Senin, Agustus 31, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 36

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Konflik Laut AS-Iran Picu Kepanikan Pasar!

Lonjakan tajam di pasar energi kembali terjadi setelah Harga Minyak Dunia Naik Lagi pada akhir pekan, dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Teluk membuat pelaku pasar bereaksi cepat, terutama setelah insiden militer yang melibatkan kapal-kapal komersial di jalur strategis Selat Hormuz.

Mengacu pada laporan CNBC, Senin (20/4/2026), kontrak minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak sekitar 7 persen dan ditutup di level USD 89,74 per barel pada Minggu malam waktu setempat. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juni turut menguat hampir 5,8 persen ke posisi USD 95,59 per barel. Kenaikan ini menandai bahwa Harga Minyak Dunia Naik Lagi setelah sebelumnya sempat tertekan di akhir pekan lalu.

Ketegangan Militer Picu Lonjakan Harga

Eskalasi konflik dipicu oleh aksi militer yang melibatkan kedua negara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Angkatan Laut AS menembaki kapal kontainer milik Iran di Teluk Oman, sebelum akhirnya pasukan Marinir mengambil alih kapal tersebut. Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menyebut kapal itu mencoba menembus blokade yang diberlakukan AS di wilayah pelabuhan Iran.

Langkah tersebut terjadi hanya sehari setelah Iran lebih dulu menyerang kapal tanker di Selat Hormuz. Menurut laporan Pusat Operasi Maritim Inggris, kapal perang Garda Revolusi Iran menembakkan proyektil ke arah tanker tersebut, dan sebuah kapal kontainer lain turut terdampak oleh serpihan yang tidak teridentifikasi.

Situasi ini memperburuk kondisi yang sebelumnya mulai mereda. Bahkan, Harga Minyak Dunia Naik Lagi secara signifikan karena pasar melihat risiko gangguan pasokan energi global semakin besar. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Ancaman Baru dan Gagalnya Negosiasi

Ketegangan kian meningkat setelah Presiden Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menyatakan siap menargetkan infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tidak menyepakati kesepakatan baru dengan Washington. Pernyataan tersebut muncul menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara kedua negara.

Trump juga menuding Iran telah melanggar kesepakatan dengan melakukan serangan terhadap kapal-kapal di akhir pekan. Di sisi lain, upaya untuk melanjutkan perundingan damai tampaknya menemui jalan buntu. Meski sebelumnya disebut akan ada pertemuan lanjutan di Islamabad, Iran memastikan tidak akan hadir dengan alasan blokade angkatan laut AS yang masih berlangsung.

Kondisi ini membuat pasar semakin gelisah, sehingga Harga Minyak Dunia Naik Lagi dalam waktu singkat. Padahal, beberapa hari sebelumnya harga sempat turun setelah Iran menyatakan Selat Hormuz dibuka untuk lalu lintas komersial sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS di Lebanon.

Namun, kebijakan tersebut tidak bertahan lama. Teheran kembali memperketat kontrol setelah menilai AS tidak menunjukkan itikad untuk mencabut blokade. Bahkan, Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut kini berada dalam pengawasan penuh militer.

Selat Hormuz Kembali di Bawah Kendali Ketat

Dalam pernyataan resmi yang dikutip media internasional, komando militer Iran Khatam Al-Anbiya menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk “pembajakan”. Mereka menegaskan bahwa kontrol atas Selat Hormuz telah dikembalikan ke kondisi sebelumnya dengan pengawasan ketat dari angkatan bersenjata.

Iran juga menegaskan bahwa situasi ini akan terus berlangsung selama AS belum memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang berangkat dari maupun menuju wilayahnya. Ketidakpastian ini membuat pasar energi global berada dalam tekanan tinggi.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar memperkirakan volatilitas harga minyak masih akan berlanjut. Jika konflik tidak segera mereda, bukan tidak mungkin Harga Minyak Dunia Naik Lagi dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang terganggu.

Sertifikasi Drone Berbasis SNI Digenjot, Industri Dalam Negeri Siap Bersaing

0

Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri alat dan mesin pertanian (alsintan) nasional melalui penerapan standardisasi pada teknologi berbasis industri 4.0. Salah satu fokus yang kini mendapat perhatian serius adalah penerapan Sertifikasi Drone untuk kebutuhan pertanian, mengingat perannya yang semakin vital dalam mendukung efisiensi dan modernisasi sektor ini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada teknologi seperti drone merupakan langkah strategis yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, kehadiran Sertifikasi Drone menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan.

Ia menilai, tanpa pengawasan melalui standardisasi, risiko penggunaan drone di sektor pertanian bisa meningkat, mulai dari gangguan teknis hingga potensi membahayakan keselamatan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap inovasi teknologi benar-benar siap digunakan di lapangan.

Standardisasi Dorong Industri Naik Kelas

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menekankan bahwa standardisasi memiliki peran penting dalam menciptakan keseragaman mutu di industri alsintan. Melalui mekanisme Sertifikasi Drone, pelaku industri tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar nasional, tetapi juga dipersiapkan untuk menembus pasar global.

Menurutnya, proses sertifikasi menjadi pintu masuk bagi industri dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus efisiensi operasional. Dengan standar yang jelas, produsen dapat memastikan bahwa setiap unit yang dihasilkan memiliki performa yang konsisten dan dapat diandalkan.

Langkah ini juga dinilai mampu memperkuat posisi industri dalam negeri di tengah persaingan global yang semakin ketat, terutama dalam pengembangan teknologi pertanian berbasis otomatisasi.

Pengujian Ketat untuk Jamin Keamanan Operasional

Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBSPJILM) telah mendapatkan mandat dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk melaksanakan sertifikasi drone pertanian berdasarkan SNI 9199:2023. Standar ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari spesifikasi teknis hingga metode pengujian.

Kepala BBSPJILM, Mogadishu Djati Ertanto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menjalankan tugas tersebut. Peningkatan fasilitas laboratorium serta kompetensi auditor telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Sertifikasi Drone secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa setiap drone yang lolos sertifikasi harus memenuhi aspek integritas struktural dan fungsi operasional. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya unggul dari sisi inovasi, tetapi juga terbukti aman dan efektif saat digunakan di lapangan.

Penggunaan drone dalam pertanian memang memiliki karakteristik khusus, terutama karena sering digunakan untuk membawa muatan seperti pestisida dan pupuk. Tanpa standar yang jelas, potensi masalah seperti penyemprotan yang tidak merata hingga risiko kecelakaan bisa terjadi.

Masih Bingung? Ini Bedanya Omzet dan Laba Bersih dalam Bisnis

0

Banyak pelaku usaha merasa bisnisnya sudah “jalan” karena setiap hari ada uang masuk. Tapi saat dicek di akhir bulan, hasilnya tidak terasa. Di sinilah penting memahami bedanya omzet dan laba bersih, karena tidak semua uang yang masuk bisa langsung dianggap sebagai keuntungan.

Tanpa memahami bedanya omzet dan laba bersih, banyak pemilik usaha terjebak pada angka penjualan yang terlihat besar. Padahal, omzet hanya menunjukkan total uang masuk, bukan jumlah yang benar benar bisa disimpan. Kesalahan ini sering terjadi, terutama pada bisnis kecil yang belum memiliki sistem keuangan yang jelas.

Memahami bedanya omzet dan laba bersih bukan sekadar teori, tapi langkah penting agar bisnis tidak hanya terlihat ramai, tapi juga benar benar menghasilkan.

Uang Masuk Setiap Hari Belum Tentu Untung

Omzet adalah total pendapatan dari penjualan. Angka ini memang penting karena menunjukkan seberapa aktif bisnis berjalan. Semakin tinggi omzet, biasanya semakin besar aktivitas penjualan.

Namun, omzet bukanlah keuntungan. Dari angka tersebut, masih ada berbagai biaya yang harus dibayar. Mulai dari bahan baku, biaya operasional, sewa tempat, hingga pengeluaran kecil yang sering tidak disadari.

Masalahnya, banyak pelaku usaha hanya fokus pada omzet. Selama uang masuk terus, bisnis dianggap sehat. Padahal, jika pengeluaran tidak dikontrol, keuntungan bisa sangat kecil, bahkan tidak ada.

Inilah alasan kenapa bisnis bisa terlihat laku setiap hari, tapi tidak pernah benar benar berkembang.

Cara Menghitung dan Memahami Laba Bersih

Laba bersih adalah sisa uang setelah semua biaya dikurangi dari omzet. Inilah angka yang sebenarnya penting karena menunjukkan hasil nyata dari bisnis.

Untuk menghitungnya, cukup sederhana:
Omzet dikurangi semua biaya sama dengan laba bersih.

Biaya yang perlu diperhitungkan bukan hanya yang besar, tapi juga yang kecil. Misalnya biaya listrik, transportasi, hingga pengeluaran operasional harian.

Dengan memahami laba bersih, pemilik usaha bisa mengetahui apakah bisnisnya benar benar menghasilkan atau hanya sekadar berputar.

Selain itu, penting juga untuk memisahkan uang bisnis dan uang pribadi. Jika tidak dipisahkan, laba bersih akan sulit terlihat karena uang tercampur.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah mencatat semua transaksi secara rutin. Tidak perlu sistem rumit, yang penting konsisten. Dari catatan ini, akan terlihat jelas aliran uang masuk dan keluar.

Dengan kebiasaan ini, pemilik usaha bisa lebih mudah memahami bedanya omzet dan laba bersih dan tidak lagi tertipu oleh angka penjualan semata.

Bangun Kebiasaan Mengelola Keuangan Sejak Awal

Memahami konsep saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah menerapkannya dalam kebiasaan sehari hari.

Mulailah dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Pisahkan uang untuk operasional, keuntungan, dan kebutuhan lainnya. Dengan cara ini, alur keuangan menjadi lebih jelas.

Selain itu, jangan langsung menggunakan semua uang yang masuk. Sisihkan terlebih dahulu untuk biaya bisnis dan simpan bagian keuntungan.

Kebiasaan ini akan membantu menjaga stabilitas keuangan dan membuat bisnis lebih siap berkembang.

Harga Emas Antam Stagnan, Investor Cenderung Wait and See

0

Pergerakan harga logam mulia kembali menjadi perhatian pelaku pasar, terutama ketika Emas Antam Stagnan pada perdagangan hari ini. Setelah sempat mengalami kenaikan pada hari sebelumnya, harga emas produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tercatat tidak mengalami perubahan.

Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, Minggu, 19 April 2026, harga emas batangan Antam masih bertahan di level Rp2,884 juta per gram. Kondisi Emas Antam Stagnan ini mencerminkan fase konsolidasi pasar setelah sebelumnya terjadi penguatan harga.

Meski harga jual tidak bergerak, terdapat sedikit perubahan pada sisi buyback atau harga jual kembali. Nilai buyback emas Antam tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp22 ribu. Namun, secara umum, kondisi pasar masih menunjukkan bahwa Emas Antam Stagnan dan belum memperlihatkan arah tren yang signifikan dalam jangka pendek.

Pelaku pasar menilai situasi ini sebagai sinyal wait and see, di mana investor cenderung menahan transaksi sambil mencermati perkembangan global, termasuk pergerakan dolar AS dan ketegangan geopolitik yang memengaruhi harga komoditas.

Selain itu, aspek perpajakan juga menjadi faktor penting dalam transaksi emas. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Untuk penjualan kembali dengan nilai di atas Rp10 juta, pemegang NPWP dikenakan tarif 1,5 persen, sementara non-NPWP sebesar 3 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara itu, pada sisi pembelian, tarif pajak sebesar 0,45 persen berlaku bagi pembeli yang memiliki NPWP, dan 0,9 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Bukti potong pajak pun diberikan dalam setiap transaksi sebagai bagian dari administrasi resmi.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Adapun daftar harga emas batangan Antam per Minggu, 19 April 2026, masih menunjukkan posisi Emas Antam Stagnan di berbagai pecahan. Untuk ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1,492 juta, sedangkan 1 gram tetap di Rp2,884 juta.

Harga untuk pecahan lainnya juga relatif stabil, seperti 2 gram di Rp5,708 juta, 5 gram di Rp14,195 juta, hingga 10 gram yang berada di level Rp28,335 juta. Untuk ukuran besar, emas 100 gram dijual Rp282,612 juta, sementara 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2,824 miliar.

Stabilnya harga di hampir seluruh ukuran ini mempertegas bahwa Emas Antam Stagnan masih menjadi gambaran kondisi pasar saat ini. Investor cenderung menunggu sentimen baru sebelum mengambil keputusan, baik untuk membeli maupun melepas aset emas.

Dengan kondisi pasar yang belum menunjukkan pergerakan signifikan, pelaku investasi disarankan tetap mencermati dinamika global dan faktor domestik yang berpotensi memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.

Ancaman Inflasi dari Energi Jadi Sorotan IMF untuk Kawasan Asia

0

Kawasan Asia dinilai masih mampu bertahan di tengah tekanan global, namun Ancaman Inflasi kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya risiko lonjakan harga energi dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan bahwa gejolak baru di sektor energi berpotensi memicu tekanan berantai yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Dalam laporan terbarunya, IMF menilai bahwa meskipun kinerja ekonomi Asia relatif solid, Ancaman Inflasi tetap membayangi akibat tingginya ketergantungan kawasan ini terhadap energi impor. Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, menyoroti bahwa struktur ekonomi Asia yang masih bergantung pada bahan bakar fosil membuat kawasan ini rentan terhadap fluktuasi harga global, terutama di tengah konflik geopolitik yang belum mereda.

Menurut Srinivasan, eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong lonjakan harga minyak dan gas, yang secara langsung memperbesar Ancaman Inflasi di berbagai negara Asia. Kondisi ini semakin kompleks karena banyak industri manufaktur di kawasan tersebut memiliki intensitas energi yang tinggi, sehingga kenaikan biaya produksi sulit dihindari.

Di sisi lain, performa ekonomi Asia pada akhir 2025 justru menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. IMF mencatat bahwa pertumbuhan di sejumlah negara didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap produk teknologi. Negara-negara yang terintegrasi dalam rantai pasok global, terutama di sektor elektronik dan manufaktur canggih, mendapatkan manfaat signifikan dari tren tersebut.

Selain itu, diversifikasi perdagangan ke berbagai kawasan juga membantu meredam dampak perlambatan permintaan dari Amerika Serikat. Namun demikian, capaian tersebut belum sepenuhnya menghilangkan Ancaman Inflasi yang muncul dari sisi energi dan rantai pasok.

Risiko Energi dan Dampak ke Pertumbuhan Ekonomi

IMF memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Asia akan mengalami perlambatan dalam beberapa tahun ke depan. Dari sekitar 5,0 persen pada 2025, pertumbuhan diproyeksikan turun menjadi 4,4 persen pada 2026, dan kembali melemah ke level 4,2 persen pada 2027. Meski melambat, Tiongkok dan India masih akan menjadi motor utama pertumbuhan kawasan dengan kontribusi dominan terhadap ekspansi ekonomi.

Srinivasan menegaskan bahwa Ancaman Inflasi tidak hanya berasal dari harga energi, tetapi juga dari potensi gangguan rantai pasok bahan baku penting seperti petrokimia dan pupuk. Jika konflik global berlangsung lebih lama, tekanan terhadap sektor industri dan pertanian diperkirakan akan semakin besar.

Untuk merespons kondisi tersebut, IMF mendorong pemerintah di Asia agar mengambil langkah kebijakan yang tepat dan terukur. Dalam jangka pendek, stabilisasi perlu dilakukan tanpa mengganggu mekanisme pasar maupun kredibilitas kebijakan ekonomi. Sementara dalam jangka menengah, reformasi struktural dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi dampak Ancaman Inflasi di masa depan.

Mulai Usaha? Jangan Lupa Perencanaan Keuangan UMKM Ini

0

Banyak pelaku usaha kecil memulai bisnis dengan fokus pada penjualan dan operasional. Padahal, sejak awal, perencanaan keuangan umkm sudah seharusnya menjadi perhatian utama. Tanpa perencanaan keuangan umkm yang jelas, bisnis bisa berjalan tanpa arah dan sulit bertahan saat kondisi berubah.

Sering kali, masalah bukan datang dari kurangnya pelanggan, tapi dari ketidaksiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Inilah kenapa perencanaan keuangan umkm tidak cukup hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tapi juga menyiapkan skenario ke depan.

Bisnis yang kuat bukan hanya yang berkembang saat kondisi baik, tapi juga yang siap menghadapi situasi sulit.

3 Perencanaan Keuangan yang Wajib Disiapkan UMKM

1. Skenario Saat Penjualan Stabil

Ini adalah kondisi ideal yang diharapkan setiap pelaku usaha. Penjualan berjalan normal, pemasukan rutin, dan operasional bisa berjalan tanpa hambatan.

Di fase ini, banyak yang merasa aman dan mulai lengah. Padahal, justru di sinilah waktu terbaik untuk memperkuat keuangan.

Gunakan momen ini untuk menyisihkan keuntungan, membangun dana cadangan, dan memperbaiki sistem keuangan. Dengan perencanaan keuangan umkm yang baik, kondisi stabil bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi bisnis.

Selain itu, penting juga untuk mulai memikirkan ekspansi secara bertahap, tanpa mengganggu arus kas utama.

2. Skenario Saat Penjualan Menurun

Tidak ada bisnis yang selalu stabil. Akan ada masa di mana penjualan turun, entah karena kondisi pasar, persaingan, atau faktor lain.

Di sinilah banyak usaha mulai goyah karena tidak siap. Tanpa perencanaan, pengeluaran tetap berjalan, sementara pemasukan berkurang.

Untuk menghadapi kondisi ini, penting memiliki cadangan dana yang cukup. Selain itu, lakukan evaluasi terhadap pengeluaran dan prioritaskan kebutuhan yang paling penting.

Dengan perencanaan keuangan umkm, penurunan penjualan tidak langsung menjadi ancaman besar, karena sudah ada langkah antisipasi yang bisa dilakukan.

3. Skenario Saat Ada Peluang Besar

Selain kondisi stabil dan menurun, ada juga momen di mana bisnis mendapatkan peluang besar. Misalnya permintaan meningkat drastis atau ada kesempatan ekspansi.

Banyak pelaku usaha justru kesulitan di fase ini karena tidak siap dari sisi keuangan. Stok kurang, modal terbatas, atau arus kas tidak mendukung.

Padahal, ini adalah momen penting untuk berkembang.

Dengan perencanaan yang matang, peluang seperti ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Misalnya dengan menyiapkan dana khusus untuk ekspansi atau memiliki akses ke sumber pembiayaan.

Kenapa Skenario Ini Penting Sejak Awal?

Banyak yang berpikir skenario seperti ini hanya perlu dibuat saat bisnis sudah besar. Padahal, justru usaha kecil yang paling membutuhkan persiapan.

Tanpa skenario, setiap perubahan kondisi akan terasa mengejutkan. Pemilik usaha harus mengambil keputusan secara cepat tanpa dasar yang kuat.

Sebaliknya, dengan perencanaan keuangan umkm, setiap kondisi sudah memiliki gambaran langkah yang bisa diambil. Ini membuat bisnis lebih siap dan tidak mudah panik.

Menyusun skenario keuangan tidak harus rumit. Bisa dimulai dari hal sederhana seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin.

Dari data ini, pemilik usaha bisa mulai melihat pola dan memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi.

Selain itu, buat pembagian dana yang jelas. Misalnya untuk operasional, cadangan, dan pengembangan.

Langkah kecil ini akan membantu membangun kebiasaan yang lebih baik dalam mengelola keuangan.

Peluang Kerja Baru! Lowongan Koperasi Merah Putih Tawarkan 35.476 Posisi

0

Pemerintah kembali membuka peluang kerja berskala besar melalui program nasional yang menyasar penguatan ekonomi desa. Melalui Panitia Seleksi Nasional SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Lowongan Koperasi Merah Putih resmi dibuka bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

Program Lowongan Koperasi Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menekankan percepatan pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, pemerintah juga mengintegrasikan pengembangan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat. Menurutnya, dibutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas serta kemampuan menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput. Oleh karena itu, Lowongan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjaring talenta terbaik dari berbagai latar belakang pendidikan.

Pada tahap awal, pemerintah menyediakan total 35.476 formasi. Rinciannya, sebanyak 30.000 posisi dialokasikan untuk Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan berada di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara itu, 5.476 posisi lainnya diperuntukkan bagi pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang akan bekerja di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara. Seluruh posisi tersebut menggunakan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Jadwal dan Syarat Pendaftaran

Proses pendaftaran Lowongan Koperasi Merah Putih berlangsung pada 15 hingga 24 April 2026 melalui portal resmi PHTC. Kesempatan ini terbuka bagi lulusan minimal D3 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan nilai IPK minimal 2,75.

Tahapan seleksi dimulai dari proses administrasi yang berlangsung hingga 25 April 2026, dilanjutkan dengan pengumuman hasil administrasi pada 26–27 April. Peserta yang lolos akan mengikuti seleksi kompetensi pada awal hingga pertengahan Mei, sebelum akhirnya menjalani tahap seleksi tambahan.

Pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada pertengahan Juni 2026. Dengan proses seleksi yang cukup ketat dan terstruktur, pemerintah berharap dapat memperoleh kandidat yang benar-benar siap terjun langsung dalam mengelola koperasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa sekaligus membuka lapangan kerja baru dalam skala besar. Kehadiran Lowongan Koperasi Merah Putih juga menjadi peluang strategis bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor koperasi dan perikanan.

Menjaga Ketahanan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Kerja Sama Global

0

Pemerintah terus mengakselerasi langkah strategis dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi nasional melalui penguatan program hilirisasi industri. Upaya ini diposisikan sebagai pilar utama transformasi ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing industri domestik di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti bahwa dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah dan jalur vital seperti Selat Hormuz, berpotensi memicu gangguan rantai pasok serta lonjakan harga energi. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius dalam konteks Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia agar tetap stabil.

Meski tekanan global meningkat, kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan resiliensi yang solid. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,3 persen pada 2026. Stabilitas ini didukung oleh inflasi yang terkendali serta tingkat kepercayaan konsumen yang tetap berada di zona optimistis. Selain itu, neraca perdagangan yang terus mencatat surplus turut memperkuat fondasi eksternal Indonesia.

Kontribusi permintaan domestik yang mencapai lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi faktor penting dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi. Struktur pembiayaan yang sehat, termasuk rasio utang luar negeri yang relatif rendah, juga memberikan ruang fiskal yang lebih fleksibel. Di sisi lain, sektor perbankan tetap dalam kondisi kuat dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kokoh, sehingga mampu menopang stabilitas sistem keuangan nasional.

Strategi Kebijakan dan Ekspansi Kerja Sama Global

Dalam menghadapi tekanan eksternal, pemerintah terus mengoptimalkan bauran kebijakan lintas sektor. Dari sisi fiskal, penguatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan melalui peningkatan penerimaan, efisiensi belanja, serta pengalihan anggaran ke sektor-sektor produktif. Sementara itu, koordinasi dengan Bank Indonesia diperkuat guna menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan penguatan skema transaksi mata uang lokal.

Langkah lain dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi juga dilakukan melalui perlindungan daya beli masyarakat. Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial dan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasi program biodiesel B50 serta pengembangan energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meredam dampak fluktuasi harga energi global.

Di ranah internasional, Indonesia aktif memperluas kerja sama ekonomi untuk mendiversifikasi risiko dan membuka akses pasar baru. Sejumlah perjanjian perdagangan seperti Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Canada CEPA, serta kemitraan dengan kawasan Eurasia menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Selain itu, penguatan hubungan bilateral juga terus didorong, termasuk melalui kerja sama strategis dengan Rusia. Kolaborasi ini mencakup sektor energi, industri, hingga perdagangan. Dalam bidang energi, kerja sama difokuskan pada pengamanan pasokan minyak mentah dan LPG melalui skema antar-pemerintah dan bisnis. Sementara di sektor industri, kedua negara mendorong hilirisasi mineral guna meningkatkan nilai tambah domestik.

Jangan Panik, Ini Langkah Saat Penjualan Turun yang Tepat untuk UMKM

Tidak ada bisnis yang selalu berada di fase naik. Ada kalanya penjualan melambat, bahkan turun cukup drastis. Di momen seperti ini, penting untuk memahami langkah saat penjualan turun agar kondisi keuangan tidak ikut goyah.

Banyak pemilik usaha panik ketika omzet menurun. Reaksi yang muncul biasanya terburu buru, seperti menambah promo besar besaran atau justru berhenti beroperasi sementara. Padahal, tanpa strategi yang tepat, keputusan seperti ini bisa memperparah kondisi. Karena itu, memahami langkah saat penjualan turun menjadi kunci agar bisnis tetap bertahan.

Situasi ini sebenarnya wajar. Yang membedakan bisnis yang bertahan dan yang tidak adalah cara mereka merespons kondisi tersebut.

Evaluasi Kondisi Keuangan Secara Jujur

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melihat kondisi keuangan secara apa adanya. Berapa pemasukan yang masih ada, berapa pengeluaran tetap, dan berapa cadangan dana yang dimiliki.

Tanpa data yang jelas, sulit mengambil keputusan yang tepat. Di sinilah pentingnya pencatatan keuangan. Dengan data yang rapi, pemilik usaha bisa melihat seberapa besar dampak penurunan penjualan.

Selain itu, dari evaluasi ini bisa diketahui apakah bisnis masih bisa bertahan dalam kondisi sekarang atau perlu penyesuaian lebih lanjut.

Prioritaskan Pengeluaran yang Paling Penting

Saat penjualan turun, tidak semua pengeluaran bisa dipertahankan. Perlu ada prioritas.

Fokus pada biaya yang benar benar penting untuk menjaga bisnis tetap berjalan, seperti bahan baku utama atau biaya operasional inti. Sementara itu, pengeluaran yang sifatnya tambahan bisa mulai dikurangi atau ditunda.

Langkah ini sering kali terasa berat, tapi sangat penting untuk menjaga arus kas tetap sehat. Tanpa pengaturan yang jelas, uang bisa cepat habis tanpa terasa.

Jaga Arus Kas Tetap Aman

Arus kas adalah nyawa bisnis, terutama di masa sulit. Pastikan uang yang masuk masih cukup untuk menutup kebutuhan utama.

Jika perlu, percepat pemasukan. Misalnya dengan menawarkan pembayaran lebih cepat kepada pelanggan atau membuat paket produk yang lebih menarik.

Di sisi lain, coba negosiasi dengan supplier untuk mendapatkan tempo pembayaran yang lebih longgar. Ini bisa membantu menjaga keseimbangan keuangan.

Semua ini termasuk dalam langkah saat penjualan turun yang fokus pada menjaga likuiditas bisnis.

Jangan Langsung Mengandalkan Diskon Besar

Saat penjualan turun, banyak yang langsung memberikan diskon besar besaran. Memang bisa meningkatkan transaksi, tapi belum tentu menguntungkan.

Jika tidak dihitung dengan baik, diskon justru bisa memperkecil margin dan memperparah kondisi keuangan.

Lebih baik fokus pada strategi yang lebih terarah, seperti meningkatkan nilai produk atau memperbaiki layanan. Dengan cara ini, penjualan bisa meningkat tanpa harus mengorbankan keuntungan.

Cari Sumber Pendapatan Tambahan

Selain menekan pengeluaran, penting juga untuk mencari peluang pemasukan baru. Misalnya dengan menambah varian produk, menawarkan layanan tambahan, atau menjangkau pasar baru.

Langkah ini tidak harus besar, yang penting bisa membantu menambah arus kas.

Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas menjadi kunci. Bisnis yang mampu beradaptasi biasanya lebih mudah bertahan.

Bangun Kebiasaan Evaluasi Rutin

Penurunan penjualan sering menjadi momen yang membuka mata. Banyak hal yang sebelumnya tidak diperhatikan menjadi terlihat jelas.

Karena itu, penting untuk menjadikan evaluasi sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat kondisi buruk.

Dengan evaluasi rutin, pemilik usaha bisa lebih cepat mendeteksi masalah dan mengambil tindakan sebelum terlambat.

Tetap Tenang dan Fokus pada Solusi

Pada akhirnya, penjualan yang turun bukan akhir dari segalanya. Ini adalah bagian dari perjalanan bisnis.

Yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya. Dengan memahami langkah saat penjualan turun, pemilik usaha bisa mengambil keputusan yang lebih terarah dan tidak panik.

Bisnis yang kuat bukan yang tidak pernah mengalami penurunan, tetapi yang mampu bertahan dan bangkit kembali.

Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, kondisi sulit bisa dilewati, dan bisnis tetap punya peluang untuk berkembang di masa depan.

Jaga Industri Tahu Tempe, Pemerintah Kontrol Ketat Harga Kedelai

0

Pemerintah terus mencermati pergerakan harga kedelai di pasar dalam negeri guna memastikan stabilitas pasokan bagi industri tahu dan tempe. Hingga pertengahan April 2026, harga kedelai dinilai masih berada dalam batas wajar dan belum melampaui ketentuan yang telah ditetapkan melalui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa koordinasi dengan para importir terus diperkuat. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan harga kedelai agar tidak melonjak tajam, mengingat komoditas tersebut menjadi bahan baku utama bagi pelaku usaha kecil di sektor pangan.

Menurut Ketut, kenaikan harga memang terjadi, namun skalanya masih relatif terkendali. Pemerintah menilai kondisi tersebut belum mengganggu stabilitas pasar maupun daya beli para perajin tahu dan tempe. “Pergerakannya masih dalam kategori wajar dan sesuai dengan ketentuan harga acuan yang berlaku,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Bapanas bersama Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO), harga kedelai di sejumlah wilayah menunjukkan variasi. Di DKI Jakarta, harga berada pada kisaran Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram. Sementara itu, rata-rata di Pulau Jawa tercatat sekitar Rp10.555 per kilogram.

Di luar Jawa, fluktuasi harga terlihat lebih tinggi. Wilayah Sumatera mencatat rata-rata harga sekitar Rp11.450 per kilogram, sedangkan Sulawesi berada di kisaran Rp11.113 per kilogram. Untuk kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan, harga relatif stabil dengan rata-rata masing-masing sekitar Rp10.550 dan Rp10.908 per kilogram.

Pemerintah Tegaskan Batas Harga dan Siapkan Intervensi

Meski terdapat beberapa daerah yang mencatat harga mendekati Rp12.000 per kilogram, seperti di Aceh dan Sumatera Utara, pemerintah memastikan angka tersebut masih dalam koridor kebijakan. Regulasi terkait harga kedelai sendiri telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.

Dalam aturan tersebut, HAP untuk kedelai lokal di tingkat konsumen atau pengrajin ditetapkan maksimal Rp11.400 per kilogram. Sementara untuk kedelai impor, batas atasnya mencapai Rp12.000 per kilogram, dengan asumsi harga di tingkat importir berada di kisaran Rp11.500 per kilogram.

Ketut menegaskan, pemerintah tidak akan segan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut. Sanksi yang disiapkan mencakup pembekuan hingga pencabutan izin bagi distributor maupun importir yang terbukti menaikkan harga secara tidak wajar.

Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan stabilitas pasar. Pemerintah juga meminta seluruh pihak dalam rantai distribusi untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah situasi yang sensitif.

Lebih lanjut, pemerintah memastikan akan melakukan intervensi apabila harga kedelai di tingkat pengrajin melampaui ambang batas yang telah ditentukan. Langkah tersebut dapat berupa operasi pasar maupun penyesuaian kebijakan distribusi.