Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 925

Pascamembawa Snapchat ke Bursa Saham, Imran Khan Dikabarkan Mundur

0

Berempat.com – Petinggi Snap Inc., Chief Strategy Officer Snapchat Imran Khan dikabarkan akan mundur dalam beberapa waktu ke depan. Namun, sebagaimana melansir dari Reuters, Rabu (12/9), belum diketahui secara pasti kapan orang yang paling berperan dalam mengantarkan Snap Inc melantai di bursa saham ini benar-benar angkat kaki dari Snapchat.

Sebagai informasi, Imran Khan sudah menjabat posisi penting di Snapchat sejak 2015 silam. Saat itu, Khan benar-benar baru masuk ketika Snapchat tengah dilanda penurunan jumlah pengguna. Selain karena ketatnya persaingan, penyebab ditinggalnya Snapchat oleh pengguna berkaitan dengan berubahnya rancangan mereka.

Namun, kendati mengalami penurunan pengguna, pada Agustus lalu Snapchat mencatatkan pendapatan yang membaik per kuartal berkat iklan.

Kepergian Khan ini menjadi kepergian ketiga petinggi dalam tubuh Snapchat dalam 4 bulan terakhir. Sebelumnya, Snapchat juga ditinggalkan oleh Kepala Keuangan Andrew Vollero dan Wakil Direktur Teknis Monetisasi Stuart Bowers. Untuk Bowers, dirinya kemudian diketahui bergabung dengan Tesla Inc.

Sementara itu, Analis dari Pivotal Research Group, Brian Weiser berpendapat, banyaknya petinggi yang keluar meninggalkan Snapchat lantaran adanya kendala yang dialami oleh perusahaan dari hal komersial juga pengguna. Pasalnya, Brian melihat ekspektasi perusahaan yang saat ini cenderung terlalu optimistis.

Bertemu Presiden Vietnam, Ini Berbagai Hasil Kesepakatan yang Dirundingkan Jokowi

0

Berempat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang dalam rangka memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Vietnam. Jokowi sendiri beranggapan bahwa perkembangan perdagangan dari dua negara cukup positif. Dalam tiga tahun terakhir perdagangan Indonesia-Vietnam mencapai nilai US$ 6,8 miliar.

“Kita ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan kita bisa mencapai US$ 10 miliar,” ujar Jokowi seperti dikutip dalam keterangan pers, Selasa (12/9).

Selain penargetan tersebut, pertemuan dua kepala negara ini juga menghasilkan kesepatakan peningkatan kerja sama dalam perdagangan, investasi, pemberantasan pencurian ikan, penyelesaian pembahasan Zone Ekonomi Eksklusif, dan perdamaian kawasan.

Mengenai upaya pemberantasan pencurian ikan di perairan masing-masing, dua negara telah melakukan penandatanganan joint communique IUU (illegal, unreported and unregulated) Fishing.

“Ini sangat penting artinya,” tegas Jokowi.

Kemudian, kedua negara juga telah sepakat untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam proses perdagangan dua negara seperti proses ekspor produk otomotif dari Indonesia.

“Saya tadi telah meminta perhatian Presiden Tran Dai Quang agar hambatan-hambatan perdagangan dapat dihilangkan,” tutur Jokowi.

Jokowi pun tak lupa meminta agar Vietnam memberikan perlindungan serta perlakuan yang adil bagi investor Indonesia. Pasalnya, investor Indonesia merupakan salah satu investor yang tertua di Vietnam.

“Oleh sebab itu, tadi saya menitipkan kepada Presiden Tran Di Quang untuk dapat melindungi investor Indonesia dan memberikan perlakuan yang adil dan baik,” katanya.

Tol Jakarta-Cikampek II Ditargetkan Beroperasi Fungsional saat Lebaran 2019

0

Berempat.com – Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. Desi Arryani bersama dengan jajaran direksi perusahaan memantau langsung pengerjaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) pada Senin (10/9) malam hingga Selasa (11/9) dini hari tadi. Dalam kunjungan tersebut, Desi menargetkan pengerjaan tol sepanjang 3,40 kilometer tersebut dapat selesai pada 2019.

“Jika tak ada halangan berarti, jalan tol ini dapat beroperasi pada tahun depan,” ujar Desi.

Sejauh ini, pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sudah mencapai 50%. Pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang kian parah di jalur Tol Cikampek. Terutama saat memasuki hari-hari besar seperti Lebaran. Karena itu, Desi pun menargetkan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dapat beroperasi fungsional pada arus mudik Lebaran 2019.

“Kami berharap, saat arus mudik Lebaran 2019, jalan tol ini sudah bisa beroperasi fungsional dengan tahapan mencapai 85-90 persen,” harap Desi.

Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dibangun di atas jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting yang dimulai dari Cikunir hingga Karawang Barat. Pada jalan tol ini akan dibangun dua area, yakni Cikunir-Cikarang Utama dan Cikarang Utama-Karawang Barat.

Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) diperuntukkan sebagai jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang hendak menuju Cikampek maupun Bandung. Selain itu, jalur ini juga dapat memudahkan pendistribusian logistik bagi angkutan barang.

Saat ini pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dilakukan bersamaan dengan beberapa proyek lainnya, seperti pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) dan Tol Cibitung-Cilincing. Sehingga tak heran bila kini Tol Jakarta-Cikampek begitu padat karena banyaknya pembangunan yang dilakukan bersamaan.

“Tapi memang ini harus kami lakukan karena kalau tidak dilakukan, kemacetan Jakarta-Cikampek akan lebih parah lagi,” ungkap Desi.

Perkuat Lini Keuangan Digital di Vietnam, Grab Gandeng Perusahaan Ini

0

Berempat.com – Perusahaan penyedia layanan transportasi daring asal Malaysia, Grab kian serius menguatkan lini keuangan digital pada aplikasinya di kawasan Asia Tenggara. Kali ini, Grab memilih untuk menggandeng perusahaan Vietnam, MOCA Technology and Service (Moca) sebagai partner untuk menguasai keuangan digital di kawasan Asia Tenggara.

“Teknologi dan solusi mereka (Moca) sangat bagus, dan bila disinergikan dengan keahlian tim Grab dapat benar-benar menggerakkan Vietnam menuju ekonomi tanpa uang tunai,” ungkap Co-founder Grab Tan Hooi Ling dalam konferensi pers sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (11/9).

Teknologi pembayaran digital dan jasa keuangan memang menjadi fokus bagi Grab. Di Indonesia sendiri, Grab sudah menggandeng beberapa perusahaan untuk memperkuat lini keuangan digitalnya, salah satunya adalah OVO. Selain Grab, Go-Jek juga turut memperkuat lini tersebut dengan salah satunya misinya yang ingin menjadikan Go-Pay sebagai sistem pembayaran daring terpisah dengan aplikasi Go-Jek.

Sementara itu, di Vietnam sendiri teknologi keuangan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakatnya. Pasalnya, masih banyak penduduk Vietnam yang tak memiliki rekening bank. Di sisi lain, kita sudah memasuki sistem pembayaran yang serba digital.

Kepala Grab Finansial Grup Vietnam Nguyen Tuan Anh pun menyatakan, kolaborasi strategis dengan Moca merupakan sebuah tonggak penting bagi pertumbuhan Grab di Vietnam. Saat ini, Grab sudah memiliki 175.000 pengemudi di Vietnam. Di samping itu, Go-Jek sudah menjamah Vietnam dan menjadi salah satu pesaing kuat karena mampu tumbuh pesat.

Moca sendiri merupakan perusahaan yang sudah mendapatkan lisensi untuk layanan pembayaran oleh bank negara Vietnam pada 2016. Co-founder dan Chief Executive of Moca Tran Thanh Nam menyebut bahwa pihaknya telah memiliki jaringan 11 bank lokal sebagai mitra layanan mereka.

Namun, sayangnya baik Grab maupun Moca tidak merincian lebih lanjut terkait peran masing-masing dalam kemitraan tersebut. Yang jelas, keduanya berharap dapat meluncurkan layanan tersebut pada Oktober ini.

Sinar Mas Oleochemical Klaim Lebih dari 80% Produknya Telah Diekspor

0

Berempat.com – Nama Sinar Mas Oleochemical barangkali terdengar asing di telinga Anda. Wajar memang sebab anak perusahaan Sinar Mas Group ini merupakan wujud atau nama baru dari bagian produksi Sinar Mas Agribusiness and Food yang memproduksi eleokimia secara global. Pada ulang tahun yang ke-25 ini, Sinar Mas Agribusiness and Food memutuskan menggunakan nama tersebut untuk fasilitas produksinya.

Sebagai perusahaan produksi oleokimia, Sinar Mas Oleochemical ini mengklaim bahwa sebesar 80% dari produksinya telah diekspor. “Saat ini, lebih dari 80 persen produk kami diekspor ke luar negeri dan kami ingin terus memperluas penawaran produk dan pasar kami,” ujar CEO Sinar Mas Oleochemical Madeline Tan dalam keterangan resminya, Senin (10/9).

Sejauh ini, Sinar Mas Oleochemical diketahui memproduksi Fractionated and Distilled Fatty Acids dan Glycerine, serta Soap Noodles yang berasal dari perkebunan besar yang dioperasikan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food.

Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor yaitu Jepang, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan lain-lain. Sementara 20% produknya diserap oleh perusahaan lokal.

Sinar Mas Agribusiness and Food pun diketahui memiliki kantor di delapan negara yang terletak di Eropa, Amerika, dan Asia. Sementara penjualan produknya sudah sampai ke lebih dari 70 negara.

Director of Corporate Strategy and Business Development Sinar Mas Agribusiness and Food Jesslyne Widjaja mengatakan, industri oleokimia telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan diversifikasi bisnis. Terutama untuk masa depan bisnis.

“Masa depan yang akan membutuhkan modernisasi dan penerapan perkembangan digital sehingga perusahaan dapat memproduksi produk yang berkelanjutan kepada pelanggan dengan waktu respons yang lebih cepat pada tingkat kualitas tertinggi,” katanya.

Sebagai informasi, oleokimia yang berbahan baku sawit ini merupakan komponen penting bagi produk perawatan pribadi, makanan dan minuman, produk rumah tangga, minyak dan gas, serta banyak lagi produk lainnya.

Oleokimia yang berbahan baku sawit ini lebih mudah terurai secara biologis. Ini menjadi perhatian penting mengingat sampai sekarang dunia terus bergulat dengan limbah dalam jumlah besar.

Rumor Hangat Pekan Ini, Dirut Garuda Indonesia Bakal Dicopot

0

Berempat.com – Pekan ini PT Garuda Indonesia Tbk. akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rencananya, RUPSLB akan berlangsung pada Rabu (12/9) besok. Salah satu agenda dalam rapat yang menarik perhatian ialah adanya rencana pergantian direksi.

Dan kabar yang paling santer terdengar ialah kursi direktur utama Garuda Indonesia yang kini dijabat oleh Pahala N. Mansury ikut goyah. Padahal, Pahala sendiri baru ditunjuk untuk menduduki jabatan tertinggi di Garuda pada April 2017 lalu.

Sementara itu, Pahala sendiri enggan banyak berkomentar terkait itu tersebut. Yang jelas, ia menyebutkan dirinya tak masalah andaikan dicopot dari dirut Garuda Indonesia. “Namanya ditugaskan, harus siap misalnya diganti,” ungkapnya saat ditemui di Garuda City Center, Tangerang, Banten, Senin (10/9).

Sebelumnya, rencana perombakan direksi sudah meruap saat keterangan resmi perseroan keluar pada Agustus 2018 lalu. Adapun agenda RUPSLB yang menyelipkan rencana pergantian direksi merupakan usulan dari Kementerian BUMN.

“Perubahan pengurus ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemegang saham Seri A Dwiwarna, dalam hal ini Kementerian BUMN, dan akan diputuskan dalam RUPSLB tersebut,” tulis keterangan resmi kala itu.

Beberapa waktu lalu maskapai pelat merah ini memang tengah menjadi sorotan saat banyak pilot berencana mogok saat Lebaran 2018. Rencana mogok kerja tersebut dilakukan sebagai respon pilot terhadap ketidakpuasan kinerja Garuda Indonesia sejauh ini.

Selain itu, pada Januari 2018 Serikat Pekerja Garuda Bersatu (Sekarga) menganggap bahwa jumlah direksi Garuda Indonesia terlampau gemuk, yakni berjumlah 9 orang. Hal tersebut dianggap sebagai pemicu borosnya biaya organisasi. Sebab itu, Sekarga meminta kepada Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan pemegang saham untuk mengevaluasi dan merampingkan jumlah direksi.

Atas rencana perombakan ini, Pahala sendiri mengaku belum mendapatkan bocoran, baik untuk rencana pencopotan dirinya maupun siapa penggantinya. Ia tetap menyerahkan hasil keputusan kepada Kementerian BUMN.

“Keputusannya ada di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Saya belum dapat bocoran,” aku Pahala.

Pahala hanya berharap agar siapa pun yang menggantikan dirinya tetap akan menjalankan program yang sudah direncanakan. Salah satunya ialah program efisiensi yang diproyeksikan hingga 2020.

Pahala pun mengungkapkan kendala yang dihadapinya selama ini, yakni renegosiasi pesawat. Menurutnya, selama ini beban biaya yang dikeluarkan Garuda Indonesia masih lebih tinggi dibanding dengan perusahaan lain.

Pefindo Beri CIMB Niaga Rating AAA

0

Berempat.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat tertinggi kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk. Pefindo memberikan rating AAA kepada bank berkode emiten BNGA tersebut. Dengan demikian, CIMB Niaga diakui oleh Pefindo memiliki kemampuan keuangan lebih baik dibandingkan emiten lainnya.

Selain itu, Pefindo juga memberikan rating kepada 7 obligasi yang diterbitkan CIMB Niaga dan 1 sukuk yang diterbitkan unit usaha syariah CIMB Niaga.

“Mayoritas atau 6 dari 7 surat utang yang diterbitkan Bank CIMB Niaga mendapatkan rating triple A dari Pefindo. Hanya satu mendapatkan rating idAA,” ungkap Direktur Kepatuhan Bank CIMB Niaga dalam keterbukaan informasinya, Senin (10/9).

Adapun 6 obligasi yang mendapat rating idAAA adalah obligasi berkelanjutan II CIMB Niaga; kemudian obligasi berkelanjutan II tahap II seri B dan C 2016; obligasi berkelanjutan II seri B dan C 2017; obligasi berkelanjutan II tahap III seri B dan C 2017; obligasi berkelanjutan II tahap III seri A 2017; dan obligasi berkelanjutan I tahap II seri C 2013.

Sementara satu obligasi yang diberikan peringkat idAA adalah obigasi subordinasi III 2018. Dan untuk sukuk yang mendapatkan rating idAAA adalah sukuk mudharabah berkelanjutan I 2018.

Sambut Pertemuan Akbar IMF, Garuda Tambah 27 Ribu Kursi pada Oktober

0

Berempat.com – Menyambut pertemuan tahunan IMF-World Bank yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, PT Garuda Indonesia Tbk. berinisiatif untuk menambah kuota penerbangan menjadi 27 ribu kursi. Penambahan kursi tersebut akan dipersiapkan selama periode 6-10 Oktober 2018.

Selain itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansyuri menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengubahan rute untuk 12 penerbangan selama periode tersebut. “Kemudian beberapa rute tambahan lainnya kurang lebih 14 penerbangan tambahan,” kata imbuhnya di Garuda City Center, Cengkareng, Senin (10/9).

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Peter Jacobs memastikan bahwa pertemuan tersebut akan tetap digelar di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018 mendatang. Peter juga mengisyaratkan bahwa masih belum ada rencana memindahkan lokasi pertemuan sekalipun gempa sempat mengguncang Lombok dan Bali beberapa waktu lalu.

Pemilihan lokasi di Bali sendiri, imbuh Peter, ditetapkan setelah adanya rangkaian diskusi dengan berbagai pihak, termasuk para ahli. Diskusi tersebut tak lepas dari antisipasi terjadinya bencana seperti meletusnya Gunung Agung.

Pertemuan IMF-World Bank ini rencananya akan dihadiri sekitar 17.000 delegasi dari 189 negara. Selain dihadiri oleh kepala negara, pertemuan besar ini pun akan dihadiri para menteri keuangan atau menteri ekonomi, gubernur bank sentral masing-masing negara, serta sejumlah pelaku ekonomi dan keuangan dunia lainnya.

Dalam menyambut pertemuan besar ini, pemerintah pun telah mempersiapkan banyak hal agar semua berjalan lancar. Adapun persiapan yang dilakukan meliputi sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur, seperti pembangunan underpass di Simpang Tugu Ngurah Rai untuk memecah kepadatan di dekat arah bandara-Kuta dan Nusa Dua. Kemudian pengembangan beberapa infrastruktur bandara Ngurah Rai seperti penambahan apron untuk mengakomodir pesawat delegasi.

Coban Supit Urang, Kawasan Wisata Alam Potensial Ini Tengah Mencari Investor

0

Berempat.com – Berlokasi di Jl. Sumberwuni, Desa Srigading Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, perhutani memiliki lokasi wisata seluas 21 hektare yang potensial. Lokasi wisata tersebut terkenal dengan dua air terjunnya dan pemandangan alam nan asri yang diberi nama Coban Supit Urang.

Seorang narasumber perhutani sekaligus Kordinator Wisata Singosari bernama Daroini menuturkan, kawasan wisata tersebut sudah buka sejak 2015 silam. Coban Supit Urang diklaim mampu mendatangkan 70-100 orang per hari saat weekdays dan 500 orang saat weekend.

Namun, sayangnya, kawasan tersebut kini terpaksa harus tutup sementara waktu sebab terhentinya pembangunan oleh investor yang baru berjalan 30%. “Karena untuk keamanan pengunjung (ditutup). Akhirnya ndak ada pengunjung. Kami sampai saat ini vakum. Mau masuk ‘kan pengunjung sepanjang jalan banyak pasir, ‘kan gak nyaman buat pengunjung,” tutur Daroini saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (10/9).

Daroini menyebut, saat ini investor baru membangun 7 hektare dari ketersediaan lahan seluas 21 hektare dengan nilai investasi Rp 2,5 miliar. Sudah ada beberapa fasilitas yang dibangun di sana seperti musala, toilet, hall, guest house, loket masuk, gapura pintu masuk, resto yang baru pondasinya, kantor pemasaran, gudang, dan kolam renang. Namun, investor tak lagi melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan satu tahun tersebut entah karena apa.

“Kebetulan di tengah perjalanan, pembangunan sudah 30% pendanaannya macet sampai sekarang,” sesal Daroini.

Daroini sangat menyayangkan terhentinya pembangunan tersebut. Padahal, potensi wisata alam di Coban Supit Urang ini diyakini sangat menjanjikan. Pasalnya, saat dulu masih pertama kali dibuka dan belum dilakukan pembangunan, pengunjung berbondong-bondong datang tanpa perlu menggunakan media promosi berlebih.

“Saya apa adanya, tidak mempromosikan. Pengunjung yang mempromosikan. Satu pengunjung mengunggah di Facebook, ‘kan dilihat banyak orang,” kisah Daroini.

Secara lokasi sendiri, sebetulnya Doban Supit Urang ini termasuk ke dalam kawasan yang strategis. Pasalnya, lokasi ini berada di jalur kota Malang yang hanya berjarak 3 kilometer dari jalan utama, dan 2 kilometer dari jalur alternatif.

“Apalagi sekarang ada pembangunan jalan tol. Dari pintu masuk dan keluar tol sekitar 2,5 kilometer ke tempat wisata (Coban Supit Urang),” imbuh Daroini.

Untuk akses menuju lokasi wisata tersebut, Daroini juga mengaku bahwa jalan yang dilalui sudah beraspal. Dan saat akan mendekati gerbang masuk, jalan sudah dipaving. “Kan lebar jalannya 3 meter. Sudah saya paving separo untuk motor. Mobil (juga) bisa sampai lokasi,” sambungnya.

Lokasi Coban Supit Urang juga terbilang dekat dengan penginapan dan kawasan wisata lainnya, seperti area wisata buatan Argo Tawon, Kota Wisata Batu yang hanya berjarak 25 menit, dan kawasan wisata Pantai Selatan.

“Nah, di sekitar masuk jalan wisata kita, itu ada kebun durian. Kemungkinan akan dibuka juga (wisata) di situ. Dan kebetulan di situ ada paralayang bekerja sama dengan AURI,” terang Daroini.

Sebelumnya, Daroini mengaku bahwa Sinar Mas grup sempat tertarik untuk berinvestasi. Namun urung dilakukan hingga saat ini karena terkendala kesepakatan.

Dalam mencari investor, Daroini mengaku tak mematok berapa nilai investasi yang mesti dipersiapkan. Pasalnya, nilai investasi disesuaikan dengan rencana pembangunan yang akan dilakukan oleh investor, apakah ingin membangun sesuatu yang baru atau melanjutkan yang sudah ada.

Selain itu, Daroini pun tak mengharuskan investor untuk mengambil sisa lahan yang tersedia, yakni 14 hektare. Artinya, perhutani tetap akan menerima investor meski hanya mau membangun 3 atau 4 hektare. Dengan begitu, pihaknya membuka kesempatan banyak investor untuk masuk.

Apalagi, selain wisata air terjunnya yang menawan, Coban Supit Urang ini memiliki objek wisata lain yang bisa dikembangkan lagi, seperti hutan pinus dan mahoni.

“Potensinya di situ, itu bisa dibuat untuk wisata anak-anak, wisata selfie, kan sekarang jamannya wisata view-view, taman bunga, untuk penginapan juga bisa,” papar Daroini.

Bila Anda berminat untuk ikut membangun kawasan wisata ini, Daroini mengaku akan menerima dengan senang hati. “Langsung hubungi saya saja di 082244543571,” tandasnya.

Untuk mengetahui detail lokasi, Anda bisa klik link Google Maps ini.

Ternyata 2 Faktor Ini yang Akan Menjadi Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun Depan

0

Berempat.com – Kondisi ekonomi Indonesia saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan, baik internal maupun eksternal. Masih tertekannya rupiah terhadap dolar menjadi salah satu efek dari tantangan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Apalagi kondisi ekonomi global yang dinamis saat ini diprediksi masih akan terjadi hingga tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut saat melawat ke ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (10/9). Perempuan yang akrab disapa Yani itu menegaskan pihaknya akan terus melaporkan kondisi perekonomian global terkini.

“Ini (ekonomi) setiap hari begitu dinamisnya semenjak pengesahan lalu,” ungkap Yani.

Adapun, menurut penjelasan Yani terdapat dua faktor yang akan menjadi tantangan ekonomi Indonesia di tahun depan, yakni:

  1. Kebijakan Moneter Amerika Serikat

Yani menyebut tahun depan ketidakpastian global masih akan dihadapi oleh negara-negara di dunia. Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Yani pun mengatakan bahwa kebijakan normalisasi AS dapat meningkatkan suku bunga yang dapat memancing capital flow, atau kembalinya arus modal dari negara berkembang ke AS.

“Normalisasi AS itu ada dua (efeknya). Pertama tingkat bunga dan likuiditasnya,” terang Yani.

2. Perang Dagang AS dengan Tiongkok

Faktor kedua yang disebutkan Yani ialah perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Perang dagang ini diyakini masih akan terjadi tahun depan. Efek perang dagang tersebut diyakini dapat memberi dampak terhadap perekonomian nasional pada 2019 mendatang.

Adapun kebijakan yang dibuat AS akan sesuai dengan keinginan sang Presiden, Donald Trump yang ingin sektor manufaktur Paman Sam menguat dan tak bergantung pada impor.

Kebijakan yang akan menyulut perang dagang tersebut diyakini Yani tak hanya akan dilakukan kepada Tiongkok, tapi juga ke Eropa dan Jepang. Sehingga efeknya kepada perekonomian nasional juga akan cukup berdampak.