Kamis, September 3, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 89

Pariwisata Ramah Muslim Jadi Motor Baru Daya Saing Wisata Indonesia di Dunia

0

Indonesia kembali menegaskan ambisinya untuk menjadi pusat utama pariwisata ramah Muslim di dunia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan kekayaan budaya yang luar biasa, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi negara terdepan dalam pengembangan sektor ini.

“Sebagai rumah bagi lebih dari 230 juta Muslim, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin dalam pariwisata ramah Muslim. Dengan kombinasi keindahan alam, nilai budaya, serta kesiapan infrastruktur, kita seharusnya berada di barisan terdepan dunia,” ujar Widiyanti Putri dalam sambutannya di acara The 7th International Halal in Tourism Summit 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pariwisata menggandeng Bank Indonesia, Enhaii Halal Tourism Center (EHTC), serta Crescent Rating dalam peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Indeks ini berfungsi sebagai alat ukur kesiapan provinsi dalam mendukung sektor wisata halal yang selaras dengan standar Global Muslim Travel Index (GMTI) — acuan global dalam penilaian pariwisata ramah Muslim.

Pemetaan Daerah Potensial Lewat IMTI 2025

IMTI 2025 mengadopsi pendekatan ACES (Access, Communication, Environment, Services) yang juga digunakan oleh GMTI. Melalui metode ini, pemerintah dapat menilai daya saing, mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki, serta memperkuat ekosistem pariwisata halal nasional.

“Indeks ini bukan sekadar pengukuran. Ia menjadi panduan strategis untuk menyelaraskan standar dan sertifikasi agar layanan ramah Muslim lebih konsisten dan dipercaya wisatawan,” kata Menteri Widiyanti.

Pada tahun ini, IMTI melakukan evaluasi terhadap 15 provinsi unggulan, di antaranya Aceh, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, hingga Sulawesi Selatan. Hasilnya, lima provinsi teratas versi IMTI 2025 ditempati oleh Jawa Barat, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Provinsi lain yang turut masuk dalam 10 besar adalah Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Widiyanti secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada perwakilan daerah yang dinilai berhasil memperkuat sektor wisata halal.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya bersama antara pemerintah pusat dan daerah mulai membuahkan hasil positif. Kami ingin Indonesia kembali menduduki posisi puncak GMTI tahun depan,” ujarnya.

Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas Jadi Kunci

Widiyanti menilai, pengembangan pariwisata ramah Muslim di Indonesia tidak cukup hanya dengan sertifikasi halal, tetapi juga harus memperkuat tiga aspek utama: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Dari sisi atraksi, Indonesia memiliki banyak destinasi bernuansa Islami yang kaya akan nilai budaya dan sejarah. “Kita harus mampu mengemas dan mempromosikan warisan ini sebagai daya tarik wisata halal yang mencerminkan identitas bangsa sekaligus memperluas pasar global,” ujarnya.

Sementara dalam hal aksesibilitas, pemerintah terus meningkatkan konektivitas udara, kemudahan visa, serta memperluas lingkungan yang inklusif bagi wisatawan mancanegara.

“Kami memanfaatkan potensi 36 bandara internasional untuk membuka akses langsung ke destinasi wisata unggulan. Saat ini Indonesia sudah memberikan bebas visa ke sejumlah negara dan visa on arrival untuk lebih dari 100 negara. Ke depan, kebijakan ini akan terus disempurnakan untuk memperkuat mobilitas wisatawan,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis Indonesia akan memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata ramah Muslim dunia, bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai contoh sukses bagi negara lain dalam mengelola sektor halal secara inklusif dan berkelanjutan.

Masa Depan Karier Digital, Gimana Sih Rasanya Kerja di Web3?

Perkembangan dunia digital yang begitu cepat membawa banyak perubahan, termasuk dalam cara orang bekerja. Salah satu topik yang kini semakin sering dibicarakan adalah soal Kerja di Web3. Banyak yang masih bertanya-tanya, apa sebenarnya peluang dan masa depan Kerja di Web3? Apakah ini cuma tren sesaat, atau justru langkah besar menuju era kerja yang lebih bebas dan transparan?

Bagi sebagian orang, Kerja di Web3 terdengar futuristik—seolah penuh istilah rumit dan dunia yang hanya bisa dimasuki oleh para ahli teknologi. Padahal, konsepnya jauh lebih luas dari itu. Web3 adalah fase internet baru yang berfokus pada desentralisasi, kepemilikan data oleh pengguna, serta teknologi blockchain. Artinya, bukan cuma developer atau programmer yang bisa berkarier di sini. Profesi seperti desainer, marketer, penulis konten, hingga manajer komunitas juga punya peluang besar untuk berkembang di ekosistem ini.

Peluang dan Tantangan Kerja di Web3

Salah satu daya tarik utama dari Kerja di Web3 adalah kebebasan. Banyak pekerjaan di sektor ini berbasis remote, tanpa batasan negara atau zona waktu. Kamu bisa bekerja untuk startup di Eropa, proyek NFT di Amerika, atau DAO (Decentralized Autonomous Organization) di Asia—semuanya dari laptop di rumah. Fleksibilitas ini tentu jadi daya tarik besar, apalagi bagi generasi muda yang lebih suka gaya kerja independen dan berbasis hasil.

Namun, di balik peluang besar, ada juga tantangan yang tidak bisa diabaikan. Dunia Web3 masih baru dan belum sepenuhnya stabil. Banyak proyek lahir, tapi tidak sedikit juga yang gagal karena kurangnya arah atau pendanaan. Belum lagi risiko keamanan seperti scam, kehilangan aset digital, atau ketidakjelasan regulasi. Oleh karena itu, penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke industri ini untuk memahami dasar-dasar teknologi blockchain dan cara kerja aset digital.

Dari sisi penghasilan, Kerja di Web3 bisa sangat menggiurkan. Banyak perusahaan Web3 menawarkan kompensasi dalam bentuk kripto atau token proyek, yang nilainya bisa meningkat seiring waktu. Tapi tentu, risikonya juga sebanding—karena nilai aset digital bisa naik-turun drastis.

Skill yang Dibutuhkan untuk Bersaing dan Kerja di Web3

Untuk sukses di dunia kerja ini, kamu nggak harus jadi coder jenius. Tapi setidaknya, ada beberapa skill yang wajib diasah. Pertama, kemampuan memahami ekosistem blockchain dan Web3 itu sendiri—mulai dari cara kerja token, smart contract, hingga konsep desentralisasi. Kedua, kemampuan komunikasi digital dan membangun komunitas, karena banyak proyek Web3 bergantung pada partisipasi dan kolaborasi publik.

Selain itu, kreativitas dan adaptabilitas juga jadi nilai tambah. Dunia Web3 berkembang cepat, jadi mereka yang bisa belajar hal baru dan beradaptasi dengan perubahan teknologi akan selalu punya tempat.

Di masa depan, Kerja di Web3 berpotensi menjadi norma baru. Konsep desentralisasi bisa mengubah cara perusahaan beroperasi, bagaimana karyawan dibayar, hingga siapa yang memegang kendali atas data dan keputusan bisnis. Dalam beberapa tahun ke depan, peluang di sektor ini bisa menjadi salah satu yang paling menjanjikan, terutama bagi mereka yang berani belajar dan mengambil risiko lebih awal.

Masa depan Kerja di Web3 terlihat sangat cerah bagi siapa pun yang siap beradaptasi. Meski penuh tantangan dan ketidakpastian, peluang yang ditawarkan jauh lebih luas dibanding sistem kerja tradisional. Bukan hanya soal uang, tapi juga soal kebebasan, inovasi, dan cara baru memandang dunia kerja. Jadi, kalau kamu penasaran, mungkin ini saatnya mulai belajar dan menjelajahi dunia Web3 lebih dalam.

Minat Gen Z Masuk Industri Kian Besar, Pendaftaran SMK Kemenperin Meningkat

0

Fenomena Gen Z masuk industri kini semakin nyata. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat lonjakan minat luar biasa terhadap sekolah kejuruan di bawah binaannya pada tahun ajaran 2025. Rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1 banding 10,7 — angka tertinggi sepanjang sejarah penerimaan siswa baru di lingkungan pendidikan vokasi Kemenperin.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri di Indonesia. “Pendidikan vokasi adalah tulang punggung dalam membentuk sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/10).

Menurut Agus, fenomena ini menjadi sinyal positif dari keberhasilan Kemenperin dalam melakukan transformasi pendidikan vokasi secara berkelanjutan. “Kami akan terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri agar lulusan SMK binaan Kemenperin benar-benar siap pakai,” tambahnya.

Minat Meningkat, SMK Binaan Kemenperin Jadi Incaran

Data Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menunjukkan peningkatan animo pendaftar lebih dari 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Total 28.869 calon peserta didik mendaftar di sembilan SMK binaan Kemenperin yang tersebar di berbagai daerah.

Proses seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama dalam skema Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS), yakni JARVIS Prestasi yang berbasis nilai rapor, JARVIS Bersama yang dilaksanakan serentak secara nasional, serta JARVIS Mandiri yang dikelola langsung oleh masing-masing sekolah.

Kepala BPSDMI Masrokhan menyebut, minat besar dari kalangan muda tidak lepas dari kualitas kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. “SMK Kemenperin menerapkan sistem pendidikan ganda yang memungkinkan siswa magang selama satu tahun di industri. Model ini memastikan ada keseimbangan antara teori dan praktik nyata di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah sektor industri juga telah menjalin kerja sama langsung dengan sekolah-sekolah binaan Kemenperin melalui program kelas industri. “Kami ingin memastikan setiap lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja dan mentalitas industri yang kuat,” tambah Masrokhan.

Gen Z Masuk Industri, Dorongan Baru untuk SDM Unggul

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menegaskan bahwa pendidikan vokasi kini menjadi bagian integral dari ekosistem industri nasional. Program yang dijalankan Kemenperin dirancang untuk melahirkan tenaga kerja siap pakai dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Peningkatan animo ini menunjukkan bahwa generasi muda, terutama Gen Z masuk industri, sudah memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan karier yang menjanjikan. Kami akan terus memperkuat sistem ini agar berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan sektor industri nasional,” katanya.

Kemenperin, lanjut Wulan, berkomitmen menjaga kualitas pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja global. Dengan dukungan kurikulum terapan, fasilitas praktik modern, dan kolaborasi aktif dengan dunia usaha, lulusan SMK Kemenperin diharapkan menjadi ujung tombak dalam penguatan rantai pasok industri nasional.

“Semangat Gen Z masuk industri menjadi modal besar bagi Indonesia untuk menghadapi era industri modern. Mereka bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin,” pungkas Wulan.

Cara Warren Buffett Kelola Uang, Strategi Finansial yang Bikin Kaya Tanpa Gaya

0

Nama Warren Buffett hampir selalu disebut ketika berbicara soal orang terkaya di dunia. Tapi yang membuatnya menarik bukan sekadar jumlah kekayaannya, melainkan bagaimana Warren Buffett kelola uang dengan cara yang sederhana tapi efektif. Ia bukan tipe miliarder yang menghamburkan uang untuk barang mewah atau rumah megah. Justru, di balik kesederhanaannya, tersimpan strategi finansial yang bisa dijadikan pelajaran untuk siapa pun yang ingin sukses secara finansial tanpa kehilangan arah hidup.

Bagi Buffett, uang bukan sekadar alat untuk bersenang-senang, tapi sebuah tanggung jawab. Prinsip utamanya adalah hidup di bawah kemampuan finansial, bukan untuk terlihat kaya, melainkan agar benar-benar memiliki kendali atas uang. Cara Warren Buffett kelola uang ini terlihat dari gaya hidupnya yang masih tinggal di rumah yang sama sejak tahun 1958 dan tetap setia dengan kebiasaan sarapan murah di restoran cepat saji.

Strategi Finansial Warren Buffett yang Bisa Ditiru Siapa Pun

Salah satu hal menarik dari cara Warren Buffett kelola uang adalah fokusnya pada nilai jangka panjang. Ia tidak tertarik pada hal-hal yang cepat menghasilkan, melainkan investasi yang bisa tumbuh perlahan tapi pasti. Buffett sering mengatakan, “Jangan menabung setelah membelanjakan uang, tapi belanjakan setelah menabung.” Kalimat ini menggambarkan disiplin finansial yang luar biasa sederhana tapi sulit diterapkan banyak orang.

Selain itu, Buffett juga menekankan pentingnya memahami apa yang dibeli. Dalam dunia investasi, ia selalu berpegang pada prinsip “Never invest in a business you don’t understand.” Artinya, jangan pernah menaruh uang di tempat yang tidak dipahami. Prinsip ini tidak hanya berlaku di pasar saham, tapi juga dalam pengelolaan keuangan pribadi. Jika seseorang tahu ke mana uangnya pergi dan bagaimana uang itu bekerja, peluang untuk mencapai stabilitas finansial akan jauh lebih besar.

Yang tak kalah penting, Buffett menghindari utang konsumtif. Ia percaya bahwa utang bisa menjadi jebakan yang membuat seseorang kehilangan kendali atas keuangannya sendiri. Dalam beberapa wawancara, ia bahkan menegaskan bahwa bunga kartu kredit adalah “racun” bagi keuangan pribadi. Karena itu, salah satu kunci dari gaya hidup Buffett adalah mengelola pengeluaran dengan bijak dan menghindari pembelian yang tidak perlu.

Kaya Bukan Soal Banyaknya Uang, Tapi Cara Mengelolanya

Pelajaran terbesar dari Warren Buffett kelola uang bukan tentang cara menjadi kaya raya dalam waktu singkat, tapi tentang bagaimana mempertahankan kekayaan dan ketenangan hidup. Ia menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan tanda kekurangan, melainkan bentuk kebijaksanaan.

Dengan fokus pada investasi jangka panjang, hidup hemat, dan pengelolaan risiko yang matang, Buffett mengajarkan bahwa kebebasan finansial bisa diraih tanpa perlu mengejar gaya hidup mewah. Filosofinya sederhana: uang harus bekerja untuk kita, bukan sebaliknya.

Jadi, kalau kamu ingin meniru kesuksesan Warren Buffett, mulailah dari hal-hal kecil. Catat pengeluaran, hindari utang konsumtif, dan investasikan pendapatan dengan bijak. Karena pada akhirnya, menjadi kaya bukan hanya tentang berapa besar uang yang dimiliki, tapi seberapa pintar cara kita mengelolanya.

Tanpa Modal, Bisnis Tetap Viral, Ini 5 Tips Promosi Gratis yang Efektif

Bagi pelaku usaha kecil, mencari cara untuk memperkenalkan produk ke publik tanpa menguras kantong bisa jadi tantangan tersendiri. Namun kabar baiknya, ada banyak tips promosi gratis yang bisa dilakukan untuk membuat bisnis cepat dikenal dan menarik perhatian calon pelanggan. Dengan strategi yang tepat, bahkan tanpa bujet besar sekalipun, usaha kecil bisa tumbuh pesat dan punya daya saing tinggi di pasar.

Di era digital saat ini, tips promosi gratis bukan lagi sekadar membagikan brosur atau mengandalkan dari mulut ke mulut. Platform online membuka banyak peluang bagi siapa pun untuk memperkenalkan produk dengan cara yang kreatif dan efektif. Mulai dari media sosial hingga kolaborasi dengan komunitas lokal, semua bisa jadi senjata ampuh untuk memperluas jangkauan bisnis tanpa biaya besar.

Cara Efektif Promosi Tanpa Harus Bayar

Berikut beberapa tips promosi gratis yang bisa langsung dipraktikkan agar bisnismu makin dikenal luas dan punya reputasi positif di mata pelanggan:

  1. Manfaatkan Media Sosial Secara Maksimal
    Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook bisa jadi etalase gratis untuk produkmu. Posting konten yang menarik secara konsisten, gunakan hashtag relevan, dan bangun interaksi dengan audiens. Semakin sering kamu muncul di linimasa orang, semakin besar peluang mereka mengenal merekmu.

  2. Buat Konten yang Bernilai dan Otentik
    Jangan hanya fokus menjual. Coba buat konten edukatif atau hiburan yang relevan dengan produkmu. Misalnya, kalau kamu jual makanan, bagikan tips memasak atau ide bekal sederhana. Konten semacam ini biasanya lebih mudah dibagikan dan menarik engagement.

  3. Optimalkan Profil Bisnismu di Google
    Daftarkan usaha di Google Business agar muncul di hasil pencarian dan Google Maps. Langkah ini gratis tapi sangat berpengaruh. Banyak pelanggan mencari toko atau jasa terdekat lewat Google, jadi pastikan profilmu lengkap dengan foto, alamat, dan jam operasional.

  4. Berkolaborasi dengan Komunitas Lokal atau UMKM Lain
    Kolaborasi sederhana seperti giveaway bersama atau saling promosi di media sosial bisa mendongkrak eksposur. Selain menambah jangkauan audiens, ini juga membangun hubungan positif dengan pelaku bisnis lain.

  5. Minta Testimoni Pelanggan
    Review dan testimoni dari pelanggan punya pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Minta pelanggan puas untuk membagikan pengalamannya di media sosial dan tag akun bisnismu. Cara ini bisa menjadi promosi organik yang sangat efektif.

Promosi Efektif Tak Harus Mahal

Banyak pelaku UMKM berpikir bahwa promosi harus selalu berkaitan dengan iklan berbayar, padahal tidak selalu begitu. Kuncinya adalah konsistensi dan kreativitas. Semakin sering kamu tampil dengan konten menarik, semakin besar kemungkinan orang mengingat bisnismu.

Selain itu, penting juga untuk memahami siapa target pasarmu. Promosi gratis akan jauh lebih efektif jika kamu tahu siapa yang ingin dijangkau dan di mana mereka aktif. Misalnya, kalau targetmu anak muda, fokuslah di platform seperti TikTok dan Instagram Reels. Tapi kalau targetmu pebisnis, mungkin LinkedIn atau komunitas online bisa jadi tempat yang lebih tepat.

Terakhir, jangan lupa untuk memantau hasil dari setiap upaya promosi. Lihat postingan mana yang paling banyak disukai, jam berapa engagement tinggi, atau konten apa yang paling banyak dibagikan. Dari situ kamu bisa tahu strategi mana yang paling efektif untuk diteruskan.

Dengan menerapkan tips promosi gratis di atas secara konsisten, bisnis kecil bukan hanya bisa dikenal lebih luas, tapi juga membangun reputasi yang kuat di mata pelanggan. Ingat, promosi yang berhasil bukan soal seberapa besar uang yang dikeluarkan, tapi seberapa pintar dan kreatif kamu dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Indonesia Kian Serius Dorong Ekonomi dan Keuangan Syariah Jadi Pilar Pembangunan Nasional

0

Ekonomi dan keuangan syariah terus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi nasional. Potensinya yang besar dinilai mampu mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia kini menempati posisi ketiga dunia dalam perkembangan ekonomi syariah internasional.

Kekuatan utama Indonesia berada pada sektor modest fashion, pariwisata ramah muslim, serta industri farmasi dan kosmetik halal. Namun, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar di sektor makanan halal, keuangan syariah, serta industri kreatif dan media.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, Rabu (8/10), menyebutkan bahwa potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar. “Untuk sektor fesyen muslim, permintaan pasar mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp289 triliun. Sementara di industri makanan dan minuman halal, nilainya mencapai USD 109 miliar. Jika kita terus konsisten dengan prinsip syariah, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menempati peringkat pertama dunia,” ujarnya.

Pertumbuhan Positif dan Arah Kebijakan Nasional

Kinerja ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri menunjukkan tren yang menjanjikan. Pangsa usaha syariah terhadap PDB terus meningkat, produk bersertifikat halal melonjak pesat, dan ekspor produk halal semakin kompetitif. Sementara itu, total aset keuangan syariah Indonesia pada 2025 telah menembus angka Rp10.000 triliun.

Airlangga menegaskan, pemerintah telah menempatkan ekonomi syariah sebagai prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Fokus utamanya meliputi penguatan peran lembaga keuangan syariah, optimalisasi dana sosial seperti zakat dan wakaf, pemberdayaan UMKM halal, serta penguatan regulasi dan kelembagaan.

Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkeadilan, pemerintah menyiapkan strategi komprehensif guna memperluas ekosistem ekonomi syariah. Salah satunya melalui skema pembiayaan inovatif seperti KUR Syariah dan Bullion Bank. Dalam sepuluh tahun terakhir, KUR Syariah telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp75 triliun kepada lebih dari 1,3 juta debitur.

“Industri emas nasional bisa menjadi underlying asset penting bagi ekonomi syariah. Emas terbukti tahan terhadap gejolak ekonomi global dan dapat menjadi instrumen lindung nilai, termasuk untuk lembaga pendidikan seperti pesantren,” tutur Airlangga.

Penguatan Literasi dan Digitalisasi Ekonomi Syariah

Selain pembiayaan, peningkatan literasi menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah. Melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), pemerintah terus mendorong edukasi dan sosialisasi keuangan syariah agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Langkah lain adalah percepatan transformasi digital melalui sistem SIHALAL, yang mempercepat penerbitan sertifikat halal. Hingga 2025, sudah ada 5,9 juta sertifikat halal terbit dari target 10 juta sertifikat. Pemerintah juga mengembangkan platform wakaf digital serta e-commerce halal untuk memperluas pasar produk dalam negeri ke tingkat global.

Di sisi lain, inovasi juga didorong melalui pengembangan Pusat Informasi Terpadu Zakat, Infak, dan Sedekah, serta peluncuran instrumen Sukuk Bank Indonesia (SUK-BI) bagi investor nonbank. Empat Kawasan Industri Halal (KIH) telah beroperasi di Jababeka, Serang, Bintan, dan Sidoarjo, sementara Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) mulai berperan sebagai pusat keuangan syariah nasional.

“Ekonomi syariah bukan sekadar berbicara soal halal dan haram, tetapi tentang keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi. Dengan kolaborasi semua pihak, ekonomi syariah akan menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Airlangga.

Kondisi Perberasan Nasional Mulai Melandai, Pemerintah Siapkan Strategi Stabilisasi Harga dan Stok Akhir Tahun

0

Kondisi perberasan nasional kembali menjadi sorotan menjelang akhir tahun, seiring melandainya produksi beras di sejumlah daerah sentra pertanian. Pemerintah memastikan langkah-langkah pengamanan stok dan stabilisasi harga akan terus diperkuat agar pasokan di pasar tetap terjaga dan harga tidak melonjak. Fokus utama kini adalah menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) agar tetap solid hingga awal tahun depan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan dua strategi utama dalam menjaga keseimbangan kondisi perberasan nasional. Kedua langkah itu mencakup pengamanan stok melalui intervensi pasar serta pemberian bantuan pangan langsung kepada masyarakat.

“Setiap akhir tahun produksi biasanya turun karena masa tanam baru dimulai. Karena itu, kami harus memastikan ketersediaan stok yang cukup agar bisa melakukan intervensi pasar saat harga mulai bergerak naik,” kata Arief dalam sebuah dialog di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Menurut Arief, pemerintah akan terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, serta memperluas penyaluran bantuan pangan. Untuk periode Oktober dan November, pemerintah menyiapkan sekitar 365 ribu ton beras serta tambahan 73,1 ribu kiloliter minyak goreng yang akan disalurkan kepada masyarakat. “Bapanas bersama Bulog dan Kementerian Keuangan sedang mempersiapkan semua logistiknya,” tambahnya.

Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran untuk Jaga Kestabilan

Sebagai langkah pendukung, Bapanas juga telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp6,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk program bantuan beras dan minyak goreng dengan skema satu kali penyaluran pada dua bulan terakhir tahun ini.

Harga acuan beras dan minyak goreng dalam program tersebut mengikuti hasil Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, masing-masing sebesar Rp13.500 per kilogram untuk beras dan Rp15.700 per liter untuk minyak goreng MinyaKita. Sementara itu, jumlah penerima manfaat tetap sebanyak 18,27 juta keluarga.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proyeksi produksi beras nasional sepanjang Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 3,72 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Meski meningkat secara tahunan, tren produksi bulanan mulai menunjukkan perlambatan sejak Oktober hingga Desember.

Arief menjelaskan, jika produksi lebih rendah dari konsumsi, maka akan terjadi kekurangan pasokan di lapangan yang berdampak pada kenaikan harga gabah dan beras. “Saat kondisi seperti ini muncul, pemerintah harus turun tangan. Sama seperti intervensi Bank Indonesia saat nilai tukar naik,” ujarnya.

Intervensi Daerah dan Penguatan Stok Bulog

Arief menambahkan, kondisi perberasan nasional dipantau secara ketat, termasuk melalui laporan langsung dari kepala daerah. “Kami sudah dapat arahan dari Menteri Dalam Negeri untuk segera mengintervensi daerah-daerah yang harga berasnya melonjak. Bulog sudah punya stok cukup untuk itu,” katanya.

Hingga 3 Oktober 2025, stok beras yang dikelola Bulog tercatat sebanyak 3,89 juta ton, sementara total penyaluran CBP ke masyarakat mencapai 886,4 ribu ton. Pengadaan dari hasil produksi dalam negeri juga sudah melampaui target 3 juta ton sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025.

Pemerintah juga menugaskan Bulog agar tetap menyerap hasil panen gadu, terutama di wilayah yang harga gabah kering panennya masih di bawah Rp6.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara harga di tingkat petani dan stabilitas pasokan nasional.

Dengan strategi berlapis tersebut, pemerintah optimistis kondisi perberasan nasional hingga akhir tahun akan tetap terkendali, sekaligus menjamin kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga yang signifikan.

Mau Karier di Dunia Blockchain? Ini Skill untuk Web3 yang Harus Kamu Punya

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi blockchain telah membuka peluang karier baru yang luar biasa. Dunia kerja berbasis Web3 kini tidak hanya diminati oleh para developer, tetapi juga oleh profesional dari berbagai bidang. Untuk bisa bersaing di era ini, penting bagi siapa pun untuk memahami Skill untuk Web3. keahlian yang relevan dengan ekosistem terdesentralisasi, ekonomi digital, dan inovasi berbasis blockchain.

Bagi banyak orang, istilah Web3 mungkin masih terdengar kompleks. Namun sebenarnya, Web3 hanyalah evolusi internet menuju sistem yang lebih transparan dan berbasis kepemilikan pengguna. Dalam konteks ini, Skill untuk Web3 menjadi modal penting agar seseorang bisa beradaptasi, berkontribusi, dan bahkan membangun karier sukses di bidang ini. Mulai dari kemampuan teknis hingga soft skill, semuanya berperan besar dalam menentukan keberhasilan di industri yang berkembang pesat ini.

Keahlian Atau Skill Apa yang Dibutuhkan untuk Bersaing di Dunia Web3?

Berbeda dengan industri digital konvensional, dunia kerja Web3 membutuhkan kombinasi antara pemahaman teknologi, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. Berikut beberapa Skill untuk Web3 yang kini paling dicari:

  1. Pemahaman Dasar Blockchain dan Smart Contract
    Kamu tidak perlu menjadi developer blockchain profesional untuk memahami konsep dasarnya. Cukup pahami bagaimana transaksi berjalan, bagaimana smart contract bekerja, dan mengapa desentralisasi penting. Pengetahuan ini akan membantu kamu memahami logika bisnis di balik proyek Web3.

  2. Kemampuan Coding dan Pemrograman
    Bagi yang ingin terjun lebih dalam, skill seperti Solidity (untuk Ethereum), Rust (untuk Solana), dan JavaScript (untuk front-end Web3) menjadi kunci. Developer dengan kemampuan tersebut memiliki peluang karier yang sangat luas karena kebutuhan industri terus meningkat.

  3. Desain UX/UI untuk Aplikasi Terdesentralisasi (dApp)
    Tak kalah penting, Web3 juga butuh desainer yang bisa menciptakan antarmuka ramah pengguna. Dunia blockchain dikenal kompleks, jadi desain yang sederhana dan intuitif akan membuat produk Web3 lebih mudah diterima pasar.

  4. Keahlian dalam Komunitas dan Marketing Web3
    Banyak proyek Web3 tumbuh karena komunitasnya kuat. Maka, kemampuan membangun komunitas, mengelola media sosial, hingga membuat konten yang edukatif dan engaging menjadi nilai tambah besar.

  5. Pemahaman tentang Keamanan Digital
    Karena Web3 berhubungan langsung dengan aset digital dan transaksi keuangan, keamanan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pengetahuan tentang enkripsi, audit smart contract, serta keamanan wallet sangat penting untuk menjaga integritas sistem.

Soft Skill yang Tak Kalah Penting

Selain kemampuan teknis, dunia kerja Web3 juga menuntut kemampuan berpikir adaptif dan terbuka terhadap perubahan. Industri ini bergerak cepat, dan apa yang relevan hari ini bisa saja berubah esok. Beberapa soft skill yang perlu diasah antara lain:

  • Kemampuan belajar mandiri. Karena teknologi Web3 masih baru, banyak hal yang belum tertulis di buku atau kurikulum formal.

  • Komunikasi lintas disiplin. Proyek Web3 biasanya melibatkan banyak pihak — developer, investor, kreator, hingga komunitas.

  • Pemikiran kreatif dan visioner. Dunia desentralisasi memberi ruang luas untuk inovasi, jadi ide-ide baru selalu dibutuhkan.

Bagi yang tertarik membangun karier di bidang ini, langkah terbaik adalah mulai dari sekarang. Pelajari teknologi blockchain secara bertahap, ikuti komunitas Web3 di media sosial, dan jangan takut untuk mencoba proyek kecil terlebih dahulu.

Dengan bekal Skill untuk Web3 yang tepat, kamu tidak hanya akan mampu beradaptasi dengan perubahan, tapi juga ikut membentuk masa depan internet yang lebih terbuka, transparan, dan berorientasi pada pengguna.

Barang Rampasan Negara dari Tambang Ilegal Diserahkan ke PT Timah, Prabowo: Ini Langkah Besar!

0

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri langsung prosesi penyerahan Barang Rampasan Negara (BRN) di Smelter PT Tinindo Internusa, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025). Acara ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memulihkan kerugian negara akibat praktik tambang ilegal yang merugikan perekonomian nasional.

Penyerahan aset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, kemudian dilanjutkan kepada CEO Danantara, dan akhirnya diserahkan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk. Momen ini menjadi simbol kolaborasi lintas lembaga dalam mengembalikan kekayaan negara yang sempat disalahgunakan oleh pihak swasta.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pengembalian Barang Rampasan Negara ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum di sektor sumber daya alam. “Pagi ini kita sama-sama menyaksikan penyerahan aset rampasan negara dari perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran hukum. Ini langkah penting dalam menghentikan kebocoran kekayaan bangsa,” ujar Prabowo di hadapan awak media.

Aset Bernilai Triliunan Rupiah Kembali ke Negara

Aset yang diserahkan kepada PT Timah Tbk mencakup berbagai jenis barang bernilai tinggi, di antaranya:

  • 108 unit alat berat

  • 99,04 ton produk kristal Sn (cristalyzer)

  • 94,47 ton crude tin dalam 112 balok

  • 29 bundle logam timah Rfe (29 ton)

  • 53 unit kendaraan

  • 22 bidang tanah seluas 238.848 meter persegi

  • 6 unit smelter

  • 195 unit alat pertambangan

  • 1 unit mess karyawan

  • 680.687,6 kg logam timah

Selain itu, uang tunai dalam berbagai mata uang juga telah disetorkan ke kas negara, meliputi Rp202,7 miliar, USD3,15 juta, JPY53 juta, SGD524 ribu, serta sejumlah nominal dalam euro, won, dan dolar Australia.

Presiden Prabowo memperkirakan total nilai Barang Rampasan Negara tersebut mencapai Rp6–7 triliun, belum termasuk potensi nilai tambahan dari logam tanah jarang (rare earth/monasit). “Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati Rp7 triliun. Tapi monasit yang belum dihitung bisa jauh lebih tinggi, mencapai sekitar 200 ribu dolar per ton,” jelasnya.

Langkah Tegas Pemerintah terhadap Tambang Ilegal

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa total kerugian negara akibat tambang ilegal di wilayah konsesi PT Timah bisa mencapai Rp300 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya kebocoran kekayaan nasional yang harus segera dihentikan.

“Kita tidak bisa lagi membiarkan kekayaan alam bangsa disalahgunakan. Dari enam perusahaan saja, kerugian negara sudah mencapai Rp300 triliun. Ini harus kita hentikan bersama,” tegas Prabowo.

Penyerahan Barang Rampasan Negara ini menjadi penanda komitmen pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Selain memulihkan kerugian negara, langkah ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran, serta memperkuat tata kelola pertambangan yang lebih transparan dan berkeadilan.

Dengan dukungan penuh dari aparat penegak hukum dan kementerian terkait, pemerintah bertekad menjadikan momen ini sebagai awal dari reformasi menyeluruh dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Kredit Konsumer BRI Tumbuh Dua Digit, Dorong Ekonomi Nasional Tetap Solid

0

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan Kredit Konsumer BRI yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga Agustus 2025, portofolio kredit konsumer (bank only) tercatat mencapai Rp216,26 triliun, meningkat 10,65% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap BRI sebagai lembaga keuangan yang mampu menghadirkan solusi pembiayaan bagi berbagai segmen.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa peningkatan Kredit Konsumer BRI didorong oleh performa positif sejumlah produk utama yang menjadi andalan perusahaan. Di antaranya, produk salary-based loan atau BRIguna yang mencatat outstanding sebesar Rp143,4 triliun per Agustus 2025, tumbuh 9,8% secara tahunan. Sementara itu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga memperlihatkan tren positif dengan outstanding mencapai Rp63,7 triliun, atau naik 13,5% YoY, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan hunian.

Prinsip Kehati-hatian dan Tata Kelola yang Kuat

Dhanny menegaskan, BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. “Kami terus menumbuhkan portofolio konsumer dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. Dengan menjaga kualitas kredit tetap terkendali, kami yakin Kredit Konsumer BRI akan terus tumbuh secara sehat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional,” ujarnya.

Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut terlihat dari terjaganya rasio kualitas pembiayaan di segmen konsumer. BRI memastikan bahwa ekspansi kredit dilakukan secara selektif, berbasis pada analisis risiko yang ketat serta pemantauan portofolio yang berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya mengejar volume, tetapi juga mempertahankan stabilitas keuangan jangka panjang.

Penguatan Segmen Retail dan Inovasi Produk

Selain menjaga kualitas pembiayaan, BRI juga terus memperkuat kapabilitas di segmen retail banking. Produk BRIguna tetap menjadi pemimpin pasar (market leader) di sektor pinjaman berbasis gaji. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BRI melakukan akuisisi nasabah payroll berkualitas serta memperluas penetrasi KPR bagi nasabah baru (new to bank/NTB) dengan pendekatan profitabilitas yang terukur.

Tak berhenti di situ, BRI juga tengah melakukan transformasi pada layanan Wealth Management untuk menarik nasabah affluent dan high net worth individual (HNWI). Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan serta menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.

Menutup pernyataannya, Dhanny menegaskan bahwa keberhasilan BRI dalam menjaga pertumbuhan Kredit Konsumer BRI mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap bank pelat merah tersebut. “Lewat produk unggulan seperti BRIguna dan KPR, BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan solusi keuangan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.