Bonus Demografi Jadi Momentum Penggerak Industri Kreatif Berbasis Inovasi dan Budaya

0
73
Bonus Demografi Jadi Momentum Penggerak Industri Kreatif Berbasis Inovasi dan Budaya
Bonus Demografi Jadi Momentum Penggerak Industri Kreatif Berbasis Inovasi dan Budaya (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Industri kreatif kembali ditegaskan sebagai Penggerak Industri Kreatif nasional yang memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menilai sektor ini bukan hanya berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah, tetapi juga berfungsi sebagai etalase identitas budaya Indonesia di pasar global. Karena itu, penguatan industri kreatif terus didorong agar mampu menjadi tulang punggung ekonomi berbasis inovasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri kreatif merupakan ruang pertumbuhan yang sangat dinamis, dengan karakter yang dekat dengan generasi muda, perkembangan teknologi, serta kekayaan budaya lokal. Menurutnya, kombinasi tersebut menjadikan sektor ini sebagai Penggerak Industri Kreatif yang relevan dengan tantangan ekonomi masa depan.

“Kreativitas anak muda, inovasi teknologi, dan kekuatan budaya lokal menjadi fondasi utama industri kreatif Indonesia. Potensi ini harus terus diperkuat melalui kolaborasi dan ekosistem yang sehat,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/12).

Kementerian Perindustrian, lanjut Agus, berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku industri kreatif. Berbagai kegiatan seperti workshop, kompetisi desain, program inkubasi bisnis, hingga pameran berskala nasional dan internasional akan terus difasilitasi. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Asta Cita Presiden serta strategi pengembangan industri nasional yang inklusif dan berkelanjutan melalui pendekatan Sistem Berbasis Industri Nasional (SBIN).

PT Mitra Mortar indonesia

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) turut ambil bagian dalam ajang M Bloc Design Week (MBDW) 2025 yang digelar di Uma Seminyak, Bali, pada 7 November 2025. Dalam kegiatan ini, BPIFK menampilkan karya para finalis Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) serta menyelenggarakan sejumlah workshop kreatif untuk generasi muda.

Bonus Demografi dan Peran Generasi Muda

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menilai Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi yang sangat menentukan arah pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045. Kondisi ini membuka peluang besar untuk melahirkan generasi inovatif yang mampu menjadi Penggerak Industri Kreatif di berbagai subsektor.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi industri nasional. Mereka lebih adaptif, kreatif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap isu keberlanjutan,” ujar Reni.

Ia menambahkan, semakin banyak pelaku industri kreatif yang mengusung konsep ramah lingkungan dan desain berkelanjutan. Tren ini dinilai sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam rantai produksi.

Pada MBDW 2025 yang mengusung tema Movement & Mobility, BPIFK menyelenggarakan dua workshop kreatif, yakni Workshop Making Ecoprint dan Workshop Design Thinking Fundamentals. Kegiatan ini terbuka bagi pelaku IKM, mahasiswa Institut Design Bali, serta masyarakat umum.

Inovasi Berkelanjutan Jadi Arah Pengembangan

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan bahwa teknik ecoprinting steam yang diperkenalkan dalam workshop memanfaatkan pigmen alami dari daun dan bunga untuk menghasilkan motif organik yang ramah lingkungan. Peserta dibekali pemahaman mulai dari pemilihan material, proses mordanting, hingga teknik pengukusan agar menghasilkan produk yang bernilai estetis dan memiliki daya tahan tinggi.

“Pendekatan ini mencerminkan komitmen kami dalam mendorong praktik produksi berkelanjutan sekaligus memperkuat karakter produk kreatif nasional,” kata Dickie.

Menurutnya, BPIFK ingin mendorong lahirnya karya generasi muda yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memperkuat posisi industri kreatif sebagai Penggerak Industri Kreatif nasional yang berdaya saing di tingkat global.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan