Kamis, September 3, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 91

UMKM Batik Jadi Penggerak Ekonomi di Momentum Hari Batik Nasional 2025

0

Menyambut Hari Batik Nasional 2025, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem UMKM Batik agar mampu berperan lebih besar, tidak hanya sebagai penjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona, menyampaikan bahwa peringatan Hari Batik Nasional tahun ini menjadi refleksi penting. Batik, menurutnya, bukan sekadar simbol identitas budaya, melainkan juga sumber penghidupan bagi ribuan perajin, pengusaha mikro, hingga komunitas lokal yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

“Sejak UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009, Hari Batik Nasional harus menjadi pengingat bahwa tradisi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berdampingan. Batik harus menjadi kekuatan Indonesia dalam percaturan global,” ujar Sudaryano dalam acara Batik Outlook 2025 sekaligus peluncuran Festival Batik 3 Kota di Jakarta, Kamis (2/10).

Festival Tiga Kota, Inovasi, dan Generasi Muda

Sudaryano menambahkan, Kementerian UMKM terus memberi dukungan bagi ekosistem batik melalui program Juragan UMKM dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dukungan tersebut hadir dalam bentuk akses pasar lewat pameran, bazar, hingga pengembangan kanal penjualan digital. “Kami ingin UMKM menjadi garda terdepan yang menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain itu, penguatan citra batik sebagai warisan dunia juga menjadi fokus utama. Pemerintah mendorong generasi muda untuk bangga mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi desain, penerapan teknologi modern dalam produksi, hingga penggunaan material ramah lingkungan terus ditekankan demi menjaga keberlanjutan UMKM Batik.

Festival Batik yang digelar di tiga kota—Pekalongan, Magelang, dan Malang—menjadi salah satu langkah konkret. Menurut Sudaryano, ketiga kota ini dipilih karena memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi sekaligus membuka jalan bagi inovasi batik.

Peran Daerah dalam Menjaga Ekosistem Batik

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa ekonomi lokal di daerahnya sangat bergantung pada industri batik. “Sekitar 70 persen produksi batik nasional berasal dari Pekalongan, dan 20 persen di antaranya sudah masuk ke pasar internasional,” katanya. Sebagai Kota Batik Dunia, Pekalongan diharapkan terus memperkuat posisi batik Indonesia di kancah global.

Dari Malang, Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan tentang program Kemis Mbois, yakni kewajiban mengenakan batik khas Malang setiap hari Kamis bagi ASN maupun masyarakat umum. Program yang sudah berjalan dua tahun ini terbukti meningkatkan permintaan batik lokal dan memberi dampak positif bagi perajin.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan upaya daerahnya untuk meningkatkan daya saing batik melalui pembangunan IKM Center. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai ruang promosi, produksi, sekaligus uji mutu produk UMKM, termasuk batik. “Kami ingin kualitas produk UMKM Magelang bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Unik dan Menguntungkan, Inilah 5 Bisnis Anti Mainstream untuk Pemula

Memulai usaha tidak selalu harus mengikuti tren yang sudah ramai digeluti banyak orang. Justru, memilih jalur berbeda bisa membuka peluang baru. Ada banyak bisnis anti mainstream yang bisa dijalankan dengan modal minim namun tetap berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Konsep ini cocok terutama untuk pemula yang ingin menonjol dan tidak sekadar ikut-ikutan.

Alasan mengapa bisnis anti mainstream semakin diminati adalah karena pasar selalu mencari sesuatu yang unik dan berbeda. Di tengah persaingan ketat, produk atau jasa yang tampil beda biasanya lebih cepat menarik perhatian. Modal yang dibutuhkan pun tidak selalu besar, yang penting adalah kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen.

5 Ide Bisnis Unik yang Bisa Dicoba

Berikut beberapa ide yang bisa menjadi inspirasi untuk memulai langkah pertama:

  1. Jasa Dekorasi Custom untuk Acara Kecil
    Banyak orang hanya fokus pada dekorasi acara besar seperti pernikahan. Padahal, ada pasar potensial untuk dekorasi ulang tahun, lamaran sederhana, atau acara keluarga. Dengan sentuhan kreatif dan modal minim, ide ini bisa menjadi peluang.

  2. Bisnis Tanaman Mini dalam Pot Unik
    Tren urban farming membuat tanaman hias semakin digemari. Namun, alih-alih menjual tanaman biasa, coba tawarkan tanaman mini dengan pot custom seperti bentuk karakter, kaligrafi, atau desain lucu. Nilai tambah inilah yang membuat bisnis lebih menarik.

  3. Snack Sehat dengan Kemasan Kreatif
    Kebanyakan orang menjual camilan dengan konsep biasa. Cobalah memproduksi snack sehat seperti granola bar, keripik sayur, atau cookies rendah gula, lalu kemas dengan branding yang fun dan kekinian. Bisnis ini bisa dimulai dari dapur rumah dengan biaya kecil.

  4. Jasa Menulis Surat atau Kartu Personal
    Meski terdengar klasik, jasa menulis surat tangan atau kartu ucapan personal masih punya pasar tersendiri. Banyak orang mencari sentuhan personal yang tidak bisa digantikan digital. Modalnya? Hanya kertas berkualitas, pena, dan kreativitas.

  5. Rental Barang Unik untuk Konten Sosial Media
    Konten kreator sering butuh properti unik seperti kamera instax, dekorasi retro, atau outfit vintage. Dengan menyewakan barang-barang seperti ini, pemula bisa menjalankan bisnis anti mainstream tanpa harus punya toko besar.

Kunci Sukses Menjalankan Bisnis Anti Mainstream

Menjalankan ide unik memang menarik, tapi tetap perlu strategi agar bisa bertahan lama. Pertama, lakukan riset kecil untuk memahami siapa target pasar dan seberapa besar peluangnya. Kedua, manfaatkan media sosial sebagai etalase gratis untuk mempromosikan produk. Ketiga, jangan ragu menambahkan ciri khas yang membedakan dari kompetitor.

Selain itu, penting untuk menjaga kualitas meskipun modal terbatas. Konsumen akan lebih mudah merekomendasikan produk atau jasa jika mereka puas dengan pengalaman yang diberikan. Dengan begitu, bisnis kecil bisa tumbuh lebih cepat lewat promosi dari mulut ke mulut.

Pada akhirnya, memilih jalur bisnis anti mainstream bukan hanya soal tampil beda, tetapi juga soal berani menghadirkan solusi kreatif yang belum banyak ditawarkan orang lain. Dengan modal minim dan strategi yang tepat, pemula pun bisa membangun usaha yang menjanjikan.

Pengolahan Nonmigas Jadi Tulang Punggung Ekspor Nasional, Kontribusi Tembus 72,55%

0

Industri pengolahan nonmigas kembali menegaskan perannya sebagai penopang utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, kontribusinya terhadap total ekspor nasional mencapai 72,55 persen atau senilai US$13,22 miliar. Angka tersebut menegaskan bahwa sektor manufaktur, khususnya pengolahan nonmigas, masih menjadi mesin utama penggerak ekspor Tanah Air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan capaian ini menunjukkan daya tahan industri nasional di tengah ketidakpastian global. “Kontribusi lebih dari 70 persen membuktikan bahwa industri pengolahan nonmigas adalah penyumbang devisa terbesar sekaligus mesin utama ekspor Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/10).

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ekspor industri pengolahan nonmigas pada Agustus 2025 naik 7,91 persen. Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, total ekspornya menembus US$104,43 miliar dengan kontribusi 71,32 persen terhadap keseluruhan ekspor nasional.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi penopang kinerja positif ini. Besi dan baja mencatat nilai ekspor US$2,79 miliar atau tumbuh 18,74 persen secara tahunan. Produk mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$1,42 miliar, naik 12,45 persen. Sementara produk kimia dan farmasi mencatat US$940 juta, meningkat 9,3 persen. Adapun makanan dan minuman olahan menyumbang US$1,1 miliar, naik 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hilirisasi dan Substitusi Impor Jadi Fokus

Di sisi lain, impor bahan baku dan penolong bagi industri pengolahan nonmigas pada Agustus 2025 mencapai US$11,35 miliar, atau sekitar 74,5 persen dari total impor nasional. Agus menilai kondisi ini positif karena sebagian besar impor digunakan untuk kebutuhan produksi, bukan konsumsi akhir.

“Komposisi impor bahan baku yang tinggi menandakan bahwa aktivitas industri dalam negeri terus bergerak. Bahan baku itu nantinya diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang kita ekspor kembali,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan, pemerintah terus mendorong hilirisasi serta program substitusi impor. Menurut Agus, kebijakan hilirisasi akan memperluas basis ekspor, sementara substitusi impor memperkuat kemandirian industri bahan baku domestik.

Selain itu, Kemenperin memperkuat kerja sama internasional guna memperluas akses pasar serta memastikan iklim investasi industri tetap kondusif. “Dengan kontribusi besar terhadap ekspor, sektor pengolahan nonmigas terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat daya saing industri agar Indonesia mampu menjadi pemain penting dalam rantai pasok global,” tegasnya.

Capaian ekspor tersebut selaras dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian. Pada September 2025, IKI tercatat sebesar 53,02 poin, masih dalam zona ekspansi meski sedikit melemah dibanding Agustus 2025 yang berada di angka 53,55 poin. Secara tahunan, pencapaian ini tetap lebih baik dibanding September 2024 yang mencatat 52,48 poin.

Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 21 subsektor tercatat ekspansif, sementara hanya dua subsektor yang masih berada di zona kontraksi. IKI ekspor berada di level 53,99 poin, sedangkan IKI domestik mencapai 51,92 poin. Data ini mengindikasikan aktivitas industri tetap tumbuh positif, meski di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.

UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp1,2 Miliar di Hari Pertama Inacraft 2025

0

Kehadiran Inacraft 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), 1–5 Oktober 2025, kembali membuktikan diri sebagai panggung besar bagi industri kerajinan nasional. Pada hari pertama, 32 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) sukses membukukan transaksi lebih dari Rp1,2 miliar, sebuah capaian yang menegaskan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa sebelum terjun ke Inacraft 2025, pihaknya telah menyiapkan UMKM binaan melalui kurasi, pelatihan branding, packaging, storytelling, hingga strategi display booth. “Kesiapan ini terbukti berdampak positif. Penjualan langsung mencatatkan hasil signifikan sejak hari pertama,” ujar Fadjar.

Kisah Sukses UMKM di Panggung Inacraft

Salah satu cerita sukses datang dari Kainnesia, UMKM asal Yogyakarta yang dimiliki Nur Salam. Hanya sehari setelah pameran dibuka, Kainnesia mengantongi kontrak pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta dari perusahaan pelayaran serta sejumlah kementerian.

Tidak kalah menarik, Smart Batik (CV Smart Batik Indonesia) milik Miftahudin Nur Insan juga mencuri perhatian. Menawarkan Batik Sawit yang ramah lingkungan, Smart Batik mencatatkan transaksi lebih dari Rp125 juta. Produk ini sebelumnya bahkan sudah dipakai Presiden Prabowo Subianto, menteri, wakil menteri, hingga kalangan artis di panggung Anugerah Komedi Indonesia 2025. “Tampil di Inacraft memberi dampak luar biasa, baik dari penjualan maupun perluasan jaringan buyer,” ungkap Miftahudin.

Dalam Inacraft 2025, Pertamina menampilkan konsep booth “Youthpreneur: Craft, Culture, Future”. Booth ini tidak hanya menjadi etalase produk wastra, kriya, fesyen, dan kuliner, tetapi juga ruang business matching dengan calon pembeli, hingga menghadirkan aktivasi digital seperti lucky dip dan mobcast untuk menarik pengunjung.

Secara total, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di beberapa titik strategis pameran: 18 UMKM sektor wastra, kriya, fesyen, dan aksesori di Lobby Hall A; enam UMKM makanan dan minuman di Talam Hall B; serta tujuh UMKM co-branding yang membeli booth mandiri.

Fadjar menegaskan, dukungan ini bukan sekadar promosi, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina untuk memperkuat ekosistem UMKM. “Program ini sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat industri kreatif,” jelasnya.

Dampak Lanjutan Pasca Inacraft

Pertamina juga memastikan dukungan tidak berhenti di pameran. Setelah Inacraft 2025, UMKM binaan akan tetap mendapatkan pendampingan, mulai dari evaluasi transaksi, penjajakan kerja sama bisnis, hingga dukungan ekspor agar keberlanjutan usaha mereka semakin terjaga.

Keberhasilan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal mampu bersaing dan terus berkembang di pasar global. Inacraft bukan hanya ajang jual beli, melainkan jembatan penting untuk membawa kerajinan Indonesia ke pentas dunia.

5 Teknik Closing Pemula yang Ampuh Bikin Jualan Cepat Laku

Bagi siapa pun yang baru terjun ke dunia bisnis, memahami teknik closing pemula adalah kunci agar penjualan bisa cepat menghasilkan. Banyak orang sudah jago menawarkan produk, tapi sering bingung saat masuk ke tahap akhir: bagaimana mengubah calon pelanggan menjadi pembeli. Tanpa strategi yang tepat, momen emas ini bisa terlewat begitu saja.

Dengan menguasai teknik closing pemula, penjual bisa lebih percaya diri menghadapi keberatan calon pelanggan dan mengarahkan percakapan menuju keputusan membeli. Bahkan, beberapa teknik ini bisa langsung dipraktikkan tanpa perlu pengalaman panjang. Mari bahas lebih jauh.

5 Teknik Closing Jualan yang Efektif

  1. Teknik Trial Closing
    Jangan menunggu sampai akhir percakapan untuk tahu minat pelanggan. Ajukan pertanyaan ringan seperti, “Mau coba varian yang ini atau yang itu?” Cara ini membantu mengukur kesiapan pelanggan sekaligus mengarahkan mereka ke pilihan tertentu.

  2. Teknik Scarcity (Keterbatasan)
    Rasa takut kehilangan sering membuat orang lebih cepat mengambil keputusan. Sampaikan bahwa stok terbatas atau promo hanya berlaku sampai hari tertentu. Namun ingat, harus jujur agar kepercayaan tetap terjaga.

  3. Teknik Assumptive Closing
    Dalam teknik ini, penjual bertindak seolah-olah pelanggan sudah siap membeli. Contohnya dengan bertanya, “Produk ini mau dikirim ke alamat yang sama dengan pesanan sebelumnya?” Teknik ini efektif bila pelanggan sudah menunjukkan minat kuat.

  4. Teknik Benefit Closing
    Fokuskan pada manfaat utama produk, bukan hanya fitur. Misalnya, bukan sekadar menyebut “smartphone ini punya RAM 8GB”, tapi “smartphone ini bisa buka banyak aplikasi tanpa lemot, jadi kerjaan lebih cepat selesai.” Dengan begitu, pelanggan merasa langsung mendapat solusi dari kebutuhannya.

  5. Teknik Alternative Choice
    Alih-alih menanyakan “mau beli atau tidak?”, lebih baik tawarkan dua pilihan. Misalnya, “Mau ambil paket reguler atau premium?” Pertanyaan semacam ini mendorong pelanggan tetap mengambil keputusan membeli.

Kenapa Teknik Closing Penting untuk Pemula?

Menguasai teknik closing pemula bukan hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga soal membangun kepercayaan dengan pelanggan. Pemula sering kali grogi saat berhadapan dengan keberatan atau pertanyaan sulit. Dengan teknik yang tepat, proses ini jadi lebih natural dan tidak terasa memaksa.

Selain itu, teknik closing juga bisa membantu pemula belajar membaca bahasa tubuh dan pola komunikasi pelanggan. Hal ini penting agar penjual bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk menutup transaksi.

Dari Motor hingga Peralatan Siaran, Kargo MotoGP Mandalika 2025 Sudah Lengkap di Lombok

0

Kedatangan Kargo MotoGP Mandalika 2025 akhirnya tuntas setelah pesawat terakhir mendarat di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, pada Selasa malam (30/9/2025). Dengan tibanya pesawat kelima yang membawa logistik balapan, seluruh perlengkapan resmi untuk perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia kini sudah lengkap berada di Tanah Air.

Proses distribusi logistik ini berlangsung selama dua hari, melibatkan lima penerbangan kargo besar yang masing-masing mengangkut puluhan ton perlengkapan. Kargo tersebut langsung dipindahkan dari bandara menuju Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, dengan pengawalan ketat.

Detail Kedatangan Logistik

Pada hari Senin (29/9/2025), dua penerbangan pertama tiba dengan membawa peralatan tim dan perlengkapan pendukung. Kemudian pada Selasa (30/9/2025), tiga pesawat tambahan mendarat untuk melengkapi seluruh logistik.

Rinciannya, pesawat ketiga tiba pukul 14.35 WITA dengan bobot muatan 77.053 kilogram. Pesawat keempat mendarat pukul 17.00 WITA membawa 58.908 kilogram kargo, dan pesawat kelima yang menjadi penerbangan terakhir tiba pukul 22.10 WITA dengan 80.070 kilogram. Jika digabungkan dengan kedatangan sehari sebelumnya, total bobot logistik mencapai lebih dari 390 ton.

Jumlah tersebut bukan hanya motor balap kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3, melainkan juga ratusan boks suku cadang, perangkat elektronik untuk telemetri, perlengkapan paddock, hingga peralatan siaran langsung. Kompleksitas kargo ini mencerminkan skala global ajang balap motor paling bergengsi dunia.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas lancarnya distribusi logistik. “Dengan kedatangan terakhir ini, seluruh kebutuhan teknis untuk balapan sudah lengkap di Lombok. Total lebih dari 390 ton logistik berhasil tiba sesuai jadwal, mulai dari motor balap, perangkat elektronik, hingga perlengkapan penyiaran. Hal ini berkat koordinasi erat antara bandara, otoritas penerbangan, kepolisian, dan semua pihak terkait,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Priandhi menegaskan bahwa kelancaran distribusi ini menjadi bukti kesiapan Lombok untuk kembali menjadi tuan rumah ajang dunia. Kehadiran Kargo MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya soal kedatangan motor-motor pabrikan besar seperti Ducati, Yamaha, Honda, KTM, dan Aprilia, tetapi juga meliputi perlengkapan vital lain yang menjamin kelancaran kompetisi.

Dari Paddock hingga Perlengkapan untuk Broadcasting

Logistik yang tiba mencakup berbagai perangkat penting. Motor balap utama beserta suku cadang khusus didatangkan dalam kondisi siap digunakan. Selain itu, ada ratusan perangkat elektronik seperti sensor data, komputer analisis, hingga kamera on-board yang akan menayangkan momen balapan langsung dari lintasan.

Untuk paddock, ratusan boks berisi tenda, peralatan mekanik, serta material dekorasi tim juga sudah berada di lokasi. Sementara itu, peralatan penyiaran menjadi salah satu kargo terpenting, sebab tanpanya balapan tidak akan bisa disiarkan secara langsung ke lebih dari 200 negara.

Dengan seluruh kargo yang telah tiba, persiapan menuju race day kini memasuki tahap akhir. Kehadiran Kargo MotoGP Mandalika 2025 sekaligus menandai kesiapan Indonesia, khususnya Lombok, untuk menyelenggarakan salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia dengan standar internasional.

Sektor Manufaktur Tetap Tangguh, Industri Nasional Tunjukkan Sinyal Pemulihan

0

Kinerja industri pengolahan Tanah Air kembali membuktikan bahwa Sektor Manufaktur Tetap Tangguh meski dinamika global dan domestik terus berubah. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) September 2025 yang berada di level 53,02. Angka tersebut masih menandakan fase ekspansi, meskipun sedikit melambat dibanding Agustus lalu yang mencapai 53,55.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja bulan September 2025 justru lebih baik. IKI tercatat naik 0,54 poin dari posisi September 2024 yang berada di angka 52,48. Fakta ini menguatkan keyakinan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Perubahan Signifikan di Sektor Produksi

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menuturkan bahwa perubahan terbesar terlihat pada variabel produksi. Pada Agustus 2025, sebagian besar subsektor masih dalam tekanan, dengan 19 subsektor kontraksi dan hanya empat yang mampu mencatat ekspansi. Namun, situasi berbalik di bulan September.

“Tercatat ada 12 subsektor industri yang masuk zona ekspansi, sementara yang mengalami kontraksi tersisa 11 subsektor. Aktivitas produksi meningkat, salah satunya didorong permintaan yang membaik serta ketersediaan bahan baku dan dukungan teknologi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9).

Delapan subsektor bahkan berhasil berbalik arah dari kontraksi menjadi ekspansif. Beberapa di antaranya adalah industri kulit dan alas kaki, industri pengolahan kayu, bahan kimia, farmasi, kendaraan bermotor, hingga furnitur. Perubahan status tersebut dipicu faktor musiman, meningkatnya kebutuhan pasar, serta penurunan persediaan yang membuat produsen meningkatkan produksi.

Meski demikian, perlambatan IKI tetap dipengaruhi turunnya indeks variabel pesanan dan persediaan. Pesanan pada September berada di level 53,79, turun dari 57,38 di bulan sebelumnya. Sedangkan persediaan produk juga terkoreksi menjadi 55,86, meski masih dalam zona ekspansif.

“Memang terjadi kontraksi pada variabel produksi dalam beberapa bulan terakhir, tapi perbaikan signifikan di September memberi sinyal pemulihan. Pelaku usaha tampaknya mulai lebih percaya diri, meski tetap berhati-hati melihat arah permintaan,” jelas Febri.

Kontribusi Besar ke PDB

Secara keseluruhan, 21 subsektor yang berada di jalur ekspansi menyumbang hampir 97,8 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2025. Sektor dengan kinerja terbaik antara lain industri minuman serta pencetakan dan reproduksi media rekaman, didukung oleh kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan.

Namun, ada juga subsektor yang tertekan, seperti industri komputer, elektronik, dan optik. Penurunan ini dipicu lemahnya permintaan domestik dan ekspor, serta derasnya impor produk murah, terutama dari Tiongkok.

Sementara itu, subsektor jasa reparasi mesin juga mengalami kontraksi akibat berkurangnya pesanan dari industri utama, khususnya otomotif. Menurut Febri, sifat bisnis subsektor ini yang bergantung pada jadwal perawatan dan overhaul membuatnya sangat fluktuatif.

Dengan hasil tersebut, Kemenperin menegaskan bahwa Sektor Manufaktur Tetap Tangguh menghadapi tekanan global. Meskipun beberapa subsektor masih berjuang, mayoritas industri tetap dalam jalur ekspansi, menandakan prospek jangka menengah yang cukup positif.

“Yang terpenting, tren September memperlihatkan perbaikan signifikan. Ini menjadi sinyal bahwa industri nasional tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan bersiap untuk terus tumbuh,” tutup Febri.

Trik Hemat! Cara Membuat Kemasan Produk Menarik dengan Budget Minim

Di dunia bisnis, tampilan luar sering kali menjadi faktor pertama yang menarik perhatian konsumen. Tak heran jika banyak pelaku usaha berlomba membuat kemasan produk menarik agar brand mereka menonjol di pasar. Namun, tantangannya jelas: bagaimana menghasilkan kemasan yang estetik dan profesional tanpa harus menguras modal? Kenyataannya, kemasan produk menarik tidak selalu harus mahal. Dengan strategi tepat, UMKM bahkan bisa menghadirkan packaging yang kreatif meski dengan budget minim.

Konsumen saat ini tidak hanya melihat kualitas isi, tetapi juga nilai tambah dari kemasan. Kemasan bisa membangun citra, menyampaikan identitas brand, hingga memberikan pengalaman berbeda saat produk dibuka. Jadi, kemasan produk menarik bukan sekadar pelindung, tapi juga alat pemasaran yang bisa meningkatkan penjualan.

Strategi Bikin Kemasan Produk Menarik dengan Biaya Efisien

Salah satu kunci membuat packaging yang tetap eye-catching dengan anggaran terbatas adalah pemilihan material. Tidak semua kemasan harus menggunakan bahan mahal. Kardus daur ulang, kertas kraft, atau plastik ramah lingkungan kini banyak dipakai brand ternama karena selain hemat biaya, juga memberi kesan peduli lingkungan. Hal ini bisa menjadi nilai jual tambahan di mata konsumen.

Selain bahan, desain juga memainkan peran penting. Alih-alih mengeluarkan biaya besar untuk jasa desainer profesional, banyak UMKM kini memanfaatkan platform desain gratis atau template siap pakai. Dengan sedikit kreativitas, logo sederhana yang dicetak di stiker atau ditempel di kemasan polos sudah mampu meningkatkan kesan profesional.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah konsistensi. Warna, font, dan elemen visual yang digunakan harus sejalan dengan identitas brand. Misalnya, bisnis kopi rumahan bisa memilih nuansa earthy tone untuk menekankan kesan natural, sedangkan produk kecantikan bisa menggunakan warna pastel untuk menonjolkan kelembutan. Konsistensi visual ini akan membantu konsumen lebih mudah mengingat brand.

Selain itu, personalisasi sederhana juga bisa meningkatkan nilai kemasan. Contohnya, menambahkan ucapan terima kasih pada kemasan atau mencetak nama pelanggan pada stiker kecil. Gestur kecil ini sering membuat konsumen merasa dihargai dan lebih loyal terhadap brand.

Di era digital, packaging juga bisa menjadi media promosi. Pastikan mencantumkan akun media sosial atau QR code di kemasan agar konsumen mudah terhubung dengan bisnis. Cara ini praktis, murah, dan bisa memperluas jangkauan pasar.

Membangun citra brand melalui kemasan produk menarik bukan berarti harus mengorbankan banyak biaya. Dengan pemilihan material yang tepat, desain kreatif, konsistensi brand, dan sedikit sentuhan personal, UMKM bisa menghadirkan kemasan yang memikat hati konsumen meski dengan budget terbatas. Ingat, kemasan adalah investasi, bukan sekadar biaya. Jika dikelola dengan bijak, ia bisa menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan daya saing dan penjualan bisnis.

MotoGP Indonesia 2025 Siap Digelar, Mandalika Jadi Pusat Perhatian Dunia

0

Gelaran MotoGP Indonesia 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, dipastikan menjadi salah satu seri paling bergengsi musim ini. Ajang ini bukan hanya menyajikan aksi balap penuh adrenalin, tetapi juga menegaskan transformasi Mandalika sebagai destinasi sportainment kelas dunia. Sorotan publik tertuju pada Marc Marquez, legenda MotoGP, yang ditunggu kiprahnya di lintasan Mandalika yang terkenal menantang.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan, kehadiran MotoGP Indonesia 2025 adalah momentum besar bagi Indonesia. “Ajang ini memperkuat nation branding Indonesia sekaligus menempatkan Mandalika dalam jajaran destinasi global. MotoGP bukan sekadar balapan, melainkan warisan berharga yang memberi dampak positif pada olahraga, pariwisata, hingga kebanggaan nasional,” ujarnya di Jakarta.

Dampak Nyata untuk Daerah dan UMKM

Pemerintah Provinsi NTB juga menyambut antusias penyelenggaraan ajang ini. Kepala Dinas Kominfotik NTB, Yusron Hadi, menyebut dampak MotoGP sangat terasa, khususnya pada sektor pariwisata. “Tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika sudah mencapai 100%, sementara di luar kawasan rata-rata 85%. Lebih dari itu, UMKM lokal juga ikut merasakan manfaat langsung melalui berbagai program pemberdayaan,” ungkapnya.

MotoGP di Mandalika disebut bukan sekadar tontonan, melainkan pesta rakyat. Pemerintah daerah bahkan menyiapkan program tiket khusus untuk warga dan ASN agar masyarakat bisa ikut larut dalam euforia ajang balap dunia tersebut.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menambahkan bahwa MotoGP memiliki nilai promosi yang luar biasa. Menurutnya, ajang ini disiarkan di lebih dari 200 negara dengan jumlah penonton mencapai 700 juta pasang mata. “Nilai exposure-nya tidak ternilai. Selain itu, event internasional seperti ini juga mendorong perputaran ekonomi dan membuka lapangan kerja baru. Tahun ini, sekitar 2.073 tenaga kerja diserap, termasuk 380 marshal yang seluruhnya putra bangsa dan dilatih langsung oleh instruktur FIM,” jelas Maya.

Persiapan Matang dan Antusiasme Penonton

PT Pertamina Patra Niaga sebagai naming partner juga menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan. Menurut Direktur Pemasaran Regional, Eko Ricky Susanto, Pertamina ingin menjadikan MotoGP Indonesia 2025 sebagai panggung global yang tidak hanya menampilkan kecepatan, tetapi juga mengangkat citra Mandalika, Lombok, dan NTB di mata dunia.

Menjelang race week, ITDC dan MGPA memastikan seluruh persiapan teknis rampung sesuai standar FIM, mulai dari lintasan hingga fasilitas marshal. Lebih dari 2.000 volunteer telah disiapkan, dengan 100% marshal berasal dari NTB.

Tak hanya balapan, rangkaian acara MotoGP juga diramaikan oleh Riders Parade di Mataram pada 1 Oktober, program edukasi Riders Go To School sehari setelahnya, serta konser musik internasional bertajuk When Music Meets Speed – Burn The Limits! pada 3–5 Oktober. Semua ini diharapkan menghadirkan kombinasi sempurna antara olahraga dan hiburan kelas dunia.

Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menyebut Mandalika sebagai salah satu sirkuit terindah di dunia. “Kami yakin balapan di sini akan menjadi salah satu tontonan spektakuler musim ini,” katanya.

Hingga 29 September 2025, penjualan tiket resmi melalui laman www.themandalikagp.com sudah mencapai 89,35% dari total kapasitas 50.870 kursi. Khusus bagi warga NTB dan ASN, panitia menyediakan harga tiket khusus agar semakin banyak masyarakat yang bisa ikut merasakan atmosfer balapan paling bergengsi ini.

Dengan antusiasme yang begitu besar, MotoGP Indonesia 2025 diyakini akan menjadi salah satu seri paling berkesan dalam kalender MotoGP sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung olahraga dunia.

Pasar Kripto Indonesia Catat Pertumbuhan 103%, Kini Terbesar Kedua di Asia-Pasifik

0

Pasar Kripto Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dan kini menempati posisi sebagai yang terbesar kedua di kawasan Asia-Pasifik (APAC). Berdasarkan laporan terbaru Chainalysis bertajuk 2025 Geography of Cryptocurrency Report, tercatat lonjakan adopsi aset digital dengan nilai transaksi on-chain naik 103 persen dalam periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai capaian ini sejalan dengan realitas di lapangan. Menurutnya, jumlah investor kripto di Tanah Air meningkat pesat, diiringi dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan baik di pasar spot maupun derivatif yang konsisten naik.

“Komunitas kripto di daerah juga semakin solid. Mereka menjadi motor penggerak dalam edukasi dan memperluas adopsi kripto. Fakta bahwa Indonesia berada di urutan kedua setelah Jepang adalah pencapaian luar biasa,” ujar Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/9).

Peran Generasi Muda dan Regulasi yang Semakin Jelas

Pertumbuhan Pasar Kripto Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi generasi muda. Sebagai digital native, kelompok ini terbiasa dengan teknologi dan berani menjajal inovasi baru di sektor keuangan digital. “Mereka adalah motor utama dalam memperkuat ekonomi digital nasional,” kata Calvin.

Tokocrypto sendiri mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 10 persen secara tahunan hingga Juli 2025. Meski pasar kripto global sempat berfluktuasi, minat masyarakat domestik tetap kuat. “Kami optimistis tren ini berlanjut. Dengan kondisi makroekonomi yang kondusif, investor maupun trader akan semakin aktif kembali. Tokocrypto berkomitmen menghadirkan inovasi agar partisipasi masyarakat berlangsung mudah, aman, dan transparan,” tambahnya.

Selain faktor demografi, dukungan regulasi yang lebih matang ikut memperkuat ekosistem. Langkah pemerintah dan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan konsumen. Aturan yang lebih jelas mendorong pelaku industri untuk mengembangkan inovasi produk sekaligus memperluas inklusi keuangan digital.

Momentum Jadi Hub Kripto Regional

Laporan Chainalysis menegaskan pertumbuhan Pasar Kripto Indonesia bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan mulai mengambil peran penting di kawasan. Lonjakan 103 persen dalam setahun terakhir menunjukkan ekosistem nasional semakin matang dan siap bersaing.

Calvin menyebut, pada beberapa periode, volume transaksi kripto di Asia-Pasifik bahkan mampu melampaui Amerika Utara, menandakan adanya pergeseran pusat gravitasi industri digital global. “Dengan momentum yang ada, Indonesia punya peluang besar menjadi hub kripto regional pada paruh kedua 2025,” ujarnya.

Asia-Pasifik sendiri kini tercatat sebagai kawasan dengan pertumbuhan kripto tercepat di dunia. Nilai transaksi on-chain bulanan di wilayah ini meningkat tajam dari sekitar 81 miliar dolar AS pada pertengahan 2022 menjadi puncaknya 244 miliar dolar AS di akhir 2024. Hingga pertengahan 2025, meski turun dari angka tertinggi, nilai transaksi tetap bertahan di atas 185 miliar dolar AS per bulan.

Kondisi tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci. Dengan kombinasi demografi muda, regulasi yang semakin jelas, serta inovasi dari berbagai platform perdagangan aset digital, prospek Pasar Kripto Indonesia diperkirakan akan semakin cerah dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional.