Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 118

Pajak E-Commerce Resmi Digodok, Ini Dampaknya bagi Pedagang Online

Pemerintah resmi menggodok kebijakan baru terkait pajak e-commerce, yang akan segera diberlakukan kepada para pelaku usaha di platform digital. Isu ini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat, terutama para pedagang online yang khawatir terhadap dampak regulasi tersebut terhadap kelangsungan usaha mereka. Meski menuai pro dan kontra, sejumlah asosiasi pelaku usaha dan pemerintah menyatakan dukungan terhadap langkah ini sebagai bagian dari keadilan fiskal dan perlindungan pelaku usaha konvensional.

Pajak e commerce dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menyamakan level playing field antara pedagang daring dan luring. Selama ini, banyak pelaku usaha online yang tidak tersentuh kewajiban perpajakan meski omzet mereka tidak kalah besar dari toko-toko fisik. Dengan kebijakan baru ini, Ditjen Pajak (DJP) akan mulai menertibkan pelaporan pajak bagi para penjual yang menggunakan platform seperti TikTok Shop, Tokopedia, Shopee, dan lainnya.

Regulasi Sedang Disiapkan, Platform Diminta Bersiap

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini tengah mematangkan aturan teknis mengenai pemungutan dan pelaporan pajak oleh pedagang online. Menurut DJP, regulasi ini tidak bertujuan membebani usaha mikro, melainkan mendorong formalitas dan transparansi di sektor digital.

Pihak TikTok Indonesia menyatakan bahwa mereka siap menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang akan diberlakukan. Mereka juga tengah mempersiapkan strategi adaptasi, termasuk memberikan edukasi kepada para seller terkait kewajiban pajak mereka.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pun memberikan respons hati-hati. Mereka meminta agar kebijakan ini diterapkan secara bertahap, terutama bagi UMKM yang masih dalam tahap awal merintis usaha. Pendekatan yang humanis dan edukatif dinilai penting agar tidak terjadi eksodus pelaku usaha dari platform digital.

Dukungan Pengusaha dan Tantangan di Lapangan

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung kebijakan ini dengan catatan penerapan dilakukan secara adil dan proporsional. Ketua Apindo menilai, langkah ini sudah tepat untuk memperkuat basis pajak nasional tanpa membunuh potensi ekonomi digital yang tengah berkembang pesat.

Namun di lapangan, masih banyak pedagang yang belum memahami sepenuhnya bagaimana mekanisme pajak ini akan berjalan. Sebagian merasa cemas terhadap potensi penurunan margin keuntungan, terutama jika harus bersaing harga dengan toko besar yang sudah lebih dulu mapan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa penyesuaian terhadap pajak e commerce ini dilakukan demi meningkatkan penerimaan negara secara berkeadilan. Selama ini, kontribusi sektor digital terhadap pajak dinilai belum optimal, padahal transaksi online terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan diberlakukannya kebijakan pajak e-commerce, para pelaku usaha digital diharapkan segera mempersiapkan diri. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus berdialog dengan pelaku industri guna memastikan regulasi ini tidak menghambat pertumbuhan ekosistem e-commerce nasional, melainkan justru memperkuatnya dalam jangka panjang.

Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia, Sertifikasi Produk Halal Jadi Prioritas

0

Upaya percepatan Sertifikasi Produk Halal terus menjadi fokus pemerintah seiring meningkatnya permintaan pasar akan produk-produk yang sesuai prinsip syariah. Menyongsong penerapan wajib halal secara menyeluruh pada 2026, pemerintah mendorong kolaborasi antarlembaga, khususnya antara laboratorium halal milik negara dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) terakreditasi, guna memperkuat ekosistem halal nasional.

Melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor industri halal. Kepala BSKJI, Andi Rizaldi, menyatakan bahwa Sertifikasi Produk Halal tak hanya membutuhkan regulasi yang kokoh, tetapi juga infrastruktur teknis yang mumpuni, termasuk laboratorium pengujian yang andal.

“Kami berperan aktif memperkuat laboratorium halal di bawah BSKJI. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan jadi kunci mempercepat proses sertifikasi yang terpercaya,” ujar Andi di Jakarta, Kamis (26/6).

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dorong Akses Layanan Halal yang Merata

Salah satu bentuk konkret sinergi itu adalah kerja sama antara BBSPJIHPMM Makassar—unit pelaksana teknis di bawah BSKJI Kemenperin—dengan PT Mutu Agung Lestari, lembaga independen yang juga berstatus sebagai LPH. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan fasilitas laboratorium halal BBSPJIHPMM untuk mendukung proses pengujian produk secara ilmiah dan terstandar.

Fasilitas tersebut memiliki cakupan layanan meliputi pengujian makanan dan minuman, jasa pengolahan dan distribusi, hingga analisis bahan turunan babi, etanol, serta DNA hewani. Laboratorium ini juga telah mengantongi akreditasi nasional dan ditopang sumber daya manusia kompeten.

Kepala BBSPJIHPMM, Shinta Virdhian, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan PT Mutu Agung Lestari akan memperluas akses layanan halal, terutama di luar sentra industri. “Sinergi ini bertujuan memastikan sertifikasi halal berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.

Di sisi lain, Andi Rizaldi menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi nasional menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat transformasi dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Dengan adanya kerja sama seperti ini, pemerintah berharap proses sertifikasi menjadi lebih terjangkau dan merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Sertifikasi Produk Halal kini bukan hanya tuntutan religius, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong industri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Program LAKSMI Buka Peluang Usaha Mikro Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat pelaku usaha perempuan, Kementerian UMKM menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Eramet untuk meluncurkan program LAKSMI atau Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi. Program ini menyasar langsung para perempuan pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam peluncuran program LAKSMI yang berlangsung Selasa (24/6) di Jakarta, menekankan bahwa kontribusi perempuan di sektor UMKM sangat besar. Saat ini, sekitar 64,5 persen UMKM nasional dikelola oleh perempuan. “Ini bukan sekadar statistik, melainkan kekuatan nyata yang menopang ekonomi bangsa,” ujarnya.

Namun demikian, Maman tidak menampik bahwa perempuan pelaku usaha masih menghadapi hambatan serius, terutama dalam akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas bisnis. Data global dari World Bank dan World Economic Forum menunjukkan masih ada sekitar 740 juta perempuan di dunia yang belum memiliki rekening bank, sehingga terhambat dalam memperoleh akses modal.

Pelatihan, Pendampingan, hingga Dana Hibah

Program LAKSMI hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pelatihan, pendampingan, hingga pemberian hibah bagi pelaku usaha mikro perempuan yang lolos kurasi. Pada tahap awal, program ini akan menjaring 1.200 peserta dari dua wilayah: 800 dari Jakarta dan 400 dari Ternate, Maluku Utara.

Di Jakarta, peserta akan disaring menjadi 380 orang yang akan mengikuti masterclass literasi keuangan dan pemasaran digital, dilanjutkan dengan sesi mentoring bagi 200 orang terpilih. Dari jumlah tersebut, 50 pengusaha perempuan terbaik akan mendapatkan dana hibah dan kesempatan tampil di demo day. Proses serupa juga berlangsung di Ternate, yang akan menjaring 25 perempuan mikro terbaik.

Menteri Maman menyebut, LAKSMI merupakan kelanjutan dari kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Program ini juga melengkapi sejumlah inisiatif afirmatif seperti penyaluran KUR untuk sektor produktif, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta upaya penghapusan piutang macet.

Sementara itu, Menteri PPA, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi kunci dalam mengurangi angka kekerasan berbasis gender. Menurutnya, banyak kasus kekerasan rumah tangga yang berakar dari tekanan ekonomi. “Kalau perempuan memiliki penghasilan sendiri dan mandiri, maka keluarga akan lebih sejahtera dan aman,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas ruang aman bagi perempuan, tak hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga akses untuk belajar dan memimpin usaha sendiri. Peluncuran program ini turut dihadiri perwakilan dari pemerintah daerah, mitra swasta, serta lembaga pendukung lainnya.

Bercita-Cita Jadi Pengusaha? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Jadi Awal Kesuksesan

Bermimpi menjadi pengusaha sukses memang bukan hal yang asing lagi, apalagi di era digital seperti sekarang. Tapi, banyak juga yang masih bingung: kalau ingin jadi pengusaha, kuliah jurusan apa, ya? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama di kalangan anak muda yang sudah punya visi jauh ke depan tapi belum yakin harus melangkah dari mana. Nah, kalau kamu salah satunya, yuk kita bahas bersama, pilihan kuliah untuk pengusaha masa depan!

Banyak orang berpikir bahwa untuk jadi pebisnis, satu-satunya pilihan adalah kuliah di jurusan bisnis atau manajemen. Memang itu salah satu jalan yang relevan, tapi bukan satu-satunya. Justru, dalam banyak kasus, pengusaha sukses datang dari latar belakang jurusan yang beragam. Yang penting bukan hanya jurusannya, tapi bagaimana kamu menyerap ilmu dan mengasah pola pikir yang cocok untuk membangun usaha.

Jurusan Kuliah yang Cocok Buat Calon Pengusaha

1. Manajemen Bisnis atau Kewirausahaan
Ini sudah jelas jadi pilihan utama. Di sini kamu akan belajar dasar-dasar membuat rencana bisnis, mengelola keuangan, pemasaran, hingga strategi ekspansi usaha. Kalau kamu sudah punya ide usaha, jurusan ini bisa bantu kamu eksekusi dengan lebih matang.

2. Ilmu Komunikasi
Kuliah untuk pengusaha nggak melulu soal angka. Komunikasi yang baik adalah senjata utama dalam menjalin relasi, membangun branding, sampai meyakinkan investor atau pelanggan. Jurusan ini sangat cocok buat kamu yang suka tampil dan berpikir kreatif.

3. Teknologi Informasi
Kalau kamu tertarik membangun bisnis digital atau startup teknologi, jurusan ini wajib dipertimbangkan. Kamu bisa belajar membuat aplikasi, membangun website, atau memahami bagaimana dunia digital bekerja dari sisi teknis.

4. Desain atau Seni Kreatif
Banyak brand lokal yang sukses karena mengusung desain yang unik. Kalau kamu punya bakat seni dan ingin membangun bisnis di bidang fashion, produk kreatif, atau bahkan makanan kekinian, jurusan ini sangat mendukung.

5. Akuntansi atau Keuangan
Punya produk bagus aja nggak cukup kalau kamu nggak bisa mengatur uang. Ilmu keuangan sangat penting dalam menjalankan bisnis agar arus kas sehat dan usaha kamu tetap bertahan di tengah persaingan.

Jadi, Apa Pilihan Terbaiknya?

Jawabannya kembali ke diri kamu sendiri. Mau kuliah untuk pengusaha dengan latar belakang bisnis atau dari jalur kreatif dan teknologi, semuanya sah-sah saja. Yang penting adalah kamu punya semangat belajar, berani gagal, dan terus mencoba. Ingat, kuliah adalah bekal, tapi semangat wirausaha lah yang jadi bahan bakar utama menuju kesuksesan.

Kalau kamu masih galau, coba tanya ke diri sendiri: “Aku ingin bisnis seperti apa?” Dari situ, baru deh kamu bisa lihat jurusan mana yang paling cocok buat kamu tekuni.

Industri Kertas Tumbuh, Tapi Terbebani Garam Industri Berkualitas Rendah

0

Kementerian Perindustrian terus mendorong ketersediaan garam industri guna memastikan kelangsungan proses produksi di sektor pulp dan kertas. Penggunaan garam industri ini menjadi krusial karena berperan langsung dalam proses kimia dasar yang menopang produktivitas industri, terutama dalam pembuatan bahan kimia penting seperti klorin dan natrium hidroksida.

Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa garam digunakan dalam proses Chlor-Alkali CAP yang menghasilkan klorin, NaOH, dan hidrogen melalui metode elektrolisis. “Ketiga zat ini sangat dibutuhkan dalam proses pemutihan pulp, pengolahan serat kayu, hingga pengendalian pH pada saat pembuatan kertas,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/6).

Industri Pulp dan Kertas Berkontribusi Signifikan bagi Ekspor dan Tenaga Kerja

Data ekspor dari Februari 2025 menunjukkan bahwa sektor pulp dan kertas memberikan kontribusi ekspor hingga USD8,09 miliar. Rinciannya, ekspor pulp tercatat sebesar USD3,56 miliar, sementara ekspor kertas menyentuh angka USD4,44 miliar. Angka ini sekaligus memperkuat peran sektor ini sebagai penyumbang devisa sekaligus pencipta lapangan kerja, dengan sekitar 288 ribu tenaga kerja langsung dan 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung yang terserap.

Produksi Garam Industri Nasional Masih Belum Bisa Memenuhi Spesifikasi yang dibutuhkan

Di sisi lain, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjamin pasokan berkualitas tinggi bagi industri. “Garam industri bukan sekadar bahan tambahan, melainkan komponen esensial dalam rantai produksi. Sayangnya, produksi dalam negeri masih belum bisa memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan,” ujar Wakil Ketua APKI, Irsyal Yasman.

Irsyal merinci bahwa industri ini memerlukan sekitar 760 ribu ton garam per tahun dengan kadar natrium klorida minimal 97%, kadar air maksimal 2,5%, serta batas ketat untuk kandungan kalsium dan magnesium. “Konsistensi pasokan dengan standar tersebut masih menjadi tantangan,” tambahnya.

Kemenperin berharap kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah dapat memperkuat rantai pasok nasional, termasuk dalam hal penyediaan bahan baku strategis seperti industrial salt, demi keberlanjutan sektor yang berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional ini.

Cara Cek BSU Sudah Cair atau Belum, Simak Panduan Lengkapnya

Kabar baik datang bagi para pekerja di Indonesia. BSU sudah cair, dan pemerintah telah mulai menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap kedua pada Juni 2025 ini. Bantuan senilai Rp600 ribu tersebut disalurkan kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi kriteria. Setidaknya 24,5 juta pekerja tercatat telah menerima bantuan ini, dan proses pencairan masih terus berjalan.

BSU 2025 merupakan program lanjutan pemerintah untuk mendukung daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali menggulirkan program ini sebagai bentuk perlindungan sosial bagi para pekerja berpenghasilan rendah.

Jadwal dan Tahapan Pencairan

Penyaluran BSU 2025 dilakukan dalam beberapa tahap. Setelah tahap pertama selesai pada awal Juni lalu, tahap kedua kini telah dimulai dan menyasar sekitar 4,5 juta penerima tambahan. Jadwal pencairan dilakukan secara bertahap agar sistem dapat berjalan dengan lancar dan menghindari penumpukan data.

Pencairan dana dilakukan langsung ke rekening penerima yang telah terdaftar di sistem BPJS Ketenagakerjaan. Bagi pekerja yang belum menerima dana, disarankan untuk secara berkala memeriksa status pencairan melalui situs resmi https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id.

BSU sudah cair bisa dicek dengan tanda-tanda berikut: masuknya dana Rp600 ribu ke rekening, serta notifikasi atau konfirmasi status pencairan di situs resmi. Jika belum muncul, pekerja bisa menghubungi layanan pelanggan atau menunggu sesuai jadwal tahapan distribusi.

Syarat Penerima dan Cara Cek Status

Tak semua pekerja secara otomatis menerima bantuan ini. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Februari 2025

  • Memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta atau sesuai UMP/UMK

  • Bukan penerima program bantuan pemerintah lainnya seperti PKH atau Kartu Prakerja

  • Bekerja di sektor formal

Untuk memeriksa status penerimaan, pekerja cukup mengakses laman resmi BSU, lalu masukkan data diri seperti NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir. Jika terdaftar sebagai penerima, akan muncul informasi bahwa BSU telah disalurkan ke rekening penerima.

Pemerintah berharap BSU 2025 dapat meringankan beban ekonomi para pekerja di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Menteri Ketenagakerjaan menyebut, bantuan ini bukan hanya sekadar subsidi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan buruh.

Di sisi lain, banyak masyarakat yang menyambut positif kabar pencairan ini. Sejumlah penerima mengaku terbantu untuk kebutuhan bulanan, sementara sebagian lainnya berharap distribusi BSU ke depan bisa dilakukan lebih cepat dan merata.

Meski begitu, masih ada pekerja yang mengaku belum menerima bantuan atau tidak lolos verifikasi. Pemerintah pun mengimbau agar para pekerja memeriksa kembali kelengkapan data mereka dan mengikuti proses klarifikasi jika diperlukan.

Mengenal Valuta Asing, Kunci Transaksi Dunia yang Jarang Disadari

Saat membaca berita ekonomi atau mendengar perbincangan soal keuangan global, kamu mungkin sering menjumpai istilah valuta asing. Tapi, apa itu valuta asing sebenarnya? Apakah hanya sebatas uang asing yang kita gunakan saat traveling ke luar negeri, atau ada makna yang lebih luas dalam konteks ekonomi?

Valuta asing atau sering disebut foreign exchange (forex), adalah mata uang dari negara lain yang dipakai untuk transaksi internasional. Misalnya, dolar AS, euro, yen Jepang, dan sebagainya. Dalam ekonomi, foreign exchange krusial karena digunakan untuk perdagangan lintas negara, investasi, hingga penentuan nilai tukar yang bisa memengaruhi kondisi ekonomi sebuah negara.

Fungsi dan Dampak Valuta Asing dalam Dunia Ekonomi

Valuta asing bukan cuma dipakai buat beli barang saat jalan-jalan ke luar negeri, tapi punya peran penting yang lebih dalam dalam sistem ekonomi.

1. Alat Tukar Perdagangan Internasional
Ketika Indonesia membeli barang dari Jepang, pembayaran biasanya dilakukan dalam yen atau dolar. Di sinilah foreign exchange menjadi media tukar. Tanpa foreign exchange, perdagangan lintas negara bisa jadi lebih rumit.

2. Alat Pengendali Nilai Tukar (Kurs)
Bank sentral suatu negara sering melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya. Kurs yang stabil penting untuk menjaga harga barang impor, ekspor, dan inflasi agar tetap terkendali.

3. Investasi dan Spekulasi
Banyak investor memanfaatkan fluktuasi nilai valuta asing untuk mencari keuntungan di pasar forex. Meskipun berisiko tinggi, peluang profit yang besar membuat pasar ini sangat menarik, khususnya bagi investor berpengalaman.

4. Cadangan Devisa Negara
Foreign exchange juga disimpan oleh negara sebagai cadangan devisa. Fungsi ini penting untuk menjaga kestabilan ekonomi saat terjadi gejolak global, misalnya ketika nilai tukar rupiah anjlok.

Kenapa Kita Perlu Tahu Soal Foreign Exchange?

Meskipun kamu bukan pelaku bisnis internasional atau investor, memahami istilah ini tetap penting. Perubahan nilai tukar mata uang bisa berdampak pada harga barang impor, biaya traveling, bahkan harga gadget yang kita beli.

Jadi, ketika ada berita soal melemahnya rupiah terhadap dolar, kamu tahu bahwa itu bisa berpengaruh pada harga-harga di dalam negeri. Pengetahuan tentang foreign exchange juga bisa jadi bekal awal kalau kamu tertarik investasi di forex atau ingin memahami dinamika ekonomi global.

Memahami apa itu valuta asing bukan cuma penting buat pelaku bisnis, tapi juga buat siapa saja yang ingin melek ekonomi. Dengan dunia yang makin terhubung secara global, transaksi lintas negara bukan hal langka lagi. Dan di balik semua transaksi itu, ada peran penting dari foreign exchange yang tidak bisa diabaikan.

Ekspor Perdana Crude Palm Oil dari Aceh Tembus Pasar India, Bea Cukai Kawal Ketat

0

Aktivitas ekspor crude palm oil terus menunjukkan tren positif. Kali ini, PT Agro Murni sukses melepas pengiriman perdana sebanyak 6.499.905 kilogram CPO ke Kakinada, India, melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Minggu (22/06). Kegiatan ekspor menggunakan kapal MT HAI XIANG 19 VOY. 2506 ini mendapat pendampingan penuh dari Bea Cukai.

Sebagai pelaku usaha di bawah fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB), PT Agro Murni memanfaatkan lokasi strategis PT Aceh Makmur Bersama di Dewantara, Aceh Utara, untuk mempercepat proses distribusi. Sejak mendapatkan izin sebagai PDPLB dari Kanwil Bea Cukai Aceh pada akhir September 2024, perusahaan ini langsung mengoptimalkan fasilitas tersebut guna mendukung efisiensi logistik, termasuk untuk ekspor crude palm oil secara langsung dari Aceh.

Ekspor Perdana Beri Dampak Nyata bagi Daerah

Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas I Kanwil Bea Cukai Aceh, Sofyan, menyebut bahwa keberhasilan ekspor ini adalah wujud nyata dari sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menggerakkan komoditas unggulan nasional.

“CPO adalah salah satu andalan ekspor kita. Dengan adanya PLB, distribusi dan pengiriman bisa lebih cepat dan terintegrasi langsung ke pasar global,” jelas Sofyan.

Selain itu, ekspor perdana PT Agro Murni juga turut menyumbang penerimaan negara lewat bea keluar dan pungutan lainnya yang diperkirakan mencapai Rp14,55 miliar. Tidak hanya berdampak secara fiskal, kegiatan ini juga menciptakan efek ekonomi berlapis di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Dari sisi lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok CPO dari Aceh hingga Sumatera Utara, kehadiran fasilitas logistik ini diyakini akan memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu titik penting dalam ekspor komoditas kelapa sawit tanah air.

Muparrih, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, menambahkan bahwa kerja sama yang baik antara Bea Cukai dan sektor industri sangat penting untuk membangun iklim usaha yang sehat.

“Fasilitas seperti kawasan berikat, gudang berikat, dan PLB ini kami harapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha di Aceh,” ujarnya.

Libur Sekolah 2025 Diprediksi Padat, Ini Langkah Antisipasi Pemerintah

Menjelang masa libur sekolah 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana terus mendorong kesiapan berbagai pihak untuk menjamin wisata yang aman dan nyaman. Melalui Surat Edaran yang disosialisasikan secara intensif, pemerintah ingin memastikan bahwa momentum libur sekolah 2025 tidak hanya meningkatkan aktivitas pariwisata, tetapi juga berlangsung dengan tertib dan penuh kewaspadaan.

Dalam rapat koordinasi virtual yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (23/6), Menteri Pariwisata menekankan bahwa masa libur kenaikan kelas merupakan salah satu periode krusial dalam mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya kunjungan juga membawa potensi risiko yang harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah pusat maupun daerah, serta para pengelola destinasi wisata.

“Saya sangat menghargai sinergi lintas sektor ini, khususnya dengan para kepala daerah dari 38 provinsi. Ini menjadi kesempatan baik untuk menyampaikan langkah-langkah konkret demi menjaga kenyamanan dan keselamatan wisatawan selama liburan sekolah,” ujarnya.

Fokus pada CHSE, K3, dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta menerapkan prinsip-prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) serta mengacu pada Permenpar No. 4 Tahun 2021 terkait standar usaha pariwisata berbasis risiko. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga ditekankan untuk memastikan perjalanan wisata berjalan lancar.

Kepada para pengelola objek wisata, Menteri Pariwisata mengingatkan pentingnya penerapan SOP yang konsisten, termasuk standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), keamanan wahana berisiko, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Ia juga meminta agar informasi penting terkait destinasi dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan, baik secara langsung maupun melalui kanal digital, serta tersedianya area istirahat yang layak bagi pengemudi.

Tak kalah penting, masyarakat juga diimbau untuk menjadi bagian dari ekosistem wisata yang sehat. Mulai dari menaati aturan di lokasi wisata, memahami potensi risiko melalui modul CHSE dan mitigasi bencana, hingga ikut menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan destinasi.

“Saya berharap surat edaran ini bisa dijadikan acuan teknis di masing-masing daerah. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa menjadikan destinasi wisata lebih ramah, aman, dan berkesan — terutama bagi anak-anak dan keluarga selama libur sekolah,” tuturnya.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menambahkan bahwa edaran tersebut turut dilengkapi 22 modul panduan mitigasi risiko. Modul-modul ini tidak hanya menjadi panduan teknis, tetapi juga sebagai referensi penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan para pengunjung di tengah meningkatnya mobilitas selama liburan.

Jangan Panik! Ini Cara Lindungi Aset Lewat Investasi Saat Krisis Ekonomi

Saat dunia sedang dilanda ketidakpastian akibat perang, inflasi, dan gejolak politik global, banyak orang mulai cemas: “Haruskah tetap berinvestasi? Kalau iya, investasi apa yang aman?” Pertanyaan ini sangat relevan karena memilih Investasi Saat Krisis Ekonomi tidak bisa sembarangan. Salah strategi sedikit, bisa-bisa bukan untung yang didapat, tapi malah rugi besar.

Investasi Saat Krisis Ekonomi memang jadi topik hangat belakangan ini. Apalagi setelah banyak berita soal ancaman resesi dan konflik internasional yang memicu kepanikan pasar. Tapi tenang, krisis bukan berarti segalanya harus dihentikan. Justru, banyak pakar bilang ini momen penting untuk menyusun strategi investasi yang lebih bijak.

Investasi Aman di Tengah Gejolak Politik dan Krisis Ekonomi, Apa Kata Para Pengamat?

Menurut sejumlah analis keuangan, ada beberapa jenis investasi yang masih tergolong aman di tengah krisis:

  1. Emas
    Emas adalah pilihan klasik yang hampir selalu dicari saat situasi tidak menentu. Nilainya cenderung stabil dan mudah diuangkan kapan saja. Tak heran jika banyak ahli tetap merekomendasikan emas sebagai pelindung nilai (hedging asset).

  2. Deposito dan Obligasi Pemerintah
    Instrumen ini cocok bagi kamu yang mencari stabilitas. Walaupun return-nya tidak sebesar saham, tapi risikonya jauh lebih rendah. Dalam situasi genting, menjaga nilai aset lebih penting daripada mengejar profit besar.

  3. Reksa Dana Pasar Uang
    Buat yang baru mulai dan belum siap langsung terjun ke pasar saham, reksa dana pasar uang bisa jadi langkah awal. Likuid, minim risiko, dan dikelola oleh manajer investasi profesional.

  4. Saham Defensive
    Jika kamu masih ingin bermain di saham, pilih sektor yang tahan banting seperti makanan, kesehatan, atau utilitas. Biasanya, sektor ini tetap bertahan meski kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat.

  5. Diversifikasi adalah Kunci
    Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Kombinasikan beberapa jenis investasi agar risiko lebih tersebar. Ini prinsip penting yang dianut banyak investor sukses saat menghadapi krisis.

Krisis memang membuat banyak orang waswas, tapi bukan berarti kamu harus diam tanpa strategi. Dengan memahami opsi Investasi Saat Krisis Ekonomi dan mendengarkan saran para pengamat, kamu bisa tetap menjaga kekuatan finansial di tengah badai global. Yang penting, jangan terburu-buru. Riset dulu, pahami risikonya, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.

Kalau kamu masih ragu, konsultasi keuangan bisa jadi langkah awal untuk mengambil keputusan yang tepat. Ingat, dalam dunia investasi, yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling siap menghadapi perubahan.