Senin, Agustus 31, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 37

Skema Baru Pembiayaan KUR, Dorong Industri Kreatif Naik Kelas

0

Pemerintah membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri kreatif untuk berkembang melalui skema Pembiayaan KUR yang kini diarahkan secara khusus ke sektor ekonomi kreatif. Melalui program ini, pelaku usaha memiliki akses terhadap pendanaan hingga Rp10 triliun yang disiapkan guna mendorong pertumbuhan usaha berbasis ide dan inovasi.

Skema yang dikenal sebagai KUR Ekonomi Kreatif atau KUR berbasis Kekayaan Intelektual ini menjadi terobosan baru dalam sistem Pembiayaan KUR nasional. Berbeda dari skema konvensional, program ini memungkinkan pelaku usaha menjadikan aset kekayaan intelektual—seperti merek dagang, hak cipta, hingga paten—sebagai jaminan tambahan dalam pengajuan pembiayaan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis pemerintah untuk menyesuaikan pola pendanaan dengan karakteristik industri kreatif yang tidak selalu memiliki aset fisik. Dengan pendekatan tersebut, Pembiayaan KUR diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengakses kredit perbankan.

Program ini mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga sektor digital seperti pengembangan aplikasi dan gim. Selain itu, bidang lain seperti film, fotografi, musik, arsitektur, desain komunikasi visual, hingga penyiaran juga termasuk dalam cakupan program ini.

Skema dan Syarat Akses Pembiayaan

Dalam implementasinya, Pembiayaan KUR untuk sektor kreatif hanya diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), termasuk kelompok usaha seperti petani dan nelayan yang tergabung dalam komunitas usaha. Pelaku usaha yang ingin mengakses fasilitas ini harus memiliki usaha produktif dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar per tahun.

Untuk pembiayaan dalam jumlah tertentu, khususnya di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta, keberadaan kekayaan intelektual menjadi salah satu syarat tambahan. Hal ini memperkuat posisi pelaku usaha kreatif dalam mengajukan pinjaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada aset fisik.

Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan administratif yang perlu dipenuhi. Pelaku usaha wajib memiliki identitas resmi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha, serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pinjaman di atas Rp50 juta. Usaha yang diajukan juga harus telah berjalan minimal enam bulan, kecuali untuk kategori KUR Super Mikro.

Pemerintah juga mensyaratkan bahwa calon penerima Pembiayaan KUR tidak sedang menerima kredit komersial lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit. Selain itu, pelaku usaha diharapkan telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial.

5 Pelaku Bisnis yang Buktikan Bahwa Trust, Sistem, dan Purpose Adalah Kunci

0

Di tengah persaingan yang kian ketat, arah sebuah bisnis hari ini tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya modal atau skala perusahaan, melainkan oleh cara pandang para penggeraknya: bagaimana mereka membaca risiko, menata strategi, dan mengeksekusi dengan disiplin. Melalui rangkaian perbincangan yang diinisiasi Hermanto Tanoko, Founder Tancorp, tergambar jelas bagaimana para pelaku bisnis lintas sektor meracik pendekatan yang bukan hanya relevan, tapi juga berkelanjutan.

Dari generasi muda yang lincah memanfaatkan peluang digital, hingga pelaku bisnis di bidang industri yang bertumpu pada sistem dan efisiensi, lima sosok berikut menggambarkan spektrum kepemimpinan bisnis modern di Indonesia. Mereka datang dari latar belakang berbeda, namun sama‑sama menunjukkan bahwa strategi tajam dan pola pikir panjang lebih menentukan daripada sekadar mengejar pertumbuhan jangka pendek.

1. Timothy Ronald: Membaca Arah Ekonomi Baru

Di tengah naik turun tajam pasar digital, Timothy Ronald muncul sebagai figur yang mampu menjembatani dunia kripto dan investasi generasi baru dengan pendekatan yang lebih rasional. Yang membuatnya menonjol bukan hanya keberanian mengambil risiko, tetapi keberhasilannya menjadikan edukasi sebagai inti narasi di pasar yang sering kali dikuasai spekulasi.

Lewat konten dan komunikasinya, Timothy mendorong lahirnya investor yang tidak hanya mengejar keuntungan instan, tetapi memahami fundamental dan manajemen risiko. Di era ketika literasi finansial menjadi kebutuhan dasar, posisinya menegaskan bahwa pengetahuan adalah fondasi utama untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat.

2. Kambiyanto Kettin: Menguji Konsistensi di Bisnis Bahan Bangunan

Industri bahan bangunan jarang tampil di panggung yang sama dengan sektor teknologi atau ekonomi digital, namun justru di lini inilah konsistensi dan ketahanan bisnis diuji setiap hari. Kambiyanto Kettin membangun usahanya dengan pijakan kuat pada realitas lapangan: distribusi yang efisien, kontrol kualitas yang ketat, dan pemahaman rinci terhadap kebutuhan proyek.

Keunggulan kompetitif dalam model bisnis seperti ini lahir bukan dari terobosan spektakuler, melainkan dari kedisiplinan menjaga standar operasional dari hulu ke hilir. Dalam banyak kasus, kemampuan mempertahankan mutu dan keandalan layanan menjadi pembeda utama ketika pasar dihadapkan pada tekanan harga dan persaingan merek.

3. Cinta Laura: Personal Brand yang Bergerak Bersama Nilai

Di saat personal brand bisa berubah menjadi mesin bisnis, Cinta Laura menunjukkan bahwa reputasi publik dapat dikonversi menjadi platform dengan misi yang lebih luas. Dengan disiplin tinggi dan perspektif global, ia merangkai portofolio bisnis yang bersinggungan erat dengan isu pendidikan dan pengembangan diri.

Pilihannya menautkan bisnis dengan nilai dan tujuan mencerminkan perubahan selera konsumen modern, yang semakin memberi tempat bagi brand dengan arah yang jelas dan kepedulian sosial. Di tangan Cinta, citra diri bukan sekadar alat promosi, tetapi jembatan untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik.

4. Denny Sumargo: Menjadikan Kepercayaan sebagai Aset yang Bisa Di-skala

Peralihan karier Denny Sumargo dari atlet menjadi entrepreneur dan content creator menyoroti satu faktor penting dalam ekonomi digital: kepercayaan. Dengan gaya komunikasi yang lugas dan autentik, ia berhasil membangun hubungan yang tidak semata transaksional dengan audiensnya.

Kepercayaan ini membuka ruang diversifikasi bisnis yang lebih luas, karena setiap langkah baru yang ia ambil berangkat dari kedekatan dan kredibilitas di mata publik. Dalam konteks bisnis, trust menjelma menjadi “mata uang” yang bisa dikapitalisasi tanpa mengorbankan integritas, selama dijaga dengan konsistensi dan transparansi.

5. Hartawan Sudiharjo: Menata Sistem di Jantung Bisnis Industri

Sebagai Founder Dissindo Group, Hartawan Sudiharjo menggarisbawahi pentingnya sistem dalam mengelola bisnis yang bergerak di sektor manufaktur, Top Mortar yang bergerak di sektor konstruksi dan bahan bangunan, hingga Miraswift perusahaan yang bergerak di sektor otomasi dan IoT. Di lanskap industri yang kompleks, ia menempatkan efisiensi, standarisasi, dan solusi berbasis pengalaman lapangan sebagai pilar utama pertumbuhan.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika skala operasi membesar dan variabel bisnis bertambah rumit. Bagi Hartawan Sudiharjo, ekspansi tanpa struktur yang solid justru menghadirkan risiko, sehingga sistem yang rapi dan terukur menjadi syarat agar pertumbuhan bisa dikendalikan dan berumur panjang.

Lima figur ini berangkat dari sektor yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu benang merah: fokus pada keberlanjutan, bukan sekadar kecepatan tumbuh. Mereka membangun fondasi yang memungkinkan bisnis bertahan di tengah perubahan, mengandalkan strategi yang terukur, eksekusi disiplin, dan pemahaman tajam terhadap dinamika pasar.

Dalam kacamata yang lebih luas, pelajaran pentingnya bukan siapa yang paling cepat melaju, melainkan siapa yang paling siap menghadapi ketidakpastian. Di titik inilah perspektif, strategi, dan pola pikir para pelaku bisnis menjadi penentu apakah sebuah usaha sekadar mengikuti arus, atau justru menjadi pemain yang mampu bertahan dan memimpin perubahan.

Monitoring Stok dan Inventory dengan IoT untuk Gudang, Distribusi, dan Ritel Modern

0

Banyak bisnis, baik itu pabrik, gudang, maupun usaha distribusi dan ritel, sebenarnya sudah punya sistem stok, tetapi di lapangan masih bergantung pada feeling dan cek fisik berkala. Saat aktivitas makin sibuk, risiko salah hitung, stok hilang, atau terlambat restock ikut membesar. Di titik ini, Monitoring Stok dan Inventory dengan bantuan IoT mulai menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Dengan IoT, barang yang keluar dan masuk gudang tidak hanya tercatat di sistem, tetapi juga dipantau oleh sensor dan perangkat yang terus mengirim data real-time. Pemilik usaha tidak perlu lagi menebak berapa stok barang tertentu hari ini, apakah ada rak yang kosong tanpa disadari, atau apakah ada pola kehilangan yang tidak wajar.

Monitoring Stok dan Inventory Berbasis IoT, Itu Seperti Apa Sih?

Jika disederhanakan, Monitoring Stok dan Inventory berbasis IoT bekerja dengan tiga komponen utama, yaitu sensor, konektivitas, dan dashboard. Sensor bisa berupa RFID, barcode scanner, sensor berat, atau sensor ultrasonik yang menghitung barang di rak, kontainer, atau rak penyimpanan.

Data dari sensor dikirim melalui jaringan seperti Wi-Fi atau seluler ke platform pusat atau cloud. Di sana, sistem mengolah data dan menampilkan informasi stok dalam bentuk angka dan grafik yang mudah dibaca. Hasilnya, tim gudang, distribusi, maupun manajemen dapat melihat posisi stok secara real-time tanpa harus datang ke lokasi dan menghitung satu per satu.

1. Mencegah Kehabisan Stok dan Overstock di Saat yang Sama

Masalah klasik di banyak bisnis adalah stok barang yang paling laris justru habis ketika permintaan sedang tinggi, sementara gudang penuh dengan barang yang jarang bergerak. Dengan Monitoring Stok dan Inventory yang bersifat real-time, sistem dapat mengirimkan notifikasi ketika stok suatu barang menyentuh batas minimum yang sudah ditentukan.

Manfaat langsung dari pendekatan ini cukup nyata. Restock bisa direncanakan sebelum barang benar-benar habis, keputusan pembelian menjadi lebih akurat karena didasarkan pada data pergerakan barang, dan modal kerja tidak terlalu banyak mengendap di stok yang salah. Bagi bisnis distribusi dan UMKM, hal ini sangat penting karena ruang gudang terbatas dan dana yang tersedia harus digunakan seefisien mungkin.

2. Mengurangi Kesalahan Manual dan Kebocoran Stok

Semakin besar skala operasi, semakin berisiko jika pencatatan stok masih dilakukan secara manual. Kesalahan input satu angka di Excel saja dapat mengubah total stok dan membuat keputusan bisnis melenceng. Monitoring Stok dan Inventory dengan IoT membantu mengurangi ketergantungan pada input manual seperti ini.

Sensor dan sistem akan mencatat barang yang masuk dan keluar secara otomatis ketika melewati titik tertentu, misalnya pintu gudang atau area packing. Data dikirim langsung ke sistem pusat tanpa perlu ditulis ulang oleh operator, dan jejak pergerakan barang tersimpan dengan rapi. Jika suatu hari muncul selisih stok, manajemen bisa menelusuri kembali kapan dan di mana perbedaan mulai muncul.

3. Monitoring Stok dan Inventory di Banyak Lokasi Sekaligus

Bagi bisnis yang memiliki lebih dari satu gudang atau banyak titik penyimpanan, seperti pusat distribusi dan beberapa toko cabang, tantangan terbesar adalah visibilitas. Tanpa sistem yang terpusat, manajemen sering tidak mengetahui stok aktual per lokasi dan harus mengandalkan laporan manual yang datang terlambat.

Dengan Monitoring Stok dan Inventory berbasis IoT, data dari berbagai gudang dan titik penyimpanan dapat dikumpulkan ke satu dashboard. Manajemen dapat melihat stok per produk di setiap lokasi, pergerakan stok antar gudang atau cabang, dan area yang sering mengalami selisih atau kehilangan barang. Kondisi ini mempermudah keputusan seperti pemindahan stok antar lokasi, penentuan lokasi pengiriman terdekat, dan perencanaan distribusi dalam skala yang lebih luas.

4. Kombinasi IoT dan Sistem yang Tepat untuk Inventory

IoT hanya salah satu bagian dari solusi. Agar Monitoring Stok dan Inventory benar-benar memberikan dampak, data IoT perlu dihubungkan dengan sistem lain, seperti sistem penjualan, pembelian, dan produksi. Sistem yang tepat biasanya mampu mengintegrasikan data sensor dengan modul stok dan penjualan, menyediakan laporan yang mudah dibaca, dan mendukung notifikasi otomatis saat terjadi kondisi tertentu.

Contohnya, ketika stok barang mencapai batas minimum, sistem dapat langsung memberi peringatan dan bahkan menyiapkan draft permintaan pembelian. Jika suhu di ruang penyimpanan melewati batas aman, sistem dapat memberi tahu tim agar segera mengambil tindakan. Dengan cara ini, data bukan hanya menjadi laporan, tetapi juga menjadi pemicu aksi di lapangan.

Peran Miraswift dalam Mendukung Bisnis Maupun UMKM untuk Monitoring Stok Berbasis IoT

Miraswift fokus membantu industri besar dan UMKM dalam mengadopsi teknologi real-time, termasuk untuk pemantauan produksi, energi, dan ke depannya dapat diarahkan untuk stok dan inventory. Pendekatan yang digunakan menekankan bahwa teknologi harus modular dan terjangkau sehingga bisnis bisa mulai dari kebutuhan paling mendesak terlebih dahulu.

Dengan pengalaman membangun sistem monitoring real-time berbasis IoT dan dashboard mobile, Miraswift dapat membantu bisnis merancang Monitoring Stok dan Inventory yang sesuai dengan alur kerja gudang atau distribusi yang sudah berjalan. Sensor dipilih berdasarkan kebutuhan di lapangan, data dikirim ke dashboard yang bisa diakses dari smartphone maupun komputer, dan implementasi dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari satu gudang atau kategori produk tertentu.

Saatnya Berpindah dari Cek Fisik ke Data Real-Time!

Di tengah persaingan yang semakin ketat, bisnis yang hanya mengandalkan cek fisik berkala untuk mengelola stok akan tertinggal dari mereka yang sudah menggunakan Monitoring Stok dan Inventory berbasis IoT. Keputusan yang cepat dan tepat hanya mungkin diambil jika data yang digunakan juga cepat dan tepat.

Kabar baiknya, teknologi untuk mewujudkan hal tersebut sekarang tidak lagi hanya milik perusahaan besar. UMKM, distributor lokal, dan pelaku industri rumahan pun sudah mulai dapat memanfaatkan sistem yang menggabungkan IoT, dashboard, dan integrasi data dengan investasi yang masih masuk akal. Dengan dukungan mitra teknologi seperti Miraswift, langkah menuju pengelolaan stok yang rapi dan modern bisa dimulai dari skala kecil, tetapi dengan fondasi yang siap untuk tumbuh.

Bisnis Ramai Tapi Boncos? Saatnya Disiplin Mengelola Uang Bisnis!

0

Banyak pelaku usaha terjebak dalam satu pola pikir: bisnis harus ramai supaya terlihat sukses. Padahal, tanpa disiplin mengelola uang bisnis, keramaian justru bisa jadi sumber masalah. Uang masuk terlihat banyak, tapi tidak jelas ke mana perginya.

Di sinilah pentingnya disiplin mengelola uang bisnis sejak awal. Tanpa kontrol yang baik, bisnis yang sibuk sekalipun bisa tetap terasa “kosong” di akhir bulan. Sebaliknya, bisnis yang lebih tenang tapi tertata sering kali justru lebih stabil dan menghasilkan.

Artikel ini akan membantu memahami perbedaan keduanya, sekaligus menunjukkan kenapa pengelolaan uang lebih penting daripada sekadar mengejar keramaian.

Bisnis Ramai Belum Tentu Menguntungkan

Banyak bisnis terlihat sukses dari luar karena selalu ramai pembeli. Tapi di balik itu, sering ada masalah yang tidak terlihat.

Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya pencatatan yang jelas. Uang masuk memang besar, tapi pengeluaran juga ikut membengkak tanpa kontrol.

Tanpa disiplin mengelola uang usaha, pemilik usaha sulit membedakan mana uang keuntungan dan mana yang sebenarnya sudah habis untuk biaya operasional.

Akibatnya, meskipun transaksi tinggi, hasil akhirnya tidak terasa. Bahkan tidak sedikit yang justru mengalami kerugian tanpa disadari.

Berbeda dengan bisnis yang hanya mengejar volume, bisnis yang tertata lebih fokus pada sistem.

Dalam model ini, setiap pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan rapi. Alur uang jelas, dan semua keputusan diambil berdasarkan data.

Dengan disiplin mengelola uang bisnis, pemilik usaha bisa melihat kondisi sebenarnya. Tidak ada lagi tebak tebak an soal keuangan.

Walaupun tidak selalu ramai, bisnis seperti ini cenderung lebih stabil. Keuntungan mungkin bertahap, tapi lebih konsisten.

Kenapa Disiplin Mengelola Uang Bisnis Itu Penting

Mengelola uang bukan hanya soal mencatat, tapi juga soal kontrol.

Tanpa disiplin, uang bisnis mudah tercampur dengan kebutuhan pribadi. Ini adalah salah satu kesalahan paling umum yang sering terjadi.

Selain itu, tanpa kontrol, pengeluaran kecil bisa menumpuk menjadi besar. Hal hal seperti biaya operasional harian, diskon, atau pembelian mendadak sering luput dari perhatian.

Dengan disiplin mengelola uang bisnis, semua ini bisa dikendalikan. Pemilik usaha jadi lebih sadar ke mana uang digunakan.

Cara Sederhana Mulai Mengelola Uang Bisnis

Tidak perlu sistem yang rumit untuk memulai. Justru langkah sederhana lebih mudah dijalankan secara konsisten.

  • Pertama, pisahkan uang bisnis dan pribadi. Ini langkah paling dasar tapi sering diabaikan.
  • Kedua, catat semua transaksi setiap hari. Sekecil apa pun, tetap harus dicatat.
  • Ketiga, buat pembagian sederhana. Misalnya untuk operasional, keuntungan, dan tabungan.

Dengan cara ini, disiplin mengelola uang usaha bisa mulai terbentuk tanpa terasa berat.

Namun jika tujuan jangka panjang adalah stabilitas dan pertumbuhan, maka bisnis yang tertata jelas lebih unggul.

KuloNiku: Bowl Up! Melejit, Game Asal Indonesia Dipuji Gamer Dunia

0

Game lokal KuloNiku kembali mencuri perhatian industri global setelah salah satu judul terbarunya meraih respons luar biasa dari pemain internasional. Dalam waktu singkat sejak peluncuran, KuloNiku berhasil menembus pasar global dan mendapatkan penilaian sangat tinggi di platform distribusi game digital.

Game berjudul KuloNiku: Bowl Up! yang dirilis pada 7 April 2026 sukses mengantongi predikat “Overwhelmingly Positive” di Steam. Pencapaian ini didasarkan pada lebih dari 500 ulasan pengguna hanya dalam lima hari sejak peluncuran. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa KuloNiku mampu menarik perhatian gamer lintas negara dengan konsep yang unik.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Gambir Studio yang berbasis di Sleman dengan penerbit global Raw Fury asal Swedia. Kolaborasi tersebut juga mencatat sejarah tersendiri karena menjadi kali pertama pengembang Indonesia bekerja sama dengan Raw Fury dalam merilis gim ke pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa pencapaian KuloNiku menjadi bukti nyata bahwa karya kreatif Indonesia memiliki daya saing tinggi. Ia menilai pendekatan yang mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan utama menjadi nilai tambah yang relevan di pasar global.

Angkat Budaya Lokal ke Panggung Global

Keunikan KuloNiku terletak pada konsep permainan yang mengusung simulasi memasak dengan sentuhan khas Indonesia. Game ini mengangkat kuliner bakso serta visual mangkuk ayam yang sudah sangat akrab di masyarakat. Elemen tersebut dikemas secara modern sehingga dapat diterima oleh pemain dari berbagai latar belakang budaya.

Seluruh proses pengembangan KuloNiku dilakukan oleh talenta lokal, mulai dari desain visual, animasi tiga dimensi, musik latar, hingga pengkodean. Hal ini menunjukkan kapasitas industri game nasional yang semakin matang dan mampu berdiri sejajar dengan pengembang global.

Dalam permainan, pemain diajak mengelola restoran bakso legendaris di kota fiktif bernama Kuloniku. Beragam tantangan disajikan, mulai dari menciptakan resep baru, meningkatkan fasilitas restoran, hingga bersaing dengan karakter lain dalam kompetisi memasak.

Gambir Studio sendiri telah berpengalaman mengembangkan game bertema kuliner sejak 2016. Sebelumnya, mereka sukses merilis beberapa judul populer di platform mobile yang telah diunduh jutaan kali. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam pengembangan KuloNiku ke level yang lebih tinggi.

Saat ini, KuloNiku: Bowl Up! tersedia untuk PC dan Mac melalui Steam dengan harga sekitar Rp104.999. Game ini juga sempat ditawarkan dengan potongan harga khusus pada masa awal peluncuran. Dari sisi klasifikasi usia, Game ini telah mendapatkan rating 3+ dari sistem penilaian nasional, sehingga aman dimainkan oleh berbagai kalangan.

Hampir 1 Juta Akun TikTok Ditutup, Langkah Awal Lindungi Anak di Ruang Digital

0

Penertiban Akun TikTok di Indonesia terus menjadi sorotan, seiring langkah tegas pemerintah dalam melindungi pengguna usia anak di ruang digital. Hingga awal April 2026, jumlah Akun TikTok yang telah dinonaktifkan dilaporkan mendekati angka satu juta, sebagian besar berasal dari pengguna yang belum memenuhi batas usia minimum.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan pihak platform dalam menegakkan aturan perlindungan anak. Berdasarkan laporan terbaru per 10 April 2026, platform TikTok telah menutup sekitar 780 ribu Akun TikTok milik pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Meutya menilai capaian tersebut sebagai langkah awal yang patut diapresiasi. Ia menegaskan bahwa keterbukaan platform dalam melaporkan proses penindakan menjadi indikator penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman.

Menurutnya, transparansi yang ditunjukkan TikTok menjadi contoh bagi platform lain dalam menangani pelanggaran usia pengguna. Pemerintah berharap pendekatan serupa juga diikuti oleh perusahaan digital lainnya yang beroperasi di Indonesia.

Meski data resmi terakhir masih merujuk pada laporan 10 April, pemerintah memperkirakan jumlah Akun TikTok yang telah ditindak kini semakin bertambah. Berdasarkan tren penonaktifan harian, angka tersebut diyakini sudah mendekati satu juta akun hingga pertengahan April 2026.

Dorongan Pengawasan Digital Lebih Ketat

Langkah penertiban ini menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam memperkuat pengawasan ruang digital, khususnya bagi anak-anak. Pemerintah menilai keberadaan Akun TikTok yang tidak sesuai batas usia berpotensi menimbulkan risiko, baik dari sisi konten maupun interaksi di platform.

Karena itu, penegakan aturan tidak hanya berhenti pada satu platform. Pemerintah mendorong seluruh penyedia layanan digital untuk secara aktif melakukan verifikasi usia serta mengambil tindakan terhadap akun yang melanggar ketentuan.

Selain itu, peran orang tua juga dinilai krusial dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Edukasi mengenai batasan usia dan penggunaan media sosial yang bijak menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan platform.

Meutya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar penindakan, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat. Ia berharap langkah penertiban Akun TikTok dapat menjadi momentum bagi perbaikan sistem pengawasan di seluruh platform digital.

Pilih Mana, Usaha Kecil yang Tertata atau Bisnis Ramai Tapi Melelahkan?

0

Banyak orang mengira bisnis yang ramai adalah tanda kesuksesan. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Ada bisnis yang terlihat sibuk setiap hari, tapi pemiliknya justru kelelahan, stres, dan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Di sisi lain, ada juga usaha kecil yang tertata yang mungkin tidak terlalu ramai, tapi berjalan stabil dan lebih nyaman dijalankan.

Pilihan antara bisnis yang ramai tapi penuh tekanan atau usaha kecil yang tertata sering kali menjadi dilema. Apalagi di era sekarang, di mana angka penjualan sering dijadikan ukuran utama keberhasilan. Padahal, kenyamanan dalam menjalankan usaha juga tidak kalah penting.

Banyak pelaku usaha yang akhirnya menyadari bahwa bisnis bukan hanya soal omzet, tetapi juga tentang bagaimana sistemnya berjalan. Tanpa sistem yang baik, bisnis yang ramai justru bisa menjadi beban.

Ramai Belum Tentu Sehat

Bisnis yang ramai memang terlihat menguntungkan dari luar. Transaksi tinggi, pelanggan banyak, dan aktivitas terus berjalan. Tapi di balik itu, sering ada masalah yang tidak terlihat.

Misalnya, pengelolaan keuangan yang berantakan, stok yang tidak terkontrol, atau operasional yang bergantung pada satu orang. Kondisi seperti ini membuat pemilik usaha harus terus turun tangan, bahkan untuk hal hal kecil.

Akibatnya, waktu habis untuk operasional, bukan untuk pengembangan. Stres pun menjadi hal yang sulit dihindari.

Jika kondisi ini dibiarkan, bisnis bisa tetap berjalan, tapi tidak berkembang. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa berhenti karena pemiliknya kelelahan.

Usaha Kecil yang Tertata Lebih Tahan Lama

Berbeda dengan bisnis yang hanya mengejar keramaian, usaha kecil yang tertata biasanya dibangun dengan sistem yang lebih rapi.

Mulai dari pencatatan keuangan, manajemen stok, hingga pembagian tugas sudah jelas. Dengan sistem seperti ini, bisnis bisa berjalan lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada satu orang.

Keuntungan lain adalah kestabilan. Meskipun tidak selalu ramai, pemasukan lebih terprediksi dan risiko lebih terkendali.

Pemilik usaha juga memiliki ruang untuk berpikir dan merencanakan langkah berikutnya, bukan hanya sibuk menjalankan rutinitas harian.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jawabannya kembali ke tujuan masing masing. Jika hanya mengejar omzet besar dalam waktu cepat, bisnis yang ramai mungkin terasa lebih menarik.

Namun jika ingin membangun usaha yang bisa bertahan lama, usaha kecil yang tertata sering kali menjadi pilihan yang lebih bijak.

Bisnis yang tertata memberikan kontrol yang lebih baik. Pemilik usaha tahu ke mana uang mengalir, bagaimana operasional berjalan, dan apa yang perlu diperbaiki.

Selain itu, kualitas hidup juga lebih terjaga. Tidak semua waktu habis untuk bisnis, sehingga masih ada ruang untuk hal lain di luar pekerjaan.

Membangun usaha yang tertata tidak harus langsung besar. Justru dimulai dari langkah kecil.

Misalnya dengan mencatat setiap transaksi, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta membuat sistem kerja yang sederhana tapi konsisten.

Seiring waktu, sistem ini akan berkembang dan membuat bisnis menjadi lebih stabil.

Banyak pelaku usaha yang awalnya mengejar keramaian, tapi akhirnya beralih ke model usaha kecil yang tertata karena merasa lebih seimbang.

Kenaikan Harga Plastik Tekan Perajin Tempe dan Tahu, Produksi Terancam!

0

Tekanan biaya produksi kembali menghantam pelaku usaha tempe dan tahu, seiring Kenaikan Harga Plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menambah beban perajin di tengah upaya menjaga stabilitas harga jual di tingkat konsumen.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO), Tri Harjono, mengungkapkan bahwa pelaku usaha sebenarnya sudah terbiasa menghadapi fluktuasi bahan baku seperti kedelai. Namun, Kenaikan Harga Plastik kali ini dinilai cukup tajam dan berdampak langsung pada biaya produksi sehari-hari.

Menurutnya, pelaku usaha kini dihadapkan pada dua pilihan yang tidak mudah. Pertama, menaikkan harga jual produk agar biaya tetap tertutupi. Kedua, melakukan penyesuaian pada ukuran atau kualitas produk agar tetap terjangkau oleh konsumen.

“Penyesuaian itu bisa dalam bentuk pengurangan berat atau perubahan bentuk. Misalnya tempe yang sebelumnya 400 gram bisa dikurangi menjadi sekitar 375 gram,” ujarnya dalam agenda Rapat Kerja Nasional GAKOPTINDO di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Selain itu, strategi lain yang ditempuh adalah dengan menipiskan ukuran tempe atau tahu. Cara ini dinilai lebih fleksibel untuk menjaga harga tetap stabil di pasar, meski konsekuensinya ada perubahan pada produk yang diterima konsumen.

Lonjakan Harga Plastik Jadi Beban Baru Perajin

Lebih lanjut, Tri menyoroti bahwa Kenaikan Harga Plastik menjadi tantangan baru yang sebelumnya tidak terlalu dominan. Di sejumlah daerah, harga plastik dilaporkan melonjak drastis, bahkan mencapai dua kali lipat. Secara umum, kenaikan berkisar antara 50 hingga 90 persen, dan dalam beberapa kasus menyentuh angka 100 persen.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha semakin tertekan, mengingat plastik merupakan komponen penting dalam proses pengemasan tempe dan tahu. Tanpa kemasan yang memadai, distribusi produk menjadi lebih sulit dan berisiko menurunkan kualitas.

Alternatif penggunaan daun sebagai pembungkus dinilai belum bisa menggantikan peran plastik secara optimal. Selain ketersediaannya yang semakin terbatas, penggunaan daun juga membutuhkan waktu lebih lama dalam proses produksi.

“Daun sekarang juga sulit didapat dan tidak selalu praktis untuk produksi skala besar,” kata Tri.

Di tengah tekanan akibat Kenaikan Harga Plastik dan bahan baku lainnya, jumlah pelaku usaha tempe dan tahu secara nasional relatif masih stabil. GAKOPTINDO mencatat terdapat lebih dari 1.500 unit usaha yang masih aktif berproduksi.

Meski demikian, dinamika di lapangan menunjukkan adanya perajin yang bersifat musiman. Sebagian memilih mengurangi produksi saat biaya meningkat, sementara lainnya justru meningkatkan volume produksi untuk menjaga pendapatan tetap stabil.

Investor Global Bidik Indonesia, Pasar Modal dan Ekonomi Dinilai Stabil

0

Di tengah dinamika global yang kian kompleks, perhatian Investor Global terhadap perekonomian Indonesia justru menunjukkan sinyal positif. Hal ini tercermin dari sejumlah pengakuan internasional yang dirilis dalam waktu berdekatan, yang menegaskan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan fluktuasi pasar dunia.

Laporan terbaru dari Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan capaian 2025 yang berada di kisaran 5,1 persen. Proyeksi tersebut tertuang dalam publikasi Asian Development Outlook April 2026, yang menyoroti dampak konflik Timur Tengah terhadap kawasan Asia Pasifik.

Tak hanya itu, sentimen positif juga datang dari lembaga indeks global FTSE Russell. Pada 7 April 2026, lembaga tersebut memutuskan untuk mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market. Bahkan, Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan penurunan status, sebuah indikator penting yang turut diperhatikan oleh Investor Global dalam menilai stabilitas dan prospek suatu negara.

Penguatan persepsi ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik hingga volatilitas harga energi. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara. Proyeksi pertumbuhan Indonesia juga berada di atas rata-rata regional yang diperkirakan hanya mencapai 4,7 persen pada 2026.

Fundamental Ekonomi Jadi Daya Tarik Investor Global

Menurut ADB, terdapat sejumlah faktor utama yang menopang optimisme tersebut. Permintaan domestik yang stabil menjadi tulang punggung pertumbuhan, didukung oleh inflasi yang terkendali di kisaran 2,5 persen. Selain itu, kebijakan moneter yang adaptif serta pengelolaan fiskal yang terarah dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

Pada awal 2026, aktivitas ekonomi juga terdorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama selama momentum Ramadan dan Idulfitri. Sektor pertanian yang semakin produktif turut memberikan kontribusi terhadap daya beli masyarakat. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur yang berlanjut serta meningkatnya investasi sektor swasta, khususnya di industri hilir, memperkuat fondasi pertumbuhan.

Arus investasi asing yang tetap terjaga menjadi faktor penting lainnya. Kepercayaan Investor Global terhadap Indonesia membantu menutup celah eksternal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. Hal ini menjadi sinyal bahwa Indonesia masih dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi pasar keuangan, pengakuan FTSE Russell tidak lepas dari berbagai reformasi yang tengah dilakukan pemerintah dan otoritas terkait. Sejumlah langkah perbaikan telah diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal, termasuk penguatan regulasi kepemilikan saham dan penyesuaian klasifikasi investor.

Selain itu, penerapan batas minimum free float serta mekanisme peringatan dini terhadap konsentrasi kepemilikan saham turut menjadi perhatian. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan Investor Global, sekaligus mendorong pasar modal Indonesia menuju standar internasional.

Diskon Terus Tapi Boncos? Saatnya Pakai Strategi Diskon yang Menguntungkan

0

Banyak bisnis mengandalkan diskon untuk menarik perhatian pelanggan. Memang efektif di awal, tapi kalau tidak dikontrol, justru bisa jadi jebakan. Di sinilah pentingnya memahami strategi diskon yang menguntungkan, bukan sekadar potong harga tanpa perhitungan.

Tanpa strategi yang jelas, diskon bisa menggerus keuntungan secara perlahan. Banyak usaha terlihat ramai pembeli, tapi ternyata margin makin tipis. Itulah kenapa strategi diskon yang menguntungkan perlu dipahami sejak awal, supaya promo tetap menarik tanpa merusak keuangan bisnis.

Masalahnya, masih banyak pelaku usaha yang memberikan diskon hanya karena ikut tren atau takut kalah saing. Padahal, diskon yang tepat justru bisa meningkatkan profit, bukan sebaliknya.

Kenapa Diskon Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Diskon memang bisa meningkatkan penjualan dalam waktu cepat. Tapi jika terlalu sering dilakukan, pelanggan akan terbiasa membeli hanya saat ada promo.

Akibatnya, harga normal jadi kurang menarik. Ini berbahaya dalam jangka panjang, karena bisnis kehilangan daya tawar.

Selain itu, tanpa perhitungan yang matang, diskon bisa langsung memotong keuntungan. Apalagi jika margin awal sudah tipis. Bukannya untung, bisnis justru berisiko rugi.

Karena itu, penting untuk memastikan setiap promo tetap mengikuti strategi diskon yang menguntungkan, bukan sekadar mengejar volume penjualan.

Begini Strategi Membuat Promo namun Tetap Menguntungkan

Langkah pertama adalah memahami margin keuntungan. Sebelum memberikan diskon, pastikan sudah tahu batas aman harga yang masih memberikan profit.

Jangan sampai memberikan diskon tanpa tahu apakah bisnis masih untung atau tidak.

Kedua, gunakan diskon sebagai alat strategi, bukan kebiasaan. Misalnya untuk menarik pelanggan baru, menghabiskan stok lama, atau meningkatkan penjualan di waktu tertentu.

Dengan tujuan yang jelas, diskon menjadi lebih terarah dan tidak asal dilakukan.

Ketiga, coba variasikan bentuk promo. Tidak harus selalu potongan harga. Bisa juga menggunakan bundling produk, bonus tambahan, atau program loyalitas.

Cara ini sering lebih efektif karena nilai yang dirasakan pelanggan tetap tinggi, sementara margin tetap terjaga.

Tentukan Batas dan Waktu Promo

Salah satu kesalahan umum adalah memberikan diskon tanpa batas waktu. Hal ini membuat pelanggan menunda pembelian karena merasa promo akan selalu ada.

Sebaliknya, promo dengan waktu terbatas justru menciptakan rasa urgensi. Pelanggan lebih terdorong untuk segera membeli.

Selain itu, tentukan juga frekuensi promo. Jangan terlalu sering, agar nilai diskon tetap terasa spesial.

Dengan cara ini, strategi diskon yang menguntungkan bisa berjalan lebih efektif tanpa merusak persepsi harga produk.

Setiap promo harus dievaluasi. Lihat apakah penjualan benar benar meningkat, dan yang lebih penting, apakah tetap menghasilkan keuntungan.

Jangan hanya fokus pada jumlah transaksi. Perhatikan juga margin dan dampaknya terhadap keuangan secara keseluruhan.

Dari evaluasi ini, bisa diketahui jenis promo mana yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki.