Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 92

Viral! Selebritis Serukan #SaveRajaAmpat, Tuntut Perlindungan Lingkungan dari Tambang

0

Isu lingkungan kembali mencuat di jagat hiburan Tanah Air. Sejumlah selebritas papan atas Indonesia kompak menyuarakan tagar #SaveRajaAmpat sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di wilayah konservasi tersebut.

Nama-nama populer seperti Luna Maya, Denny Sumargo, Kunto Aji, Chicco Jerikho, hingga Gading Marten, satu per satu mengunggah pernyataan mereka di media sosial. Dengan menggunakan tagar yang sama, para artis ini menyampaikan keresahan atas potensi ancaman terhadap ekosistem Raja Ampat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan laut terkaya di dunia.

“Raja Ampat bukan hanya milik Papua, tapi milik kita semua. Jangan biarkan keindahan dan kekayaan lautnya hilang karena keserakahan,” tulis Kunto Aji dalam unggahan di Instagram Story-nya.

Selebritas Gencar Suarakan Kesadaran Lingkungan

Tak hanya berhenti pada unggahan media sosial, beberapa artis bahkan turut serta dalam kampanye edukatif dan donasi. Chicco Jerikho, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan, menggandeng organisasi nirlaba untuk menggelar diskusi publik tentang pentingnya konservasi wilayah Raja Ampat. Ia menekankan bahwa suara publik figur bisa memperluas jangkauan isu lingkungan kepada generasi muda.

“Sebagai publik figur, kita punya tanggung jawab untuk menyampaikan yang penting, bukan hanya yang populer,” ujar Chicco saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi virtual.

Gerakan ini pun mendapat sambutan positif dari warganet. Tagar #SaveRajaAmpat sempat menjadi trending topic di berbagai platform, termasuk X (dulu Twitter) dan Instagram. Banyak masyarakat turut membagikan ulang unggahan para artis dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap ancaman tambang di wilayah Papua Barat tersebut.

Ancaman Tambang dan Harapan Perlindungan

Isu ini mencuat setelah Greenpeace Indonesia mengungkap adanya aktivitas pertambangan nikel di sejumlah pulau kecil di Raja Ampat. Meski pemerintah menyebut bahwa lokasi tambang jauh dari kawasan wisata utama, sejumlah aktivis dan ilmuwan menyatakan bahwa seluruh ekosistem Raja Ampat merupakan satu kesatuan yang saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan.

Raja Ampat dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia, dengan lebih dari 500 jenis karang dan ribuan spesies ikan. Potensi kerusakan akibat tambang dikhawatirkan dapat berdampak jangka panjang, bukan hanya pada alam, tetapi juga terhadap masyarakat adat dan sektor pariwisata.

Seruan para artis ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan perizinan tambang di wilayah tersebut serta memperkuat perlindungan terhadap kawasan konservasi yang vital bagi masa depan lingkungan Indonesia.

Rupiah Menguat Meski Modal Asing Masih Tinggalkan Indonesia

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa arus modal asing kembali keluar dari pasar keuangan domestik pada pekan pertama Juni 2025. Meski demikian, nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa dalam periode 2 hingga 4 Juni 2025, investor asing atau nonresiden mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp4,48 triliun. Angka ini terdiri dari penjualan bersih sebesar Rp3,98 triliun di pasar saham dan Rp5,69 triliun di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara terdapat pembelian bersih senilai Rp5,19 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Secara keseluruhan sepanjang tahun berjalan hingga 4 Juni 2025, investor asing masih tercatat melakukan jual bersih Rp46,67 triliun di saham dan Rp19,34 triliun di SRBI, namun juga melakukan beli bersih Rp46,70 triliun di pasar SBN,” ungkap Ramdan dalam keterangannya di situs resmi BI, Minggu (7/6/2025).

Rupiah Stabil, Dolar AS Tertekan Data Lemah

Sementara itu, indikator risiko keuangan Indonesia seperti Credit Default Swap (CDS) 5 tahun tercatat turun menjadi 76,99 basis poin (bps) per 4 Juni 2025, dari sebelumnya 78,12 bps pada 30 Mei 2025. Yield SBN tenor 10 tahun juga mengalami penurunan menjadi 6,78%.

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditutup menguat pada kisaran Rp16.200 per dolar AS dalam perdagangan Kamis (5/6/2025). Rupiah sempat melemah hingga 25 poin ke level Rp16.284, namun akhirnya rebound dan menguat 10 poin ke posisi Rp16.230–Rp16.290.

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pergerakan rupiah yang fluktuatif masih dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya dari Amerika Serikat. “Pelemahan dolar AS didorong oleh laporan ADP yang jauh di bawah ekspektasi, menunjukkan melemahnya pasar kerja di AS,” jelasnya.

Data tenaga kerja versi ADP yang lebih rendah dari perkiraan ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap prospek ekonomi AS. Investor pun mulai berspekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, terutama pasca kenaikan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%. “Langkah ini menambah tekanan pada pasar global yang sudah dibayangi perlambatan ekonomi,” tambahnya.

Cari IT Consultant untuk Bisnis? Jangan Asal, Simak Dulu Tips Ini

0

Di era digital kayak sekarang, teknologi udah jadi nyawa buat bisnis. Mulai dari sistem kasir, database pelanggan, sampai keamanan data, semuanya butuh sentuhan IT. Nah, di sinilah peran jasa IT consultant jadi penting. Tapi… jangan asal pilih, ya. Salah pilih konsultan bisa bikin sistem acak-acakan dan duit melayang sia-sia!

Jadi, gimana caranya biar kamu nggak salah langkah? Yuk, simak tips dari Berempat.com tentang memilih jasa IT consultant terbaik untuk mendukung bisnismu.

1. Pahami Kebutuhan Bisnismu Dulu

Sebelum kamu mulai mencari, tanyakan dulu ke diri sendiri: “Sebenarnya, saya butuh bantuan apa?”
Apakah kamu butuh bantu bikin sistem kasir? Aplikasi internal? Upgrade jaringan? Atau sistem keamanan siber?

Kalau udah tahu kebutuhannya, kamu jadi lebih gampang cari konsultan yang punya spesialisasi sesuai.

2. Cari yang Punya Portofolio dan Reputasi Jelas

Jangan percaya cuma dari omongan marketing. Lihat dulu portofolio proyek sebelumnya, testimoni klien, atau review di internet.
Penyedia jasa yang udah berpengalaman pasti bisa kasih contoh hasil kerja nyata—bukan cuma janji manis.

3. Komunikasi Harus Jelas dan Mudah Dipahami

Konsultan IT yang bagus bukan cuma jago teknis, tapi juga bisa jelasin solusi dengan bahasa yang nggak bikin kamu mumet.
Kalau dari awal ngobrol aja udah kayak dengar bahasa alien, bisa jadi kamu bakal kesulitan di sepanjang kerja sama nanti.

4. Perhatikan Support dan Layanan Purnajual

Sistem IT itu nggak sekali jadi terus ditinggal. Pasti akan ada maintenance, perbaikan bug, atau update.
Pastikan konsultan yang kamu pilih sedia support setelah proyek selesai, bukan cuma cabut begitu invoice lunas.

5. Transparansi Harga

Harga mahal belum tentu bagus, harga murah juga belum tentu buruk. Tapi yang penting adalah: jelas dan rinci.
Minta penawaran harga yang detail, termasuk layanan apa saja yang kamu dapat. Hindari yang suka kasih biaya tambahan tiba-tiba.

6. Cek Legalitas dan Kontrak

Pastikan jasa IT consultant yang kamu pilih terdaftar secara legal dan bisa memberikan kontrak kerja sama yang sah.
Ini penting banget buat keamanan bisnis kamu ke depan, terutama kalau ada masalah di tengah jalan.

Memilih jasa IT consultant itu ibarat cari partner jangka panjang buat bisnis kamu. Jadi jangan terburu-buru. Lakukan riset kecil, banyak tanya, dan pastikan mereka benar-benar paham kebutuhan bisnismu. Dengan dukungan yang tepat, kamu bisa punya sistem yang bikin bisnis lebih efisien, aman, dan siap berkembang.

Ingat, teknologi itu investasi, bukan pengeluaran. Tapi hanya kalau kamu pilih partner yang tepat.

Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Greenpeace: Ini Ancaman Serius bagi Ekosistem

Polemik terkait keberadaan tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali mencuat ke publik setelah laporan Greenpeace Indonesia mengungkap adanya aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil kawasan tersebut. Temuan ini memantik keprihatinan berbagai pihak mengingat Raja Ampat selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

Dalam laporannya, Greenpeace menyebut bahwa izin tambang telah diberikan sejak 2017 untuk sejumlah perusahaan, yang kini mulai beroperasi di beberapa pulau kecil di Kabupaten Raja Ampat. Keberadaan tambang tersebut dikhawatirkan akan merusak ekosistem yang rentan dan berdampak jangka panjang pada pariwisata serta kehidupan masyarakat adat di sekitar lokasi.

“Pulau-pulau kecil di Raja Ampat tidak hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga menjadi tumpuan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis alam. Kehadiran tambang di wilayah ini merupakan ancaman serius,” ujar Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia.

Pemerintah dan Aktivis Berseberangan Soal Lokasi Tambang

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya menyatakan bahwa lokasi tambang berada jauh dari kawasan wisata utama Raja Ampat. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Greenpeace yang menyebut bahwa seluruh gugusan pulau di Raja Ampat merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung, sehingga kerusakan di satu titik dapat berimbas luas.

“Pernyataan bahwa tambang jauh dari zona wisata keliru. Gugusan pulau-pulau kecil di Raja Ampat memiliki konektivitas ekologis yang tak bisa dipisahkan,” tegas Leonard.

Data dari Kementerian ESDM menunjukkan bahwa izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat dikeluarkan oleh pemerintah daerah pada 2017, sebelum Bahlil menjabat sebagai menteri. Bahlil pun menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam penerbitan izin tersebut dan akan mengkaji kembali operasional tambang yang dinilai kontroversial itu.

Aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat adat mendesak pemerintah untuk mencabut izin pertambangan yang beroperasi di kawasan tersebut, seraya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi seharusnya tidak mengorbankan kelestarian alam dan hak hidup masyarakat lokal.

“Pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam bisa menjadi masa depan Raja Ampat, bukan pertambangan,” ujar salah satu tokoh adat di Waisai.

Isu ini diperkirakan akan terus bergulir, seiring meningkatnya tekanan publik kepada pemerintah pusat dan daerah untuk meninjau ulang kebijakan tambang di kawasan konservasi penting tersebut.

Strategi Ekspansi Bisnis Tanpa Riset Pasar? Siap-Siap Gagal!

Banyak pemilik bisnis yang semangatnya membara buat buka cabang baru atau masuk ke pasar baru. Tapi sayangnya, nggak sedikit juga yang terjebak di lubang yang sama: ekspansi bisnis tanpa riset pasar. Ujung-ujungnya? Bisnis yang tadinya cuan malah buntung.

Nah, supaya kamu nggak ikut-ikutan zonk, yuk ikut Berempat.com bahas kenapa sih riset pasar itu penting banget sebelum kamu memutuskan ekspansi.

Riset Pasar Itu Bukan Cuma Formalitas

Riset pasar bukan soal tanya-tanya ala kadarnya. Ini proses buat tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan, diinginkan, dan diharapkan konsumen di pasar tujuanmu.

Misalnya kamu punya bisnis kopi kekinian di Jakarta yang lagi rame banget. Terus kamu pengin buka cabang di kota lain—anggaplah Malang. Tanpa riset, kamu bisa aja mikir, “Ah pasti rame juga kayak di Jakarta.” Padahal, selera, daya beli, sampai tren lokal di Malang bisa beda jauh!

Manfaat Riset Pasar Buat Ekspansi

  1. Tahu Target Konsumen dengan Lebih Jelas
    Kamu jadi tahu siapa yang bakal beli produkmu di wilayah baru. Apakah mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, atau komunitas tertentu?

  2. Ngerti Kompetitor di Lokasi Tujuan
    Bisa jadi di tempat baru itu udah banyak pemain lama. Kalau kamu masuk tanpa strategi, bisa-bisa kalah saing dari awal.

  3. Bisa Menyesuaikan Produk atau Layanan
    Lewat riset, kamu tahu produk kamu perlu disesuaikan atau nggak. Mungkin rasa, kemasan, atau cara pelayanan perlu diubah biar lebih nyambung sama selera lokal.

  4. Mengurangi Risiko Gagal
    Ekspansi itu mahal. Biaya sewa, stok, karyawan, promosi, semuanya butuh duit. Tanpa data yang kuat, kamu seperti berjudi.

Gimana Cara Lakukan Riset Pasar?

Tenang, nggak harus langsung sewa konsultan mahal. Kamu bisa mulai dari langkah-langkah sederhana:

  • Survei online lewat Google Form atau Instagram Story

  • Wawancara langsung dengan target pasar lokal

  • Observasi kompetitor di lokasi yang diincar

  • Analisa tren digital, bisa lewat Google Trends atau media sosial

Yang penting adalah jangan hanya mengandalkan feeling. Data jauh lebih bisa dipegang daripada sekadar firasat.

Ekspansi bisnis itu sah-sah aja dan bahkan wajib kalau kamu ingin tumbuh. Tapi jangan buru-buru. Riset pasar adalah kompas penting biar kamu nggak tersesat. Dengan tahu siapa yang kamu layani, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana cara terbaik mendekati mereka, bisnis kamu punya peluang jauh lebih besar untuk sukses di lokasi baru.

Ramai Jualan Arang Saat Idul Adha, Kok Bisa Laku Keras?

0

Setiap kali Idul Adha tiba, satu hal yang pasti ikut diburu selain daging kurban adalah arang. Yap, arang mendadak jadi bintang karena tradisi “bakar-bakar” atau barbeque bareng keluarga dan tetangga. Tapi pernah nggak sih kamu kepikiran, dari mana arang ini berasal dan kenapa bisa jadi bisnis yang menjanjikan?

Arang bukan cuma hitam legam dan berdebu. Di balik tampilannya yang sederhana, ternyata arang punya nilai ekonomi tinggi. Bukan cuma dicari saat Idul Adha, tapi juga banyak dibutuhkan di restoran, warung sate, pecel lele, bahkan untuk keperluan industri. Karena itulah, produksi arang sebenarnya bisa jadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Dari Limbah Kayu Jadi Uang

Produksi arang umumnya menggunakan limbah kayu, ranting, atau batang pohon yang nggak terpakai. Prosesnya pun cukup sederhana: kayu dibakar dalam kondisi minim oksigen (disebut juga pembakaran tak sempurna) hingga berubah jadi arang.

Ada dua jenis arang yang umum dijual di pasaran:

  1. Arang kayu – biasa untuk kebutuhan rumah tangga dan kuliner.

  2. Arang batok kelapa – punya kualitas lebih tinggi dan sering dipakai untuk shisha atau ekspor.

Jadi, kalau kamu tinggal di daerah yang banyak pohon atau limbah kayu, ini bisa jadi peluang cuan yang sayang banget kalau dilewatkan.

Lonjakan Permintaan Saat Idul Adha

Idul Adha adalah momen di mana permintaan arang bisa naik berkali-kali lipat. Banyak orang butuh arang dalam jumlah banyak untuk acara bakar sate atau pesta daging lainnya. Ini momen emas bagi para produsen atau penjual arang untuk mendulang keuntungan.

Bayangkan, hanya dengan modal kayu bekas dan sedikit tenaga, kamu bisa mengubahnya jadi produk yang laku keras di pasaran. Kalau dikelola serius, ini bisa jadi bisnis musiman yang rutin balik modal tiap tahun.

Tips Jika Mau Coba Produksi Arang

Kalau kamu tertarik nyoba bisnis arang, ini beberapa hal penting:

  • Pastikan bahan baku cukup dan legal, jangan menebang pohon sembarangan ya.

  • Cari tahu teknik pembakaran yang tepat biar arang nggak cepat hancur.

  • Kemasan juga penting – arang yang bersih, dikemas rapi, dan diberi label biasanya lebih laku.

  • Jual secara lokal dan online – manfaatkan marketplace dan sosial media saat permintaan lagi tinggi.

Jadi, di balik asap yang mengepul saat Idul Adha, ada peluang usaha yang bisa kamu manfaatkan. Produksi arang mungkin terlihat sepele, tapi saat momen yang pas seperti sekarang, nilainya bisa melejit tajam. Mulai dari limbah, bisa jadi berkah. Yuk, jangan cuma bakar-bakar aja — coba deh intip potensi cuan dari arang juga.

Potongan Tarif Tol 20% Berlaku 10 Hari, Cek Daftar Ruas yang Dapat Diskon!

Sebagai langkah mendorong mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memberikan potongan tarif tol sebesar 20% di beberapa ruas tol utama. Kebijakan ini berlaku selama total sepuluh hari di masa libur Iduladha dan liburan sekolah. Program tersebut menyasar ruas strategis di koridor Trans Jawa dan Trans Sumatra, serta menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan atau Environmental Social Governance (ESG).

Keringanan biaya berupa potongan tarif tol ini diberikan pada periode 6–9 Juni 2025 (libur Iduladha), 27–29 Juni 2025 (awal libur sekolah), dan 11–13 Juli 2025 (akhir libur sekolah). Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, dalam keterangannya, Kamis (5/6).

“Totalnya ada sepuluh ruas tol yang akan mendapatkan potongan. Kebijakan ini berlaku untuk semua golongan kendaraan dan hanya untuk pengguna yang melakukan perjalanan menerus,” ujar Rivan.

Ruas Tol di Trans Jawa dan Trans Sumatra yang Dapat Diskon

Di jalur Trans Jawa, diskon tarif akan dinikmati oleh pengguna jalan tol yang melintas dari gerbang Cikampek Utama menuju Kalikangkung, mencakup potongan di ruas Palimanan-Kanci (Palikanci), Batang–Semarang, dan Semarang Seksi ABC. Begitu pula untuk arus sebaliknya, dari Kalikangkung ke Cikampek Utama, yang akan mendapatkan diskon pada ruas Palikanci, Batang–Semarang, dan integrasi Jakarta–Cikampek dengan Jakarta–Cikampek II Elevated (Tol Layang MBZ).

Sementara di Jawa Timur, pengguna yang melintasi dari Kejapanan Utama (Surabaya–Gempol) menuju Singosari (Pandaan–Malang) dan sebaliknya, akan memperoleh potongan pada tiga ruas tol, yakni Surabaya–Gempol, Gempol–Pandaan, dan Pandaan–Malang.

Adapun untuk wilayah Sumatra, potongan tarif diberlakukan bagi pengendara dari Pangkalan Brandan di ruas Binjai–Langsa ke arah Sinaksak dan Kisaran. Pengguna jalan akan mendapatkan diskon pada ruas Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT).

Namun demikian, diskon tarif ini hanya berlaku apabila transaksi dilakukan secara penuh tanpa hambatan teknis. “Diskon tidak bisa diberikan jika saldo uang elektronik tidak mencukupi atau data asal kendaraan tidak terbaca,” jelas Rivan.

Tidak Ganggu Kinerja Keuangan, Tetap Ajak Masyarakat Manfaatkan Potongan

Meskipun memberikan diskon tarif, Jasa Marga memastikan bahwa hal tersebut telah diperhitungkan matang dan tidak mengganggu proyeksi bisnis tahun 2025.

“Kebijakan ini telah kami kaji secara menyeluruh. Target keuangan tetap aman, dan masyarakat tetap mendapatkan manfaat nyata,” ujar Rivan.

Sebagai tambahan, Jasa Marga juga mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik selama periode liburan. Aplikasi Travoy juga disarankan sebagai alat bantu, karena menyediakan informasi tarif, pantauan CCTV real-time, hingga kondisi lalu lintas terkini di ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga.

Punya Passion di Bidang Bisnis Tapi Bingung Mulai? Ini Solusinya!

Kamu ngerasa punya passion di bidang bisnis, tapi sampai sekarang masih bingung mau mulai dari mana? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang punya semangat dan ide, tapi terjebak di fase “nanti-nanti” karena terlalu banyak mikir atau takut gagal. Padahal, kalau kamu memang punya passion di bidang bisnis, jangan biarkan itu cuma jadi angan-angan.

1. Mulai dari Masalah di Sekitar

Coba perhatikan lingkungan sekitarmu. Banyak pengusaha sukses lahir dari solusi kecil terhadap masalah sehari-hari. Misalnya, tetangga sering ribet nyuci sendiri, kenapa nggak mulai jasa laundry skala rumahan? Atau lihat anak-anak yang butuh bimbingan belajar, kenapa nggak coba buka les kecil-kecilan? Bisnis itu bukan soal ide mewah, tapi soal eksekusi nyata.

2. Nggak Punya Modal? Gunakan Skill Dulu

Kalau kendala utamamu adalah modal, mulailah dari skill. Misalnya, kamu jago desain, masak, atau jago edit video — jual dulu jasa berdasarkan kemampuan itu. Modalnya cuma niat dan konsistensi. Setelah ada pemasukan, baru deh kamu bisa mikir ke level berikutnya: skala usaha, pemasaran, sampai rekrut tim.

3. Bangun dari yang Kamu Suka

Passion bisa jadi bahan bakar yang luar biasa buat bisnis. Tapi ingat, jangan cuma berbisnis karena tren. Kalau kamu suka kopi, bisa mulai jadi reseller kopi lokal dulu sebelum buka kedai sendiri. Kalau suka dunia fashion, kamu bisa mulai dari jualan online atau jadi dropshipper. Bisnis yang sesuai passion biasanya lebih awet dijalanin karena kamu enjoy ngejalaninnya.

4. Belajar dan Terus Belajar

Nggak ada pengusaha hebat yang langsung jago dari awal. Baca buku bisnis, ikut webinar, nonton YouTube, atau ngobrol sama pelaku UMKM. Belajar dari kesalahan itu biasa. Yang penting, kamu tetap jalan, bukan diam di tempat.

5. Ubah Mindset: Mulai Dulu, Sempurnakan Sambil Jalan

Jangan tunggu semua serba siap. Kadang, nunggu “momen sempurna” justru bikin kamu nggak jalan-jalan. Ubah mindset: mulai dulu dengan apa yang ada. Produk belum sempurna? Gak apa-apa. Yang penting mulai, lalu terus evaluasi dan tingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

Jadi, kalau kamu merasa punya passion di bidang bisnis, jangan buang waktu dengan terus menunda. Nggak perlu muluk-muluk, mulailah dari hal kecil yang bisa kamu lakukan hari ini.

PLN Pastikan Pasokan Listrik saat Iduladha Aman dan Bebas Gangguan

0

Menjelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik saat Iduladha dalam kondisi aman dan siap mendukung aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia. Melalui Apel Siaga Kelistrikan yang digelar nasional, PLN menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kelistrikan yang stabil dan bebas gangguan selama hari besar keagamaan ini berlangsung.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa langkah-langkah preventif telah dilakukan sejak dini, mulai dari pengecekan menyeluruh instalasi pembangkit, jaringan transmisi hingga sistem distribusi. PLN juga telah menetapkan masa siaga nasional selama tiga hari, dari tanggal 5 hingga 7 Juni 2025, guna memastikan pasokan listrik saat Iduladha tetap dalam kondisi optimal.

“Kami ingin seluruh masyarakat bisa beribadah dan merayakan Iduladha tanpa khawatir soal listrik. Semua sistem telah kami persiapkan dengan matang agar momen sakral ini bisa dinikmati bersama keluarga tanpa gangguan,” jelas Darmawan, Kamis (5/6).

Cadangan Daya Cukup, Infrastruktur Disiagakan di Seluruh Wilayah

Senada dengan itu, Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, yang memimpin langsung Apel Siaga, menuturkan bahwa kondisi sistem kelistrikan nasional saat ini dalam posisi sangat stabil. Daya mampu sistem tercatat sebesar 61.608 megawatt, sementara beban puncak diperkirakan hanya mencapai 45.214 megawatt. Dengan demikian, tersedia cadangan daya hingga 16.394 megawatt.

“Selama masa siaga, kami hentikan seluruh kegiatan pemeliharaan kecuali dalam kondisi darurat. Ini untuk memastikan seluruh masyarakat, dari kota hingga pelosok, bisa menikmati listrik tanpa hambatan,” kata Adi.

Untuk memperkuat kesiapan tersebut, PLN mengerahkan 17.633 posko siaga yang tersebar di berbagai lokasi prioritas, termasuk tempat ibadah, fasilitas umum, bandara, stasiun, dan kantor pemerintahan. Ribuan petugas dikerahkan penuh selama 24 jam, dilengkapi dengan 7.306 kendaraan operasional, 3.173 unit peralatan pendukung, serta ketersediaan material cadangan yang memadai.

Tak hanya fokus pada pasokan listrik konvensional, PLN juga menyiapkan infrastruktur bagi pengguna kendaraan listrik. Hingga saat ini, telah tersedia 3.887 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 2.520 titik strategis se-Indonesia.

“Masyarakat yang mudik atau liburan menggunakan kendaraan listrik tak perlu khawatir, semua SPKLU dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi PLN Mobile,” ujar Adi menambahkan.

PLN juga terus menjalin koordinasi intensif dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri untuk menjaga keamanan instalasi vital selama masa Iduladha. Dengan sinergi yang kuat dan kesiapan penuh dari seluruh lini, PLN optimistis seluruh masyarakat dapat merayakan Iduladha tahun ini dengan tenang dan nyaman.

Pemerintah Genjot Produksi Alat Kesehatan dari Indonesia untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Upaya pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri kian nyata. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah peningkatan produksi alat kesehatan dari Indonesia. Langkah ini diambil untuk mempercepat kemandirian sektor kesehatan nasional, mengurangi dominasi produk impor, dan membuka lapangan kerja baru melalui investasi di sektor manufaktur alat kesehatan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menegaskan bahwa pengembangan alat kesehatan dari Indonesia merupakan prioritas nasional. Ia menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong agar industri dalam negeri bisa lebih mandiri, termasuk di bidang kesehatan. “Instruksi Bapak Presiden sangat jelas, kemandirian alat kesehatan adalah harga mati,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/6).

Transformasi Industri Menuju Mandiri dan Berdaya Saing

Langkah strategis yang dijalankan Kementerian Perindustrian ini tak hanya menyasar sisi produksi, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Visi besarnya adalah menciptakan industri alat kesehatan yang tak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga mampu bersaing secara global menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kerangka peta jalan Making Indonesia 4.0, industri alat kesehatan masuk sebagai salah satu sektor prioritas. Fokus pengembangannya mencakup pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, serta peningkatan efisiensi rantai pasok. “Dengan pendekatan ini, alat kesehatan bukan hanya jadi produk substitusi impor, tapi juga komoditas ekspor,” lanjut Setia.

Beberapa produk seperti jarum suntik, alat diagnostik, dan hospital furniture dari Indonesia telah menembus pasar ASEAN dan Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa industri lokal telah mulai mengisi celah kebutuhan pasar global.

Sinergi Lintas Sektor dan Reformasi TKDN

Untuk memperkuat posisi industri, Kemenperin menggandeng Kementerian Kesehatan serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kolaborasi ini bertujuan memperbesar porsi produk dalam negeri dalam sistem e-Katalog. Sejauh ini, sektor kesehatan mencatatkan peningkatan signifikan: dari hanya 8 persen pada 2019 menjadi 48 persen pada 2024.

Kemenperin juga tengah merombak sistem penilaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar lebih transparan, fleksibel, dan memberikan nilai tambah nyata bagi pelaku industri lokal. Reformasi ini diharapkan memberi kemudahan sekaligus dorongan agar industri lebih berani berinovasi dan memperdalam struktur produksinya.

“Dengan pendekatan kolaboratif dan keberpihakan pada produk lokal, kita optimistis Indonesia bisa jadi pemain global di sektor alat kesehatan,” kata Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Solehan.

Produksi CT Scan Lokal dan Harapan Masa Depan

Salah satu langkah konkret dalam mendorong produksi lokal adalah kerja sama antara PT GE HealthCare dan PT Forsta Kalmedic Global (anak usaha Kalbe Farma) yang memproduksi mesin CT scan di Bogor, Jawa Barat. CT scan merupakan salah satu alat diagnostik vital yang hingga kini masih 100 persen diimpor.

Menurut Yvone Astri Della Sijabat, Direktur Forsta, pembangunan pabrik ini menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan impor dan memperluas akses layanan kesehatan. Kapasitas produksinya mencapai 52 unit per tahun, dengan kebutuhan nasional diperkirakan 306 unit hingga 2027.

Proses perakitan CT scan dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang telah dilatih oleh principal GE. Ke depannya, produksi akan diarahkan menggunakan bahan baku dan komponen lokal secara bertahap, termasuk rencana pengembangan ke teknologi MRI yang saat ini juga masih diimpor.

Elie Chaillot, CEO GE HealthCare International, menyampaikan bahwa pabrik ini memungkinkan perusahaan lebih cepat menjawab kebutuhan domestik tanpa mengabaikan standar mutu dan keamanan global. “Ini bukan hanya investasi ekonomi, tapi juga kontribusi untuk penguatan tenaga kerja dan teknologi kesehatan di Indonesia,” tegasnya.