Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 119

Pemerintah dan Apple Capai Kesepakatan TKDN, Investasi Baru Mengalir ke Indonesia

0

Setelah melalui proses negosiasi selama lima bulan, Kemenperin dan Apple akhirnya mencapai kesepakatan terkait penerbitan sertifikat TKDN. Kesepakatan ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup komitmen investasi Apple di Indonesia untuk periode 2023-2029.

Selain rencana investasi jangka panjang, Apple juga sepakat menambah investasi sebagai bentuk pemenuhan sanksi akibat belum optimalnya pelaksanaan skema inovasi dalam periode sebelumnya. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 29 Tahun 2017 yang mengatur perhitungan nilai TKDN untuk produk telepon seluler, komputer genggam, dan tablet.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya penegakan regulasi nasional. “Ini adalah preseden yang baik, di mana kami berhasil memastikan bahwa perusahaan global seperti Apple tetap tunduk pada aturan yang berlaku di Indonesia,” ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/2).

Kepatuhan Apple terhadap Aturan TKDN di Indonesia

Permenperin No. 29 Tahun 2017 menetapkan tiga skema untuk memenuhi syarat TKDN dalam produk Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT). Pada periode 2017-2020 dan 2020-2023, Apple memilih skema ketiga, yakni investasi dalam bidang inovasi, yang mencakup pendidikan, pelatihan, serta penelitian dan pengembangan (R&D) di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Namun, sejak 2017 hingga 2023, Apple baru mengimplementasikan program pendidikan dan pelatihan, sementara kegiatan R&D dinilai belum optimal.

“Apple sendiri mengakui bahwa implementasi skema 3 belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Kami telah melakukan evaluasi kuantitatif untuk mengetahui jumlah yang masih harus dipenuhi oleh Apple,” jelas Agus.

Sebagai langkah konkret, Apple akan menggandeng perusahaan Global Value Chain (GVC) mereka, ICT Luxshare, untuk berinvestasi dalam produksi aksesoris AirTag di Indonesia. Pabrik baru yang tengah dibangun di Batam akan menerima investasi sebesar USD150 juta dan ditargetkan menjadi pemasok utama 65% kebutuhan AirTag di pasar global. Selain itu, Apple berkomitmen untuk menggunakan komponen baterai dari produsen dalam negeri.

Apple juga tengah menyiapkan jalur produksi baru di Long Harmony, Bandung, untuk memproduksi kain mesh yang digunakan dalam AirPods Max. Dengan demikian, Long Harmony akan menjadi bagian dari rantai pasok global Apple.

Di samping itu, dalam siklus investasi berikutnya, Apple akan membawa dana segar sebesar USD160 juta untuk memenuhi kewajibannya dalam skema inovasi.

Pendirian Pusat R&D dan Akademi Pengembang Apple di Indonesia

MoU yang ditandatangani juga mencakup sejumlah inisiatif baru Apple di Indonesia, seperti pendirian Apple Software Innovation and Technology Institute, Apple Professional Developer Academy, serta pengembangan lebih lanjut Apple Academy.

Sebagai langkah besar lainnya, Apple juga akan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D Center) yang akan difokuskan pada pengembangan perangkat lunak. R&D Center ini akan menjadi yang pertama di Asia dan kedua di dunia di luar Amerika Serikat, setelah Brasil.

Pendirian pusat inovasi ini akan melibatkan 15 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keempat kampus ini akan tergabung dalam Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC), yang bertujuan untuk mendorong riset dan pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan ekosistem teknologi dalam negeri semakin berkembang, baik dari sisi investasi asing, inovasi teknologi, maupun peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia dalam industri teknologi global.

Mau Bisnis Sukses? Ini Cara Membangun Tim yang Solid dan Kompak!

Dalam dunia bisnis, membangun tim yang solid bukan sekadar tentang mengumpulkan orang-orang berbakat. Lebih dari itu, tim yang kuat adalah fondasi utama untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Tanpa tim yang kompak, bisnis akan sulit berkembang dan menghadapi tantangan. Lalu, bagaimana cara membangun tim yang solid dan bisa bekerja sama dengan baik? Simak strategi yang Berempat.com rangkum berikut ini.

1. Tentukan Visi dan Misi yang Jelas

Setiap anggota tim harus tahu ke mana bisnis ini akan berjalan. Dengan memiliki visi dan misi yang jelas, mereka akan lebih mudah memahami tujuan besar perusahaan dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Komunikasikan visi ini secara berkala agar semangat kerja tetap terjaga.

2. Pilih Orang yang Tepat, Bukan Hanya yang Paling Pintar

Memilih anggota tim bukan hanya soal mencari orang dengan skill terbaik, tetapi juga mencari mereka yang memiliki etos kerja, nilai, dan budaya kerja yang selaras dengan perusahaan. Seseorang yang punya skill tinggi tetapi sulit diajak bekerja sama justru bisa menghambat pertumbuhan bisnis.

3. Bangun Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang buruk sering kali menjadi penyebab utama konflik dalam tim. Pastikan semua anggota tim merasa nyaman untuk menyampaikan ide, masukan, maupun kendala yang mereka hadapi. Gunakan alat komunikasi yang tepat, seperti meeting rutin, grup diskusi, atau platform kolaborasi kerja seperti Slack atau Trello.

4. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Tim yang solid membutuhkan lingkungan kerja yang sehat, di mana setiap anggota merasa dihargai dan didukung. Bangun budaya kerja yang positif dengan memberikan apresiasi atas kerja keras mereka, menciptakan atmosfer yang nyaman, serta memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi.

5. Pembagian Tugas dengan Bijak

Seorang pemimpin tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Delegasikan tugas kepada anggota tim sesuai dengan keahlian dan tanggung jawab mereka. Selain membantu meningkatkan efisiensi kerja, ini juga akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan memiliki peran penting dalam bisnis.

6. Berikan Kesempatan untuk Berkembang

Salah satu cara terbaik untuk menjaga anggota tim tetap termotivasi adalah dengan memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Bisa dengan menyediakan pelatihan, workshop, atau mentoring yang dapat meningkatkan keterampilan mereka. Tim yang berkembang adalah aset besar bagi bisnis.

7. Bangun Kepercayaan dan Rasa Saling Menghormati

Kepercayaan adalah pondasi dari tim yang kuat. Jika anggota tim merasa dipercaya, mereka akan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka. Hindari sikap terlalu mengontrol (micromanaging) karena hal ini bisa membuat anggota tim merasa tidak dipercaya dan kurang produktif.

8. Atasi Konflik dengan Bijak

Konflik dalam tim adalah hal yang wajar, tetapi harus dikelola dengan baik. Jangan biarkan konflik kecil berkembang menjadi masalah besar yang bisa menghambat produktivitas tim. Beri ruang untuk diskusi terbuka dan cari solusi yang menguntungkan semua pihak.

9. Bangun Rasa Kepemilikan dalam Tim

Ketika anggota tim merasa memiliki bisnis ini seperti milik mereka sendiri, mereka akan lebih berdedikasi dan berusaha memberikan yang terbaik. Libatkan mereka dalam pengambilan keputusan dan buat mereka merasa kontribusi mereka benar-benar berdampak.

10. Rayakan Keberhasilan Bersama

Jangan hanya fokus pada target berikutnya tanpa merayakan pencapaian yang telah diraih. Sekecil apa pun keberhasilan yang dicapai tim, rayakan bersama sebagai bentuk apresiasi. Ini akan memperkuat ikatan dalam tim dan menjaga semangat mereka tetap tinggi.

Membangun tim yang solid bukanlah sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Butuh usaha, komunikasi, dan strategi yang tepat untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan bisnis. Dengan membangun kepercayaan, memberikan kesempatan berkembang, serta menciptakan komunikasi yang baik, kamu bisa memiliki tim yang kuat dan siap membawa bisnis ke level berikutnya.

Potensi Besar! Industri Fashion Muslim Indonesia Siap Kuasai Pasar Global

0

Kemenperin terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat pertumbuhan industri fashion muslim di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya permintaan baik di dalam negeri maupun pasar internasional, sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilar utama ekonomi kreatif nasional.

“Perkembangan industri fesyen muslim tidak dapat dilepaskan dari kontribusi banyak pihak. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi industri, pengusaha tekstil, desainer, akademisi, hingga platform e-commerce dan konsumen, untuk bersama-sama membangun industri yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (25/2).

Peluang Pasar Fesyen Muslim yang Terus Bertumbuh

Dalam beberapa tahun terakhir, industri fesyen muslim di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu indikatornya adalah keberhasilan penyelenggaraan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2025, yang berlangsung pada 20-23 Februari di Jakarta dengan tema “Connecting in Style”.

Menurut Reni, pertumbuhan sektor ini juga didorong oleh meningkatnya pasar ekonomi Islam secara global. Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2023-2024 dari DinarStandard, pengeluaran konsumen muslim terhadap berbagai sektor ekonomi Islam diproyeksikan mencapai USD3,1 triliun pada tahun 2027, dengan laju pertumbuhan sebesar 4,8 persen dari tahun 2022 yang hanya mencapai USD2,29 triliun.

“Industri fesyen muslim menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah industri makanan halal. Bahkan, konsumsi fesyen muslim dunia diperkirakan mencapai USD428 miliar pada 2027,” jelas Reni.

Di tingkat domestik, konsumsi produk halal di Indonesia juga menunjukkan tren yang meningkat. Pada 2025, nilai konsumsi barang dan jasa halal diproyeksikan mencapai USD330,5 miliar, di mana sektor pakaian jadi menjadi kategori terbesar kedua dalam pasar syariah nasional.

Strategi untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Melihat besarnya peluang yang ada, Reni mengajak seluruh pelaku industri fesyen muslim Indonesia untuk semakin agresif dalam menguasai pasar domestik serta memperluas jangkauan ekspor. Beberapa negara yang menjadi target potensial ekspor antara lain Iran, Turki, Arab Saudi, Pakistan, dan Mesir, yang dikenal memiliki permintaan tinggi terhadap fesyen muslim.

Lebih lanjut, Kemenperin juga mendorong pengusaha fesyen muslim untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk agar dapat bersaing di tingkat global. Salah satu strateginya adalah menjalin kemitraan dengan industri pakaian jadi dalam negeri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM), yang memiliki kapasitas produksi besar.

“Industri pakaian jadi dalam negeri memiliki sekitar 2,7 juta tenaga kerja dan 569 ribu unit usaha, berdasarkan data Profil Industri Mikro dan Kecil 2022 serta Statistik Industri Manufaktur 2022. Dengan ekosistem yang kuat ini, kita bisa menjadikan modest fashion Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus memperluas daya saing di kancah internasional,” pungkas Reni.

Skandal Minyak Pertamina Terungkap, Publik Pertanyakan Kualitas BBM!

0

Skandal dugaan korupsi dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, termasuk di lingkup Sub Holding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023, kembali mencuat. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian negara yang mencapai Rp 193,7 triliun.

Seiring dengan berkembangnya skandal kasus ini, sejumlah unggahan lama mengenai Pertamina kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang diklaim tidak sesuai dengan standar. Isu utama yang menjadi perhatian publik adalah anggapan bahwa Pertalite yang beredar memiliki Research Octane Number (RON) hanya 86, lebih rendah dari spesifikasi resmi yang ditetapkan, yakni RON 90.

Isu Kualitas Pertalite dan Pertamax Viral di Media Sosial

Pembahasan mengenai dugaan kualitas BBM yang lebih rendah dari standar kembali ramai di platform seperti Twitter dan TikTok. Sejumlah warganet mengunggah hasil uji coba RON Pertalite menggunakan alat pengukur khusus, yang menunjukkan angka 86. Hal ini kemudian menimbulkan spekulasi mengenai kualitas BBM lain, termasuk Pertamax.

Pada tahun 2022, seorang pengguna media sosial sempat mencuit, “Apakah mungkin yang dijual sebagai ‘Pertamax’ sebenarnya hanyalah ‘Pertalite’?” Meski unggahan ini menuai banyak perhatian, hingga kini belum ada konfirmasi yang dapat membuktikan dugaan tersebut secara resmi.

Pertamina Pastikan Tidak Ada Pengoplosan BBM

Menanggapi isu yang terus berkembang, PT Pertamina Patra Niaga selaku Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa tidak ada praktik pengoplosan dalam produk BBM mereka. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, memastikan bahwa Pertamax tetap memiliki spesifikasi sesuai standar pemerintah dengan RON 92.

“Semua produk BBM yang masuk ke terminal Pertamina telah melalui proses seleksi ketat sesuai dengan spesifikasinya masing-masing. Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92, sebagaimana ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” jelas Heppy pada Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut, Heppy menjelaskan bahwa di terminal BBM, hanya dilakukan proses injeksi warna (dyes) untuk membedakan jenis BBM serta penambahan zat aditif guna meningkatkan performa Pertamax.

“Proses ini bukanlah praktik oplosan atau pengubahan nilai oktan. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas BBM Pertamina,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa seluruh tahapan distribusi BBM telah memenuhi standar Quality Control (QC) yang ketat. Selain itu, seluruh proses ini berada di bawah pengawasan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pendistribusian ke masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu menaati regulasi dan memastikan kualitas BBM yang disalurkan ke masyarakat tetap terjaga sesuai standar yang telah ditetapkan,” tutup Heppy.

6 Jenis Investasi yang Cocok untuk Entrepreneur Bermodal Kecil

Banyak orang berpikir bahwa investasi hanya bisa dilakukan jika memiliki modal besar. Padahal, sebagai seorang entrepreneur dengan modal terbatas, kamu tetap bisa mulai investasi. Justru, investasi adalah langkah penting untuk membangun aset dan memastikan bisnis serta keuangan pribadimu tetap aman di masa depan. Nah, kalau kamu ingin mulai berinvestasi tapi modal masih terbatas, berikut beberapa pilihan investasi yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Investasi Reksadana

Reksadana adalah salah satu pilihan investasi terbaik bagi entrepreneur dengan modal terbatas. Dengan nominal mulai dari Rp10.000 saja, kamu sudah bisa memiliki instrumen investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional.

Kamu bisa memilih reksadana pasar uang jika ingin investasi yang lebih stabil atau reksadana saham jika mengincar keuntungan lebih besar dalam jangka panjang. Pastikan kamu memilih reksadana yang sesuai dengan profil risikomu.

2. Saham dengan Modal Kecil

Banyak yang mengira investasi saham butuh modal besar. Padahal, sekarang kamu bisa membeli saham hanya dengan Rp100.000 atau bahkan kurang! Kuncinya adalah memilih saham perusahaan yang memiliki fundamental bagus dan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Untuk pemula, bisa mulai dengan saham-saham dari sektor yang kamu pahami, misalnya industri yang berhubungan dengan bisnismu sendiri. Jangan lupa untuk selalu riset sebelum membeli saham dan gunakan aplikasi sekuritas terpercaya.

3. Peer-to-Peer Lending (P2P Lending)

Jika kamu ingin investasi yang memberikan keuntungan cukup tinggi dalam waktu relatif singkat, P2P lending bisa jadi pilihan. Melalui platform P2P lending, kamu bisa memberikan pinjaman kepada individu atau bisnis kecil yang membutuhkan modal, dan mendapatkan imbal hasil dari bunga pinjaman tersebut.

Namun, sebelum terjun ke P2P lending, pastikan kamu memilih platform yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar investasi lebih aman.

4. Investasi Emas Digital

Emas sudah lama menjadi instrumen investasi yang aman dan stabil. Saat ini, kamu tidak perlu membeli emas dalam bentuk fisik, karena sudah ada emas digital yang bisa dibeli mulai dari Rp10.000 saja.

Keuntungan emas sebagai investasi adalah nilainya cenderung naik dalam jangka panjang dan bisa dijual kapan saja saat dibutuhkan. Beberapa platform seperti Tokopedia Emas, Pegadaian Digital, dan aplikasi fintech lainnya bisa jadi pilihan untuk mulai investasi emas digital.

5. Membeli dan Mengembangkan Aset Digital

Di era digital seperti sekarang, aset digital bisa menjadi bentuk investasi yang menarik. Misalnya, membeli domain yang berpotensi dijual kembali dengan harga lebih tinggi, membangun blog atau website yang bisa dimonetisasi, hingga membuat konten berbayar di platform seperti YouTube atau Patreon.

Modalnya sangat kecil, bahkan bisa dimulai dengan nol rupiah jika kamu memiliki keterampilan menulis, desain, atau editing video. Dengan konsistensi dan strategi yang tepat, aset digital ini bisa menghasilkan pendapatan pasif yang menguntungkan.

6. Investasi pada Skill dan Pengetahuan

Salah satu investasi terbaik bagi entrepreneur adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Dengan mengikuti kursus online, membaca buku bisnis, atau belajar keterampilan baru yang bisa meningkatkan bisnismu, kamu sebenarnya sedang berinvestasi dalam bentuk yang tidak kalah penting dibandingkan aset finansial.

Investasi ini bisa memberi hasil yang jauh lebih besar dalam jangka panjang, karena semakin kamu ahli dalam bidangmu, semakin besar peluang bisnismu untuk berkembang.

Sebagai entrepreneur dengan modal terbatas, ada banyak cara untuk mulai berinvestasi tanpa harus menunggu memiliki uang banyak. Reksadana, saham, P2P lending, emas digital, aset digital, hingga investasi dalam keterampilan adalah pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Yang terpenting adalah memahami risiko dari setiap investasi dan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Dengan strategi yang tepat, investasi ini bisa menjadi pondasi kuat bagi masa depan finansial dan bisnismu.

Starbucks Berbenah, PHK Ribuan Karyawan untuk Perbaiki Bisnis

0

Jaringan kedai kopi ternama asal Amerika Serikat, Starbucks, mengumumkan akan melakukan PHK sekitar 1.100 posisi korporat sebagai bagian dari strategi restrukturisasi bisnisnya.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (25/2/2025), kebijakan ini diambil di bawah kepemimpinan CEO Brian Niccol yang berupaya memperbaiki kinerja perusahaan setelah mengalami penurunan penjualan.

“Kami tengah menyederhanakan struktur organisasi dengan mengurangi lapisan birokrasi dan duplikasi tugas, sehingga dapat menciptakan tim yang lebih ringkas dan responsif,” ungkap Niccol dalam surat resminya kepada para karyawan.

Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat akuntabilitas, serta menyederhanakan kompleksitas bisnis guna menciptakan integrasi yang lebih solid di seluruh jaringan Starbucks.

Pemulihan Starbucks di Tengah Tantangan Pasar

Niccol yang resmi menduduki posisi CEO pada tahun 2024, menghadapi tantangan berat setelah saham Starbucks mengalami penurunan sekitar 40 persen sejak puncaknya pada 2021. Kondisi ini dipicu oleh merosotnya permintaan di dua pasar utamanya, yakni Amerika Serikat dan China.

Dikenal atas keberhasilannya dalam menghidupkan kembali bisnis Chipotle Mexican Grill, Niccol kini menerapkan strategi bertajuk Back to Starbucks, yang mencakup perampingan struktur organisasi serta peningkatan pengalaman pelanggan di gerai-gerai AS.

Sejak enam bulan menjabat sebagai CEO, saham Starbucks telah menunjukkan pemulihan lebih dari 22 persen, bahkan naik hampir 2 persen dalam perdagangan saham pada Senin (24/2) sore.

“Kami tetap membuka rekrutmen untuk posisi prioritas yang sejalan dengan struktur baru ini serta memperkuat kapasitas yang dibutuhkan perusahaan ke depan,” lanjut Niccol.

Dampak PHK dan Proyeksi ke Depan

Niccol menegaskan bahwa kebijakan PHK ini tidak akan memengaruhi karyawan yang bekerja di gerai maupun investasi yang telah dilakukan untuk memperpanjang jam operasional toko.

Menurut laporan tahun 2024, Starbucks memiliki sekitar 211.000 karyawan di Amerika Serikat dan 150.000 tenaga kerja lainnya yang tersebar di berbagai negara.

Jim Sanderson, analis dari NorthCoast Research, menilai bahwa jumlah PHK kali ini tergolong signifikan dibandingkan dengan pemangkasan tenaga kerja terakhir yang dilakukan Starbucks pada tahun 2018, ketika sekitar 350 karyawan perusahaan diberhentikan di bawah kepemimpinan CEO sebelumnya, Kevin Johnson.

Namun, Sanderson menekankan bahwa masih perlu ditinjau lebih lanjut mengenai divisi mana yang terdampak serta bagaimana kebijakan ini selaras dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya di pasar global.

Perguruan Tinggi Berperan Krusial dalam Penguatan UMKM Nasional

0

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam pengembangan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Dalam acara Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Serang, Banten, Sabtu (22/2), Menteri Maman menyampaikan pentingnya kontribusi akademisi dan alumni dalam membangun ekosistem bisnis UMKM yang lebih kompetitif dan inovatif.

“Perguruan tinggi harus menjadi motor dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan memiliki daya saing. Sinergi antara Kementerian UMKM, perguruan tinggi, akademisi, dan alumni sangat penting untuk meningkatkan kapasitas serta inovasi para pengusaha UMKM,” ujar Menteri Maman.

Dukungan Pembiayaan dan Akses Kredit bagi UMKM

Salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan. Untuk mengatasi kendala ini, pemerintah berencana memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak hanya melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan dana KUR sebesar Rp300 triliun dengan suku bunga 6 persen. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban para pengusaha UMKM dalam memperoleh modal usaha,” jelas Menteri Maman.

Dari ‘Pelaku’ ke ‘Pengusaha’ UMKM

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Maman mengusulkan perubahan diksi dari ‘pelaku UMKM’ menjadi ‘pengusaha UMKM’. Menurutnya, istilah tersebut lebih mencerminkan profesionalisme dan jiwa kewirausahaan yang kuat.

Ia juga mendorong dunia usaha untuk tidak lagi menempatkan UMKM dalam skema Corporate Social Responsibility (CSR), melainkan Corporate Business Responsibility (CBR).

“Dengan mengadopsi pendekatan CBR, UMKM dapat berkembang sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional, bukan sekadar sebagai penerima bantuan sosial,” tegasnya.

Menteri Maman turut mengajak civitas akademika serta alumni Untirta untuk berperan aktif dalam riset dan kajian akademis yang dapat dijadikan referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing UMKM.

“Kerja sama antara akademisi, sektor usaha, dan pemerintah sangat penting agar UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran fundamental dalam menopang perekonomian Indonesia.

“UMKM merupakan pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen,” ujar Lamhot.

Mau Bisnis Tetap Aman? Terapkan Strategi Mengelola Cash Flow Ini!

Mengelola cash flow (arus kas) dengan baik adalah kunci utama agar bisnis tetap bertahan, terutama di masa krisis. Banyak bisnis yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi akhirnya harus tutup hanya karena cash flow yang buruk. Tanpa arus kas yang stabil, operasional bisa terganggu, gaji karyawan terlambat, dan bisnis pun berisiko gulung tikar. Lalu, bagaimana cara mengatur cash flow agar bisnis tetap sehat meskipun dalam kondisi sulit? Simak strategi yang Berempat.com rangkum berikut ini.

1. Pantau dan Catat Semua Arus Kas

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencatat semua pemasukan dan pengeluaran bisnis secara rinci. Dengan memiliki laporan cash flow yang jelas, kamu bisa melihat pola keuangan, mengetahui kapan bisnis menghasilkan uang, dan mengantisipasi periode sulit.

Gunakan aplikasi keuangan atau spreadsheet sederhana untuk mencatat transaksi harian, mingguan, dan bulanan. Semakin rapi catatan keuanganmu, semakin mudah kamu mengambil keputusan finansial.

2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting

Di masa krisis, kamu perlu meninjau kembali semua pengeluaran dan memangkas biaya yang tidak terlalu mendesak. Misalnya, jika ada langganan software yang jarang digunakan, pertimbangkan untuk menghentikannya sementara. Jika memungkinkan, negosiasikan ulang biaya sewa tempat atau cari supplier dengan harga lebih kompetitif.

Fokuslah pada pengeluaran yang benar-benar mendukung keberlangsungan bisnis, seperti biaya produksi, pemasaran efektif, dan gaji karyawan.

3. Percepat Pemasukan dan Tunda Pengeluaran

Strategi ini bisa membantu bisnis tetap memiliki saldo kas yang cukup. Misalnya, dorong pelanggan untuk membayar lebih cepat dengan memberikan diskon untuk pembayaran di muka atau sistem cicilan yang tetap menguntungkan.

Di sisi lain, negosiasikan dengan supplier agar bisa menunda pembayaran tanpa terkena denda. Dengan cara ini, kamu bisa mengatur arus kas agar tidak mengalami kekurangan dana di saat yang tidak terduga.

4. Jaga Cadangan Dana Darurat

Bisnis juga perlu memiliki dana darurat, seperti halnya keuangan pribadi. Idealnya, simpan dana darurat setidaknya untuk 3-6 bulan operasional bisnis. Jika belum memiliki cadangan ini, mulailah menyisihkan sebagian keuntungan sebagai dana cadangan agar bisa digunakan saat kondisi tidak stabil.

5. Kelola Utang dengan Bijak

Jika bisnis memiliki utang, pastikan kamu memiliki strategi yang jelas untuk membayarnya. Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga tinggi terlebih dahulu. Jika memungkinkan, negosiasikan ulang jadwal pembayaran atau cari pinjaman dengan bunga lebih rendah agar beban finansial lebih ringan.

Hindari mengambil utang baru jika bisnis belum memiliki perencanaan yang matang untuk membayarnya.

6. Evaluasi dan Adaptasi Secara Berkala

Situasi bisnis bisa berubah kapan saja, terutama di masa krisis. Oleh karena itu, penting untuk terus mengevaluasi kondisi keuangan bisnis secara berkala. Tinjau kembali laporan cash flow setiap minggu atau bulan, identifikasi masalah yang muncul, dan segera lakukan penyesuaian jika diperlukan.

Dengan fleksibilitas dan kesiapan untuk beradaptasi, bisnis bisa tetap bertahan dan bahkan tumbuh di tengah tantangan yang ada.

Mengelola cash flow dengan baik adalah kunci agar bisnis tetap sehat meskipun dalam kondisi krisis. Dengan mencatat arus kas, memangkas pengeluaran yang tidak perlu, mempercepat pemasukan, menjaga dana darurat, dan terus beradaptasi, bisnis bisa tetap berjalan dengan stabil. Ingat, keuangan yang sehat bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan besar, tetapi juga tentang bagaimana mengelola dan mengalokasikan uang dengan cerdas.

Nilai Transaksi Digital Sentuh USD90 Miliar, Indonesia Kian Perkuat Ekosistem 5G

0

Indonesia terus memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2024, nilai transaksi digital nasional mengalami lonjakan signifikan sebesar 13 persen, mencapai angka USD90 miliar. Potensi besar ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk semakin mengembangkan dan mengoptimalkan sektor ekonomi digital guna meningkatkan daya saing global serta mempercepat pemerataan ekonomi.

Sebagai upaya mendukung industri dalam negeri menuju era Industri 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mengakselerasi penerapan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), machine learning, serta digitalisasi di berbagai sektor industri.

“Kami telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 sejak 2018, dengan tujuan utama meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri nasional,” ujar Staf Ahli Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0 Kemenperin, Emmy Suryandari, dalam CNBC Tech and Telco Summit 2025 bertajuk “5G & AI: The Future is Now” di Jakarta, Jumat (21/2).

Dorongan Kesiapan Industri 4.0

Untuk mengukur kesiapan industri nasional dalam menghadapi era Industri 4.0, Kemenperin telah menerapkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Indeks ini menjadi acuan dalam menilai sejauh mana perusahaan di Indonesia telah mengadopsi teknologi AI, machine learning, dan digitalisasi agar mampu bersaing dalam lanskap industri global yang semakin kompetitif.

Selain itu, pemerintah juga fokus dalam mengembangkan ekosistem 5G di dalam negeri. Kemenperin mendorong industri lokal agar mampu memproduksi perangkat yang kompatibel dengan teknologi 5G. “Kami ingin agar industri Indonesia bisa memenuhi kebutuhan perangkat 5G dalam negeri, mulai dari ponsel, antena, hingga perangkat keras lainnya. Ini juga sebagai langkah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” jelas Emmy.

Dalam upaya mempercepat implementasi jaringan 5G, Kemenperin menjalin kerja sama erat dengan kementerian lain dalam penyediaan infrastruktur dan perangkat pendukung. Beberapa perangkat jaringan seperti router, switch, serta antena 5G kini tengah dikembangkan untuk menunjang kecepatan serta kapasitas tinggi yang diperlukan dalam transaksi dan apapun di era digital.

Mendorong Produksi Perangkat 5G Dalam Negeri

Peluang besar juga terbuka bagi industri lokal untuk memproduksi perangkat pendukung 5G seperti radio unit, fronthaul, distributed unit, dan centralized unit. Dengan keberadaan industri Electronic Manufacturing Services (EMS) di Indonesia, manufaktur perangkat ini dapat dilakukan di dalam negeri, dimulai dari skema Semi Knocked Down (SKD) hingga ke tahap produksi penuh atau fully manufactured.

Seiring dengan meningkatnya investasi di sektor elektronika, dari Rp5,11 triliun pada 2023 menjadi proyeksi Rp8,29 triliun pada 2024, pemerintah menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku dan barang modal. Kemenperin berupaya memperkuat sektor hulu industri agar defisit neraca perdagangan semakin mengecil dan industri lokal lebih mandiri.

Untuk menunjang pertumbuhan industri komponen dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis, termasuk pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta pemberian insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance. “Kami percaya bahwa kebijakan ini akan mempercepat perkembangan industri 5G dan AI di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan dalam negeri untuk bersaing di tingkat global,” tutup Emmy.

Belanja ATK Dikurangi, Industri Plastik Bidik Pasar Kemasan Makanan

0

Pemerintah terus mendorong langkah efisiensi besar-besaran dengan target penghematan anggaran mencapai Rp306,69 triliun pada tahun 2025. Kebijakan ini berlaku di seluruh sektor, mencakup kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Sebagai bagian dari penghematan, belanja yang bersifat seremonial serta kegiatan seperti perjalanan dinas, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, dan seminar akan dibatasi. Selain itu, belanja untuk alat tulis kantor (ATK), yang sebelumnya dikabarkan mencapai Rp44 triliun, juga menjadi fokus utama dalam efisiensi anggaran ini.

Namun, kebijakan tersebut membawa dampak pada sektor industri, khususnya industri plastik dalam negeri. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Fajar Budiyono, mengungkapkan bahwa penurunan permintaan ATK akan memperketat persaingan di industri plastik domestik.

Tantangan dan Peluang Baru bagi Industri Plastik

“Industri plastik harus segera beradaptasi dengan menciptakan pasar dan produk baru. Dampak digitalisasi dan efisiensi anggaran sudah mulai terasa, terutama dalam sektor ATK. Namun, masih ada permintaan pada Juni-Juli 2025 untuk kebutuhan sekolah, sehingga tantangan terbesar akan muncul mulai Agustus hingga akhir tahun,” ujar Fajar dalam keterangannya, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (24/2/2025).

Meski demikian, Fajar melihat adanya peluang baru yang bisa dimanfaatkan industri plastik, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah. Program ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan kemasan plastik.

“Program MBG diharapkan bisa mengkompensasi penurunan permintaan di sektor ATK. Meskipun wadah makanan menggunakan stainless steel, tetap diperlukan plastik untuk kemasan susu dan makanan,” jelasnya.

Plastik Masih Dibutuhkan dalam Program MBG

Fajar menambahkan bahwa meskipun program MBG menggunakan wadah berbahan stainless steel, penggunaan plastik tetap tidak bisa dihindari.

“Stainless steel memang digunakan untuk wadah makanan, tetapi tutupnya masih berbahan plastik. Selain itu, kemasan minuman dalam program ini juga masih berbasis plastik. Seiring berjalannya program ini, permintaan plastik kemungkinan akan meningkat,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, meskipun efisiensi anggaran menekan belanja ATK, industri plastik tetap optimistis. INAPLAS berharap pemerintah dapat mengatur keseimbangan dalam kebijakan penghematan ini agar tetap membuka peluang bagi industri dalam negeri.

“Pengetatan anggaran harus dibarengi dengan kebijakan yang menciptakan peluang baru. Pemerintah harus memastikan bahwa penghematan tidak mengorbankan keberlangsungan industri nasional,” tegas Fajar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa belanja ATK menjadi salah satu fokus efisiensi. Ia menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk ATK, yang mencapai Rp44,4 triliun, sebagai pengeluaran yang kurang efisien dan perlu dipangkas.

“Saya mengikuti laporan terkait pengeluaran ATK di seluruh kementerian dan lembaga, yang jumlahnya mencapai Rp44,4 triliun. Angka sebesar itu dinilai kurang efisien dan harus dikurangi,” ujar Dasco, dikutip dari Detik, Senin (24/2/2025).