Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 114

BI-FAST dan QRIS Jadi Motor Pertumbuhan Transaksi Digital Capai 3,5 Miliar

0

Penggunaan layanan perbankan digital di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data terbaru, transaksi digital perbankan melonjak 40,1% pada November 2024 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dengan generasi Z (Gen Z) dan milenial sebagai penggerak utama. Proyeksi Bank Indonesia (BI) menyebutkan, tren ini diprediksi terus menguat sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pengguna mencapai 52,3%, didorong oleh peningkatan volume transaksi BI-FAST hingga 34,1%.

SeaBank Pimpin Pasar, Bank Jago dan Neo Bersaing Ketat

Hasil riset Ipsos mengenai perilaku konsumen perbankan digital mengungkap preferensi generasi muda. SeaBank menjadi pilihan utama 50% responden berusia 25-44 tahun, disusul Bank Jago (32%) dan Bank Neo (28%). “Tren ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang cepat dan mudah diakses,” ujar Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia, dalam rilis resmi, Jumat (14/3/2025).

Aktivitas paling populer di platform perbankan digital meliputi isi ulang dompet digital (76%), pembayaran QRIS (71%), dan transfer antar-bank (70%). “Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Andi.

QRIS Cetak Rekor, Transaksi Digital Tembus 3,5 Miliar

Data BI per Januari 2025 mencatat total transaksi pembayaran digital mencapai 3,5 miliar, naik 35,3% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan transaksi via aplikasi mobile (29,7%) dan internet banking (19,8%). Sektor QRIS menjadi bintang dengan lonjakan volume 170,1%, berkat ekspansi jaringan merchant dan pengguna.

Pertumbuhan QRIS tidak lepas dari kolaborasi antara bank, penyedia teknologi, dan UMKM yang semakin masif,” jelas Deputi Gubernur BI. Pihaknya juga menyoroti pentingnya inovasi layanan untuk mempertahankan momentum positif ini.

Meski pertumbuhan menggembirakan, Ipsos menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan. Riset mengidentifikasi bahwa pengalaman pengguna (customer experience) menjadi kunci untuk mempertahankan loyalitas konsumen, terutama di tengah persaingan antar-platform.

“Bank digital harus fokus pada keamanan transaksi, kecepatan layanan, dan edukasi literasi keuangan. Ini akan memperkuat kepercayaan publik dan mendorong inklusi finansial,” papar Andi.

Dengan proyeksi optimis BI dan dinamika pasar yang kompetitif, industri perbankan digital Indonesia diprediksi terus menjadi tulang punggung transformasi ekonomi digital nasional.

Gagal Cuan? Ini 3 Kesalahan Trader Forex dengan Modal Minimal

Trading forex memang menawarkan peluang besar, tapi kalau nggak hati-hati, justru bisa bikin modal cepat habis. Terutama buat trader forex dengan modal minimal, kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Nah, supaya nggak terjebak dalam kerugian besar, berikut tiga kesalahan fatal yang sering dilakukan trader forex bermodal kecil. Jangan sampai loss gara-gara ini!

1. Overtrading Karena Ingin Cepat Untung

Banyak trader pemula berpikir semakin sering trading, semakin besar peluang profit. Padahal, ini justru jebakan yang bisa menghabiskan modal dengan cepat. Overtrading terjadi ketika seorang trader terlalu sering masuk pasar tanpa analisis matang. Ini biasanya dipicu oleh rasa serakah atau keinginan untuk segera menggandakan modal minimal forex yang dimiliki.

Solusinya? Disiplin dalam strategi trading. Tentukan batasan jumlah transaksi per hari dan pastikan setiap entry berdasarkan analisis yang jelas, bukan sekadar emosi atau insting semata.

2. Manajemen Risiko yang Buruk

Kesalahan kedua adalah nggak punya manajemen risiko yang baik. Banyak trader pemula mengabaikan stop-loss atau malah memasang lot terlalu besar dengan harapan profit besar dalam waktu singkat. Akibatnya? Sekali harga bergerak berlawanan, modal minimal forex bisa langsung ludes.

Aturan umumnya, jangan risikokan lebih dari 1-2% modal di setiap trade. Pastikan juga selalu memasang stop-loss agar kerugian tetap terkendali. Trading itu maraton, bukan sprint. Jadi, lebih baik profit kecil tapi konsisten daripada mengejar keuntungan besar tapi akhirnya habis total.

3. Terlalu Bergantung pada Leverage

Leverage memang menggiurkan karena bisa memperbesar daya beli trader bermodal kecil. Tapi, ini juga pedang bermata dua. Semakin tinggi leverage, semakin besar risiko kehilangan seluruh modal dalam sekali pergerakan harga.

Banyak trader newbie tergoda menggunakan leverage tinggi untuk memaksimalkan profit. Sayangnya, kalau salah perhitungan, margin call bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Sebaiknya, gunakan leverage dengan bijak dan sesuaikan dengan strategi serta toleransi risiko masing-masing.

Trading forex dengan modal kecil tetap bisa menghasilkan keuntungan, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat. Hindari overtrading, kelola risiko dengan baik, dan jangan tergiur leverage berlebihan. Dengan disiplin dan manajemen yang benar, modal minimal forex yang dimiliki bisa berkembang tanpa harus menghadapi risiko besar. Jadi, siap trading dengan lebih bijak?

Mudik Lebih Berkesan! KAI Kolaborasi dengan Kreator Lokal Hadirkan Livery Spesial

0

PT KAI kembali menghadirkan inovasi dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri dengan mempercantik tampilan rangkaian kereta menggunakan Livery Tematik Idulfitri 1446H. Livery khusus ini dipasang pada lokomotif, eksterior kereta, dan kabin penumpang, menciptakan suasana mudik yang lebih meriah dan berkesan bagi para pelanggan.

Beberapa kereta yang akan menampilkan desain spesial ini antara lain KA Bima, KA Argo Semeru, KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Blambangan Ekspres, KA Gajayana, dan KA Argo Dwipangga. Peluncuran resmi livery tematik ini berlangsung di Stasiun Gambir pada 14 Maret 2025.

Dukungan Industri Kreatif dalam Transportasi Publik

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, serta sejumlah perwakilan dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kementerian Perhubungan. Hadir pula General Manager Publishing Gramedia Wahyu Raharjo serta kreator komik lokal seperti Jasmine H. Surkatty (komik GaJelas) dan Seto Buje (komik Bedil), yang turut berkontribusi dalam desain livery tematik ini.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan seremoni penyerahan mockup komik bertema “Tipe Pemudik” oleh Jasmine dan Seto kepada Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang kemudian menyerahkannya kepada Direktur Utama KAI. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara industri kreatif dengan sektor transportasi dalam memberikan pengalaman lebih berkesan bagi masyarakat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendukung Intellectual Property (IP) lokal. “Kolaborasi ini bukan hanya memperindah tampilan kereta, tetapi juga mendorong perkembangan industri kreatif sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Desain Livery Tematik yang Lebih Menarik

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa melalui kolaborasi ini, KAI tidak hanya mempercantik rangkaian kereta, tetapi juga mengangkat karya anak bangsa ke tingkat yang lebih luas.

“Dengan menghadirkan unsur kreatif dalam transportasi publik, kami berharap bisa menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih inovatif dan berdaya saing. Ini juga menjadi langkah kami dalam memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi pelanggan,” ujar Didiek.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan bahwa Livery Tematik Idulfitri tahun ini dirancang lebih atraktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Desain ini menampilkan karakter unik yang menggambarkan suasana mudik Lebaran dengan kereta api. Dengan visual yang ceria, kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi para pelanggan,” jelas Anne.

Livery ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian BUMN, Kementerian Ekonomi Kreatif, Elex Media, serta kreator karakter komik GaJelas, Si Bedil, dan Tuti and Friends. Mengusung tema “Bersama KAI Menyambung Silaturahmi”, desain ini diharapkan dapat membawa semangat kebersamaan selama perjalanan mudik.

Elemen Khas Ramadan dan Idulfitri yang Menghiasi Kereta Api

Pada lokomotif, livery menampilkan elemen khas Ramadan dan Idulfitri, seperti ketupat, masjid, dan motif Islami dengan warna cerah yang mencerminkan keceriaan. Sementara itu, pada eksterior kereta, terdapat ilustrasi yang menggambarkan perjalanan mudik dengan karakter-karakter yang menikmati perjalanan dengan kereta api.

Selain mempercantik bagian luar, dekorasi tematik juga diaplikasikan di dalam kabin penumpang. Ornamen khas Ramadan dan ilustrasi menarik menghiasi interior kereta, menciptakan atmosfer yang lebih hangat dan menyenangkan bagi penumpang selama perjalanan.

Kehadiran karakter Bedil, Tuti, dan Budi semakin memperkuat daya tarik visual livery ini. Karakter-karakter yang sudah dikenal luas di Indonesia ini diharapkan bisa menghibur penumpang, terutama anak-anak yang ikut serta dalam perjalanan mudik.

Anne juga menegaskan bahwa pemasangan livery ini merupakan bentuk apresiasi KAI kepada pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudik mereka kepada kereta api.

“Kami ingin memberikan pengalaman mudik yang tak hanya nyaman dan aman, tetapi juga penuh keceriaan. Melalui desain tematik ini, kami berharap momen mudik semakin berkesan bagi masyarakat,” ungkap Anne.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepuasan pelanggan, KAI juga menghadirkan berbagai program menarik selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk promo tiket dan program mudik lebih awal.

“Kami akan terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, baik dari segi fasilitas maupun pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan,” tutup Anne.

Investasi di Industri Kimia Capai Rp65,76 Triliun, Apa Dampaknya?

0

Industri kimia terus menjadi sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan prioritas yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, mengungkapkan bahwa sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan sebesar 5,86 persen pada tahun 2024, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,03 persen.

“Sebagai sektor strategis, industri kimia berperan sebagai penyedia bahan baku bagi berbagai sektor manufaktur, seperti industri plastik dan tekstil. Maka, pemenuhan kebutuhan bahan baku dalam negeri menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah serta memperluas lapangan kerja,” ujar Taufiek dalam diskusi dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Jumat (14/3).

Kontribusi Ekspor dan Investasi di Sektor Kimia

Selain itu, ekspor industri kimia pada tahun 2024 mencapai USD17,39 miliar, memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Taufiek menegaskan bahwa tantangan utama dalam mendorong sektor ini adalah membangun ekosistem petrokimia dan energi yang terintegrasi agar semakin kompetitif di pasar global.

Sepanjang 2024, investasi di industri kimia mencapai Rp65,76 triliun. Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memfasilitasi investasi di sektor ini, termasuk pengembangan industri petrokimia di Teluk Bintuni, Tanjung Enim, dan Kutai Timur.

“Kami optimis bahwa industri kimia akan berkontribusi besar terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. Pada tahun 2029, sektor ini diproyeksikan menyumbang nilai tambah hingga Rp46,09 triliun,” kata Taufiek.

Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular PT Chandra Asri Pacific Tbk, Edi Rivai, menuturkan bahwa perusahaannya telah berkomitmen selama lebih dari 30 tahun dalam mendukung pengembangan industri petrokimia dan kimia di Indonesia.

“Chandra Asri Group merupakan perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara. Saat ini, kami mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dengan berbagai fasilitas produksi strategis,” jelasnya.

Pembangunan Kilang CA-EDC dan Dampaknya bagi Ekonomi Nasional

Chandra Asri melalui PT Chandra Asri Alkali (CAA) sedang membangun Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC), yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri hilir nasional dan mengurangi ketergantungan impor soda kaustik.

“Investasi untuk pembangunan pabrik ini telah mencapai Rp1,26 triliun pada tahun 2024, dan total investasi ditargetkan sebesar Rp15 triliun. Proyek ini telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional RPJMN 2025-2029 sesuai Perpres No.12/2025,” papar Edi.

Ketika mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027, pabrik ini diproyeksikan mampu menggantikan impor soda kaustik hingga 827 ribu ton per tahun, setara dengan nilai Rp4,9 triliun per tahun. Sementara itu, seluruh produksi Ethylene Dichloride (EDC) akan diekspor dengan potensi pemasukan devisa senilai Rp5 triliun per tahun.

Untuk memperlancar realisasi investasi ini, Chandra Asri berharap adanya dukungan dari pemerintah, termasuk kemudahan izin impor garam industri sebagai bahan baku, peningkatan infrastruktur logistik, serta perlindungan pasar dalam negeri dari banjirnya impor soda kaustik.

“Kami mengapresiasi berbagai insentif pemerintah seperti tax holiday dan tax allowance. Dukungan ini sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan investor dan mempercepat realisasi investasi di dalam negeri,” tandas Edi.

Edi optimistis bahwa proyek CA-EDC akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional serta memperkuat ekosistem industri kimia dalam negeri, mendukung program Asta Cita, dan mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Sementara itu, peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menambahkan bahwa proyek CA-EDC akan memberikan dampak besar bagi industri baterai listrik nasional.

“Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai pasok global kendaraan listrik (EV). Dengan kemandirian produksi soda kaustik, industri baterai EV akan semakin berkembang dan berkontribusi dalam ekspor produk EV ke pasar global,” pungkasnya.

Peluang Besar! Tren Marketing yang Wajib Dicoba Tahun Ini

Tahun ini, dunia marketing terus berkembang dengan tren-tren baru yang bisa membawa bisnis ke level selanjutnya. Persaingan semakin ketat, dan siapa yang bisa beradaptasi dengan cepat akan lebih unggul. Nah, kali ini Berempat.com akan memberikan beberapa tren marketing yang diprediksi akan mendominasi tahun ini dan bagaimana cara memanfaatkannya.

Personalisasi dan Interaksi yang Lebih Dekat

Sekarang, pelanggan nggak mau diperlakukan seperti angka dalam database. Mereka ingin pengalaman yang lebih personal dan relevan. Makanya, strategi marketing berbasis data semakin penting. Dengan AI dan machine learning yang makin canggih, brand bisa menyajikan konten yang benar-benar sesuai dengan preferensi pelanggan. Caranya? Manfaatkan data pelanggan untuk mengirim email yang lebih personal, rekomendasi produk yang sesuai, atau bahkan pengalaman website yang disesuaikan dengan kebiasaan mereka.

Selain itu, komunikasi yang lebih interaktif juga menjadi kunci. Live chat, polling, dan fitur Q&A di media sosial bisa meningkatkan keterlibatan pelanggan. Semakin banyak interaksi yang terjadi, semakin besar peluang pelanggan merasa terhubung dengan brand. Semakin pelanggan merasa dihargai, semakin besar kemungkinan mereka akan tetap loyal terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Social Commerce dan Kekuatan Influencer

Belanja langsung dari platform media sosial seperti Instagram dan TikTok semakin populer. Banyak brand sudah memanfaatkan fitur shop yang tersedia, sehingga pelanggan bisa langsung membeli tanpa harus keluar dari aplikasi. Jika ingin mengikuti tren marketing ini, pastikan produkmu tersedia di marketplace sosial dan optimalkan konten agar lebih engaging serta mengundang interaksi. Gunakan strategi storytelling yang menarik untuk membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan brand-mu.

Selain itu, influencer marketing tetap kuat, tapi trennya kini lebih ke micro dan nano-influencers. Mereka punya engagement yang lebih tinggi dan dipercaya audiensnya dibanding influencer besar. Kolaborasi dengan mereka bisa jadi lebih efektif dan hemat biaya. Pilih influencer yang benar-benar sesuai dengan brand dan target pasarmu untuk hasil yang maksimal. Semakin spesifik dan relevan seorang influencer dengan target pasarmu, semakin besar dampak yang bisa didapatkan.

Tidak hanya itu, brand juga perlu aktif dalam membangun komunitas online. Interaksi dalam grup eksklusif, forum, atau bahkan komunitas di media sosial bisa membantu meningkatkan keterikatan pelanggan dengan brand. Semakin kuat komunitas yang dibangun, semakin besar kemungkinan pelanggan akan terus menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan.

Tahun ini, strategi marketing yang lebih otentik, interaktif, dan berbasis data akan lebih mendominasi. Bisnis yang bisa cepat beradaptasi dengan tren ini pasti punya peluang lebih besar untuk sukses. Jadi, sudah siap menerapkan strategi yang tepat?

Penerimaan PPN DN Rp48,1 Triliun di Februari, Sinyal Pemulihan atau Pelemahan?

0

Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) pada dua bulan pertama tahun 2025 tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi PPN DN periode Januari-Februari 2025 mencapai Rp102,5 triliun, turun 9,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp113,3 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengungkapkan, tren penurunan ini terlihat dari realisasi Februari 2025 sebesar Rp48,1 triliun, lebih rendah dibanding Januari 2025 (Rp54,4 triliun) dan Desember 2024 (Rp95,4 triliun). Meski demikian, Anggito menegaskan bahwa penurunan di awal tahun merupakan pola normal yang terjadi setiap periode.

“Setiap awal tahun, penerimaan PPN DN memang cenderung turun dibanding akhir tahun sebelumnya. Ini pola musiman yang wajar,” jelas Anggito dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Faktor Relaksasi dan Sinyal Positif Sektor Otomotif

Anggito menyebutkan, penurunan tahun ini juga dipengaruhi kebijakan relaksasi pembayaran PPN DN selama 10 hari, yang memungkinkan pembayaran pajak Januari dilakukan hingga 10 Maret 2025. Jika faktor ini diperhitungkan, rata-rata penerimaan PPN DN periode Desember 2024-Februari 2025 justru naik menjadi Rp69,5 triliun, lebih tinggi dari rata-rata Rp64,2 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti pertumbuhan positif penjualan kendaraan sebagai indikator optimisme. Data Februari 2025 menunjukkan penjualan sepeda motor naik 4% dan mobil 2,2% secara tahunan. “Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan PMI manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI), yang menandakan pemulihan sektor riil,” tambahnya.

Ekonom Soroti Daya Beli yang Melemah

Di sisi lain, sejumlah ekonom menilai penurunan PPN DN mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat. Arif, mantan staf khusus presiden bidang ekonomi, menjelaskan bahwa PPN DN berkaitan erat dengan konsumsi rumah tangga. “Penurunan PPN DN menunjukkan konsumsi sedang lesu. Ini juga bisa berdampak pada penerimaan PPh Badan dan menggambarkan tekanan di sektor ketenagakerjaan,” ujarnya.

Arif menegaskan, meski ada pertumbuhan di sektor otomotif, hal tersebut belum tentu mewakili kondisi keseluruhan ekonomi. “Peningkatan penjualan kendaraan mungkin hanya terjadi di segmen tertentu, sementara konsumsi barang pokok atau kebutuhan harian justru stagnan,” paparnya.

Pemerintah tetap optimis dengan menilai penurunan PPN DN sebagai fenomena sementara. Namun, ekonom mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap tren penurunan yang berkepanjangan. “Jika daya beli terus melemah, dampaknya bisa meluas ke sektor lain, termasuk investasi dan penyerapan tenaga kerja,” tandas Arif.

Kedua pihak sepakat bahwa pemantauan ketat terhadap data makroekonomi dan kebijakan responsif diperlukan untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global.

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat! Pemerintah Percepat Distribusi Sembako & Gelar Bazar Murah

0

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, pemerintah mengintensifkan distribusi bahan pokok hingga dua kali lipat guna menjaga stabilitas harga. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa distribusi minyak goreng dan sembako lainnya ditingkatkan dari 250 ribu ton menjadi 500 ribu ton per bulan. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Peningkatan distribusi ini sesuai instruksi Presiden dan hasil rapat koordinasi terbatas. Kami juga menggandeng Bulog, ID FOOD, dan PT Telkom untuk memperpendek rantai pasok, sehingga harga di tingkat konsumen bisa lebih rendah,” ujar Putu usai menutup Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenperin di Jakarta, Kamis (13/3).

Dukung Pertumbuhan Industri dan Daya Beli Masyarakat

Di tengah upaya stabilisasi harga, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren positif. Indeks Purchasing Manager’s Index (PMI) melonjak ke angka 53,6 pada Februari 2025, naik 1,7 poin dari Januari. Sementara Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga mencapai 53,15, didorong permintaan produk industri selama Ramadan dan persiapan Lebaran.

Untuk mendukung daya beli, Kemenperin menyelenggarakan Bazar Ramadhan bertajuk “Belanja Murah, Rezeki Berlimpah di Bulan Penuh Berkah”. Acara yang digelar selama tiga hari (11-13 Maret 2025) ini berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp600 juta. “Bazar ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga menggerakkan perputaran ekonomi di lingkungan Kemenperin,” ujar Ketua Panitia Hirda Rum.

Kolaborasi dengan Swasta dan UMKM

Bazar Ramadhan tahun ini dihelat melalui kerja sama DWP Kemenperin dengan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) sebagai sponsor utama. Sebanyak 68 booth menawarkan beragam produk, mulai dari sembako, pakaian, elektronik, hingga jasa perbankan. Tidak kurang dari 30 UMKM turut berpartisipasi, didukung 25 perusahaan sponsor dan koperasi Kementerian Pertanian.

“Produk yang dijual disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran, seperti bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga kendaraan bermotor dengan harga kompetitif,” jelas Ketua DWP Kemenperin, Irma Eko S.A Cahyanto.

Selain program bazar, pemerintah terus memantau distribusi sembako melalui digitalisasi sistem logistik bersama PT Telkom. Langkah ini diharapkan meminimalkan markup harga akibat rantai distribusi yang panjang. Di sisi lain, pertumbuhan PMI dan IKI menjadi indikator positif bagi ketahanan sektor industri nasional di tengat gejolak ekonomi global.

Dengan kombinasi intervensi distribusi dan dukungan kegiatan ekonomi langsung seperti bazar, pemerintah berharap stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga pascaLebaran. “Ini upaya konkret untuk memastikan kesejahteraan masyarakat di bulan penuh berkah,” pungkas Putu.

Pensiun Tapi Masih Ingin Produktif? Ini Bisnis yang Cocok Buat Kamu

Masa pensiun sering dianggap sebagai waktu untuk beristirahat, tapi buat banyak orang, ini justru jadi momen untuk mulai sesuatu yang baru. Apalagi kalau punya energi ekstra, pengalaman bertahun-tahun, dan keinginan buat tetap produktif. Nah, daripada bingung ngisi waktu luang, kenapa nggak coba bisnis yang bisa dikelola santai tapi tetap menjanjikan? Simak beberapa ide bisnis dari Berempat.com yang cocok dicoba setelah memasuki masa pensiun.

1. Jasa Konsultasi atau Mentor

Kamu punya puluhan tahun pengalaman di bidang tertentu? Jangan sia-siakan! Banyak orang atau perusahaan yang butuh saran dari ahli seperti kamu. Misalnya, kalau dulu kerja di bidang keuangan, tawarkan jasa konsultasi keuangan keluarga. Atau kalau pernah jadi guru, bisa jadi mentor privat untuk anak-anak atau mahasiswa. Bisnis ini bisa dijalankan dari rumah, via online, atau tatap mamba, tergantung preferensi. Plus, nggak butuh modal besar!

2. Usaha Kuliner Rumahan

Suka masak atau punya resep turun-temurun yang selalu dipuji orang? Manfaatkan hobi ini jadi bisnis! Buka usaha katering kecil-kecilan, jual kue kering, atau makanan khas daerah. Bisnis kuliner rumahan bisa dimulai dengan modal terbatas, dan pelanggannya bisa dari tetangga, teman, atau bahkan lewat platform online seperti Instagram atau WhatsApp. Bonusnya: kamu bisa sekaligus ngobrol sama pelanggan sambil berbagi cerita.

3. Berkebun atau Jual Tanaman Hias

Kalau punya halaman rumah yang luas atau hobi berkebun, bisnis tanaman hias atau sayur organik bisa jadi pilihan. Tren tanaman hias lagi naik daun, apalagi jenis yang unik atau langka. Kamu bisa mulai dari menanam sendiri, lalu jual via media sosial atau ikut bazar. Selain menghasilkan uang, kegiatan ini juga bikin pikiran rileks dan tubuh tetap aktif.

4. Jadi Penulis atau Content Creator

Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Kalau suka menulis, coba buat buku, blog, atau konten edukatif di media sosial. Misalnya, bagi tips hidup sehat di usia pensiun, cerita pengalaman kerja, atau tutorial hobi. Kalau nggak mau ribet, bisa juga jadi penulis lepas untuk situs web atau koran. Untuk content creator, konten video pendek di TikTok atau YouTube tentang kehidupan pensiun yang seru juga bisa menarik banyak pemirsa!

5. Jasa Perawatan atau Home Service

Banyak orang sibuk yang butuh bantuan untuk hal-hal praktis. Kamu bisa tawarkan jasa home service seperti merapikan dokumen, merawat lansia, menjaga anak, atau membersihkan rumah. Atau kalau punya keahlian khusus, seperti menjahit, memperbaiki elektronik, atau merangkai bunga, manfaatkan itu! Bisnis ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jam kerja yang kamu mau.

6. Bisnis Online (Dropshipping atau Jual Produk Digital)

Nggak perlu keluar rumah buat mulai bisnis online. Dropshipping, misalnya, memungkinkan kamu jual produk tanpa harus stok barang. Cukup kerja sama dengan supplier, lalu promosiin lewat media sosial. Atau, kalau punya skill desain, coding, atau bahasa asing, jual produk digital seperti template CV, ebook, atau kursus online. Bisnis ini bisa dijalankan sambil santai di rumah!

7. Warung Kopi atau Kedai Kecil

Kalau punya ruang kosong di depan rumah, kenapa nggak buka warung kopi atau kedai sederhana? Selain jadi tempat nongkrong tetangga, bisnis ini bisa jadi sarana sosialisasi sambil menghasilkan uang. Jual kopi, teh, atau camilan ringan dengan harga ramah kantong. Modal awalnya mungkin agak besar, tapi kalau lokasi strategis, peluangnya cukup menjanjikan.

8. Jadi Guru Privat atau Pengajar Kursus

Ilmu yang kamu punya selama bekerja nggak boleh mengendap. Buka kursus privat untuk anak sekolah, seperti matematika, bahasa asing, atau musik. Kalau suka kerajinan tangan, ajarkan keterampilan seperti merajut, melukis, atau membuat keramik ke komunitas sekitar. Selain dapat penghasilan, mengajar juga bikin pikiran tetap tajam dan hati senang karena bisa berbagi ilmu.

9. Bisnis Budidaya Ikan atau Ternak

Untuk yang tinggal di daerah pedesaan atau punya lahan cukup, budidaya ikan lele, ayam, atau kambing bisa jadi ide menarik. Bisnis ini butuh ketelatenan, tapi hasilnya lumayan stabil. Apalagi kalau bisa pasok ke pasar atau restoran lokal. Plus, aktivitasnya bikin kamu tetap bergerak dan punya rutinitas sehat.

10. Jasa Fotografi atau Dokumentasi

Kalau hobi fotografi atau punya kamera bagus, tawarkan jasa foto untuk acara keluarga, pernikahan, atau produk UMKM. Bisa juga jual foto stok ke platform seperti Shutterstock. Bisnis ini cocok buat yang suka jalan-jalan dan eksplor tempat baru. Modal utamanya cuma skill dan peralatan yang mungkin sudah kamu punya.

Gimana? Ada ide yang bisnis bikin kamu semangat buat mulai? Jangan lupa, pensiun itu bukan tanda tua atau berhenti berkarya. Justru ini waktu yang pas buat eksplor hal-hal baru yang selama ini mungkin tertunda karena sibuk kerja. Pilih bisnis yang cocok dan bikin hatimu senang, biar nggak kayak “kerja” tapi lebih kayak “main sambil menghasilkan”.

Yang penting, jangan takut mencoba. Kalau gagal? Nggak masalah! Namanya juga baru belajar. Siapa tahu dari iseng-iseng buka warung kopi atau jual kue, malah jadi bisnis yang terus berkembang. Sambil jalan, sambil sesuaikan sama minat dan kondisi.

Jangan lupa juga buat tetap jaga silaturahmi sama teman atau tetangga. Siapa tau mereka bisa jadi pelanggan setia atau bahkan partner bisnis.

Tarif Impor AS Ancam Sektor Digital dan Manufaktur, Pemerintah Siapkan Antisipasi

0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan potensi risiko ekonomi Indonesia akibat rencana pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini menyasar negara-negara dengan surplus perdagangan terhadap AS, termasuk Indonesia yang menempati posisi ke-15 dalam daftar tersebut.

“Indonesia termasuk dalam 20 negara dengan surplus perdagangan terbesar ke AS. Artinya, kebijakan tarif ini berpotensi memukul sektor-sektor strategis kita,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Maret 2025 di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Ancaman pada Rantai Pasok dan Sektor Digital

Menurut Menkeu, tarif impor AS dapat meningkatkan biaya produksi di sektor manufaktur dan digital. Kedua sektor ini masih bergantung pada impor komponen dan ekspor antarnegara. “Kenaikan biaya logistik dan produksi akan mengganggu efisiensi rantai pasok, terutama di industri berbasis teknologi,” jelasnya.

Tantangan semakin kompleks dengan tingginya volatilitas harga komoditas global dalam sebulan terakhir. Fluktuasi ini disebutkan dapat memicu ketidakstabilan pasar dan mengganggu perencanaan ekonomi nasional.

Sri Mulyani juga menyoroti rapuhnya konsep friendshoring—perdagangan antarnegara sekutu—yang kini dipertanyakan. Ketegangan AS dengan Kanada dan negara lain menunjukkan bahwa aliansi ekonomi tak lagi menjamin keamanan perdagangan. “Dunia sedang mencari formula baru. Friendshoring tak lagi bisa diandalkan,” tegasnya.

Situasi ini mendorong pertumbuhan blok ekonomi alternatif seperti ASEAN dan BRICS. Negara-negara di luar pengaruh AS mulai memperkuat kerja sama untuk mengurangi ketergantungan pada kebijakan ekonomi negara maju.

Dampak pada APBN dan Strategi Antisipasi

Ketidakpastian global berpotensi memengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Fluktuasi harga komoditas dapat mengurangi penerimaan negara dari ekspor, sementara gangguan rantai pasok berisiko meningkatkan defisit perdagangan.

“Kami harus waspada. Setiap gejolak global, seperti tarif AS atau instabilitas pasar, akan berdampak langsung pada APBN,” ujar Sri Mulyani. Pemerintah disebut tengah menyusun strategi untuk memitigasi risiko, termasuk diversifikasi pasar ekspor dan penguatan kerja sama regional.

Meski AS tetap menjadi kekuatan ekonomi terbesar, Sri Mulyani menekankan pentingnya kemandirian Indonesia. “Kebijakan AS pasti memengaruhi dunia, tapi kita tak boleh pasif. Perlindungan sektor domestik dan kolaborasi dengan negara berkembang menjadi kunci,” pungkasnya.

Langkah antisipasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketegangan perdagangan global yang semakin panas.

Konsumen Minyakita Bisa Klaim Ganti Rugi! Bagaimana Mekanismenya?

0

Kemendag menegaskan bahwa konsumen yang dirugikan akibat ketidaksesuaian isi produk Minyakita dengan informasi pada kemasan berhak mengajukan ganti rugi, baik berupa penggantian barang maupun pengembalian dana. Kepastian ini merujuk pada ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Hak Konsumen untuk Mendapatkan Kompensasi

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, mengungkapkan bahwa hak konsumen untuk mendapatkan ganti rugi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Jika produk yang diterima konsumen tidak sesuai dengan keterangan pada kemasan, mereka berhak mengajukan klaim ganti rugi atau mendapatkan uang kembali,” ujar Moga saat menggelar inspeksi terhadap Minyakita yang tidak sesuai label di fasilitas pengemasan PT AEGA, Karawang, Kamis (13/3/2025).

Ia menambahkan bahwa kompensasi dapat berupa penggantian produk dengan takaran yang tepat atau pengembalian uang. Jika penyelesaian tidak bisa disepakati langsung dengan pedagang, konsumen memiliki opsi untuk mengajukan keluhan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) di daerah setempat.

“Tidak perlu menunggu Kemendag turun tangan langsung. Lembaga atau pejabat daerah juga bisa menangani pengaduan ini,” tambahnya.

Langkah-Langkah Pengajuan Klaim Ganti Rugi

Bagi konsumen yang ingin mengajukan klaim kompensasi, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Simpan Bukti Pembelian

Penting bagi konsumen untuk selalu meminta faktur atau nota saat berbelanja sebagai bukti transaksi.

“Jika ingin klaim, pastikan memiliki bukti pembelian. Ini akan memudahkan proses pengajuan kompensasi jika produk tidak sesuai,” jelas Moga.

2. Laporkan ke Pedagang Tempat Pembelian

Konsumen yang menemukan ketidaksesuaian isi Minyakita dianjurkan untuk segera melaporkannya ke pedagang tempat mereka membeli produk tersebut.

“Langkah awal adalah kembali ke pedagang yang menjual produk dan mengajukan keluhan secara langsung,” kata Moga.

3. Koordinasi dengan Distributor

Jika pedagang tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, mereka akan berkoordinasi dengan distributor guna memastikan penggantian produk dengan ukuran yang sesuai.

4. Menghubungi Lembaga Perlindungan Konsumen Jika Tak Ada Solusi

Apabila tidak ada titik temu dengan pedagang maupun distributor, konsumen dapat membawa aduan mereka ke BPSK atau LPKSM di wilayah masing-masing untuk mendapatkan solusi yang lebih lanjut.

Bentuk Kompensasi dan Harga Acuan

Konsumen yang mengajukan klaim dapat menerima penggantian produk sesuai takaran atau pengembalian dana berdasarkan kekurangan isi dalam kemasan. Sebagai contoh, harga satu liter Minyakita telah ditetapkan sebesar Rp15.700 sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku. Jika ada selisih dalam takaran, konsumen berhak menerima pengembalian uang sesuai kekurangan yang ditemukan.

“Kompensasi harus sesuai dengan ukuran yang tertera. Jika ada pengurangan dalam isi produk, maka konsumen berhak atas pengembalian dana berdasarkan selisih harga per liter,” tutup Moga.