Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 120

Tanpa Budget Besar! Ini Rahasia Membuat Konten Viral untuk Marketing

Di era digital saat ini, konten viral adalah kunci untuk mendapatkan eksposur besar tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Bayangkan jika konten yang kamu buat bisa tersebar luas, dibagikan oleh banyak orang, dan mendapatkan engagement tinggi tanpa harus mengandalkan sponsor atau budget besar. Tapi, bagaimana cara menciptakan konten seperti itu? Simak beberapa strategi yang Berempat.com rangkum berikut ini.

1. Kenali Target Audiensmu

Sebelum membuat konten, pahami dulu siapa target audiensmu. Apa yang mereka suka? Masalah apa yang sering mereka hadapi? Dengan memahami audiens, kamu bisa menciptakan konten yang benar-benar relevan dan menarik bagi mereka.

2. Gunakan Cerita yang Mengundang Emosi

Konten yang memicu emosi—baik itu bahagia, haru, kagum, atau bahkan marah—lebih mudah viral. Gunakan storytelling yang kuat untuk membangun koneksi dengan audiens. Misalnya, kisah sukses dari nol, perjuangan seseorang, atau sesuatu yang relatable dengan kehidupan sehari-hari.

3. Buat Konten yang Mudah Dibagikan

Konten yang simpel, unik, dan mudah dipahami cenderung lebih sering dibagikan. Video pendek, infografis, meme, dan thread Twitter sering kali menjadi format yang cepat viral. Pastikan juga kontenmu relevan dengan tren yang sedang booming.

4. Manfaatkan Tren yang Sedang Viral

Jangan ragu untuk mengikuti tren! Cek platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter untuk melihat apa yang sedang ramai diperbincangkan. Namun, jangan sekadar ikut-ikutan—tambahkan sentuhan unik agar kontenmu tetap orisinal dan tidak terlihat seperti duplikasi.

5. Ajak Audiens untuk Berpartisipasi

Interaksi adalah kunci! Buat konten yang mengajak audiens untuk berkomentar, membagikan, atau bahkan membuat versi mereka sendiri. Challenge, kuis, atau polling adalah cara efektif untuk meningkatkan engagement.

6. Konsisten dan Eksperimen

Viral bukan soal keberuntungan, tapi soal konsistensi. Terus bereksperimen dengan berbagai format konten, analisis mana yang paling efektif, dan ulangi strategi yang berhasil. Semakin sering kamu mencoba, semakin besar peluang kontenmu untuk viral.

Membuat konten viral tanpa budget besar atau sponsor memang bukan hal yang instan, tapi sangat mungkin dilakukan dengan strategi yang tepat. Kenali audiens, gunakan storytelling yang kuat, manfaatkan tren dan buat konten yang mengundang interaksi. Dengan konsistensi dan kreativitas, kontenmu bisa mencapai audiens yang lebih luas dan mendukung strategi marketing tanpa biaya besar.

Sanken Indonesia Stop Produksi, Bagaimana Nasib Karyawan dan Pelanggannya?

0

PT Sanken Indonesia dipastikan akan menghentikan lini produksinya pada Juni 2025, sesuai dengan keputusan perusahaan induknya, Sanken Electric di Jepang. Kendati demikian, perusahaan yang bergerak di sektor komponen otomotif ini masih tetap beroperasi dengan tingkat utilitas sekitar 10 persen hingga waktu penghentian produksi tiba.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah menginformasikan keputusan ini kepada karyawan serta pelanggan sejak Februari 2024. “Keputusan penghentian produksi ini berasal dari perusahaan induknya di Jepang dan telah disampaikan kepada pihak terkait,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (21/2).

Setelah pengumuman penutupan lini produksi, PT Sanken Indonesia mulai melakukan langkah-langkah transisi, salah satunya dengan memberikan dukungan desain kepada perusahaan lain agar pelanggan tetap mendapatkan suplai komponen yang dibutuhkan.

“Produk utama yang dihasilkan PT Sanken Indonesia meliputi switch mode power supply dengan kapasitas produksi 3,95 juta unit per tahun serta transformator dengan kapasitas produksi 4,32 juta unit per tahun,” jelas Setia. Komponen-komponen tersebut banyak digunakan dalam sektor otomotif dan elektronik.

Setia juga menegaskan bahwa PT Sanken Indonesia tidak memiliki hubungan dengan PT Sanken Argadwija, yang dikenal sebagai produsen perangkat elektronik rumah tangga dengan merek Sanken. “Kami ingin mengklarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman, PT Sanken Indonesia berfokus pada produksi power supply dan transformator, bukan peralatan rumah tangga,” tambahnya.

Investasi dan Penyelesaian Hak Karyawan

PT Sanken Indonesia telah beroperasi sejak 1997 di kawasan industri MM 2100, Bekasi, Jawa Barat, dengan nilai investasi sebesar Rp49 miliar sebagai bagian dari penanaman modal asing (PMA). Perusahaan ini juga mempekerjakan sekitar 457 orang tenaga kerja.

Untuk memastikan hak karyawan terpenuhi, perusahaan telah melakukan negosiasi terkait pesangon serta hak-hak lainnya sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. “Kami mendapat laporan bahwa perusahaan tengah menyelesaikan kewajiban kepada karyawannya, termasuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi yang berminat,” kata Setia.

Selain itu, PT Sanken Indonesia juga menjajaki peluang kerja bagi mantan karyawannya dengan menjalin komunikasi bersama perusahaan-perusahaan Jepang lain yang beroperasi di wilayah sekitarnya.

Alasan di Balik Penutupan Pabrik

Setia mengungkapkan bahwa penghentian produksi PT Sanken Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah tidak adanya dukungan pembaruan desain dan teknologi dari perusahaan induknya sejak divisi power supply dan transformator di Jepang dijual ke perusahaan lain pada 2017-2019. “Kepemilikan PT Sanken Indonesia tidak ikut berpindah tangan, sehingga mereka tidak lagi menerima dukungan inovasi dari induk perusahaan,” paparnya.

Selain itu, kesulitan bersaing dengan produk-produk baru juga menjadi faktor penyebab. “Perusahaan mengalami kerugian terus-menerus dan produk mereka tidak lagi menjadi prioritas bisnis utama Sanken Electric, yang kini lebih fokus pada pengembangan semikonduktor,” ungkapnya.

Setia menekankan bahwa keputusan ini tidak terkait dengan kondisi iklim usaha di Indonesia, melainkan merupakan kebijakan internal dari manajemen Sanken Electric di Jepang. “Perusahaan ini sudah mengalami kerugian sejak 2019, sehingga keputusan penghentian produksi lebih disebabkan oleh strategi bisnis induk perusahaan,” jelasnya.

Sanken Argadwija Tegaskan Tidak Terkait dengan PT Sanken Indonesia

Menanggapi pemberitaan mengenai penutupan pabrik, Direktur Marketing PT Sanken Argadwija, Esmond H. Tirtajasa, menegaskan bahwa perusahaannya tidak ada kaitan dengan PT Sanken Indonesia. “Pabrik yang akan ditutup itu adalah produsen komponen otomotif dan elektronik, bukan bagian dari PT Sanken Argadwija yang memproduksi peralatan rumah tangga,” katanya.

Esmond menjelaskan bahwa PT Sanken Argadwija tetap beroperasi normal dan bahkan tengah merencanakan ekspansi ke Cirebon, Jawa Barat, guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. “Masyarakat tidak perlu khawatir, layanan purna jual dan jaringan servis kami di seluruh Indonesia tetap berjalan seperti biasa dan akan terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Jelang Ramadan, BULOG Genjot Penyerapan Beras Demi Stabilitas Harga

0

Menjelang datangnya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, permintaan komoditas pangan di pasar diperkirakan mengalami peningkatan seperti yang terjadi setiap tahunnya. Meski demikian, pergerakan harga masih terpantau terkendali. Untuk menjaga kestabilan harga, khususnya beras, pemerintah bersiap menggelar operasi pasar dan penyerapan gabah dari petani guna memastikan pasokan bahan pangan pokok tetap terjaga.

Seiring dengan dimulainya musim panen, Perum BULOG tengah melakukan penyerapan gabah dan beras sesuai dengan kebijakan pemerintah, dengan harga pembelian yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Pemerintah menargetkan penyerapan setara 3 juta ton beras sebagai langkah strategis guna memberikan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani di tengah proyeksi surplus panen yang diperkirakan mencapai 4,9 juta ton hingga Mei 2025. Proyeksi ini merujuk pada data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kementerian Pertanian.

Dukungan Pemerintah untuk Penyerapan Maksimal

Guna mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras, pemerintah mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp16,5 triliun melalui mekanisme Operator Investasi Pemerintah (OIP). Dana ini akan digunakan untuk memperkuat kapasitas BULOG dalam menyerap hasil panen petani. Hingga saat ini, BULOG telah berhasil menyerap lebih dari 140 ribu ton setara beras dengan capaian harian yang melebihi 8 ribu ton.

Kepala Humas Perum BULOG, Andrew R. Shahab, mengungkapkan strategi yang diterapkan BULOG dalam mencapai target penyerapan beras guna mendukung swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah memperkuat sosialisasi kepada petani terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini kami yakini cukup kompetitif dan menguntungkan petani di tengah musim panen yang berlangsung saat ini,” ujar Andrew.

Strategi Jemput Bola dan Sinergi dengan Berbagai Pihak

Selain sosialisasi harga pembelian, BULOG juga membentuk “Tim Jemput Gabah” di tingkat wilayah hingga cabang guna memastikan pembelian gabah langsung dari petani. BULOG juga mendirikan posko pengadaan di setiap gudang untuk memudahkan proses penyerapan hasil panen.

Tak hanya itu, BULOG menjalin koordinasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pertanian setempat, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta penyuluh pertanian. Sinergi ini diperkuat dengan keterlibatan aparat TNI-Polri, termasuk Babinsa di berbagai daerah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan TNI terkait kerja sama strategis dalam upaya mencapai ketahanan pangan nasional.

“Babinsa TNI AD memiliki peran penting dalam mendampingi proses pembelian gabah dari petani serta menjembatani kerja sama antara BULOG dan penggilingan padi. Dengan jaringan luas yang dimiliki TNI-Polri hingga ke pelosok desa, proses pemantauan panen di daerah-daerah produksi dapat dilakukan lebih akurat dan efisien,” tambah Andrew.

Selain dukungan dari pemerintah dan aparat keamanan, BULOG juga menggandeng penggilingan padi di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan serapan gabah dan beras. BULOG bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) telah menjalin komitmen dengan pendampingan dari Kementerian Pertanian guna mencapai target penyerapan sebesar 3 juta ton.

“Kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat cadangan beras nasional dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkas Andrew.

7 Tips Membangun Kebiasaan Produktif yang Bertahan Seumur Hidup

Kita semua pernah merasa semangat di awal saat ingin membangun kebiasaan baru—entah itu bangun lebih pagi, rutin olahraga, membaca buku setiap hari, atau lebih disiplin dalam bekerja. Tapi setelah beberapa hari atau minggu, semangat itu memudar, dan akhirnya kita kembali ke kebiasaan lama. Kenapa bisa begitu? Dan yang lebih penting, bagaimana cara membangun kebiasaan produktif yang bisa bertahan dalam jangka panjang? Simak penjelasan dari Berempat.com berikut ini.

1. Mulai dari Kebiasaan Kecil

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah mencoba mengubah banyak hal sekaligus. Misalnya, kalau ingin mulai bangun pagi, jangan langsung paksa diri untuk bangun jam 4 subuh kalau biasanya baru tidur tengah malam. Mulailah dengan perubahan kecil, seperti tidur 15 menit lebih awal setiap hari. Kebiasaan kecil lebih mudah dilakukan dan lebih sulit untuk gagal.

2. Buat Kebiasaan Mudah Dilakukan

Kalau kebiasaan baru terasa berat, kemungkinan besar kamu akan menyerah di tengah jalan. Misalnya, kalau ingin membaca buku lebih sering, jangan langsung targetkan satu buku dalam seminggu. Mulai dengan membaca 5-10 halaman sehari. Semakin mudah kebiasaan itu dilakukan, semakin besar peluang kamu untuk konsisten.

3. Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan

Yang bikin kebiasaan bertahan lama bukan seberapa sempurna kamu melakukannya, tapi seberapa sering kamu melakukannya. Daripada olahraga berat sekali seminggu, lebih baik olahraga ringan setiap hari. Ingat, membangun kebiasaan bukan soal cepat, tapi soal keberlanjutan.

4. Gunakan Metode Habit Stacking

Habit stacking adalah teknik menghubungkan kebiasaan baru dengan kebiasaan lama yang sudah ada. Misalnya, kalau kamu ingin mulai meditasi setiap pagi, coba lakukan setelah menyikat gigi. Dengan begitu, kamu nggak perlu ‘mengingat’ untuk melakukannya, karena sudah menjadi bagian dari rutinitas harianmu.

5. Beri Diri Sendiri Reward

Otak kita suka hadiah. Jika kamu memberi diri sendiri sedikit penghargaan setelah menyelesaikan kebiasaan baru, otak akan lebih termotivasi untuk mengulanginya. Misalnya, setelah menyelesaikan pekerjaan lebih awal, beri diri sendiri waktu untuk menonton film favorit atau menikmati makanan kesukaan.

6. Jangan Takut untuk Gagal

Ada saatnya kamu mungkin melewatkan satu hari tanpa melakukan kebiasaan yang sedang dibangun, dan itu wajar. Yang penting adalah jangan sampai satu hari libur berubah menjadi kebiasaan malas. Kalau terlewat satu kali, pastikan untuk kembali ke jalur esok harinya.

7. Kelilingi Diri dengan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan punya peran besar dalam membentuk kebiasaan. Kalau ingin lebih produktif, coba kurangi gangguan seperti media sosial atau notifikasi HP saat bekerja. Kalau ingin hidup lebih sehat, kelilingi diri dengan orang-orang yang juga punya gaya hidup sehat.

Membangun kebiasaan produktif yang bertahan lama itu bukan soal niat semata, tapi soal strategi. Mulai dari langkah kecil, buat kebiasaan jadi mudah, konsisten, gunakan habit stacking, beri reward, jangan takut gagal, dan ciptakan lingkungan yang mendukung. Dengan cara ini, kebiasaan baru nggak cuma bertahan sebentar, tapi bisa jadi bagian dari gaya hidupmu selamanya.

Peluang Baru bagi Pengusaha Mikro, Holding UMi Perluas Jangkauan Layanan

0

Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas akses keuangan bagi pengusaha mikro dan ultra mikro di Indonesia. Sinergi ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih inklusif, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa hingga akhir Desember 2024, Holding UMi telah melayani 183 juta nasabah simpanan serta 35,9 juta nasabah pinjaman. Total penyaluran kredit tercatat mencapai Rp626,6 triliun. Guna memperluas jangkauan layanan, Holding UMi kini telah menghadirkan 1.032 outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Holding UMi bukan hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan bagi pelaku UMKM, tetapi juga aktif dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong inklusi keuangan bagi segmen ultra mikro. Melalui inovasi layanan dan sinergi ekosistem, kami optimistis mampu terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberdayakan usaha kecil,” ujar Supari.

Tiga Tahapan Pemberdayaan Nasabah UMi

Lebih lanjut, Supari menjelaskan bahwa BRI menerapkan strategi bertahap dalam pemberdayaan serta peningkatan kapasitas nasabah ultra mikro. Strategi ini terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu empower, integrate, dan upgrade.

Pada tahap empower, PNM berperan dalam mendukung kelompok masyarakat pra-sejahtera agar mampu menjadi pengusaha mandiri. Proses ini mencakup edukasi literasi keuangan dan pengenalan produk perbankan guna meningkatkan inklusi keuangan.

Ketika usaha mulai berkembang, nasabah memasuki tahap integrate, di mana mereka mendapatkan akses ke produk perbankan lainnya, seperti layanan asuransi dari BRI maupun produk gadai dari Pegadaian, yang semakin memperkuat stabilitas usaha mereka.

Jika usaha semakin maju dan berkembang ke level mikro, nasabah masuk ke tahap upgrade. Pada tahap ini, mereka memiliki kesempatan untuk mengakses produk kredit komersial BRI, seperti Kupedes, guna memperbesar skala bisnis mereka lebih lanjut.

Dorongan bagi Ekonomi Kerakyatan

Ke depan, BRI akan terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.

Komitmen ini selaras dengan peran BRI sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Hal ini terlihat dari capaian kinerja BRI dalam penyaluran kredit UMKM. Hingga akhir 2024, total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.354,64 triliun, mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 6,97 persen. Semua segmen pinjaman mencatatkan pertumbuhan positif, dengan kredit UMKM mendominasi sebesar 81,97 persen dari total kredit, atau setara dengan Rp1.110,37 triliun.

Perbankan Syariah Cetak Kinerja Positif, OJK Perkuat Strategi Pengembangan

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung pertumbuhan perbankan syariah nasional guna menciptakan sektor keuangan yang tangguh dan berkelanjutan. Komitmen ini diimplementasikan melalui berbagai kebijakan strategis demi meningkatkan daya saing industri bank syariah di tingkat nasional maupun global.

Pada akhir tahun 2024, perbankan syariah mencatatkan kinerja yang solid dengan total aset mencapai Rp980,30 triliun, meningkat 9,88 persen secara tahunan (yoy). Pangsa pasar juga mengalami pertumbuhan menjadi 7,72 persen dibandingkan Desember 2023 yang tercatat sebesar 7,44 persen.

Kinerja Intermediasi dan Likuiditas Tetap Kuat

Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tumbuh 9,92 persen yoy dengan total mencapai Rp643,55 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencatat pertumbuhan sekitar 10 persen yoy menjadi Rp753,60 triliun, jauh melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 4-5 persen.

Pembiayaan sektor perumahan (KPR) masih mendominasi dengan porsi sekitar 23 persen, sementara pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi sekitar 16-17 persen dari total pembiayaan.

Dari sisi permodalan, perbankan syariah tetap memiliki fondasi yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,4 persen, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan. Rasio likuiditas juga tetap terjaga dengan Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 154,52 persen dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) di angka 32,09 persen.

Strategi OJK dalam Akselerasi Perbankan Syariah

Sebagai bagian dari upaya memperkuat industri ini, OJK menerapkan strategi yang tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan bank Syariah (RP3SI) 2023-2027. Dalam pertemuan tahunan bank syariah tahun 2024, OJK meluncurkan sejumlah pedoman baru guna memperkaya variasi produk syariah, seperti Pedoman Produk Pembiayaan Mudarabah, Pedoman Implementasi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) dengan Akad Mudharabah Muqayyadah, serta Pedoman Implementasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).

Pada tahun 2025, OJK menetapkan lima kebijakan utama untuk meningkatkan skala ekonomi perbankan syariah dan memperkuat daya saingnya:

  1. Konsolidasi dan Penguatan Bank Syariah
    OJK mendorong proses spin-off unit usaha syariah (UUS) serta mendukung sinergi antara bank hasil spin-off dengan induk usaha untuk memperbesar kapasitas bisnis.
  2. Pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS)
    OJK memperkuat tata kelola syariah dengan membentuk KPKS guna mengawasi dan mengembangkan sektor keuangan syariah nasional.
  3. Penyusunan Pedoman Produk Perbankan Syariah
    Dalam rangka menyelaraskan implementasi produk syariah, OJK terus menyusun pedoman bank syariah, termasuk untuk pembiayaan Salam, Istishna’, dan Multijasa.
  4. Penguatan Peran bank Syariah dalam Ekosistem Ekonomi Syariah
    Perluasan akses layanan syariah dilakukan melalui kolaborasi dengan Lembaga Jasa Keuangan Syariah lainnya, instansi pemerintah, dan industri halal.
  5. Peningkatan Peran Perbankan Syariah untuk UMKM
    OJK berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM unbankable melalui instrumen keuangan sosial syariah.

Prospek Perbankan Syariah di Tengah Tantangan Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa meskipun tantangan ekonomi global dan domestik masih kuat, perbankan syariah tetap memiliki peluang besar untuk berkembang. Dengan memanfaatkan niche market dan mengembangkan produk keuangan alternatif berbasis syariah, sektor ini diharapkan dapat bersaing dengan perbankan konvensional.

“OJK akan terus mendorong pertumbuhan organik dan anorganik perbankan syariah dengan pendekatan yang terkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Dengan strategi yang tepat, pangsa pasar bank syariah dapat meningkat secara signifikan,” ujar Dian.

Dengan arah kebijakan yang jelas dan dukungan regulasi yang kuat, bank syariah nasional diharapkan dapat semakin berkembang serta berkontribusi dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Banyak yang Salah Paham! Ini Peran Koneksi dalam Dunia Bisnis

Ketika mau mulai bisnis, kebanyakan orang langsung kepikiran modal. “Gimana bisa mulai usaha kalau nggak ada duit?” Padahal, ada satu hal lain yang nggak kalah penting, bahkan bisa jadi lebih berharga dari modal uang: koneksi. Pertanyaannya, mana yang lebih utama, koneksi atau modal bisnis? Yuk, simak penjelasan dari Berempat.com berikut ini.

1. Modal Itu Penting, Tapi Koneksi Bisa Buka Lebih Banyak Peluang

Modal jelas penting buat operasional bisnis—mulai dari produksi, pemasaran, sampai ekspansi. Tapi kalau punya modal besar tanpa koneksi, perjalanan bisnis bisa lebih berat. Misalnya, tanpa jaringan yang kuat, kamu bakal kesulitan cari supplier murah, pelanggan potensial, atau bahkan mentor yang bisa kasih arahan biar usahamu berkembang.

Sebaliknya, kalau punya koneksi yang baik, kamu bisa dapat banyak kemudahan. Ada investor yang mau tanam modal? Ada supplier yang kasih harga khusus? Atau ada mentor yang ngajarin strategi bisnis? Semua itu bisa bikin perjalanan bisnis jadi lebih lancar.

2. Koneksi Bisa Jadi Jalan Pintas Sukses

Banyak pengusaha sukses yang awalnya bukan dari keluarga kaya atau punya modal besar, tapi mereka tahu cara membangun dan memanfaatkan koneksi dengan baik. Contoh nyatanya?

  • Jack Ma (Alibaba): Nggak punya modal besar saat mulai bisnis, tapi dia punya jaringan yang kuat dan akhirnya bisa membangun kerajaan bisnisnya.
  • Elon Musk: Sebelum sukses dengan Tesla dan SpaceX, dia membangun koneksi dengan investor dan para ahli di industri teknologi.
  • Bob Sadino: Memulai bisnis dari nol, tapi bisa sukses karena tahu cara berjejaring dengan orang-orang yang tepat.

Dengan koneksi yang tepat, kamu bisa dapat investor, peluang bisnis, atau bahkan kemudahan dalam regulasi dan perizinan.

3. Bisa Nggak Sih, Bisnis Jalan Hanya dengan Koneksi Tanpa Modal?

Bisa! Ada beberapa model bisnis yang bisa berjalan hanya dengan koneksi, tanpa harus keluar modal besar:

  • Dropshipping: Kamu bisa jualan tanpa harus stok barang, cukup koneksi ke supplier yang bisa langsung kirim ke pelanggan.
  • Jasa Konsultan/Freelance: Kalau punya keahlian tertentu, kamu bisa langsung tawarkan jasa tanpa perlu modal besar.
  • Affiliate Marketing: Kamu tinggal promosiin produk orang lain dan dapet komisi dari setiap penjualan.
  • Event Organizer: Modalnya lebih ke jaringan vendor dan klien, bukan uang pribadi.

4. Modal Uang vs. Modal Koneksi: Mana yang Lebih Penting?

Keduanya penting, tapi kalau harus memilih, koneksi bisa jadi lebih berharga karena:

  • Modal bisa dicari, koneksi butuh dibangun. Banyak cara buat cari modal: pinjaman, investor, crowdfunding, atau bahkan bootstrap dari keuntungan bisnis kecil-kecilan. Tapi koneksi butuh waktu dan usaha buat dibangun.
  • Koneksi bisa mendatangkan modal. Dengan koneksi yang tepat, kamu bisa dapetin investor atau partner bisnis yang mau ikut mendanai ide usahamu.
  • Koneksi bisa kasih peluang lebih luas. Selain dana, bisnis juga butuh mentor, pelanggan, dan mitra yang bisa mendukung pertumbuhan bisnis.

5. Cara Membangun Koneksi yang Kuat

Kalau modal uang bisa dicari, gimana cara membangun modal koneksi? Ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  • Ikut Komunitas Bisnis: Gabung ke komunitas atau forum yang sesuai dengan bidang bisnismu.
  • Aktif di Media Sosial Profesional: LinkedIn bisa jadi tempat yang bagus buat memperluas jaringan.
  • Datang ke Acara Networking: Seminar, workshop, atau event bisnis bisa jadi tempat bertemu calon partner atau mentor.
  • Jangan Takut Bertanya dan Belajar: Minta pendapat atau berbagi ide ke orang yang lebih berpengalaman bisa membuka banyak pintu kesempatan.

Jadi, koneksi atau modal, mana yang lebih penting? Jawabannya tergantung situasi. Kalau bisa punya dua-duanya, tentu lebih baik. Tapi kalau harus memilih, koneksi sering kali lebih berharga karena bisa membuka lebih banyak peluang dibandingkan sekadar modal uang.

Buat kamu yang mau mulai bisnis tapi terkendala modal, jangan menyerah. Fokuslah membangun jaringan dan relasi yang kuat. Siapa tahu, dari koneksi yang tepat, modal dan peluang bisnis justru datang dengan sendirinya.

Danantara, Pengelola Dana Investasi Triliunan Rupiah Resmi Beroperasi

0

Pemerintah akan meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2025. Danantara dipersiapkan untuk menjadi pengelola dana investasi strategis dengan modal awal minimal Rp1.000 triliun, sebagaimana tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (4/2).

Pasal 3G ayat (3) dalam regulasi tersebut secara eksplisit menetapkan bahwa modal awal Danantara berasal dari berbagai sumber, termasuk penyertaan modal negara (PMN), aset negara, serta saham milik pemerintah di perusahaan BUMN.

Danantara Berwenang Mengelola Investasi Besar

Danantara akan memiliki mandat untuk melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung guna meningkatkan nilai aset negara. Dalam praktiknya, badan ini akan bekerja sama dengan berbagai entitas, seperti holding investasi, holding operasional, serta mitra swasta lainnya.

Setiap keuntungan atau kerugian yang diperoleh Danantara akan sepenuhnya menjadi bagian dari neraca badan tersebut. Sebagian dari keuntungan yang dihasilkan nantinya akan disetorkan ke kas negara setelah dilakukan pencadangan guna mengantisipasi potensi risiko investasi serta penguatan modal di masa depan.

Fokus Investasi di Sektor Strategis

Presiden Prabowo Subianto, sebagai penggagas utama Danantara, menegaskan bahwa badan ini bertanggung jawab atas pengelolaan dividen BUMN. Ke depan, Danantara akan menangani dividen yang berasal dari berbagai holding, termasuk holding investasi, operasional, dan dividen perusahaan-perusahaan BUMN.

Prabowo sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa dana yang akan dikelola Danantara dapat mencapai angka fantastis, yakni sekitar USD 900 miliar atau setara Rp14.715 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.350 per USD). Dana tersebut akan difokuskan untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang di sektor energi terbarukan, manufaktur canggih, serta ketahanan pangan.

“Pemerintah akan meluncurkan Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund baru dengan total aset kelolaan yang diproyeksikan melebihi USD 900 miliar,” ujar Prabowo dalam pernyataan resmi, Kamis (13/2).

Dengan skema investasi yang telah dirancang, kehadiran Danantara diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi global.

Ekspor UMKM Meningkat, 22 Produk Indonesia Kini Hadir di Filipina

0

Upaya ekspansi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke pasar internasional kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 22 produk UMKM secara resmi dilepas untuk ekspor ke Filipina dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, di SMESCO, Jakarta, pada Kamis (20/2).

Pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari program Capacity Building yang dijalankan sepanjang 2024 melalui platform KAMPUS UKM, dengan pendekatan berbasis ekosistem dan rantai pasok global. “Hari ini kita menyaksikan keberangkatan ekspor pertama dari 22 UMKM Indonesia ke Filipina. Produk-produk yang dikirim mencakup sektor makanan, fesyen, serta kerajinan tangan, dengan total transaksi mencapai Rp961 juta,” ungkap Wamen Helvi dalam sambutannya.

Dukungan Pembiayaan dan Perjalanan Ekspor

Keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang memberikan fasilitas pembiayaan pengiriman. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa kontainer berisi produk ekspor dijadwalkan berangkat pada 22 Februari 2025 dan diperkirakan tiba di Filipina dalam waktu 12 hari.

“Proses pengiriman ini merupakan langkah awal dari kerja sama yang lebih besar untuk memperluas pasar UMKM Indonesia ke luar negeri. LPEI turut berperan dalam memastikan kelancaran pembiayaan ekspor agar pelaku UMKM dapat terus meningkatkan daya saingnya di pasar global,” jelas Temmy.

Melalui KAMPUS UKM, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi serta kapasitas pelaku UMKM dalam menyesuaikan standar internasional. Dengan tagline Go Standar, Go Digital, Go Ekspor, program ini berfokus pada pelatihan, bimbingan teknis, asistensi sertifikasi, serta studi kasus bagi peserta.

“Setiap jenjang program dalam KAMPUS UKM telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan komitmen peserta. Hal ini bertujuan agar UMKM yang terlibat benar-benar siap bersaing di tingkat global,” tambah Helvi.

Untuk memperluas akses pasar, pelaku UMKM juga diperkenalkan dengan calon pembeli melalui Onsite Business Matching (OBM), yang telah berlangsung dua kali sepanjang 2024.

Keberhasilan Onsite Business Matching (OBM) 2024

OBM pertama yang diadakan pada September 2024 menghadirkan 34 pelaku UMKM dan mempertemukan mereka dengan 9 buyer dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Afrika Selatan, Jerman, dan Arab Saudi. Sementara OBM tahap kedua yang berlangsung pada Desember 2024 melibatkan 30 UMKM dan 12 buyer dari Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Hongkong, serta Uni Emirat Arab.

Dari hasil pertemuan tersebut, transaksi yang berhasil dikonversi ke dalam bentuk Sales Contract (SC) mencapai nilai signifikan. Pada OBM tahap pertama, tercatat 29 kontrak dengan total nilai 41.800 dolar AS. Sementara pada OBM tahap kedua, transaksi yang terjalin mencapai 570.360 dolar AS dengan total 24 kontrak. Dengan demikian, total keseluruhan transaksi dari OBM 2024 mencapai 612.160 dolar AS atau lebih dari Rp9,79 miliar.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional. Dengan dukungan pembiayaan, digitalisasi, serta standarisasi, UMKM Indonesia kini semakin siap untuk bersaing dan memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara.

Menepis Isu Deindustrialisasi, Sektor Manufaktur RI Justru Makin Berkibar

0

Ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan dinamika perdagangan internasional memberi dampak signifikan terhadap berbagai sektor usaha, termasuk industri manufaktur RI. Namun, di tengah berbagai tekanan tersebut, sektor pengolahan nonmigas justru menunjukkan daya tahan yang kuat dan tetap berperan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Data terbaru menunjukkan bahwa industri manufaktur tumbuh stabil dengan capaian 4,75 persen sepanjang 2024. Secara keseluruhan, perekonomian RI mencatat pertumbuhan 5,03 persen pada tahun yang sama, dan kontribusi sektor manufaktur menjadi yang tertinggi terhadap PDB, yakni sebesar 0,90 persen.

“Hampir seperlima dari pertumbuhan ekonomi nasional bersumber dari sektor manufaktur, menjadikannya sektor kunci setelah perdagangan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberi keterangan di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.

Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Pada 2022, sektor ini menyumbang 18,34 persen, kemudian naik menjadi 18,67 persen di 2023, dan meningkat lagi menjadi 18,98 persen pada tahun 2024.

Momentum Positif di Ekspor dan Investasi

Tidak hanya di pasar domestik, sektor manufaktur juga memperlihatkan performa kuat dalam perdagangan internasional. Sepanjang 2024, ekspor hasil industri pengolahan nonmigas mencapai USD196,54 miliar atau menyumbang 74,3 persen dari total ekspor nasional. Di sisi investasi, sektor ini menyerap dana sebesar Rp721,3 triliun atau 42,1 persen dari total investasi nasional.

Keunggulan manufaktur Indonesia juga terlihat di kancah global. Berdasarkan data Bank Dunia, nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia pada 2023 mencapai USD255 miliar, menempatkan Indonesia di posisi ke-12 dunia dalam kategori negara dengan nilai tambah industri tertinggi. Pencapaian ini jauh melampaui negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (USD128 miliar) dan Vietnam (USD102 miliar).

Performa cemerlang sektor manufaktur turut menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri pengolahan nonmigas meningkat dari 17,43 juta orang pada 2020 menjadi 19,96 juta orang pada 2024.

Indikator optimisme pelaku usaha pun turut menguat. Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 51,9, sedangkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) mencapai 53,1 pada Januari 2025. Angka di atas ambang batas 50 itu mengindikasikan sektor manufaktur sedang berada dalam fase ekspansi.

Menepis Isu Deindustrialisasi

Menanggapi isu yang menyebutkan Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi, Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa data-data tersebut justru membuktikan hal sebaliknya. “Fakta pertumbuhan positif ini menjadi bukti konkret bahwa industri manufaktur kita tetap berkembang dan terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian,” tegasnya.

Untuk mempertahankan momentum ini, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang mendukung penguatan sektor manufaktur. Menperin mengajak seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk merancang regulasi yang ramah investasi serta mampu menciptakan kondisi kondusif bagi pertumbuhan industri.

“Kita semua harus bergandengan tangan menciptakan ekosistem industri yang tangguh, inovatif, dan adaptif agar manufaktur Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global,” pungkasnya.