Industri Nasional Didorong Lebih Adaptif Lewat Percepatan Transformasi Digital

0
54
Industri Nasional Didorong Lebih Adaptif Lewat Percepatan Transformasi Digital
Industri Nasional Didorong Lebih Adaptif Lewat Percepatan Transformasi Digital (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi percepatan transformasi digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing sekaligus ketahanan industri nasional di tengah tekanan global yang semakin kompleks. Digitalisasi industri dipandang bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan fondasi baru bagi produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor manufaktur Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan teknologi digital dan konsep industri 4.0 menjadi kunci dalam membangun ekosistem manufaktur yang tangguh, cerdas, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar global. Menurutnya, kesiapan digital akan menentukan posisi Indonesia dalam peta industri dunia.

“Kesiapan digital menjadi stimulus penting bagi dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (21/12).

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi berbasis internet telah menjangkau sekitar 229 juta pengguna atau 80,66 persen dari total populasi Indonesia. Tingginya tingkat penetrasi ini dinilai menjadi modal kuat bagi industri nasional untuk mendorong percepatan transformasi digital, khususnya dalam proses produksi, manajemen rantai pasok, dan pengambilan keputusan berbasis data.

PT Mitra Mortar indonesia

Digitalisasi Industri Jadi Pilar Daya Saing Nasional

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) secara konsisten mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri. Fokus utama diarahkan pada penguasaan teknologi digital, otomasi, serta penguatan keamanan siber di lingkungan manufaktur.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menilai bahwa lanskap industri saat ini bergerak menuju sistem produksi yang semakin terintegrasi, terhubung, dan berbasis data. Oleh karena itu, keseimbangan antara efisiensi operasional, konektivitas sistem, serta perlindungan keamanan siber menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi industri.

“Efisiensi energi, keandalan sistem, dan keamanan siber kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi industri yang ingin bertahan dan berkembang,” kata Doddy.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPSDMI menggandeng pelaku industri dan mitra teknologi dalam penyelenggaraan Seminar Kolaborasi PIDI 4.0 bertajuk Essential Backbone for Industrial Efficiency, Connectivity, and Cybersecurity. Kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta, ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor manufaktur.

SDM dan Keamanan Siber Jadi Fokus Transformasi Industri 4.0

Seminar ini menyoroti tiga aspek utama transformasi industri 4.0, yakni peningkatan efisiensi energi, optimalisasi produktivitas mesin, serta penguatan keamanan siber operasional. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan mampu menekan risiko gangguan produksi, mengendalikan biaya energi, sekaligus meminimalkan ancaman siber yang kian meningkat.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman, menambahkan bahwa tantangan global seperti kenaikan biaya energi, keterbatasan tenaga teknis terampil, hingga maraknya serangan siber menjadikan transformasi digital sebagai kebutuhan mendesak.

“Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real time, predictive maintenance berbasis data, serta perlindungan sistem industri dari serangan siber kini menjadi prasyarat utama bagi industri yang ingin tetap kompetitif,” ujarnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan transformasi digital secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga penguatan SDM dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah optimistis, transformasi digital yang terarah akan menjadi fondasi kuat bagi industri nasional untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan