Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 975

Telkomsel Catat Pendapatan Bisnis Digital Rp 10 Triliun pada Kuartal I 2018

0

Berempat.com – Telkomsel mencatatkan peningkatan pendapatan di segmen digital pada kuartal I 2018 sebesar Rp 10,5 triliun. Pendapatan tersebut melonjak 25% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat Rp 8,4 triliun.

Menurut keterangan rilis dari Telkomsel, kenaikan tersebut memberikan kontribusi sebesar 48% dari total pendapatan di sektor bisnis digital. Kontribusi tersebut juga mengalami peningkatan pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 38%.

“Dinamika yang terjadi di industri saat ini menambah keyakinan Telkom bahwa bisnis data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi,” terang Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen dalam keterangan persnya, Senin (14/5).

Selain itu, memasuki bulan Ramadan, Telkomsel memprediksi akan terjadi lonjakan trafik layanan data sebesar 40% dibandingkan biasanya. Karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut Telkomsel telah membangun 12.000 base transceiver station (BTS) multi-band long term evolution (LTE).

Menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, peningkatan trafik terjadi karena tingginya intensitas pelanggan mengunggah foto dan video di media sosial soal aktivitas di lokasi mudik atau saat berwisata.

Sementara itu, penurunan trafik akan dialami oleh layanan suara sekitar 8%-9% dibanding hari biasa, dan trafik layanan SMS diperkirakan cenderung stagnan.

“Dengan mengimplementasikan 12.000 BTS 4G di seluruh pita frekuensi, kami menjamin pelanggan menikmati pengalaman menggunakan layanan broadband secara optimal dan prima,” sambung Ririek.

Tahun ini Telkomsel menargetkan akan membangun 20.000–25.000 BTS baru.

Pasar Modal Dipercaya Tak Terpengaruh Teror Bom di Surabaya

0

Berempat.com – Teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) pagi cukup mengganggu stabilitas keamanan nasional. Terlebih rasa keamanan masyarakat saat ini pasti sedang goyah. Namun, sepertinya teror bom tersebut diyakini beberapa pihak tak akan memengaruhi pasar modal di Indonesia.

Optimisme tersebut sempat disampaikan oleh Kepala Riset PT Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan. Pertama, menurutnya, Pemerintah Indonesia selalu mampu mengungkap aksi. Kedua, peristiwa tersebut terjadi di luar jam kerja bursa sehingga daya kejut bisa lebih direda. Dan ketiga adalah keyakinan investor terhadap Pemerintah Indonesia yang mampu mengungkap aksi teror tersebut.

“Kepercayaan inilah yang menjadi dasar stabilitas pasar modal dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (14/5). Namun, Alfred mewanti-wanti bahwa ancaman bisa terjadi di sektor riil.

Pernyataan senada berikutnya juga disampaikan oleh Kepala Riset Paramita Alfa Sekuritas Kevin Juido. Menurut Kevin, optimismenya muncul bila melihat aksi tanggap aparat dan pemerintah dalam mengatasi situasi tersebut. Selain itu, Kevin juga melihat adanya tagar di media sosial dari warganet Indonesia yang mengisyaratkan ketidaktakutan pada aksi terorisme turut mendorong kepercayaan investor.

“Langkah pemerintah dan aksi hashtag tidak takut di media sosial juga membangkitkan kepercayaan investor,” katanya, Minggu (13/5).

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio juga mengisyaratkan hal serupa. Pasalnya, perusahaan yang tercatat dalam LQ45 diketahui memiliki kinerja solid dengan rata-rata pendapatan naik 15,96%, dengan laba bersih yang naik 11,68% pada kuartal I 2018. Capaian tersebut diklaim lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Selain itu, tingginya likuiditas transaksi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun atau lebih tinggi 16,7% dibanding 2017 membuat tren positif di bursa saham Indonesia.

“Semua pelaku pasar modal tidak perlu bereaksi berlebihan dan tetap optimistis terhadap stabilitas keamanan nasional,” ujar Kepala BEI Perwakilan Ambon Roberto Dachi yang mewakili Tito di Ambon, Minggu (13/5).

eFishery: Buah Pikir Mantan Peternak Lele yang Melek Teknologi

0

Berkat eFishery, para peternak ikan juga bisa merasakan teknologi ‘kekinian’

Berempat.com – Di suatu siang, Wawan si pemilik tambak ikan lele sedang asyik menonton televisi. Sebuah kipas duduk menyala di dekatnya pada volume paling kencang; membantunya menyirnakan gerah yang tak bisa diajak kompromi. Di luar, matahari sedang menyala penuh gairah memberikan panasnya. Bahkan kucing liar lebih memilih berteduh di kolong mobil yang terparkir daripada harus bermain pasir disengat matahari.

Siang itu Wawan semestinya pergi ke tambak, tak peduli apa pun situasinya sekalipun kulit harus terbakar matahari ia tetap harus memberi makan ikan-ikan lelenya. Tapi itu kebiasaan yang mesti dilakukan Wawan dulu. Kini, ia cukup berbaring di televisi dan membiarkan sebuah alat mengambil alih tugasnya. Sekali waktu Wawan membuka smartphone-nya, membuka aplikasi dan mengecek apakah pakan sudah diberikan kepada ikan-ikannya sesuai jadwal. Dan ternyata tak ada masalah. Pakan sudah diberi, hasrat ikan-ikannya pun telah terpenuhi.

Apa yang dialami Wawan saat ini adalah segelintir kisah yang bisa dirasakan oleh para peternak ikan di era teknologi. Pada akhirnya, mereka bisa juga merasakan manfaat teknologi untuk keperluan ternak ikan dengan harga terjangkau. Memang, saat ini kemajuan teknologi tengah berkembang pesat, tapi sayangnya untuk sektor perkebunan dan peternakan di Indonesia hampir-hampir tak tersentuh oleh kemajuan teknologi.

Untungnya, saat ini baik Wawan maupun para peternak ikan lainnya telah merasakan manfaat salah satu teknologi yang hadir di peternakan ikan, yakni eFishery Smart Feeder. Seperti namanya, teknologi ini membantu para penambak dalam pemberian pakan secara otomatis, akurat, efektif dan efisien.

Bahkan dalam situsnya, eFishery mengklaim dapat membantu penambak menurunkan FCR (Feed Convertion Ratio) atau efisiensi pemberian pakan hingga 21% dan meningkatkan FCE (Feed Convertion Efficiency) hingga 80%. eFishery bahkan membantu penambak lewat pencatatan data pemberian pakan yang juga dapat terhubung ke internet.

Penambak bukan hanya terbantu dari segi teknologi, tetapi juga dari segi harga yang relatif terjangkau karena alat ini merupakan buatan dalam negeri. Inovasi yang benar-benar diciptakan oleh anak negeri bernama Gibran Huzaifah.

Sarjana yang Pernah Beternak Lele

Gibran sudah belajar mandiri saat berstatus mahasiswa Ilmu Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB) 2008 silam. Orangtuanya bukanlah keluarga mapan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan Gibran. Apalagi biaya untuk berkuliah saja sudah cukup mahal.

“Saat itu orangtua hanya sanggup membiayai kuliah, tak bisa mengirimkan uang untuk hidup sehari-hari di Bandung,” kenangnya.

Sebab itu, Gibran pun memutuskan untuk bekerja di samping berkuliah demi dapat memenuhi isi dompetnya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, selama berkuliah Gibran hanya bisa bekerja serabutan. Di satu kesempatan ia pernah menjadi pemasok sayuran ke sejumlah resto di Bandung, mengerjakan berbagai soal tutorial daring dari luar negeri, hingga mengikuti berbagai kompetisi. Selama tiga tahun Gibran menjalani semua pekerjaan itu.

Tapi, anak pertama dari tiga bersaudara ini punya peruntungannya sendiri karena sudah memilih berkuliah di Ilmu Biologi. Sebab kebetulan di jurusan pilihannya itu ada kuliah praktik lapangan sehingga ia pun memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para peternak, petani, hingga para pengusaha perikanan.

Sampai di suatu waktu seorang dosen menantangnya agar bisa membudidayakan lele. Sebab Gibran sudah sering menjalani kerja serabutan, ditambah memiliki relasi yang baik dengan para pengusaha perikanan, tantangan itu pun diterima dengan tangan terbuka. Apalagi sang dosen sudah memprediksi bahwa budidaya lele di Indonesia akan meledak seperti di negara lain.

“Kalau tidak sekarang, kapan lagi memulai budidaya lele?” ujarnya.

Karena itu sepulang dari kuliah Gibran langsung bergerak cepat. Ia pun berkeliling kawasan Bale Endah, Bandung, untuk mencari kolam lele. Sampai akhirnya ia pun menemukan kolam lele berukuran 5×10 meter yang di tahun 2011 masih bisa disewanya sebesar Rp 400 ribu per tahun. Gibran pun menggunakan uang tabungannya sebagai modal menyewa lahan kala itu.

Kendati berasal dari jurusan Biologi dan memiliki relasi dengan para penambak, tapi Gibran mengaku memulai budidaya lele dengan cara autodidak. Beruntung, ia berhasil memanen lele saat pertama kali budidaya. Tapi, sayangnya, di balik keberhasilannya itu Gibran tak merasakan keuntungan yang signifikan karena hanya bisa menjual ikannya ke tengkulak.

“Selisih antara (untung) yang diperoleh dengan biaya pakan sangat sedikit, karena ikan saya jual ke tengkulak,” kisahnya.

Gibran tentu tak ingin mendapatkan untung yang sedikit dari hasil tambak lelenya. Sebab bila pendapatannya seperti itu terus tentu ia tak dapat mengembangkan lagi tambak lelenya. Ia pun memutar otak, hingga akhirnya terbersit di benaknya untuk membuat makanan dengan olahan lele, seperti abon lele, katsu lele, hingga nuget lele. Lagi-lagi, semua itu dipalajarinya secara autodidak.

Sebagai langkah awalnya, Gibran mencoba memasarkannya lebih dulu ke kantin kampus dengan sistem titip. Bermula dari sana, Gibran pun mulai mendapatkan respon positif dengan datangnya berbagai masukan untuk rasa yang pas. Setelah dirasa olahan makanannya mulai bisa benar-benar diterima pasar, pria kelahiran Jakarta ’89 ini pun memutuskan untuk membuka booth sendiri. Sampai di titik ini, ia pun mengajak serta dua temannya.

Langkah yang diambil Gibran pun perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Di tahun kelulusannya, tepatnya pada 2012, ia sudah memiliki tiga cabang khusus makanan olahan lelenya yang diberi merek Olele. Sementara kolam lelenya pun sudah bertambah menjadi delapan.

EFishery Lahir dari Permasalahan para Penambak

“Try not to become a man of success. Rather become a man of value.”

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna, seperti itulah yang sekiranya disampaikan mendiang Albert Einstein. Dan langkah yang diambil oleh Gibran selepas menjadi peternak lele bisa dibilang telah mengintrepretasikan apa yang disampaikan Albert Einstein.

Karena memang teknologi pemberi pakan ikan otomatis yang kelak diberinya nama eFishery terlahir dari sebuah percakapan santai di tahun 2012. Kala itu Gibran tengah berbicara dengan seorang kenalannya yang memiliki 2.000 kolam ikan.

Dari obrolan itu pun mereka saling melontarkan berbagai permasalahan yang dirasakan dalam memberi pakan ikan. Persoalan-persoalan itu pun merangsang otak Gibran untuk memikirkan solusinya; melahirkan teknologi pemberi pakan ikan otomatis.

Pelan tapi pasti, dibantu oleh empat rekannya Gibran pun mulai menuangkan apa yang ada di otaknya melalui berbagai riset, perbaikan dan peningkatan fitur, hingga terlahirnya eFishery. Namun, baru di tahun 2014, peraih Mandiri Young Technopreneur of The Year 2012 ini baru memutuskan untuk mendirikan PT Multidaya Teknologi Nusantara yang juga dikenal sebagai Cybreed agar bisa memasarkan eFishery.

Teknologi gubahan Gibran ini merupakan sebuah solusi bagi para penambak ikan yang sering mengalami kerugian lantaran terlalu banyak pakan yang terbuang, hingga sulitnya membagi waktu lantaran harus memberikan pakan ikan tepat waktu. Tentu apa yang ditawarkan Gibran ini sangat membantu sektor perikanan, terutama bagi penambak ikan karena mengingat sektor ini jarang disentuh oleh technology entrepreneur untuk melahirkan inovasinya.

Salah satu hal yang membuat eFishery unggul adalah tersematnya sensor yang bisa menangkap nafsu makan ikan sehingga tak akan ada pakan yang terbuang. Bahkan para penambak bisa menerima laporan secara real time di smartphone.

Berkat penemuannya ini, Gibran pun berhasil merengkuh berbagai penghargaan, mulai dari Best of the Best Young Entrepreneur Indonesia 2013, Finalis Indonesia ICT Award (INAICTA) 2013, Juara Get in The Ring 2014, Juara 1 Spark Fire Pitch 2015, Finalis Seedstar World 2015, hingga masuk jajaran Forbes 30 Under 30 Asia 2017.

Mendapat Pendanaan Pra-Seri A

Sejak dipasarkan pada 2014, sebab manfaat yang diberikan dan harga yang masih terjangkau, eFishery pun dengan cepat mampu memikat hati para penambak untuk membelinya. Hasilnya, ratusan eFishery berhasil terjual dan didistribusikan ke beberapa kota di Pulau Jawa.

Bahkan menginjak tahun 2015, eFishery secara mengejutkan mampu mendapatkan pendanaan pra-seri A dari dana investasi asal Belanda, Aqua-Spark dan modal ventura asal Indonesia, Ideosource. Namun, saat itu Gibran tak menyebutkan besaran investasi yang diterima.

Sebab mendapatkan dana segar, Gibran pun memilih menggunakan dana tersebut untuk memperluas pasar massif di Indonesia. Kalimantan, Sulawesi, dan Lampung menjadi tiga wilayah baru yang dimasuki eFishery.

Berbagai strategi pun diusung oleh Gibran, salah satunya dengan menawarkan sistem sewa kepada para penambak yang tak mampu membeli harga satu unit eFishery—antara Rp 5,8 juta-Rp 7,8 juta. Harga sewa yang ditawarkan pun relatif murah, yakni Rp 300 ribu per bulan. Dengan demikian, para penambak kecil pun dapat merasakan teknologi tersebut tanpa terbebani.

Di tahun 2017, eFishery bahkan sudah berekspansi ke beberapa negara di ASEAN melalui proyek percontohan, seperti di Thailand, Bangladesh, dan Singapura. Bahkan, beberapa negara di luar ASEAN, seperti India, Brazil, Tiongkok, dan sejumlah beberapa negara di Afrika.

Ramayana Kini Punya Member Card App Khusus Pelanggan Setianya

Berempat.com – Menjelang Ramadan 2018, Ramayana Department Store ingin menjangkau lebih banyak pelanggan setianya dengan meluncurkan Ramayana Member Card App. Aplikasi tersebut kabarnya sudah ada sejak April 2018. Selain untuk memberikan berbagai penawaran promo, melalui aplikasi tersebut Ramayana pun berusaha untuk mempermudah pelanggan dalam bertransaksi tanpa yang tunai.

“Selama 40 tahun Ramayana telah memiliki jutaan pelanggan di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi ini kami ingin semakin mempermudah pelanggan dalam mengakses semua produk-produk Ramayana di mana pun dan kapan pun,” ungkap Vice President Director PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Jane Melinda Tumewu dalam keterangan persnya, Sabtu (12/5).

Adapun bagi pelanggan yang memasang aplikasi Ramayana di ponselnya akan mendapatkan ragam keuntungan, mulai dari kemudahan bertransaksi, berbelanja dengan menukarkan poin, promo dan diskon, program cash back, hingga info diskon kilat (flas shale) yang ada setiap hari.

“Kami juga berusaha terus membahagiakan pelanggan dengan memberikan banyak keuntungan secara cuma-cuma melalui aplikasi ini,” sambung Jane.

Sebelum membangun aplikasinya sendiri, Ramayana sendiri telah menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan e-commerce (Lazada, Tokopedia, dan Shopee) guna memperluas pasar di dunia digital.

Namun, dengan meluncurkan aplikasi Ramayana Member Card App, Ramayana pun yakin bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan di mana pun berada.

Asian Games 2018 Bisa Berdampak pada Ekonomi Indonesia Capai Rp 45 Triliun

0

Berempat.com – Ajang olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018. Asian Games dipercaya dapat memberikan banyak dampak positif bagi Indonesia. Salah satu yang paling dipercaya adalah dampak terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

Namun, dalam penyelenggaraannya Indonesia harus lebih dulu mengeluarkan modal. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memperkirakan, Asian Games 2018 akan berdampak pada ekonomi Indonesia mencapai Rp 45,2 triliun.

Dampak ekonomi yang dimaksud Bambang seperti biaya pengeluaran untuk peserta dan pengunjung Asian Games 2018 yang diperkirakan capai Rp 3,6 triliun. Angka tersebut terbagi Rp 2,5 triliun di Jakarta dan Rp 1,1 triliun di Palembang.

Selain itu, biaya akomodasi diperkirakan akan menelan jumlah pengeluaran terbanyak mencapai Rp 1,3 triliun. Dan dari segi transportasi akan menjani biaya terbesar kedua yang mencapai Rp 640 miliar, konsumsi sebesar Rp 628 miliar, biaya belanja Rp 560 miliar, dan biaya hiburan Rp 280 miliar.

Selanjutnya, total perkiraan biaya konstruksi fasilitas pendukung Asian Games 2018, termasuk di antaranya pembangunan Gelora Bung Karno, Stadion Jakabaring, wisma atlet, dan Light Rapid Transit (LRT) mencapai Rp 34 triliun, ditambah biaya operasional sebesar Rp 7,2 triliun.

“Ini baru awal dari kajian. Dampak tidak langsung dan dampak setelah Asian Games kemungkinan akan lebih besar,” tambah Bambang di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Minggu (13/5).

Sementara itu, Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir memperkirakan Indonesia akan kedatangan 10 ribu atlet dari 45 negara beserta 5.000 officials. Selain itu, ia memperkirakan akan ada dua juta penonton yang mengikuti ajang Asiang Games 2018.

“Asian Games 2018 diperkirakan mampu mendatangkan 200 ribu wisatawan mancanegara serta diliput sekitar 7.000 media, baik lokal maupun internasional,” ujar Erick di lokasi yang sama.

Ruas Tol Rembang-Pasuruan Digratiskan untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018

Berempat.com – Pemerintah Indonesia saat ini masih terus mengebut penyelesaian beberapa titik proyek ruas jalan tol yang masuk ke dalam Tol Trans-Jawa dengan total panjang lebih dari 600 kilometer. Salah satunya adalah Tol Gempol-Pasuruan (Gempas) di Jawa Timur yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Namun, meski baru ditargetkan selesai pada akhir tahun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan, untuk seski 2 Rembang-Pasuruan dengan panjang 6,60 kilometer bisa dilalui oleh para pemudik secara fungsional. Adapun kondisinya sudah dilakukan pengerasan beton.

Selain itu, Basuki juga mengatakan bahwa ruas tol tersebut akan digratiskan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

“Sebenarnya sudah siap operasional sebelum mudik, tetapi kita gratiskan saat mudik sebagai bagian dari sosialisasi tol ini kepada masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan pers, Minggu (13/5).

Jalan tol Gempas diketahui memiliki panjang 34,15 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi. Adapun seksi 1 adalah Gempol—Rembang (13,90 km) yang sudah beroperasi sejak 2017 dari Simpang Susun Gempol hingga gerbang tol (GT) Rembang. Seksi 3 Pasuruan—Grati (13,65 km) yang masih dalam konstruksi dengan capaian 24,20%.

Dengan difungsikannya seksi 2, pemudik yang melintas pun bisa keluar dan melakukan transaksi pembayaran di GT Pasuruan. Dengan begitu akses akan jauh lebih dekat ke Kota Pasuruan. Sementara untuk failitas, telah dipersiapkan tempat istirahat berupa area parkir dan rumah makan di KM 16A.

Tol Gempol—Pasuruan yang dibangun oleh PT Jasamarga Gempol Pasuruan dengan nilai investasi Rp 4,03 triliun ini akan tersambung dengan jalan tol Surabaya—Gempol yang sejauh ini sudah beroperasi, dan tol Pasuruan—Probolinggo yang masih dalam tahap konstruksi.

Karyawan yang Baru Bekerja 1 Bulan Sudah Bisa Dapat THR

0

Berempat.com – Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2018 telah dikeluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Dalam surat tersebut dijelaskan pemberian THR Keagamaan menjadi kewajiban yang harus diberikan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.

Dalam surat yang diterima Berempat.com pada Minggu (13/5) tersebut tertulis ketentuan waktu kerja bagi pekerja/buruh yang berhak menerima THR dan besaran THR yang wajib diberikan pengusaha.

Untuk ketentuan waktu kerja, pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja/buruh mulai dari masa kerja 1 bulan hingga lebih. THR juga diberikan bagi pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Sementara untuk besaran THR, pengusaha wajib memberikan THR sebesar 1 bulan upah kepada pekerja/buruh yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus atau lebih.

Namun bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan akan mendapatkan THR secara proporsional. Adapun ssitem penghitungannya yaitu masa kerja dibagi 12 dikali 1 bulan upah.

Sementara itu, cara penghitungan berbeda diberikan bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas. Jika pekerja/buruh telah bekerja selama 12 bulan atau lebih, maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Dan pekerja/buruh yang bekerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Dan apabila perusahaan menetapkan nilai THR lebih besar di dalam perjanjian kerja maupun peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, maka THR yang dibayarkan harus sesuai perjanjian itu. Artinya perusahaan tak mengikuti cara penghitungan di atas.

Kemudian untuk waktu pemberian THR Keagamaan hanya diserahkan kepada pekerja/buruh 1 kali dalam 1 tahun dan disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing pekerja/buruh.

Dan untuk perusahaan wajib memberikan THR Keagamaan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan berharap pemerintah daerah mau ikut mengawasi perusahaan agar membayarkan THR tepat waktu.

Obligasi Kini Dapat Dibeli Secara Daring, Begini Caranya

0

Berempat.com – Mulai 14 Mei hingga 25 Maret 2018 Surat Utang Negara (SUN) ritel akan dapat dibeli oleh masyarakat umum secara daring (e-SBN). Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya menjangkau investor muda.

“Selama ini pembeli SBN ritel kita itu kebanyakan usia di atas 40 tahun. Kita ingin perluas basis investor kita,” ungkap Luky kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (11/5).

Namun, Luky menjelaskan, Saving Bonds Ritel (SBR) seri SBR003 tersebut tidak dapat diperdagangkan dan akan jatuh tempo pada 20 Mei 2020. Artinya, bila Anda tertarik membeli obligasi tersebut, maka Anda perlu menunggu hingga 2020 untuk memetik hasilnya. Dan sampai waktu tersebut Anda tak bisa menjual obligasi yang Anda miliki kepada orang lain.

Menurut Luky, pemerintah akan menetapkan hasil penjualan pada 28 Mei 2018 dengan setelmen pada 31 Mei 2018.

Adapun syarat pembelian SBR003 dapat dilakukan dengan minimal pembelian sebesar Rp 1 juta dan maksimalnya Rp 3 miliar. Jenis kupon SBR003 mengambang dengan tingkat kupon minimal mengacu pada BI 7 Days Reverse Repo Rate ditambah dengan spread 255 basis poin.

“Kalau suku bunga BI 4,25 persen terus ditambah 255 basis poin, maka kuponnya 6,8 persen. BI kan sifatnya naik turun, kalau naik kita akan sesuaikan, kalau turun itu ada floornya, yaitu 4,25 persen atau tidak mungkin lebih rendah dari 6,8 persen,” papar Luky.

Luky pun melanjutkan, tingkat kupon dapat disesuaikan setiap tiga bulan sekali dengan mengacu pada tingkat suku bunga bank sentral. Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 20 setiap bulan.

Dan bila Anda tertarik untuk membeli obligasi daring ini, maka berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan.

Pertama, lakukan registrasi melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi (midis). Sampai saat ini pemerintah telah menunjuk 9 midis, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Permata, Trimegah Sekuritas, Bareksa, Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan Investree.

Kedua, Anda akan diminta membuat Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga secara daring.

Ketiga, lakukan pemesanan melalui sistem elektronik masing-masing midis. Bila pesanan Anda telah diverifikasi, maka Anda akan mendapatkan kode pembayaran. Kode tersebut digunakan untuk menyetorkan dana sesuai pemesanan.

Keempat, lakukan pembayaran melalui bank persepsi dengan berbagai cara, bisa melalui mesin ATM, internet banking, atau mobile banking dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Setelah melakukan keempat langkah tersebut, Anda akan memperoleh Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan notifikasi melalui email maupun sistem midis. Kemudian, Anda akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBN ritel melalui email dan sistem midis.

Menilik Stok Bahan Pangan yang Disiapkan Pemerintah Jelang Ramadan dan Lebaran

0

Berempat.com – Pemerintah berusaha untuk menjaga stok bahan pangan tetap terkendali menjelang Ramadan dan Lebaran 2018. Penting untuk memastikan ketersediaan stok bahan pangan dapat memenuhi tingginya permintaan untuk menjaga kestabilan harga di pasar.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB9), Jumat (11/5), menjabarkan jumlah ketersediaan komoditas oleh pemerintah saat ini.

Untuk daging, telah dipersiapkan sekitar 117.000 ton untuk menjaga permintaan saat Ramadan dan Lebaran 2018. Kemudian stok gula sekitar 150.000 ton. Sementara itu untuk stok beras nasional mencapai 1,2 juta ton di gudang Bulog. Stok beras juga masih tersimpan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebanyak 43.349 ton.

“Jadi stok (beras) berlebihan, normalnya 23.000-30.000 ton di PIBC,” ujar Agung.

Agung pun tak menampik bila saat ini harga beras masih melonjak naik, tapi menurutnya sudah ada tren penurunan harga. Agus memperkiraan kebutuhan beras selama Ramadan dan Lebaran 2018 akan mencapai 5,3 juta ton.

Selain itu, ada juga stok bawang merah. Bila menilik produksi pada Mei dan Juni 2018, Agung memperkirakan stok bawang merah mencapai 306.000 ton. Ada juga stok cabai besar sekitar 224.500 ton. Lalu cabai rawit sekitar 178.800 ton, dan minyak goreng mencapai 4,6 juta ton.

Namun, di antara semua stok yang disebutkan, khusus stok daging dan gula masih dianggap belum aman karena dinilai berada di bawah jumlah permintaan. Untuk kebutuhan daging selama Ramadan dan Lebaran 2018 diperkirakan mencapai 116.400 ton. Sementara untuk kebutuhan gula bisa mencapai 225.000 ton.

Untuk itu, Agung berharap pasokan daging dapat terpenuhi seiring rencana Bulog yang mengimpor daging kerbau beku dari India. Hingga akhir April 2018, Bulog sudah mengimpor 5.000 ton daging kerbau. Jumlah tersebut baru 25% dari kontrak 20.000 ton. Sementara untuk gula diharapkan dapat bertambah seiring mulainya musim giling pada Mei 2018.

Sri Mulyani Pastikan APBN Kuat Hadapi Gejolak Global

0

Berempat.com – Di tengah memanasnya ketegangan ekonomi global, salah satunya adalah potensi kenaikan suku bunga The Fed, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Indonesia masih punya pondasi kuat. Apalagi, Sri Mulyani menegaskan bahwa APBN tahun ini lebih kuat dibanding sebelumnya.

“APBN 2018 jauh lebih kuat dibanding APBN tahun sebelumnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/5).

Menurut pemaparan Sri, defisit APBN hingga 30 April 2018 hanya mencapai Rp 55,1 triliun, berbeda dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 72,2 triliun. Selain itu, optimisme Sri munucl karena keseimbangan primer yang surplus Rp 24,2 triliun. Capaian tersebut lebih besar dibanding tahun lalu Rp 3,7 triliun.

Selain itu, Sri juga menyinggung soal peningkatan ekonomi Indonesia di kuartal pertama sebesar 5,06% dibanding tahun lalu. Bahkan, pertumbuhan tersebut diklaim menjadi yang tertinggi sejak 2015. Adapun pada kuartal pertama 2015 ekonomi tumbuh 4,83%, kuartal pertama 2016 tumbuh 4,94%, dan kuartal pertama 2017 tumbuh 5,01%.

“Selain itu, ekspor juga mengalami peningkatan, meskipun memang tidak secepat kenaikan impor,” sambungnya.

Kemudian ada juga penguatan dalam hal penerimaan pajak sampai April yang dianggap baik. Sampai saat ini pajak yang telah diterima negara mencapai Rp 416,9 triliun, atau tumbuh 11,2% (dengan amnesti pajak) atau 15% (tanpa amnesti pajak).

Kemudian, dalam upaya mengembalikan nilai tukar rupiah pada fundamentalnya, pemerintah akan memperluas alternatif sumber pembiayaan dengan menerbitkan SBN melalui private placement, dan pinjaman program dari developement partner.

Selain itu, Sri juga telah menyiapkan samurai bond yang bisa ditingkatkan pembiayaannya hingga 150 milliar yen.

Lebih lanjut, menurutnya, pemerintah mampu menyerap SBN hingga Rp 12 triliun melalui Badan Layanan Umum (BLU). Bahkan, pemerintah juga menyiagakan Bond Stabilization Framework (BSF) demi menjaga pembiyaan secara stabil dan berkelanjutan.