Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 973

Perekonomian Surabaya Masih Tertekan Pascateror Bom

0

Berempat.com – Kondisi perekonomian Surabaya diakui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih tertekan setelah rentetan teror bom yang terjadi sepak lalu. Pasalnya, menurut Risma, teror bom di tiga gereja bukan hanya membuat masyarakat Surabaya takut.

“Tapi mudah-mudahan cepat normal kembali,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/5).

Risma pun berharap, situasi dan kondisi di Kota Pahlawan itu dapat segera pulih sehingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Selainn itu, agar investor pun tak lagi khawatir berinvestasi di Surabaya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Surabaya Jahmadi juga menyatakan hal senada. Menurutnya, saat ini semua pihak yang ada di Surbaya perlu saling bahu-membahu untuk menunjukkan pada dunia bahwa Surabaya aman.

“Dengan adanya kejadian itu tentu semua pihak yang ada di Surabaya harus merapatkan barisan, menunjukkan ke dunia luar bahwa di Surabaya aman untuk tinggal, wisata, dan bisnis,” ungkapnya.

Karena itu, Kadin pun melakukan upaya untuk mengembalikan kepercayaan para investor dengan memberikan penjelasan kepada para tamu dari luar negeri pada Surabaya Bisnis Forum yang berlangsung di Hotel Bumi Surabaya pada 16 Mei lalu bila Surabaya aman.

“Kami jelaskan kepada para tamu bahwa Surabaya dan Jatim aman,” katanya.

Hindari Pemagang Hanya Disuruh Bikin Kopi, Kemenaker Buat Sebuah Sistem

0

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri berencana membuat sistem pemagangan yang terstruktur, sistematis, dan masif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, tujuan Hanif membentuk sistem pemagangan guna menghindari peserta magang tidak hanya disuruh membuat kopi selama magang di sebuah perusahaan.

“Salah-satu cara menciptakan SDM terampil adalah melalui pemagangan. Tapi pemagangannya ini bukan rekrutmen buruh murah. Jadi pemagangan yang benar-benar sistematis,” ujar Hanif saat sahur bersama pengusaha Apindo DPP Riau, Sabtu (19/5).

Hanif memberi contoh bagusnya sistem pemagangan di Toyota. Hanif menilai, sistem Toyota lebih efisien dari segi biaya dibanding merekrut fresh graduate karena dari sisi pengembangan kemampuan (skill) jauh lebih cepat.

“Anak-anak menjadi memiliki skill luar biasa karena mereka menjalani pemagangan yang benar bukan hanya sekedar disuruh bikin kopi dan foto copy,” ungkap Hanif.

Saat ini pemerintah sudah memiliki Komite Vokasi Nasional yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan perguruan tinggi. Hanif berharap konsep pemagangan yang ada di pusat bisa diadopsi di daerah.

“Jika ini bisa dikembangkan di daerah, kita juga bisa buat skema-skema pemagangan di sini. Sektor industrinya apa saja. Mungkin pariwisata, perhotelan, atau perkebunan tapi pola dan sistemnya harus jelas.

Kalau kita tidak melakukan ini akan sulit mendapatkan tenaga kerja skill di masa depan,” ucap Hanif.

“Presiden Jokowi sudah memberikan tambahan anggaran ke Kemanker sebanyak 3,1 triliun khusus untuk program pelatihan. Jadi ini untuk membantu penyediaan tenaga kerja skill. Investasi pemerintah ditambah magang tentu akan baik,” sambung Hanif.

Kemnaker bersama Kementerian Perindustrian juga sedang mengusulkan pemberian insentif kepada dunia usaha yang ikut investasi SDM.

“Ini dilakukan dalam rangka mendorong perusahaan untuk semakin berminat investasi SDM,” pungkas Hanif.

Kemenaker Sentuh Pesantren Agar Lulusannya Bisa Bersaing di Bursa Kerja

0

Berempat.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus berupaya menyentuh pesantren agar lulusannya bisa bersaing di bursa kerja. Atau juga bisa mandiri dengan menjadi wirausahawan.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenaker adalah memberikan para santri kemudahan untuk mengikuti pendidikan maupun pelatihan vokasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Di dalam BLK tersebut pemerintah telah mempersiapkan banyak sekali program pelatihan kerja berbasis kejuruan. Sampai saat ini diketahui setidaknya terdapat 80 kejuruan yang bisa diakses oleh para santri maupun alumni pesantren.

“Termasuk kita juga bantu dengan fasilitas pelatihan di dalam pesantren sehingga santri-santri sebelum lulus bisa dilatih mengembangkan skill tertentu seperti IT, otomotif atau keterampilan yang lain,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat meninjau Pondok Pesantren Kunto Darussalam di Kabupaten Kampar Kiri, Riau, Sabtu (19/5).

Hanif pun mengungkapkan, saat ini komitmen pemerintah dalam mengembangkan para santri bisa dilihat dari pengalokasian anggaran yang sudah cukup besar. Bahkan, terang Hanif, sekarang Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) juga diberikan porsi untuk santri-santri apabila mau belajar di dalam maupun di luar negeri.

“Mulai S1 hingga S3,” sambung Hanif.

Namun, Hanif mengakui bahwa pemerintah sepertinya masih perlu meningkatkan sosialisasi pada berbagai program yang diusung. “Sehingga masyarakat dan pesantren tahu ada program pemerintah yang bisa diakses untuk meningkatkan kualitas dan daya saing santri,” ungkapnya.

Menurut Hanif, pihaknya akan membantu melalui penyediaan fasilitas-fasilitas pelatihan untuk para santri seperti alat-alat IT.

“Kita juga akan dorong kementerian yang lain agar mereka bisa melihat keadaan pesantren dan bisa membantu pesantren mengembangkan sarana maupun prasarana, agar santri-santri dapat belajar secara lebih baik,” ungkap Hanif.

Salahi Aturan, OJK Bekukan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan

0

Berempat.com – PT Sunprima Nusantara Pembiayaan terindikasi menyalahi aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga OJK pun memutuskan untuk membekukan Sunprima Nusantara.

Pembekuan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dikeluarkan melalui Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Nomor S-247/NB.2/2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan.

Pembekuan kegiatan usaha Sunprima dilakukan lantaran Sunprima sudah mendapatkan surat peringatan ketiga karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 53 POJK 29/2014 yang menyatakan bahwa ‘Perusahaan Pembiayaan dalam melakukan kegiatan usahanya dilarang menggunakan informasi yang tidak benar yang dapat merugikan kepentingan Debitur, kreditur, dan pemangku kepentingan termasuk OJK’.

“Sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dikeluarkan karena perusahaan tersebut belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang Medium Term Notes (MTN) sampai dengan berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga,” bunyi keterangan tertulis OJK, Sabtu (19/5).

Dengan dibekukannya kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, maka perusahaan tak bisa lagi melakukan kegiatan usahanya. Dan bila PT Sunprima Nusantara Pembiayaan tetap melakukan kegiatan usaha sebelum berakhirnya jangka waktu pembekuan kegiatan usaha, maka OJK dapat langsung mengenakan sanksi pencabutan izin usaha.

PT Sunprima Nusantara Pembiayaan beralamat di Komplek Jembatan Lima Indah Blok 15E Nomor 2 Jalan K. H. Moh. Mansyur, Jakarta Pusat 10140.

GMF Bukukan Laba US$ 7,4 Juta di Kuartal I 2018

Berempat.com – Menutup kuartal I 2018 PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk. membukukan pendapatan operasional sebesar US$ 115,9 juta. Pendapatan tersebut diklaim naik 9% dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 106 juta.

Selain itu, pada periode yang sama GMF turut membukukan laba bersih senilai US$ 7,4 juta. Pencapaian laba tersebut diikuti dengan arus kas yang juga meningkat US$ 48,4 juta atau naik 28% (yoy).

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengungkapkan, sumbangsih pendapatan diraih dari kontribusi dari Line Maintenance sebesar US$ 20 juta dan Repair & Overhaul sebesar US$ 95,9 juta.

“Porsi ini sesuai dengan target perusahaan, yaitu fokus pada bisnis perawatan komponen pesawat,” ujar Iwan dalam keterangan persnya, Jumat (18/5).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan komposisi pendapatan dari non-afiliasi meningkat menjadi 43,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Iwan mengungkapkan, setelah melepaskan saham perdana pada Oktober 2017 silam GMFI berhasil mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,1 triliun. Dana tersebut pun dialokasikan sebesar 15% untuk refinancing, 25% untuk modal kerja, dan sisanya untuk pendanaan investasi.

“Sebanyak 12 persen dari dana IPO sudah kami gunakan untuk pendanaan investasi,” sambung Iwan.

Saat ini, Iwan menuturkan bahwa GMF akan fokus untuk berinvestasi pada tahun 2018 demi memuluskan pencapaian visi perusahaan masuk kedalam jajaran 10 besar MRO di dunia.

Menteri PUPR: Tarif Tol Trans-Jawa Diskon 10% Selama Arus Mudik

0

Berempat.com – Rencana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memberikan diskon 10% pada pengguna tol Trans-Jawa selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 sepertinya akan benar-benar terealisasi. Pasalnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa kesepakatan telah diambil dalam rapat antara Bina Marga PUPR dan BUJT.

“Tadi pak Dirjen Bina Marga baru lapor sedikit hasil rapat dengan BUJT. Jadi berlakunya rata rata diskonnya 10%,” ungkap Basuki di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (18/5).

Basuki juga memastikan bahwa diskon tarif tol tersebut bakal berlaku di seluruh ruas rol yang ada. “Termasuk Jabodetabek dan non Trans-Jawa,” tambahnya.

Namun, soal penerapan waktu diskon bagi masing-masing ruas tol, Basuki menerangkan bahwa hal tersebut akan ditetapkan oleh pihak BUJT. Nantinya, BUJT harus melaporkan kepada pemerintah.

“Kapannya kalau itu kita libur dari tanggal 11 (Juni) itu sampe selesai libur. Tapi ada yang H-2 sampe H+2 itu tergantung mereka (BUJT) sendiri,” terang Basuki.

Hal senada pun diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi. Menurutnya, vluntary akan ditindaklanjuti mengingat adanya persiapan yang berbeda-beda di masing-masing ruas tol saat lalu lintas tinggi.

“Hanya tinggal waktunya kan beda-beda, ada yang prefer di peak days, ada yang mau berikan lebih panjang lagi seminggu sebelum dan sesudah,” tuturnya.

Saat ini, pemerintah tinggal menunggu keputusan pihak BUJT dalam menentukan waktu pemberian diskon mulai dilakukan. Tapi, yang pasti kesepakatan untuk memberikan diskon rata-rata sebesar 10% dari tarif awal sudah diteken.

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, terkait Surat Keputusan (SK) penetapan pemberian diskon tarif tol tersebut akan dikeluarkannya pada pekan depan setelah BUJT mentapkan waktu pemberian diskon.

“Nanti tinggal saya buat SK, mungkin hari Senin atau Selasa (pekan depan),” katanya.

Perketat Pengawasan, Kemenaker Bentuk Satgas TKA

0

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) pada Rabu 16 Mei 2018. Resminya pembentukan Satgas tersebut sejalan dengan ditandanganinya Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 73 Tahun 2018 tentang Pembentukan Satgas TKA oleh M. Hanif Dhakiri.

Hanif menerangkan, ada aturan penggunaan TKA di dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dan dalam kasus ini, pemerintah sudah menerapkan syarat ketat bagi penggunaan TKA secara legal dan sesuai ketentuan. Karena itu Satgas pun dibentuk untuk meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan TKA.

“Dengan dibentuknya Satgas TKA, maka pengawasan akan lebih terintegrasi, karena melibatkan 24 kementerian dan lembaga terkait,” ujar Hanif dalam jumpa pers terkait pembentukan Satgas TKA di Jakarta, Kamis (17/5).

Satgas TKA diketahui akan diketuai oleh Iswandi selaku Direktur Bina Penegakan Hukum Kemenaker. Sementara akan ada dua wakil yang membantunya, yaitu Dirwasdakim Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham dan Ditjen Binapenta PKK Kemenaker. Satgas ini pun akan beranggotakan sebanyak 45 orang.

Adapun tugas yang akan diemban oleh Satgas Pengawasan TKA adalah membina, mencegah, menindak, dan menegakkan norma penggunaan tenaga kerja asing sesuai tugas dan fungsi masing-masing kementerian/lembaga.

“Satgas ini bersifat Adhoc dan akan bekerja selama enam bulan pertama, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan,” Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Sugeng Priyanto dalam kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker juga menegaskan tiga sikap pemerintah terkait keberadaan TKA di Indonesia. Sikap pertama ialah pemerintah menyederhanakan tata perizinan penggunaan TKA. Kedua, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap TKA dengan cara yang lebih terintegratif. Dan ketiga, pemerintah terus memastikan adanya peralihan penggunaan pekerja dari TKA ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan memastikan terjadinya transfer keahlian dari TKA ke TKI.

Menanggapi kemunculan Satgas Pengawas TKA tersebut, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf pun memberikan apresiasinya. Dede berharap Satgas ini mampu bekerja dengan cepat dan memberikan keyakinan kepada publik bila pekerja asing tetap sesuai aturan dan diawasi.

“Kami apresiasi pembentukan satgas ini. Di DPR juga akan membuat semacam tim pengawas TKA. Jadi semoga sama-sama, dua-duanya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, “ ungkap Dede.

Laba Bersih Intiland di Kuartal I 2018 Capai Rp 112 Miliar

0

Berempat.com – Setelah melalui kuartal I 2018, PT Intiland Development Tbk. telah mengklaim mampu mempertahankan kinerja profitabilitas perusahaan dengan baik. Hal itu dilihat berdasarkan perolehan laba kotor Rp 283,5 miliar dan laba usaha Rp 137,8 miliar yang dicatatkan perusahaan.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono pun memaparkan, pada kuartal I 2018 ini Intiland berhasil membukukan laba bersih Rp 112,8 miliar. Nilai tersebut naik 178% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Lonjakan ini terutama karena meningkatnya kontribusi pendapatan di semua segmen pengembangan, kecuali dari kawasan Industri yang belum memberikan kontribusi di awal tahun ini,” terang Archied dalam keterangan resminya yang diterima Berempat.com, Kamis (17/5).

Melihat capaian positif yang dibukukan perusahaan, Archied pun mengungkapkan bila pihaknya optimis pasar properti nasional akan tumbuh. Dan untuk bisa mempertahankan kinerja positif ini, Archied mengaku pihaknya masih akan mempertahankan sejumlah strategi kunci yang bersifat konservatif guna mengantisipasi dalam menghadapi kondisi tersebut.

Lebih lanjut, Intiland juga masih akan mengandalkan pertumbuhan secara organik maupun dengan menjalin kerja sama strategis bersama investor dalam menjaga tren positif ini. Strategi seperti peluncuran sejumlah proyek baru, maupun pengembangan dari proyek-proyek properti yang telah berjalan masih menjadi strategi andalan yang digunakan Intiland.

“Setiap melakukan investasi untuk pengembangan proyek baru, kami tetap melakukan secara hati-hati dengan tetap melihat dinamika arah dan kondisi pasar,” ujarnya lebih lanjut.

Archied juga mengaku optimis kondisi pasar properti nasional akan bergerak membaik di tahun 2018.

Sekedar informasi, Intiland berhasil mencatatkan peningkatan dua kali lipat pada pendapatan usaha pada kuartal I 2018. Pendapatan usaha yang berhasil dibukukan Intiland pada 31 Maret 2018 adalah Rp 709,2 miliar. Sementara itu, dalam periode yang sama di tahun 2017 Intiland hanya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 398,7 miliar.

Besaran pendapatan usaha yang dibukukan sebesar Rp 373,3 miliar, atau sebesar 53% dari keseluruhan. Kontribusi berikutnya berasal dari segmen pengembangan mixed use & high rise yang mencatatkan Rp 197,4 miliar atau 28% dari keseluruhan. Kemudian sisanya didapatkan dari properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan dengan nilai Rp 138,5 miliar.

Pendapatan Usaha Intiland di Kuartal I-2018 Naik 310 Miliar

0

Berempat.com – PT Intiand Development Tbk. mencatatkan peningkatan dua kali lipat pada pendapatan usaha pada kuartal I 2018. Pendapatan usaha yang berhasil dibukukan Intiland pada 31 Maret 2018 adalah Rp 709,2 miliar. Sementara itu, dalam periode yang sama di tahun 2017 Intiland hanya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 398,7 miliar.

“Awal tahun ini menjadi momentum yang baik bagi pertumbuahan sektor properti. Meskipun konsumen dan pasar masih cenderung mengambil sikap wait and see, tapi kami yakin tahun ini kondisinya akan membaik,” ungkap Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono dalam keterangan resminya, Kamis (17/5).

Archide pun mengungkapkan, lonjakan pendapatan usaha Intilan paling besar berasal dari peningkatan pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan kawasan perumahan. Besaran pendapatan usaha yang dibukukan sebesar Rp 373,3 miliar, atau sebesar 53% dari keseluruhan. Nilai tersebut melonjak 672% dibandingkan perolehan pariode yang sama tahun 2017 yang mencatatkan Rp 48,3 miliar.

Kontribusi berikutnya berasal dari segmen pengembangan mixed use & high rise yang mencatatkan Rp 197,4 miliar atau 28% dari keseluruhan. Jumlah tersebut meningkat Rp 38,8 miliar atau 24% dari pencapaian triwulan I 2018 sebesar Rp 158,6 miliar.

Kemudian sisanya didapatkan dari properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan dengan nilai Rp 138,5 miliar. Pada segmen ini juga tercatat peningkatakn dibanding tahun lalu yang hanya menyentuh Rp 100,7 miliar.

Menurut Archied, meningkatnya kontribusi pendapatan berkelanjutan ini terutama disebabkan naiknya pendapatan usaha dari perkantoran sewa, kawasan industri, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Pendapatan usaha dari pengelolaan sarana dan prasarana tercatat mencapai Rp 71,3 miliar, naik 64% dibanding periode yang sama tahun 2017.

“Kinerja penjualan Intiland di triwulan pertama tahun ini cukup bagus dengan membukukan marketing sales Rp 966 miliar. Namun hasil penjualan tersebut, khususnya dari segmen mixed use & high rise belum bisa dibukukan sebagai pendapatan usaha, karena menunggu progres pembangunan,” ungkap Archied lebih lanjut.

Ekspor Batik Tahun 2017 Tembus Rp 818 Miliar

Berempat.com – Nilai ekspor batik Indonesia tahun 2017 terbilang cukup membanggakan. Menurut Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih nilai ekspor batik Indonesia tahun lalu mencapai US$ 58,46 juta atau setara Rp 818,44 miliar (kurs Rp 14.000). Adapun daftar negara yang menjadi tujuan utama ekspor ialah Amerika, Eropa, dan Jepang.

“Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional,” ujar Gati dalam keterangan resminya, Kamis (17/5).

Gati berpendapat, saat ini peluang industri batik Indonesia di pasar internasional sedang terbuka lebar. Pasalnya, perdagangan produk pakaian di dunia saat ini mencapai US$ 442 miliar.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berkomitmen untuk menggenjot produktivitas dan daya saing industri batik nasional dengan menjalankan beberapa program strategis, seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangaan kualitas produk.

Selain itu, Kemenperin juga menerapkan standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan produksi, serta promosi dan pameran, baik di dalam maupun luar negeri. Gati menerangkan, salah satu kegiatan pameran yang diselenggarakan Kemenperin ialah Pameran Batik Warisan Budaya XII di Plasa Pameran Industri. Pameran tersebut diketahui bentuk kerja sama antara Kemenperin dan Yayasan Batik Indonesia (YBI).

Tahun ini pameran tersebut mengangkat tema Cerah Ceria Pesona Batik Madura. Pameran berlangsung selama 4 hari (15-18 Mei 2018) yang diikuti 48 pengrajin batik binaan YBI. Adapun beberapa peserta menampilkan batik dengan penggunaan zat warna alam sebagai upaya menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi.

Menurut Gati, di tengah persaingan global saat ini preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. “Sehingga batik warna alam ini hadir menjawabtantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar,” ucapnya.