Sabtu, Mei 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 36

Jelang Nataru, Harga Pangan Sejumlah Komoditas Strategis Alami Kenaikan

0

Pemantauan harga pangan jelang Nataru kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan di tingkat pedagang eceran, terutama pada kelompok cabai dan telur.

Berdasarkan data PIHPS yang dirilis di Jakarta, Selasa (23/12/2025), harga cabai rawit merah tercatat menembus Rp73.850 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras berada di kisaran Rp33.000 per kilogram. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan permintaan yang lazim terjadi pada periode harga pangan jelang Nataru, ketika konsumsi rumah tangga dan kebutuhan perayaan cenderung meningkat.

Selain cabai rawit merah, harga bawang merah secara nasional tercatat Rp52.650 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual Rp40.000 per kilogram. Kenaikan pada komoditas hortikultura ini umumnya dipengaruhi oleh faktor distribusi dan cuaca, yang kerap berdampak pada pasokan di tingkat pasar tradisional.

Perkembangan Harga Beras dan Komoditas Pokok

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat pergerakan harga yang relatif stabil meskipun berada pada level yang bervariasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.400 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.800 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas super I berada di harga Rp17.100 per kilogram dan kualitas super II Rp16.650 per kilogram. Stabilitas harga beras dinilai cukup membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah dinamika harga pangan jelang Nataru yang terjadi pada komoditas lainnya.

Selain beras, PIHPS juga mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp19.750 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp18.200 per kilogram. Harga-harga tersebut masih berada dalam kisaran yang terpantau, meskipun tetap memerlukan pengawasan jelang puncak konsumsi akhir tahun.

Cabai, Daging, dan Minyak Goreng Masih Jadi Perhatian

Pada kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar tercatat Rp52.200 per kilogram, cabai merah keriting Rp56.100 per kilogram, serta cabai rawit hijau mencapai Rp62.000 per kilogram. Lonjakan harga cabai menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan harga pangan jelang Nataru, mengingat komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.

Untuk protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp41.600 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I tercatat Rp141.850 per kilogram dan kualitas II Rp133.950 per kilogram. Harga daging sapi umumnya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan seiring meningkatnya konsumsi.

Adapun minyak goreng curah tercatat dijual Rp18.850 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, tipe I berada di harga Rp22.500 per liter dan tipe II Rp21.550 per liter. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau pergerakan harga tersebut guna memastikan pasokan tetap lancar.

Melalui PIHPS, Bank Indonesia secara rutin menyajikan data harga pangan jelang Nataru sebagai referensi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas pasokan. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi periode libur akhir tahun dengan kondisi harga yang lebih terkendali.

BI Soroti Tingginya Undisbursed Loan, Kredit Perbankan Masih Lesu

0

Laju pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 tercatat belum mampu menyamai capaian tahun sebelumnya. Bank Indonesia (BI) menilai perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh faktor permintaan, khususnya dari dunia usaha yang masih bersikap hati-hati dalam mengambil pembiayaan baru. Kondisi tersebut mencerminkan sikap wait and see pelaku ekonomi di tengah ketidakpastian global dan dinamika ekonomi domestik.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menjelaskan bahwa banyak perusahaan menunda ekspansi usaha yang membutuhkan tambahan kredit perbankan. Pelaku usaha dinilai masih mempertimbangkan risiko serta prospek ekonomi ke depan sebelum menambah kewajiban pembiayaan dari perbankan.

“Memang masih perlu dorongan lebih lanjut. Faktor dari sisi permintaan maupun penawaran sama-sama memengaruhi. Pertumbuhan kredit belum sekuat tahun lalu,” ujar Solikin dalam Taklimat Media di Kantor Bank Indonesia, Senin (22/12/2025).

Sikap kehati-hatian tersebut tercermin dari masih tingginya nilai komitmen kredit yang belum ditarik atau undisbursed loan. Banyak korporasi sebenarnya telah mengantongi persetujuan pinjaman, namun memilih menunda pencairan karena strategi pembiayaan masih mengandalkan kas internal.

Solikin menyebut, selama dana internal masih mencukupi dan biaya pendanaan eksternal dinilai relatif tinggi, penggunaan kredit perbankan belum menjadi prioritas. Perusahaan memilih menjaga likuiditas dan fleksibilitas keuangan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Permintaan Kredit Masih Tertahan dari Dunia Usaha dan Rumah Tangga

Selain dari sektor korporasi, permintaan kredit dari rumah tangga juga belum menunjukkan lonjakan berarti. BI menilai keputusan masyarakat untuk mengambil kredit sangat dipengaruhi oleh keyakinan terhadap pendapatan di masa depan, yang hingga kini masih berada pada level moderat.

“Keputusan rumah tangga untuk mengambil kredit sangat bergantung pada ekspektasi penghasilan ke depan. Dari hasil survei, keyakinan tersebut belum cukup kuat, sehingga konsumsi berbasis kredit masih tertahan,” jelas Solikin.

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan telah menyediakan berbagai insentif likuiditas untuk mendorong penyaluran kredit perbankan. Namun, sebagaimana disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam berbagai kesempatan, dorongan dari sisi pasokan tidak akan efektif tanpa penguatan permintaan dari sektor riil.

“Likuiditas sudah kami sediakan, insentif juga banyak. Tetapi kalau tidak diserap oleh permintaan, dampaknya tentu terbatas,” ujar Solikin menegaskan kembali pandangan pimpinan BI.

Di luar faktor permintaan, BI juga mencermati masih tingginya biaya dana perbankan. Persaingan ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga membuat bank menawarkan suku bunga simpanan khusus kepada nasabah besar. Kondisi ini mendorong naiknya cost of fund, sehingga ruang penurunan suku bunga kredit menjadi semakin sempit.

Praktik tersebut, menurut BI, secara langsung memengaruhi biaya penyaluran pinjaman. Ketika biaya penghimpunan dana tinggi, perbankan akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit perbankan, terutama pada segmen yang dinilai berisiko.

Ke depan, Bank Indonesia menilai stabilitas ekonomi, perbaikan ekspektasi dunia usaha dan rumah tangga, serta pengendalian biaya dana menjadi faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Industri Nasional Didorong Lebih Adaptif Lewat Percepatan Transformasi Digital

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi percepatan transformasi digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing sekaligus ketahanan industri nasional di tengah tekanan global yang semakin kompleks. Digitalisasi industri dipandang bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan fondasi baru bagi produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor manufaktur Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan teknologi digital dan konsep industri 4.0 menjadi kunci dalam membangun ekosistem manufaktur yang tangguh, cerdas, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar global. Menurutnya, kesiapan digital akan menentukan posisi Indonesia dalam peta industri dunia.

“Kesiapan digital menjadi stimulus penting bagi dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (21/12).

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi berbasis internet telah menjangkau sekitar 229 juta pengguna atau 80,66 persen dari total populasi Indonesia. Tingginya tingkat penetrasi ini dinilai menjadi modal kuat bagi industri nasional untuk mendorong percepatan transformasi digital, khususnya dalam proses produksi, manajemen rantai pasok, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Digitalisasi Industri Jadi Pilar Daya Saing Nasional

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) secara konsisten mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri. Fokus utama diarahkan pada penguasaan teknologi digital, otomasi, serta penguatan keamanan siber di lingkungan manufaktur.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menilai bahwa lanskap industri saat ini bergerak menuju sistem produksi yang semakin terintegrasi, terhubung, dan berbasis data. Oleh karena itu, keseimbangan antara efisiensi operasional, konektivitas sistem, serta perlindungan keamanan siber menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi industri.

“Efisiensi energi, keandalan sistem, dan keamanan siber kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi industri yang ingin bertahan dan berkembang,” kata Doddy.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPSDMI menggandeng pelaku industri dan mitra teknologi dalam penyelenggaraan Seminar Kolaborasi PIDI 4.0 bertajuk Essential Backbone for Industrial Efficiency, Connectivity, and Cybersecurity. Kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta, ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor manufaktur.

SDM dan Keamanan Siber Jadi Fokus Transformasi Industri 4.0

Seminar ini menyoroti tiga aspek utama transformasi industri 4.0, yakni peningkatan efisiensi energi, optimalisasi produktivitas mesin, serta penguatan keamanan siber operasional. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan mampu menekan risiko gangguan produksi, mengendalikan biaya energi, sekaligus meminimalkan ancaman siber yang kian meningkat.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman, menambahkan bahwa tantangan global seperti kenaikan biaya energi, keterbatasan tenaga teknis terampil, hingga maraknya serangan siber menjadikan transformasi digital sebagai kebutuhan mendesak.

“Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real time, predictive maintenance berbasis data, serta perlindungan sistem industri dari serangan siber kini menjadi prasyarat utama bagi industri yang ingin tetap kompetitif,” ujarnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan transformasi digital secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga penguatan SDM dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah optimistis, transformasi digital yang terarah akan menjadi fondasi kuat bagi industri nasional untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global.

Libur Nataru 2025/2026, Tol Prosiwangi Dibuka Tanpa Tarif Selama 16 Hari

0

PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka secara fungsional Tol Prosiwangi untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Ruas yang dibuka adalah Segmen Gending–Paiton dengan panjang mencapai 24,08 kilometer. Pembukaan ini dilakukan secara situasional berdasarkan diskresi Kepolisian dan ditujukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan Jawa Timur.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa pengoperasian fungsional Tol Prosiwangi merupakan bagian dari strategi pengelolaan lalu lintas nasional, khususnya pada periode libur panjang yang kerap memicu peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Ruas Tol Prosiwangi Segmen Gending–Paiton kami operasikan secara fungsional tanpa tarif, menyesuaikan kondisi lalu lintas dan kebijakan kepolisian, sebagai langkah antisipatif menghadapi arus Nataru 2025/2026,” kata Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Rivan menegaskan, seluruh aspek pendukung operasional telah dipersiapkan secara matang. Jasa Marga memastikan kondisi infrastruktur jalan dalam keadaan laik, dilengkapi rambu sementara, penerangan memadai, serta kesiapan personel di lapangan untuk membantu pengguna jalan. Selain itu, tim layanan dan unit respons cepat juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional.

Alternatif Jalur untuk Kurangi Kepadatan Pantura

Pembukaan Tol Prosiwangi diharapkan mampu menjadi jalur alternatif strategis bagi pengguna jalan yang melintas dari arah barat ke timur Pulau Jawa maupun sebaliknya. Selama ini, jalur Pantura Jawa Timur kerap menjadi titik kepadatan saat musim liburan akibat pertemuan arus kendaraan lokal dan kendaraan jarak jauh.

Ruas Tol Prosiwangi Segmen Gending–Paiton mulai dibuka secara fungsional sejak H-5 Natal 2025 atau Sabtu, 20 Desember 2025, hingga 4 Januari 2026. Total masa pengoperasian berlangsung selama 16 hari dan akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.

Selama masa fungsional tersebut, ruas tol dapat dilintasi dua arah oleh seluruh golongan kendaraan. Jam operasional ditetapkan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pengguna jalan dapat melintas tanpa dikenakan tarif tol, namun tetap diwajibkan mematuhi seluruh rambu lalu lintas dan arahan petugas.

Jasa Marga juga terus melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan aman dan tertib. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode Nataru.

Keberadaan Tol Prosiwangi dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari efisiensi waktu tempuh, pengurangan beban jalan arteri, hingga peningkatan kenyamanan perjalanan. Jasa Marga pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi perjalanan yang aman dan lancar.

Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Pemerintah Perkuat Strategi Transformasi Digital Nasional

Pemerintah terus mematangkan strategi transformasi digital sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Melalui pendekatan lintas sektor dan kolaborasi pusat-daerah, strategi transformasi digital kini diarahkan untuk mendorong lahirnya sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas lapangan kerja berbasis teknologi, khususnya bagi generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z dan AI Open Innovation Challenge. Kedua inisiatif ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital pemerintah dalam menyiapkan talenta digital yang kompetitif serta mendukung percepatan target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Dalam sambutannya, Airlangga menyebut ekonomi digital sebagai “mesin ketiga” pertumbuhan ekonomi Indonesia, melengkapi sektor industri manufaktur dan penguatan jaring pengaman sosial. Menurutnya, sektor digital—khususnya gig economy—memiliki potensi tumbuh dua digit dan berperan strategis dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional.

“Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah melampaui USD90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga USD400 miliar pada 2030. Di tingkat regional, pasar digital ASEAN diperkirakan tumbuh signifikan. Indonesia harus mengambil peran utama melalui pengembangan SDM digital yang unggul, terutama dari Generasi Z,” ujar Airlangga.

Gig Economy Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Program Pelatihan Gig Economy dirancang sebagai upaya komprehensif untuk memperkuat ekosistem digital dari hulu ke hilir. Fokus program mencakup pengembangan sumber daya manusia, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga penguatan industri strategis seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan.

Pemerintah menargetkan implementasi program ini di 15 kota di berbagai wilayah Indonesia, dengan Jakarta ditetapkan sebagai proyek percontohan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi digital baru yang tidak terpusat di satu wilayah saja.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus senilai Rp10 triliun bagi pelaku ekonomi kreatif dan gig economy. Skema ini menawarkan suku bunga rendah sebesar 6 persen dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan proyek digital.

Selain dukungan finansial, pemerintah juga menyiapkan insentif nonfinansial berupa apresiasi bagi inovasi terbaik, termasuk pemberian unit kendaraan listrik. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau dan adopsi teknologi berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Transformasi Digital

Airlangga juga menyoroti pentingnya adopsi pola kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) sebagai bagian dari adaptasi dunia kerja digital. Skema ini dinilai mampu menjaga produktivitas tanpa menambah tekanan terhadap infrastruktur perkotaan, sekaligus mendukung pemerataan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Keberhasilan strategi transformasi digital, lanjut Airlangga, sangat bergantung pada kolaborasi multipihak. Keterlibatan sektor swasta dan BUMN seperti Telkom, Jababeka, hingga Emtek dipandang krusial dalam memperkuat peran mentoring, transfer pengetahuan, serta pengembangan pusat inovasi kecerdasan buatan di Indonesia.

Peluncuran program ini turut dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian dan pemerintah daerah, antara lain Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta jajaran pejabat Kemenko Perekonomian.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan bahwa strategi transformasi digital telah menjadi agenda nasional yang dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

Film Avatar 3 Raih USD 12 Juta di Hari Perdana, Pasar Global Jadi Andalan

0

Film Avatar 3 resmi mengawali penayangannya di bioskop pada Kamis waktu setempat dan langsung mencuri perhatian industri perfilman global. Film terbaru garapan sutradara James Cameron yang berjudul Avatar: Fire and Ash ini membukukan pendapatan awal sebesar 12 juta dolar AS dari penayangan perdananya di Amerika Serikat. Angka tersebut menjadi pijakan awal performa komersial Film Avatar 3 di tengah dinamika pasar hiburan yang semakin kompetitif.

Capaian awal ini memang masih berada di bawah film pendahulunya, Avatar: The Way of Water, yang mencatatkan sekitar 17 juta dolar AS pada pembukaan awal pada 2022. Namun demikian, pelaku industri dan analis box office tetap memandang prospek Film Avatar 3 dengan optimisme. Film ini diproyeksikan mampu meraih pendapatan sedikitnya 100 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaan di wilayah Amerika Serikat dan Kanada.

Paul Dergarabedian, Head of Marketplace Trends di Comscore, menilai performa Avatar: Fire and Ash memiliki arti penting bagi keseluruhan pendapatan box office menjelang akhir tahun. Dengan waktu yang relatif singkat sebelum pergantian kalender, Film Avatar 3 dipandang berpotensi menjadi penentu arah kinerja industri perfilman global sepanjang 2025.

Menurut Dergarabedian, tekanan terhadap film ini cukup besar mengingat waralaba Avatar selama ini selalu menjadi barometer keberhasilan film-film berskala besar. Setiap seri Avatar membawa ekspektasi tinggi, baik dari sisi komersial maupun kualitas tontonan.

Optimisme dari Pasar Internasional

Selain pasar domestik, antusiasme terhadap Film Avatar 3 juga terlihat dari kinerja pasar internasional. Disney mencatat pendapatan sebesar 43,1 juta dolar AS dari penayangan preview global. Angka tersebut menjadi penopang penting, mengingat waralaba Avatar selama ini dikenal sangat kuat di luar Amerika Utara.

Sejumlah analis menilai kekuatan utama film ini justru terletak pada pasar internasional, yang secara historis menyumbang porsi pendapatan terbesar. Waralaba Avatar telah membangun basis penonton global yang solid, terutama di Asia dan Eropa, sehingga performa internasional kerap menjadi penentu kesuksesan akhirnya.

Kondisi ini mempertegas posisi Film Avatar 3 sebagai salah satu rilisan paling diperhitungkan tahun ini. Apalagi, pendapatan preview global yang diumumkan Disney belum memasukkan kontribusi pasar China, yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesar bagi film-film Avatar.

Tantangan di Era Normal Baru Industri Film

Pengamat industri juga menyoroti bahwa setiap film Avatar dirilis dalam konteks pasar yang berbeda. Film pertama pada 2009 hadir di era kejayaan bioskop sebelum dominasi layanan streaming. Film kedua muncul saat industri perfilman bangkit dari tekanan pandemi Covid-19, ketika penonton kembali mencari pengalaman sinematik berskala besar.

Sementara itu, Film Avatar 3 dirilis di tengah kondisi pasar yang telah memasuki fase normal baru. Persaingan dengan platform digital semakin ketat, dan perilaku penonton pun terus berubah. Meski demikian, waralaba Avatar tetap dianggap sebagai fenomena langka atau “unicorn” di Hollywood karena kemampuannya mencetak pendapatan fantastis secara konsisten.

Dari sisi komersial, dua film Avatar sebelumnya sama-sama membukukan pendapatan global di atas 2 miliar dolar AS. Keberhasilan tersebut turut didukung oleh penjualan tiket layar premium seperti IMAX, Dolby Cinema, dan format 3D. Walaupun minat terhadap film 3D di Amerika Serikat cenderung menurun, format ini masih sangat diminati di pasar internasional, terutama di China.

Secara historis, sebagian besar pendapatan waralaba Avatar berasal dari luar Amerika Serikat, dengan total pendapatan internasional mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS. Perkiraan awal menunjukkan pendapatan hari pertama Film Avatar 3 berpotensi mencapai 17,1 juta dolar AS, membuka peluang bagi Avatar: Fire and Ash untuk mencatatkan salah satu pembukaan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman Kesehatan dari Galon Tidak Layak, Konsumen Diminta Lebih Teliti

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menegaskan hak masyarakat untuk menolak Galon Tidak Layak yang masih beredar di pasaran, khususnya galon guna ulang air minum yang kondisinya sudah melewati batas aman pemakaian. Penolakan terhadap Galon Tidak Layak dinilai krusial demi melindungi kesehatan konsumen sekaligus mendorong praktik distribusi air minum yang lebih bertanggung jawab.

Ketua KKI David Tobing mengungkapkan, di lapangan masih banyak ditemukan galon guna ulang berusia lebih dari dua tahun dengan kondisi fisik kusam, buram, bahkan penyok. Padahal, berdasarkan rekomendasi para ahli, masa pakai ideal galon guna ulang seharusnya maksimal satu tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap peredaran galon air minum di tingkat distribusi.

“Konsumen tidak boleh lagi pasif ketika menerima galon yang tampak buram atau rusak. Masyarakat memiliki hak untuk memilih galon yang aman dan layak,” ujar David dalam keterangannya di Jakarta. Ia juga menyoroti praktik yang dinilai tidak adil, yakni harga galon lama dan galon baru yang tetap disamakan oleh penjual, meskipun kualitasnya berbeda jauh.

Menurut David, persoalan Galon Tidak Layak tidak semata menyangkut tampilan luar. Galon yang sudah kusam menandakan terjadinya degradasi kualitas plastik. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan pelepasan zat berbahaya ke dalam air minum dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi konsumen.

Konsumen Diminta Aktif Laporkan Galon Tidak Layak

KKI juga mengungkap temuan galon dengan kode produksi lama, bahkan dari rentang tahun 2012 hingga 2016, yang masih digunakan dan beredar di wilayah Jabodetabek. Temuan tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap masih luasnya peredaran Galon Tidak Layak di tengah masyarakat. Untuk itu, konsumen diimbau lebih teliti memeriksa kondisi fisik galon serta memperhatikan kode produksi sebelum menerima air minum dari penjual.

Sebagai langkah tindak lanjut, KKI membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat yang menemukan galon tua atau tidak sesuai standar. Saluran pengaduan ini diharapkan menjadi alat kontrol publik untuk menekan peredaran galon yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Hal senada disampaikan anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Fitrah Bukhari. Ia menegaskan bahwa konsumen memiliki hak penuh untuk melapor apabila menerima galon yang sudah melewati masa pemakaian. BPKN, kata dia, membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Jika konsumen menerima galon yang sudah tidak layak pakai, laporan bisa disampaikan langsung ke BPKN melalui call center yang tersedia,” ujarnya.

KKI dan BPKN berharap keberanian konsumen untuk menolak Galon Tidak Layak dapat memberikan tekanan nyata kepada pelaku usaha agar lebih disiplin menjaga standar kualitas. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan distribusi air minum yang aman serta melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Mortar Indonesia Berkualitas, Material Lokal dengan Mutu yang Kian Diandalkan

Dunia konstruksi Indonesia terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Jika dulu pekerjaan bangunan identik dengan adukan manual di lokasi proyek, kini pendekatan tersebut mulai ditinggalkan. Kehadiran Mortar Indonesia Berkualitas dari Top Mortar menjadi penanda bahwa standar pekerjaan bangunan modern telah naik kelas. Bukan lagi sekadar soal cepat selesai, tetapi tentang presisi, konsistensi, dan ketahanan jangka panjang yang bisa diandalkan.

Perkembangan Mortar Indonesia Berkualitas tidak terjadi secara instan. Ia tumbuh dari kebutuhan nyata di lapangan. Tukang, kontraktor, hingga pemilik rumah kini semakin menyadari bahwa kualitas mortar sangat menentukan hasil akhir bangunan. Dinding yang rapi, pasangan bata yang kuat, hingga keramik yang terpasang kokoh semuanya berawal dari pemilihan mortar yang tepat.

Pergeseran dari Adukan Manual ke Mortar Instan

Selama bertahun-tahun, adukan semen dan pasir dibuat langsung di lokasi proyek. Metode ini memang fleksibel, tetapi sangat bergantung pada pengalaman tukang. Ketidakkonsistenan takaran sering memicu masalah seperti dinding retak, permukaan tidak rata, hingga daya rekat yang lemah.

Di sinilah Mortar Indonesia Berkualitas mulai mengambil peran. Mortar instan hadir dengan formulasi yang sudah terukur di pabrik, sehingga kualitas campuran lebih stabil. Cukup ditambahkan air sesuai kebutuhan, mortar siap digunakan dengan hasil yang relatif seragam. Pendekatan ini membuat pekerjaan bangunan menjadi lebih rapi, efisien, dan minim risiko kesalahan.

Teknologi di Balik Kualitas Mortar Modern

Kemajuan teknologi turut mendorong lahirnya Mortar Indonesia Berkualitas dengan standar yang lebih tinggi. Produsen mortar modern memanfaatkan sistem produksi berbasis digital dan quality control yang ketat. Bahan baku dipilih secara selektif, proses pencampuran dilakukan dengan mesin presisi, dan setiap batch diuji agar memenuhi standar kekuatan dan daya rekat.

Dengan proses seperti ini, mortar modern tidak hanya unggul dari sisi kemudahan aplikasi, tetapi juga lebih tahan dalam jangka panjang. Bangunan menjadi lebih kuat menghadapi kelembapan, perubahan suhu, dan beban struktural yang terus bekerja seiring waktu.

Dalam Hal ini, Top Mortar dikenal sebagai salah satu merek lokal yang konsisten menerapkan standar produksi modern. Tanpa promosi berlebihan, produknya banyak digunakan karena performanya terbukti di lapangan, terutama untuk kebutuhan bangunan sehari-hari.

Penerapan Mortar Indonesia Berkualitas membawa perubahan nyata dalam dunia konstruksi. Dari sisi tukang dan aplikator, pekerjaan menjadi lebih praktis dan efisien. Waktu tidak lagi habis untuk menakar pasir dan semen, sementara risiko kesalahan campuran bisa ditekan secara signifikan.

Bagi pemilik rumah, manfaatnya terasa pada hasil akhir. Dinding lebih rata, acian lebih halus, dan pemasangan keramik menjadi lebih kuat. Bangunan pun terlihat lebih rapi dan profesional, bahkan untuk proyek renovasi skala kecil.

Sementara bagi kontraktor kecil dan menengah, penggunaan mortar berkualitas tinggi membantu menjaga konsistensi hasil pekerjaan. Proyek lebih mudah dikontrol mutunya dan risiko perbaikan ulang bisa diminimalkan.

Kesadaran Baru tentang Kualitas Bangunan

Meningkatnya penggunaan Mortar Indonesia Berkualitas juga sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat. Rumah dan bangunan kini dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tempat berteduh. Material yang digunakan harus mampu bertahan menghadapi iklim tropis Indonesia yang lembap dan dinamis.

Mortar berkualitas tinggi menawarkan daya rekat yang kuat dan struktur yang lebih padat. Inilah alasan mengapa mortar modern semakin dipercaya untuk berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pembangunan rumah tinggal, renovasi, hingga fasilitas umum.

Peran Top Mortar dalam Perkembangan Mortar Indonesia yang Berkualitas

Dalam peta industri bahan bangunan nasional, Top Mortar menjadi bagian dari pertumbuhan Mortar Indonesia Berkualitas. Fokus pada kualitas, kemudahan aplikasi, dan konsistensi produk membuat Top Mortar relevan bagi pengguna awam maupun tukang berpengalaman.

Produk-produk Top Mortar dirancang agar mudah digunakan tanpa mengorbankan kekuatan dan ketahanan. Pendekatan inilah yang membantu mendorong standar mortar nasional ke level yang lebih tinggi.

Ke depan, kebutuhan akan Mortar Indonesia Berkualitas diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan pembangunan dan renovasi. Standar bangunan yang semakin ketat menuntut material yang tidak hanya praktis, tetapi juga teruji.

Mortar Indonesia kini tidak lagi cuma jadi pelengkap, melainkan fondasi penting dalam pekerjaan bangunan modern di seluruh Indonesia. Dan di tengah perubahan tersebut, mortar berkualitas tinggi telah menjadi pilihan utama bagi siapa pun yang ingin membangun dengan hasil rapi, kuat, dan tahan lama.

Minat Investasi Kian Merata, Jumlah Investor Pasar Modal Naik Tajam Sepanjang 2025

0

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perkembangan pasar keuangan nasional. Hingga Rabu, 17 Desember 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia resmi melampaui angka 20 juta atau tepatnya mencapai 20.042.365 Single Investor Identification (SID). Capaian ini menegaskan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi di pasar modal.

Dibandingkan posisi akhir 2024, jumlah investor pasar modal meningkat signifikan sebesar 34,8 persen atau bertambah 5.170.726 SID dari sebelumnya 14.871.639 SID. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap instrumen pasar modal sekaligus hasil dari konsistensi upaya literasi dan inklusi keuangan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa lonjakan jumlah investor ini tidak terlepas dari strategi edukasi nasional yang dilakukan secara masif dan merata. “Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa upaya literasi, inklusi, dan aktivasi yang dilakukan BEI bersama para pemangku kepentingan berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan partisipasi masyarakat,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Selain investor secara keseluruhan, pertumbuhan juga terlihat kuat pada segmen investor saham. Hingga pertengahan Desember 2025, jumlah investor saham tercatat mencapai 8.461.938 SID. Angka tersebut meningkat 32,6 persen atau bertambah 2.080.494 SID dibandingkan akhir 2024 yang berada di level 6.381.444 SID.

Menurut Jeffrey, tren ini menunjukkan bahwa akses edukasi pasar modal kini semakin inklusif. Masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk di luar kota-kota besar, mulai menjadikan pasar modal sebagai alternatif investasi jangka panjang.

Literasi Merata, Infrastruktur Edukasi Jadi Kunci

Pertumbuhan jumlah investor pasar modal tidak terlepas dari peran infrastruktur edukasi yang semakin luas dan merata. Saat ini, BEI didukung hampir 1.000 Galeri Investasi (GI) BEI serta 29 Kantor Perwakilan BEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan jaringan ini memungkinkan edukasi pasar modal menjangkau pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di berbagai daerah.

Sepanjang periode Januari hingga November 2025, BEI bersama GI BEI telah menyelenggarakan 59.037 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi pasar modal. Total peserta yang terlibat mencapai lebih dari 29 juta orang. Program tersebut meliputi Pengantar Sekolah Pasar Modal (SPM), SPM Level 1 hingga 3, kunjungan ke BEI, lokakarya, simulasi perdagangan saham, hingga distribusi konten edukasi digital yang dilakukan secara konsisten.

Upaya pemerataan literasi juga diperkuat melalui Program Duta Pasar Modal (DPM). Pada 2025, sebanyak 3.650 DPM aktif terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi di daerah, melanjutkan peran lebih dari 6.000 DPM pada tahun sebelumnya. Para DPM berperan sebagai ujung tombak edukasi dengan mendorong pembukaan rekening efek, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

Seiring pertumbuhan jumlah investor, kinerja pasar modal Indonesia juga menunjukkan tren positif. Pada 8 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan penutupan di level 8.710,695. Kapitalisasi pasar pada saat itu turut menembus Rp16.004 triliun, mencerminkan pendalaman pasar yang semakin kuat.

Hingga penutupan perdagangan 15 Desember 2025, kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp15.787 triliun atau setara 947 miliar dolar AS. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian berada di level Rp17,67 triliun atau sekitar 1,07 miliar dolar AS.

Dengan capaian tersebut, BEI kini masuk dalam kategori “billion dollar exchange”, yakni kelompok bursa global dengan nilai transaksi harian di atas 1 miliar dolar AS. “Capaian ini menempatkan Indonesia sejajar dengan bursa utama dunia dan menunjukkan pasar modal nasional semakin likuid dan kompetitif,” pungkas Jeffrey.

Pusat Logistik Berikat Jadi Andalan Bea Cukai Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus memperkuat Ekosistem Logistik Nasional melalui optimalisasi fasilitas kepabeanan Pusat Logistik Berikat (PLB). Sepanjang Desember 2025, sejumlah perusahaan logistik dan industri strategis memperoleh izin PLB sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong efisiensi arus barang, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta Akhmad Rofiq menegaskan, fasilitas PLB menjadi instrumen penting dalam menciptakan sistem logistik yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan PLB memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha sekaligus mempercepat distribusi barang dari hulu ke hilir.

“Pusat Logistik Berikat dirancang untuk memangkas biaya logistik, mempercepat proses distribusi, serta mendukung kelancaran kegiatan industri dan perdagangan. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat Ekosistem Logistik Nasional,” ujar Rofiq.

Pada Senin, 15 Desember 2025, Kanwil Bea Cukai Jakarta memberikan izin fasilitas PLB kepada PT Atlantik Logistik Berikat yang berlokasi di Jakarta Timur. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa logistik dan penimbunan berikat dengan layanan yang telah disesuaikan dengan standar internasional, khususnya untuk mendukung distribusi dan ekspor Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Kehadiran PT Atlantik Logistik Berikat sebagai PLB diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi rantai pasok industri terkait. Selain meningkatkan efisiensi distribusi, fasilitas ini juga diharapkan mendorong iklim usaha yang lebih kompetitif dan transparan.

Percepatan Izin PLB Dorong Efisiensi Industri

Selain PT Atlantik Logistik Berikat, Kanwil Bea Cukai Jakarta sebelumnya juga memberikan fasilitas PLB kepada PT Covestro Polymers Indonesia pada Jumat, 12 Desember 2025. Proses penerbitan izin tercatat berlangsung cepat, yakni hanya sekitar satu jam setelah perusahaan menyampaikan pemaparan proses bisnisnya.

PT Covestro Polymers Indonesia merupakan perusahaan distribusi resin polimer yang terhubung dengan jaringan inovasi material global. Fasilitas PLB yang diberikan diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas logistik perusahaan sekaligus memperkuat sektor manufaktur dalam negeri.

Pemberian fasilitas PLB ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi lebih luas, seperti peningkatan penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan struktur industri nasional. Hal ini menunjukkan peran strategis Bea Cukai dalam menjaga keseimbangan antara pengawasan dan fasilitasi perdagangan.

Komitmen Bea Cukai Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Komitmen Kanwil Bea Cukai Jakarta dalam memperkuat Ekosistem Logistik Nasional juga tercermin dari pemberian izin PLB kepada PT Kingtown Trading Investment pada Selasa, 2 Desember 2025. Perusahaan yang berdiri pada 2024 tersebut menargetkan pengelolaan pusat distribusi dan logistik berikat yang efisien dan berkualitas.

Melalui optimalisasi peran sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus mendorong pemanfaatan fasilitas kepabeanan secara optimal. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam menciptakan sistem logistik nasional yang efisien, berdaya saing, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan posisi Indonesia di pasar global.