Minggu, September 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 166

Rupiah Makin Melemah, BI Siapkan Jurus Hadapi Gempuran Dolar

0

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan, menembus level psikologis 16.000 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat (20/12/2024), kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi ini tercatat melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen, berada di posisi 16.314 per dolar AS, naik sedikit dari posisi sebelumnya di 16.313 per dolar AS.

Melihat perkembangan ini, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan mengambil langkah untuk menurunkan suku bunga acuan pada tahun 2025. Langkah ini dinilai perlu untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya volatilitas pasar akibat kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah AS saat ini.

“Bank Indonesia diharapkan mengadopsi strategi pelonggaran moneter yang terukur pada 2025, sejalan dengan upaya Federal Reserve (The Fed) yang secara bertahap menurunkan suku bunganya,” ujar Josua, dikutip dari Antara.

Ia memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps), sehingga BI-Rate diproyeksikan berada di level 5,75 persen pada akhir 2025. Josua juga memproyeksikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,95-7,15 persen untuk 2024 dan 6,75-7,05 persen untuk 2025, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Proyeksi Federal Reserve dan Dampaknya

The Fed baru-baru ini memangkas suku bunga sebesar 25 bps, namun Kepala The Fed, Jerome Powell, memberikan pernyataan bernada hawkish. Powell mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga hanya akan mencapai 50 bps pada tahun 2025, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya yang mencapai 75-100 bps.

Proyeksi ekonomi AS juga mengalami revisi. Pertumbuhan ekonomi AS untuk 2024 diperkirakan meningkat dari 2 persen menjadi 2,5 persen, sedangkan untuk 2025 diproyeksikan mencapai 2,1 persen. Sementara itu, inflasi inti Personal Consumption Expenditure (PCE) diperkirakan masih berada di atas target 2 persen, yakni di kisaran 2,4-2,8 persen.

Ketidakpastian Domestik dan Tantangan bagi Rupiah

Di sisi domestik, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen pada rapat terakhirnya, Rabu (18/12/2024). Keputusan ini didasarkan pada ketidakpastian global yang semakin meningkat, terutama terkait kebijakan perdagangan yang direncanakan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang akan memperluas tarif bea masuk lebih besar dari ekspektasi.

Meski begitu, BI masih memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran moneter jika ketidakpastian global mulai mereda. Namun, Josua Pardede memperingatkan bahwa ketidakpastian tahun 2025 dapat mengurangi daya tarik aset Indonesia dan membatasi arus modal masuk, baik dari investasi langsung maupun portofolio.

“Permintaan yang melemah di sektor keuangan, ditambah dengan risiko melebarnya defisit neraca transaksi berjalan, akan memberikan tekanan tambahan pada rupiah,” ungkap Josua.

Sebagai penyesuaian atas dinamika tersebut, Josua merevisi proyeksi nilai tukar rupiah untuk 2024 menjadi Rp15.900-Rp16.200 per dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di kisaran Rp15.600-16 ribu. Sementara itu, untuk 2025, nilai tukar rupiah diprediksi berada di kisaran Rp15.600-16 ribu per dolar AS.

Josua menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada konsistensi kebijakan moneter BI serta kemampuan pemerintah dalam menjaga daya saing ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Mulai Bisnis Affiliate di TikTok dengan Alat Simpel dan Strategi Jitu Ini!

Affiliate marketing di TikTok saat ini menjadi salah satu peluang bisnis online yang menarik. Dengan platform yang terus berkembang dan pengguna yang aktif, TikTok memberikan kesempatan besar untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan mempromosikan produk. Namun, sebelum terjun, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan, termasuk alat pendukung dan strategi memilih produk yang tepat. Yuk, kita bahas satu per satu!

Alat yang Perlu Disiapkan untuk Affiliate di TikTok

Memulai affiliate marketing di TikTok tidak memerlukan modal besar, tetapi kamu tetap membutuhkan beberapa alat agar promosi berjalan lancar dan terlihat profesional. Berikut alat-alat yang perlu disiapkan:

  1. Smartphone dengan Kamera yang Bagus
    Kamu tidak perlu membeli kamera mahal, tapi pastikan ponselmu memiliki kualitas kamera yang cukup baik. Video TikTok membutuhkan gambar yang jernih agar terlihat menarik. Jika kamera ponselmu standar, kamu bisa meningkatkan kualitasnya dengan pencahayaan yang tepat.
  2. Tripod atau Stabilizer
    Tripod atau stabilizer sangat berguna untuk menghasilkan video yang stabil dan terlihat profesional. Alat ini juga memudahkanmu merekam video sendiri tanpa bantuan orang lain.
  3. Pencahayaan yang Baik
    Jika kamu membuat konten di dalam ruangan, gunakan lampu tambahan seperti ring light untuk memastikan video terlihat terang dan jelas. Cahaya yang cukup akan membuat produk yang kamu promosikan terlihat lebih menarik.
  4. Akun TikTok yang Optimal
    Pastikan akun TikTokmu sudah diatur dengan baik. Gunakan username yang menarik dan bio yang menjelaskan siapa dirimu atau niche yang kamu pilih. Contohnya, jika kamu fokus pada produk kecantikan, tulis bio yang relevan seperti “Sharing produk kecantikan terbaik dengan harga terjangkau.”
  5. Aplikasi Editing Video
    TikTok memang memiliki fitur editing bawaan, tetapi menggunakan aplikasi tambahan seperti CapCut, InShot, atau VN bisa memberikan hasil yang lebih kreatif. Kamu bisa menambahkan teks, efek, atau musik untuk membuat video lebih menarik.
  6. Koneksi Internet yang Stabil
    Koneksi internet yang cepat dan stabil penting untuk mengunggah video berkualitas tinggi tanpa gangguan.

Bagaimana Menentukan Produk untuk Affiliate di TikTok?

Setelah alat-alatmu siap, langkah berikutnya adalah menentukan produk yang akan kamu promosikan. Memilih produk yang tepat sangat penting karena ini akan memengaruhi kesuksesan kampanyemu. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih produk:

  1. Pilih Produk yang Relevan dengan Niche Kamu
    Fokuslah pada niche tertentu yang sesuai dengan minat dan keahlianmu. Misalnya, jika kamu menyukai makeup, pilih produk kecantikan seperti lipstik atau foundation. Jika kamu suka olahraga, pilih produk seperti alat fitness atau suplemen. Dengan memilih niche yang sesuai, kamu akan lebih mudah membuat konten yang menarik.
  2. Cari Produk yang Sedang Tren di TikTok
    TikTok dikenal sebagai platform yang sering menciptakan tren. Kamu bisa mencari tahu produk apa yang sedang viral dengan menjelajahi halaman For You atau hashtag populer. Misalnya, jika banyak orang membahas “self-cleaning water bottle”, itu bisa menjadi peluang untuk mempromosikan produk serupa.
  3. Pilih Produk yang Banyak Dicari dan Dibutuhkan
    Pastikan produk yang kamu pilih memiliki permintaan tinggi. Lakukan riset kecil dengan mencari review atau membaca komentar di media sosial. Produk yang banyak dicari biasanya memiliki potensi penjualan yang tinggi.
  4. Perhatikan Komisi yang Ditawarkan
    Sebagai affiliate, kamu akan mendapatkan komisi dari setiap produk yang terjual melalui link afiliasimu. Bandingkan komisi yang ditawarkan oleh berbagai program affiliate di TikTok Shop dan pilih yang memberikan keuntungan terbaik.
  5. Pastikan Produk Berkualitas Baik
    Jangan hanya fokus pada komisi tinggi tanpa memperhatikan kualitas produk. Jika produk yang kamu promosikan tidak memuaskan, pelanggan akan kecewa, dan reputasimu di TikTok bisa terganggu. Pastikan kamu mempromosikan produk yang memang layak direkomendasikan.
  6. Gunakan Produk yang Pernah Kamu Coba
    Jika memungkinkan, pilih produk yang sudah pernah kamu gunakan. Dengan begitu, kamu bisa memberikan review yang jujur dan lebih mudah meyakinkan penonton untuk membeli. Orang cenderung percaya pada rekomendasi yang terlihat otentik.

Langkah-Langkah Memulai Affiliate di TikTok

  1. Daftar Program Affiliate di TikTok Shop
    Kamu bisa mendaftar langsung ke TikTok Shop dan memilih program affiliate yang tersedia. Setelah diterima, kamu akan mendapatkan link afiliasi untuk setiap produk yang ingin dipromosikan.
  2. Buat Konten yang Menarik dan Kreatif
    Kunci sukses di TikTok adalah konten yang unik dan engaging. Buat video yang memamerkan produk dengan cara kreatif, seperti unboxing, tutorial, atau ulasan singkat. Jangan lupa tambahkan call-to-action seperti, “Klik link di bio untuk beli produk ini sekarang juga!”
  3. Gunakan Hashtag yang Relevan
    Tambahkan hashtag populer yang relevan dengan produk atau niche kamu agar video lebih mudah ditemukan pengguna. Misalnya, jika kamu mempromosikan skincare, gunakan hashtag seperti #SkincareRoutine atau #ProdukViralTikTok.
  4. Interaksi dengan Penonton
    Jangan lupa untuk membalas komentar atau pertanyaan dari penonton. Interaksi ini bisa meningkatkan kepercayaan dan membuat audiens lebih tertarik membeli produk yang kamu promosikan.

Affiliate marketing di TikTok adalah peluang besar untuk menghasilkan uang dengan memanfaatkan kreativitasmu. Pastikan kamu menyiapkan alat yang memadai seperti smartphone, tripod, dan aplikasi editing agar konten terlihat menarik. Selain itu, pilih produk yang relevan dengan niche kamu, memiliki kualitas bagus, dan memberikan komisi yang menguntungkan. Dengan konsistensi dan kreativitas, kamu bisa sukses memanfaatkan TikTok sebagai platform untuk affiliate marketing. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai sekarang!

2 Jam di Bareskrim, Budi Arie: “Kita Semua Harus Bersatu Lawan Judi Online!”

0

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi hadir di Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus judi online yang diduga melibatkan lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kehadiran Budi Arie ini menunjukkan komitmennya sebagai mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada periode 2023-2024 untuk membantu pihak berwenang dalam mengusut tuntas kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya berkewajiban untuk membantu pihak kepolisian dengan memberikan informasi yang diperlukan dalam upaya menyelesaikan kasus judi online di lingkungan Komdigi,” ujar Budi Arie kepada wartawan usai pemeriksaan di Bareskrim, Senin (18/12/2024).

Budi Arie menegaskan bahwa pemberantasan judi online bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga persoalan bersama yang harus dihadapi dengan konsistensi dan sinergi dari berbagai pihak.

“Persoalan pemberantasan judi online ini adalah tantangan kolektif. Kita semua harus bersatu untuk melindungi masyarakat dari ancaman yang ditimbulkan oleh praktik tersebut,” tambahnya.

Namun, Budi Arie tidak memberikan detail terkait isi keterangannya kepada penyidik. Ia meminta agar informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut dikonfirmasi langsung kepada penyidik yang menangani.

“Terkait substansi keterangan, silakan tanyakan kepada pihak penyidik yang berwenang,” ujarnya singkat.

Pemeriksaan Selama Dua Jam

Dalam keterangannya, Budi Arie menjelaskan bahwa pemeriksaan berlangsung selama dua jam. Ia mengapresiasi kerja sama yang baik dari para penyidik yang menurutnya bersikap ramah dan profesional selama proses berlangsung.

“Proses pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam. Penyidiknya sangat ramah dan kooperatif. Kami juga berdiskusi tentang langkah-langkah pemberantasan judi online yang dapat dilakukan ke depan,” tuturnya.

Dampak Negatif Judi Online Bagi Masyarakat

Budi Arie mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh judi online, terutama terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, judi online telah menciptakan bentuk kemiskinan baru yang memprihatinkan.

“Judi online ini sudah cukup merugikan. Ini adalah salah satu penyebab kemiskinan baru. Banyak rakyat kita yang menjadi korban, ditipu, dan terus dieksploitasi,” tegasnya.

Budi Arie berharap langkah tegas yang diambil aparat hukum terhadap kasus ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya judi online. Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat untuk memerangi praktik-praktik ilegal ini secara menyeluruh.

Sumber Daya Manusia, Aset Utama Ekonomi Kreatif di Yogyakarta

0

Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya mengadakan pertemuan dengan para pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta. Pertemuan ini bertujuan mendengar aspirasi serta membahas strategi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam diskusi yang berlangsung di Sleman Creative Space pada Rabu (18/12/2024), Menekraf Riefky menekankan pentingnya peran ekonomi kreatif dalam membangun pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan harus mendapat dukungan aktif dari setiap kabupaten dan kota.

“Ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi nasional hanya akan berhasil jika pemerintah daerah juga mengadopsinya sebagai pendorong utama pertumbuhan di wilayah masing-masing,” ujar Riefky.

Yogyakarta Jadi Lokasi Prioritas Pengembangan Ekraf

Dalam kesempatan tersebut, Riefky menjelaskan bahwa Yogyakarta telah ditetapkan sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini sesuai dengan peta jalan (road map) yang dirumuskan Presiden melalui Bappenas dan diamanahkan kepada Kemenekraf untuk dijalankan selama lima tahun ke depan.

“Yogyakarta masuk dalam daftar daerah prioritas. Kemenekraf berkomitmen memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk mendukung pengembangan ekraf di sini,” tambahnya.

Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Kreatif

Dalam dialog tersebut, para pelaku ekonomi kreatif Yogyakarta menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) sebagai aset utama pengembangan sektor ini. Mereka menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas kreatif untuk menciptakan ekosistem kreatif yang kokoh dan berkelanjutan.

“Kunci keberhasilan ekonomi kreatif ada pada kolaborasi yang solid antara semua pihak terkait. Kita perlu membangun ekosistem kreatif nasional yang terintegrasi,” ungkap salah satu peserta dialog.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta Terpilih, Hasto Wardoyo, serta Ketua Perkumpulan Jogja Creative Society, Gregorius Sri Wuryanto. Kedua tokoh tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Yogyakarta, termasuk upaya memperluas akses bagi pelaku ekraf lokal.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku ekraf, Yogyakarta diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi kreatif yang berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Mau Usaha Makanan Laris? Ini Cara Memilih Lokasi yang Tepat

Menentukan lokasi usaha makanan dan minuman adalah salah satu langkah krusial yang bisa menentukan kesuksesan bisnismu. Lokasi yang strategis akan memengaruhi jumlah pelanggan yang datang dan seberapa besar keuntungan yang bisa kamu raih. Tapi, memilih lokasi bukan cuma soal tempat yang ramai, ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Berempat.com akan memberikan beberapa tips untuk membantumu menentukan lokasi yang tepat.

1. Pilih Lokasi yang Dekat dengan Target Pasar

Sebelum menentukan lokasi, kenali dulu siapa target pasar kamu. Apakah kamu menyasar pelajar, pekerja kantoran, keluarga, atau mungkin wisatawan? Lokasi usaha harus sesuai dengan kebiasaan dan aktivitas mereka. Misalnya:

  • Jika targetmu adalah pekerja kantoran, pilih tempat di sekitar perkantoran.
  • Jika targetmu adalah anak muda, lokasi dekat kampus atau pusat perbelanjaan bisa jadi pilihan.

Menyesuaikan lokasi dengan target pasar akan mempermudah mereka menjangkau bisnis kamu.

2. Pastikan Lokasi Mudah Diakses

Lokasi yang mudah ditemukan dan dijangkau sangat penting untuk usaha makanan dan minuman. Pilih tempat yang dekat dengan jalan utama, memiliki akses parkir yang memadai, atau mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika pelanggan merasa sulit mencapai tempatmu, mereka bisa saja memilih kompetitor yang lebih mudah diakses.

3. Perhatikan Kepadatan dan Aktivitas di Sekitar Lokasi

Pastikan lokasi pilihanmu berada di area yang ramai dan sering dilalui orang. Cari tahu apakah area tersebut memiliki aktivitas harian yang cukup tinggi. Misalnya:

  • Dekat pasar, stasiun, terminal, atau halte.
  • Di sekitar tempat wisata atau area rekreasi.
  • Dekat sekolah, kampus, atau area tempat tinggal.

Namun, ramai saja tidak cukup. Pastikan juga aktivitas orang di area tersebut sesuai dengan target pasarmu.

4. Analisis Persaingan di Sekitar Lokasi

Sebelum memutuskan lokasi, lihat juga siapa saja kompetitormu di area tersebut. Apakah sudah banyak usaha makanan atau minuman serupa di sana? Jika iya, pelajari apa yang mereka tawarkan.

  • Apakah pasar di sana masih memiliki peluang untuk bisnismu?
  • Apakah kamu bisa menawarkan sesuatu yang berbeda dan lebih menarik?

Jangan takut dengan kompetitor, tapi pastikan kamu memiliki keunikan yang membuat bisnismu stand out.

5. Perhatikan Biaya Sewa dan Anggaran

Lokasi yang strategis biasanya memiliki biaya sewa yang lebih tinggi. Pastikan kamu menghitung anggaran dengan matang dan tidak memilih lokasi yang terlalu memberatkan keuangan bisnismu. Perhitungkan apakah omzet yang kamu perkirakan bisa menutupi biaya sewa atau beli tempat tersebut.

Tips: Jika anggaran terbatas, kamu bisa mempertimbangkan lokasi di pinggir jalan yang strategis atau area yang sedang berkembang.

6. Pastikan Lingkungan Aman dan Nyaman

Pelanggan pasti akan lebih senang datang ke tempat yang aman dan nyaman. Hindari lokasi di daerah yang sering macet parah, rawan kriminalitas, atau memiliki lingkungan yang kurang bersih. Lingkungan yang nyaman akan memberikan pengalaman positif bagi pelanggan dan membuat mereka ingin datang kembali.

7. Pertimbangkan Fasilitas yang Ada di Sekitar

Lokasi yang memiliki fasilitas pendukung bisa menjadi nilai tambah untuk bisnis makanan dan minumanmu. Beberapa fasilitas yang perlu diperhatikan:

  • Tempat parkir yang cukup luas.
  • Ketersediaan listrik dan air yang memadai.
  • Dekat dengan ATM atau minimarket.

Fasilitas seperti ini akan memberikan kenyamanan tambahan bagi pelanggan dan operasional bisnismu.

8. Pelajari Peraturan Zonasi

Sebelum memutuskan lokasi, pastikan tempat tersebut diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat usaha. Ada beberapa daerah yang memiliki peraturan zonasi khusus, misalnya area perumahan yang melarang usaha komersial. Jangan sampai bisnismu bermasalah karena melanggar aturan di daerah tersebut.

9. Tes Lokasi Sebelum Membuka Usaha

Jika memungkinkan, lakukan pengamatan atau riset langsung di lokasi yang kamu incar. Perhatikan hal-hal berikut:

  • Bagaimana aktivitas di sekitar lokasi pada pagi, siang, dan malam hari.
  • Apakah lokasi tersebut ramai sepanjang minggu atau hanya pada hari tertentu.
  • Lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan.

Dengan mengamati langsung, kamu bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang potensi lokasi tersebut.

Memilih lokasi usaha makanan dan minuman memang membutuhkan waktu dan riset yang matang. Jangan hanya tergiur dengan tempat yang terlihat ramai, tapi pastikan lokasi tersebut benar-benar cocok dengan target pasar dan kebutuhan bisnismu.

Lokasi yang tepat tidak hanya membuat pelanggan lebih mudah menjangkaumu, tapi juga berpotensi meningkatkan penjualan dan membangun reputasi brand yang baik. Dengan mengikuti tips di atas, semoga kamu bisa menemukan lokasi terbaik untuk bisnismu!

Impor Ilegal Memuncak, Industri Tekstil Indonesia Kehilangan 250 Ribu Tenaga Kerja

0

Industri tekstil Indonesia kini berada di ujung tanduk. Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 60 perusahaan tekstil harus menghentikan operasionalnya, menyebabkan sekitar 250 ribu pekerja kehilangan pekerjaan. Data ini diungkapkan oleh Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) pada periode 2022-2024.

“Di tahun 2024, semakin banyak pabrik yang gulung tikar. Hingga kini, sudah ada sekitar 60 perusahaan tekstil di sektor hilir dan tengah yang tutup. Akibatnya, sekitar 250 ribu tenaga kerja terkena PHK,” ujar Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, Rabu (18/12/2024).

Impor Ilegal, Penyebab Utama Krisis

Redma menjelaskan, salah satu penyebab utama keruntuhan sektor tekstil adalah maraknya impor ilegal. Barang-barang ini masuk ke pasar domestik tanpa pengawasan yang memadai dari pihak berwenang. Situasi tersebut memperparah kondisi industri tekstil yang sebelumnya sudah menghadapi penurunan selama satu dekade terakhir akibat deindustrialisasi.

“Impor ilegal ini sangat merugikan. Sekitar 40 persen produk tekstil yang masuk ke Indonesia tidak tercatat secara resmi. Hal ini membuat perusahaan lokal semakin sulit bersaing,” tambahnya.

Ironisnya, pandemi COVID-19 sempat memberikan harapan bagi industri tekstil nasional. Pada tahun 2021, ketika impor dari Tiongkok terhenti akibat lockdown, produksi tekstil domestik mengalami kebangkitan sementara. Namun, begitu pembatasan impor dicabut, pasar kembali dibanjiri produk murah ilegal, memaksa banyak perusahaan untuk tutup.

Dampak Meluas ke Sektor Lain

Tak hanya memukul industri tekstil, krisis ini juga memengaruhi sektor-sektor terkait, seperti petrokimia dan energi. Produksi Purified Terephthalic Acid (PTA), bahan baku utama tekstil, ikut terganggu. Akibatnya, permintaan listrik dari industri tekstil pun ikut menurun.

“Impor yang tak terkendali ini mengurangi kapasitas produksi industri kita. Dampaknya terasa hingga ke sektor energi dan logistik,” jelas Redma.

Industri tekstil sendiri memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia, menyumbang 11,73 persen konsumsi listrik sektor industri dan 5,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, derasnya arus barang impor ilegal telah menggerus kontribusi ini.

Solusi: Atasi Impor Ilegal dan Tingkatkan Daya Saing

Redma mendesak pemerintah untuk segera bertindak mengatasi permasalahan impor ilegal. Menurutnya, jika pasar domestik bisa dibersihkan dari barang ilegal, industri tekstil Indonesia berpotensi menyumbang hingga 8 persen terhadap PDB nasional.

Beberapa langkah yang disarankan mencakup pembatasan impor yang lebih ketat dan perbaikan sistem di pelabuhan, termasuk penggunaan scanner dan sinkronisasi data manifest impor. “Sistem di pelabuhan kita masih banyak celah. Barang ilegal masuk dengan mudah karena data manifest impor tidak sinkron dengan pengawasan fisik,” tegas Redma.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan memanfaatkan pasar domestik yang besar, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan kembali menghidupkan industri tekstil yang kini sedang terpuruk.

“Namun, semua ini harus dimulai dari regulasi yang lebih baik dan upaya serius menangani impor ilegal,” tutupnya.

Amankan Industri Lokal, Kemenperin Sita Produk Tanpa Sertifikasi SNI

0

Untuk menjaga daya saing dan produktivitas industri dalam negeri serta memastikan persaingan usaha yang sehat, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan pengawasan terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah diwajibkan. Langkah ini juga bertujuan melindungi pasar domestik dari masuknya produk impor ilegal yang berpotensi merugikan industri lokal.

“Pengawasan penerapan SNI Wajib sangat penting untuk melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor ilegal sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin, M. Rum, saat menyampaikan hasil pengawasan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/12).

Produk Tanpa SPPT-SNI Diamankan

Sebagai bagian dari pengawasan rutin, Kemenperin berhasil mengamankan berbagai produk yang tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI. Produk-produk tersebut meliputi alat elektronik, sepatu pengaman, mainan anak, hingga peralatan mesin pertanian. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sprayer gendong semi otomatis sebanyak 1.320 unit senilai Rp396 juta (merek IMISA dan FARMJET).
  • Sepatu pengaman sejumlah 1.701 pasang dengan nilai Rp2,8 miliar (merek CATERPILLAR, NAVIGO, SEPTIGO).
  • Mainan anak sebanyak 44.133 unit senilai Rp1,5 miliar (merek HOCHIHOKU dan ZAVANESE).
  • Speaker aktif sebanyak 196 unit senilai Rp311 juta (merek W-KING, URBANO, HAFSUN).

Kemenperin, bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), telah memerintahkan penghentian kegiatan usaha para pelaku yang memasarkan produk tanpa SPPT-SNI tersebut. Selain itu, peredaran produk-produk tersebut dilarang di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami tegas melarang pelaku usaha tersebut untuk melanjutkan kegiatan impornya. Produk dengan merek-merek yang melanggar SNI tidak boleh beredar. Kami juga mengingatkan semua produsen dan importir lainnya untuk memastikan barang yang mereka pasarkan telah memiliki SPPT-SNI,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi.

Bahaya Produk Tanpa Sertifikasi

Ia menambahkan bahwa tanpa sertifikasi SNI, produk impor berpotensi membahayakan keselamatan pengguna sekaligus mengganggu persaingan usaha di pasar domestik. Mayoritas produk yang ditemukan tanpa sertifikasi tersebut diketahui berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kemenperin akan terus menegakkan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. “Setiap pelanggaran terhadap UU tersebut akan ditindak tegas,” tegas Andi.

Saat ini, terdapat 131 jenis produk yang wajib memenuhi standar SNI. Ke depan, Kemenperin berharap jumlah produk yang diwajibkan memenuhi SNI terus bertambah, seiring upaya memperkuat regulasi dan pengawasan di sektor ini.

“Langkah ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa industri lokal dapat terus tumbuh dan bersaing secara adil di pasar domestik,” pungkas Andi.

Mau Produk Kamu Dilirik? Yuk, Buat Tagline Keren dengan Cara Ini!

Dalam dunia bisnis, tagline memiliki peran penting sebagai “pengenal singkat” yang melekat di benak konsumen. Tagline yang baik mampu menggambarkan nilai produk atau brand dengan kata-kata yang singkat, menarik, dan mudah diingat. Nah, jika kamu sedang berusaha menciptakan tagline untuk promosi, Berempat.com akan memberi beberapa cara yang bisa kamu ikuti agar tagline kamu bisa menarik perhatian calon pelanggan.

1. Buat Singkat, Padat, dan Mudah Diingat

Tagline yang baik itu tidak bertele-tele. Ingat, tujuan utama tagline adalah agar mudah diingat oleh audiens. Coba gunakan 3 sampai 7 kata saja yang benar-benar mewakili produk atau brand kamu.

Contoh:

  • Nike: “Just Do It”
  • Aqua: “Ada Aqua?”

Kedua tagline ini sangat singkat, tapi langsung melekat di kepala orang, bukan?

2. Pastikan Sesuai dengan Identitas Brand

Tagline harus mencerminkan apa yang ditawarkan brand atau produk kamu. Mulai dari nilai, visi, atau keunggulan yang ingin kamu tonjolkan. Tagline yang tepat akan membantu pelanggan langsung memahami siapa kamu dan apa yang kamu tawarkan.

Contoh:

  • Apple: “Think Different” (Mencerminkan inovasi dan kreativitas yang beda dari kompetitor)
  • Indomie: “Indomie Seleraku” (Membangun kesan produk yang dekat dengan selera semua orang)

Sebelum membuat tagline, tanyakan dulu ke diri sendiri:

  • Apa kelebihan produk atau brand saya?
  • Siapa target pasar saya?

Jawaban dari pertanyaan ini bisa membantu kamu menemukan ide tagline yang lebih relevan.

3. Tonjolkan Manfaat atau Nilai Produk

Tagline yang efektif adalah yang menawarkan sesuatu kepada konsumen. Apa sih manfaat utama produk kamu? Kenapa orang harus memilih produk atau brand kamu? Jika kamu bisa menyampaikan manfaat itu dengan kata-kata yang simpel, maka tagline kamu akan punya dampak yang lebih kuat.

Contoh:

  • L’Oréal: “Because You’re Worth It” (Menawarkan nilai lebih: setiap wanita berhak merasa berharga)
  • Burger King: “Have It Your Way” (Menekankan kebebasan pelanggan memilih sesuai keinginan)

4. Gunakan Kata-Kata yang Mudah Dipahami dan Menarik

Jangan menggunakan kata-kata yang terlalu rumit atau sulit dimengerti. Kata yang sederhana tapi menarik justru lebih efektif. Jika memungkinkan, gunakan rima atau permainan kata untuk membuat tagline terdengar lebih catchy dan enak diingat.

Contoh:

  • M&M’s: “Melts in Your Mouth, Not in Your Hands” (Menggunakan rima sederhana yang bikin menarik)
  • Teh Botol Sosro: “Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro”

Permainan kata yang kreatif akan membuat tagline kamu lebih “nempel” di kepala konsumen.

5. Ciptakan Emosi atau Kesan Positif

Tagline yang bagus biasanya mampu membangkitkan emosi positif atau membangun hubungan dengan pelanggan. Coba buat tagline yang memicu rasa senang, nyaman, percaya, atau bahkan semangat.

Contoh:

  • Disneyland: “The Happiest Place on Earth” (Membangkitkan rasa bahagia dan imajinasi)
  • McDonald’s: “I’m Lovin’ It” (Membangun kesan positif tentang makanan yang enak dan menyenangkan)

Dengan tagline yang penuh emosi, pelanggan akan lebih mudah merasa terhubung dengan brand kamu.

6. Jangan Takut untuk Bereksperimen

Menciptakan tagline yang menarik butuh waktu dan percobaan. Jangan terburu-buru merasa puas dengan satu ide. Tulis beberapa versi tagline, minta masukan dari teman atau kolega, lalu pilih yang paling kuat dan sesuai dengan identitas brand kamu.

7. Pastikan Tagline Relevan untuk Jangka Panjang

Tagline yang efektif adalah yang bisa bertahan lama dan tidak mudah usang. Jangan terlalu fokus pada tren sesaat, karena tagline yang timeless akan selalu terasa relevan meskipun bisnis kamu terus berkembang.

Contoh:

  • KFC: “It’s Finger Lickin’ Good”
    Tagline ini tetap relevan meski sudah digunakan selama bertahun-tahun.

Membuat tagline yang efektif memang membutuhkan kreativitas, tapi bukan berarti sulit. Dengan fokus pada identitas brand, manfaat produk, dan penggunaan kata yang simpel, kamu bisa menciptakan tagline yang kuat, menarik, dan mudah diingat oleh pelanggan.

Ingat, tagline adalah “suara kecil” yang mewakili brand kamu di benak konsumen. Jadi, buatlah tagline yang bisa berbicara banyak dengan kata-kata yang singkat. Semoga tips di atas bisa membantu kamu menemukan tagline yang paling pas untuk produk atau bisnismu!

Siap-Siap! Tarif Netflix, Spotify, dan YouTube Naik di 2025, PPN Jadi 12 Persen

0

Mulai tahun 2025, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik dari 11 persen menjadi 12 persen. Kebijakan ini akan berlaku pada berbagai layanan over-the-top (OTT) populer seperti Netflix, Spotify, dan YouTube. Dengan adanya peningkatan tarif PPN tersebut, biaya berlangganan layanan streaming dipastikan ikut melonjak.

Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, memastikan bahwa kebijakan ini berlaku merata untuk semua layanan digital berbayar. “Ya, akan kena PPN 12 persen. Semua layanan seperti Netflix, Spotify, dan sejenisnya juga ikut dikenakan,” ujar Suryo saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/12).

Kenaikan PPN ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Langkah ini diambil pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak nasional.

Rincian Harga Berlangganan Setelah PPN 12 Persen

Berikut ini perbandingan tarif berlangganan layanan streaming populer sebelum dan setelah kenaikan PPN menjadi 12 persen:

1. Harga Langganan Netflix

  • Paket Mobile
    • Harga normal: Rp 54.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 59.940/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 60.480/bulan
  • Paket Basic
    • Harga normal: Rp 65.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 72.150/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 72.800/bulan
  • Paket Standard
    • Harga normal: Rp 120.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 133.200/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 134.400/bulan
  • Paket Premium
    • Harga normal: Rp 186.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 206.460/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 208.320/bulan

2. Harga Langganan Spotify

  • Paket Mini
    • Harga normal: Rp 10.700/minggu
    • Setelah PPN 11%: Rp 11.877/minggu
    • Setelah PPN 12%: Rp 11.984/minggu
  • Paket Individual
    • Harga normal: Rp 54.990/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 61.038/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 61.588/bulan

3. Harga Langganan YouTube Premium

  • Paket Perorangan
    • Harga normal: Rp 69.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 76.590/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 77.280/bulan
  • Paket Keluarga
    • Harga normal: Rp 139.000/bulan
    • Setelah PPN 11%: Rp 154.290/bulan
    • Setelah PPN 12%: Rp 155.680/bulan

Dampak Kenaikan PPN

Dengan penerapan tarif PPN baru yang naik sebesar 12 persen, masyarakat yang menggunakan layanan streaming digital akan merasakan kenaikan harga langganan. Meski selisihnya relatif kecil, kebijakan ini dipastikan akan berdampak langsung pada pengeluaran rutin pelanggan setia layanan digital berbayar.

Pemerintah berharap kenaikan PPN ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak nasional, seiring dengan tren meningkatnya konsumsi layanan digital di Indonesia. Di sisi lain, konsumen diharapkan tetap dapat menyesuaikan kebutuhannya terhadap layanan streaming favorit mereka.

Dengan adanya penyesuaian tarif ini, pengguna perlu mempertimbangkan anggaran berlangganan di tahun depan.

Belanja Produk Lokal di BINA Diskon 2024, Ikut Dukung Ekonomi Indonesia

0

Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya dan kreativitas bangsa melalui pembelian produk lokal. Menurut Roro, setiap produk dalam negeri mencerminkan kreativitas, inovasi, dan kerja keras masyarakat Indonesia yang menjadi kebanggaan bersama. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers peluncuran program “Belanja di Indonesia Aja (BINA) Diskon 2024″ yang berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/12).

Turut hadir dalam acara ini, Plt. Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Krisna Ariza, Direktur Bina Usaha Perdagangan Septo Soepriyatno, serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Wamendag Roro menegaskan pentingnya mendukung produk lokal sebagai salah satu cara memperkuat ekonomi nasional dan memastikan keberlanjutan pembangunan.

“Membeli produk lokal adalah wujud nyata penghormatan kita terhadap budaya bangsa. Dengan memilih produk dalam negeri, kita tidak hanya menghargai kerja keras pelaku usaha lokal, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, pembelian produk lokal memberikan kontribusi penting bagi keberlanjutan ekonomi kita di pasar global,” ujar Wamendag Roro.

Mendorong Kebangkitan Ekonomi Nasional

Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering kali menjadi momen yang penuh makna untuk berkumpul bersama keluarga. Wamendag berharap momen ini juga dimanfaatkan untuk membangkitkan semangat ekonomi nasional. Ia menyoroti bahwa tantangan dan peluang ekonomi sepanjang 2024 telah membuktikan resiliensi bangsa Indonesia.

“Dengan kerja keras dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat, kita berhasil melewati berbagai dinamika ekonomi. Kementerian Perdagangan akan terus mendukung kebijakan yang mempermudah pelaku usaha ritel dalam negeri dan menciptakan iklim usaha yang kondusif,” tambahnya.

Program BINA Diskon 2024 diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat kehadiran produk lokal di pasar domestik maupun internasional. Wamendag Roro menekankan bahwa program ini juga menjadi momentum strategis bagi merek-merek lokal untuk menunjukkan keunggulan mereka di tengah persaingan dengan produk internasional.

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Salah satu target utama program BINA Diskon adalah mengangkat produk-produk lokal unggulan, khususnya yang berasal dari pelaku UMKM. Pemerintah berharap program ini dapat memfasilitasi pelaku UMKM untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Melalui rantai pasokan global yang mereka miliki, produk-produk lokal dapat lebih dikenal dan diterima di pasar internasional,” terang Wamendag Roro.

Ketua Pelaksana BINA Diskon, Fetty Kwartati, memaparkan bahwa program ini akan digelar mulai 20 hingga 29 Desember 2024 di berbagai ritel di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan 380 perusahaan, 80.000 gerai, 800 merek, dan 396 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

“Kami menyediakan berbagai promo menarik, mulai dari diskon hingga 70 persen, promo beli satu gratis satu, hingga diskon khusus sebesar 54 persen. Selain itu, kami juga menghadirkan Pasar Malam BINA yang berlangsung di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada 20–22 Desember 2024,” papar Fetty.

Pasar Malam BINA akan menyuguhkan berbagai produk dari UMKM, makanan khas, jajanan lokal, hingga pertunjukan seni budaya yang memeriahkan suasana.

Dukungan untuk Produk Lokal dan UMKM

Wamendag Roro menegaskan bahwa BINA Diskon adalah bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mendorong konsumsi produk dalam negeri dan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Melalui program ini, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan eksposur dan daya saing produk mereka.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, kita mendapatkan barang berkualitas sekaligus membantu para pelaku usaha lokal,” kata Wamendag Roro.

Selain Wamendag Roro, sejumlah tokoh penting juga hadir, seperti Ketua Umum Hippindo, Plh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta.

Program BINA Diskon 2024 diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing produk lokal, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju tahun 2025.