Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 90

Selain Media Sosial, Ini Alat Pemasaran untuk UMKM yang Masih Relevan di Era Digital

Saat ini, media sosial memang jadi primadona dalam dunia promosi, apalagi bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Tapi, bukan berarti itu satu-satunya jalan. Faktanya, masih ada banyak alat pemasaran untuk UMKM yang tetap relevan, bahkan bisa lebih efektif tergantung target pasar yang dituju. Kalau kamu sedang cari alternatif selain media sosial, baca tips dari Berempat.com ini sampai habis yaa.

Di era digital yang serba cepat, pemilik UMKM memang harus jeli memilih strategi. Pemasaran untuk UMKM bukan hanya tentang eksis di TikTok atau Instagram, tapi juga soal membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Nah, di sinilah pentingnya eksplorasi saluran pemasaran lainnya.

Alat Pemasaran Selain Media Sosial yang Patut Dicoba UMKM

  1. Email Marketing
    Meski terkesan kuno, email marketing masih punya kekuatan besar. Bayangkan, kamu bisa langsung masuk ke kotak masuk pelanggan dengan penawaran menarik, info promo, atau tips bermanfaat. Gunakan tools gratis seperti Mailchimp untuk mulai membangun daftar email pelangganmu. Ini sangat cocok sebagai strategi pemasaran untuk UMKM yang ingin tampil profesional tanpa biaya besar.

  2. Google Bisnisku
    UMKM yang punya toko fisik wajib banget manfaatin Google Bisnisku. Dengan mendaftarkan bisnismu, calon pelanggan bisa menemukan lokasi, jam buka, review, dan kontak kamu lewat pencarian Google. Ini seperti brosur digital yang aktif 24 jam!

  3. WhatsApp Business
    Komunikasi cepat, langsung, dan akrab—itulah kekuatan WhatsApp Business. Kamu bisa atur katalog produk, jadwal balas pesan otomatis, bahkan memisahkan chat pribadi dan bisnis. Ini cocok banget buat UMKM yang mau pelayanan pelanggan tetap hangat dan cepat.

  4. Marketplace dan E-commerce
    Kalau kamu jual produk fisik, jangan ragu untuk manfaatkan marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Banyak konsumen lebih nyaman belanja dari platform yang mereka percaya. Pastikan deskripsi produk jelas dan fotonya menarik ya!

  5. Media Cetak dan Kegitatan yg Bersifat Offline
    Jangan anggap remeh brosur, banner, atau komunitas sekitar. UMKM yang berbasis lokal bisa tetap menjangkau pelanggan baru lewat kegiatan offline. Misalnya, ikut bazar atau kolaborasi dengan komunitas lokal. Kombinasi offline dan online justru bisa memperkuat branding.

Pemasaran untuk UMKM tak harus bergantung pada media sosial saja. Masih banyak alat lain yang bisa membantu bisnismu dikenal lebih luas, bahkan membangun kepercayaan yang lebih dalam dengan pelanggan. Kuncinya adalah konsisten, kreatif, dan paham siapa target pasarmu. Jadi, sudah siap eksplorasi strategi baru?

Bitcoin Turun Imbas Gejolak Global, Pasar Kripto Diterpa Aksi Likuidasi Massal

0

Bitcoin turun tajam dan sempat menyentuh level di bawah USD105 ribu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. Ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik antara Israel dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar. Saat ini, investor tampaknya mulai mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman. Fenomena Bitcoin turun ini tidak hanya terjadi karena isu geopolitik, tetapi juga dipicu oleh likuidasi besar-besaran di pasar derivatif dan spot, yang berdampak cukup luas ke seluruh sektor kripto.

Berdasarkan data dari Coinglass, nilai likuidasi bitcoin tercatat mencapai USD1,148 juta. Di sisi lain, volume perdagangan kripto terpopuler ini menyentuh angka USD369 miliar. Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset digital global mengalami koreksi sebesar 3,38 persen.

Tak hanya Bitcoin, aset kripto lain juga ikut melemah. Ethereum (ETH) terpantau turun hingga 9,5 persen, XRP melemah 5,71 persen, dan Solana (SOL) terkoreksi 10,16 persen. Situasi ini menciptakan pola pergerakan yang mengingatkan para pelaku pasar pada dinamika serupa yang sempat terjadi di awal tahun, tepatnya Januari 2025.

Reposisi Investor dan Detoksifikasi Pasar

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa gejolak ini sebenarnya merupakan bagian dari dinamika pasar yang masih berada dalam tren positif secara keseluruhan. “Investor saat ini tengah melakukan penyesuaian posisi. Ini wajar dalam siklus pasar yang sedang naik, mereka menunggu momen yang lebih ideal untuk kembali masuk,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (13/6/2025).

Antony menambahkan bahwa proses likuidasi massal ini bukan tanda bahaya, melainkan upaya ‘pembersihan’ dari posisi yang terlalu berisiko. “Ini bisa dianalogikan seperti proses detoks. Pasar sedang menyaring leverage yang berlebihan agar bisa bergerak lebih stabil dan sehat ketika terjadi rebound nantinya,” jelasnya.

Menurutnya, investor yang mampu berpikir jangka panjang dan tetap tenang di tengah kepanikan justru memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan. “Ketidakpastian selalu hadir, tetapi itu juga ruang untuk menciptakan peluang bagi mereka yang disiplin dan matang secara mental,” tambah Antony.

Selain tekanan dari pasar, kondisi makroekonomi turut memengaruhi kinerja aset digital ini. Salah satunya adalah harapan pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed yang kini hampir tidak ada. Berdasarkan data FedWatch, peluang terjadinya penurunan bunga pada pertemuan FOMC 18 Juni 2025 tercatat sebesar nol persen, sementara 99,8 persen analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini.

Selain itu, investor juga menyoroti data inflasi terbaru di AS, termasuk indeks harga produsen (PPI) dan indeks harga konsumen (CPI) yang tercatat sebesar 2,4 persen. Rilis data ini dipandang dapat memberikan tekanan tambahan pada performa bitcoin dalam jangka pendek.

Imbauan untuk Investor: Riset Mandiri dan Edukasi

Antony pun kembali mengingatkan pentingnya bagi investor untuk tidak hanya bergantung pada rumor atau tren jangka pendek. “Lakukan due diligence, pahami produk yang ingin dibeli, dan sesuaikan dengan profil risiko serta tujuan investasi masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menggunakan platform yang andal. Indodax, kata Antony, terus menjaga keamanan serta menyediakan informasi edukatif dan transparan untuk membantu nasabah mengambil keputusan yang tepat. “Kami selalu berkomitmen untuk mendukung nasabah dengan edukasi dan informasi terkini seputar pergerakan pasar dan teknologi blockchain,” tutupnya.

Ingin Mengunjungi Raja Ampat? Pemerintah Pastikan Destinasi Ini Tetap Aman dan Nyaman

Mengunjungi Raja Ampat tetap menjadi pilihan aman dan nyaman bagi wisatawan, meskipun belakangan muncul dinamika di lapangan terkait penutupan sementara sejumlah titik kunjungan. Kementerian Pariwisata menegaskan, destinasi unggulan Indonesia di Papua Barat Daya ini masih menerima kunjungan wisatawan secara kondusif. Komitmen untuk menjaga pengalaman terbaik bagi mereka yang ingin mengunjungi Raja Ampat terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor.

Belakangan ini, Pulau Wayag dan kawasan Manyaifun Batangpele sempat ditutup sementara, seiring mencuatnya pro dan kontra terkait aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut. Meski demikian, aktivitas wisata tetap berjalan di lokasi lain tanpa gangguan berarti.

Pemerintah Perkuat Sinergi untuk Lindungi Wisatawan

Langkah konkret dilakukan pemerintah melalui kerja sama antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat setempat. Arahan langsung telah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk memastikan seluruh elemen bekerja sama menjaga situasi yang kondusif bagi wisatawan.

Raja Ampat sendiri bukan sekadar destinasi wisata biasa. Wilayah ini telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Nasional Prioritas dan masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGGp). Guna menjaga keberlanjutan jangka panjang, pemerintah telah merilis Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2024 yang menjadi panduan strategis pengelolaan kawasan dalam bingkai High Quality Sustainable Tourism. Fokus utamanya: keseimbangan antara pelestarian alam, pembangunan ekonomi, dan budaya lokal.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan secara berkala. “Kami pastikan, wisatawan tetap bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan tenang. Pemerintah bersama masyarakat lokal siap menjaga destinasi ini tetap aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Spot Wisata Tetap Ramai Dikunjungi

Selain Wayag dan Batangpele, keindahan Raja Ampat tidak berhenti di situ. Spot-spot populer seperti Manta Point, Cross Wreck, Cape Kri, hingga Blue Magic masih terbuka untuk dikunjungi. Pesona bawah laut dan lanskap alamnya tetap menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Widiyanti juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—baik pemerintah pusat, daerah, hingga komunitas lokal—untuk terus menjaga nama baik Raja Ampat. “Kita ingin menghadirkan pariwisata kelas dunia yang aman dan nyaman, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya yang menjadi kekuatan utama destinasi ini,” tandasnya.

Bisa Cuan Tanpa Followers! Ini Cara Jadi Afiliator TikTok Tanpa Modal

Siapa bilang harus punya modal besar dan ribuan followers dulu baru bisa jadi afiliator TikTok? Sekarang ini, peluang jadi afiliator tanpa modal followers terbuka lebar. Bahkan kalau kamu cuma punya HP sederhana dan akun TikTok baru, tetap bisa mulai cari cuan dari program afiliasi.

Program afiliasi di TikTok pada dasarnya memungkinkan siapa pun untuk mempromosikan produk dan dapat komisi dari setiap penjualan. Menariknya, kamu nggak wajib punya toko, stok barang, apalagi jadi seleb TikTok duluan. Yang penting adalah semangat, strategi, dan tahu cara memanfaatkan peluang.

1. Daftar ke Program TikTok Affiliate

Langkah pertama tentu saja daftar dulu ke program afiliasi TikTok. Kamu bisa akses lewat TikTok Shop (di aplikasi) dan pilih menu “Pusat Kreator” atau “TikTok Shop Affiliate”. Di sana, kamu bisa langsung daftar dan mulai memilih produk yang mau kamu promosikan. Tenang aja, jadi afiliator tanpa modal followers itu nggak mustahil karena TikTok kini mengizinkan akun kecil untuk ikut serta.

2. Pilih Produk yang Banyak Dicari!

Pilih produk-produk yang tren, seperti skincare, alat dapur, atau fashion. Biasanya barang-barang yang harganya terjangkau dan mudah dijual punya potensi besar. Lihat juga rating dan review dari produk tersebut supaya kamu nggak salah pilih.

3. Gunakan Konten Simpel tapi Menarik

Kalau belum punya perangkat canggih, cukup manfaatkan HP kamu. Buat video sederhana yang jujur dan relatable. Nggak perlu ribet pakai editan macam-macam, asal jelas dan informatif. Banyak afiliator sukses cuma pakai HP jadul dan tripod dari kardus!

4. Optimalkan dengan Fitur Live dan Duet

Salah satu cara cepat menjangkau banyak orang adalah lewat TikTok Live. Kamu bisa review produk secara langsung, kasih testimoni, atau menjawab pertanyaan calon pembeli. Kalau belum berani live, bisa juga pakai fitur duet atau stitch dengan video produk orang lain—tentunya yang izinkan kolaborasi ya.

5. Konsisten dan dan Jangan Menyerah untuk Ngonten!

Jangan patah semangat kalau belum langsung laku. Dunia afiliasi itu kayak maraton, bukan sprint. Terus belajar dari konten yang perform-nya bagus dan evaluasi konten yang kurang berhasil.

Jadi afiliator di TikTok tanpa modal dan tanpa followers banyak itu sangat mungkin. Kuncinya ada di kreativitas, konsistensi, dan pemahaman terhadap audiens. Jadi, tunggu apa lagi?

Lewat Bandung Jewellery Fair, Perhiasan Asal Indonesia Bidik Pasar Dunia

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat geliat industri perhiasan tanah air agar mampu bersaing secara global. Salah satu langkah nyatanya adalah melalui berbagai program strategis yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas pelaku industri, khususnya dalam mengangkat daya saing perhiasan asal Indonesia di pasar dunia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa beragam program telah dijalankan demi memperkuat sektor ini. Mulai dari pembaruan mesin produksi, pelatihan desain perhiasan, hingga akselerasi digitalisasi melalui program e-Smart IKM. Tujuannya adalah menciptakan industri yang tangguh, responsif terhadap tren, dan punya jangkauan pasar lebih luas.

Tak hanya soal peningkatan kualitas produksi, pemerintah juga gencar mendukung upaya promosi melalui kerja sama dengan asosiasi terkait. Salah satunya, kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) dalam ajang Bandung Jewellery Fair (BJF) 2025 yang berlangsung pada 5–8 Juni di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Gelaran ini menjadi wadah penting bagi pelaku usaha untuk menampilkan karya terbaik sekaligus membuka peluang pasar baru.

Dorongan Ekspor dan Potensi Pasar Global

“Kami mengapresiasi peran APEPI yang konsisten menghadirkan pameran berskala nasional dan internasional. Ini sangat membantu perluasan jaringan pemasaran produk perhiasan dalam negeri,” ujar Reni saat membuka acara BJF 2025.

Dalam catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri perhiasan menunjukkan tren positif. Di triwulan pertama 2025, nilai ekspor produk perhiasan Indonesia tercatat mencapai USD1,95 juta, mengalami kenaikan 16,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Reni juga menyoroti tren pasar global yang kini mengarah pada perhiasan berkelanjutan, berbasis teknologi, serta desain yang lebih personal dan inovatif. “Peluang ini harus dimanfaatkan oleh pelaku industri di tanah air untuk semakin memperluas ekspor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka, Reny Meilany menambahkan bahwa Bandung Jewellery Fair merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Jewellery Fair (IJF) yang diselenggarakan rutin di kota-kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya. Pameran ini menjadi ajang bertemunya pelaku bisnis perhiasan dari berbagai segmen—mulai dari produsen, distributor hingga pemasok material berharga seperti emas, berlian, mutiara, dan batu mulia.

Dengan dukungan pemerintah dan semangat kolaborasi lintas sektor, industri perhiasan Indonesia diharapkan terus melaju sebagai motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus ikon budaya yang mendunia.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Semua Jenis Naik, Ini Rinciannya!

Harga emas di Pegadaian kembali mencatatkan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut hingga Jumat pagi ini (13/6). Lonjakan ini terlihat pada tiga jenis emas batangan yang dipasarkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Ketiganya mengalami penyesuaian harga jual yang cukup signifikan. Dengan terus bergeraknya harga emas di Pegadaian, para investor logam mulia pun semakin memantau perkembangan harian sebagai bagian dari strategi investasi mereka.

Kenaikan tertinggi dicatat oleh emas Antam yang naik Rp18.000 per gram, dari sebelumnya Rp1.964.000 menjadi Rp1.982.000 per gram. Sementara itu, harga emas dari Galeri24 juga ikut terkerek, kini dijual Rp1.910.000 per gram dari sebelumnya Rp1.897.000. Tak ketinggalan, emas UBS mengalami kenaikan Rp6.000 menjadi Rp1.924.000 per gram.

Ragam Pilihan Berat Emas yang Tersedia

Pegadaian menyediakan berbagai pilihan berat untuk ketiga jenis emas tersebut. Emas Antam dan Galeri24 ditawarkan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, memberikan fleksibilitas bagi pembeli dari berbagai kalangan.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian per Jumat:

Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp1.043.000

  • 1 gram: Rp1.982.000

  • 2 gram: Rp3.903.000

  • 25 gram: Rp48.123.000

  • 50 gram: Rp96.165.000

  • 100 gram: Rp192.249.000

  • 250 gram: Rp480.349.000

  • 500 gram: Rp960.481.000

  • 1.000 gram: Rp1.920.921.000

Harga Emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp1.041.000

  • 1 gram: Rp1.924.000

  • 2 gram: Rp3.820.000

  • 5 gram: Rp9.437.000

  • 10 gram: Rp18.773.000

  • 25 gram: Rp46.841.000

  • 50 gram: Rp93.488.000

  • 100 gram: Rp186.902.000

  • 250 gram: Rp467.116.000

  • 500 gram: Rp933.131.000

Harga Emas Galeri24:

  • 0,5 gram: Rp1.002.000

  • 1 gram: Rp1.910.000

  • 2 gram: Rp3.762.000

  • 5 gram: Rp9.336.000

  • 10 gram: Rp18.623.000

  • 25 gram: Rp46.442.000

  • 50 gram: Rp92.810.000

  • 100 gram: Rp185.528.000

  • 250 gram: Rp463.589.000

  • 500 gram: Rp926.718.000

  • 1.000 gram: Rp1.853.436.000

Dengan kecenderungan harga yang terus menanjak, emas tetap menjadi pilihan favorit masyarakat sebagai instrumen lindung nilai. Pegadaian pun menyediakan kemudahan bagi konsumen melalui pembelian tunai maupun cicilan, menjadikan investasi logam mulia makin terjangkau dan aman.

Karyawan Tapi Punya Bisnis Sampingan? Begini Cara Ngatur Waktunya

Karyawan tapi punya bisnis sampingan, bukan hal yang aneh lagi zaman sekarang. Banyak orang tetap bekerja di kantor dari pagi sampai sore, tapi juga merintis UMKM kecil-kecilan di waktu luang. Entah itu jualan makanan, buka online shop, sampai jadi reseller. Tapi tantangannya jelas: gimana caranya bagi waktu biar semuanya jalan tanpa bikin kepala mumet?

Nah, buat kamu yang karyawan tapi punya bisnis sampingan, Berempat.com akan memberi beberapa cara jitu buat ngatur waktu tanpa harus mengorbankan kerjaan utama atau usahamu.

1. Tentukan Skala Prioritas

Kamu harus jujur pada diri sendiri: mana yang lebih penting sekarang, pekerjaan utama atau bisnis? Kalau saat ini gaji dari kantor masih jadi tumpuan utama, ya berarti kerjaan kantor nggak boleh terbengkalai. Bisnis bisa kamu jadikan cadangan atau pelan-pelan dibesarkan tanpa bikin performa kerja turun.

2. Manfaatkan Waktu Luang

Gunakan waktu di luar jam kerja secara maksimal. Bangun lebih pagi untuk urusan operasional bisnis, atau manfaatkan malam hari dan akhir pekan buat mengelola pesanan, update konten, atau meeting dengan partner. Disiplin waktu adalah kunci utama.

3. Gunakan Bantuan Teknologi

Sekarang udah banyak tools yang bisa bantu kamu kerja lebih cepat. Misalnya, kamu bisa pakai aplikasi keuangan sederhana buat laporan UMKM, atau manfaatkan platform jualan online yang otomatis mencatat transaksi. Jadi, kamu nggak perlu ribet urus semua manual.

4. Delegasi Tugas

Kalau bisnismu mulai ramai, jangan ragu buat minta bantuan orang lain. Bisa dari keluarga, teman, atau pekerja paruh waktu. Dengan begitu, kamu bisa tetap fokus kerja sebagai karyawan, sambil memastikan usahamu tetap jalan.

5. Jaga Kesehatan dan Mental

Ini yang sering dilupakan. Sibuk kerja dan usaha bisa bikin stres atau burnout kalau kamu nggak ngasih waktu buat istirahat. Ingat, kamu tetap butuh tidur cukup, makan sehat, dan punya waktu buat diri sendiri.

Punya dua peran sekaligus memang nggak gampang. Tapi dengan manajemen waktu yang baik, semua bisa dilalui. Jangan merasa harus selalu sempurna. Yang penting konsisten dan tahu arah tujuanmu. Karena jadi karyawan tapi punya bisnis sampingan itu bukan berarti kamu rakus kerja, tapi kamu sedang menyiapkan masa depan yang lebih mandiri dan fleksibel.

Ekspor Alas Kaki dari Indonesia Naik 13,8%, Pasar Global Makin Percaya Produk Lokal

0

Kinerja ekspor alas kaki dari Indonesia terus menunjukkan tren positif di awal 2025. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor sepanjang Januari hingga Maret 2025 mencapai USD1,89 miliar—tumbuh 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prestasi ini menegaskan bahwa industri alas kaki nasional semakin diakui di pasar internasional.

“Secara global, posisi Indonesia kini berada di peringkat keenam sebagai negara pengekspor alas kaki terbesar, dengan pangsa pasar mencapai 3,99 persen. Ini mencerminkan daya saing tinggi produk dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek Bawazier, saat menghadiri pelepasan ekspor produk alas kaki PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

PT SCI Ekspor Sepatu Nike ke India

PT SCI yang memproduksi sepatu bermerek Nike berhasil melakukan ekspor alas kaki dari Indonesia ke India. Pada Mei 2025, perusahaan ini mengapalkan sebanyak 124.117 pasang sepatu senilai USD2 juta. Hingga September mendatang, ekspor ditargetkan meningkat hingga mencapai 227.654 pasang senilai USD3,4 juta.

Menurut Taufiek, pencapaian ini bukan hanya mencerminkan keberhasilan bisnis semata, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi bagian penting dari rantai pasok industri alas kaki dunia. Produk nasional dinilai mampu bersaing dan memenuhi standar internasional.

Meski ekspor ke India berjalan, Taufiek tak menampik adanya tantangan, terutama terkait kebijakan Quality Control Orders (QCO) yang mulai diterapkan Pemerintah India pada Juli 2024. Kebijakan ini mewajibkan sertifikasi Bureau of Indian Standard (BIS) bagi setiap produk alas kaki yang masuk ke negara tersebut.

“Kita tidak mengalami masalah dari sisi mutu produk. Namun, hambatan utama justru datang dari keterbatasan jumlah auditor BIS yang memperlambat proses sertifikasi di lapangan,” terangnya.

Untuk mengatasi kendala ini, Pemerintah Indonesia telah mengangkat isu tersebut dalam forum Technical Barriers to Trade (TBT) WTO sebagai bagian dari Specific Trade Concern (STC). Di sisi lain, pemerintah juga aktif menjalin dialog agar penerapan kebijakan QCO lebih terbuka terhadap kolaborasi dengan lembaga sertifikasi internasional yang sudah terpercaya.

Dukungan Pemerintah dan Prospek ke Depan

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berkomitmen memperkuat iklim usaha dan mendorong ekspansi pasar industri alas kaki nasional. Langkah ini dilakukan lewat kerja sama perdagangan, mendorong pengakuan sertifikasi bersama, serta membuka akses pasar ke kawasan nontradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

“Kami ingin industri alas kaki Indonesia terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Taufiek.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor alas kaki mencatat pertumbuhan sebesar 6,95 persen pada kuartal pertama 2025. Bahkan hingga Agustus 2024, industri kulit dan alas kaki telah menyerap tenaga kerja sebanyak 961 ribu orang—naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Ini menegaskan bahwa industri ini adalah sektor strategis padat karya yang mendukung stabilitas sosial dan ekonomi Indonesia.

Tambang di Raja Ampat Picu Kerusakan Ekosistem, KKP Minta Aturan Ditinjau Ulang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti aktivitas tambang di Raja Ampat yang dinilai berdampak serius terhadap lingkungan dan ekosistem laut. Seiring dengan itu, KKP mengusulkan penyesuaian regulasi terkait pengelolaan pulau-pulau kecil yang selama ini dinilai tumpang tindih. Saat ini, sebagian wilayah yang menjadi lokasi tambang masuk dalam kategori pulau kecil, namun perizinannya berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris, menyatakan bahwa praktik pertambangan di kawasan seperti tambang di Raja Ampat dilakukan berdasarkan izin kawasan hutan. Padahal, dari sisi karakteristik, lokasi-lokasi tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai pulau kecil yang seharusnya menjadi kewenangan KKP.

“Selama ini, seolah-olah kalau kawasan itu hutan, maka dianggap tidak ada kegiatan yang berdampak. Padahal, tambang tetap bisa memberi pengaruh besar, terutama di wilayah pesisir dan laut. Maka dari itu, kami dorong adanya harmonisasi kewenangan lintas lembaga,” kata Aris di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

KKP Usul Review Aturan, Hindari Tumpang Tindih Perizinan

Sebagai langkah awal, KKP berencana melakukan peninjauan ulang terhadap regulasi yang mengatur pulau-pulau kecil. Tujuannya adalah menciptakan keselarasan antara kebijakan yang ada, agar proses perizinan tidak membingungkan dan lebih terintegrasi.

“Ke depan, kami akan melakukan review terhadap semua regulasi yang berkaitan dengan pulau kecil. Jangan sampai ada undang-undang yang tidak sinkron dan menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Selain soal kewenangan, Aris juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas tambang. KKP mencatat, salah satu ancaman terbesar adalah sedimentasi yang dapat merusak terumbu karang dan area pemijahan ikan di sekitar pulau-pulau kecil Raja Ampat.

Sedimentasi Jadi Ancaman Serius bagi Ekosistem Laut

Dari hasil pengawasan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), diketahui bahwa sedimentasi akibat pertambangan berpotensi besar mencemari laut. Namun, menurut Aris, efek dari kegiatan tersebut tidak langsung terlihat, melainkan muncul saat musim hujan dan gelombang tinggi tiba.

“Kalau cuaca masih tenang, dampaknya belum terlalu tampak. Tapi saat hujan deras dan arus kuat, sedimen dari atas lahan bisa mengalir ke laut, menutupi terumbu karang dan padang lamun,” jelasnya.

Ia menambahkan, wilayah pesisir yang rusak oleh sedimentasi bukan hanya kehilangan fungsi ekologis, tetapi juga bisa kehilangan potensi ekonomi. Pasalnya, ekosistem seperti terumbu karang dan laguna menjadi lokasi pemijahan ikan sekaligus daya tarik wisata bahari.

“Ini bukan hanya soal kelestarian alam, tapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” tutup Aris.

Masihkah Bisnis Franchise Minuman Menjanjikan di Tahun 2025 ini?

Bisnis franchise minuman sempat jadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Dari kopi kekinian, teh boba, sampai es krim viral—semuanya pernah jadi tren besar yang bikin banyak orang tertarik buka usaha serupa. Tapi, di tahun 2025 ini, pertanyaannya jadi lebih serius: Apakah bisnis franchise minuman masih relevan dan banyak dicari orang?

Jawabannya: Masih Relevan, Tapi…

Ya, bisnis franchise minuman masih relevan di tahun 2025. Tapi tidak semua jenis minuman atau franchise bisa langsung sukses. Pasarnya sudah jauh lebih padat, konsumen juga makin selektif. Jadi, siapa pun yang ingin terjun ke bisnis ini harus paham strategi dan tren terbaru, bukan sekadar ikut-ikutan.

Kenapa Masih Banyak yang Cari?

  1. Gaya Hidup Nongkrong Tetap Eksis
    Anak muda zaman sekarang masih suka nongkrong, meeting santai, atau sekadar update story Instagram dengan minuman estetik. Ini jadi peluang emas buat brand minuman yang punya konsep menarik dan suasana tempat yang nyaman.

  2. Franchise = Praktis dan Teruji
    Banyak orang masih melihat franchise sebagai jalur cepat untuk berbisnis. Nama brand sudah dikenal, SOP jelas, dan biasanya ada pelatihan serta dukungan dari pusat. Ini mengurangi risiko gagal, apalagi buat pemula.

  3. Inovasi Menu Terus Berkembang
    Franchise yang bisa terus berinovasi—baik dari segi rasa, kemasan, maupun cara pemasaran—akan tetap jadi incaran. Minuman yang unik dan ‘Instagramable’ masih sangat digemari.

  4. Tren Minuman Sehat Mulai Naik
    Selain minuman manis, sekarang mulai bermunculan franchise yang fokus ke minuman sehat seperti jus cold-pressed, infused water, atau herbal drink. Ini menarik minat segmen pasar yang lebih sadar kesehatan.

Tapi, Ada Tantangannya Juga…

  1. Persaingan Ketat Banget!
    Waralaba minuman kini bersaing bukan cuma dengan sesama franchise, tapi juga dengan UMKM lokal yang kreatif dan fleksibel. Kalau gak punya keunikan, gampang banget tenggelam.

  2. Tren Cepat Berganti
    Tren minuman bisa berubah cepat. Apa yang laris tahun lalu belum tentu ramai di tahun ini. Jadi penting untuk pilih franchise yang fleksibel dan bisa adaptif.

Bisnis franchise minuman masih menarik di tahun 2025, tapi tidak bisa asal ikut tren. Harus jeli melihat peluang, riset lokasi, kenali target pasar, dan pilih brand yang punya reputasi baik serta siap berinovasi. Kalau semua dipersiapkan matang, cuan pun bukan hal yang mustahil.