Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 115

Bisa Jadi Solusi Praktis untuk Bisnis, Bagaimana Cara Menghemat Biaya Operasional?

Mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas produk memang terdengar seperti tantangan besar. Tapi kalau dilakukan dengan strategi yang tepat, hal ini bukan sesuatu yang mustahil. Banyak bisnis sukses yang berhasil memangkas pengeluaran tanpa mengurangi nilai produk yang mereka tawarkan ke pelanggan.

Salah satu cara efektif adalah dengan mengevaluasi kembali proses produksi. Coba lihat apakah ada langkah-langkah yang bisa dipersingkat atau dioptimalkan. Misalnya, menggunakan bahan baku yang lebih efisien atau mencari pemasok dengan harga lebih kompetitif tanpa harus mengorbankan kualitas. Kadang, bernegosiasi ulang dengan supplier juga bisa jadi solusi sederhana yang berdampak besar. Selain itu, mempertimbangkan penggunaan bahan alternatif yang lebih murah tetapi tetap memiliki standar kualitas yang baik juga bisa menjadi strategi yang cerdas.

Memanfaatkan Teknologi dan Efisiensi Energi

Selain itu, penggunaan teknologi juga bisa sangat membantu. Sistem otomatisasi dan digitalisasi dalam beberapa aspek bisnis, seperti manajemen inventaris atau layanan pelanggan, bisa mengurangi biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi. Misalnya, menggunakan software untuk mengatur stok barang bisa mencegah pemborosan dan menghindari kelebihan produksi yang berujung pada kerugian. Selain itu, penerapan sistem pembayaran otomatis dan komunikasi digital juga bisa memangkas biaya operasional yang tidak perlu.

Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah pengelolaan energi. Biaya listrik dan air bisa jadi beban yang cukup besar jika tidak dikontrol. Menggunakan peralatan hemat energi, mematikan mesin yang tidak digunakan, atau memanfaatkan sumber energi alternatif bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar terhadap penghematan. Misalnya, mengganti lampu konvensional dengan LED atau menggunakan sensor otomatis untuk penerangan bisa menghemat biaya listrik secara signifikan.

Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Evaluasi Keuangan

Karyawan juga memiliki peran penting dalam strategi penghematan ini. Memberikan pelatihan kepada mereka untuk lebih efisien dalam bekerja bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah biaya operasional. Selain itu, membangun budaya kerja yang mendorong kreativitas dan efisiensi bisa membantu menemukan solusi inovatif untuk menghemat pengeluaran tanpa menurunkan kualitas. Bahkan, memberikan insentif bagi karyawan yang mampu menemukan cara untuk mengurangi pemborosan bisa menjadi motivasi tambahan.

Terakhir, jangan lupa untuk terus memantau dan mengevaluasi pengeluaran secara berkala. Kadang, ada biaya-biaya tersembunyi yang bisa dihilangkan atau dikurangi tanpa berdampak pada operasional bisnis. Audit keuangan secara berkala bisa membantu menemukan titik-titik pemborosan yang sebelumnya tidak disadari. Dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang terencana, bisnis bisa tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan kualitas produk yang ditawarkan. Pada akhirnya, keseimbangan antara efisiensi biaya dan kualitas produk adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Maxim Indonesia Siapkan Bonus THR untuk Mitra Ojol dan Kurir Online Jelang Lebaran

0

Perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi, Maxim Indonesia, mengumumkan bonus tambahan bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) dan kurir online menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025. Langkah ini diambil setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis Surat Edaran (SE) No. M/3/HK.04.00/III/2025 tentang pemberian Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan Tahun 2025 bagi pekerja di sektor transportasi daring.

Yuan Ifdal Khoir, Public Relation Specialist Maxim Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan ekosistem pekerja lepas (gig worker) di Indonesia. “Kami menyiapkan berbagai program bonus, termasuk bantuan sosial dan pengurangan potongan komisi aplikasi untuk meringankan beban mitra pengemudi jelang Lebaran,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Rincian Program Bantuan Sosial dan Bonus

Program bantuan sosial yang digulirkan Maxim mencakup dukungan finansial bagi mitra pengemudi yang membutuhkan selama bulan Ramadan. “Ini merupakan bentuk kepedulian kami melalui program Bantuan Hari Raya, khususnya untuk mitra yang menghadapi kesulitan ekonomi,” tambah Yuan.

Terkait SE BHR dari Kemnaker, Maxim tengah mengevaluasi teknis pemberian bonus tunai sesuai imbauan pemerintah. SE tersebut mengatur BHR sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir bagi mitra yang aktif dan berkinerja baik. “Kami masih dalam tahap evaluasi untuk memastikan implementasinya tepat sasaran. Proses ini memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak,” jelas Yuan.

Tenggat Waktu dan Komitmen Perusahaan

Berdasarkan SE Kemnaker, BHR wajib dicairkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Maxim menegaskan akan mematuhi aturan ini sembari memprioritaskan transparansi dalam komunikasi dengan mitra pengemudi.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi menandatangani SE tentang BHR untuk pengemudi ojol dan kurir online pada Selasa (11/3/2025). Aturan ini bertujuan memberikan perlindungan dan kepastian bagi pekerja di sektor transportasi berbasis aplikasi.

Yuan menambahkan, selain BHR, Maxim juga mengurangi potongan komisi aplikasi sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mitra pengemudi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mitra sekaligus menjaga keberlanjutan layanan transportasi daring.

“Kami terus berkomunikasi dengan mitra pengemudi untuk memastikan program ini tepat guna. Semua kebijakan akan diumumkan secara bertahap sesuai hasil evaluasi,” pungkas Yuan.

Dengan langkah ini, Maxim Indonesia berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan mitra, sekaligus merespons positif regulasi pemerintah untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil.

Dukung UMKM Naik Kelas, Pemerintah dan Kampus Sepakat Perkuat SDM Wirausaha

0

Kementerian UMKM resmi menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus guna memperkuat pendidikan vokasi berbasis praktik serta meningkatkan sinergi antara dunia akademis dan sektor UMKM. Kesepakatan ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan serta pemahaman mendalam mengenai digitalisasi dan teknologi.

Nota kesepahaman ini ditandatangani dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, pada Selasa (11/3). Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk konkret dari komitmen pemerintah dalam mendukung program pengembangan UMKM yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

“Institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang kompeten, berjiwa wirausaha, dan memahami transformasi digital. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mempercepat digitalisasi UMKM serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini,” ujar Arif Rahman.

Beberapa perguruan tinggi yang turut bergabung dalam inisiatif ini antara lain Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI Kosgoro 1957), Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), serta Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI).

Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Kerja

Lebih lanjut, Arif Rahman menegaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di dunia akademis dan realitas bisnis UMKM di lapangan. Dengan mengedepankan pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi industri, lulusan perguruan tinggi (kampus) diharapkan lebih siap berkontribusi dalam pengembangan UMKM, menciptakan peluang kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengawal implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

“Peraturan ini mewajibkan alokasi belanja pemerintah sebesar 40 persen untuk produk UMKM. Namun, pertanyaannya adalah apakah kebijakan ini telah berjalan optimal? Jika benar-benar difokuskan pada produk dalam negeri, maka diharapkan akan tercipta lebih banyak usaha baru dan UMKM bisa naik kelas,” jelasnya.

Pemanfaatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT)

Dalam kesempatan tersebut, Arif Rahman juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang tersebar di lebih dari 100 lokasi di seluruh Indonesia. Menurutnya, mahasiswa bisa berperan aktif dengan menjadi konsultan bagi pelaku UMKM saat mengerjakan tugas akhir mereka.

“Melalui PLUT, mahasiswa tidak hanya bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, tetapi juga ikut membantu mereka dalam merancang strategi bisnis yang lebih efektif dan berorientasi pada digitalisasi,” tutupnya.

Dengan adanya sinergi antara dunia akademik dan sektor UMKM, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

Pertamina Ajak Masyarakat untuk Ikut Pantau Kualitas BBM di SPBU

0

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengujian kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina. Langkah ini diambil seiring dengan upaya penyelesaian kasus hukum terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak.

Simon menyatakan, Pertamina saat ini fokus pada empat langkah utama untuk meningkatkan proses hukum yang sedang berjalan. Pertama, memastikan keberlanjutan bisnis dan melakukan perubahan kepemimpinan sementara. Kedua, bekerja sama dengan Lemigas Kementerian ESDM dan surveyor independen untuk menguji kualitas BBM di seluruh SPBU Pertamina.

“Kami telah menguji sampel BBM di 30 persen dari total 7.842 SPBU Pertamina di Indonesia, atau sekitar 2.457 SPBU. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengujian sampel di lapangan,” ujar Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Selasa (11/3).

Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola

Langkah ketiga yang dilakukan Pertamina adalah evaluasi tata kelola internal melalui audit dan pengawasan untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. Simon menegaskan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah, namun dengan dukungan dari Komisi VI DPR dan masyarakat, Pertamina optimis dapat melewatinya.

“Tugas dan tantangan ke depan sangat berat, tetapi kami yakin dengan semangat dan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat Indonesia, kami bisa melalui ini dengan baik,” kata Simon.

Selain itu, Simon juga menyampaikan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan bersih (good governance). “Kami berkomitmen untuk memperbaiki diri dan menerapkan zero tolerance terhadap korupsi serta praktik suap di internal Pertamina,” tegasnya.

Komitmen Tegas terhadap Pelanggaran Hukum

Simon menegaskan bahwa Pertamina akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang terjadi, termasuk jika dirinya sendiri terlibat. “Kami siap memproses secara hukum siapa pun yang melanggar, termasuk saya sendiri jika terbukti bersalah. Yang penting, kami tetap fokus bekerja sebaik-baiknya untuk kemajuan Pertamina,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pertamina berharap dapat memulihkan kepercayaan publik dan memastikan kualitas BBM yang dijual di SPBU miliknya tetap terjaga. Partisipasi masyarakat dalam pengujian kualitas BBM juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

THR Lebaran Tiba! Ini 6 Cara Mengelola Uang Agar Tidak Cepat Habis

THR (Tunjangan Hari Raya) Lebaran selalu dinanti-nanti oleh banyak orang. Selain sebagai momen berbagi kebahagiaan, THR juga bisa menjadi kesempatan untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Tapi, seringkali uang THR ini cepat habis tanpa terasa, padahal bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Nah, biar nggak sia-sia, yuk simak tips dari Berempat.com tentang mengelola uang THR Lebaran dengan bijak.

1. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Pertama-tama, pastikan kamu sudah memenuhi kebutuhan utama. Misalnya, bayar utang (kalau ada), belanja kebutuhan pokok, atau membayar tagihan bulanan. Jangan sampai uang THR habis untuk hal-hal yang kurang penting, sementara kebutuhan utama malah terbengkalai.

2. Sisihkan untuk Tabungan atau Investasi

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, jangan lupa sisihkan sebagian uang THR untuk tabungan atau investasi. Nggak perlu langsung besar-besaran, kok. Mulai dari nominal kecil aja dulu. Misalnya, kamu bisa mulai nabung di deposito, reksadana, atau bahkan emas. Dengan begitu, uang THR-mu nggak cuma numpang lewat, tapi bisa berkembang.

3. Buat Dana Darurat

Kalau selama ini kamu belum punya dana darurat, THR bisa jadi modal awal untuk memulainya. Dana darurat ini penting banget, lho, buat jaga-jaga kalau ada kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan atau perbaikan rumah. Idealnya, dana darurat itu setara dengan 3-6 bulan pengeluaran rutin. Jadi, mulai dari sekarang, yuk sisihkan sedikit demi sedikit.

4. Belanja dengan Bijak

Momen Lebaran emang identik dengan belanja, apalagi ada diskon-diskon menarik di mana-mana. Tapi, jangan sampai tergoda untuk belanja berlebihan, ya. Buat daftar prioritas belanja dan patuhi batasannya. Misalnya, beli baju baru untuk keluarga itu boleh, tapi pastikan nggak sampai menguras semua uang THR-mu.

5. Berbagi dengan Sesama

Lebaran adalah momen berbagi kebahagiaan. Jadi, jangan lupa sisihkan sebagian uang THR untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan. Entah itu ke keluarga, tetangga, atau lembaga sosial. Berbagi nggak cuma bikin hati lega, tapi juga bisa jadi ladang amal buat kita.

6. Jangan Lupa Nikmati Hasil Kerja Keras

Terakhir, jangan lupa untuk menikmati hasil kerja kerasmu selama ini. THR adalah bentuk apresiasi dari perusahaan, jadi nggak ada salahnya kalau kamu pakai sebagian untuk hal-hal yang bikin kamu senang. Misalnya, jalan-jalan kecil atau makan di restoran favorit. Asal nggak berlebihan, itu sah-sah aja, kok.

Uang THR Lebaran bisa jadi berkah kalau dikelola dengan bijak. Jangan sampai uang itu habis begitu aja tanpa ada manfaat yang dirasakan. Prioritaskan kebutuhan, sisihkan untuk tabungan, dan jangan lupa berbagi. Dengan begitu, uang THR-mu nggak cuma bikin senang sesaat, tapi juga bisa memberikan manfaat jangka panjang.

Menhub Pastikan Program Mudik Gratis Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

0

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa program mudik gratis akan tetap dilaksanakan pada Lebaran 2025 meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (11/3/2025).

“Meski ada efisiensi anggaran, program mudik gratis tetap akan kami jalankan. Ini merupakan komitmen kami untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang kampung,” ujar Dudy.

Agenda mudik gratis ini akan dilaksanakan melalui tiga moda transportasi, yaitu darat, kereta api, dan laut. Total kapasitas yang disediakan mencapai 86.312 penumpang dan 7.724 unit sepeda motor.

Rincian Program Mudik Gratis 2025

Untuk moda transportasi darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyediakan layanan mudik gratis ke 31 kota tujuan. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyiapkan kuota bagi 960 penumpang dan 7.424 sepeda motor.

Di sektor laut, Kementerian Perhubungan menyediakan 153 rute pelayaran dengan kapasitas total 47.816 penumpang. Untuk memastikan program berjalan optimal, Kemenhub juga meluncurkan platform Nusantara Hub. Platform ini bertujuan meminimalisir seat kosong akibat fenomena double booking yang kerap terjadi selama program mudik gratis.

“Platform Nusantara Hub kami siapkan agar kapasitas kursi benar-benar dimanfaatkan oleh pemudik dan tidak terbuang percuma,” jelas Dudy.

Tujuan Agenda Mudik Gratis yang diadakan Pemerintah

Agenda mudik gratis ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Menurut Dudy, bepergian jarak jauh dengan sepeda motor memiliki risiko kecelakaan yang tinggi.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan angkutan umum atau program mudik yang disediakan. Ini demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan,” tegas Dudy.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub juga menyiapkan program mudik gratis sepeda motor dengan kereta api. Kuota yang disediakan mencapai 16.960 penumpang dan 7.424 unit sepeda motor.

Dudy menekankan pentingnya keselamatan dalam perjalanan mudik. Ia mengajak masyarakat untuk memilih transportasi umum yang telah melalui pemeriksaan kelayakan (ramp check) atau memanfaatkan program mudik yang diselenggarakan oleh Kemenhub maupun pihak lain, seperti BUMN atau perusahaan swasta.

“Kami tidak bosan mengingatkan masyarakat agar menghindari perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor. Potensi bahaya kecelakaan sangat tinggi. Lebih baik gunakan angkutan umum yang aman dan terjamin,” ujar Dudy.

Pernah Jadi Tren, Kini Hilang! Ini Bisnis Artis yang Tak Lagi Beroperasi

Bisnis dan dunia hiburan sering kali berjalan beriringan. Banyak artis yang mencoba peruntungan di dunia bisnis, memanfaatkan popularitas mereka untuk menarik pelanggan. Namun, tidak semua bisnis bertahan lama. Ada yang sempat viral dan meraih kesuksesan besar, tetapi akhirnya harus gulung tikar dan hanya tinggal kenangan. Berikut adalah beberapa bisnis milik selebritas yang dulu ramai diperbincangkan, namun kini sudah tidak beroperasi lagi.

Deretan Bisnis Milik Artis di Berbagai Bidang yang Kini Tidak Beroperasi

Beberapa tahun lalu, tren kue artis begitu booming. Hampir setiap kota besar di Indonesia memiliki gerai kue yang dimiliki oleh artis ternama. Sebut saja Bandung Makuta yang dipromosikan oleh Laudya Cynthia Bella hingga Jogja Scrummy milik Dude Harlino. Sayangnya, tren ini tidak bertahan lama. Kini, banyak gerai kue artis yang tutup karena menurunnya minat pembeli dan persaingan yang ketat di industri kuliner.

Selain kue, bisnis minuman kekinian milik artis juga pernah merajai pasar. Gerai seperti Mango Bomb milik Nagita Slavina dan Tuku-Tuku milik Prilly Latuconsina sempat laris manis. Namun, setelah beberapa tahun, bisnis ini mulai meredup dan banyak gerainya yang tutup. Faktor kejenuhan pasar dan munculnya tren minuman baru menjadi penyebab utama mengapa bisnis ini sulit bertahan.

Tidak sedikit artis yang mencoba peruntungan di dunia kuliner dengan membuka restoran atau kafe. Ruben Onsu dengan Geprek Bensu sempat sukses besar, tetapi beberapa gerainya kini sudah tutup akibat persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, Luna Maya juga pernah memiliki bisnis kafe bernama Waluma yang kini tidak lagi terdengar gaungnya.

Industri fashion juga menarik bagi banyak artis untuk mencoba bisnis. Beberapa merek pakaian dan kosmetik yang sempat booming, seperti Dissy milik Ussy Sulistiawaty, kini tidak lagi aktif seperti dulu. Faktor persaingan dengan brand lokal lain dan perubahan tren fashion membuat bisnis ini sulit bertahan.

Penyebab Bisnis Artis Tidak Bertahan Lama

Ada beberapa alasan mengapa bisnis milik selebritis yang dulunya viral akhirnya harus tutup:

  1. Tren yang Cepat Berubah – Banyak bisnis artis yang lahir dari tren sesaat, sehingga ketika tren bergeser, bisnis pun ikut meredup.
  2. Kurangnya Inovasi – Beberapa artis tidak melakukan inovasi dalam produk atau layanan mereka, sehingga pelanggan kehilangan minat.
  3. Manajemen yang Kurang Matang – Tidak semua artis memiliki pengalaman di dunia bisnis. Kesalahan dalam manajemen sering kali menjadi penyebab bisnis mereka tidak bisa bertahan lama.
  4. Persaingan yang Ketat – Industri makanan, minuman, dan fashion sangat kompetitif. Jika tidak memiliki nilai unik atau keunggulan tertentu, bisnis akan sulit bertahan.

Memiliki bisnis memang tidak mudah, bahkan bagi para artis yang sudah memiliki nama besar sekalipun. Meski sempat viral dan meraih sukses besar, banyak bisnis artis yang akhirnya tutup karena berbagai faktor. Ini menjadi pelajaran bahwa popularitas saja tidak cukup untuk mempertahankan bisnis dalam jangka panjang.

Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Berikan THR untuk Ojol

0

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tahun ini memberikan perhatian lebih kepada para pengemudi ojol dan kurir online yang telah memiliki peran penting dalam mendukung layanan transportasi dan logistik di Tanah Air. “Tahun ini, pemerintah fokus memberikan perhatian khusus kepada pengemudi dan kurir online yang telah memberikan kontribusi besar dalam layanan transportasi dan logistik di Indonesia,” ujar Prabowo dalam konferensi pers terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Ojol di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/3/2025).

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka, pemerintah mendorong perusahaan layanan berbasis aplikasi (Ojol dan Kurir) untuk memberikan bonus THR dalam bentuk uang tunai. Bonus ini diharapkan dapat meringankan beban para pekerja, terutama saat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Kami menghimbau perusahaan-perusahaan aplikasi untuk memberikan bonus hari raya kepada pengemudi dan kurir online. Besaran bonus akan disesuaikan dengan tingkat keaktifan kerja masing-masing individu,” jelas Prabowo.

Mengenai teknis pemberian bonus, Presiden menyatakan bahwa hal tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Ketenagakerjaan melalui Surat Edaran. Saat ini, tercatat sekitar 250 ribu pengemudi dan kurir online yang bekerja secara aktif, serta 1-1,5 juta pekerja paruh waktu (part-time) di sektor ini.

Harapan Pemerintah untuk Kesejahteraan Pekerja OJOL dan Kurir Online

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pengemudi dan kurir online. Dengan adanya bonus THR, mereka diharapkan dapat menikmati momen liburan dan mudik Lebaran dengan lebih nyaman.

“Semoga dengan kebijakan ini, para pengemudi dan kurir online bisa merayakan Idul Fitri dengan lebih baik,” ucap Prabowo.

Pemerintah juga berharap langkah ini menjadi awal untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di sektor transportasi dan logistik berbasis aplikasi. Namun, di balik upaya ini, masih ada tantangan besar yang perlu diatasi, terutama terkait status hukum para pengemudi ojol.

Regulasi dan Perlindungan Hukum Terhadap Ojol

Sebelumnya, Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengungkapkan bahwa pengemudi ojol belum mendapatkan pengakuan resmi dalam sistem hukum Indonesia, khususnya dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) No. 22 Tahun 2009.

“Masalah utama adalah tidak adanya pengakuan hukum terhadap ojol dalam UU LLAJ. Akibatnya, status mereka dianggap sebagai mitra, bukan pekerja. Ini membuat mereka tidak memiliki hak yang sama, termasuk dalam hal THR,” jelas Azas dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).

Azas menambahkan, tanpa dasar hukum yang jelas, pemberian THR menjadi sulit karena tidak ada patokan gaji sebagai acuan perhitungan. “Jika ingin memberikan THR, harus ada dasar perhitungan yang jelas. Tanpa itu, masalah ini akan terus berulang setiap tahun,” ujarnya.

Selain itu, status sebagai mitra juga membuat pengemudi ojol rentan terhadap praktik tidak adil, seperti pemotongan komisi hingga 25%, kebijakan pemutusan hubungan kerja yang sepihak, dan tarif yang sering merugikan mereka.

“Tanpa regulasi yang jelas, posisi pengemudi ojol sangat lemah. Mereka tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai,” tegas Azas.

Dengan adanya kebijakan THR dari pemerintah, diharapkan langkah ini dapat menjadi awal untuk memperbaiki kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para pengemudi dan kurir online di Indonesia.

Pemerintah Bongkar Temuan Minyakita: Volume Tak Sesuai, Harga Langgar Aturan!

0

Kementerian Perdagangan memberikan tanggapan terkait temuan kecurangan pada kemasan Minyakita yang diungkap oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan, ditemukan bahwa Minyakita yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya berisi 750 hingga 800 mililiter (ml).

Moga Simatupang, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), mengungkapkan bahwa Kemendag telah melakukan pengawasan pada 6 dan 7 Maret 2025 terhadap PT Artha Eka Global Asia. Namun, lokasi pabrik perusahaan tersebut telah berpindah dari Depok ke Karawang.

“Beberapa laporan viral di media sosial menyoroti isi Minyakita yang kurang dari 1 liter, hanya sekitar 750 ml. Sebelum temuan Pak Mentan viral pada Sabtu lalu, Kemendag sebenarnya sudah melakukan pengawasan pada tanggal 6 dan 7 Maret. Kami telah melacak pabriknya yang sebelumnya berada di Depok dan kini telah pindah ke Karawang,” jelas Moga dalam rapat koordinasi inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (10/3/2025).

Setelah rapat, Moga menambahkan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti kasus ini dengan memeriksa lokasi pabrik yang baru di Karawang. Menurutnya, proses pengawasan tidak bisa langsung diikuti dengan pemberian sanksi. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, seperti gelar perkara, klarifikasi, dan pengumpulan barang bukti.

Proses Hukum dan Sanksi yang Diterapkan

“Jika kami menemukan pelanggaran, kami akan memprosesnya. Namun, pengawasan tidak bisa langsung berujung pada sanksi. Harus ada klarifikasi dan barang bukti yang kuat. Tim kami saat ini sedang menindaklanjuti kasus ini,” tegas Moga.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada PT Navyta Nabati Indonesia (NNI). Perusahaan tersebut bahkan tidak memiliki izin edar dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Moga menjelaskan bahwa kasus NNI masih dalam proses penyelidikan oleh Bareskrim Polri. “NNI sudah tutup operasinya karena memang tidak memiliki izin yang sah. Kami memeriksa izin edar dan izin halal mereka,” tambah Moga.

Temuan Kecurangan Minyakita oleh Menteri Pertanian

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dalam inspeksi tersebut, Amran menemukan kecurangan pada kemasan Minyakita yang diproduksi oleh PT Artha Eka Global Asia, Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN), dan PT Tunasagro Indolestari. Selain volume yang tidak sesuai, Minyakita juga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp 15.700 per liter, tetapi dijual seharga Rp 18.000 per liter.

“Kami menemukan pelanggaran serius. Minyakita dijual di atas HET, dari Rp 15.700 menjadi Rp 18.000. Selain itu, volumenya tidak sesuai standar, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 ml. Ini adalah praktik curang yang merugikan masyarakat, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan bahan pokok meningkat,” ungkap Amran di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

Tips Mengelola Pemasaran bagi UMKM yang Baru Memulai di Era Digital

Memulai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tentu menjadi langkah yang menarik, tetapi tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah bagaimana memasarkan produk atau jasa agar dikenal luas. Tanpa strategi pemasaran yang tepat, usaha yang dijalankan bisa sulit berkembang. Nah, bagi kamu yang baru merintis usaha, berikut beberapa tips dari Berempat.com yang bisa kamu gunakan untuk mengelola pemasaran agar bisnis UMKM kamu semakin dikenal dan berkembang.

Sebelum mulai memasarkan produk, kamu harus mengetahui siapa target pasarmu. Apakah produkmu ditujukan untuk anak muda, ibu rumah tangga, atau pekerja kantoran? Dengan mengenali siapa yang akan membeli produkmu, kamu bisa menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Manfaatkan Media Sosial

Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi alat pemasaran yang sangat efektif dan murah. Buat akun bisnis di platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk memperkenalkan produkmu. Gunakan foto dan video yang menarik, serta berinteraksi dengan calon pelanggan untuk meningkatkan keterlibatan mereka terhadap bisnismu.

Jangan hanya berjualan! Buatlah konten yang menarik dan bermanfaat bagi calon pelanggan. Misalnya, jika kamu menjual produk kecantikan, bagikan tips merawat kulit. Jika bisnismu adalah kuliner, unggah resep atau cerita di balik produk yang kamu jual. Dengan begitu, calon pelanggan akan lebih tertarik dan percaya pada brand yang kamu bangun.

Orang Indonesia sangat menyukai diskon dan promo. Kamu bisa menawarkan harga khusus untuk pembelian pertama, diskon dalam periode tertentu, atau promo bundling untuk meningkatkan penjualan. Selain menarik minat pelanggan, strategi ini juga bisa membantu meningkatkan loyalitas mereka terhadap bisnismu.

Mulai Jualan Melalui Marketplace

Selain memiliki toko fisik atau media sosial, manfaatkan juga platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Dengan adanya marketplace, produkmu bisa lebih mudah ditemukan oleh banyak orang dan proses transaksi menjadi lebih praktis.

Kepercayaan pelanggan adalah kunci utama dalam bisnis. Pastikan kamu selalu memberikan pelayanan terbaik, mulai dari respons yang cepat, pengemasan yang rapi, hingga pelayanan purna jual yang baik. Jangan ragu untuk meminta ulasan dari pelanggan agar calon pembeli lainnya semakin yakin untuk membeli produkmu.

Setelah menjalankan beberapa strategi pemasaran, jangan lupa untuk selalu mengevaluasi hasilnya. Perhatikan mana strategi yang paling efektif dan mana yang kurang berhasil, lalu lakukan perbaikan dan inovasi. Dengan begitu, bisnismu akan terus berkembang dan tetap kompetitif.

Mengelola pemasaran bagi UMKM memang membutuhkan usaha ekstra, tetapi dengan strategi yang tepat, bisnismu bisa berkembang dengan pesat. Kenali target pasar, manfaatkan media sosial, gunakan konten yang menarik.