Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 95

Tampil Cantik Sekaligus Nabung? Coba Investasi Emas Perhiasan

Buat sebagian orang, perhiasan emas cuma dipakai buat gaya. Tapi jangan salah, di balik kilaunya, investasi emas perhiasan ternyata makin dilirik sebagai pilihan cerdas buat simpanan jangka panjang. Nggak cuma cantik saat dipakai, tapi juga punya nilai ekonomi yang terus naik dari waktu ke waktu. Nggak heran kalau sekarang banyak orang mulai menggabungkan fungsi estetika dan finansial lewat investasi emas perhiasan.

Lalu, kenapa sih perhiasan bisa jadi salah satu bentuk investasi yang menjanjikan? Yuk, ikut Berempat.com bahas alasannya!

1. Nilainya Cenderung Naik dari Tahun ke Tahun

Emas termasuk aset yang relatif stabil dan tahan terhadap inflasi. Saat nilai mata uang fluktuatif atau harga kebutuhan naik, harga emas justru cenderung ikut naik. Artinya, perhiasan emas yang kamu beli hari ini bisa jadi punya nilai lebih tinggi beberapa tahun ke depan. Apalagi jika kadar emasnya tinggi (misalnya 22K atau 24K), makin besar juga potensi keuntungannya.

2. Bisa Dipakai Sekaligus Jadi Tabungan

Inilah keunggulan unik dari investasi emas perhiasan. Berbeda dari emas batangan yang biasanya hanya disimpan, perhiasan bisa kamu pakai sehari-hari, untuk acara formal maupun santai. Jadi kamu tetap tampil elegan, tapi sekaligus punya simpanan yang bernilai. Ibaratnya, punya harta jalan-jalan.

3. Likuid dan Mudah Dijual

Butuh dana mendesak? Perhiasan emas bisa dengan mudah dijual kembali atau digadaikan. Banyak toko emas menerima pembelian kembali, bahkan ada yang menerima buyback dengan harga kompetitif jika kamu masih menyimpan nota pembelian dan sertifikatnya.

4. Punya Nilai Emosional dan Budaya

Di banyak keluarga, perhiasan emas diwariskan turun-temurun sebagai bentuk warisan. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga nilai sejarah dan ikatan emosional. Investasi jenis ini jadi lebih bermakna karena menggabungkan kekayaan materi dan sentimental.

5. Tren Mode Tak Menurunkan Nilai Emas

Meskipun desain perhiasan bisa berganti-ganti sesuai tren, nilai emasnya tetap jadi dasar. Jadi meski modelnya sudah tidak kekinian, selama kadarnya bagus, perhiasan tetap punya nilai jual. Kamu juga bisa mencairkannya menjadi bentuk baru (dilebur ulang) tanpa kehilangan kandungan emasnya.

Tips Sebelum Mulai Investasi Emas Perhiasan:

  • Pilih kadar emas tinggi: Minimal 18 karat atau lebih.

  • Cek harga emas terkini sebelum membeli.

  • Simpan nota dan sertifikat pembelian, penting saat kamu mau jual atau gadai.

  • Rawat perhiasan dengan baik agar tampilannya tetap menarik dan tidak rusak.

Investasi itu nggak harus selalu berbentuk saham atau properti. Kadang, benda yang terlihat sederhana seperti perhiasan justru punya potensi besar kalau dipahami dengan baik. Jadi, kalau kamu ingin tampil stylish sekaligus menyiapkan masa depan, investasi emas perhiasan bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Saham GOTO Melemah Saat Isu Merger dengan Grab Mencuat

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mengalami tekanan di tengah beredarnya isu merger dengan perusahaan teknologi asal Singapura, Grab Holdings. Dalam dua hari perdagangan terakhir, harga saham GOTO melemah secara beruntun. Pada penutupan perdagangan Senin (27/5), saham GOTO turun hingga 5,56 persen ke level Rp57 per lembar, menjadikannya salah satu saham teknologi yang paling terpukul di Bursa Efek Indonesia.

Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kecemasan investor terhadap masa depan perusahaan, menyusul rumor yang menyebutkan kemungkinan penggabungan antara GOTO dan Grab. Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak, pasar tampak merespons negatif spekulasi merger tersebut.

Sentimen Negatif dan Reaksi Investor Berkaitan dengan Arah Bisnis pihak GOTO

Analis pasar menilai, salah satu penyebab utama tekanan jual pada saham GOTO adalah ketidakpastian arah bisnis ke depan. “Investor melihat potensi merger sebagai langkah yang berisiko tinggi, apalagi jika tidak disertai sinergi yang konkret,” ujar ekonom pasar modal dari Infovesta, Ahmad Suhendra.

Lebih lanjut, pelaku pasar juga mencermati gerak investor besar (institusi) yang mulai mengurangi kepemilikan mereka di saham GOTO. Hal ini tercermin dari data transaksi harian yang menunjukkan arus jual asing masih mendominasi.

Di sisi lain, beberapa analis melihat potensi jangka panjang dari kemungkinan merger ini. Jika terealisasi, penggabungan GOTO dan Grab bisa menciptakan raksasa teknologi dengan jangkauan pasar Asia Tenggara yang lebih luas. Namun, proses konsolidasi semacam itu juga mengandung tantangan besar, terutama dari sisi regulasi dan penggabungan sistem operasional.

Meski manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum memberikan klarifikasi resmi atas kabar tersebut, sejumlah pengamat menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi.

Pasar saham sendiri masih menantikan kejelasan dari manajemen GOTO dan regulator terkait kebenaran isu merger ini. Hingga saat ini, kapitalisasi pasar GOTO terus menurun, menyusul tekanan yang datang dari perubahan strategi bisnis hingga ketatnya persaingan di industri teknologi finansial dan logistik digital.

Dari Gitar hingga Mainan Anak, Produk Lokal Incar Pasar Ekspor!

0

Industri alat musik, perlengkapan olahraga, serta produk mainan anak dalam negeri menunjukkan geliat positif di kancah ekspor. Ketiga subsektor yang berada di bawah naungan industri aneka ini dinilai memiliki nilai tambah tinggi sekaligus daya saing yang kuat di pasar internasional berkat inovasi produk dan kualitas yang sesuai standar global.

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mendorong pengembangan subsektor tersebut melalui berbagai program strategis. Mulai dari pendampingan usaha, fasilitasi partisipasi pameran, pelatihan peningkatan kapasitas SDM, hingga bantuan sertifikasi mutu dan standardisasi produk.

“Seluruh dukungan ini kami arahkan agar pelaku industri aneka bisa lebih siap menembus pasar luar negeri sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di tengah kompetisi global,” ujar Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/5).

Pitching Virtual Jembatani Akses Global

Sebagai bagian dari langkah konkret, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pitching Produk Industri Alat Musik, Alat Olahraga, dan Mainan Anak. Acara yang digelar secara daring ini berlangsung dalam dua sesi, yakni pada 19 dan 23 Mei 2025, dengan menghadirkan para perwakilan perdagangan RI di luar negeri melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Melalui forum ini, pelaku industri tidak hanya dapat memperkenalkan produk andalan mereka, tetapi juga memperoleh masukan langsung dari Atase Perdagangan dan Kepala ITPC di berbagai negara. Negara yang terlibat antara lain Uni Emirat Arab, Inggris, Belanda, Spanyol, Amerika Serikat, Chile, Taiwan, Korea Selatan, hingga Australia.

“Forum ini penting karena membuka wawasan pelaku usaha soal potensi pasar di berbagai wilayah, sekaligus membangun jejaring dengan calon mitra internasional,” tutur Reni.

Tidak hanya soal promosi produk, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mendapatkan umpan balik langsung mengenai preferensi konsumen dan kebutuhan pasar di masing-masing negara tujuan.

Tujuh Perusahaan Terpilih Siap Ekspor

Direktur Industri Aneka, Reny Meilany, menambahkan bahwa sebanyak tujuh perusahaan telah dikurasi untuk mengikuti sesi pitching ini. Tiga di antaranya berasal dari industri alat musik: PT Wildwood, PT Kawai Indonesia, dan PT AKT Indonesia. Dua perusahaan lain berasal dari industri alat olahraga: PT Inkor Bola Pacific dan CV Shiamiq Terang Abadi. Sedangkan dari produk mainan anak, hadir CV Indah Jaya Toys dan PT Chateda.

Produk yang dipresentasikan cukup beragam, mulai dari gitar dan piano, hingga mainan edukatif serta perlengkapan olahraga seperti bola dan meja tenis.

“Kami hanya memilih perusahaan yang sudah siap ekspor, dari sisi kualitas, kapasitas produksi, hingga komitmen dalam menjangkau pasar global,” jelas Reny.

Keterlibatan para pelaku industri dalam forum ini mencerminkan semangat kuat untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus menunjukkan kesiapan sektor industri aneka Indonesia untuk berkompetisi di tingkat internasional.

“Kami yakin produk industri aneka kita tidak kalah dengan produk luar. Melalui kolaborasi yang sinergis antara kementerian dan jaringan perdagangan di luar negeri, kita bisa membawa merek Indonesia ke panggung dunia,” tutup Reny.

Pererat Hubungan Indonesia dan China, Proyek Batang–Bintan Dikembangkan Seperti Shenzhen

0

Hubungan Indonesia dan China terus menunjukkan penguatan signifikan, khususnya di bidang ekonomi dan investasi. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang ke Tanah Air, yang menghasilkan empat nota kesepahaman (MoU) serta delapan poin kerja sama strategis. Inisiatif ini dinilai akan mendorong hubungan Indonesia dan China menuju kemitraan jangka panjang yang stabil dan saling menguntungkan.

Dua dari kesepakatan utama berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Fokus utamanya mencakup penguatan sektor industri, integrasi rantai pasok, serta pelaksanaan proyek Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menjadi simbol kolaborasi ekonomi dua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa proyek TCTP akan dimulai dengan pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Kawasan ini diproyeksikan menjadi kawasan industri modern seperti Shenzhen di Tiongkok.

“Lahan yang disiapkan sekitar 500 hektare. Harapannya, Batang bisa menjadi Shenzhen versi Indonesia,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (25/5).

Batang dan Bintan Disiapkan Jadi Zona Industri Andalan

Selain Batang, kawasan industri di Bintan, Kepulauan Riau, juga masuk dalam proyek kerja sama ini. Kawasan tersebut akan dipasangkan dengan mitra industri di Provinsi Fujian, Tiongkok. Secara keseluruhan, proyek ini mencakup tiga kawasan industri di dua negara.

Airlangga menegaskan, implementasi proyek tersebut tidak hanya mendorong masuknya investasi asing, tetapi juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. “Investasi awal untuk Batang ditaksir mencapai USD3 miliar. Proyek lain masih dalam tahap penjajakan,” jelasnya.

Melalui skema kawasan industri kembar ini, kedua negara berharap dapat memperkuat konektivitas logistik dan rantai pasok global, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah Indonesia.

Dengan penguatan sektor industri, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut, agar kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Industri Manufaktur Menguat, Yuasa Battery Jadi Contoh Sukses Komponen Otomotif

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi tinggi kepada PT Yuasa Battery Indonesia atas kiprahnya dalam memperkuat sektor manufaktur nasional, khususnya industri komponen otomotif. Perusahaan ini dinilai memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas dan daya saing industri aki di Tanah Air.

Saat ini, Yuasa tercatat mampu memproduksi sekitar 9 juta unit aki kendaraan roda dua dan 1,2 juta unit aki industri setiap tahun. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari aki kering (maintenance-free), aki basah, hingga baterai industri seperti Valve Regulated Lead Acid (VRLA) dan deep cycle, yang seluruhnya sudah memenuhi standar nasional dan internasional. Seluruh proses produksi juga ditopang oleh laboratorium pengujian berstandar ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

“Yuasa bukan hanya menguasai pasar dalam negeri, tapi juga berhasil menembus pasar ekspor. Sekitar 20 persen produksinya dikirim ke negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika. Di Indonesia sendiri, jaringan distribusinya tersebar luas dengan lebih dari 47 cabang dan mitra resmi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (26/5), di Jakarta.

Indonesia Masuk 12 Besar Negara Manufaktur Dunia

Agus menyampaikan, berdasarkan data World Bank dan United Nations Statistics, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2023 mencapai USD255,96 miliar — angka tertinggi dalam sejarah industri nasional. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia sebagai negara manufaktur terbesar, dan posisi kelima di kawasan Asia, setelah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan. Di level ASEAN, Indonesia memimpin jauh dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.

“Kalau melihat angka ini, saya yakin kontribusi perusahaan seperti Yuasa punya peranan besar dalam mendorong nilai tambah industri nasional,” ujarnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal I-2025 sebesar 4,31 persen. Meski terjadi sedikit perlambatan, sektor ini tetap menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan andil sebesar 17,5 persen—naik baik secara kuartalan (0,19%) maupun tahunan (0,03%).

“Saya ingin tantang siapa pun yang mengatakan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi. Data-data yang ada, mulai dari MVA hingga kinerja ekspor dan investasi industri, membuktikan sebaliknya,” tegas Agus.

Peluang Besar di Industri Otomotif

Dengan tingkat kepemilikan mobil di Indonesia yang baru mencapai 99 per 1.000 penduduk—jauh di bawah Malaysia (490), Thailand (275), dan Singapura (211)—potensi pasar otomotif nasional dinilai masih sangat besar. Meski demikian, volume penjualan kendaraan domestik Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan.

“Angka-angka ini menunjukkan peluang luar biasa bagi pelaku industri otomotif dan pendukungnya, termasuk Yuasa. Kita bisa bersama-sama mendorong peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor melalui strategi peningkatan kesejahteraan dan daya beli masyarakat,” kata Agus.

Pemerintah pun terus mendorong transformasi industri otomotif ke arah yang lebih ramah lingkungan. Insentif diberikan untuk kendaraan hybrid dan Battery Electric Vehicle (BEV), sebagai bagian dari target besar mencapai net zero emission (NZE) paling lambat tahun 2060, bahkan dipercepat oleh Kemenperin menjadi 2050.

“Kami berharap Yuasa sebagai pemimpin pasar Battery otomotif bisa berinovasi lebih jauh untuk mendukung era kendaraan ramah lingkungan,” tambahnya.

Yuasa juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri nasional, tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai mitra yang menjalin kolaborasi dengan berbagai pelaku industri hulu dan hilir. Jaringan kemitraan ini mencakup penyedia bahan baku lokal hingga sektor pengguna energi cadangan seperti telekomunikasi, perbankan, dan otomotif.

Mengapa Pengusaha Harus Paham Dasar Akuntansi? Ini Jawabannya!

Jago jualan, ide kreatif segudang, bisnis makin ramai… tapi kok duitnya kayak numpang lewat doang?
Nah, ini sering terjadi kalau pengusaha cuma fokus ke penjualan tapi lupa satu hal penting: ngerti akuntansi bisnis! Tenang, kamu nggak perlu jadi akuntan profesional dulu buat bisa ngatur keuangan usahamu. Tapi setidaknya, paham dasar-dasarnya biar bisnis kamu nggak cuma hidup dari semangat—tapi juga sehat secara finansial.

Kenapa Akuntansi Itu Penting Buat Pengusaha?

Akuntansi bukan cuma soal angka, tapi soal membaca kondisi nyata bisnismu lewat catatan keuangan. Ini alasannya kenapa kamu perlu paham:

1. Tahu Arus Uang Masuk dan Keluar

Kadang, omzet besar bikin kita merasa bisnis lancar. Tapi tanpa catatan jelas, kamu nggak tahu berapa sebenarnya yang keluar untuk biaya produksi, operasional, promosi, dan lain-lain. Jangan-jangan, kamu rugi tapi nggak sadar.

2. Bisa Ambil Keputusan dengan Bijak

Mau buka cabang? Naikkin gaji karyawan? Tambah stok barang? Semua keputusan ini butuh data. Dengan akuntansi, kamu bisa lihat laporan laba-rugi, neraca, atau cash flow untuk ambil keputusan yang tepat—bukan cuma modal nekat.

3. Gampang Cari Investor atau Pinjaman

Kalau bisnis kamu rapi secara administrasi dan punya laporan keuangan yang jelas, investor atau bank bakal lebih percaya. Mereka butuh bukti, bukan janji.

4. Menghindari Masalah Pajak

Paham akuntansi bikin kamu lebih tertib urus pajak. Kamu tahu mana yang bisa jadi biaya, mana yang kena pajak, dan berapa omzet yang harus dilaporkan. Jadi nggak perlu panik tiap kali ada pemeriksaan pajak.

5. Mencegah Karyawan “Main-Main”

Kalau kamu nggak ngerti laporan keuangan, bisa saja ada karyawan yang coba curang. Tapi kalau kamu bisa baca laporan keuangan dasar, potensi penyelewengan bisa langsung ketahuan sejak awal.

Dasar-Dasar Akuntansi yang Perlu Kamu Tahu

Tenang, nggak ribet kok. Ini beberapa hal dasar yang penting:

  • Mencatat transaksi: Tiap uang masuk dan keluar harus tercatat.

  • Laporan laba-rugi: Buat tahu apakah bisnis kamu untung atau malah tekor.

  • Neraca (balance sheet): Gambaran aset, utang, dan modal usaha kamu.

  • Cash flow: Aliran uang tunai masuk-keluar, biar tahu likuiditas bisnis.

  • Pemisahan uang pribadi & uang usaha: Ini krusial banget. Jangan digabung!

Gimana Kalau Nggak Sempat Belajar Sendiri?

Kalau kamu benar-benar nggak punya waktu, minimal kamu paham konsep dasarnya dan rekrut orang yang bisa dipercaya untuk bantuin. Tapi tetap ya, jangan sampai kamu buta total soal keuangan bisnis sendiri.

Bisnis yang besar dimulai dari pengelolaan yang rapi. Dan semua itu bisa kamu kendalikan dengan pemahaman dasar akuntansi bisnis. Bukan buat gaya-gayaan, tapi supaya kamu benar-benar tahu kondisi usahamu.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat, Citi Proyeksikan Hanya 4,7%

0

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami perlambatan signifikan pada akhir 2025. Hal ini disampaikan oleh Chief Economist Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia), Helmi Arman, yang memproyeksikan laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hanya akan mencapai sekitar 4,7 persen, turun dari tren pertumbuhan yang selama ini berada di atas 5 persen.

“Dari hasil evaluasi kami, kondisi ekonomi di awal tahun sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Kuartal I hanya tumbuh 4,87 persen secara tahunan, dan diperkirakan kuartal II pun belum akan membaik karena pemulihan konsumsi pemerintah masih berjalan lambat,” ungkap Helmi dalam konferensi pers kinerja triwulan I Citi Indonesia di Jakarta, Senin.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab melemahnya laju ekonomi, yakni rendahnya belanja pemerintah serta turunnya aktivitas investasi. Kondisi ini juga telah disorot oleh Bank Indonesia yang lebih dulu menyesuaikan proyeksi pertumbuhan tahun ini ke kisaran 4,6 hingga 5,4 persen, dari semula 4,7 sampai 5,5 persen.

Konsumsi Pemerintah dan Investasi Tertahan

Helmi memaparkan bahwa kontraksi tajam pada konsumsi pemerintah disebabkan oleh proses realokasi anggaran yang cukup menyita waktu. Belanja yang semestinya terealisasi di awal tahun justru tertunda, sehingga berimbas langsung terhadap performa ekonomi secara keseluruhan.

“Belanja prioritas memang sedang dikonsolidasikan, tapi karena prosesnya memerlukan waktu, akhirnya konsumsi pemerintah pada kuartal I justru minus hampir 40 persen,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi investasi, pertumbuhannya juga melemah. Investasi pada kuartal I hanya mencatat kenaikan sekitar 2 persen, jauh di bawah capaian kuartal sebelumnya yang mencapai 5 persen.

Namun demikian, data dari Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan nilai realisasi investasi pada triwulan I 2025 sebesar Rp465,2 triliun. Angka ini naik 2,7 persen dibandingkan triwulan IV 2024 dan tumbuh 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut telah memenuhi 24,4 persen dari target investasi nasional tahun ini.

Sektor Pertanian dan Ekspor Masih Jadi Penopang

Di tengah pelemahan sejumlah indikator, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat, yakni sebesar 10,52 persen. Selain itu, dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 6,78 persen, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di awal tahun.

Namun, tidak semua sektor mencatatkan hasil positif. Jasa pendidikan misalnya, mengalami kontraksi sebesar 8,45 persen secara kuartalan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 tercatat sebagai yang paling rendah sejak masa pandemi COVID-19. Bahkan, jika dilihat secara kuartalan (qtq), ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,98 persen dibanding kuartal IV 2024.

“Ini menjadi sinyal peringatan bahwa dorongan fiskal dan investasi swasta harus ditingkatkan agar perekonomian tidak terseret lebih dalam,” tutup Helmi.

Pemerintah Genjot Peran Perempuan dalam Ekspor dan Perdagangan Nasional

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya Peran Perempuan dalam pembangunan ekonomi dan sektor perdagangan nasional. Menurutnya, Peran Perempuan sebagai agen perubahan sangat krusial dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bermimpi besar dan tidak ragu mengambil ruang dalam ekosistem ekonomi tanah air.

“Perempuan Indonesia harus berani bermimpi besar. Pemerintah siap hadir mendampingi setiap langkah yang diambil perempuan dalam berkarya. Teruslah belajar, bangun jaringan, dan dorong produk unggulan kalian menembus pasar yang lebih luas,” ujar Wamendag Roro saat berbicara dalam diskusi panel CNBC Indonesia Top Women Fest 2025 bertajuk “Perempuan Penggerak Ekonomi” di Sarinah, Jakarta, Sabtu (24/5).

Acara tersebut menghadirkan 100 peserta dan sejumlah tokoh perempuan inspiratif seperti Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Direktur Utama Widya Esthetic Clinic Ayu Widyaningrum yang hadir secara daring. Dalam kesempatan itu, keempat perempuan ini dianugerahi penghargaan sebagai “Inspiring Woman Leader”.

Perempuan, UMKM, dan Masa Depan Ekonomi

Lebih lanjut, Wamendag Roro menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan peran perempuan dalam sektor perdagangan melalui program strategis. Salah satunya adalah peluncuran SheTrades Outlook Indonesia yang digelar bersama International Trade Centre (ITC) pada Agustus 2024, dengan tujuan memetakan hambatan dan merancang kebijakan pemberdayaan perempuan yang lebih tepat sasaran.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi perempuan terhadap pasar tenaga kerja mencapai 38,3 persen pada 2023. Sebagian besar dari mereka aktif di sektor informal, UMKM, dan pertanian. Hal ini menegaskan bahwa perempuan bukan hanya konsumen aktif, tapi juga pelaku usaha, inovator, dan pemimpin di bidang ekonomi kreatif.

“Perempuan terlibat di berbagai lini ekonomi, mulai dari usaha rumah tangga, pertanian keluarga, hingga industri kreatif digital. Namun, partisipasi di sektor formal dan peran kepemimpinan masih perlu ditingkatkan agar kontribusinya lebih tercermin dalam indikator ekonomi nasional,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran perempuan di sektor UMKM, yang menurut data dimiliki oleh 64,5 persen perempuan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah terhadap UMKM tidak hanya meningkatkan daya saing nasional, tapi juga memperkuat posisi perempuan dalam roda ekonomi.

Namun, Roro tidak menampik masih ada tantangan besar, seperti akses terbatas terhadap pelatihan, pembiayaan, dan pasar. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor demi menciptakan kesetaraan peluang bagi perempuan dalam mengembangkan potensi ekonominya.

Fasilitasi Pelatihan dan Akses Pasar Global bagi Perempuan UMKM

Salah satu bentuk dukungan konkret yang dilakukan Kemendag adalah melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP). Lembaga ini rutin mengadakan pelatihan bagi pelaku UMKM terkait prosedur ekspor-impor, penetapan harga ekspor, hingga strategi pemasaran internasional.

Selain pelatihan tatap muka, Kemendag juga membuka akses pelatihan daring agar dapat menjangkau UMKM di seluruh pelosok Indonesia. Tak hanya itu, perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara ditargetkan untuk aktif melakukan penjajakan bisnis (business matching) setiap hari. Program ini melibatkan pembina UMKM dari BUMN dan swasta untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli luar negeri.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin membuka jalan bagi produk Indonesia memasuki pasar global. Hasilnya, pada April 2025 saja, potensi transaksi yang tercatat mencapai USD 43,74 juta atau setara Rp722,76 miliar,” pungkas Roro.

Benarkah Shell Dijual? Ini Fakta Pengalihan SPBU ke Perusahaan Baru

0

Isu “Shell Dijual?” mencuat setelah Shell Indonesia resmi melepas seluruh kepemilikan jaringan SPBU miliknya di Tanah Air. Langkah ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Kini, seluruh operasional SPBU Shell di Indonesia berada di bawah kendali perusahaan patungan baru hasil kolaborasi antara Citadel dan Sefas.

Menanggapi kabar ini, pengamat energi Universitas Trisakti, Pri Agung Rahmanto, menjelaskan bahwa keputusan Shell bukan tanpa alasan. Menurutnya, strategi bisnis global dan kondisi pasar domestik menjadi pertimbangan utama. “Pertanyaan seperti ‘Shell Dijual?’ sebenarnya lebih tepat diarahkan pada langkah reposisi bisnis. Shell tampaknya mengevaluasi kembali kesesuaian operasional ritel BBM dengan tujuan strategis mereka,” ujarnya, Sabtu (24/5).

Agung menilai, pasar ritel BBM di Indonesia menghadapi tantangan dari sisi skala ekonomi dan pengaturan harga yang ketat. Produk BBM bersubsidi dan jenis penugasan membuat ruang untuk margin keuntungan menjadi sangat terbatas. “Dengan kondisi seperti ini, ekspansi bisnis ritel BBM menjadi tidak terlalu menarik bagi pemain global seperti Shell,” tambahnya.

Fokus Global Shell Bergeser ke Energi Rendah Karbon

Meski demikian, Agung menegaskan keputusan ini tidak serta merta menunjukkan bahwa sektor SPBU di Indonesia tidak menjanjikan. Justru sebaliknya, menurut dia, perusahaan seperti Shell kini lebih memilih fokus pada pengembangan sektor hulu dan investasi di lini bisnis rendah karbon secara global.

Sementara itu, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, menyatakan bahwa peralihan kepemilikan ini tetap mengedepankan standar layanan dan mutu Shell. “Shell tetap akan hadir melalui kerja sama lisensi merek. Masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan di SPBU tetap berjalan normal,” ujar Susi.

Susi juga memastikan bahwa pengalihan ini tidak menyentuh unit bisnis pelumas milik Shell. “Operasional SPBU tidak akan terhenti. Tim layanan di lapangan juga tidak berubah. Kami tetap menjamin kelangsungan dan kualitas layanan yang selama ini sudah dikenal pelanggan,” tegasnya.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari reposisi bisnis Shell yang lebih luas. Perusahaan tampaknya tengah menyusun ulang portofolionya untuk lebih menitikberatkan pada sektor yang dinilai lebih potensial ke depan, terutama di bidang energi bersih dan efisiensi karbon.