Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 76

Daya Beli Lesu? Ini Penjelasan OJK soal Tren Rojali dan Rohana

0

Fenomena Rojali dan Rohana kini jadi sorotan, bukan hanya di media sosial tapi juga di tingkat pengambil kebijakan. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyebut istilah tersebut mencerminkan sikap hati-hati masyarakat dalam merespons situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (4/8/2025), Mahendra menegaskan bahwa kecenderungan menahan konsumsi seperti yang ditunjukkan kelompok Rojali dan Rohana adalah reaksi wajar.

“Ketika ekonomi belum menunjukkan kepastian, sebagian besar orang cenderung menunda keputusan pembelian,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Menurut Mahendra, bukan hanya konsumen yang bersikap demikian. Sikap serupa juga terlihat di kalangan produsen dan investor. Mereka sama-sama memilih untuk menunggu sinyal positif sebelum melangkah lebih jauh, baik dalam berbelanja maupun dalam berinvestasi.

Rojali dan Rohana Jadi Simbol Baru Daya Beli Lemah

Istilah Rojali merupakan singkatan dari Rombongan Jarang Beli, merujuk pada kelompok masyarakat yang kerap mengunjungi pusat perbelanjaan namun enggan melakukan transaksi. Sementara Rohana adalah Rombongan Hanya Nanya, menggambarkan pengunjung yang sekadar bertanya soal produk tanpa berniat membeli. Keduanya mencerminkan situasi ekonomi masyarakat yang cenderung defensif akibat tekanan global dan domestik.

Tren ini menurut OJK juga menjadi indikator penting dalam mengukur psikologi pasar. Saat ketidakpastian mereda dan arah kebijakan ekonomi lebih terarah, maka rasa percaya diri konsumen diyakini akan kembali. Mahendra pun berharap tren ini bersifat sementara dan akan membaik seiring pulihnya kondisi makroekonomi.

OJK Dorong Kepastian agar Konsumsi Pulih

Dalam upaya mendorong pemulihan konsumsi, OJK menekankan pentingnya kejelasan kebijakan dan komunikasi yang efektif kepada publik. Konsumen akan lebih berani membelanjakan uang jika merasa yakin terhadap kondisi ekonomi ke depan. Mahendra optimistis bahwa sinyal-sinyal positif dari pemerintah dapat mengubah sikap wait and see menjadi tindakan nyata di pasar.

“Sama halnya dengan produsen dan investor, konsumen juga butuh keyakinan agar bisa membuat keputusan. Dan dengan situasi yang mulai membaik, kami percaya pemulihan konsumsi hanya soal waktu,” tegas Mahendra.

Dengan perbaikan bertahap di sektor ekonomi dan stabilitas harga, Mahendra berharap istilah seperti Rojali dan Rohana tak lagi menggambarkan situasi masyarakat ke depan. Sebaliknya, semangat belanja dan konsumsi diyakini akan kembali tumbuh sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Cara Jitu Bikin Konten untuk Bisnis Barbershop agar Makin Dikenal di TikTok dan IG Reels

Tren barbershop di Indonesia bisa dibilang nggak pernah surut. Meski banyak usaha baru bermunculan, bisnis potong rambut pria tetap punya pasar yang kuat. Tapi di tengah persaingan yang makin padat, satu hal jadi kunci agar barbershop tetap relevan: konten digital yang kreatif. Yap, sekarang banyak pemilik usaha mulai menyadari pentingnya konten untuk bisnis barbershop, apalagi yang bisa viral di TikTok dan Instagram Reels.

Dengan algoritma media sosial yang makin memihak konten visual pendek, barbershop bukan cuma tempat potong rambut, tapi juga bisa jadi panggung branding yang menarik. Cukup bermodal kamera ponsel dan ide konten yang relate, bisnis barbershop bisa jadi dikenal luas tanpa harus keluar biaya besar buat iklan. Pertanyaannya, konten kayak apa yang cocok? Dan seberapa efektif sih konten bisa jadi alat marketing gratis?

Bikin Konten yang Dekat dengan Pelanggan

Kunci pertama dalam membuat konten untuk bisnis barbershop adalah memahami siapa target pasar. Umumnya, anak muda dan pria dewasa jadi segmen utama. Maka kontennya pun harus ngena di mereka—misalnya, video transformasi dari “gondrong berantakan” jadi “clean look”, tips merawat rambut, hingga behind the scene proses cukur dengan musik yang catchy.

Beberapa ide konten yang bisa dicoba:

  • Before–after potongan rambut

  • Review pomade atau produk styling

  • Reaksi pelanggan setelah potong rambut

  • Mini vlog suasana barbershop

  • Kolaborasi dengan influencer lokal

Konten seperti ini nggak hanya menarik, tapi juga meningkatkan kepercayaan. Orang jadi lebih tahu suasana tempat dan hasil potongannya. Kalau mereka suka, kemungkinan besar mereka datang atau setidaknya menyimpan akun barbershop buat referensi.

Modal Konten = Alat Marketing Gratis?

Banyak yang bertanya, “Emang bisa dari konten doang, barbershop bisa rame?” Jawabannya: bisa banget! Konten yang konsisten dan menarik bisa menjangkau ribuan orang tanpa harus bayar iklan. Platform seperti TikTok dan Instagram punya potensi viral yang sangat besar. Sekali video potong rambut lo trending, bisa-bisa pelanggan membludak hanya dari satu konten.

Apalagi kalau pelanggan juga diajak ikut promosiin. Misalnya, beri diskon kecil kalau mereka mau diambil videonya saat potong rambut. Otomatis barbershop lo dapat konten baru plus jangkauan dari akun mereka. Strategi word of mouth digital kayak gini bisa jadi senjata jitu marketing era sekarang.

Di zaman serba digital, bikin konten untuk bisnis barbershop itu bukan sekadar pelengkap, tapi jadi kebutuhan. Nggak perlu alat mahal, yang penting ide kreatif, konsisten, dan tahu tren. Dengan strategi konten yang tepat, barbershop bukan cuma bisa bertahan, tapi juga berkembang pesat di tengah persaingan saat ini.

Stok Cadangan Beras Pemerintah Nyaris 4 Juta Ton, Publik Diimbau Tak Panik

0

Pemerintah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi sangat aman, dengan total persediaan mendekati 4 juta ton per awal Agustus 2025. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi isu beras.

“Per 1 Agustus 2025, total stok beras yang ada di Bulog mencapai 3,97 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 3,95 juta ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah dan sisanya beras komersial,” ungkap Arief saat mendampingi kunjungan kerja Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Lombok Barat, NTB, Sabtu (2/8/2025).

Penyerapan produksi dalam negeri juga berjalan positif. Hingga saat ini, realisasi pengadaan setara beras telah mencapai 2,78 juta ton, atau hampir 93 persen dari target nasional yang ditetapkan sebanyak 3 juta ton.

Pemerintah Jamin Distribusi dan Mutu Beras Tetap Terjaga

Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, pemerintah telah menggelontorkan sekitar 1,3 juta ton beras ke pasar dan menyalurkan 360 ribu ton untuk program bantuan pangan. “Stok kita di Bulog tetap dalam posisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Zulkifli juga menyoroti efek kebijakan pemerintah yang semakin terasa di tingkat petani. Menurutnya, harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram dan distribusi pupuk yang tepat waktu menjelang masa tanam membuat para petani merasa lebih sejahtera.

Selain menjamin ketersediaan beras, pemerintah juga mengintensifkan pengawasan terhadap mutu dan label pada kemasan. Arief menjelaskan bahwa beras premium harus sesuai kualitas yang tertera, dan apabila hanya terjadi peningkatan kadar “broken” (beras patah), maka harga perlu disesuaikan tanpa menarik produk dari rak.

“Jangan sampai rak-rak beras kosong hanya karena kualitas patahnya sedikit lebih tinggi. Ini bukan soal kualitas buruk, tapi soal penyesuaian harga yang adil untuk konsumen,” ujar Arief.

Data Panel Harga Pangan menunjukkan bahwa harga beras premium secara nasional mulai menurun, meski masih berada di atas HET. Penurunan terjadi di seluruh zona, termasuk penurunan di Zona 3 dari Rp18.390 menjadi Rp18.298 per kilogram.

Namun demikian, inflasi beras pada Juli 2025 tercatat meningkat 1,35 persen, tertinggi sepanjang tahun berjalan. Komoditas ini juga menyumbang kenaikan inflasi tahunan sebesar 3,82 persen menurut catatan BPS.

Menghadapi kondisi tersebut, Arief memastikan bahwa pengawasan mutu dan harga terus dilakukan secara ketat, termasuk kerja sama dengan Satgas Pangan Polri. Saat ini, Badan Pangan Nasional tengah mengkaji ulang kebijakan terkait klasifikasi mutu beras dan harga eceran tertinggi di berbagai wilayah, termasuk potensi zonasi harga antar wilayah Indonesia.

“Langkah perubahan kebijakan ini tidak bisa instan. Harus ada masa transisi agar penyesuaian bisa berjalan mulus,” kata Arief.

Salah satu regulasi yang tengah dibahas adalah revisi Peraturan Bapanas No. 2 Tahun 2023 mengenai klasifikasi mutu beras serta Peraturan No. 5 Tahun 2024 yang mengatur HET berdasarkan wilayah.

Warisan Tradisi Jadi Daya Saing, Produk Kriya Nusantara Naik Kelas

0

Sebagai bagian dari upaya penguatan industri kriya, Ditjen IKMA baru-baru ini menggelar webinar bertajuk Kolaborasi Kreatif Tingkatkan Nilai Ekonomi Produk Kriya Nusantara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah bertukar praktik baik antar pelaku IKM, desainer, penggiat budaya, hingga Dekranasda dari berbagai provinsi.

Dalam kesempatan itu, Reni menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan produk kriya sebagai warisan budaya nusantara yang juga memiliki potensi ekonomi besar. Ia menilai, derasnya arus globalisasi dan kehadiran produk asing menuntut pelaku IKM kriya untuk terus berinovasi tanpa kehilangan akar budaya.

“Tantangan kita bukan sekadar mempertahankan, tapi juga mengembangkan. Edukasi nilai-nilai tradisional dan peningkatan kualitas produk adalah kunci untuk menembus pasar luar negeri,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Manamu Handwoven

Salah satu kisah inspiratif datang dari Manamu Handwoven, brand kriya asal Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Lewat pendekatan kolaboratif, Manamu berhasil mengangkat dua unsur budaya lokal – Lulu Amah dan Mamuli – menjadi karya yang bernilai tinggi dan diterima pasar internasional.

Lulu Amah dikenal dengan seni tenun berbahan kawat baja, tembaga, hingga kuningan yang menghasilkan produk home décor seperti lampu dan perhiasan. Sementara Mamuli merupakan kriya berbasis logam kuningan dengan teknik tempa tradisional.

“Manamu membuktikan bahwa brand story yang kuat, kualitas terjaga, dan kepedulian terhadap komunitas lokal bisa menjadi modal utama untuk sukses di kancah global,” ujar Reni.

Kesuksesan Manamu juga didukung kerja sama dengan influencer dan media, yang memperkuat daya tarik visual sekaligus pesan sosial di balik setiap produknya.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Dickie Sulistya Aprilyanto, menambahkan bahwa inisiatif seperti webinar ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif dalam memajukan industri kriya secara berkelanjutan.

“Kriya bukan sekadar estetika, tapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Dickie.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan kriya lokal Indonesia semakin diperhitungkan di pentas global tanpa kehilangan akar budayanya.

Mau Penjualan Naik? Manfaatkan Google Maps untuk Bisnis Sekarang!

Di era digital kayak sekarang, banyak pemilik usaha berlomba-lomba tampil di media sosial, tapi lupa satu hal penting: Google Maps untuk Bisnis. Padahal, platform ini bukan cuma buat cari alamat, tapi juga bisa jadi mesin penghasil pelanggan baru. Bayangin, orang yang lagi cari kopi enak atau bengkel terdekat bisa langsung diarahkan ke tempatmu—asal bisnismu muncul di Google Maps dengan data lengkap dan review bagus.

Banyak pelaku UMKM belum sadar bahwa Google Maps untuk Bisnis bisa jadi alat promosi gratis yang efektif. Ketika orang mengetik nama tempat tertentu, seperti “warung terdekat”, “laundry 24 jam”, atau “kafe dengan Wi-Fi”, Google langsung menunjukkan hasil berdasarkan lokasi terdekat dan rating. Jadi, kalau bisnismu nggak ada di sana, potensi kehilangan pelanggan jelas besar.

Cara Maksimalkan Google Maps untuk Meningkatkan Omzet Bisnis, Apa Bisa?

1. Daftarkan Bisnis Lewat Google Business Profile
Langkah pertama: daftarkan dulu bisnismu secara resmi lewat Google Business Profile. Isi lengkap nama usaha, alamat, jam operasional, nomor telepon, foto produk, hingga link ke website atau media sosial.

2. Minta Review dari Pelanggan Puas
Review positif itu aset. Minta pelanggan yang puas untuk kasih bintang lima dan komentar jujur. Semakin tinggi rating, semakin besar peluang bisnismu muncul di urutan teratas pencarian lokal.

3. Gunakan Foto yang Menarik dan Relevan
Orang lebih percaya kalau bisa melihat seperti apa tempat atau produk yang akan mereka beli. Upload foto makanan, suasana toko, testimoni, bahkan video singkat pun boleh. Kesan visual yang kuat bikin orang lebih yakin datang.

4. Rutin Update Info
Jangan biarkan data bisnismu basi. Misalnya jam buka berubah, atau ada promo baru—update segera. Google akan lebih “percaya” pada akun yang aktif dan responsif.

5. Tambahkan Kategori yang Tepat
Pastikan kamu memilih kategori bisnis yang sesuai, misalnya: “kedai kopi”, “barbershop”, atau “service AC”. Ini membantu sistem Google mencocokkan bisnismu dengan pencarian yang relevan.

6. Gunakan Fitur Tanya Jawab dan Balas Ulasan
Fitur ini bikin bisnismu terasa aktif dan ramah. Jawab pertanyaan dari pengunjung, dan beri ucapan terima kasih untuk setiap review. Interaksi ini punya pengaruh besar terhadap keputusan calon pelanggan.

7. Pantau Insight Google Maps
Google Business Profile menyediakan insight: berapa orang yang melihat profilmu, dari mana mereka datang, dan tindakan apa yang mereka ambil. Data ini bisa jadi panduan untuk strategi promosi berikutnya.

Dengan sedikit usaha dan konsistensi, Google Maps bisa jadi “etalase digital” yang bantu bisnismu ditemukan lebih banyak orang. Jangan tunggu pesaingmu lebih dulu memanfaatkannya. Mulai optimalkan sekarang—karena makin cepat kamu hadir di peta digital, makin besar peluang omzet ikut naik!

Fenomena Warga Mengibarkan Bendera One Piece Hingga Viral Sampai Luar Negeri!

0

Memasuki bulan Agustus yang identik dengan semangat kemerdekaan, fenomena unik terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Alih-alih mengibarkan Bendera Merah Putih seperti tradisi tahunan, sebagian masyarakat justru terlihat mengibarkan Bendera One Piece—bendera dengan simbol Jolly Roger khas bajak laut dalam anime populer asal Jepang. Fenomena ini dengan cepat menarik perhatian publik, memicu perdebatan di media sosial, dan mendapat sorotan dari pejabat negara hingga media internasional.

Simbol tengkorak berikat kain dan dua tulang bersilang yang merupakan identitas kapal Bajak Laut Topi Jerami dalam serial One Piece itu kini terlihat di berbagai tempat, mulai dari gang sempit hingga jalanan kota. Beberapa warga mengaitkan aksi mengibarkan Bendera One Piece sebagai bentuk protes sosial, simbolisasi perlawanan terhadap ketidakadilan, atau ekspresi kejenuhan terhadap kondisi sosial-politik saat ini.

Pemerintah Waspadai Potensi Ancaman Simbol

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, dalam keterangannya menyebut bahwa tindakan ini tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah mengingatkan bahwa penggunaan simbol non-nasional menjelang perayaan Hari Kemerdekaan dapat berpotensi menimbulkan polemik dan mengganggu persatuan. Mahfud juga menekankan bahwa jika tindakan ini mengarah pada bentuk penghinaan terhadap simbol negara atau memicu instabilitas, maka langkah hukum bisa saja diambil.

Di sisi lain, media asing juga mulai menyoroti tren ini. Beberapa outlet menyebutnya sebagai bentuk ekspresi budaya populer yang tak biasa menjelang peringatan kemerdekaan. Namun ada pula yang menggarisbawahi kekhawatiran pemerintah Indonesia terhadap kemungkinan disinformasi dan penyalahgunaan simbol.

Tren yang Membuat Bendera One Piece Malah Laku Keras!

Tak hanya memicu reaksi politik, lonjakan permintaan terhadap atribut One Piece juga dirasakan oleh para pedagang. Di Makassar, misalnya, sejumlah pedagang mengaku heran karena pembeli lebih banyak mencari bendera bajak laut ketimbang Bendera Merah Putih. Beberapa pelapak bahkan kehabisan stok karena permintaan yang melonjak drastis.

Menurut pengamat budaya, fenomena ini mencerminkan kekuatan budaya pop Jepang yang sudah mengakar dalam keseharian generasi muda Indonesia. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menuntut kedewasaan dalam menempatkan simbol budaya dalam konteks nasionalisme dan peringatan hari besar negara.

Pemerintah sendiri mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan simbol-simbol resmi negara menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Kebebasan berekspresi tetap dijamin, namun harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap identitas nasional.

Tarif Listrik Terbaru Mulai Agustus, Siapa yang Harus Bayar Lebih Mahal?

0

Memasuki awal bulan, pemerintah melalui PLN resmi mengumumkan Tarif Listrik Terbaru yang akan berlaku sepanjang Agustus 2025. Penyesuaian ini menyasar 13 golongan pelanggan non-subsidi yang sebelumnya sudah dikenakan tarif sesuai mekanisme pasar. Kebijakan ini menuai perhatian luas karena memengaruhi rumah tangga menengah ke atas hingga sektor industri besar.

Perubahan Tarif Listrik Terbaru ini dilakukan seiring dengan evaluasi berkala terhadap beberapa faktor penentu tarif, seperti harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta harga batu bara acuan. Kementerian ESDM menegaskan bahwa mekanisme penyesuaian ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2016.

Penyesuaian Tarif Berlaku untuk Golongan Tertentu

Adapun golongan yang terkena dampak penyesuaian tarif ini di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 VA ke atas (R-3), pelanggan bisnis besar (B-3), dan industri besar (I-4). Tarif dasar untuk R-3 misalnya, ditetapkan sebesar Rp1.699,53 per kWh, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara untuk sektor industri, tarifnya naik mengikuti fluktuasi harga energi global dan kurs.

Namun, pemerintah tetap mempertahankan subsidi untuk 25 golongan pelanggan, seperti rumah tangga 450 VA, UMKM, dan fasilitas sosial keagamaan. Artinya, pelanggan bersubsidi tidak terdampak kenaikan tarif dan tetap mendapatkan perlindungan dari gejolak ekonomi makro.

PT PLN menyatakan, penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari upaya menciptakan transparansi dan efisiensi dalam distribusi energi nasional. Kenaikan tarif juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi secara hemat dan bertanggung jawab.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga pasokan listrik tetap andal, meskipun ada dinamika harga energi global. Transparansi tarif menjadi kunci agar publik memahami alasan di balik setiap penyesuaian,” ujar perwakilan PLN.

Di sisi lain, beberapa kalangan menilai kenaikan ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat kelas menengah. Meski tidak menyasar golongan berdaya rendah, efek domino terhadap harga barang dan jasa lainnya tetap menjadi perhatian.

Meski begitu, pemerintah menyebutkan bahwa kebijakan ini juga akan mendorong efisiensi di sektor industri dan menstimulasi penggunaan energi terbarukan dalam jangka panjang. Selain itu, subsidi energi yang lebih tepat sasaran diharapkan mampu menekan beban fiskal negara.

Ide Bisnis Budidaya Hewan Ternak dengan Perputaran Uang Cepat dan Pasar Luas

Buat yang lagi cari peluang usaha dengan modal realistis tapi perputaran cuannya cepat, Bisnis Budidaya Hewan Ternak bisa jadi jawaban menarik. Banyak orang mengira beternak itu ribet dan penuh risiko kematian, padahal kalau tahu jenis hewan yang cocok dan cara mengelolanya, bisnis ini bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Di paragraf awal ini, kita sengaja menekankan lagi: Bisnis Budidaya Hewan Ternak bukan cuma milik peternak desa, tapi bisa jadi ladang cuan buat siapa pun yang mau belajar dan serius menekuninya.

Kuncinya? Pilih jenis hewan yang tahan banting, cepat berkembang biak, serta punya pasar yang jelas dan luas. Dengan kata lain: minim risiko, tapi tetap berpotensi besar.

Rekomendasi Hewan Ternak yang Cepat Cuan dan Gampang Dikelola

Berikut beberapa jenis hewan ternak yang cocok dijadikan pilihan bisnis, terutama buat pemula:

1. Ayam Kampung Pedaging
Dibanding ayam ras, ayam kampung punya harga jual lebih tinggi dan lebih kuat terhadap penyakit. Masa panennya sekitar 2,5 – 3 bulan saja, dan peminatnya tinggi, terutama di daerah urban yang mulai kembali cari produk organik.

2. Lele
Ikan ini terkenal tahan banting. Perawatannya simpel dan bisa dibudidayakan di lahan sempit dengan kolam terpal. Dari bibit hingga panen hanya butuh waktu 2–3 bulan, dan pemasarannya luas: rumah makan, warung pecel lele, hingga pasar tradisional.

3. Jangkrik
Si kecil yang satu ini jadi favorit karena siklus hidupnya cepat dan permintaannya stabil, terutama dari pemilik burung hias atau peternak ikan. Modal awalnya minim, tapi omzetnya bisa menggiurkan kalau dikelola serius.

4. Kelinci Pedaging
Selain lucu dan menggemaskan, kelinci ternyata punya pasar khusus, terutama untuk konsumsi rumah makan dan restoran tertentu. Masa panen cepat, bisa 3–4 bulan sudah layak jual, dan reproduksinya tinggi.

5. Burung Puyuh Petelur
Burung ini kecil, tapi produktif. Seekor puyuh bisa menghasilkan telur hampir setiap hari. Kalau dipelihara dalam jumlah banyak, dalam waktu singkat bisa menghasilkan aliran cuan harian yang konsisten.

Modal, Skill, dan Manajemen

Yang paling penting sebelum memulai adalah:

  • Belajar dasar-dasarnya dulu. Jangan langsung beli bibit dalam jumlah banyak kalau belum tahu cara rawatnya.

  • Siapkan kandang atau kolam yang aman dan bersih. Lingkungan ternak menentukan kesehatan hewan.

  • Pahami siklus produksi dan penjualan. Jangan sampai panen sudah dekat, tapi belum ada pembeli.

  • Mulai dari skala kecil dulu. Tes pasar, ukur kemampuan, baru ekspansi.

Untuk modal, tergantung jenis hewan. Tapi secara umum, bisnis ini termasuk salah satu yang bisa dimulai di bawah 10 juta rupiah dengan skala rumahan. Bahkan untuk lele atau jangkrik, bisa lebih murah lagi.

Bisnis ternak tidak harus dimulai dari lahan luas atau pengalaman bertahun-tahun. Dengan strategi yang tepat dan komitmen, siapa pun bisa mulai Bisnis Budidaya Hewan Ternak dari nol dan menghasilkan. Yang penting, sabar di proses awal dan rajin menjaga kualitas serta kebersihan lingkungan ternak.

Modal Asing Keluar Rp16 Triliun, Pasar Keuangan Domestik Kembali Tertekan

0

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik kembali meningkat seiring derasnya arus modal asing keluar dari Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat, dalam periode 28 hingga 31 Juli 2025, terjadi aliran dana asing keluar senilai Rp16,24 triliun. Gelombang modal asing keluar ini didominasi oleh aksi jual neto investor nonresiden, khususnya di instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menyumbang Rp12,60 triliun.

Sementara itu, penjualan neto juga tercatat di pasar saham sebesar Rp2,27 triliun dan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,37 triliun. Kondisi ini mempertegas dinamika volatilitas global yang turut memengaruhi arus investasi portofolio di dalam negeri.

Aliran Dana Asing Selama Tahun 2025

Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Juli 2025, data setelmen Bank Indonesia menunjukkan nonresiden telah melakukan jual neto Rp58,69 triliun di pasar saham serta Rp77,39 triliun di SRBI. Namun, di sisi lain, terdapat pembelian bersih sebesar Rp59,07 triliun di pasar SBN, yang menunjukkan adanya pergeseran preferensi investasi asing terhadap instrumen berisiko rendah.

Menanggapi dinamika ini, BI memastikan tetap memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait guna menjaga stabilitas eksternal. Strategi bauran kebijakan terus dioptimalkan agar kondisi ekonomi domestik tetap resilien di tengah ketidakpastian global.

Rupiah Melemah, Imbal Hasil SBN Naik

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditutup melemah di posisi Rp16.450 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2025. Di pagi hari berikutnya, Jumat 1 Agustus, rupiah kembali dibuka melemah ke level Rp16.500. Sementara itu, yield SBN tenor 10 tahun stabil di kisaran 6,56 persen.

Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke angka 99,97, menandai posisi defensif pasar terhadap aset-aset berisiko. Adapun yield US Treasury (UST) 10 tahun tercatat turun menjadi 4,374 persen.

Dalam situasi ini, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun turut naik menjadi 71,40 basis poin (bps), meningkat dari posisi 69,94 bps pada 25 Juli lalu. Kenaikan CDS mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap kondisi ekonomi nasional di tengah ketegangan pasar global.

Tarif Pajak Kripto Diubah, Transaksi Digital Kini Diawasi Lebih Ketat

0

Penyesuaian terhadap Tarif Pajak Kripto resmi diberlakukan per 1 Agustus 2025. Kebijakan baru ini menuai perhatian luas dari pelaku industri aset digital di Indonesia. Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP), memutuskan untuk menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi kripto, namun di sisi lain menaikkan besaran Pajak Penghasilan (PPh) final atas penghasilan dari transaksi tersebut. Langkah ini diyakini sebagai upaya untuk menyederhanakan aturan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kripto terhadap penerimaan negara.

Dalam aturan yang baru, Tarif Pajak Kripto diubah menjadi hanya PPh final sebesar 0,1% dari nilai transaksi. Sebelumnya, tarif pajak atas transaksi kripto terdiri dari dua komponen, yakni PPh final 0,1% dan PPN 0,11%, sehingga total beban pajak mencapai 0,21%. Dengan skema yang disederhanakan, pemerintah berharap ekosistem kripto di Indonesia bisa tumbuh lebih sehat dan kompetitif.

Namun, tidak semua pihak menyambut perubahan ini dengan optimisme. Beberapa pelaku usaha menyebut bahwa meskipun ada penyederhanaan, kenaikan beban PPh tetap memberatkan, apalagi di tengah volatilitas pasar kripto yang cukup tinggi. CEO Indodax Oscar Darmawan, misalnya, menyebut perlu ada sosialisasi lanjutan agar pengguna maupun investor memahami perubahan kebijakan ini secara utuh dan tidak keliru dalam perhitungan kewajiban pajaknya.

Pengawasan Diperluas, Platform Asing Akan Ditunjuk

Selain menyesuaikan tarif, DJP juga berencana menunjuk platform perdagangan aset digital asing untuk memungut dan menyetor pajak atas transaksi pengguna di Indonesia. Ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas perdagangan lintas batas yang selama ini sulit dilacak. Dengan penunjukan ini, pemerintah dapat memperluas basis pajak sekaligus menekan potensi penghindaran pajak dari aktivitas kripto lintas negara.

Sementara itu, harga aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dilaporkan melemah pasca pengumuman kebijakan ini. Analis menilai sentimen negatif berasal dari kekhawatiran pasar terhadap beban pajak yang berpotensi menurunkan volume transaksi jangka pendek.

Dengan diberlakukannya skema baru ini, pelaku pasar diminta lebih disiplin dalam pelaporan pajak dan transparansi aktivitas transaksi. Pemerintah menegaskan, pengawasan akan diperketat untuk memastikan kepatuhan dan mencegah celah penyalahgunaan.