Jumat, November 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 38

Risiko Kredit Bermasalah Meningkat, Industri Keuangan Perlu Perkuat Mitigasi

0

Potensi peningkatan Kredit Bermasalah di sektor keuangan menjadi perhatian sejumlah kalangan di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi berbagai tantangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai perlu memperkuat langkah antisipatif agar risiko tersebut tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih besar bagi industri perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana menilai situasi ekonomi saat ini masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian global, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat berpotensi memengaruhi kemampuan sebagian debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.

Menurut Elvi, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar potensi Kredit Bermasalah dapat dikendalikan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Risiko kredit harus terus dipantau dan dikelola secara terukur agar tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak luas terhadap sektor keuangan,” ujarnya.

Pengawasan Kredit Bermasalah Perlu Diperkuat

Elvi menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas kredit menjadi salah satu langkah utama yang perlu diperkuat. Perbankan maupun perusahaan pembiayaan didorong meningkatkan pemantauan terhadap portofolio pinjaman, terutama pada sektor usaha yang rentan terdampak perubahan kondisi ekonomi.

Selain pengawasan, kebijakan restrukturisasi juga dinilai masih relevan untuk membantu debitur yang mengalami kesulitan keuangan sementara. Namun, penerapannya harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek usaha dan kemampuan pemulihan debitur.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu menekan risiko Kredit Bermasalah sekaligus menjaga hubungan yang sehat antara lembaga keuangan dan nasabah. Debitur yang memiliki itikad baik dan peluang untuk bangkit kembali perlu mendapatkan dukungan melalui skema yang tepat.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi juga dianggap penting dalam pengelolaan risiko kredit. Elvi mendorong penggunaan sistem peringatan dini berbasis data dan analisis digital untuk mendeteksi potensi gagal bayar lebih cepat.

Dengan teknologi tersebut, lembaga keuangan dapat mengambil langkah mitigasi sebelum pinjaman masuk kategori Kredit Bermasalah. Ia optimistis kombinasi pengawasan yang lebih ketat, restrukturisasi yang tepat sasaran, dan penerapan teknologi modern akan membantu menjaga kesehatan industri keuangan.

Ke depan, OJK diharapkan terus memperkuat sinergi dengan industri jasa keuangan agar risiko Kredit Bermasalah tetap terkendali dan sektor keuangan nasional mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cara Menjelaskan Produk agar Tidak Hanya Dilihat, Tapi Juga Dibeli!

0

cBanyak pelaku usaha fokus meningkatkan kualitas produk, tetapi sering melupakan cara menjelaskan produk kepada calon pelanggan. Di Berempat.com, kami sering melihat bisnis yang sebenarnya menawarkan solusi menarik, namun kesulitan meningkatkan penjualan karena pasar belum memahami manfaat maupun cara penggunaan produknya. Akibatnya, produk terlihat biasa saja meskipun memiliki kualitas yang baik.

Masalah ini cukup umum terjadi, terutama pada product yang tergolong baru, unik, atau memiliki fitur yang tidak langsung dipahami konsumen. Pemilik bisnis menganggap keunggulan product sudah terlihat jelas, sementara pelanggan justru masih bertanya-tanya apa fungsi produk tersebut dan mengapa mereka membutuhkannya.

Dalam kondisi seperti ini, promosi saja sering kali tidak cukup. Konsumen membutuhkan pemahaman sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli.

Menurut laporan dari HubSpot State of Marketing, konten edukatif termasuk jenis konten yang paling efektif dalam membangun kepercayaan dan membantu proses pembelian. Sementara riset dari Google Consumer Insights menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen melakukan pencarian informasi sebelum memutuskan membeli product atau menggunakan layanan tertentu.

Data tersebut menunjukkan bahwa edukasi memiliki peran yang semakin penting dalam strategi pemasaran modern.

Ketika Produk Bagus Tidak Otomatis Mudah Dipahami

Banyak pelaku usaha berpikir bahwa kualitas produk akan berbicara dengan sendirinya. Sayangnya, pelanggan tidak selalu memiliki pengetahuan yang sama dengan pembuat produk.

Sebagai contoh, seseorang yang menjual alat penghemat listrik mungkin memahami seluruh manfaat produknya. Namun bagi calon pembeli, produk tersebut mungkin terlihat seperti perangkat biasa yang tidak memiliki perbedaan dengan produk lain.

Situasi serupa juga sering terjadi pada produk kesehatan, teknologi, keuangan, maupun layanan digital.

Di sinilah pentingnya cara menjelaskan produk secara sederhana dan relevan. Alih-alih menjelaskan fitur teknis yang rumit, fokuslah pada masalah yang bisa diselesaikan dan hasil yang dapat dirasakan pelanggan.

Semakin mudah seseorang memahami manfaat produk, semakin besar peluang mereka untuk mempertimbangkan pembelian.

Cara Menjelaskan Produk agar Lebih Mudah Dipahami

Menjelaskan produk bukan berarti memberikan informasi sebanyak mungkin. Justru yang lebih penting adalah membantu pelanggan memahami nilai yang mereka peroleh.

Ada beberapa pendekatan yang bisa diterapkan:

  • Gunakan Bahasa yang Familiar

Hindari istilah teknis yang hanya dipahami oleh pelaku industri. Gunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

  • Tunjukkan Cara Penggunaan

Video demonstrasi, foto langkah demi langkah, atau tutorial singkat sering kali lebih efektif dibanding deskripsi panjang.

  • Fokus pada Manfaat

Pelanggan umumnya lebih tertarik pada hasil dibanding spesifikasi teknis.

Misalnya, daripada mengatakan suatu aplikasi memiliki fitur otomatisasi tertentu, jelaskan bagaimana fitur tersebut dapat menghemat waktu kerja pengguna.

  • Jawab Pertanyaan yang Sering Muncul

Setiap produk biasanya memiliki pertanyaan yang berulang dari calon pelanggan. Jadikan pertanyaan tersebut sebagai materi edukasi.

Pendekatan ini membantu memperkuat cara menjelaskan product sekaligus mengurangi keraguan sebelum pembelian.

Edukasi Bisa Menjadi Strategi Penjualan Jangka Panjang

Menariknya, konten edukasi tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman pelanggan. Dalam banyak kasus, strategi ini juga memperkuat posisi bisnis sebagai sumber informasi yang terpercaya.

Menurut laporan dari Content Marketing Institute, perusahaan yang secara konsisten membuat konten edukatif cenderung lebih mudah membangun hubungan jangka panjang dengan audiens dibanding yang hanya berfokus pada promosi langsung.

Hal ini terjadi karena edukasi menciptakan nilai bahkan sebelum transaksi terjadi.

Ketika pelanggan merasa terbantu memahami suatu masalah atau menemukan solusi yang mereka butuhkan, tingkat kepercayaan terhadap bisnis akan meningkat. Kepercayaan tersebut sering menjadi faktor penting yang mendorong keputusan pembelian.

Karena itu, jangan hanya bertanya bagaimana cara menjual product lebih banyak. Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah apakah calon pelanggan sudah memahami product yang ditawarkan.

Pasokan BBM Subsidi Aman, Stok Pertalite Terus Diawasi Ketat!

Kepastian mengenai Stok Pertalite kembali disampaikan PT Pertamina Patra Niaga di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar masyarakat. Perusahaan memastikan pasokan BBM subsidi tersebut dalam kondisi aman dan distribusinya ke seluruh SPBU di Indonesia berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan BBM secara menyeluruh agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, pengawasan dilakukan secara real-time untuk memastikan tidak terjadi gangguan dalam proses penyaluran.

Ia menegaskan bahwa Stok Pertalite saat ini masih mencukupi dan tersedia di berbagai wilayah. Selain itu, distribusi ke jaringan SPBU juga terus berlangsung normal sesuai dengan penugasan yang diberikan pemerintah kepada Pertamina.

Untuk menjaga kelancaran pasokan, perusahaan mengandalkan berbagai fasilitas pendukung yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut mencakup terminal BBM, sarana penyimpanan, armada pengangkut, hingga sistem pemantauan digital yang terintegrasi.

Stok Pertalite Terus Dipantau di Seluruh Wilayah

Roberth menjelaskan, keberadaan jaringan distribusi energi dari Sabang sampai Merauke menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga Stok Pertalite tetap tersedia bagi masyarakat. Dengan sistem tersebut, Pertamina dapat segera mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan konsumsi di wilayah tertentu.

Koordinasi juga terus dilakukan bersama unit operasi yang berada di delapan regional Pertamina. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi distribusi BBM, terutama pada daerah dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

Jika terjadi lonjakan permintaan, perusahaan telah menyiapkan mekanisme tambahan pasokan guna menjaga keseimbangan distribusi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar subsidi tersebut.

Selain memastikan Stok Pertalite tetap aman, Pertamina Patra Niaga juga menegaskan komitmennya dalam menyalurkan BBM subsidi sesuai regulasi yang berlaku. Penyaluran dilakukan dengan memperhatikan ketentuan pemerintah agar manfaat subsidi dapat diterima oleh kelompok yang berhak.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan jenis kendaraan yang digunakan. Dengan pengelolaan distribusi yang terus diperkuat, Stok Pertalite diharapkan tetap terjaga sehingga pelayanan energi kepada masyarakat dapat berlangsung optimal dan berkelanjutan.

Rupiah Masih Tertekan, Namun Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Menjanjikan

0

Fundamental Ekonomi Indonesia dinilai tetap solid meski perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian. Pemerintah meyakini kondisi ekonomi nasional mampu bertahan di tengah tekanan eksternal berkat stabilitas sejumlah indikator utama yang terus menunjukkan kinerja positif.

Keyakinan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta. Menurutnya, berbagai data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa Indonesia masih berada pada jalur pertumbuhan yang sehat meskipun situasi global belum sepenuhnya pulih.

Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen. Di saat yang sama, inflasi tahunan hingga Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen atau masih berada dalam rentang yang terkendali. Selain itu, neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus dan cadangan devisa berada pada level yang cukup kuat untuk menopang kebutuhan impor selama beberapa bulan ke depan.

Purbaya juga menyoroti perbaikan aktivitas sektor manufaktur yang terjadi sepanjang Mei 2026. Menurutnya, peningkatan kinerja industri pengolahan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode berikutnya.

Fundamental Ekonomi Indonesia Didukung Konsumsi dan Investasi

Memasuki triwulan kedua tahun ini, berbagai indikator domestik masih menunjukkan tren yang menggembirakan. Fundamental Ekonomi Indonesia mendapat dukungan dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat yang tercermin dalam kenaikan belanja rumah tangga dan tetap terjaganya tingkat kepercayaan konsumen.

Selain itu, sejumlah sektor juga mencatatkan pertumbuhan, mulai dari penjualan kendaraan bermotor, konsumsi listrik, hingga permintaan semen yang sering digunakan sebagai indikator aktivitas pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan roda ekonomi masih bergerak cukup kuat di berbagai sektor.

Meski demikian, pemerintah mengakui nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat sentimen global dan pergerakan investor di pasar keuangan internasional. Namun, Fundamental Ekonomi Indonesia diyakini cukup kuat untuk menghadapi tantangan tersebut melalui koordinasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Pemerintah juga optimistis penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor serta pendalaman pasar keuangan domestik akan membantu meningkatkan pasokan valuta asing dan memperbaiki kepercayaan investor.

Dengan dukungan arus modal yang mulai membaik serta berbagai program untuk menjaga daya beli masyarakat, Fundamental Ekonomi Indonesia dinilai menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi hingga 2027.

Cara Jual ke Teman, Keluarga, dan Orang Asing yang Perlu Dipahami Pebisnis

0

Cara jual ke teman sering dianggap lebih mudah dibanding menawarkan produk kepada orang yang sama sekali tidak dikenal. Padahal dalam praktiknya, banyak pelaku usaha justru merasa lebih canggung saat harus menawarkan produk kepada teman atau keluarga sendiri. Kali ini Berempat.com melihat bahwa salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan pendekatan yang sama kepada semua calon pembeli, tanpa mempertimbangkan hubungan yang sudah terbangun sebelumnya.

Setiap kelompok pelanggan memiliki cara berpikir yang berbeda saat mengambil keputusan. Teman dekat mungkin membeli karena sudah mengenal pribadi penjual. Keluarga bisa saja mendukung karena faktor kedekatan emosional. Sementara orang asing biasanya lebih fokus pada manfaat produk, harga, dan tingkat kepercayaan terhadap bisnis tersebut.

Perbedaan ini penting dipahami karena strategi komunikasi yang tepat dapat meningkatkan peluang penjualan tanpa membuat hubungan menjadi tidak nyaman.

Menurut laporan dari Edelman Trust Barometer, kepercayaan menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli produk atau menggunakan jasa. Namun sumber kepercayaan tersebut bisa berbeda-beda tergantung hubungan antara penjual dan pembeli.

Karena itu, pendekatan yang berhasil kepada satu kelompok belum tentu efektif ketika diterapkan kepada kelompok lainnya.

Cara Jual ke Teman: Fokus pada Solusi, Bukan Rasa Sungkan

Banyak pemilik bisnis merasa tidak enak ketika harus menawarkan produk kepada teman sendiri. Akibatnya, promosi dilakukan setengah hati atau justru terlalu memaksa karena berharap dukungan dari hubungan pertemanan.

Padahal teman tidak selalu ingin diperlakukan sebagai target penjualan.

Pendekatan yang lebih efektif adalah menjelaskan manfaat produk secara natural dan relevan dengan kebutuhan mereka. Jika produk memang dapat membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, teman akan mempertimbangkannya tanpa harus merasa ditekan.

Misalnya, jika menjalankan jasa desain, fokuslah menunjukkan hasil pekerjaan dan manfaatnya dibanding meminta teman membeli karena faktor pertemanan.

Dalam hal ini, cara jual ke teman yang baik bukanlah memanfaatkan hubungan yang sudah ada, melainkan membangun kepercayaan melalui kualitas produk atau layanan yang ditawarkan.

Menawarkan Produk kepada Keluarga Membutuhkan Batas yang Jelas

Hubungan keluarga memiliki dinamika yang berbeda. Ada anggota keluarga yang ingin mendukung usaha kerabatnya, tetapi ada pula yang lebih kritis karena merasa sudah mengenal penjual secara pribadi.

Salah satu tantangan terbesar adalah mencampurkan urusan bisnis dan hubungan keluarga.

Karena itu, penting untuk tetap menjaga profesionalisme. Jelaskan harga, sistem pembayaran, maupun ketentuan layanan secara transparan sejak awal. Hindari asumsi bahwa semua anggota keluarga akan otomatis menjadi pelanggan setia.

Menurut berbagai studi mengenai bisnis keluarga yang dipublikasikan oleh Family Firm Institute, kejelasan komunikasi menjadi faktor penting untuk menghindari konflik ketika hubungan keluarga dan aktivitas bisnis berjalan bersamaan.

Ketika batas antara hubungan pribadi dan bisnis dijaga dengan baik, transaksi akan terasa lebih nyaman bagi kedua belah pihak.

Orang Asing Membeli Berdasarkan Bukti dan Kredibilitas

Berbeda dengan teman atau keluarga, orang asing tidak memiliki hubungan emosional dengan penjual.

Mereka biasanya akan menilai beberapa hal sebelum membeli, seperti:

  • Testimoni pelanggan.
  • Kualitas produk.
  • Harga yang ditawarkan.
  • Respons penjual.
  • Tampilan akun atau website bisnis.
  • Kemudahan proses transaksi.

Karena itu, membangun kredibilitas menjadi prioritas utama.

Menurut survei dari BrightLocal Local Consumer Review Survey, sebagian besar konsumen membaca ulasan online sebelum memutuskan membeli produk atau menggunakan layanan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa bukti sosial sering kali lebih berpengaruh dibanding promosi langsung.

Saat berhadapan dengan calon pelanggan yang belum mengenal bisnis, fokuslah pada hasil, manfaat, dan pengalaman pelanggan sebelumnya.

Setiap Orang Membeli karena Alasan yang Berbeda

Salah satu pelajaran penting dalam dunia penjualan adalah memahami bahwa tidak semua orang membeli dengan motivasi yang sama.

Teman mungkin membeli karena percaya pada kemampuan penjual. Keluarga bisa membeli karena ingin mendukung. Orang asing membeli karena mereka melihat nilai yang jelas dari produk atau layanan yang ditawarkan.

Itulah sebabnya cara jual ke teman tidak bisa disamakan dengan cara menjual kepada keluarga maupun calon pelanggan yang belum pernah berinteraksi sebelumnya.

Subsidi Kedelai Diharapkan Jaga Daya Beli dan Stabilitas Harga Tempe

0

Kebijakan Subsidi Kedelai resmi disiapkan pemerintah sebagai langkah untuk membantu perajin tempe yang tengah menghadapi lonjakan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku di pasar global. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha para pelaku industri tempe sekaligus menahan kenaikan harga produk di tingkat konsumen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan keputusan pemberian bantuan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pemerintah menilai kondisi saat ini membutuhkan intervensi karena harga kedelai impor terus bergerak naik dan mulai membebani pelaku usaha skala kecil maupun menengah.

Menurut Budi, program Subsidi Kedelai akan diberikan sebesar Rp2.000 per kilogram. Pada tahap awal, bantuan itu ditujukan untuk sekitar 250.000 ton kedelai impor yang digunakan sebagai bahan baku produksi tempe.

Kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor dalam negeri. Berbagai dinamika global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga gangguan rantai pasok internasional, turut mendorong harga komoditas pangan mengalami peningkatan.

Pemerintah memandang perlu mengambil langkah cepat karena tempe merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Jika biaya produksi terus meningkat tanpa dukungan kebijakan, pelaku usaha berisiko mengurangi kapasitas produksi atau menaikkan harga jual produk.

Subsidi Kedelai Diharapkan Jaga Produksi Tempe

Budi menjelaskan bahwa Subsidi Kedelai bertujuan membantu perajin mempertahankan harga jual tempe agar tetap terjangkau. Dengan adanya bantuan tersebut, tekanan biaya yang saat ini dirasakan pelaku usaha diharapkan dapat berkurang sehingga aktivitas produksi tetap berjalan normal.

Selain gejolak pasar internasional, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memperberat biaya impor kedelai. Mengingat sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi dari luar negeri, perubahan kurs sangat berpengaruh terhadap harga di pasar domestik.

Kondisi tersebut membuat pemerintah menilai Subsidi Kedelai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan pangan. Kebijakan ini juga diharapkan mampu melindungi daya beli masyarakat dari dampak kenaikan harga bahan baku yang terjadi secara global.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap perajin tempe tetap dapat menjalankan usahanya secara berkelanjutan, sementara masyarakat tetap memperoleh akses terhadap sumber protein dengan harga yang lebih terjangkau.

Pengamat Ungkap Penyebab Kenaikan Harga BBM, Lemahnya Rupiah Jadi Sorotan!

Penyebab Kenaikan Harga BBM kembali menjadi sorotan setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang sulit dihindari untuk menjaga stabilitas fiskal dan mengurangi beban keuangan negara.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran, Bonti Wiradinata, mengatakan keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi tidak lepas dari kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tantangan. Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta tingginya harga minyak dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, memang mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak internasional dan kurs rupiah. Ketika kedua indikator tersebut mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup panjang, penyesuaian harga menjadi langkah yang dianggap perlu.

Menurut Bonti, salah satu Penyebab Kenaikan Harga BBM adalah upaya pemerintah menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika harga terus ditahan di bawah nilai keekonomian, beban kompensasi energi berpotensi meningkat dan mengganggu alokasi anggaran untuk sektor prioritas lainnya.

Penyebab Kenaikan Harga BBM Berkaitan dengan Stabilitas Fiskal

Bonti menilai pemerintah sebenarnya telah berupaya menahan kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan tersebut dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, semakin lama penyesuaian ditunda, semakin besar pula tekanan yang harus ditanggung negara maupun badan usaha energi.

Karena itu, Penyebab Kenaikan Harga BBM tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal seperti harga minyak dunia, tetapi juga kebutuhan menjaga keseimbangan fiskal dalam negeri. Langkah ini dinilai penting agar APBN tetap memiliki ruang untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menyatakan pihaknya memahami alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa konsumen juga berhak mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik seiring dengan kenaikan harga.

Rio menilai masyarakat tidak seharusnya hanya menerima penyesuaian tarif tanpa adanya peningkatan manfaat yang nyata. Mulai dari kualitas BBM, keandalan distribusi, ketepatan takaran, hingga pelayanan di SPBU harus menjadi perhatian utama.

Jangan Fokus pada Iklan Dulu, Ada Persiapan Penting Sebelum Pasang Iklan!

0

Persiapan sebelum iklan sering kali dianggap sebagai hal sepele oleh banyak pelaku usaha. Padahal, sebelum mengeluarkan anggaran untuk promosi, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu memastikan profil bisnis sudah jelas dan mudah dipahami calon pelanggan. Berempat.com melihat tidak sedikit UMKM yang langsung memasang iklan digital dengan harapan mendapatkan penjualan cepat, tetapi hasilnya kurang maksimal karena calon pelanggan justru bingung memahami bisnis yang ditawarkan.

Fenomena ini cukup sering terjadi, terutama di era media sosial. Sebuah iklan mungkin berhasil mendatangkan banyak pengunjung ke akun bisnis atau website. Namun ketika calon pelanggan tiba di halaman profil, mereka tidak menemukan informasi yang cukup untuk memahami produk, layanan, maupun keunggulan bisnis tersebut.

Akibatnya, biaya iklan sudah keluar tetapi peluang konversi menjadi lebih rendah dari yang diharapkan.

Menurut data dari HubSpot Marketing Statistics, pengalaman pengguna dan kejelasan informasi menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian. Sementara itu, penelitian dari Nielsen Norman Group menunjukkan bahwa pengguna internet cenderung meninggalkan halaman yang tidak memberikan informasi yang mereka butuhkan dalam waktu singkat.

Karena itu, sebelum memikirkan strategi promosi, bisnis perlu memastikan bahwa fondasi komunikasinya sudah kuat.

Mengapa Profil Bisnis Penting Sebelum Memasang Iklan?

Iklan pada dasarnya berfungsi untuk menarik perhatian dan mengarahkan calon pelanggan ke suatu tempat, baik itu akun media sosial, marketplace, website, maupun platform lainnya.

Namun, iklan tidak akan bekerja maksimal jika tujuan akhirnya belum siap menerima pengunjung.

Bayangkan seseorang melihat iklan menarik tentang sebuah produk. Setelah mengklik iklan tersebut, mereka menemukan profil bisnis yang minim informasi, tidak memiliki deskripsi yang jelas, dan sulit dihubungi. Dalam kondisi seperti ini, peluang terjadinya transaksi akan menurun.

Inilah alasan mengapa persiapan sebelum iklan menjadi langkah yang sangat penting. Profil bisnis yang jelas membantu calon pelanggan memahami siapa pemilik usaha, apa yang dijual, serta alasan mengapa mereka harus memilih produk tersebut.

Selain meningkatkan kepercayaan, profil yang informatif juga membantu mempercepat proses pengambilan keputusan pelanggan.

Elemen Profil Bisnis yang Wajib Diperhatikan

Sebelum mengalokasikan anggaran promosi, ada beberapa elemen yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

1. Deskripsi Bisnis yang Jelas

Banyak akun bisnis hanya menuliskan slogan tanpa menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan.

Padahal, calon pelanggan perlu memahami secara cepat apa yang dijual dan siapa target pasarnya.

2. Informasi Kontak yang Mudah Ditemukan

Nomor WhatsApp, email, alamat, atau tautan marketplace harus mudah diakses.

Semakin mudah pelanggan menghubungi bisnis, semakin besar peluang terjadinya transaksi.

3. Foto Produk atau Portofolio yang Relevan

Visual menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas bisnis.

Menurut laporan dari MDG Advertising Research, konten visual yang menarik dapat meningkatkan keterlibatan konsumen secara signifikan dibandingkan konten berbasis teks saja.

4. Testimoni atau Bukti Sosial

Ulasan pelanggan membantu membangun kepercayaan.

Ketika calon pembeli melihat pengalaman positif dari pelanggan lain, mereka biasanya lebih yakin untuk melakukan transaksi.

5. Penjelasan Keunggulan Bisnis

Jelaskan apa yang membedakan bisnis dari kompetitor.

Keunggulan tersebut bisa berupa kualitas produk, layanan cepat, harga kompetitif, atau spesialisasi tertentu yang relevan dengan target pasar.

Persiapan Sebelum Iklan Dapat Meningkatkan Efektivitas Promosi

Banyak bisnis menganggap masalah utama mereka adalah kurangnya trafik atau jumlah pengunjung. Padahal, dalam banyak kasus, masalah sebenarnya justru terletak pada profil bisnis yang belum mampu menjelaskan nilai yang ditawarkan.

Ketika fondasi komunikasi sudah kuat, setiap pengunjung yang datang dari iklan memiliki peluang lebih besar untuk berubah menjadi pelanggan.

Menurut laporan dari Google Think with Google, konsumen modern menginginkan informasi yang cepat, relevan, dan mudah ditemukan sebelum mengambil keputusan pembelian. Artinya, bisnis harus mampu menjawab pertanyaan dasar pelanggan bahkan sebelum mereka menghubungi penjual.

Kelas Menengah di Indonesia Tergerus, Bank Dunia Soroti Tekanan Daya Beli

0

Kondisi Kelas Menengah di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Bank Dunia mengungkap adanya penurunan signifikan jumlah pekerja yang masuk kategori tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini tercantum dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2026 yang menunjukkan semakin besarnya tantangan menjaga mobilitas ekonomi masyarakat di tengah pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mencatat bahwa pada 2018 sekitar 14,5 persen pekerja Indonesia berada dalam kelompok pendapatan menengah. Namun, angka itu terus menyusut hingga hanya tersisa sekitar 7 persen pada 2025. Dengan kata lain, proporsi pekerja yang masuk kategori kelas menengah turun hampir setengah dalam rentang tujuh tahun.

Penyusutan Kelas Menengah di Indonesia dinilai menjadi sinyal penting bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Meski ekonomi nasional masih mampu tumbuh di atas 5 persen, sebagian pekerja justru menghadapi tekanan terhadap daya beli akibat pendapatan yang tidak berkembang secepat kenaikan biaya hidup.

Bank Dunia menilai kelompok kelas menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian karena menjadi penggerak utama konsumsi rumah tangga. Ketika jumlah kelompok ini berkurang, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai sektor usaha yang bergantung pada belanja masyarakat.

Kelas Menengah di Indonesia Hadapi Tekanan Pendapatan

Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap menyusutnya Kelas Menengah di Indonesia adalah perlambatan pertumbuhan pendapatan riil. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa pekerja dengan penghasilan menengah hingga tinggi mengalami penurunan upah riil rata-rata 1 hingga 2 persen setiap tahun sejak 2018 setelah memperhitungkan inflasi.

Kondisi tersebut membuat peningkatan pendapatan nominal tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan membeli barang dan jasa. Akibatnya, sebagian masyarakat yang sebelumnya berada di kelompok menengah mengalami stagnasi bahkan penurunan posisi ekonomi.

Selain persoalan pendapatan, kualitas lapangan kerja juga menjadi perhatian. Bank Dunia mencatat tingkat setengah pengangguran masih mencapai 32,7 persen. Angka ini menunjukkan masih banyak pekerja yang belum memperoleh jam kerja optimal maupun penghasilan yang memadai.

Sebagian besar lapangan kerja baru yang tercipta dalam beberapa tahun terakhir juga berasal dari sektor dengan produktivitas relatif rendah, seperti pertanian dan jasa makanan. Situasi tersebut membuat proses peningkatan kesejahteraan berjalan lebih lambat.

Sinyal Teknis Menguat, Pergerakan Harga Emas Dunia Diprediksi Lanjut Melemah

0

Pergerakan Harga Emas Dunia kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Setelah sempat menunjukkan penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya, logam mulia kini menghadapi tekanan baru seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mengarah pada potensi pelemahan harga dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis pasar yang dirilis Dupoin Futures, arah pergerakan emas masih didominasi sentimen negatif. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pasangan XAU/USD pada timeframe 30 menit baru saja menyelesaikan fase koreksi naik atau secondary trend. Setelah fase tersebut berakhir, harga kembali bergerak mengikuti tren utama yang masih menunjukkan kecenderungan menurun.

Menurutnya, salah satu indikator yang patut dicermati adalah terbentuknya pola lower high atau puncak harga yang lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai sinyal bahwa kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual kembali mengambil alih pasar.

Pergerakan Harga Emas Dunia Masih Dibayangi Tekanan Bearish

Geraldo menilai struktur harga saat ini masih mendukung skenario penurunan. Selama harga belum mampu menembus area swing high terbaru, peluang pelemahan dinilai masih cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih lebih percaya pada tren turun dibandingkan peluang kenaikan lanjutan.

Pergerakan Harga Emas Dunia saat ini diperkirakan mengarah ke area support terdekat di level USD4.061 per troy ons. Level tersebut menjadi titik penting yang akan diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan area support gagal bertahan, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran USD4.036 per troy ons.

Selain pola harga, indikator stochastic juga memperlihatkan sinyal yang kurang mendukung bagi penguatan emas. Saat ini indikator tersebut berada di area overbought atau jenuh beli, yang biasanya menandakan momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga.

Kondisi tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa Pergerakan Harga Emas Dunia masih berada dalam tekanan bearish. Selama belum muncul sinyal pembalikan arah yang kuat, pelaku pasar diperkirakan akan tetap fokus pada area support sebagai target pergerakan berikutnya.