Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 113

Nganggur? Ajak Micro Influencer! Rahasia Jualan Laris Tanpa Keluar Duit Banyak

Buat kamu yang punya bisnis kecil atau startup dengan budget terbatas, jangan langsung minder kalau mau promosi. Ada cara nggak ribet buat naikin penjualan tanpa harus keluar duit jutaan: manfaatkan micro influencer! Siapa sih mereka? Simak tips dari Berempat.com di bawah ini.

Apa Itu Micro-Influencer dan Kenapa Mereka Bisa Jadi Senjata Rahasia?

Micro influencer itu seperti teman dekat yang punya pengaruh di media sosial. Jumlah follower mereka biasanya antara 1.000–100.000. Meski nggak sebesar selebgram atau artis, engagement-nya justru lebih tinggi. Misalnya, mereka bisa dapat ratusan like atau puluhan komentar per postingan.

Kenapa mereka efektif?

  1. Lebih Murah: Bayarannya nggak selangit influencer besar. Bisa mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 2 juta per posting, tergantung niche dan jumlah followers.
  2. Komunitasnya Solid: Followers mereka biasanya punya minat spesifik (misal: skincare murah, fashion thrift, atau kuliner lokal). Jadi, promosi kamu langsung kena ke target pasar.
  3. Dianggap Lebih Autentik: Konten mereka terasa personal, kayak rekomendasi dari teman sendiri. Nggak kayak iklan yang dipaksain.

Langkah-Langkah Pakai Micro-Influencer Biar Sales Nempel!

1. Cari Influencer yang Relevan

Jangan asal pilih influencer cuma karena follower banyak. Cek:

  • Apakah kontennya sesuai dengan produkmu? Misal, jualan hijab, cari influencer yang sering bahas fashion muslim.
  • Engagement rate-nya berapa? Hitung dengan rumus: (Total like + komentar) / followers × 100. Idealnya di atas 3%.
  • Apakah followers-nya aktif? Lihat komentarnya, apakah ada interaksi dua arah atau cuma sebatas like.

Tools yang bisa dipakai: Instagram search, TikTok hashtag, atau platform seperti AspireIQ dan Upfluence.

2. Bangun Hubungan Personal

Jangan langsung nawarin kerja sama via DM. Mulailah dengan:

  • Follow akun mereka.
  • Like dan komen di postingannya.
  • Kirim pesan personal (bukan template!), misal:

“Hi [nama], aku suka banget konten review skincare lokal di akun kamu! Kebetulan aku punya brand serum lokal dengan bahan alami. Mau nggak kita kolaborasi? Bisa aku kirim sampel gratis buat dicoba.”

3. Kasih Kebebasan Kreatif

Micro-influencer paham betul selera followers-nya. Jadi, hindari mengatur konten mereka secara kaku. Kasih brief sederhana, misal:

  • Tunjukkan cara pakai produk.
  • Ceritakan pengalaman pribadi saat memakai produk.
  • Sertakan diskon atau kode referral khusus.

Contoh sukses: Sebuah brand thrift lokal di Bandung kasih kebebasan ke 10 micro-influencer buat styling baju thrift. Hasilnya, 7 dari 10 postingan viral, dan penjualan naik 40% dalam sebulan!

4. Pakai Sistem Barter atau Komisi

Kalau budget minim, tawarkan:

  • Barter produk: Kirim produk gratis sebagai bayaran. Cocok buat influencer yang masih berkembang.
  • Affiliate program: Kasih kode diskon khusus. Setiap ada yang beli pakai kode itu, influencer dapet komisi 10–15%.

5. Repurpose Konten Mereka

Setelah konten diposting, jangan dibiarkan! Ambil screenshot atau download kontennya, lalu repost di akun bisnis kamu. Ini bisa jadi testimoni autentik yang bikin calon pembeli percaya.

Yang Paling Penting: Konsisten!

Micro-influencer memang nggak bisa bikin bisnis kamu melejit dalam semalam. Tapi kalau dilakukan rutin dan tepat sasaran, hasilnya bakal terasa dalam 3–6 bulan. Mulai dari 1–2 influencer dulu, pelan-pelan naikkan skalanya.

Jadi, tunggu apa lagi? Coba cari micro-influencer yang cocok, lalu ajak kolaborasi. Siapa tahu bulan depan, omzet kamu langsung nge-gas!

UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional, Kolaborasi Multisektor Diperkuat

0

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menegaskan peran vital pelaku UMKM sebagai penggerak optimisme ekonomi di tengah tantangan global. Dalam diskusi panel The Big Idea Forum di Jakarta, Senin (17/3), Maman menyatakan bahwa UMKM telah membuktikan ketangguhannya, bahkan selama krisis seperti pandemi COVID-19.

“Ketika banyak pihak meramalkan lesunya pasar, UMKM justru menjadi penjaga harapan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berinovasi,” ujar Maman dalam sesi bertajuk “Mengoptimalkan UMKM: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”.

Skema Kolaboratif untuk Efisiensi Produksi

Salah satu strategi Kementerian UMKM adalah mengembangkan model holding UMKM, yang bertujuan mengintegrasikan rantai pasok dan menekan biaya produksi. “Dengan kolaborasi antar-pelaku UMKM, kita bisa mencapai skala ekonomi yang lebih baik. Ini membutuhkan sinergi dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan pihak swasta,” jelas Maman.

Model ini diharapkan menjawab tantangan klasik UMKM, seperti biaya produksi tinggi dan akses pasar terbatas. Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian UMKM menggandeng perusahaan seperti Bulog, Telkomsel, BRI, dan Pos Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara yang sama. MoU ini mencakup program akselerasi digitalisasi UMKM, termasuk pelatihan teknologi dan perluasan jaringan distribusi.

PT HM Sampoerna Tbk., melalui program Sampoerna Retail Community (SRC), telah membina lebih dari 347 ribu UMKM, terutama di sektor ritel kelontong. Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Selain SRC, Sampoerna juga mengoperasikan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) sejak 2007. SETC telah melatih lebih dari 60 ribu peserta dari seluruh Indonesia dalam bidang pertanian, peternakan, dan manajemen usaha. Fasilitas ini dilengkapi laboratorium kultur jaringan, area riset, dan jejaring pasar untuk mendukung pengembangan produk UMKM.

Target Pertumbuhan 8%: Peran Krusial UMKM

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang turut hadir, menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. “Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan UMKM adalah kunci. Digitalisasi dan integrasi rantai pasok akan mempercepat pencapaian target ini,” ujar Airlangga.

Forum yang dihadiri 1.000 pelaku UMKM binaan Sampoerna ini juga menyoroti pentingnya literasi digital dan akses pembiayaan. CEO Philip Morris International, Jacek Olzak, menambahkan, “Dukungan terhadap UMKM bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan investasi untuk keberlanjutan ekonomi nasional.”

Dengan langkah kolaboratif ini, pemerintah dan swasta berharap UMKM tidak hanya menjadi simbol ketahanan, tetapi juga mesin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemendag Kumpulkan Repacker Minyakita, Tekankan Kepatuhan Distribusi!

0

Kementerian Perdagangan menggelar rapat koordinasi dengan para pelaku usaha pengemas (repacker) minyak goreng Minyakita pada Selasa (18/3) di kantor Kemendag, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kemendag menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan penggunaan merek Minyakita, sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 18 Tahun 2024 dan regulasi terkait lainnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, yang memimpin rapat tersebut, menekankan bahwa Kemendag telah mencapai kesepakatan dengan asosiasi repacker Minyakita, termasuk APMIGORINDO dan HIPPMGI, untuk mematuhi seluruh aturan terkait distribusi minyak goreng ini.

Minyakita Bukan Minyak Bersubsidi, Distribusi Harus Transparan

“Kami telah berkoordinasi dengan repacker Minyakita dari seluruh Indonesia dan menyepakati komitmen untuk mengikuti ketentuan yang berlaku. Beberapa waktu terakhir, ditemukan adanya pelanggaran seperti pengurangan takaran, ketidaksesuaian dengan label, serta pengalihan lisensi kepada pihak lain. Praktik ini jelas melanggar peraturan,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa Minyakita bukanlah produk minyak goreng bersubsidi dan tidak didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, distribusinya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kemendag juga mengimbau agar pasokan Minyakita diprioritaskan untuk pasar rakyat guna memastikan produk ini dapat diakses oleh kalangan menengah ke bawah.

“Kami ingin memastikan Minyakita tetap tersedia di pasar rakyat. Oleh sebab itu, kami terus mendorong produsen dan distributor untuk menyalurkan stok ke segmen pasar yang tepat,” lanjutnya.

Rapat tersebut diadakan secara hibrida, dengan partisipasi 30 pelaku usaha secara langsung dan 130 lainnya mengikuti secara daring. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian.

Sanksi Tegas bagi Pelaku Usaha yang Melanggar!

Dalam upaya menegakkan regulasi, Kemendag telah memberikan sanksi kepada 66 pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan sepanjang November 2024 hingga 12 Maret 2025. Para pelanggar terdiri dari distributor dan pengecer yang menjual MINYAKITA di atas harga eceran tertinggi (HET) serta menerapkan skema bundling dengan produk lain.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag telah mengungkap dua perusahaan yang terbukti mengurangi takaran kemasan Minyakita dalam dua kesempatan, yakni pada Januari dan Maret 2025. Sebagai konsekuensi, izin penggunaan merek Minyakita bagi perusahaan tersebut telah dicabut.

“Ada dua perusahaan yang menyalahgunakan merek Minyakita. Tergantung pada pelanggarannya, jika ada unsur hukum yang dilanggar, kami akan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut,” tegas Iqbal.

Di bulan Ramadan ini, Kemendag juga meminta para produsen untuk meningkatkan pasokan Minyakita guna menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran. Langkah ini diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau selama periode permintaan tinggi.

Jersey Original Timnas Kini Bisa Dibeli di Indomaret, Ini Detailnya!

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Indomaret sebagai Official Modern Retail and Minimarket Partner bagi Timnas Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Menara Indomaret, Jakarta Utara, pada Senin.

Dalam kerja sama ini, Indomaret akan menghadirkan jersey resmi Timnas Indonesia yang diproduksi oleh ERSPO sebagai Official Apparel Partner. Jersi bertajuk Cheers Jersey tersebut ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau, yakni Rp139 ribu, dan akan tersedia secara eksklusif di gerai Indomaret Fresh mulai Maret 2025. Untuk tahap awal, sebanyak 500 ribu potong jersi akan diproduksi guna memenuhi tingginya antusiasme masyarakat.

Komitmen Indomaret dalam Mendukung Timnas Indonesia

Marketing Director PT Indofmarco Prismatama, Darmawie Alie, mengungkapkan bahwa Indomaret sangat antusias dapat terlibat dalam mendukung Timnas Indonesia melalui kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan jersey resmi Timnas dengan cara yang lebih praktis.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan PSSI untuk mendukung Timnas Indonesia. Kini, masyarakat bisa mendapatkan jersi resmi Timnas melalui jaringan gerai Indomaret Fresh yang tersebar luas di seluruh Indonesia,” ujar Darmawie.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, Indomaret merupakan salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia, sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas aksesibilitas merchandise resmi Timnas.

“Indomaret adalah perusahaan ke-22 dan brand ke-29 yang resmi menjalin kerja sama dengan Tim Garuda. Kami sangat mengapresiasi dukungan Indomaret sebagai mitra strategis yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia,” kata Marsal.

Program Pendukung untuk Timnas Indonesia

Selain menghadirkan jersi edisi khusus, kerja sama ini juga mencakup berbagai program lain guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung Timnas Indonesia. Salah satu program unggulan adalah kampanye #KitaGaruda, yang bertujuan untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung perjuangan Timnas di berbagai ajang internasional.

Menariknya, Indomaret juga akan mengadakan sesi nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia di beberapa gerainya, terutama untuk laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C melawan Australia pada 20 Maret dan Bahrain pada 25 Maret. Selain itu, Indomaret juga akan menyediakan berbagai merchandise eksklusif, produk private label, serta unit bisnis hasil kerja sama dengan PSSI.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat menunjukkan dukungan mereka terhadap Timnas Indonesia dengan lebih mudah dan terjangkau.

Gejolak Bursa Saham, Sri Mulyani Jamin Stabilitas Ekonomi Nasional

0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara terkait gejolak yang terjadi di bursa saham Indonesia. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga 5%, yang menyebabkan sistem perdagangan dihentikan sementara (trading halt). Setelah perdagangan kembali dibuka, IHSG terus mengalami tekanan hingga anjlok 7% ke posisi 6.084.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa gejolak di bursa saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik. Khusus untuk sentimen dari dalam negeri, ia menegaskan bahwa kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap dalam pengawasan ketat dan dikelola dengan baik.

“Setiap pergerakan saham, terutama yang berkaitan dengan BUMN, tentu menjadi perhatian kami. Kami memastikan bahwa BUMN terus dikelola secara profesional dan transparan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers terkait lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (18/3/2025).

Kepastian Pengelolaan BUMN dan Danantara

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyoroti pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Menurutnya, transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan BUMN serta Danantara menjadi prioritas utama, sehingga publik dan investor mendapatkan kejelasan mengenai operasional serta strategi investasi yang akan dijalankan.

“Prinsip pengelolaan yang baik dan bertanggung jawab harus diterapkan. Oleh karena itu, manajemen BUMN wajib memberikan penjelasan kepada masyarakat agar kepercayaan tetap terjaga,” tambahnya.

Terkait isu yang menyebutkan dirinya akan mundur dari jabatan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menepis kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya masih menjalankan tugas untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersama tim Kementerian Keuangan.

“Saya tegaskan, saya tetap di sini menjalankan tugas saya. Saya bersama tim Kemenkeu akan terus bekerja menjaga stabilitas keuangan negara dan memastikan tujuan pembangunan nasional tetap tercapai,” tegasnya.

Pada penutupan perdagangan sesi sore, IHSG masih berada di zona merah. Indeks ditutup melemah 3,84% ke level 6.223,39. Meski masih dalam tren penurunan, angka ini sedikit lebih baik dibandingkan koreksi yang terjadi pada sesi pertama.

Moonton Luncurkan MPL Career, Buka Pintu Karier bagi Talenta Muda E-Sports

0

Industri e-sports di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dan berpotensi besar menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, saat menghadiri gelaran Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 15 di MPL Arena, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).

Menurut Irene, e-sports kini bukan sekadar kompetisi gim, tetapi telah berkembang menjadi industri luas yang mencakup berbagai aspek, seperti pelatihan, penyelenggaraan turnamen, hingga produksi konten digital. Dengan ekosistem yang terus berkembang, sektor ini membuka banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

E-Sports, Industri Kreatif dengan Potensi Ekonomi Besar

“E-sports bukan hanya soal permainan, melainkan industri yang melibatkan banyak sektor dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Selain menciptakan peluang kerja, industri ini juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dengan menarik perhatian penggemar dari berbagai negara,” ujar Irene.

Lebih lanjut, Irene menekankan bahwa e-sports memiliki kesamaan dengan industri olahraga lainnya, di mana ekosistem yang kuat diperlukan agar dapat tumbuh secara profesional dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri ini agar semakin kompetitif di kancah global.

“Kami ingin memastikan bahwa industri ini tidak hanya didominasi oleh gim luar negeri, tetapi juga memberikan ruang bagi karya anak bangsa untuk berkembang dan berkontribusi dalam menambah devisa negara,” tambahnya.

MPL Career, Langkah Nyata dalam Menciptakan Peluang Kerja

Dalam kesempatan yang sama, Head of Business Development Moonton Indonesia/PT Monster Entertainment, Martinus Manurung, mengungkapkan bahwa e-sports saat ini menjadi industri yang diminati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Untuk itu, Moonton menghadirkan program MPL Career, yang bertujuan membuka lebih banyak peluang kerja di industri ini.

“Melalui MPL Career, kami memberikan pengalaman kerja nyata dalam berbagai aspek industri e-sports. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin membangun karier di dunia e-sports, mulai dari penyelenggaraan turnamen hingga pengelolaan bisnis e-sports secara profesional,” jelas Martinus.

MPL Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi tim profesional, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam membangun ekosistem e-sports yang lebih besar. Kompetisi ini memberikan dampak luas terhadap industri kreatif dan ekonomi digital, menjadikannya sebagai salah satu sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai liga tertinggi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Indonesia, MPL telah menarik perhatian besar baik secara daring maupun luring. Setiap musimnya, turnamen ini menjadi gerbang bagi para pemain profesional untuk melangkah ke kancah internasional, seperti Mobile Legends: Bang Bang Southeast Asia Cup (MSC) dan MLBB World Championship (M Series), yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia.

Pada musim ke-15 yang berlangsung tahun 2025, MPL Indonesia diikuti oleh sembilan tim peserta dengan total hadiah mencapai Rp4,86 miliar.

Upselling Tanpa Drama, Ini Tips Bikin Pelanggan Auto Tertarik!

Pernah nggak sih, sebagai pelanggan, kamu merasa dipaksa beli produk tambahan padahal cuma mau beli satu item? Atau tiba-tiba dapat rekomendasi paket mahal padahal budget pas-pasan? Nah, inilah yang bikin teknik upselling (menawarkan produk lebih mahal) dan cross-selling (menawarkan produk pelengkap) sering dianggap mengganggu. Tapi sebenernya, dua strategi ini bisa bikin pelanggan happy kalau dilakukan dengan cara yang tepat. Yuk, simak triknya biar nggak dicap “salesnya norak”!

1. Pahami Kebutuhan Pelanggan, Bukan Asal Jepret

Kunci utama upselling/cross-selling yang nggak bikin ilfeel adalah memahami kebutuhan pelanggan. Jangan asal tawarin produk mahal atau tambahan tanpa tahu apa yang mereka butuhkan.

  • Contoh: Pelanggan beli laptop entry-level. Daripada langsung tawarin laptop high-end, tanya dulu: “Untuk kebutuhan sehari-hari apa, Pak? Kalau buat kerja kantor dan nonton film, spesifikasi ini sudah cukup. Tapi kalau mau sekalian edit video, ada varian RAM lebih besar yang lebih nyaman.”
    Dengan begini, pelanggan merasa dapat solusi, bukan dipaksa upgrade.

2. Tawarkan “Paket Komplit” dengan Harga Lebih Hemat

Orang suka diskon, tapi nggak suka dikasih feeling “dikencengin”. Ubah cross-selling jadi tawaran paket yang menguntungkan.

  • Contoh“Bu, beli skincare serum ini bisa pakai moisturizer khusus kulit sensitif. Kalau beli bareng, diskon 20% jadi lebih hemat. Cocok buat kulit Ibu yang butuh perawatan ekstra.”
    Pelanggan nggak merasa diupsell, tapi merasa dapat penawaran spesial.

3. Gunakan Bahasa yang Menggambarkan Manfaat, Bukan Fitur

Jangan fokus ke “Ini produknya lebih mahal karena…”, tapi ke “Ini bakal bantu Ibu…”.

  • Contoh Upselling: Daripada bilang “Kamera ini resolusi lebih tinggi”, lebih baik “Kameranya cocok buat yang sering traveling, karena hasil fotonya tajem bahkan di kondisi minim cahaya.”
  • Contoh Cross-selling“Beli tas ini bisa sekalian beli pouch anti-air, Bu. Biar dokumen atau charger nggak basah kalau kehujanan.”

4. Timing itu Penting! Jangan Tawarkan Saat Mereka Masih Bingung

Jangan buru-buru tawarin produk lain saat pelanggan masih belum yakin dengan produk utama. Tunggu sampai mereka commit beli barang pertama, baru kasih rekomendasi tambahan.

  • Contoh“Oke, kopinya pesan vanilla latte. Mau tambah croissant hangat, Mas? Lagi promo beli kopi + croissant diskon 30%.”
    Dengan begini, tawaran terasa sebagai bonus, bukan tekanan.

5. Jadi “Teman Curhat”, Bukan Sales yang Sok Tahu

Pelanggan lebih terbuka kalau salesnya rendah hati dan nggak maksa. Gunakan pertanyaan terbuka untuk tahu kebutuhan mereka.

  • Contoh“Tadi Ibu bilang sering kerja lembur. Pernah coba pakai suplemen vitamin D buat jaga stamina? Banyak pelanggan kami yang cocok pakai ini.”
    Dengan pendekatan personal, pelanggan nggak merasa dijadikan target penjualan.

6. Manfaatkan Testimoni atau Rekomendasi “Bukan dari Kita”

Orang lebih percaya sama saran dari pengguna lain daripada sales. Gunakan testimoni atau data untuk mem-backup tawaran.

  • Contoh“Nih, 8 dari 10 orang yang beli mesin cuci ini juga beli filter anti-kapur. Katanya bikin mesin cuci lebih awet dan airnya lebih bersih.”

7. Kasih Opsi, Bukan Ultimatum

Jangan bikin pelanggan merasa hanya punya satu pilihan. Beri 2–3 opsi dengan keunggulan berbeda.

  • Contoh“Ada dua paket, Pak. Paket A hemat tapi durasi servisnya 6 bulan. Paket B lebih mahal dikit, tapi gratis servis 1 tahun plus garansi sparepart.”
    Ini bikin pelanggan merasa punya kontrol atas pilihannya.

8. Jangan Lupa Berterima Kasih, Sekalipun Mereka Nolak

Hargai keputusan pelanggan, meskipun mereka nggak mau beli tambahan. Sikap ini bikin mereka nyaman dan mungkin balik lagi lain waktu.

  • Contoh“Gak apa-apa, Pak. Kalau suatu saat butuh adaptor khusus, kita siap kok. Terima kasih sudah belanja di sini!”

Jangan Jadi “Sales Ngambek”!

  • Jangan memaksa atau menunjukkan ekspresi kecewa kalau pelanggan menolak.
  • Jangan sembunyikan informasi harga atau syarat tambahan.
  • Jangan tawarkan produk yang jelas-jelas nggak relevan.

Intinya, upselling dan cross-selling yang efektif itu nggak sekadar mengejar target penjualan, tapi bikin pelanggan merasa terbantu. Kalau mereka senang, mereka akan balik lagi—bahkan mungkin rekomendasiin ke orang lain. Jadi, ubah mindset dari “gimana biar mereka beli lebih banyak” ke “gimana biar mereka dapat solusi terbaik”.

Nike dan Adidas Pilih Indonesia, Produksi Alas Kaki dan Pakaian Terus Melonjak

0

Industri manufaktur Indonesia, khususnya sektor alas kaki dan pakaian, semakin menunjukkan daya saingnya di pasar global. Dalam satu tahun terakhir, sejumlah merek ternama dunia, seperti Nike dan Adidas, terus memperluas produksi mereka di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu basis utama mereka.

“Indonesia kini menyerap hampir 30% dari total tenaga kerja pabrik global Adidas dan Nike. Ini membuktikan bahwa industri manufaktur nasional semakin diakui di tingkat internasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/3).

Peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok global tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai pusat produksi berkelas dunia, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Bahkan, beberapa negara seperti China, Vietnam, dan Kamboja mulai kehilangan sebagian alokasi produksi mereka karena ekspansi yang lebih besar ke Indonesia.

Pertumbuhan Tenaga Kerja di Sektor Alas Kaki dan Pakaian

Sepanjang tahun 2024, sektor alas kaki mengalami pertumbuhan tenaga kerja dengan perekrutan 7.644 pekerja baru, meningkat 3% dibanding tahun sebelumnya. Kini, total tenaga kerja di sektor ini mencapai 271.774 orang. Sementara itu, sektor pakaian mencatat pertumbuhan yang lebih pesat dengan penambahan 10.013 pekerja baru atau melonjak hingga 30% secara tahunan, sehingga jumlah tenaga kerja di sektor ini menjadi 36.409 orang.

Mayoritas pabrik yang memasok Adidas dan Nike di Indonesia dimiliki oleh investor asing, terutama dari China, Korea Selatan, dan Taiwan. Beberapa perusahaan seperti Ontide (Korea Selatan) dan Korrun (Vietnam) aktif merekrut tenaga kerja di Indonesia guna meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Namun, di sisi lain, PT Pancaprima Ekabrothers mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 10,9%. Sementara itu, Adidas dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk membuka pabrik baru di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra lokal, seperti PT Adonia dan PT Aroma.

Ekspor Alas Kaki dan Pakaian Meningkat

Kinerja ekspor industri alas kaki dan pakaian Indonesia sepanjang tahun 2024 terus menunjukkan tren positif. Data Kementerian Perindustrian mencatat total nilai ekspor sektor ini mencapai USD11,2 miliar, mengalami peningkatan sebesar 9,8% dibanding tahun sebelumnya.

Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama ekspor pakaian Indonesia, dengan pangsa pasar mencapai 60%. Sementara itu, ekspor alas kaki ke Negeri Paman Sam melonjak 24,6% secara tahunan, dengan nilai mencapai USD2,9 miliar.

Kementerian Perindustrian melihat perkembangan ini sebagai peluang strategis untuk semakin memperkuat industri dalam negeri. Selain meningkatkan daya saing di pasar global, pertumbuhan industri manufaktur juga memberikan dampak berantai yang luas terhadap perekonomian nasional.

“Kami akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memperkuat infrastruktur industri agar Indonesia semakin diperhitungkan dalam rantai pasok global,” tegas Febri.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mempertahankan momentum positif ini guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Pekan Bazar Ramadan Murah: Dukung UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal

0

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM bekerja sama dengan Kementerian UMKM serta sejumlah mitra strategis menyelenggarakan Pekan Bazar Ramadan Murah di Rumah UMKM, Exhibition Hall Smesco Indonesia.

Acara yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Maret 2025, bertujuan untuk memperkuat daya saing produk lokal serta memberikan dukungan bagi para pelaku usaha kecil dalam memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk mengembangkan bisnis mereka.

Lebih dari seratus pengusaha UMKM turut serta dalam bazar ini, menampilkan berbagai produk unggulan mereka. Beragam kegiatan juga memeriahkan acara, mulai dari pemberian bantuan kepada karyawan dan pedagang kaki lima, fashion show, hingga pasar murah yang menyediakan kebutuhan Ramadan dengan harga terjangkau.

Bazar Ramadan sebagai Sebagai Ajang Promosi dan Inovasi Bagi Pelaku UMKM

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam sambutannya pada acara yang digelar di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Sabtu (15/03), menegaskan bahwa Pekan Bazar Ramadan Murah bukan hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan inovasi serta kreativitas mereka kepada masyarakat luas.

“Kami ingin Ramadan ini membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat. Bazar ini diharapkan bisa membuka ruang partisipasi yang lebih luas serta menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang,” ujar Menteri Maman Abdurrahman.

Selain menjadi ajang promosi, bazar ini juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. “Target utama dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat yang nyata bagi banyak orang,” tambahnya.

Acara ini mendapatkan dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk Baznas, BRI, RNI, Bulog, ID Food, serta sejumlah mitra Kementerian UMKM lainnya.

Pada kesempatan yang sama, penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, menekankan bahwa Smesco merupakan rumah bagi UMKM, sehingga bazar ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami juga ingin mengajak seluruh pelaku UMKM untuk berbagi ide dan pengalaman, serta mempererat hubungan satu sama lain. Mari manfaatkan momentum ini untuk tumbuh bersama demi masa depan UMKM Indonesia yang lebih baik,” ujar Tina.

Ia berharap, melalui Pekan Bazar Ramadan Murah ini, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat dari produk-produk lokal. “Dengan harga yang bersaing, masyarakat tidak hanya mendapatkan barang berkualitas, tetapi juga turut serta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi para pengusaha UMKM di Indonesia,” tutupnya.

Gen Z, Melek Teknologi Tapi Buta Finansial? Gimana Solusinya?

0

Generasi Z (kelahiran 1997–2012) sering dibilang sebagai generasi yang melek teknologi, kreatif, dan progresif. Tapi, di balik itu, banyak yang menilai Gen Z kurang peka dalam mengelola finansial. Gaji habis di tengah bulan, tergoda belanja online, atau malah nggak punya tabungan darurat. Sebenarnya, apa sih yang bikin generasi ini dianggap “gagap” soal uang? Yuk, kita telusuri akar masalahnya!

1. Terbiasa dengan Segala Sesuatu yang Instan

Generasi Z tumbuh di era serba cepat: beli makanan tinggal click, bayar pakai e-wallet, bahkan pinjam uang bisa langsung cair lewat aplikasi. Sayangnya, kemudahan ini bikin mereka jarang merasakan “proses” mengelola uang secara fisik. Nggak heran kalau banyak yang kesulitan mengontrol pengeluaran karena uang terasa abstrak—cuma angka di layar.
Contoh“Bayar pakai QRIS atau kartu kredit itu kayak nggak pakai uang beneran. Eh, tagihan datang, baru kaget!”

2. Pengaruh Budaya Konsumtif dan Media Sosial

Platform seperti TikTok, Instagram, atau Shopee jadi ladang godaan buat belanja. Tren fashion, gadget terbaru, atau jalan-jalan kekinian selalu diumbar lewat feed. Bagi Gen Z yang ingin tetap up-to-date, tekanan untuk ikut gaya hidup ini bisa bikin pengeluaran meledak. Apalagi, banyak yang terjebak mindset “YOLO” (You Only Live Once) sehingga prioritasnya lebih ke pengalaman ketimbang menabung.

3. Minimnya Edukasi Keuangan Sejak Dini

Meski melek teknologi, banyak Gen Z yang mengaku nggak pernah diajari cara mengatur uang oleh keluarga atau sekolah. Mereka tahu cara menghasilkan uang (misal: freelance, jualan online), tapi bingung cara membagi untuk tabungan, investasi, atau dana darurat. Akibatnya, ketika dapat penghasilan, uang langsung “ludes” tanpa perencanaan.
Fakta: Survei OJK (2022) menyebut hanya 24% Gen Z di Indonesia yang paham literasi keuangan dasar.

4. Gaya Hidup “Flexing” dan FOMO

Flexing (pamer) dan FOMO (Fear of Missing Out) jadi candu tersendiri. Nongkrong di kafe hits, beli sneaker limited edition, atau liburan ke luar negeri sering diunggah ke media sosial demi validasi. Masalahnya, demi eksis, banyak yang rela ngutang atau pakai uang tabungan. Ujung-ujungnya, keuangan jadi berantakan.

5. Ketergantungan pada Orang Tua

Sebagian Gen Z masih mengandalkan dukungan finansial dari orang tua, bahkan setelah bekerja. Misalnya, gaji dipakai untuk kebutuhan pribadi, sementara biaya hidup utama (seperti makan atau listrik) masih ditanggung orang tua. Kondisi ini bikin mereka kurang terbiasa mengelola uang secara mandiri.

Tapi, Jangan Salah… Gen Z Juga Punya Potensi di Bidang Finansial!

Di balik kritikan, Gen Z sebenarnya punya peluang besar untuk jadi lebih cerdas finansial. Mereka melek teknologi, mudah akses informasi, dan punya banyak platform belajar keuangan (seperti YouTube atau aplikasi finansial). Tinggal bagaimana cara mengarahkan kebiasaan dan pola pikir mereka.

Tips Buat Gen Z Agar Makin Melek Keuangan:

  1. Pakai Aplikasi Budgeting: Catat pemasukan dan pengeluaran pakai apps seperti Money Lover atau Excel.
  2. Investasi Kecil-kecilan: Mulai dari reksadana, emas digital, atau saham blue chip.
  3. Batasi Akses ke Dompet Digital: Jangan simpan terlalu banyak uang di e-wallet biar nggak gampang tergoda belanja.
  4. Cari Komunitas Finansial: Ikut grup diskusi atau webinar tentang keuangan biar makin melek.
  5. Evaluasi Gaya Hidup: Tanyakan ke diri sendiri: “Ini kebutuhan atau cuma keinginan?”

Masalah keuangan Gen Z bukan soal boros atau malas, tapi lebih ke adaptasi dengan lingkungan yang serba instan dan penuh godaan. Butuh waktu untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Yang penting, mulai dari hal kecil, belajar dari kesalahan, dan jangan malu minta saran ke yang lebih berpengalaman. Siapa tahu, 5–10 tahun lagi, Gen Z justru jadi generasi yang paling pinter ngatur uang!