Minggu, September 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 167

Hemat Waktu! Begini Cara Sederhana Menghitung Laba Bersih

Menghitung laba bersih dari suatu produk adalah langkah penting untuk mengetahui seberapa menguntungkan produk yang kamu jual. Laba bersih memberikan gambaran jelas tentang keuntungan sesungguhnya setelah semua biaya dan pengeluaran diperhitungkan. Kali ini Berempat.com akan menjelaskan cara menghitung laba bersih dengan langkah sederhana, disertai contoh agar mudah dipahami.

Apa Itu Laba Bersih?

Laba bersih adalah sisa uang yang diperoleh setelah semua biaya, pajak, dan pengeluaran bisnis dikurangi dari total pendapatan. Dalam istilah sederhana, laba bersih adalah keuntungan “bersih” yang benar-benar menjadi milikmu.

Laba bersih biasanya dihitung berdasarkan formula berikut:

Laba Bersih = Pendapatan Total – (Biaya Tetap + Biaya Variabel + Pajak + Pengeluaran Lainnya)

Langkah-Langkah Menghitung Laba Bersih

  1. Hitung Total Pendapatan
    Total pendapatan adalah jumlah uang yang kamu hasilkan dari penjualan produk. Untuk menghitungnya, cukup kalikan jumlah produk yang terjual dengan harga jual per produk.

    Contoh:
    Kamu menjual 100 produk dengan harga Rp50.000 per produk.
    Total Pendapatan = 100 x Rp50.000 = Rp5.000.000

  2. Identifikasi Biaya Tetap
    Biaya tetap adalah pengeluaran yang tidak berubah, terlepas dari berapa banyak produk yang kamu jual. Contohnya adalah biaya sewa tempat, gaji karyawan tetap, atau biaya listrik bulanan.

    Contoh:
    Biaya sewa tempat Rp1.000.000 per bulan dan gaji karyawan tetap Rp1.500.000 per bulan.
    Total Biaya Tetap = Rp1.000.000 + Rp1.500.000 = Rp2.500.000

  3. Hitung Biaya Variabel
    Biaya variabel adalah pengeluaran yang berubah sesuai jumlah produk yang dibuat atau terjual, seperti biaya bahan baku atau ongkos produksi.

    Contoh:
    Biaya bahan baku untuk setiap produk adalah Rp20.000, dan kamu memproduksi 100 produk.
    Total Biaya Variabel = 100 x Rp20.000 = Rp2.000.000

  4. Perhitungkan Pajak atau Pengeluaran Lainnya
    Jika bisnis kamu dikenakan pajak atau ada pengeluaran lain seperti biaya pemasaran, masukkan angka tersebut dalam perhitungan.

    Contoh:
    Pajak yang harus dibayar adalah Rp250.000.
    Total Pengeluaran Lainnya = Rp250.000

  5. Masukkan Semua Komponen ke Formula Laba Bersih
    Setelah semua data terkumpul, gunakan rumus untuk menghitung laba bersih:

    Laba Bersih = Pendapatan Total – (Biaya Tetap + Biaya Variabel + Pajak + Pengeluaran Lainnya)

    Contoh Lengkap:

    • Total Pendapatan = Rp5.000.000
    • Biaya Tetap = Rp2.500.000
    • Biaya Variabel = Rp2.000.000
    • Pajak = Rp250.000

    Laba Bersih = Rp5.000.000 – (Rp2.500.000 + Rp2.000.000 + Rp250.000)
    Laba Bersih = Rp5.000.000 – Rp4.750.000 = Rp250.000

Jadi, laba bersih dari penjualan produk adalah Rp250.000.

Tips untuk Memaksimalkan Laba Bersih

  • Kurangi Biaya Produksi: Cari bahan baku yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas.
  • Tingkatkan Volume Penjualan: Dengan menjual lebih banyak produk, pendapatan total akan meningkat.
  • Optimalkan Biaya Operasional: Evaluasi pengeluaran tetap dan variabel, dan potong pengeluaran yang tidak perlu.
  • Strategi Harga yang Tepat: Pastikan harga jual sudah mencakup semua biaya dan memberikan margin keuntungan yang wajar.

Menghitung laba bersih sangat penting untuk mengetahui apakah bisnismu benar-benar menghasilkan keuntungan atau tidak. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa dengan mudah menghitung laba bersih dari setiap produk yang kamu jual.

Ingat, semakin baik kamu memahami komponen biaya dan pendapatan, semakin besar peluangmu untuk mengelola bisnis dengan efisien dan meraih keberhasilan. Jadi, pastikan kamu selalu memantau arus kas dan terus mencari cara untuk meningkatkan keuntungan!

PPN 12% Mulai Januari 2025, Stimulus Ekonomi Jadi Perisai Kesejahteraan

0

Pada konferensi pers terkait Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang digelar Senin (15/12), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa mulai 1 Januari 2025, pemerintah akan menerapkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%. Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi perpajakan yang sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif dalam bentuk Paket Stimulus Ekonomi agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga meski tarif PPN dinaikkan,” ujar Airlangga.

Insentif untuk Barang dan Jasa Esensial

Meskipun PPN dinaikkan, pemerintah memastikan sejumlah barang dan jasa esensial tetap bebas PPN atau dikenakan tarif 0%. Barang dan jasa tersebut meliputi kebutuhan pokok seperti beras, daging, ikan, telur, sayur-mayur, susu segar, dan gula konsumsi. Selain itu, sektor lain seperti jasa pendidikan, kesehatan, angkutan umum, dan kebutuhan penting seperti listrik, air minum, serta buku juga mendapatkan pembebasan pajak.

Proyeksi total insentif PPN yang dibebaskan pada tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp265,6 triliun.

Stimulus untuk Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah. Salah satu bentuk insentif adalah PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 1% untuk barang kebutuhan pokok penting (Bapokting), seperti minyak goreng, tepung terigu, dan gula industri, sehingga tarif efektif PPN untuk barang-barang ini tetap 11%. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok.

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan pangan berupa 10 kg beras per bulan kepada 16 juta penerima manfaat pada Januari dan Februari 2025. Rumah tangga berdaya listrik hingga 2200 VA juga akan mendapatkan diskon biaya listrik sebesar 50% selama dua bulan di awal tahun.

Insentif untuk Kelas Menengah

Bagi masyarakat kelas menengah, berbagai kebijakan yang ada akan dilanjutkan, seperti:

  • PPN DTP untuk properti dengan harga jual hingga Rp5 miliar.
  • PPN DTP untuk kendaraan listrik roda empat dan bus tertentu.
  • Pembebasan Bea Masuk untuk impor kendaraan listrik tertentu.

Selain itu, kebijakan baru juga diperkenalkan, termasuk insentif PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja di sektor padat karya dengan penghasilan hingga Rp10 juta per bulan, relaksasi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 50%, serta optimalisasi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja yang terkena PHK.

Dukungan untuk UMKM dan Dunia Usaha

Tak hanya masyarakat umum, dunia usaha juga mendapatkan perhatian pemerintah. UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional akan mendapatkan perpanjangan insentif PPh Final 0,5% hingga 2025. UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun juga dibebaskan dari pengenaan pajak penghasilan.

Pemerintah juga menawarkan subsidi bunga sebesar 5% untuk pembiayaan industri padat karya yang ingin meningkatkan produktivitas melalui revitalisasi mesin.

“Paket Kebijakan Ekonomi ini tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga mendorong pelaku usaha, menjaga stabilitas harga, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Menko Airlangga.

PPN 12% untuk Barang dan Jasa Mewah

Sebagai bentuk keadilan dan gotong royong, barang dan jasa mewah yang sebelumnya tidak dikenakan PPN kini akan mulai dikenai tarif 12%. Barang-barang tersebut meliputi bahan makanan premium seperti beras dan daging berkualitas tinggi, layanan pendidikan serta kesehatan premium, hingga listrik rumah tangga dengan daya 3500 VA ke atas.

Pemerintah optimis bahwa paket kebijakan ini akan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, dukungan kepada pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025.

Konsumsi Listrik Naik Saat Nataru? PLN Siap Hadapi Kebutuhan Energi 2025

0

Dirjen Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu memastikan bahwa pasokan listrik selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) berada dalam kondisi aman. Hal ini diungkapkan setelah menerima laporan langsung dari PT PLN (Persero) saat kunjungan kerja ke PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Sabtu (14/12).

Jisman menyebut, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Direktur Transmisi PT PLN (Persero), Evy Hariyadi, cadangan daya listrik atau reserve margin masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Kami sudah mendapatkan laporan dari PLN. Secara cadangan, kondisi kelistrikan aman untuk Natal dan Tahun Baru ini,” ungkapnya.

Tren Konsumsi Listrik Saat Nataru

Menurut Jisman, konsumsi listrik saat libur Nataru biasanya menurun hingga 13%. Hal ini terjadi secara alami, meskipun pada tahun lalu, terdapat kenaikan konsumsi listrik sebesar 8%.
“Biasanya pada Nataru, konsumsi listrik turun sekitar 13%. Namun, tahun lalu terjadi kenaikan 8%, yang sebenarnya merupakan hal positif karena mencerminkan adanya pertumbuhan ekonomi,” jelas Jisman.

Ia menambahkan, peningkatan konsumsi listrik menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang mengindikasikan pertumbuhan di berbagai sektor.

PLN memaparkan bahwa kondisi kelistrikan Sistem Kalimantan hingga 12 Desember 2024 menunjukkan performa yang stabil. Sistem ini memiliki Beban Puncak (BP) sebesar 2.359 MW dengan Cadangan Daya sebesar 309 MW, Daya Mampu Netto sebesar 2.941 MW, serta Kapasitas Trafo Daya sebesar 6.741 MVA.
Sistem Kelistrikan Kalimantan didukung oleh 96 gardu induk dan jaringan transmisi sepanjang 8.476 kilometer atau setara dengan 12.072 menara.

PLN juga memberikan proyeksi terkait beban puncak selama libur Natal dan Tahun Baru di Kalimantan:

  • Sistem Khatulistiwa: Beban puncak malam 25 Desember 2024 diproyeksikan sebesar 479 MW, naik 13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, namun turun 15,68% dibandingkan hari kerja. Pada malam Tahun Baru 31 Desember 2024, beban puncak diperkirakan mencapai 516 MW, naik 24% dibandingkan periode tahun lalu, namun turun 2,79% dibandingkan hari kerja.
  • Sistem Interkoneksi: Prognosa beban puncak malam Natal 25 Desember 2024 diperkirakan sebesar 1.639 MW, naik 13% dibandingkan tahun lalu dan turun 9,93% dibandingkan hari kerja. Sedangkan pada malam Tahun Baru, beban puncak diperkirakan sebesar 1.701 MW, naik 15% dibandingkan tahun lalu dan turun tipis 0,41% dibandingkan hari kerja.

Pemantauan Posko Nasional Sektor ESDM

Untuk menjaga stabilitas pasokan energi selama libur Nataru, Kementerian ESDM telah membentuk Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral. Posko ini bertugas memantau kelancaran pasokan listrik, bahan bakar minyak (BBM), gas, dan juga memonitor potensi kebencanaan geologi.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen Natal dan Tahun Baru dengan nyaman tanpa khawatir terhadap pasokan energi.

Jisman pun mengapresiasi kesiapan PLN dalam mengantisipasi kebutuhan energi selama Nataru, sembari berharap tren konsumsi listrik yang positif akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cara Bijak Kelola Keuangan Bisnis Syariah Agar Terhindar dari Riba

Mengelola keuangan dalam bisnis syariah tidak hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas bisnis selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu hal utama yang menjadi perhatian adalah menghindari riba, yang dilarang dalam Islam, sekaligus memastikan keberkahan dalam setiap langkah bisnis. Bagaimana caranya? kali ini Berempat.com akan memberi beberapa kiat yang bisa kamu terapkan.

1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Langkah pertama yang penting dalam mengelola keuangan bisnis syariah adalah memisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis. Hal ini membantu kamu memantau arus kas bisnis secara jelas dan menghindari campur aduk dana yang dapat menimbulkan kebingungan. Gunakan rekening bank khusus untuk bisnismu dan pilihlah bank syariah yang tidak menggunakan sistem bunga.

Dengan cara ini, kamu memastikan bahwa dana bisnismu dikelola sesuai prinsip syariah sekaligus lebih transparan dalam perencanaan dan pelaporan keuangan.

2. Hindari Pinjaman dengan Sistem Bunga

Riba atau bunga adalah salah satu hal yang dilarang dalam prinsip syariah. Oleh karena itu, hindarilah mengambil pinjaman dari lembaga keuangan konvensional yang mengenakan bunga. Sebagai gantinya, kamu bisa memanfaatkan produk pembiayaan syariah seperti murabahah (jual beli dengan margin), mudharabah (bagi hasil), atau musyarakah (kerja sama modal).

Produk pembiayaan ini tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan bisnis. Pastikan kamu memahami akad yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan usahamu.

3. Kelola Keuangan dengan Transparansi dan Akuntabilitas

Prinsip kejujuran adalah fondasi dalam bisnis syariah. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Buat pencatatan keuangan yang rinci untuk setiap transaksi bisnis, baik pemasukan maupun pengeluaran. Gunakan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar syariah untuk mempermudah proses pencatatan dan pelaporan.

Transparansi ini tidak hanya membantu kamu mengelola bisnis dengan lebih baik, tetapi juga menjaga kepercayaan mitra, karyawan, dan pelanggan.

4. Alokasikan Sebagian Keuntungan untuk Zakat

Dalam Islam, keberkahan bisnis tidak hanya datang dari keuntungan finansial, tetapi juga dari kebermanfaatan bagi orang lain. Salah satu cara untuk menjaga keberkahan adalah dengan membayar zakat dari keuntungan yang diperoleh. Alokasikan minimal 2,5% dari laba bersih untuk zakat, atau lebih sesuai jenis harta yang diwajibkan zakat.

Selain zakat, kamu juga dapat mengalokasikan dana untuk infak atau sedekah sebagai bentuk kontribusi sosial. Dengan cara ini, bisnismu tidak hanya tumbuh secara material, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

5. Pilih Investasi yang Halal dan Berkah

Jika bisnismu memiliki kelebihan dana, pastikan investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah. Hindari investasi yang berhubungan dengan sektor haram seperti alkohol, perjudian, atau produk non-halal lainnya. Sebagai gantinya, pilihlah investasi di sektor yang halal, seperti properti, saham syariah, atau sukuk (obligasi syariah).

Investasi yang halal dan sesuai syariah tidak hanya memberikan keuntungan materi, tetapi juga menjamin keberkahan di masa depan.

6. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Mengelola keuangan bisnis syariah juga memerlukan perencanaan yang matang, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Susun anggaran dengan memprioritaskan kebutuhan utama bisnis, seperti biaya operasional, pembelian bahan baku, dan gaji karyawan. Hindari pemborosan atau pengeluaran yang tidak diperlukan.

Selain itu, pastikan kamu memiliki dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga, sehingga bisnis tetap berjalan tanpa harus mencari pinjaman berbunga.

7. Perkuat Niat dan Etika Bisnis Syariah

Mengelola bisnis syariah tidak hanya soal strategi keuangan, tetapi juga soal niat yang lurus dan etika yang baik. Pastikan setiap langkah bisnis dilakukan dengan niat untuk memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, baik pelanggan, mitra, maupun masyarakat luas.

Dengan menjaga niat yang baik dan berpegang pada prinsip syariah, kamu akan merasakan keberkahan dalam bisnis, bahkan di tengah tantangan yang dihadapi.

Mengelola keuangan bisnis syariah membutuhkan ketelitian dan komitmen untuk selalu berpegang pada prinsip-prinsip Islam. Dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, menghindari riba, membayar zakat, dan memilih investasi halal, kamu tidak hanya menjaga bisnis tetap berjalan dengan baik, tetapi juga memastikan keberkahan dalam setiap langkah.

Ingatlah bahwa bisnis syariah bukan hanya tentang mengejar keuntungan duniawi, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi sesama dan mencari ridha Allah. Dengan kiat-kiat ini, kamu bisa membangun bisnis yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga penuh berkah.

Harga Rokok Naik di 2025, Peredaran Rokok Ilegal Bisa Meningkat!

0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah secara resmi mengesahkan kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok untuk tahun 2025. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 97 Tahun 2024, yang ditandatangani pada 4 Desember 2024. Naiknya harga Jual Eceran Rokok ini di prediksi bisa membuat peredaran rokok ilegal semakin marak.

Meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT), kebijakan tersebut tetap mengatur kenaikan harga jual eceran hampir di semua jenis produk tembakau. Ketentuan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2025.

Kenaikan HJE Dikhawatirkan Memicu Peredaran Rokok Ilegal

Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Pusat Industri Perdagangan & Investasi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Andry Satrio Nugroho, menilai bahwa langkah ini masih menyisakan sejumlah persoalan. “Meskipun tarif CHT tidak dinaikkan, kenaikan HJE tetap memiliki dampak yang signifikan. Pemerintah menyebut alasan pengendalian sebagai dasar kebijakan ini, namun ada pilar lain yang terganggu, yakni pengendalian rokok ilegal,” ujar Andry saat diwawancarai di Jakarta, Senin (16/12/2024).

Andry menjelaskan bahwa kenaikan HJE secara langsung akan meningkatkan harga rokok legal. Hal ini, menurutnya, bisa memperbesar jarak harga antara rokok legal dan ilegal, sehingga mendorong masyarakat untuk beralih ke produk rokok ilegal yang lebih murah.

“Rokok ilegal sudah memiliki ekosistem yang cukup luas. Jika harga rokok legal terus naik, konsumen akan cenderung beralih ke rokok ilegal, yang tidak hanya menghindari cukai tetapi juga pajak pertambahan nilai (PPN),” jelasnya.

Dampak Ekonomi pada Daerah Penghasil Tembakau

Menurut Andry, peredaran rokok ilegal ini tidak hanya menyebabkan kebocoran penerimaan negara, tetapi juga menghambat target penerimaan cukai tembakau (CHT) sebesar Rp230,09 triliun yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 201 Tahun 2024 tentang Rincian APBN 2025. “Jika masyarakat lebih banyak membeli rokok ilegal, maka penerimaan dari cukai dan PPN akan menurun drastis, sehingga target tersebut menjadi sulit untuk tercapai,” lanjutnya.

Selain dampak terhadap penerimaan negara, Andry juga menyoroti bagaimana kebijakan ini dapat memengaruhi perekonomian daerah yang bergantung pada industri hasil tembakau.

“Industri tembakau memainkan peran besar dalam mendukung ekonomi daerah tertentu. Jika industri ini mengalami tekanan akibat penurunan permintaan, perekonomian lokal bisa terganggu, bahkan pengangguran berpotensi meningkat,” tegasnya.

Lebih jauh, Andry menyarankan agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi permasalahan rokok ilegal ini. Jika tidak ada tindakan yang konkret, ia khawatir kebocoran penerimaan negara akibat rokok ilegal akan semakin meluas di masa depan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil, menjaga kestabilan industri tembakau dan mencegah peredaran rokok ilegal menjadi sangat penting untuk mendukung pendapatan negara sekaligus melindungi ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Kereta Api Jadi Favorit, Tiket Libur Nataru Hampir Terjual Habis!

0

Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, mengungkapkan bahwa beberapa perjalanan kereta api untuk masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, yang berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, telah terjual habis.

“Untuk keberangkatan dari Bandung, seperti KA Argo Wilis dengan rute Bandung-Surabaya Gubeng (pp), okupansinya mencapai 113,46%. Begitu juga KA dari Jakarta, seperti Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi (pp) dengan okupansi 116,45% dan Argo Semeru Compartment relasi Gambir-Surabaya Gubeng (pp) dengan okupansi 113,46%,” jelas Anne.

Anne menambahkan, tingkat okupansi yang melebihi 100% terjadi karena adanya penumpang dinamis, yaitu penumpang yang turun-naik di stasiun-stasiun sepanjang rute perjalanan.

Daftar Kereta dengan Okupansi Tertinggi

Berikut adalah beberapa kereta api yang mencatat okupansi di atas 100% per data Kamis, 13 Desember 2024:

  1. KA Airlangga (Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen): Kapasitas 15.264 tempat duduk, tiket terjual 26.039 penumpang (okupansi 170,59%).
  2. KA Airlangga (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi): Kapasitas 15.264 tempat duduk, tiket terjual 25.698 penumpang (okupansi 168,36%).
  3. KA Sri Tanjung (Lempuyangan-Ketapang): Kapasitas 13.356 tempat duduk, tiket terjual 19.963 penumpang (okupansi 149,47%).
  4. KA Kahuripan (Blitar-Kiaracondong): Kapasitas 13.356 tempat duduk, tiket terjual 18.465 penumpang (okupansi 138,25%).
  5. KA Bengawan (Purwosari-Pasar Senen): Kapasitas 17.172 tempat duduk, tiket terjual 19.968 penumpang (okupansi 116,28%).
  6. KA Argo Semeru Compartment (Gambir-Surabaya Gubeng): Kapasitas 208 tempat duduk, tiket terjual 236 penumpang (okupansi 113,46%).

Tingginya Minat Perjalanan Jelang Libur Akhir Tahun

Anne menambahkan, hingga Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 07.00 WIB, KAI telah menjual 1.078.095 tiket dari total kapasitas 3.572.588 tempat duduk untuk perjalanan selama periode liburan Nataru.

Penjualan tiket kereta api jarak menengah/jauh telah mencapai 1.048.280 tiket, atau sekitar 37,83% dari total kapasitas 2.770.864 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta lokal mencapai 29.815 tiket, atau 3,72% dari total kapasitas 801.724 tempat duduk yang tersedia.

Pesan Tiket Lebih Awal untuk Liburan yang Nyaman

Untuk kereta jarak menengah/jauh, tiket sudah bisa dipesan mulai H-45 sebelum keberangkatan, sedangkan tiket kereta lokal baru tersedia H-30 atau bahkan H-7 untuk beberapa perjalanan tertentu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau platform resmi lainnya. Pastikan perjalanan liburan Nataru bersama kereta api berlangsung nyaman,” tutup Anne.

8 Langkah Penting Menjelang Tutup Buku Akhir Tahun untuk Pengusaha

Menjelang akhir tahun, salah satu momen penting bagi para pemilik bisnis adalah proses tutup buku. Tutup buku akhir tahun adalah kegiatan pencatatan dan evaluasi keuangan untuk menutup periode akuntansi selama satu tahun penuh. Proses ini penting karena akan menjadi dasar untuk laporan keuangan, pajak, dan perencanaan bisnis di masa depan. Namun, apa saja yang perlu dipersiapkan agar tutup buku berjalan lancar? Berikut Berempat.com memberikan langkah-langkah penting yang bisa Anda lakukan.

1. Rapikan Pencatatan Keuangan

Langkah pertama adalah memastikan semua pencatatan keuangan sudah rapi dan lengkap. Pastikan semua transaksi, baik pemasukan maupun pengeluaran, sudah tercatat dengan baik. Periksa apakah ada kuitansi, faktur, atau dokumen pendukung lain yang belum dicatat. Dengan data yang lengkap, laporan keuangan akan lebih akurat dan tidak ada transaksi yang terlewatkan. Pencatatan yang terorganisir juga memudahkan proses evaluasi dan audit keuangan.

2. Rekonsiliasi Bank dan Kas

Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan catatan keuangan bisnis Anda dengan laporan bank. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada selisih antara data internal dan laporan bank. Selain itu, pastikan saldo kas Anda sesuai dengan catatan pembukuan. Jika ada perbedaan, segera cari tahu penyebabnya dan lakukan koreksi agar laporan keuangan tetap akurat dan terpercaya.

3. Hitung dan Cek Piutang serta Utang

Lakukan pengecekan terhadap semua piutang (tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan) dan utang (kewajiban yang harus dibayar kepada vendor atau pihak lain). Kirimkan pengingat kepada pelanggan yang belum melunasi tagihan, dan pastikan semua utang yang jatuh tempo sudah dibayarkan. Dengan melunasi kewajiban dan menagih piutang yang ada, Anda dapat memastikan kondisi keuangan bisnis tetap sehat saat memasuki tahun baru.

4. Inventarisasi Stok Barang

Jika bisnis Anda melibatkan penjualan produk, lakukan inventarisasi stok barang di akhir tahun. Pastikan data stok yang tercatat sesuai dengan kondisi fisik di gudang. Catat jika ada barang yang rusak, kadaluarsa, atau hilang, dan sesuaikan dengan laporan keuangan. Proses ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai aset bisnis Anda dan membantu perencanaan stok untuk tahun mendatang.

5. Siapkan Laporan Keuangan Lengkap

Tutup buku akhir tahun berarti Anda harus menyiapkan laporan keuangan yang lengkap, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Laporan ini akan memberikan gambaran jelas tentang kesehatan keuangan bisnis Anda sepanjang tahun. Data keuangan yang tersusun dengan rapi akan mempermudah analisis dan pengambilan keputusan di masa depan.

6. Evaluasi Pajak Bisnis

Tutup buku akhir tahun juga berkaitan erat dengan kewajiban perpajakan. Periksa apakah semua pajak yang harus dibayarkan selama tahun berjalan sudah diselesaikan. Hitung potensi pajak akhir tahun berdasarkan laporan keuangan, dan siapkan dokumen pendukung untuk melaporkan pajak tahunan. Proses ini akan membantu Anda menghindari kesalahan perhitungan yang bisa berujung pada sanksi pajak.

7. Evaluasi Kinerja Bisnis

Setelah laporan keuangan selesai, gunakan data tersebut untuk mengevaluasi kinerja bisnis Anda selama satu tahun. Identifikasi apa saja yang berjalan dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Evaluasi ini penting untuk menyusun strategi bisnis di tahun berikutnya dan memperbaiki kekurangan yang ada.

8. Rencanakan Anggaran untuk Tahun Depan

Tutup buku bukan hanya soal menutup catatan keuangan, tetapi juga menjadi momen untuk menyusun anggaran dan rencana bisnis tahun depan. Dengan data keuangan yang jelas, Anda bisa membuat proyeksi yang realistis dan menentukan prioritas keuangan untuk periode berikutnya. Hal ini akan membantu bisnis Anda berjalan lebih terarah di tahun yang akan datang.

Tutup buku akhir tahun adalah proses penting yang memerlukan persiapan dan ketelitian. Dengan mencatat keuangan secara rapi, merekonsiliasi data, menghitung utang-piutang, mengevaluasi stok, dan menyiapkan laporan keuangan, Anda dapat menjalankan tutup buku dengan lancar. Jangan lupa, manfaatkan momen ini untuk mengevaluasi kinerja bisnis dan membuat perencanaan yang lebih baik di tahun mendatang.

Dengan persiapan yang matang, tutup buku akhir tahun tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga peluang untuk memajukan bisnis Anda ke level yang lebih tinggi.

Xi Jinping Diragukan Hadiri Pelantikan Trump, Risiko Diplomatik Jadi Pertimbangan

0

Presiden China Xi Jinping tampaknya tidak akan menerima undangan untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada 20 Januari mendatang. Menurut para pengamat, keputusan ini dilandasi oleh risiko diplomatik yang besar, terutama mengingat hubungan antara kedua negara yang semakin kompetitif.

Karoline Leavitt, sekretaris pers Trump, telah mengonfirmasi bahwa undangan tersebut telah disampaikan kepada Xi. Namun, Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan resmi. Para pakar meyakini bahwa Xi kemungkinan besar akan memilih untuk absen.

Xi Jinping dan Risiko Kehadiran di Washington

Danny Russel, mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, menyebut kehadiran Xi di pelantikan Trump hampir mustahil. “Bisakah Anda membayangkan Xi Jinping duduk di luar ruangan di Washington, D.C., di tengah bulan Januari, dikelilingi oleh anggota Kongres yang kritis, mendengarkan pidato pelantikan Trump? Ini akan sangat merendahkan status Xi sebagai pemimpin Tiongkok,” kata Russel, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden di Asia Society Policy Institute.

Russel menambahkan bahwa Xi tidak akan membiarkan dirinya terlihat sebagai tamu yang merayakan kemenangan seorang presiden AS, terlebih jika ada risiko reputasi.

Tidak Ada Preseden untuk Kehadiran Pemimpin Tiongkok

Yun Sun, Direktur Program Tiongkok di Stimson Center, Washington, juga menyoroti bahwa tidak ada protokol atau preseden bagi seorang pemimpin Tiongkok untuk menghadiri pelantikan presiden AS. “China akan bermain aman. Kehadiran Xi hanya akan membuka peluang risiko politik,” ujar Yun.

Sun menyoroti potensi masalah dalam daftar tamu, seperti kehadiran diplomat Taiwan pada pelantikan Presiden Joe Biden pada 2021. Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, melihat hal semacam ini sebagai garis merah.

Selain itu, jika Trump melanjutkan ancamannya untuk memberlakukan tarif hingga 60% pada produk China setelah menjabat, Xi hadir di pelantikan akan memperburuk persepsi publik di dalam negeri. “Xi akan terlihat seperti orang yang menyerah pada tekanan AS, dan itu tidak bisa diterima di China,” jelas Yun.

Obsesi China pada Martabat Pemimpin

Danny Russel juga mencatat bahwa pejabat Tiongkok sangat menjaga martabat dan keamanan pemimpin mereka selama kunjungan luar negeri. “China selalu menuntut agar setiap perjalanan pemimpinnya ke Washington diperlakukan sebagai kunjungan kenegaraan dengan semua kehormatan yang menyertainya,” kata Russel.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, tampaknya keputusan untuk tidak hadir adalah langkah yang paling realistis bagi Beijing. Xi Jinping lebih mungkin mengirim perwakilan tingkat tinggi sebagai bentuk penghormatan diplomatik, tanpa mempertaruhkan citra politiknya di dalam maupun luar negeri.

Langkah Besar! Indonesia Kini Punya Pabrik AC Skala Penuh Pertama

0

Presiden Prabowo Subianto terus mendorong semangat penggunaan produk lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Peluang bagi produk-produk buatan Indonesia untuk menguasai pasar domestik semakin terbuka lebar, didukung oleh permintaan yang tinggi. Salah satu contohnya adalah produk penyejuk udara (AC) asli Indonesia, yang menunjukkan tren permintaan positif hingga mencapai 5 juta unit per tahun pada 2023.

Namun, data menunjukkan neraca perdagangan industri elektronika masih mencatat angka negatif. Produk household, termasuk AC, menyumbang sekitar USD1,8 miliar atau 6% dari total impor elektronik. Meski demikian, sektor ini mulai menunjukkan perubahan positif dengan adanya langkah nyata dari produsen lokal.

Pabrik AC Skala Penuh Pertama di Indonesia

PT Daikin Industries Indonesia (DIID) telah membangun pabrik AC skala penuh pertama di Tanah Air. Pabrik ini berlokasi di Greenland International Industrial Center, Cikarang, dan diresmikan melalui kegiatan Factory Tour oleh Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, pada Kamis (12/12).

“Kami sangat mengapresiasi pembangunan pabrik ini. Seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk siap jual, dilakukan di dalam negeri. Ini langkah penting untuk mengurangi dominasi impor di sektor elektronik,” ungkap Faisol.

Pembangunan pabrik ini menelan investasi sebesar Rp3,3 triliun dengan kapasitas produksi mencapai 1,5 juta unit AC per tahun. Investasi ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 1.600 hingga 2.500 orang. Produksi massal akan dimulai pada Desember 2024, dengan fokus pada AC rumah tangga.

Dorongan untuk Mandiri Produksi Komponen

Wamenperin Faisol Riza juga mendorong agar PT Daikin tidak hanya memproduksi AC, tetapi juga mengembangkan produksi komponen penting seperti kompresor yang saat ini masih diimpor. “Dengan memproduksi komponen utama di dalam negeri, ketergantungan terhadap impor bisa berkurang, dan Indonesia dapat lebih mandiri di sektor ini,” tegasnya.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi brand besar lainnya untuk ikut berinvestasi di Indonesia. Menurut Faisol, langkah Daikin sebagai market leader di pasar AC adalah keputusan yang tepat, dan merek lain di sektor elektronika diharapkan dapat mengikuti jejaknya.

Standar Tinggi dan Komitmen Lokal

Presiden Direktur DIID, Khamhaeng Boonthavee, menjelaskan bahwa pabrik ini akan mengadopsi standar kualitas global yang diterapkan oleh Daikin di Jepang. “Seluruh proses produksi diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas terbaik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.

Direktur DIID, Budi Mulia, menambahkan bahwa fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektare ini telah memenuhi berbagai persyaratan, seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Sertifikat Hemat Energi (SHE).

“Sejalan dengan program TKDN, kami menargetkan tingkat TKDN lebih dari 40% pada tahun 2025. Dengan ini, kami yakin dapat memperkenalkan AC buatan Indonesia yang berkualitas tinggi kepada masyarakat luas pada pertengahan 2025,” pungkas Budi.

Pendirian pabrik ini menjadi tonggak penting dalam upaya memajukan produk lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan komitmen pemerintah dan pelaku industri seperti Daikin, peluang Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar domestik dan global semakin terbuka lebar.

Jangan Abaikan Hal Penting Ini! Ini Strategi Jitu Mengelola Bisnis!

Mengelola bisnis adalah perjalanan yang penuh tantangan, di mana pengambilan keputusan yang tepat menjadi faktor utama kesuksesan. Namun, banyak pengusaha, terutama pemula, sering kali mengabaikan aspek-aspek penting yang justru menjadi penentu keberhasilan. Untuk memastikan bisnis Anda berkembang secara berkelanjutan, berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan.

Pertama, rencana bisnis yang matang adalah fondasi dari segala hal. Tanpa perencanaan yang jelas, bisnis Anda akan berjalan tanpa arah. Rencana bisnis membantu Anda memahami target pasar, membuat strategi pemasaran yang efektif, serta memproyeksikan pengeluaran dan pemasukan. Selain itu, perencanaan memungkinkan Anda memitigasi risiko lebih awal. Jangan ragu untuk merevisi rencana bisnis secara berkala agar selalu relevan dengan perubahan kondisi pasar dan kebutuhan pelanggan.

Pentingnya Memahami Pelanggan dan Mengelola Keuangan

Selain perencanaan, memahami pelanggan adalah kunci sukses bisnis. Pelanggan adalah pusat dari segala aktivitas usaha Anda. Banyak bisnis gagal karena mereka terlalu fokus pada produk tanpa benar-benar memahami kebutuhan pasar. Untuk itu, penting melakukan riset pasar secara rutin dan aktif mengumpulkan umpan balik dari pelanggan. Dengan begitu, Anda dapat menciptakan produk atau layanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengelolaan keuangan juga tidak boleh dianggap sepele. Salah satu kesalahan paling umum dalam bisnis adalah mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kebiasaan ini bisa menimbulkan kebingungan dan membuat Anda sulit memonitor keuntungan atau kerugian. Gunakan sistem pencatatan yang terorganisir, seperti software akuntansi, dan buat anggaran untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Adaptasi dan Inovasi: Kunci Bertahan di Tengah Persaingan

Di era yang terus berubah seperti sekarang, kemampuan untuk beradaptasi menjadi keunggulan kompetitif. Perubahan teknologi, tren pasar, hingga kebijakan pemerintah bisa memengaruhi bisnis Anda secara signifikan. Oleh karena itu, tetaplah terbuka terhadap inovasi dan gunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Misalnya, memanfaatkan media sosial sebagai platform pemasaran atau mengintegrasikan teknologi untuk mempermudah layanan pelanggan.

Tak kalah penting adalah membangun tim yang solid. Karyawan adalah aset terbesar dalam bisnis. Tim yang kompeten dan termotivasi akan membantu Anda mencapai tujuan bisnis dengan lebih cepat. Pastikan untuk memberikan pelatihan, penghargaan, dan lingkungan kerja yang mendukung agar mereka merasa dihargai dan tetap produktif.

Dengan memprioritaskan perencanaan yang matang, memahami pelanggan, mengelola keuangan dengan baik, dan beradaptasi terhadap perubahan, Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan bisnis. Jangan lupa untuk terus belajar dan terbuka terhadap masukan agar bisnis Anda bisa terus maju di tengah persaingan.