Rabu, September 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 75

OJK Umumkan Daftar Pinjol Legal Terkini, Berikut 95 Platform Resmi yang Masih Beroperasi

0

Pertumbuhan layanan teknologi finansial semakin mendorong masyarakat untuk lebih selektif memilih platform pinjaman online. Kondisi ini membuat permintaan informasi terkait daftar pinjol legal semakin tinggi, terutama setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperbarui status perizinan industri fintech lending. OJK menegaskan bahwa masyarakat harus merujuk pada daftar pinjol legal terbaru demi menghindari risiko penipuan dan praktik keuangan tidak berizin. Pada pembaruan November 2025, regulator memastikan hanya 95 platform yang masih memegang izin resmi, sekaligus mengingatkan pentingnya memeriksa daftar pinjol legal sebelum menggunakan layanan apa pun.

OJK merilis daftar tersebut setelah menetapkan pencabutan izin PT Crowde Membangun Bangsa, sesuai Surat Keputusan OJK Nomor KEP-68/D.06/2025. Keputusan itu otomatis menurunkan jumlah penyelenggara resmi dari sebelumnya 96 pada Oktober 2025. Regulator juga menegaskan bahwa evaluasi kepatuhan akan terus diperketat, mengingat peningkatan laporan masyarakat terkait penyalahgunaan identitas hingga penawaran pinjol bodong yang semakin marak.

Daftar 95 Pinjol Berizin OJK

Dalam rilis terbarunya, OJK memberikan pembaruan terhadap 95 platform yang masih beroperasi secara sah. Berikut daftar lengkapnya dengan urutan acak agar memudahkan publik mengenali variasi penyelenggara:

  1. PT Uangme Fintek Indonesia (Uangme).

  2. PT Dana Kini Indonesia (Danakini).

  3. PT Danamerdeka (Intekno Raya).

  4. PT Finansia Aira Teknologi (Ivoji).

  5. PT Indo Fin Tek (Dompet Kilat).

  6. PT Lentera Dana Nusantara.

  7. PT Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar).

  8. PT Fintegra Homido Indonesia (FINTAG).

  9. PT Dana Syariah Indonesia (Dana Syariah).

  10. PT IKI Karunia Indonesia (IKI Modal).

  11. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir).

  12. PT Harapan Fintech Indonesia (Klik Kami).

  13. PT Kreasi Anak Indonesia (GandengTangan).

  14. PT DanaRupiah (Layanan Keuangan Berbagi).

  15. PT Danabijak (Digital Micro Indonesia).

  16. PT Julo Teknologi Finansial (JULO).

  17. PT Aktivaku Investama Teknologi (Aktivaku).

  18. PT DUHA Madani Syariah (Duha Syariah).

  19. PT Indo Fintopia Technology (Easycash).

  20. PT Simplefi Teknologi Indonesia (AwanTunai).

  21. PT Papitupi Syariah (Piranti Alphabet Perkasa).

  22. PT Mekar Investama Teknologi (Mekar).

  23. PT Pohon Dana Indonesia (Pohondana).

  24. PT Asetku (Pintar Inovasi Digital).

  25. PT Solusi Teknologi Finansial (Modal Nasional).

  26. PT Komunal Finansial Indonesia (Komunal).

  27. PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat (klikUMKM).

  28. PT Modal Rakyat Indonesia (ModalRakyat).

  29. PT Finplus (Rezeki Bersama Teknologi).

  30. PT BantuSaku (Smartec Teknologi Indonesia).

  31. PT Indodana Fintech (Artha Dana Teknologi).

  32. PT Gradana Teknoruci Indonesia (Gradana).

  33. PT Sejahtera Sama Kita (SamaKita).

  34. PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa).

  35. PT Info Tekno Siaga (AdaPundi).

  36. PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas).

  37. PT Amartha Miko Fintek (Amartha).

  38. PT Kredito (Fintek Digital Indonesia).

  39. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran).

  40. PT DanaBagus Indonesia (DanaBagus).

  41. PT KrediFazz Digital Indonesia (KrediFazz).

  42. PT Solusiku (Anugerah Digital Indonesia).

  43. PT Modalku (Mitrausaha Indonesia Grup).

  44. PT PinjamModal (Finansial Integrasi Teknologi).

  45. PT 360 Kredi (Inovasi Terdepan Nusantara).

  46. PT Restock.ID (Cerita Teknologi Indonesia).

  47. PT Cairin (Idana Solusi Sejahtera).

  48. PT Avantee (Grha Dana Bersama).

  49. PT AwanTunai (Simplefi Teknologi Indonesia).

  50. PT KawanCicil Teknologi Utama (KawanCicil).

  51. PT Doeku Peduli Indonesia (Doeku).

  52. PT Kredinesia (Kreditku Teknologi Indonesia).

  53. PT Indofund.id (Bursa Akselerasi Indonesia).

  54. PT KlikCair Magga Jaya (KlikCair).

  55. PT Finmas (Oriente Mas Sejahtera).

  56. PT Indosaku Teknologi Indonesia (Indosaku).

  57. PT AdaKami (Pembiayaan Digital Indonesia).

  58. PT Danacita (Inclusive Finance Group).

  59. PT Findaya (Mapan Global Reksa).

  60. PT Duha Syariah.

  61. PT Danain (Mulia Inovasi Digital).

  62. PT Pintek (Pinduit Teknologi Indonesia).

  63. PT Asetku (Pintar Inovasi Digital).

  64. PT KlikA2C (Aman Cermat Cepat).

  65. PT Pinjamin (Progo Puncak Group).

  66. PT Indosaku Teknologi Indonesia.

  67. PT KreditPro (Tri Digi Fin).

  68. PT Crowdo (Mediator Komunitas Indonesia).

  69. PT Invoila (Sol Mitra Fintec).

  70. PT DUMI (Fidac Inovasi Teknologi).

  71. PT Ethis Fintek Indonesia (Ethis).

  72. PT Edufund (Fintech Bina Bangsa).

  73. PT Uatas (Plus Ultra Abadi).

  74. PT Batumbu (Berdayakan Usaha Indonesia).

  75. PT IVOJI (Finansia Aira Teknologi).

  76. PT Danabijak.

  77. PT Papitupi Syariah.

  78. PT iGrow Resources Indonesia (iGrow).

  79. PT Tokomodal (Toko Modal Mitra Usaha).

  80. PT KoinP2P (Lunaria Annua Teknologi).

  81. PT OVO Finansial (Indonusa Bara Sejahtera).

  82. PT PinjamDuit (Stanford Teknologi Indonesia).

  83. PT Pinjam Gampang (Kredit Plus Teknologi).

  84. PT Lumbungdana (Lumbung Dana Indonesia).

  85. PT UKU (Teknologi Merlin Sejahtera).

  86. PT AdaModal (Solid Fintek Indonesia).

  87. PT Ruangme Fintek Indonesia.

  88. PT Sanders One Stop Solution (Satustop Finansial Solusi).

  89. PT Kredito.

  90. PT Finplus.

  91. PT Danai.id (Adiwisata Finansial Teknologi).

  92. PT Qazwa.id (Qazwa Mitra Hasanah).

  93. PT Fintegra Homido Indonesia.

  94. PT Komunal.

  95. PT Singa (Abadi Sejahtera Finansindo).

OJK Ingatkan Publik untuk Tetap Waspada

OJK menegaskan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap penawaran yang mengatasnamakan pinjol resmi, terutama jika penawaran tersebut datang melalui pesan pribadi, tautan mencurigakan, atau aplikasi yang tidak tersedia di toko resmi. Regulator mengimbau masyarakat mengecek secara berkala pembaruan daftar pinjol legal agar terhindar dari risiko pencurian data, bunga yang tidak masuk akal, hingga penagihan yang melanggar hukum.

Permintaan Global Naik, Produk Dekorasi Rumah dari Bantul Tembus Pasar Amerika dan Eropa

0

Permintaan global terhadap produk dekorasi rumah kembali menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari pelepasan ekspor tiga kontainer home decor ke Amerika dan Eropa yang dilakukan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Pelepasan simbolis bernilai lebih dari Rp500 juta itu berlangsung di pabrik CV Palem Craft, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa peluang pasar untuk produk dekorasi rumah Indonesia masih terbuka lebar dan terus tumbuh.

Roro mengatakan ekspor yang dilepas pada Rabu (26/11) tersebut menunjukkan keberlanjutan permintaan dunia, sekaligus dorongan bagi pelaku industri lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan kreativitas. “Pengiriman ini menegaskan bahwa pasar masih percaya terhadap mutu dan karakter produk buatan Indonesia. Kualitas, desain, dan keahlian atau craftsmanship harus terus dijaga agar tetap kompetitif,” ujarnya.

Dalam pengiriman kali ini, tiga negara menjadi tujuan utama. Belgia menerima pengapalan dengan nilai USD14.063, Amerika Serikat sebesar USD9.269, dan Belanda senilai USD6.731. Selain itu, pada Desember 2025 pemerintah juga akan melepas ekspor tambahan menuju Spanyol, Amerika, Prancis, dan Australia dengan nilai transaksi lebih dari USD14 ribu.

Permintaan Global Terus Naik

Menurut Roro, pasar dunia masih mencatat pertumbuhan positif untuk kategori produk dekorasi rumah. Pergeseran gaya hidup yang mengutamakan produk kreatif, berkelanjutan, serta memiliki kekhasan budaya menjadi pendorong utama. Dalam empat tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia untuk kategori ini tumbuh hampir 20 persen.

Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 53,44 persen, disusul Belgia, Jerman, dan Kanada. “Peluangnya sangat besar. Dunia mencari produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga punya nilai desain dan sentuhan budaya. Indonesia memiliki modal kuat di sektor ini,” ucap Roro.

Namun, ia mengingatkan bahwa kompetisi semakin ketat. Negara-negara seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand terus melahirkan desain modern dengan kualitas produksi yang konsisten. Untuk itu, pelaku industri di Tanah Air perlu menjaga standar finishing, memperkuat konsistensi produksi, serta menyesuaikan desain dengan tren pasar internasional. Ia menekankan bahwa keunggulan budaya Indonesia harus diterjemahkan melalui karya yang relevan dan modern.

Dukungan Pemerintah untuk Dorong Daya Saing Ekspor

Kementerian Perdagangan turut memperkuat ekosistem ekspor melalui berbagai program. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas desain menjadi faktor krusial agar produk Indonesia tetap bernilai di pasar global. “Ke depan, persaingan bukan hanya soal harga, tetapi bagaimana desain mampu membawa cerita budaya Indonesia secara relevan,” jelasnya.

Melalui Ditjen PEN, Kemendag menjalankan program UMKM BISA Ekspor yang memberikan pendampingan mulai dari desain, sertifikasi, hingga fasilitasi ekspor. Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri—termasuk 24 Atase Perdagangan, 19 ITPC, KDEI Taipei, dan Konsul Perdagangan Hong Kong—juga aktif membuka peluang bisnis bagi pelaku industri.

“Tujuan kami satu: memastikan produk Indonesia semakin dikenal dan memiliki posisi kuat di pasar global. Ini hanya bisa dicapai jika kualitas, desain, dan konsistensinya terus ditingkatkan,” tambah Puntodewi.

CEO CV Palem Craft, Deddy Effendy, mengapresiasi dukungan pemerintah yang memperlancar ekspor perusahaannya. Berdiri sejak 2003, Palem Craft telah menembus berbagai negara seperti Prancis, Belgia, Spanyol, Dubai, Lebanon, Singapura, Australia, hingga Afrika Selatan.

Sebagian besar produknya mengandalkan bahan baku alami lokal seperti bambu, biji mahoni, batu apung, rumput rayung, dan serat pisang—material yang selama ini menjadi daya tarik utama produk dekorasi rumah Indonesia di pasar internasional.

Cara Bikin Menu QR Code yang Bikin Usaha Kecil Terlihat Lebih Modern dalam 5 Menit

Menu Berbentuk QR Code jadi kebutuhan baru untuk banyak warung makan, kedai kecil, hingga kafe rumahan yang ingin memberi pengalaman pesan makanan yang lebih cepat dan simple. Banyak pemilik usaha mulai melirik metode ini karena Cara Bikin Menu QR Code dianggap memudahkan pelanggan, mengurangi antrean, dan membuat proses order terasa lebih rapi. Bahkan, Cara Bikin Menu QR Code bisa dibilang sebagai solusi praktis untuk usaha kecil yang ingin bergerak lebih modern tanpa harus keluar banyak biaya.

Di tengah kebiasaan makan yang makin serba cepat, pelanggan sekarang senang ketika mereka bisa langsung scan, lihat menu, lalu pesan tanpa harus menunggu pelayan datang. Tapi pertanyaannya, apakah pelanggan warung yang kadang lebih nyaman dengan cara pesan yang lama bisa langsung paham? Jawabannya bisa banget, asal disiapkan dengan langkah yang tepat.

Kenapa QR Code Bisa Mempermudah Proses Order?

Banyak warung sudah mulai beralih ke menu digital karena beberapa alasan sederhana. Pertama, QR code membantu mengurangi kerumunan pelanggan yang menunggu giliran pesan. Pelanggan cukup duduk, scan, lalu lihat menu kapan saja tanpa harus buru-buru. Ini bikin pengalaman makan terasa lebih santai.

Kedua, penggunaan QR code memungkinkan pemilik usaha memperbarui menu kapan pun tanpa biaya cetak ulang. Misalnya harga berubah, ada menu baru, atau stok habis, semua tinggal di-update di link yang terhubung dengan QR code. Ini jauh lebih efisien daripada harus mencetak ulang daftar menu berkali-kali.

Ketiga, menu digital biasanya lebih mudah dipahami karena bisa disusun rapi, diberi foto makanan, dan dilengkapi deskripsi yang jelas. Bagi pelanggan warung, tampilan yang jelas dan sederhana justru membuat proses memilih jadi lebih cepat dan tidak membingungkan.

Namun, tetap ada satu hal penting: tampilan menu harus sederhana, mudah di-scroll, dan tidak terlalu banyak tombol atau halaman. Jika terlalu “rumit”, pelanggan yang tidak terbiasa teknologi bisa bingung duluan. Karena itu, desain menu digital harus dibuat sesederhana mungkin.

Cara Agar Pelanggan Warung Tidak Bingung Saat Menggunakan Menu Berbentuk QR Code

Untuk memastikan pelanggan bisa order sendiri tanpa drama, ada beberapa cara yang cukup efektif. Pertama, cetak QR code dengan ukuran yang cukup besar dan tempatkan di posisi yang mudah terlihat seperti di meja, dekat kasir, atau di pintu masuk. Semakin terlihat, semakin cepat pelanggan memahaminya.

Kedua, sertakan instruksi singkat. Tidak perlu panjang. Cukup tulis: “Scan di sini untuk lihat menu.” Tambahkan ikon kamera atau gambar ponsel agar pesan semakin jelas. Banyak pelanggan sebenarnya paham cara scan QR, tapi mereka butuh dorongan visual agar lebih percaya diri.

Ketiga, pastikan menu digital tidak terlalu berat atau banyak pop-up. Beberapa pelanggan warung memakai ponsel lawas, jadi menu harus ringan, cepat dibuka, dan tidak butuh aplikasi tambahan. Cukup link biasa yang bisa langsung terbuka seperti halaman Google Sites, Notion, atau halaman mini website khusus menu.

Terakhir, tetap sediakan opsi tanya langsung. Beberapa pelanggan tetap merasa lebih aman bertanya sebelum memesan. QR code bukan pengganti pelayanan, tapi alat bantu agar proses order lebih cepat dan lebih nyaman.

Kebijakan Baru Dipersiapkan untuk Perkuat Pengembangan AI dan Ekosistem Digital

0

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan meski tekanan global belum mereda. Pemerintah menilai ketangguhan ini salah satunya ditopang oleh percepatan transformasi digital dan Pengembangan AI yang mulai diarahkan menjadi penggerak ekonomi nasional. Pada triwulan III-2025, perekonomian tercatat tumbuh 5,04% (yoy), sementara pemerintah optimis laju pada triwulan IV akan menguat pada kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Beberapa program seperti bantuan sosial, BLT Kesra, serta realisasi belanja pemerintah ikut menjadi penopang pertumbuhan menjelang akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi kebijakan jangka menengah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029. Dalam arah kebijakan tersebut, teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu fokus utama. “Isu mengenai AI banyak dibahas dalam forum internasional, termasuk G20 di Afrika. Wakil Presiden Gibran sempat mengingatkan bahwa Pengembangan AI masih dikuasai segelintir negara dan perusahaan besar. Ini bisa memunculkan ketidakseimbangan jika tidak dikelola dengan tepat,” ujar Airlangga pada acara Indonesia AI Day for Financial Industry 2025 di Jakarta.

Menurut Airlangga, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi kebijakan yang menjaga pemerataan manfaat. Ia menilai teknologi yang menghasilkan algoritma canggih hingga aset digital seperti cryptocurrency dapat membawa inovasi, namun juga berpotensi memperlebar kesenjangan jika literasi publik tidak berkembang seiring kemajuannya.

Peta Jalan AI Nasional Disiapkan untuk Percepat Transformasi

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital kini tengah menuntaskan penyusunan Peta Jalan Kecerdasan Buatan nasional. Dokumen ini akan menjadi pedoman dalam memaksimalkan penggunaan teknologi bagi sektor industri, layanan publik, pendidikan, hingga pemerintahan. Pengembangan AI dianggap penting untuk memastikan ekonomi nasional mampu beradaptasi dengan perubahan global yang semakin cepat.

Di sisi ekonomi digital, Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat. Berdasarkan laporan Sea-conomy 2025, nilai Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mendekati USD 100 miliar tahun ini, dengan e-commerce menjadi kontributor utama. Pada sektor aplikasi yang mengadopsi teknologi AI, pendapatan meningkat hingga 127 persen. Optimisme juga tampak di tingkat pengguna, dengan 56 persen pekerja Indonesia meyakini AI mampu meningkatkan produktivitas mereka (PwC, 2023).

Indonesia Kian Aktif dalam Integrasi Ekonomi Digital Regional

Partisipasi Indonesia dalam mendorong integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara juga semakin menguat. Melalui ASEAN DEFA, negara-negara ASEAN menargetkan potensi ekonomi digital hingga USD 2 triliun pada 2030. Perundingan putaran ke-14 mencatat kemajuan yang signifikan dan kini berlanjut ke putaran ke-15 menuju finalisasi pada awal 2026. Sejalan dengan itu, kesepakatan perdagangan Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) yang mencakup kerja sama digital diproyeksikan membuka ruang baru bagi produk Indonesia bersaing di pasar internasional.

World Bank menegaskan bahwa keberhasilan Pengembangan AI bertumpu pada empat pilar: connectivity, compute, context, dan competency. Upaya penguatan keempat pilar ini terus dilakukan melalui perluasan jaringan fiber optik, penguatan layanan 4G hingga persiapan 5G dan 6G, serta pembangunan tower BTS di sejumlah wilayah. Pemerintah juga mendorong peningkatan jumlah pusat data berbasis energi hijau dan memberikan fasilitas insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance.

Dari sisi industri, sejumlah perusahaan nasional mulai terlibat dalam pengembangan model AI lokal. Indosat Ooredoo dan GoTo misalnya telah meluncurkan Sahabat-AI, sebuah Large Language Model (LLM) open-source yang dikembangkan untuk kebutuhan ekosistem teknologi dalam negeri. Pemerintah juga melibatkan perusahaan global untuk memperkuat kompetensi digital melalui berbagai pelatihan, serta program magang yang menargetkan 20 ribu lulusan baru.

Cair Bertahap, Penyaluran BLT Kesra Dapat Dicek Tanpa Harus ke Kelurahan

0

Penyaluran BLT Kesra mulai bergulir di berbagai wilayah dan menjadi kabar yang ditunggu banyak keluarga penerima manfaat. Program yang memberikan bantuan sebesar Rp900 ribu ini kembali menarik perhatian publik, terutama karena penyaluran BLT Kesra dilakukan secara bertahap hingga seluruh sasaran menerima haknya. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya memastikan status kepesertaan sebelum datang ke kantor pos atau titik distribusi.

Selama ini, proses pengecekan penerima bantuan kerap dianggap rumit. Sebagian warga masih memilih mendatangi kantor kelurahan atau dinas sosial hanya untuk memastikan apakah nama mereka terdaftar. Padahal, pemerintah sudah menyediakan layanan pengecekan daring yang jauh lebih praktis melalui situs resmi Cekbansos Kemensos. Dengan ponsel dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), status penyaluran BLT Kesra bisa diketahui dalam hitungan menit tanpa perlu mengantre.

Program ini ditujukan untuk keluarga kurang mampu dan diberikan setahun sekali. Pencairan sebesar Rp900 ribu dilakukan sekaligus, sehingga warga diimbau memeriksa status penerimaan lebih awal agar tidak terlewat masa distribusinya.

Sekilas tentang Penyaluran BLT Kesra dan Tujuan Program

BLT Kesra atau Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial, terutama bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Pada Triwulan IV tahun 2025, nilai bantuan ditetapkan Rp900.000 dan mencakup periode Oktober hingga Desember. Bantuan diberikan sekaligus untuk mempermudah keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan dasar menjelang akhir tahun.

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi data penerima. Itulah sebabnya layanan pengecekan online terus diperkuat agar masyarakat bisa mengakses informasi kapan saja.

Cara Cek Status Penerima BLT Kesra Secara Daring

Proses pengecekan melalui ponsel terbilang mudah dan dapat dilakukan siapa saja. Selama data yang dimasukkan sesuai dengan yang tertera di KTP, hasil pencarian biasanya langsung muncul tanpa kendala. Berikut panduannya:

  1. Buka browser di ponsel.

  2. Akses situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.

  3. Pilih wilayah domisili mulai dari provinsi hingga kelurahan.

  4. Ketik nama lengkap sesuai KTP.

  5. Masukkan kode verifikasi.

  6. Klik “Cari Data”.

Hasil pencarian akan menampilkan status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, hingga periode penyaluran. Jika tidak terdaftar, keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM” akan muncul. Cara ini dianggap paling aman dan akurat karena langsung terhubung dengan database resmi Kemensos.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tautan palsu atau informasi yang tidak berasal dari saluran resmi. Seluruh proses penyaluran BLT Kesra, termasuk pengecekan data, hanya dilakukan melalui situs dan kanal Kementerian Sosial untuk menghindari potensi penipuan.

Dengan akses yang kini semakin mudah, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat memastikan status bantuan lebih cepat dan memanfaatkan dana BLT Kesra Rp900 ribu tepat waktu untuk kebutuhan rumah tangga, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan biasanya meningkat.

Biar Nggak Sepi! Begini Cara Membuat Lokasi Usaha Cepat Ditemukan di Google Maps

Banyak pelaku usaha yang bingung kenapa toko atau gerai mereka sepi, padahal lokasi sudah strategis. Salah satu penyebabnya cukup sederhana: bisnisnya belum muncul dengan jelas di Google Maps. Padahal di era digital seperti sekarang, tampil di peta online adalah kunci agar Lokasi Usaha Cepat Ditemukan, terutama oleh pelanggan yang tinggal atau lewat di sekitar area tersebut. Bahkan banyak bisnis yang mulai mendapatkan pelanggan baru setelah memastikan Lokasi Usaha Cepat Ditemukan melalui pencarian Google. Ini menjelaskan kenapa pemilik usaha harus paham cara memaksimalkan Google Maps untuk meningkatkan visibilitas.

Banyak pemilik usaha mengira bahwa membuat bisnis muncul di Google Maps adalah hal yang ribet atau membutuhkan kemampuan teknis tertentu. Padahal langkah-langkah dasarnya sangat mudah, bahkan bisa selesai dalam beberapa menit saja. Begitu bisnis tercantum, peluang untuk menjadikan Lokasi Usaha Cepat Ditemukan akan meningkat berkali-kali lipat, karena orang kini jauh lebih mengandalkan Maps daripada bertanya langsung kepada orang lain.

Langkah-Langkah Membuat Lokasi Usaha Cepat DItemukan di Google Maps dan Mudah Dicari Pelanggan!

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan bisnis melalui platform Google Business Profile (dulu bernama Google My Business). Ini adalah alat resmi dari Google untuk membantu pemilik usaha menampilkan lokasi mereka di Maps dan Search. Setelah membuka situsnya, kamu bisa langsung membuat profil, memasukkan nama usaha, memilih kategori, dan mulai menambahkan detail penting seperti jam operasional maupun kontak yang bisa dihubungi.

Setelah profil dibuat, Google biasanya meminta verifikasi. Proses ini berbeda-beda, bisa melalui email, telepon, SMS, atau bahkan kartu pos yang dikirim ke alamat bisnismu. Tujuan verifikasi ini untuk memastikan bahwa lokasi tersebut benar-benar milikmu dan bukan data palsu. Begitu proses ini selesai, barulah Google akan menampilkan bisnismu di Maps secara permanen.

Langkah berikutnya adalah mengoptimalkan profil. Banyak pemilik usaha berhenti setelah verifikasi, padahal profil yang lengkap akan membuat orang jauh lebih mudah menemukan bisnismu. Pastikan memakai foto yang jelas, terbaru, dan menggambarkan aktivitas usaha. Unggah juga foto bagian depan toko agar pelanggan mengenali tempatnya saat tiba di lokasi. Selain itu, deskripsi usaha harus dibuat dengan bahasa natural, singkat, dan mudah dipahami. Hindari kalimat terlalu teknis atau terlalu panjang.

Pertahankan Rating dan Review Bagus di Google Maps!

Ulasan pelanggan juga sangat berpengaruh pada seberapa cepat Maps merekomendasikan bisnismu ke pengguna lain. Semakin banyak ulasan positif, semakin besar peluang muncul di urutan atas. Tidak perlu memaksa pelanggan, cukup minta secara halus setelah mereka puas dengan pelayanan. Menjawab ulasan—baik positif maupun negatif—juga menunjukkan bahwa bisnismu aktif dan peduli, sesuatu yang disukai oleh algoritma Google.

Jangan lupa memeriksa kategori tambahan yang bisa memperjelas jenis usahamu. Misalnya, warung makan bisa menambahkan kategori “Takeaway” atau “Dine-in”, sementara klinik kecantikan bisa menambahkan kategori “Appointment required”. Detail sederhana seperti ini bisa meningkatkan relevansi pencarian dan membantu orang menemukan bisnismu lebih cepat.

Jika usahamu sering mengadakan promo atau event kecil, manfaatkan fitur posting di Google Business Profile. Kamu bisa mengumumkan promo harian, produk baru, atau perubahan jam buka. Ini membuat profilmu terlihat aktif dan lebih menarik bagi calon pelanggan.

Kuota Masih Banyak! Batch 3 Magang Nasional Segera Dibuka pada Desember 2025

0

Tingginya minat lulusan perguruan tinggi terhadap program magang nasional mendorong Kementerian Ketenagakerjaan mempercepat persiapan untuk membuka Batch 3. Langkah ini diambil setelah proses seleksi Batch 2 dinyatakan rampung namun jumlah peserta yang lolos masih belum memenuhi keseluruhan target. Pemerintah menegaskan bahwa program magang nasional 2025 telah menyiapkan kuota bagi 100 ribu peserta, sehingga ruang pengisian formasi masih terbuka luas menjelang penutupan tahun. Melalui Batch 3, Kemnaker berharap target besar tersebut dapat tercapai sepenuhnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa alokasi anggaran sudah dipersiapkan untuk seluruh peserta yang tersebar dalam tiga gelombang. Dari total 100 ribu kuota, sekitar 62 ribu peserta sudah terakomodasi melalui Batch 2, sehingga pemerintah perlu segera membuka gelombang lanjutan.

“Anggarannya lengkap untuk 100 ribu peserta. Batch 2 menghasilkan sekitar 62 ribu peserta, artinya masih ada ruang yang harus segera kita isi lewat Batch 3,” ujar Yassierli di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa Batch 3 direncanakan dibuka melalui platform MagangHub pada 15 Desember 2025. Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah juga telah menerima pemberitahuan untuk mulai mengajukan formasi lowongan yang akan ditawarkan.

“Pembukaan Batch 3 kita targetkan tanggal 15 Desember. Perusahaan pun sudah kita dorong mengajukan lowongan sejak awal agar prosesnya berjalan cepat,” lanjutnya.

Antusiasme Dunia Usaha Terhadap Program Magang Nasional Terus Meningkat

Hingga penutupan Batch 2, hampir 80 ribu lulusan kampus telah mengikuti program pemagangan pemerintah, terdiri atas sekitar 15 ribu peserta pada Batch 1 dan 62 ribu peserta pada Batch 2. Selama pelaksanaan enam bulan, peserta menerima uang saku setara upah minimum yang ditanggung pemerintah.

Dukungan dunia usaha dan lembaga pemerintah juga terus bertambah. Tercatat 4.669 perusahaan serta 47 kementerian dan lembaga terlibat, dengan lebih dari 2.500 unit kerja yang dijadikan lokasi pemagangan.

“Kami mengajak perusahaan yang belum ikut serta, termasuk yang formasinya belum terpenuhi pada Batch 2, agar kembali membuka kesempatan pada Batch 3,” kata Yassierli.

Program magang nasional menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjembatani lulusan kampus dengan kebutuhan industri, sekaligus mempersempit kesenjangan kompetensi tenaga kerja muda. Yassierli menambahkan bahwa pemerataan peserta menjadi fokus utama, sehingga peluang magang di berbagai daerah perlu dimanfaatkan oleh pencari pengalaman kerja, bukan hanya terpusat di kota-kota besar.

Ekspor Naik Dua Digit, Industri Olahraga Indonesia Siap Perkuat Kemandirian Industri Nasional

0

Kementerian Perindustrian kembali menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian industri nasional, terutama pada sektor yang berkaitan dengan kepemudaan dan keolahragaan. Upaya tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenperin dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menitikberatkan pada sinergi pengembangan industri di dua bidang tersebut. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperluas peran industri olahraga sebagai kekuatan ekonomi baru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekosistem industri olahraga dalam negeri, mulai dari produksi alat olahraga, apparel, hingga alas kaki. Ia menilai potensi industri olahraga Indonesia semakin terbuka lebar berkat peningkatan kualitas produk dan tren ekspor yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan.

“Industri olahraga kita bergerak naik, baik dari sisi daya saing maupun kualitas produknya. Pertumbuhan ekspor juga menjadi bukti bahwa pemain nasional semakin siap mengisi pasar global,” ujar Agus Gumiwang pada Selasa (25/11).

Industri Alat Olahraga Tumbuh Konsisten

Performa industri alat olahraga Indonesia terus mencatatkan tren positif. Sepanjang 2024, nilai ekspor meningkat 4,6% menjadi USD 275,3 juta. Kenaikan berlanjut pada 2025, di mana ekspor hingga September telah mencapai USD 222,3 juta atau naik 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produk asal Indonesia kini merambah berbagai negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Tiongkok.

Menurut data BPS dan SIINas, Indonesia memiliki setidaknya 128 unit industri alat olahraga yang tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Sumatera Utara hingga Bali. Lebih dari 15.600 tenaga kerja terserap dalam sektor ini. Jawa masih menjadi pusat produksi terbesar dengan keberadaan 14 Sentra IKM yang berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan teknologi.

Selain alat olahraga, subsektor tekstil dan pakaian jadi juga menyumbang peran penting. Meski industri pakaian jadi menghadapi tantangan baik di pasar ekspor maupun domestik, subsektor sepatu olahraga justru tampil menonjol sebagai salah satu kontributor terbesar ekspor nonmigas, dengan Amerika Serikat sebagai pasar utama.

Pada periode Januari–September 2025, industri pakaian jadi mencatat kontribusi 4,3% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, sementara nilai tambah brutonya tumbuh 5,07%. Sementara itu, nilai ekspor sepatu olahraga mencapai USD 3,06 miliar hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini.

TKDN dan SNI Jadi Pilar Penguatan Industri Dalam Negeri

Dalam kerangka memperkuat basis produksi dan memperluas kemandirian industri nasional, Kemenperin melalui Ditjen IKMA mendorong pelaku industri alat olahraga untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia. Penerapan SNI dilakukan melalui mekanisme yang mencakup registrasi produk, proses sertifikasi, pengambilan sampel, hingga uji laboratorium.

Kemenperin juga menegaskan bahwa pasar domestik menjadi prioritas yang harus dipenuhi oleh industri nasional. Pertumbuhan minat masyarakat terhadap olahraga serta meningkatnya kesadaran hidup sehat membuka ruang permintaan yang besar bagi produk dalam negeri, mulai dari kebutuhan atlet hingga pengguna umum.

Untuk menjawab permintaan tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan izin edar berbasis threshold TKDN sekaligus mengkaji pemberlakuan SNI wajib untuk berbagai jenis alat olahraga. Kebijakan ini memastikan bahwa produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang dibutuhkan serta mengandung komponen lokal yang cukup tinggi.

Agus Gumiwang menekankan bahwa TKDN dan SNI adalah instrumen penting dalam memperkuat produksi dalam negeri, sekaligus mendorong kemandirian industri nasional di sektor olahraga. Saat ini, terdapat 37 pelaku industri dengan produk yang memiliki kandungan TKDN lebih dari 65%, mencakup bola, raket, shuttlecock, perlengkapan gymnastik, hingga peraga pendidikan.

“Kami ingin memastikan belanja produk olahraga nasional memberi nilai tambah nyata bagi industri lokal dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” tegas Agus.

Dengan semakin kuatnya fondasi produksi, penerapan standar mutu, serta peningkatan kapasitas industri, langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian kemandirian industri nasional dan memperluas daya saing produk olahraga Indonesia di pasar global.

Bisnis Rugi Dulu, Tapi Kok Banyak yang Bertahan? Ini Pola yang Jarang Dibahas!

Di dunia usaha, konsep Bisnis Rugi Dulu sebenarnya bukan hal aneh. Banyak pebisnis besar hari ini justru memulai dari usaha yang kelihatannya tidak menjanjikan, bahkan sering terlihat merugi di awal. Fenomena Bisnis Rugi Dulu sering membuat pemula bertanya-tanya: kenapa pebisnis sukses tetap melanjutkan usaha sederhana padahal belum menghasilkan apa-apa? Kenapa mereka tetap percaya diri ketika kondisi di awal tidak mulus? Jawabannya ternyata lebih dalam dari sekadar masalah untung dan rugi.

Sebelum sebuah bisnis menghasilkan profit, ada fase panjang yang harus dilalui. Fase inilah yang sering disalahpahami sebagai kerugian, padahal sebenarnya merupakan proses membentuk fondasi. Itulah alasan mengapa Bisnis Rugi Dulu bukan tanda kegagalan, tetapi langkah awal untuk membangun sesuatu yang lebih besar.

Kenapa Banyak Bisnis Terlihat “Rugi” di Awal?

Calon pebisnis sering mengira kerugian awal adalah sinyal untuk berhenti, padahal ada beberapa alasan logis mengapa kondisi ini wajar terjadi.

Pertama, fase awal bisnis adalah masa mengumpulkan pengalaman nyata. Banyak keputusan harus diuji, mulai dari cara menawarkan barang, menentukan harga, memahami perilaku pelanggan, sampai mengatur stok. Proses itu membutuhkan waktu dan pasti ada biaya yang keluar, sehingga bisnis terlihat merugi. Namun, inilah fase pembentukan intuisi seorang pebisnis.

Kedua, banyak usaha kecil memulai dari skala yang sangat sederhana. Yang dijual mungkin hanya satu-dua jenis barang, barang titipan, atau produk rumahan dengan margin kecil. Belum tentu langsung besar, tapi justru di tahap sederhana seperti itu seseorang belajar ritme usaha yang sebenarnya. Makin sering berinteraksi dengan pelanggan, makin tajam kemampuan membaca pasar.

Ketiga, kerugian awal sebenarnya adalah investasi. Tidak selalu berbentuk uang, kadang berupa waktu, tenaga, relasi, atau bahkan reputasi. Banyak pebisnis yang awalnya hanya “coba-coba” jualan, tapi dari proses itu mereka menemukan ide yang lebih matang dan lebih menguntungkan.

Modal Mental Lebih Penting dari Modal Uang

Banyak orang berpikir bahwa bisnis membutuhkan modal besar sejak awal. Nyatanya, yang lebih dibutuhkan adalah mental bertahan. Pebisnis sukses biasanya bukan orang yang paling kaya dari awal, tetapi orang yang paling siap menghadapi ketidakpastian.

Ketika kondisi bisnis belum memberikan keuntungan, yang diuji justru mental. Apakah tetap belajar? Atau mau memperbaiki strategi? Lalu Apakah sanggup menahan malu ketika orang lain meremehkan? Inilah fase yang membuat banyak usaha tumbuh menjadi kuat.

Selain itu, mental tahan banting membantu pebisnis mencari solusi lebih kreatif. Misalnya:

  • Menggunakan sistem pre-order agar tidak rugi stok

  • Menjual produk titipan untuk mengurangi risiko modal

  • Menawarkan layanan kecil yang bisa dilakukan tanpa biaya besar

  • Mengoptimalkan media sosial untuk promosi gratis

Dari kebiasaan kreatif ini, bisnis perlahan menemukan pola untung.

Dari Jualan Biasa ke Usaha Serius jadi Fase yang Tidak Bisa Dilompati!

Kisah banyak pebisnis sukses menunjukkan bahwa proses belajar melalui jualan sederhana memberi pemahaman yang tidak bisa didapat dari teori. Dari jualan kecil-kecilan, mereka menemukan pola belanja pelanggan, mengelola keuangan harian, dan belajar memecahkan masalah nyata.

Jualan sederhana juga membangun kepekaan. Misalnya, tahu produk apa yang cepat laku, tahu jam ramai pembeli, tahu karakter pelanggan, dan tahu bagaimana menjaga repeat order. Semua itu adalah modal yang jauh lebih penting untuk skala besar nanti.

Ketika pengalaman sudah terbentuk, barulah bisnis bisa naik kelas. Hasilnya justru lebih stabil karena fondasinya kuat. Mereka yang sabar menjalani fase awal inilah yang akhirnya memiliki usaha besar dan tahan lama.

Kalau bisnis terasa merugi di awal, jangan langsung menganggapnya kegagalan. Banyak usaha besar lahir dari proses yang terlihat kecil dan lambat. Yang penting adalah tetap belajar, memperbaiki kesalahan, dan menjaga semangat.

Konsep Bisnis Rugi Dulu bukan tentang menerima kerugian tanpa arah. Ini tentang memahami bahwa pertumbuhan membutuhkan proses, dan setiap proses memiliki harganya. Selama tetap bergerak dan terus belajar, fase merugi justru menjadi batu loncatan menuju keuntungan yang lebih mapan.

Penjualan Tiket Kereta Melejit di Musim Libur Nataru, KAI Imbau Masyarakat Pesan Lebih Awal

0

Tingginya minat perjalanan menggunakan kereta api pada Musim Libur Nataru mulai terasa sejak dibukanya pemesanan tiket angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada 21 November 2025. Hingga Senin (24/11) pagi, KAI mencatat penjualan mencapai 566.806 tiket untuk periode 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026, atau sekitar 20,48 persen dari total 2.767.688 kursi yang disediakan. Tren pembelian lebih awal ini diprediksi akan terus meningkat hingga mendekati puncak Musim Libur Nataru, seiring besarnya arus mobilitas masyarakat di akhir tahun.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan ketersediaan tiket masih sangat luas dan masyarakat masih memiliki peluang memilih jadwal perjalanan maupun kelas layanan sesuai kebutuhan. Ia mengingatkan agar calon penumpang tidak menunda pembelian.

“Pemesanan lebih awal memberikan peluang mendapatkan tarif diskon serta memastikan kursi untuk tanggal perjalanan yang diinginkan,” ujar Anne.

Kuota Tiket Diskon 30 Persen Masih Tersedia

Anne menjelaskan KAI menyediakan diskon tarif 30 persen untuk 156 kereta api reguler dan 26 kereta api tambahan kelas ekonomi komersial. Total kuota diskon ditetapkan untuk 1.509.080 pelanggan, berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026. Tiket diskon tersedia lewat seluruh kanal penjualan resmi hingga batas waktu tersebut.

Diskon tidak berlaku untuk tarif khusus serta tidak dapat digabungkan dengan potongan harga program promo lainnya. Namun, pembeli masih diperbolehkan melakukan pembatalan tiket maupun perubahan jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.

Anne memastikan kuota diskon masih cukup besar untuk berbagai tanggal dan relasi perjalanan. Daftar kereta diskon dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

“Kami mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas ini selagi kuotanya masih tersedia, terlebih menjelang puncak Musim Libur Nataru yang diperkirakan memicu lonjakan penumpang,” jelasnya.

Selain ketersediaan tiket, KAI menegaskan kesiapan operasional pada masa angkutan long weekend akhir tahun. Perseroan memastikan seluruh sarana, prasarana, sistem pelayanan, serta unsur pengamanan dalam keadaan siap agar perjalanan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Stimulus Pemerintah dan Dampaknya pada Mobilitas Nasional

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengajak masyarakat memanfaatkan program diskon tarif transportasi pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menegaskan kebijakan stimulus tersebut tidak hanya mendorong masyarakat bepergian dengan biaya lebih terjangkau, tetapi juga disiapkan untuk menjaga kelancaran sistem transportasi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa diskon 30 persen untuk perjalanan kereta ekonomi komersial merupakan bagian dari penugasan pemerintah. Sebanyak 156 KA reguler dan 26 KA tambahan telah disiapkan dengan total kuota 1.509.080 pelanggan.

Menurut Bobby, program ini sangat penting untuk mendorong peningkatan mobilitas masyarakat secara aman sekaligus membantu sektor-sektor ekonomi seperti pariwisata dan perdagangan daerah.

“Kami memastikan layanan prima melalui kesiapan sarana, prasarana, dan pengamanan terintegrasi. Harapannya, masyarakat dapat melakukan perjalanan, pulang kampung, atau berwisata di momen liburan akhir tahun dengan nyaman,” tegasnya.

Dengan penjualan tiket yang terus bergerak naik, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda andalan dalam Musim Libur Nataru, terutama karena efisiensi waktu tempuh, biaya yang kompetitif, dan kelancaran konektivitas antarkota.