Minggu, September 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 168

Harga Cabai hingga Minyak Goreng Naik Drastis, Ini Kata Pedagang di Pasar!

0

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah cabai. Di Pasar Anyar Tangerang, Andri, seorang pedagang cabai, mengungkapkan bahwa harga cabai keriting melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

“Dulu harganya Rp15.000 sampai Rp20.000 per kilogram. Sekarang sudah naik menjadi Rp40.000 per kilogram,” ujar Andri pada Jumat (13/12/2024).

Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada cabai keriting. Menurut Andri, berbagai jenis cabai lainnya, seperti cabai rawit dan cabai tewe merah, juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Hal ini, lanjutnya, tak lepas dari tingginya permintaan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, musim hujan yang tengah berlangsung turut memengaruhi lonjakan harga cabai. Hujan deras membuat pasokan cabai dari petani ke pasar berkurang, sementara permintaan dari konsumen tetap tinggi.

“Namanya usaha, pasti ada pasang surut. Kadang ramai, kadang sepi. Alhamdulillah masih jalan,” tambah Andri dikutip dari Liputan6.

Minyak Goreng Mahal, Minyakita Langka di Pasaran

Fenomena serupa juga terjadi di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, di mana harga minyak goreng mencatat kenaikan yang cukup mencolok. Pedagang sembako bernama Anwar menyebut bahwa harga minyak goreng kemasan premium kini melambung tinggi.

“Harga minyak merek Barco yang sebelumnya Rp28.000 per liter, sekarang naik jadi Rp36.000 per liter. Ini karena biaya produksi dan distribusi yang makin mahal,” jelas Anwar pada Senin (2/12/2024).

Minyak goreng bersubsidi seperti Minyakita juga mengalami masalah serupa. Selain harganya yang naik, produk ini kini semakin sulit ditemukan di pasar. Pedagang lainnya, Nano, mengungkapkan bahwa stok Minyakita di pasaran semakin terbatas.

“Sekarang Minyakita sudah dijual Rp17.000 per liter, padahal sebelumnya hanya Rp15.000 per liter. Selain itu, barangnya juga mulai langka,” kata Nano.

Musim Hujan dan Lonjakan Permintaan Jadi Penyebab Utama

Kenaikan harga bahan pokok seperti cabai dan minyak goreng menjelang Nataru dipicu oleh beberapa faktor. Selain meningkatnya permintaan karena banyaknya masyarakat yang bersiap merayakan Natal dan Tahun Baru, musim hujan juga menjadi salah satu penyebab utama.

Musim hujan yang intens menghambat proses panen dan distribusi bahan pokok, sehingga jumlah pasokan di pasar menjadi berkurang. Akibatnya, harga-harga pun melonjak tajam, terutama untuk barang-barang seperti cabai dan minyak goreng.

Peningkatan harga bahan pokok ini menambah beban bagi masyarakat, terutama menjelang libur panjang akhir tahun. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini agar kestabilan harga bahan pangan dapat segera terwujud.

UMKM Bangkit di Era Digital, Mendag Ikut Promosi di Live Shopping Shopee

0

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, turut mempromosikan produk UMKM melalui live shopping yang digelar di kantor Shopee, Jakarta, pada Kamis (12/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12, yang serentak dirayakan oleh berbagai platform e-commerce di Indonesia.

Dalam acara tersebut, Mendag Budi Santoso menyampaikan pentingnya UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar mereka, baik secara lokal maupun global. Beliau juga mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk mereka.

“Beradaptasi dan berinovasi adalah kunci. Produk kita harus berkualitas, dan ini adalah peluang besar untuk para UMKM memanfaatkan pasar domestik yang begitu luas,” ujar Budi Santoso.

Salah satu produk yang dipromosikan dalam siaran langsung tersebut adalah abaya dan kerudung dari jenama lokal Sayra, yang dijual dengan harga sekitar Rp160 ribuan. Mendag terkejut dengan kualitas produk tersebut, yang menurutnya sebanding dengan produk serupa di pasar internasional. Selain itu, ia juga memperkenalkan sweater rajutan dari Kevas Co., yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp200 ribuan. “Kalau dijual di luar negeri, harganya pasti jauh lebih mahal,” katanya.

Pesan Mendag: Kuasai Pasar Domestik

Mendag Budi menekankan pentingnya UMKM untuk menguasai pasar dalam negeri. Ia menggarisbawahi bahwa kerja sama antara pemerintah, pelaku UMKM, dan platform e-commerce seperti Shopee sangat diperlukan untuk memastikan produk lokal mendominasi pasar domestik.

Kunjungan ke Kampus UMKM Shopee

Selain tampil di sesi live shopping, Mendag Budi Santoso juga memberikan kejutan dengan mengunjungi para pelaku UMKM yang sedang menjalani pelatihan di Kampus UMKM Shopee. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tiga program utama Kementerian Perdagangan, yaitu:

  1. Perlindungan Pasar Dalam Negeri.
  2. Perluasan Pasar Ekspor.
  3. Peningkatan UMKM Berani Inovasi dan Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

“Kita memiliki pasar domestik yang besar. Jangan sampai produk lokal kalah bersaing di negeri sendiri. Manfaatkan program ini untuk memperluas jangkauan pasar,” ujar Budi Santoso. Ia juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk memanfaatkan dukungan dari perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dalam mencari peluang ekspor.

Perwakilan perdagangan RI, yang tersebar di 46 kota dunia, dapat membantu UMKM dalam menghubungkan mereka dengan calon pembeli internasional, menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching), dan mendukung partisipasi UMKM dalam pameran internasional.

Bazar UMKM dan Dukungan Shopee

Di sela-sela kunjungannya, Mendag juga menyempatkan diri untuk melihat bazar UMKM Shopee. Bazar ini menampilkan berbagai produk UMKM binaan Shopee yang telah dikurasi dan memenuhi standar platform tersebut.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto, yang hadir bersama Country Head of SEA Group Indonesia, Jerold Ng, menegaskan komitmen Shopee untuk terus mendukung UMKM melalui berbagai program, termasuk Harbolnas.

“Harbolnas setiap tahun menjadi momen strategis bagi UMKM untuk terus berkembang di tengah ekosistem digital. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Christin.

Kanada dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Dagang Melalui Misi Ekonomi

0

Dalam upaya mempererat kemitraan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik, Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada menggelar program kunjungan Trade Mission yang melibatkan lebih dari 180 perusahaan Kanada ke Indonesia. Misi ini dipimpin langsung oleh Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Mary Ng.

Kunjungan tersebut mencakup pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, dengan Menteri Mary Ng di Jakarta pada Senin (2/12). Selain itu, acara juga melibatkan diskusi bersama komunitas bisnis dari kedua negara dan jamuan makan malam yang dihadiri oleh pejabat pemerintah serta pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyoroti arah kebijakan ekonomi Indonesia di era pemerintahan baru. “Transformasi ekonomi menjadi fokus utama Indonesia, dengan menitikberatkan pada inovasi di sektor agrikultur, pemanfaatan optimal sumber daya alam, serta pengembangan industri teknologi tinggi,” jelasnya.

Fokus Kerja Sama di Sektor Strategis

Kedua negara melihat potensi kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk mineral kritis, agrikultur, teknologi digital, hingga transisi energi. Menko Airlangga pun mendorong para pelaku usaha Kanada untuk menjajaki peluang investasi di sektor-sektor tersebut demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Mary Ng menyampaikan apresiasinya atas rampungnya putaran kesepuluh perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk mempererat hubungan dagang kedua negara. Kanada juga berkomitmen mendukung implementasi ICA-CEPA dengan mengalokasikan dana sebesar USD25 juta selama lima tahun untuk pengembangan kapasitas dan bantuan teknis di Indonesia.

“Kami percaya bahwa ICA-CEPA akan memperkuat volume perdagangan kedua negara serta memperluas akses rantai pasok global,” ungkap Menko Airlangga. Ia juga menyatakan keinginan Indonesia untuk memanfaatkan perjanjian ini dalam mendukung ekspor mineral kritis ke pasar internasional.

Dukungan Kanada pada Proses Aksesi CPTPP

Selain membahas ICA-CEPA, Menko Airlangga mengungkapkan harapan agar Kanada mendukung aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). “Kami sangat menghargai jika Kanada sebagai mitra strategis dapat memberikan dukungan penuh dalam proses ini,” ujar Airlangga.

Menteri Ng menyambut baik langkah Indonesia dan memastikan bahwa seluruh anggota CPTPP, termasuk Kanada, mendukung aksesi tersebut. “Kami optimistis Indonesia dapat melanjutkan dialog dengan para anggota CPTPP demi mempercepat proses ini,” tutur Menteri Ng.

Menutup pertemuan, Menteri Ng juga menyampaikan undangan dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, kepada Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Kanada sebagai tindak lanjut dari dialog di forum APEC di Peru. Undangan ini dinilai dapat memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara.

Misi dagang Kanada di Indonesia menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Ng ke Asia Tenggara, yang selanjutnya akan berlanjut ke Filipina. Wacana kunjungan misi dagang ASEAN ke Kanada pada tahun 2025 juga dibahas sebagai program prioritas untuk mempererat hubungan regional.

Ekspor Meningkat, Kendaraan Listrik Jadi Fokus Baru Industri Otomotif Indonesia

0

Dalam dinamika ketidakpastian global, sektor otomotif di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan impresif. Baik roda dua maupun roda empat, keduanya mampu mempertahankan stabilitas produksi dan distribusi, didukung oleh rantai pasok yang tetap kokoh.

Selama Januari hingga Oktober 2024, produksi kendaraan bermotor (KBM) roda dua mencapai 5,8 juta unit dengan penjualan 5,4 juta unit, sementara ekspor CBU mencapai 458 unit. Sementara itu, KBM roda empat menunjukkan performa mengesankan dengan produksi 996 ribu unit, penjualan domestik 710 ribu unit, ekspor CBU 390 ribu unit, dan impor CBU 80 ribu unit. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyebutkan bahwa angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen dibandingkan capaian 2023. Pernyataan ini disampaikan pada Bloomberg Technoz Ecofest 2024 di Jakarta, Kamis (28/11).

Langkah Strategis Menuju Net Zero Emission

Sebagai bentuk komitmen terhadap target net zero emission (NZE), Indonesia berambisi menurunkan emisi hingga 43,2 persen sesuai kesepakatan global. Pemerintah menyediakan sejumlah insentif, seperti penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), pembebasan bea masuk, dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) khusus kendaraan listrik.

“Kami berupaya mendorong investasi serta mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan melalui pendekatan multiple pathway strategy,” ujar Faisol. Salah satu inisiatif strategis adalah Permenperin Nomor 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Rendah Emisi Karbon, yang memberikan insentif pajak pada kendaraan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Insentif ini mengharuskan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimum, sehingga mendorong penggunaan komponen lokal. “Saat ini, banyak kendaraan yang diproduksi di Indonesia sudah memiliki kandungan lokal yang signifikan, bahkan mendekati 40 persen. Kami akan terus mendorong peningkatannya,” tambahnya.

Mendorong Investasi dan Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah telah merevisi target TKDN untuk kendaraan listrik: minimum 40 persen hingga 2026, 60 persen hingga 2029, dan 80 persen mulai 2030. Menurut Faisol, perubahan ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia di industri otomotif global sekaligus membuka peluang besar bagi perekonomian domestik.

“Kita ingin pabrikan otomotif global mendirikan fasilitas produksinya di Indonesia. Dampaknya besar, mulai dari lapangan kerja hingga pembangunan ekonomi lokal,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap industri otomotif nasional sangat penting agar sektor ini tidak tergerus, mengingat perannya yang melibatkan banyak pekerja dan usaha kecil-menengah dalam rantai pasok.

Dominasi Kendaraan Listrik di Masa Depan

Melihat perkembangan dua tahun terakhir, Wamenperin memprediksi kendaraan listrik akan mendominasi pasar otomotif dalam lima tahun ke depan. “Langkah transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik, atau bahkan hibrida, harus dirancang secara matang agar industri tidak mengalami kontraksi,” tegas Faisol.

Ketua Satgas Transisi Energi Nasional, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa negara-negara tetangga, seperti Thailand, telah mempersiapkan diri untuk era kendaraan listrik. “Data menunjukkan bahwa penjualan kendaraan konvensional secara global telah menurun sejak 2017. Transisi ini tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kualitas kendaraan listrik yang tersedia di pasar Indonesia. “Tugas kami adalah memastikan bahwa konsumen memperoleh produk berkualitas tinggi. Jangan sampai barang yang kurang baik justru merugikan masyarakat,” tutup Rachmat.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia optimistis memimpin dalam transisi ke era kendaraan listrik, sekaligus mengukuhkan perannya sebagai pemain kunci di industri otomotif global.

Waktu Luang Jadi Lebih Berharga dengan Bisnis Sampingan Ini!

Memulai bisnis sampingan di waktu luang bisa jadi cara efektif untuk menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Tapi, banyak orang bingung harus mulai dari mana. Kali ini Berempat.com akan memberi langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan untuk memulai.

Langkah pertama adalah mengevaluasi minat dan keahlianmu. Coba pikirkan hobi atau aktivitas yang sering kamu lakukan dan nikmati. Hal ini akan membuat bisnis terasa lebih ringan dan menyenangkan. Misalnya, kalau kamu suka memasak, kamu bisa mencoba menjual makanan atau camilan secara online. Atau jika kamu pandai membuat kerajinan tangan, kamu bisa memasarkan hasil karyamu melalui media sosial atau marketplace.

Setelah menentukan jenis bisnis, pastikan memilih yang fleksibel dan cocok dengan waktu luang yang kamu punya. Di era digital seperti sekarang, bisnis online jadi pilihan menarik. Kamu bisa memulai dengan menjual produk sendiri, menjadi reseller, atau bahkan mencoba dropshipping yang tidak membutuhkan stok barang. Kalau kamu memiliki keahlian tertentu, seperti menulis, mendesain, atau menerjemahkan, kamu bisa menawarkan jasa freelancing yang bisa dilakukan kapan saja sesuai jadwalmu.

Gunakan Platform Digital untuk Meningkatkan Bisnismu

Setelah menentukan jenis bisnis yang ingin kamu jalankan, langkah berikutnya adalah memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan. Media sosial seperti Instagram, TikTok, atau Facebook bisa menjadi alat promosi gratis yang sangat efektif. Buat konten menarik yang menggambarkan produk atau jasamu, lalu bangun interaksi dengan audiens.

Selain itu, manfaatkan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau Etsy untuk menjual produkmu. Jika kamu menawarkan jasa, platform seperti Upwork, Fiverr, atau Sribulancer bisa menjadi tempat yang bagus untuk memulai.

Tidak hanya itu, membangun personal branding juga penting, terutama jika bisnis yang kamu jalankan berbasis keahlian. Dengan menunjukkan portofolio atau testimoni dari klien sebelumnya, kepercayaan calon pelanggan akan semakin meningkat.

Mulai dari Langkah Kecil dan Kembangkan Secara Bertahap

Untuk memulai bisnis sampingan, kamu tidak perlu modal besar. Gunakan sumber daya yang sudah kamu miliki, seperti laptop, smartphone, atau bahkan koneksi internet. Mulailah dengan menjual produk atau jasa kepada teman-teman terdekat untuk mendapatkan feedback awal. Dari sana, kamu bisa belajar memperbaiki dan mengembangkan bisnismu.

Kesimpulannya, memulai bisnis sampingan sebenarnya tidak terlalu sulit asalkan kamu konsisten dan mau belajar. Dengan memanfaatkan waktu luang secara produktif, kamu bisa menciptakan peluang baru yang tidak hanya menambah penghasilan, tapi juga membuka pintu ke berbagai kesempatan di masa depan. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah sekarang dan jadikan waktu luangmu lebih bermanfaat!

Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamina Sesuaikan Tarif Mulai 1 Desember 2024

0

PT Pertamina (Persero) resmi melakukan perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai 1 Desember 2024. Beberapa jenis BBM non subsidi yang mengalami kenaikan harga di antaranya Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina DEX. Namun, harga BBM non subsidi Pertamax (RON 92) tetap tidak berubah, demikian pula dengan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite (RON 90) dan Solar bersubsidi.

Penyesuaian Harga Berdasarkan Kepmen ESDM

Langkah ini dilakukan Pertamina untuk menyesuaikan dengan aturan yang tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan revisi atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 terkait formula harga dasar BBM.

Sebagai ilustrasi, di wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamax tetap Rp 12.100 per liter, tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Sementara itu, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 13.550 per liter dari sebelumnya Rp 13.500 per liter. Harga Dexlite kini dibanderol Rp 13.400 per liter, naik dari Rp 13.050 per liter. Sedangkan Pertamina DEX mengalami penyesuaian menjadi Rp 13.800 per liter dari Rp 13.440 per liter.

Harga BBM di Berbagai Wilayah

Pertamina juga menyesuaikan harga BBM untuk wilayah lain dari Aceh hingga Papua. Berikut adalah daftar harga terbaru per Desember 2024:

  • Biosolar: Rp 6.800 per liter (tetap)
  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter (tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.100 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.550 per liter (naik dari Rp 13.500)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 13.150 per liter (tetap)
  • Dexlite: Rp 13.400 per liter (naik dari Rp 13.050)
  • Pertamina DEX: Rp 13.800 per liter (naik dari Rp 13.440)

Konsistensi Harga BBM Subsidi

Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak berubah. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas biaya transportasi bagi masyarakat, meskipun terjadi penyesuaian pada BBM non subsidi.

Dengan perubahan ini, Pertamina berupaya memastikan ketersediaan bahan bakar yang sesuai dengan aturan pemerintah sekaligus mempertahankan layanan terbaik bagi seluruh konsumen di Indonesia.

Efek Domino Kenaikan UMP 2025, Harga Barang dan Transportasi Ikut Melonjak

0

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat, mengungkapkan bahwa kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar 6,5 persen belum memberikan keuntungan signifikan bagi para pekerja. Menurutnya, lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan biaya transportasi tetap menjadi tantangan yang sulit diatasi dengan kenaikan tersebut.

Mirah menjelaskan, jika gaji seorang pekerja saat ini berada di angka Rp 5 juta, maka tambahan 6,5 persen hanya menghasilkan kenaikan sebesar Rp 325.000. “Dengan asumsi gaji Rp 5 juta, misalnya di Jakarta, kenaikannya sekitar Rp 300 ribuan saja. Itu tentu sangat kecil,” ujar Mirah pada Sabtu (30/11/2024).

Menurutnya, angka tersebut belum mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan buruh. Hal ini dikarenakan kenaikan UMP cenderung diikuti oleh peningkatan harga barang dan biaya transportasi. Mirah menilai, efek domino dari kenaikan ini justru membuat buruh tidak merasakan peningkatan daya beli.

“Ketika UMP naik, harga barang dan biaya transportasi biasanya ikut melonjak. Jadi, hasil akhirnya seolah-olah sama saja, tidak ada perbaikan nyata,” jelas Mirah.

Permintaan Kenaikan UMP hingga 20 Persen

Mirah menyatakan, Aspirasi telah mengajukan kenaikan UMP sebesar 20 persen sebagai angka yang lebih realistis untuk mendukung kebutuhan hidup layak buruh. Namun, kenaikan yang disetujui sebesar 6,5 persen dianggap masih jauh dari harapan.

“Permintaan kami jelas, kenaikan UMP setidaknya 20 persen. Tapi angka yang disahkan hanya 6,5 persen, ini masih sangat kurang,” tegas Mirah.

Ia menambahkan, untuk menyeimbangkan kondisi tersebut, pemerintah perlu menurunkan beberapa komponen biaya hidup. Penurunan harga pangan, subsidi transportasi, listrik, dan BBM dianggap menjadi langkah penting untuk mendukung buruh menghadapi beban hidup yang semakin berat.

“Jika harga sembako turun 20 persen, atau pemerintah memberikan subsidi untuk transportasi, listrik, dan BBM, mungkin kenaikan UMP 6,5 persen masih bisa diterima. Namun tanpa itu semua, angka ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak,” paparnya.

Tantangan Kehidupan Layak Buruh

Mirah menegaskan, tanpa penurunan biaya hidup, kenaikan UMP 2025 sebesar 6,5 persen hanya akan menjadi formalitas yang tidak membawa perubahan nyata. “Kenaikan ini tidak seimbang dengan beban yang dihadapi buruh. Oleh karena itu, kami terus mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menurunkan variabel biaya hidup,” tutupnya.

Dengan situasi ini, Aspirasi terus mengadvokasi kebutuhan buruh untuk memastikan kesejahteraan pekerja dapat lebih diperhatikan dalam kebijakan ekonomi yang akan datang.

Pasar Domestik Indonesia, Magnet Investor Asing Berkat Kebijakan TKDN

0

Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi strategi kunci dalam melindungi dan mendorong investasi di sektor manufaktur Indonesia. Dengan memperkuat permintaan pasar domestik, terutama melalui belanja pemerintah dan BUMN/BUMD, kebijakan ini memastikan produk manufaktur lokal, termasuk elektronik seperti ponsel, tablet, televisi, serta produk berbasis frekuensi publik, memiliki pasar yang stabil dan terus berkembang.

Potensi pasar domestik Indonesia sangat besar, dengan belanja pemerintah untuk produk manufaktur diproyeksikan mencapai Rp1.441 triliun pada 2024. Belanja konsumsi rumah tangga untuk produk elektronik pun stabil di angka lebih dari Rp100 triliun per tahun. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 7-8% pada 2028, pasar domestik ini menjadi daya tarik utama bagi investor, termasuk penanam modal asing.

“Melalui kebijakan TKDN, kami memanfaatkan potensi besar pasar domestik untuk menarik investor global,” ujar Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Jumat (29/11) di Jakarta. Ia menekankan bahwa TKDN memberikan peluang bagi investor asing untuk membangun fasilitas produksi sekaligus memasarkan produknya di Indonesia.

Respons terhadap Kekhawatiran Investor Asing

Menanggapi laporan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce, yang menyoroti local content sebagai kendala bagi investor Amerika Serikat, Febri memastikan kebijakan TKDN diterapkan tanpa diskriminasi. “Semua produk manufaktur, dari industri kecil hingga global, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sertifikasi TKDN sesuai regulasi. Kebijakan ini tidak menghalangi impor bahan baku yang belum dapat diproduksi di dalam negeri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa TKDN bukanlah penghalang bagi perusahaan global untuk berinvestasi di Indonesia. Justru, pasar domestik yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadi alasan kuat bagi mereka untuk membangun pabrik di Indonesia.

TKDN terbukti menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19, dengan belanja pemerintah di sektor farmasi dan kesehatan menjadi penopang permintaan. Berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS), multiplier ekonomi kebijakan TKDN mencapai 2,2, yang berarti setiap Rp1 belanja produk dalam negeri menghasilkan nilai ekonomi Rp2,2. Pada 2024, belanja pemerintah dan BUMN/BUMD diperkirakan menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp3.170 triliun.

Memperkuat Industri dan Tenaga Kerja Lokal

Kebijakan TKDN tidak hanya mendukung pemberdayaan industri lokal, tetapi juga memperdalam struktur industri. Dengan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, sektor industri di semua tingkatan—dari hulu hingga hilir—akan tumbuh lebih kokoh. Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi.

Dengan pendekatan holistik ini, TKDN telah menjadi game changer bagi manufaktur Indonesia, menjadikan produk lokal sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Motivasi Berbisnis Mandiri Meningkat Tajam dengan Tips Ini!

Berbisnis mandiri adalah pilihan yang penuh tantangan, tetapi juga menjanjikan kebebasan finansial dan kebahagiaan dari mengejar passion. Meski demikian, tidak jarang motivasi untuk memulai atau berbisnis mandiri mengalami pasang surut. Lantas, bagaimana cara menjaga semangat tetap menyala? Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

Fokus pada Tujuan Akhir

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan motivasi adalah dengan mengingat alasan Anda memulai bisnis. Apakah Anda ingin memiliki kebebasan waktu, meningkatkan taraf hidup, atau memberikan sesuatu yang berarti bagi keluarga? Tujuan yang kuat akan menjadi penggerak utama, terutama saat menghadapi masa-masa sulit. Cobalah menuliskan tujuan tersebut dan letakkan di tempat yang mudah terlihat sebagai pengingat harian.

Bangun Visi yang Jelas

Visi yang jelas akan memberikan arah dan inspirasi. Bayangkan seperti apa bisnis Anda di masa depan jika dikelola dengan konsisten. Misalnya, apakah Anda ingin menjadi pemimpin pasar di bidang tertentu, atau mungkin menciptakan dampak sosial yang signifikan? Visualisasi ini tidak hanya membantu Anda tetap termotivasi, tetapi juga menjadi panduan dalam mengambil keputusan.

Mulai dari Hal Kecil

Terkadang, motivasi turun karena merasa beban terlalu besar. Solusinya adalah memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dicapai. Jika Anda ingin membuka bisnis makanan, misalnya, mulailah dengan menjual ke teman-teman atau memanfaatkan platform online. Setiap langkah kecil yang berhasil Anda capai akan memberikan dorongan semangat untuk terus maju.

Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan sangat memengaruhi motivasi. Dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung, seperti keluarga, teman, atau mentor, dapat membuat Anda lebih percaya diri. Hindari terlalu banyak mendengarkan komentar negatif yang bisa meruntuhkan semangat. Jika memungkinkan, bergabunglah dengan komunitas bisnis untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan inspirasi dari orang lain yang memiliki perjalanan serupa.

Kelola Stres dengan Bijak

Tekanan dan stres adalah bagian dari perjalanan bisnis. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa mengikis motivasi. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk diri sendiri, beristirahat, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar pekerjaan. Olahraga, meditasi, atau sekadar menikmati hobi bisa membantu menyegarkan pikiran dan menjaga energi positif.

Jangan Takut untuk Gagal

Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Alih-alih menyerah, gunakan setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki strategi. Banyak pengusaha sukses yang mengaku bahwa kegagalan justru membantu mereka menjadi lebih tangguh dan kreatif.

Beri Apresiasi pada Diri Sendiri

Mencapai target, sekecil apa pun, adalah pencapaian yang layak dirayakan. Memberikan penghargaan pada diri sendiri, seperti membeli barang yang diinginkan atau sekadar meluangkan waktu untuk liburan, bisa menjadi motivasi tambahan untuk terus bergerak maju.

Meningkatkan motivasi dalam berbisnis mandiri bukanlah hal yang instan, tetapi membutuhkan langkah-langkah yang konsisten. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, membangun lingkungan yang positif, dan belajar dari setiap pengalaman, Anda bisa menjaga semangat tetap menyala. Ingatlah bahwa setiap tantangan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Tetaplah percaya pada diri sendiri dan terus melangkah maju!

Sepatu Bata Tergelincir, Rugi Rp131,27 Miliar dan PHK Massal Hantam Perusahaan

0

Produsen sepatu ternama, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), terus mengalami tekanan finansial yang berat, mencatat kerugian sebesar Rp131,27 miliar hingga kuartal ketiga tahun 2024. Situasi ini semakin memperburuk kondisi keuangan perusahaan yang sebelumnya telah mengambil langkah drastis seperti menutup pabrik dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Pada April 2024, perusahaan menutup pabriknya yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, yang berimbas pada PHK terhadap 233 karyawan. Ketua Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Disnakertrans Jawa Barat, Firman Desa, mengonfirmasi hal ini dalam sebuah wawancara. “Berdasarkan laporan yang kami terima dari manajemen Bata, jumlah tenaga kerja yang terdampak mencapai 233 orang. Penutupan pabrik menyebabkan seluruh buruh terkena PHK,” ujarnya.

Dampak Pandemi dan Perubahan Perilaku Konsumen

Sejak pandemi Covid-19 melanda, perusahaan ini menghadapi tantangan berat akibat perubahan drastis dalam perilaku konsumen. Direktur PT Sepatu Bata Tbk, Hatta Tutuko, menjelaskan bahwa sejak pandemi, penjualan perusahaan terus mengalami penurunan tajam. “Pandemi menghancurkan struktur bisnis kami yang sebelumnya menguntungkan. Sampai sekarang, kami masih berjuang untuk mencapai pemulihan,” ungkap Hatta dalam paparan publik pada 28 November 2024.

Penurunan penjualan yang signifikan terus terasa hingga September 2024. Dalam periode tersebut, perusahaan mencatat kerugian sebelum pajak sebesar Rp131,27 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp52,33 miliar. Penurunan pendapatan tercatat sebesar 26%, dari Rp488,47 miliar pada kuartal ketiga 2023 menjadi Rp363,27 miliar pada kuartal ketiga 2024.

Strategi Perusahaan Pasca Penutupan Pabrik

Untuk mengurangi dampak dari penutupan pabrik, BATA kini sepenuhnya mengandalkan produksi dari pemasok lokal. Selain itu, pusat distribusi yang sebelumnya berlokasi di Purwakarta telah dipindahkan ke Jakarta. Manajemen juga menjalin kerja sama dengan perusahaan logistik untuk mengelola distribusi produk dari gudang ke jaringan toko.

BATA juga melaporkan telah menyelesaikan kewajiban pembayaran pesangon sebesar Rp16,7 miliar kepada karyawan yang terkena dampak PHK hingga Mei 2024. “Kami mencoba memperbaiki kondisi finansial dengan mengandalkan kerja sama lokal,” kata Hatta.

Meski tantangan masih berat, manajemen BATA optimistis dapat memperbaiki performa keuangannya. Perusahaan menargetkan kerugian akan berkurang dan stabil pada 2025 mendatang. “Kami terus bekerja keras untuk memastikan pemulihan ini berjalan sesuai rencana,” tambah Hatta.

Dengan langkah-langkah strategis ini, BATA berharap dapat keluar dari tekanan keuangan dan kembali bersaing di pasar.