Bangkrut di Usaha Kuliner, Ferry Salim Kini Bisnis Skin Care

0
6450
Foto: Dok Instagram @ferrysal1m

Sempat sukses dan bisnis makanan Jepang Shabu Slim Ferry Salim hingga memiliki beberapa cabang di mal ternama di Jakarta, yang berujung tutup tak menyusutkan semangat actor kelahiran 1967 tersebut.

Ayah dari Brandon Salim ini kini tengah membangun bisnis Skin Care bernama House of Samkim. Dia membuka gerai buat perawatan kulit termasuk pula meluncurkan produk kosmetik buat pria dan wanita.

Ferry menuturkan alasan ia menjalani bisnis ini karena pria yang selalu tampil Chic ini menilai kecantikan wanita Indonesia luar biasa sekali.

“Saya ingin wanita Indonesia terlihat lebih cantik. Saya ingin wanita Indonesia sehat semua kulitnya. Nah makanya saya terjun ke dunia kosmetik. Kemudian orang-orang juga bilang ke saya Kok kulitnya bisa halus diusia kesekian?, makanya saya merasa ‘Oh iya cocok nih bisnis seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya perawatan kulit wajah, kosmetik segala macam juga perlu buat pria. Pria juga perlu merawat kulit segala macam. Ia pun mengatakan jika dirinya pakai washing foam dan toner, sunblock jika pergi siang juga krim malam serta serum.

“Saya merawat banget. Saya pakai perawatan kulit wajahnya, lalu kemudian kalau syuting juga pakai kosmetik juga,” tambahnya.

Dalam menjalani bisnisnya, ia dibantu asng istri yang kebetulan lulusan kosmetologi. “Dia lebih mengerti lagi perawatan kulit. Saya banyak belajar dari dia,” tukasnya. Menurutnya produk Samkim  ini sudah tiga tahun di Indonesia. Terus berkembang kita buka di Surabaya, Batam, dan Manado

Selain Skin Care pria yang menekuni modeling sejak SMA ini jugamemanajerin anak sendiri yaitu Brandon Salim. Ini jadi investasi besar buat Ferry meneruskan bakat aktingnya pada si anak. Dengan demikian, nama Ferry Salim bakal makin tetap dikenal lewat anaknya.

Pria Metroseksual dari majalah MarkPlus tersebut selalu bisa tampil kece nan fashionable seperti yang terlihat di laman Instagram-nya.

“Saya cuma lebih pemilih sekarang. Saya lagi nggak mau main sinetron. Film pun saya lihat-lihat filmnya seperti apa. Saya juga lebih banyak ke bisnis. Jadi saya lebih suka mundur dulu ke belakang layar. Kecuali ada karakter yang bagus baru diambil. Atau ada serial yang bagus baru masuk. Kalau sinetron nggak dulu deh.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.