Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 28

Perpres Segera Rampung, Konsep Ojol Sebagai UMKM Masuki Tahap Finalisasi

0

Rencana pemerintah menetapkan Ojol Sebagai UMKM semakin mendekati tahap akhir. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi berbasis aplikasi kini tengah memasuki proses finalisasi. Aturan tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang memberikan kepastian bagi pengemudi, perusahaan aplikator, hingga pelaku usaha yang bergantung pada layanan digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penyusunan Perpres telah melalui berbagai pembahasan lintas kementerian. Menurutnya, proses saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah detail sebelum aturan resmi diterbitkan.

Ia menjelaskan regulasi tersebut tidak hanya membahas status Ojol Sebagai UMKM, tetapi juga mengatur pembagian tugas antarinstansi pemerintah dalam mengawasi ekosistem transportasi online.

Dalam skema yang disiapkan, Kementerian Perhubungan tetap bertanggung jawab mengatur tarif layanan angkutan penumpang. Sementara itu, kewenangan mengenai tarif layanan pengiriman barang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Adapun Kementerian UMKM akan berperan dalam melakukan pengawasan terhadap pola kemitraan, pemberdayaan pengemudi, hingga penyediaan berbagai bentuk perlindungan bagi mitra pengemudi.

Ojol Sebagai UMKM Diharapkan Perkuat Ekosistem Digital

Maman menegaskan koordinasi antarkementerian dilakukan agar kebijakan yang lahir mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan berkelanjutan. Regulasi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, mulai dari pengemudi, perusahaan aplikasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Pembahasan terbaru juga melibatkan sejumlah perusahaan transportasi online seperti GoTo, Grab, dan Maxim. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, pemerintah mengevaluasi implementasi kebijakan pembagian pendapatan yang memberikan porsi 92 persen kepada mitra pengemudi dan delapan persen kepada perusahaan aplikator.

Menurut Maman, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik meski masih terdapat beberapa masukan teknis yang akan dibahas lebih lanjut. Pemerintah ingin memastikan seluruh kebijakan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan para pengemudi.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya tetap berfokus pada pengaturan tarif layanan transportasi online beserta mekanisme pembagian pendapatan. Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan sebagai aturan pelaksanaan di lapangan.

Dukungan juga datang dari kalangan industri. Chief Executive Officer GoTo Hans Patuwo menyatakan perusahaan siap bekerja sama dengan pemerintah dalam menyempurnakan regulasi baru.

Cincin Juara Piala Dunia 2026 Dijual ke Publik, FIFA Tuai Kritik!

0

Keputusan FIFA Jual Cincin juara Piala Dunia 2026 kepada publik memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola. Selain memberikan cincin eksklusif kepada tim juara, FIFA juga akan memasarkan ribuan cincin edisi terbatas dengan harga yang diperkirakan mencapai 112.000 pound sterling atau sekitar Rp2,7 miliar per unit. Kebijakan ini langsung menuai kritik karena dinilai semakin mengedepankan sisi komersial turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui Yahoo! Sports, FIFA memperkenalkan tradisi baru berupa cincin kejuaraan bagi pemenang Piala Dunia 2026. Selama ini, simbol utama kemenangan hanyalah medali emas yang diberikan kepada pemain dan staf pelatih. Kini, organisasi sepak bola dunia itu menambah penghargaan berupa cincin, mengikuti tradisi yang lebih dahulu dikenal di liga olahraga Amerika Serikat seperti NBA, NFL, dan MLB.

Sebanyak 30 cincin akan diserahkan kepada anggota tim juara sebagai bentuk penghargaan resmi. Sementara itu, sebanyak 1.996 cincin lainnya akan dipasarkan kepada kolektor dan penggemar melalui lisensi resmi FIFA. Program FIFA Jual Cincin Piala Dunia 2026 tersebut menjadi salah satu inovasi baru yang menyasar penggemar sepak bola sekaligus pasar barang koleksi premium.

Desain Eksklusif Tuai Kritik dari Penggemar

FIFA menjelaskan setiap cincin akan dibuat secara personal dengan desain yang menyesuaikan identitas negara juara Piala Dunia 2026. Salah satu sisi cincin akan menampilkan trofi Piala Dunia, sedangkan sisi lainnya memuat elemen khusus yang mencerminkan karakter tim pemenang.

Menurut FIFA, cincin tersebut dirancang sebagai simbol sejarah yang hanya dimiliki segelintir orang di dunia. Organisasi itu juga menyebut kehadiran cincin kemenangan menjadi momen pertama dalam sejarah turnamen FIFA yang menghadirkan tradisi khas olahraga Amerika ke ajang sepak bola internasional.

Meski diklaim memiliki nilai historis tinggi, langkah FIFA Jual Cincin tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Banyak penggemar menilai harga yang dipatok terlalu tinggi dan semakin memperlihatkan arah komersialisasi sepak bola modern. Di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan alasan FIFA memproduksi ribuan cincin untuk dijual kepada publik, bukan sekadar sebagai penghargaan eksklusif bagi juara.

Sorotan tersebut menambah daftar kritik terhadap FIFA yang dalam beberapa tahun terakhir dianggap semakin agresif mencari sumber pendapatan baru. Meski demikian, FIFA tetap meyakini cincin edisi terbatas itu akan menjadi salah satu koleksi paling prestisius bagi penggemar yang ingin memiliki bagian dari sejarah Piala Dunia.

Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu

Transformasi Digital Sektor Farmasi terus didorong Kemenperin sebagai bagian dari percepatan implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengujian teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri farmasi guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing manufaktur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi industri. Menurutnya, perusahaan manufaktur tidak lagi cukup hanya mengandalkan proses produksi konvensional apabila ingin bersaing di pasar internasional.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi canggih seperti AI mampu membantu industri meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus memperkuat daya saing sektor kimia dan farmasi. Karena itu, pemerintah terus mempercepat adopsi teknologi digital melalui berbagai program pendampingan dan kolaborasi.

Upaya tersebut dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, lembaga ini juga memfasilitasi implementasi teknologi digital secara langsung di lingkungan industri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan salah satu program yang dijalankan ialah Proof of Concept (PoC), yaitu proses pengujian solusi digital dalam kondisi operasional nyata sebelum diterapkan secara luas. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi risiko investasi teknologi sekaligus memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kolaborasi Percepat Transformasi Digital Sektor Farmasi

Sebagai implementasi program tersebut, selama April hingga Juni 2026 BPSDMI memfasilitasi pengujian System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama Bogor Technology. Teknologi tersebut diterapkan di PT Kalbe Farma Tbk dengan fokus pada sistem predictive maintenance berbasis AI serta pemantauan kondisi mesin produksi secara real time.

Solusi SIAT memanfaatkan teknologi machine learning untuk menganalisis performa peralatan produksi. Melalui sistem tersebut, potensi gangguan mesin dapat dideteksi lebih awal sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, serta menyusun jadwal perawatan yang lebih efektif berdasarkan data.

Selain menguji kemampuan analisis prediktif, pelaksanaan PoC juga mengevaluasi tingkat akurasi sistem, kemudahan integrasi dengan infrastruktur digital yang telah dimiliki perusahaan, hingga peluang pengembangannya pada tahap implementasi berikutnya.

Kegiatan penutupan fasilitasi PoC berlangsung di PIDI 4.0 dan dihadiri Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian sebagai pembina sektor industri farmasi.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri menilai kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri menjadi model yang efektif dalam mempercepat Transformasi Digital Sektor Farmasi. Menurutnya, sinergi tersebut membuktikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebatas konsep, melainkan solusi nyata yang mampu meningkatkan efisiensi industri.

FIFA Diproyeksikan Kantongi Rp177 Triliun dari Gelaran Piala Dunia 2026

0

Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya berakhir dengan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi juara, tetapi juga mencatat sejarah sebagai turnamen sepak bola paling menguntungkan yang pernah digelar FIFA. Selain menghadirkan persaingan sengit di lapangan, Gelaran Piala Dunia edisi kali ini diperkirakan menghasilkan pendapatan fantastis yang melampaui seluruh penyelenggaraan sebelumnya.

Berdasarkan analisis Sports Value yang mengacu pada Laporan Tahunan FIFA, total pendapatan turnamen diproyeksikan menembus USD10,9 miliar sepanjang 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 56 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang membukukan pemasukan sekitar USD7 miliar. Sebelumnya, turnamen di Qatar juga telah mencatat kenaikan sekitar 32 persen dibandingkan edisi 2018 di Rusia.

Lonjakan pendapatan tersebut tidak lepas dari perubahan format kompetisi yang melibatkan lebih banyak peserta dan pertandingan. Selain itu, status Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama turut memperluas jangkauan pasar, meningkatkan minat sponsor, serta mendongkrak jumlah penonton yang hadir langsung di stadion.

Hak siar televisi menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar. Nilainya diperkirakan melampaui USD4,2 miliar, sekaligus menjadi rekor baru bagi FIFA. Di sisi lain, kontribusi sponsor diprediksi menembus lebih dari USD2,8 miliar seiring tingginya antusiasme perusahaan global untuk menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Gelaran Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Pendapatan FIFA

Peningkatan paling mencolok berasal dari penjualan tiket pertandingan dan layanan hospitality. Jika pada Piala Dunia 2022 pendapatan dari sektor ini mencapai sekitar USD950 juta, maka pada edisi 2026 nilainya diperkirakan melonjak hingga sekitar USD3 miliar. Artinya, terjadi kenaikan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan turnamen sebelumnya.

Besarnya skala kompetisi juga berdampak pada kebutuhan infrastruktur. Pengeluaran yang berkaitan dengan stadion dan operasional pertandingan bahkan disebut setara dengan total biaya enam edisi Piala Dunia sebelumnya jika digabungkan.

Di luar aspek bisnis, FIFA juga meningkatkan nilai hadiah bagi peserta. Spanyol sebagai juara dunia memperoleh hadiah sebesar USD51 juta, naik signifikan dibandingkan bonus USD42 juta yang diterima Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022.

Argentina yang finis sebagai runner-up membawa pulang USD34 juta. Inggris di posisi ketiga memperoleh USD30 juta, sedangkan Prancis sebagai peringkat keempat menerima USD28 juta.

Sementara itu, negara-negara yang mencapai babak perempat final mendapatkan hadiah USD20 juta. Tim yang terhenti di babak 16 besar memperoleh USD16 juta, peserta yang lolos hingga fase 32 besar menerima USD12 juta, dan seluruh tim yang hanya bermain di fase grup tetap memperoleh hadiah USD10 juta.

Indonesia Lirik Teknologi Robotika dan AI China demi Perkuat Industri Masa Depan

Teknologi Robotika dan AI menjadi salah satu fokus utama Indonesia dalam mempercepat transformasi industri nasional. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan teknologi terkemuka dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Tiongkok.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela deklarasi pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Bersama delegasi Indonesia, Airlangga berdialog langsung dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, serta CICT-FiberHome untuk mempelajari perkembangan inovasi terbaru di bidang robotika dan kecerdasan buatan.

Menurut Airlangga, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari strategi transformasi industri yang telah dimulai melalui program Making Indonesia 4.0 sejak 2018. Pemerintah kini ingin mempercepat pemanfaatan Teknologi Robotika dan AI sebagai fondasi industri masa depan sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Ia menegaskan, penguasaan teknologi canggih menjadi bagian dari visi pemerintah untuk membangun kemandirian industri. Dengan dukungan sumber daya manusia yang besar serta perkembangan ekosistem digital yang semakin pesat, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi salah satu pemain penting dalam pengembangan teknologi global.

Teknologi Robotika dan AI Berpotensi Perkuat Industri Nasional

Saat mengunjungi Unitree Robotics, Airlangga menyaksikan langsung demonstrasi robot humanoid dan robot berkaki empat (quadruped) yang telah digunakan untuk berbagai kebutuhan industri. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk inspeksi fasilitas industri, patroli gardu listrik, hingga mendukung riset kecerdasan buatan di berbagai universitas dunia.

Perusahaan tersebut diketahui telah mengirimkan lebih dari 50 ribu unit robot quadruped ke berbagai negara dan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar global pada segmen tersebut.

Pemerintah menilai pemanfaatan Teknologi Robotika dan AI dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat aspek keselamatan kerja, terutama di sektor pertambangan, minyak dan gas, hingga ketenagalistrikan. Karena itu, peluang transfer teknologi, perakitan lokal, serta pengembangan rantai pasok dalam negeri menjadi salah satu poin yang didorong dalam pembahasan bersama perusahaan teknologi tersebut.

Selain Unitree Robotics, delegasi Indonesia juga mengunjungi Deep Robotics yang dikenal mengembangkan robot quadruped untuk kebutuhan inspeksi industri, operasi tanggap darurat, dan pekerjaan berisiko tinggi.

Teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia, khususnya untuk mendukung operasional di kawasan terpencil, sektor energi, pertambangan, hingga penanganan bencana alam. Pemerintah juga melihat peluang kolaborasi antara perusahaan teknologi asal Tiongkok dengan industri nasional melalui pengembangan sistem integrasi bersama mitra lokal.

Merchant Wajib Simak! Cara Daftar QRIS dan Beragam Keuntungan yang Ditawarkan

0

Daftar QRIS untuk Merchant menjadi langkah yang semakin banyak dipilih pelaku usaha untuk mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia. Seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai, QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia kini menjadi salah satu metode pembayaran favorit masyarakat karena dapat digunakan melalui berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking hanya dengan satu kode QR.

Bank Indonesia mencatat perkembangan QRIS terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah merchant yang telah bergabung mencapai sekitar 39,3 juta. Sementara itu, pengguna QRIS telah menyentuh angka 57 juta atau sekitar 95 persen dari target 60 juta pengguna yang diproyeksikan tercapai pada 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa melakukan pembayaran secara digital. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pelanggan dengan menyediakan metode pembayaran yang praktis dan mudah diakses.

QRIS juga memberikan kemudahan bagi merchant karena seluruh transaksi dapat dilakukan menggunakan satu kode QR tanpa perlu menyediakan banyak kode dari berbagai penyedia layanan pembayaran. Selain lebih sederhana, sistem ini membantu proses transaksi berlangsung lebih cepat dan efisien.

Keuntungan dan Cara Daftar QRIS untuk Merchant

Ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh pelaku usaha setelah menggunakan QRIS. Salah satunya adalah meningkatnya potensi penjualan karena pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi pembayaran apa pun yang telah terintegrasi dengan QRIS.

Selain itu, pencatatan transaksi menjadi lebih rapi karena seluruh pembayaran terekam secara digital. Penggunaan uang tunai pun dapat dikurangi sehingga risiko kesalahan perhitungan maupun peredaran uang palsu bisa diminimalkan. Kehadiran QRIS juga mampu meningkatkan citra usaha karena dianggap lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

Bagi yang ingin Daftar QRIS untuk Merchant, langkah pertama adalah memilih Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang telah memperoleh izin resmi dari Bank Indonesia. Informasi mengenai daftar PJP dapat diakses melalui situs resmi Bank Indonesia pada menu layanan QRIS.

Setelah menentukan penyedia layanan, merchant dapat mengajukan pendaftaran secara langsung ke kantor PJP atau melalui sistem online jika tersedia. Selanjutnya, calon merchant diminta melengkapi dokumen yang dipersyaratkan untuk proses verifikasi.

Apabila seluruh data telah dinyatakan lengkap, penyedia layanan akan menerbitkan Merchant ID beserta kode QRIS yang dapat langsung digunakan untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital, Daftar QRIS untuk Merchant menjadi salah satu strategi yang layak dipertimbangkan agar usaha mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen sekaligus meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Naik Turun Sepanjang Pekan, Harga Emas Dalam Sepekan Berakhir Melemah

0

Harga Emas Dalam Sepekan menunjukkan tren melemah pada perdagangan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam). Dalam periode 13 hingga 18 Juli 2026, harga logam mulia 24 karat tercatat turun Rp21.000 per gram, meski sempat mengalami kenaikan di tengah pekan sebelum kembali terkoreksi menjelang akhir perdagangan.

Pada awal pekan, Senin (13/7), harga emas Antam dibuka di level Rp2.635.000 per gram. Hingga penutupan perdagangan Sabtu (18/7), harga tersebut turun menjadi Rp2.614.000 per gram. Pergerakan tersebut mencerminkan fluktuasi yang cukup dinamis selama enam hari perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan, harga tertinggi selama periode tersebut terjadi pada awal dan pertengahan pekan, yakni Rp2.635.000 per gram. Sementara itu, level terendah tercatat pada Jumat (17/7) ketika harga menyentuh Rp2.606.000 per gram sebelum kembali menguat tipis sehari berikutnya.

Harga Emas Dalam Sepekan diawali dengan penurunan pada Selasa (14/7). Saat itu, harga terkoreksi Rp20.000 menjadi Rp2.615.000 per gram. Namun pelemahan tersebut tidak berlangsung lama karena pada Rabu (15/7) harga kembali naik sebesar Rp20.000 sehingga kembali ke posisi Rp2.635.000 per gram.

Pergerakan Harga Berlangsung Fluktuatif

Memasuki Kamis (16/7), harga emas kembali mengalami koreksi meski dalam jumlah terbatas, yakni turun Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Tekanan terbesar terjadi pada Jumat (17/7), ketika harga merosot Rp27.000 dan berada di level Rp2.606.000 per gram, sekaligus menjadi posisi terendah sepanjang pekan.

Pada perdagangan Sabtu (18/7), pasar menunjukkan sedikit pemulihan. Harga emas naik Rp8.000 sehingga ditutup di level Rp2.614.000 per gram. Meski demikian, kenaikan tersebut belum mampu menghapus penurunan yang terjadi sejak awal pekan.

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penyesuaian. Dalam periode yang sama, harga buyback turun Rp46.000 per gram, dari Rp2.395.000 menjadi Rp2.349.000 per gram. Nilai buyback merupakan acuan yang digunakan Antam saat membeli kembali emas milik masyarakat.

Rangkuman Harga Emas Antam

Secara rinci, harga emas Antam bergerak dari Rp2.635.000 per gram pada Senin, turun menjadi Rp2.615.000 pada Selasa, lalu kembali naik ke Rp2.635.000 pada Rabu. Selanjutnya harga terkoreksi menjadi Rp2.633.000 pada Kamis, melemah ke Rp2.606.000 pada Jumat, dan ditutup di Rp2.614.000 per gram pada Sabtu.

Harga Emas Dalam Sepekan masih menunjukkan pelemahan bersih dibandingkan posisi awal perdagangan. Pergerakan yang naik turun ini menjadi gambaran bahwa pasar emas domestik tetap dipengaruhi dinamika harga harian, sehingga investor maupun masyarakat perlu terus memantau perkembangan sebelum melakukan transaksi jual maupun beli logam mulia.

Motor Bertangki Besar Bisa Jadi Target Pengawasan Baru dalam Penyaluran BBM Subsidi

0

Penggunaan Motor Bertangki Besar untuk membeli BBM bersubsidi kembali menjadi perhatian setelah Pertamina Patra Niaga memberi sinyal akan memperketat pengawasan di SPBU. Langkah tersebut dipertimbangkan karena kendaraan dengan tangki modifikasi dinilai berpotensi menghambat penyaluran Pertalite agar tepat sasaran sekaligus memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan praktik penggunaan tangki berkapasitas lebih besar dari standar memang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Ia menegaskan Pertamina mendukung setiap upaya yang bertujuan memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi berjalan sesuai aturan. Karena itu, keberadaan Motor Bertangki Besar yang digunakan untuk mengisi Pertalite menjadi salah satu aspek yang perlu diawasi lebih ketat di lapangan.

Pertamina Siap Dukung Penyaluran BBM Tepat Sasaran

Meski memberikan sinyal pengawasan lebih ketat, Roberth menjelaskan bahwa Pertamina tidak memiliki kewenangan menetapkan regulasi terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Menurutnya, Pertamina hanya menjalankan tugas sebagai penyalur bahan bakar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh sebab itu, setiap perubahan aturan mengenai pengawasan Motor Bertangki Besar maupun mekanisme penyaluran BBM subsidi tetap menunggu keputusan regulator.

Saat ini, aturan yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta Surat Keputusan BPH Migas Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2020. Dalam regulasi tersebut, pembatasan volume pembelian BBM bersubsidi baru diterapkan untuk kendaraan roda empat dan kendaraan niaga.

Sementara itu, sepeda motor masih belum memiliki ketentuan khusus mengenai batas maksimal pengisian Pertalite. Program Subsidi Tepat yang menggunakan QR Code juga hingga kini hanya diwajibkan bagi kendaraan roda empat.

Viral di Media Sosial Jadi Sorotan

Wacana pengetatan pengawasan mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU. Dalam video tersebut, sejumlah pihak menduga antrean dipicu oleh kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi dengan kapasitas jauh lebih besar dibanding spesifikasi pabrikan.

Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa penggunaan Motor Bertangki Besar dapat mengurangi ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat lain. Selain berpotensi menimbulkan antrean, praktik tersebut juga dinilai tidak sejalan dengan tujuan pemerintah dalam menjaga distribusi energi agar lebih tepat sasaran.

Ke depan, Pertamina menyatakan siap mendukung kebijakan apa pun yang ditetapkan pemerintah dan BPH Migas demi memastikan penyaluran Pertalite berlangsung lebih tertib, adil, dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi.

Sistem Buat Bisnis yang Membantu UMKM Naik Kelas Tanpa Bergantung pada Pemilik

0

Membangun Sistem Buat Bisnis sering kali dianggap hanya penting bagi perusahaan besar. Padahal, usaha kecil hingga UMKM juga membutuhkan sistem agar operasional tidak selalu bergantung pada pemiliknya. Di Berempat.com, kami melihat banyak pelaku usaha yang mampu menghasilkan penjualan setiap hari, tetapi kesulitan berkembang karena hampir semua pekerjaan masih dikerjakan sendiri. Mulai dari membalas chat pelanggan, mengemas pesanan, mencatat transaksi, hingga mengatur stok, semuanya berada di tangan satu orang. Kondisi seperti ini memang bisa berjalan dalam jangka pendek, tetapi lama-kelamaan akan melelahkan dan berpotensi menghambat pertumbuhan usaha.

Tidak sedikit pemilik bisnis yang merasa usahanya berhenti ketika mereka sedang sakit, libur, atau memiliki urusan lain. Hal tersebut menjadi tanda bahwa bisnis belum memiliki sistem kerja yang kuat.

Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2024/2025, salah satu tantangan terbesar pelaku usaha kecil adalah membangun operasional yang mampu bertahan dan berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada pemilik. Artinya, kesuksesan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan proses kerja yang efisien.

Kenapa Bisnis Tidak Boleh Bergantung pada Satu Orang?

Pada tahap awal, mengerjakan semuanya sendiri memang terasa lebih hemat.

Namun, ketika jumlah pelanggan mulai bertambah, cara kerja tersebut justru dapat menjadi hambatan.

Misalnya, pelanggan harus menunggu lama karena hanya ada satu orang yang membalas pesan.

Pengiriman terlambat karena pemilik usaha sedang memiliki kegiatan lain.

Atau stok barang tidak tercatat dengan baik sehingga sering terjadi kesalahan saat menerima pesanan.

Masalah seperti ini sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya pelanggan, melainkan belum adanya Sistem Buat Bisnis yang jelas.

Semakin cepat sistem dibangun, semakin mudah usaha berkembang tanpa harus terus-menerus bergantung pada tenaga pemilik.

Sistem Bukan Berarti Harus Rumit

Mendengar kata “sistem”, banyak orang langsung membayangkan aplikasi mahal atau prosedur yang kompleks.

Padahal, sistem dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Contohnya:

  • Semua pesanan dicatat dalam satu format yang sama.
  • Jadwal pengemasan dilakukan pada jam tertentu setiap hari.
  • Stok diperbarui setelah ada transaksi.
  • Semua pertanyaan pelanggan memiliki template jawaban dasar.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut membantu mengurangi kesalahan sekaligus mempercepat proses kerja.

Menurut McKinsey & Company, standarisasi proses kerja menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan produktivitas organisasi karena aktivitas dapat dilakukan lebih cepat dan konsisten.

Langkah Membangun Sistem Buat Bisnis

Tidak perlu langsung mengubah seluruh operasional sekaligus. Mulailah dari bagian yang paling sering menghabiskan waktu.

1. Dokumentasikan Cara Kerja

Tuliskan langkah-langkah yang biasa dilakukan setiap hari.

Misalnya alur menerima pesanan, mengecek pembayaran, mengemas produk, hingga mengirim barang.

Dokumentasi sederhana ini akan memudahkan jika suatu saat pekerjaan perlu didelegasikan kepada orang lain.

2. Gunakan Alat Digital yang Sesuai

Saat ini tersedia banyak aplikasi gratis maupun berbiaya rendah yang dapat membantu mengelola bisnis.

Misalnya aplikasi pencatatan keuangan, manajemen stok, kalender kerja, hingga fitur balas otomatis pada aplikasi pesan.

Teknologi tidak menggantikan manusia, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih efisien.

3. Pisahkan Aktivitas yang Bisa Didelegasikan

Tidak semua pekerjaan harus dilakukan sendiri.

Pemilik usaha dapat mulai mendelegasikan tugas seperti pengemasan, administrasi, atau pengelolaan media sosial ketika bisnis mulai berkembang.

Dengan begitu, waktu pemilik dapat difokuskan pada pengembangan produk, strategi pemasaran, dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Bisnis yang Bertumbuh Dibangun oleh Proses Dan Sistem

Menurut Harvard Business Review, perusahaan yang memiliki proses kerja yang terdokumentasi dengan baik lebih mudah melakukan pengembangan usaha karena pengetahuan tidak hanya tersimpan di kepala pemilik.

Hal yang sama berlaku bagi UMKM.

Semakin jelas alur kerja yang dimiliki, semakin kecil risiko terjadinya kesalahan operasional.

Selain itu, pelanggan juga memperoleh pengalaman yang lebih konsisten karena pelayanan tidak berubah meskipun jumlah pesanan meningkat.

Sistem yang Baik Memberikan Kebebasan bagi Pemilik Bisnis

Banyak orang membangun bisnis dengan harapan memiliki waktu yang lebih fleksibel.

Namun kenyataannya, sebagian pelaku usaha justru bekerja lebih lama dibanding saat masih menjadi karyawan.

Penyebabnya bukan karena bisnisnya terlalu besar, melainkan karena semua aktivitas masih bergantung pada satu orang.

Membangun Sistem Buat Bisnis bukan berarti mengurangi peran pemilik, tetapi menciptakan cara kerja yang membuat usaha tetap berjalan meskipun pemilik sedang beristirahat, menghadiri pertemuan, atau fokus mengembangkan peluang baru.

Transfer Makin Praktis, Fitur Baru BI-FAST Hadirkan Bulk Transfer hingga Auto Debit

0

Fitur Baru BI-FAST resmi diperkenalkan Bank Indonesia untuk memperluas layanan sistem pembayaran digital yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Tiga layanan tambahan tersebut dihadirkan guna menjawab kebutuhan masyarakat dalam melakukan transfer massal, penagihan pembayaran, hingga transaksi rutin yang berlangsung secara otomatis antarbank.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan BI-FAST yang terus mengalami peningkatan penggunaan. Berdasarkan data pada kuartal IV 2025, jumlah transaksi yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,358 miliar transaksi atau tumbuh 30,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi nilai, total transaksi bahkan menembus Rp3.442,26 triliun, menunjukkan semakin besarnya peran sistem pembayaran tersebut dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Seiring pertumbuhan tersebut, Fitur Baru BI-FAST diharapkan mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih fleksibel, baik bagi individu maupun pelaku usaha yang membutuhkan layanan pembayaran secara real-time.

Tiga Layanan Baru Permudah Transaksi Digital

Salah satu layanan terbaru adalah Bulk Credit Transfer, yaitu fasilitas yang memungkinkan pengguna mengirim dana kepada sedikitnya 20 penerima dalam satu kali transaksi. Seluruh proses dilakukan secara real-time sehingga sangat membantu perusahaan, instansi, maupun organisasi yang harus menyalurkan dana kepada banyak rekening sekaligus.

Untuk menggunakan layanan ini, nasabah cukup membuka aplikasi mobile banking atau internet banking, kemudian memilih menu BI-FAST dan fitur Bulk Credit Transfer. Setelah mengunggah daftar rekening tujuan beserta nominal transfer, pengguna tinggal melakukan konfirmasi menggunakan PIN atau metode autentikasi yang berlaku. Biaya transaksi mengikuti ketentuan BI-FAST dengan tarif maksimal Rp2.100 per transfer.

Selain itu, Bank Indonesia juga menghadirkan layanan Request for Payment (RFP). Melalui fitur ini, pengguna dapat mengirim permintaan pembayaran secara langsung kepada pihak lain melalui sistem BI-FAST. Setelah permintaan diterima dan disetujui, dana akan otomatis ditransfer ke rekening pemohon.

Layanan tersebut dinilai cocok dimanfaatkan untuk penagihan invoice, pembayaran iuran, hingga pembagian biaya kegiatan bersama. Pengguna hanya perlu memilih menu Request for Payment, memasukkan rekening tujuan, menentukan nominal beserta keterangan transaksi, lalu mengirimkan permintaan pembayaran. Biaya yang dikenakan maksimal Rp2.500 untuk setiap transaksi yang berhasil diproses.

Pembayaran Rutin Kini Bisa Berjalan Otomatis

Pelengkap dari Fitur Baru BI-FAST adalah Direct Debit Transfer, yakni layanan pendebitan otomatis berdasarkan persetujuan awal dari pemilik rekening. Sistem ini memungkinkan pembayaran rutin dilakukan sesuai jadwal tanpa perlu melakukan transfer secara manual setiap kali jatuh tempo.

Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup membuka aplikasi perbankan, memilih menu BI-FAST, lalu mengaktifkan fitur Direct Debit. Selanjutnya nasabah menentukan jadwal pembayaran, batas nominal transaksi, serta memberikan persetujuan melalui mekanisme keamanan yang diterapkan bank.

Hadirnya Fitur Baru BI-FAST menjadi langkah lanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional. Dengan berbagai layanan tambahan tersebut, proses transfer dana, penagihan, hingga pembayaran berkala diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha yang semakin terdigitalisasi.