha. Namun ia menegaskan bahwa arah kebijakan tetap harus mendahulukan keberlangsungan industri tekstil lokal yang mempekerjakan jutaan orang.

Saleh mengungkapkan bahwa Kadin bahkan pernah mengusulkan pembatasan lebih tegas terhadap impor tekstil. Salah satu rekomendasinya adalah pelarangan masuknya produk tekstil dan produk tekstil (TPT) langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Pulau Jawa. Menurut Kadin, barang impor tersebut semestinya masuk melalui pelabuhan di luar Jawa sebelum kemudian didistribusikan sebagai barang domestik.

“Kami pernah mengusulkan agar produk tekstil tidak boleh masuk langsung ke pelabuhan di Pulau Jawa. Sebaiknya masuk melalui pelabuhan di luar Jawa terlebih dahulu, misalnya di Bitung atau pelabuhan lain, baru kemudian masuk ke Jawa,” kata Saleh.

Ia menyebut usulan itu telah beberapa kali dibahas dalam rapat kabinet, namun implementasinya hingga kini belum terlihat. Menurutnya, pengetatan impor harus segera dilakukan agar tidak ada celah yang membuka ruang bagi barang ilegal merusak pasar.

“Usulan ini sudah beberapa kali disampaikan dan saya tahu juga sudah dibahas di tingkat kabinet, tetapi pelaksanaannya sampai sekarang belum berjalan,” ujarnya.

Saleh menegaskan bahwa pengendalian impor dan penertiban thrifting ilegal harus menjadi prioritas pemerintah jika ingin industri tekstil nasional tetap bertahan dan berkembang. Ia berharap ada langkah konkret yang tidak hanya menindak pelaku penyelundupan, tetapi juga memperkuat UMKM dan industri lokal agar mampu bersaing di pasar dalam negeri.

Baru Tahu? Sisa Bahan Jadi Cuan Bisa Jadi Produk Laris Kalau Tau Triknya

Di dunia usaha, banyak orang belum sadar bahwa ide Sisa Bahan Jadi Cuan bisa membuka peluang baru yang jarang dilirik. Padahal, konsep Sisa Bahan Jadi Cuan sudah lama dipakai berbagai pelaku bisnis untuk menekan biaya produksi sekaligus menambah pemasukan. Dan menariknya lagi, cara kerja Sisa Bahan Jadi Cuan tidak harus rumit—justru sering bermula dari hal sederhana yang sering dianggap remeh.

Sebagian besar pebisnis menganggap limbah atau sisa bahan hanya akan berakhir di tempat sampah. Padahal, kalau mau sedikit kreatif, sisa-sisa inilah yang bisa diolah jadi produk tambahan, bahan sampingan, atau bahkan jadi bisnis baru yang tidak terpikir sebelumnya. Konsep ini bukan hanya membantu bisnis bertahan, tapi juga bisa memperkuat branding karena menunjukkan efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk bisnis kecil, pola pikir seperti ini penting banget. Kadang yang membuat usaha terasa berat bukan karena kurang modal atau pelanggan, tapi karena banyak “kebocoran kecil” yang tidak disadari. Sisa bahan yang dibiarkan menumpuk termasuk salah satunya. Begitu bisa diolah kembali, nilai keuntungannya bisa jadi sangat terasa, terutama kalau volume produksi mulai meningkat.

Cara Sederhana Melihat Peluang dari Sisa Bahan yang Terbuang

Mengubah sisa bahan jadi cuan sebenarnya berawal dari satu pertanyaan sederhana: “Ada yang bisa dimanfaatkan nggak dari bahan yang tersisa ini?” Pertanyaan itu terlihat sepele, tapi sering kali memunculkan peluang yang tidak terduga.

Misalnya, di usaha makanan. Banyak warung atau UMKM kuliner yang berhasil menghasilkan produk sampingan dari bahan yang tadinya terbuang percuma. Potongan sayur, tulang ayam, atau sisa bumbu bisa jadi stok kaldu, sambal, hingga topping tambahan. Meski kecil, nilai tambah seperti ini mengurangi biaya produksi dalam jangka panjang.

Contoh lain di usaha fashion atau kerajinan. Sisa potongan kain bisa diubah jadi aksesori kecil seperti scrunchie, pouch, atau dekorasi kasual. Ada banyak kreator yang awalnya cuma iseng bikin produk dari sisa kain, tetapi sekarang punya pasar sendiri karena konsumen mulai peduli dengan konsep ‘recycled goods’.

Langkah Praktis Mengolah Sisa Jadi Produk Bernilai

Beberapa langkah berikut bisa jadi patokan untuk mulai memaksimalkan bahan sisa:

1. Catat jenis sisa yang muncul setiap hari.
Dengan mencatat, pelaku usaha bisa tahu sisa mana yang paling banyak dan paling memungkinkan untuk diolah kembali.

2. Lihat tren produk yang bisa dibuat dari sisa tersebut.
Penting untuk riset kecil-kecilan. Cari contoh produk yang punya nilai jual dan bisa dibuat dari bahan serupa. Tidak harus langsung sempurna—yang penting ada potensi market.

3. Mulai dari skala kecil.
Tidak perlu langsung memproduksi banyak. Coba buat sampel, tawarkan ke pelanggan loyal, atau unggah di media sosial sebagai produk tambahan.

4. Pertimbangkan efisiensi waktu.
Kalau pengolahannya terlalu rumit dan memakan waktu, mungkin perlu dipikirkan ulang. Kunci dari konsep ini tetap efisien, bukan menambah beban operasional.

5. Gunakan sisa bahan sebagai value tambahan, bukan beban.
Saat dikomunikasikan, pelanggan biasanya tertarik dengan cerita produk yang sustainable. Ini bisa meningkatkan citra usaha tanpa biaya besar.

Pada akhirnya, konsep bahwa bisnis itu “mirip tong sampah” justru bisa jadi keuntungan tersendiri. Dari hal-hal kecil yang sering diabaikan, peluang bisa muncul dan menghasilkan nilai baru. Pelaku usaha yang mampu melihat potensi dari bahan sisa akan selalu punya jalan lain untuk bertahan, apalagi ketika kondisi bisnis sedang naik-turun.
Yang terpenting bukan besar kecilnya usaha, tapi kemampuan untuk melihat kesempatan dari setiap detail yang ada—termasuk dari sesuatu yang awalnya dianggap tidak berguna.

OJK Umumkan Daftar Pinjol Legal Terkini, Berikut 95 Platform Resmi yang Masih Beroperasi

0

Pertumbuhan layanan teknologi finansial semakin mendorong masyarakat untuk lebih selektif memilih platform pinjaman online. Kondisi ini membuat permintaan informasi terkait daftar pinjol legal semakin tinggi, terutama setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperbarui status perizinan industri fintech lending. OJK menegaskan bahwa masyarakat harus merujuk pada daftar pinjol legal terbaru demi menghindari risiko penipuan dan praktik keuangan tidak berizin. Pada pembaruan November 2025, regulator memastikan hanya 95 platform yang masih memegang izin resmi, sekaligus mengingatkan pentingnya memeriksa daftar pinjol legal sebelum menggunakan layanan apa pun.

OJK merilis daftar tersebut setelah menetapkan pencabutan izin PT Crowde Membangun Bangsa, sesuai Surat Keputusan OJK Nomor KEP-68/D.06/2025. Keputusan itu otomatis menurunkan jumlah penyelenggara resmi dari sebelumnya 96 pada Oktober 2025. Regulator juga menegaskan bahwa evaluasi kepatuhan akan terus diperketat, mengingat peningkatan laporan masyarakat terkait penyalahgunaan identitas hingga penawaran pinjol bodong yang semakin marak.

Daftar 95 Pinjol Berizin OJK

Dalam rilis terbarunya, OJK memberikan pembaruan terhadap 95 platform yang masih beroperasi secara sah. Berikut daftar lengkapnya dengan urutan acak agar memudahkan publik mengenali variasi penyelenggara:

  1. PT Uangme Fintek Indonesia (Uangme).

  2. PT Dana Kini Indonesia (Danakini).

  3. PT Danamerdeka (Intekno Raya).

  4. PT Finansia Aira Teknologi (Ivoji).

  5. PT Indo Fin Tek (Dompet Kilat).

  6. PT Lentera Dana Nusantara.

  7. PT Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar).

  8. PT Fintegra Homido Indonesia (FINTAG).

  9. PT Dana Syariah Indonesia (Dana Syariah).

  10. PT IKI Karunia Indonesia (IKI Modal).

  11. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir).

  12. PT Harapan Fintech Indonesia (Klik Kami).

  13. PT Kreasi Anak Indonesia (GandengTangan).

  14. PT DanaRupiah (Layanan Keuangan Berbagi).

  15. PT Danabijak (Digital Micro Indonesia).

  16. PT Julo Teknologi Finansial (JULO).

  17. PT Aktivaku Investama Teknologi (Aktivaku).

  18. PT DUHA Madani Syariah (Duha Syariah).

  19. PT Indo Fintopia Technology (Easycash).

  20. PT Simplefi Teknologi Indonesia (AwanTunai).

  21. PT Papitupi Syariah (Piranti Alphabet Perkasa).

  22. PT Mekar Investama Teknologi (Mekar).

  23. PT Pohon Dana Indonesia (Pohondana).

  24. PT Asetku (Pintar Inovasi Digital).

  25. PT Solusi Teknologi Finansial (Modal Nasional).

  26. PT Komunal Finansial Indonesia (Komunal).

  27. PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat (klikUMKM).

  28. PT Modal Rakyat Indonesia (ModalRakyat).

  29. PT Finplus (Rezeki Bersama Teknologi).

  30. PT BantuSaku (Smartec Teknologi Indonesia).

  31. PT Indodana Fintech (Artha Dana Teknologi).

  32. PT Gradana Teknoruci Indonesia (Gradana).

  33. PT Sejahtera Sama Kita (SamaKita).

  34. PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa).

  35. PT Info Tekno Siaga (AdaPundi).

  36. PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas).

  37. PT Amartha Miko Fintek (Amartha).

  38. PT Kredito (Fintek Digital Indonesia).

  39. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran).

  40. PT DanaBagus Indonesia (DanaBagus).

  41. PT KrediFazz Digital Indonesia (KrediFazz).

  42. PT Solusiku (Anugerah Digital Indonesia).

  43. PT Modalku (Mitrausaha Indonesia Grup).

  44. PT PinjamModal (Finansial Integrasi Teknologi).

  45. PT 360 Kredi (Inovasi Terdepan Nusantara).

  46. PT Restock.ID (Cerita Teknologi Indonesia).

  47. PT Cairin (Idana Solusi Sejahtera).

  48. PT Avantee (Grha Dana Bersama).

  49. PT AwanTunai (Simplefi Teknologi Indonesia).

  50. PT KawanCicil Teknologi Utama (KawanCicil).

  51. PT Doeku Peduli Indonesia (Doeku).

  52. PT Kredinesia (Kreditku Teknologi Indonesia).

  53. PT Indofund.id (Bursa Akselerasi Indonesia).

  54. PT KlikCair Magga Jaya (KlikCair).

  55. PT Finmas (Oriente Mas Sejahtera).

  56. PT Indosaku Teknologi Indonesia (Indosaku).

  57. PT AdaKami (Pembiayaan Digital Indonesia).

  58. PT Danacita (Inclusive Finance Group).

  59. PT Findaya (Mapan Global Reksa).

  60. PT Duha Syariah.

  61. PT Danain (Mulia Inovasi Digital).

  62. PT Pintek (Pinduit Teknologi Indonesia).

  63. PT Asetku (Pintar Inovasi Digital).

  64. PT KlikA2C (Aman Cermat Cepat).

  65. PT Pinjamin (Progo Puncak Group).

  66. PT Indosaku Teknologi Indonesia.

  67. PT KreditPro (Tri Digi Fin).

  68. PT Crowdo (Mediator Komunitas Indonesia).

  69. PT Invoila (Sol Mitra Fintec).

  70. PT DUMI (Fidac Inovasi Teknologi).

  71. PT Ethis Fintek Indonesia (Ethis).

  72. PT Edufund (Fintech Bina Bangsa).

  73. PT Uatas (Plus Ultra Abadi).

  74. PT Batumbu (Berdayakan Usaha Indonesia).

  75. PT IVOJI (Finansia Aira Teknologi).

  76. PT Danabijak.

  77. PT Papitupi Syariah.

  78. PT iGrow Resources Indonesia (iGrow).

  79. PT Tokomodal (Toko Modal Mitra Usaha).

  80. PT KoinP2P (Lunaria Annua Teknologi).

  81. PT OVO Finansial (Indonusa Bara Sejahtera).

  82. PT PinjamDuit (Stanford Teknologi Indonesia).

  83. PT Pinjam Gampang (Kredit Plus Teknologi).

  84. PT Lumbungdana (Lumbung Dana Indonesia).

  85. PT UKU (Teknologi Merlin Sejahtera).

  86. PT AdaModal (Solid Fintek Indonesia).

  87. PT Ruangme Fintek Indonesia.

  88. PT Sanders One Stop Solution (Satustop Finansial Solusi).

  89. PT Kredito.

  90. PT Finplus.

  91. PT Danai.id (Adiwisata Finansial Teknologi).

  92. PT Qazwa.id (Qazwa Mitra Hasanah).

  93. PT Fintegra Homido Indonesia.

  94. PT Komunal.

  95. PT Singa (Abadi Sejahtera Finansindo).

OJK Ingatkan Publik untuk Tetap Waspada

OJK menegaskan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap penawaran yang mengatasnamakan pinjol resmi, terutama jika penawaran tersebut datang melalui pesan pribadi, tautan mencurigakan, atau aplikasi yang tidak tersedia di toko resmi. Regulator mengimbau masyarakat mengecek secara berkala pembaruan daftar pinjol legal agar terhindar dari risiko pencurian data, bunga yang tidak masuk akal, hingga penagihan yang melanggar hukum.

Permintaan Global Naik, Produk Dekorasi Rumah dari Bantul Tembus Pasar Amerika dan Eropa

0

Permintaan global terhadap produk dekorasi rumah kembali menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari pelepasan ekspor tiga kontainer home decor ke Amerika dan Eropa yang dilakukan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Pelepasan simbolis bernilai lebih dari Rp500 juta itu berlangsung di pabrik CV Palem Craft, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa peluang pasar untuk produk dekorasi rumah Indonesia masih terbuka lebar dan terus tumbuh.

Roro mengatakan ekspor yang dilepas pada Rabu (26/11) tersebut menunjukkan keberlanjutan permintaan dunia, sekaligus dorongan bagi pelaku industri lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan kreativitas. “Pengiriman ini menegaskan bahwa pasar masih percaya terhadap mutu dan karakter produk buatan Indonesia. Kualitas, desain, dan keahlian atau craftsmanship harus terus dijaga agar tetap kompetitif,” ujarnya.

Dalam pengiriman kali ini, tiga negara menjadi tujuan utama. Belgia menerima pengapalan dengan nilai USD14.063, Amerika Serikat sebesar USD9.269, dan Belanda senilai USD6.731. Selain itu, pada Desember 2025 pemerintah juga akan melepas ekspor tambahan menuju Spanyol, Amerika, Prancis, dan Australia dengan nilai transaksi lebih dari USD14 ribu.

Permintaan Global Terus Naik

Menurut Roro, pasar dunia masih mencatat pertumbuhan positif untuk kategori produk dekorasi rumah. Pergeseran gaya hidup yang mengutamakan produk kreatif, berkelanjutan, serta memiliki kekhasan budaya menjadi pendorong utama. Dalam empat tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia untuk kategori ini tumbuh hampir 20 persen.

Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 53,44 persen, disusul Belgia, Jerman, dan Kanada. “Peluangnya sangat besar. Dunia mencari produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga punya nilai desain dan sentuhan budaya. Indonesia memiliki modal kuat di sektor ini,” ucap Roro.

Namun, ia mengingatkan bahwa kompetisi semakin ketat. Negara-negara seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand terus melahirkan desain modern dengan kualitas produksi yang konsisten. Untuk itu, pelaku industri di Tanah Air perlu menjaga standar finishing, memperkuat konsistensi produksi, serta menyesuaikan desain dengan tren pasar internasional. Ia menekankan bahwa keunggulan budaya Indonesia harus diterjemahkan melalui karya yang relevan dan modern.

Dukungan Pemerintah untuk Dorong Daya Saing Ekspor

Kementerian Perdagangan turut memperkuat ekosistem ekspor melalui berbagai program. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas desain menjadi faktor krusial agar produk Indonesia tetap bernilai di pasar global. “Ke depan, persaingan bukan hanya soal harga, tetapi bagaimana desain mampu membawa cerita budaya Indonesia secara relevan,” jelasnya.

Melalui Ditjen PEN, Kemendag menjalankan program UMKM BISA Ekspor yang memberikan pendampingan mulai dari desain, sertifikasi, hingga fasilitasi ekspor. Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri—termasuk 24 Atase Perdagangan, 19 ITPC, KDEI Taipei, dan Konsul Perdagangan Hong Kong—juga aktif membuka peluang bisnis bagi pelaku industri.

“Tujuan kami satu: memastikan produk Indonesia semakin dikenal dan memiliki posisi kuat di pasar global. Ini hanya bisa dicapai jika kualitas, desain, dan konsistensinya terus ditingkatkan,” tambah Puntodewi.

CEO CV Palem Craft, Deddy Effendy, mengapresiasi dukungan pemerintah yang memperlancar ekspor perusahaannya. Berdiri sejak 2003, Palem Craft telah menembus berbagai negara seperti Prancis, Belgia, Spanyol, Dubai, Lebanon, Singapura, Australia, hingga Afrika Selatan.

Sebagian besar produknya mengandalkan bahan baku alami lokal seperti bambu, biji mahoni, batu apung, rumput rayung, dan serat pisang—material yang selama ini menjadi daya tarik utama produk dekorasi rumah Indonesia di pasar internasional.